DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL DEPAN HALAMAN SAMPUL .rahasia bank.7 Data nasabah yang ada di bank, baik

download DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL DEPAN HALAMAN SAMPUL .rahasia bank.7 Data nasabah yang ada di bank, baik

of 30

  • date post

    16-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL DEPAN HALAMAN SAMPUL .rahasia bank.7 Data nasabah yang ada di bank, baik

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL DEPAN

HALAMAN SAMPUL DALAM. i

PRASYARATAN GELAR SARJANA HUKUM...... ii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING.... iii

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJI..... iv

HALAMAN KATA PENGANTAR.... v

HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN. viii

DAFTAR ISI. ix

ABSTRAK. xiii

ABSTRACT.. xiv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah. 1

1.2 Rumusan Masalah... 6

1.3 Ruang Lingkup Masalah. 6

1.4 Orisinalitas Penelitian. 7

1.5 Tujuan Penelitian 10

a. Tujuan Umum... 10

b. Tujuan Khusus.. 11

1.6 Manfaat Penelitian.. 11

x

a. Manfaat Teoritis 11

b. Manfaat Praktis 11

1.7 Landasan Teoritis 12

1.8 Metode Penelitian... 17

a. Jenis Penelitian. 17

b. Jenis Pendekatan.. 18

c. Sifat Penelitian. 19

d. Sumber Data. 19

e. Teknik Pengumpulan Data... 21

f. Teknik Penentuan Sampel Penelitian... 22

g. Teknik Pengolahan dan Analsis Data.......... 23

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG BANK, NASABAH BANK

DAN RAHASIA BANK. 24

2.1 Bank 24

2.1.1. Pengertian Bank dan Dasar Hukumnya 24

2.1.2. Asas, Prinsip, Fungsi, dan Tujuan Bank.. 26

2.1.3. Jenis-Jenis Bank....... 27

2.1.4. Kegiatan-Kegiatan Usaha Bank....... 30

2.1.5. Jasa Layanan Bank... 33

2.2 Nasabah Bank. 40

2.2.1. Pengertian Nasabah Bank dan Jenis-Jenis Nasabah Bank....... 40

xi

2.2.2. Sifat-Sifat Nasabah........... 41

2.3 Rahasia Bank.. 43

2.3.1. Pengertian Rahasia Bank ......................... 43

2.3.2. Pihak-Pihak yang Wajib Menjaga Rahasia Bank Menurut

Undang-Undang...... 44

2.3.3. Pengecualian terhadap Rahasia Bank........... 46

2.3.4. Pelanggaran terhadap Rahasia Bank 49

2.3.5. Sanksi Hukum Terhadap Pihak yang Melanggar Prinsip

Rahasia Bank 51

BAB III PELAKSANAKAN PRINSIP RAHASIA BANK PADA PT.

BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. WILAYAH DENPASAR .. 53

3.1 Pelaksanaan Prinsip Rahasia Bank Pada PT. Bank Mandiri (Persero)

Tbk. Wilayah Denpasar...................................................................... 53

3.2 Pelaksanaan Good Coorporate Governence (GCG) Terkait

Prinsip Rahasia Bank Pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Wilayah Denpasar... 61

3.3 Hambatan Dalam Melaksanakan Prinsip Rahasia Bank Pada PT.

Bank Mandiri (Persero) Tbk. Wilayah Denpasar .. 67

xii

BAB IV UPAYA PT. BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. WILAYAH

DENPASAR DALAM MENCEGAH PELANGGARAN

TERHADAP PRINSIP RAHASIA BANK.......... 70

4.1 Upaya PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Wilayah Denpasar

Dalam Mencegah Pelanggaran Terhadap Prinsip Rahasia Bank...... 70

4.2 Pihak-Pihak yang Berkewajiban Melaksanakan Prinsip Rahasia

Bank Pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Wilayah Denpasar...... 73

4.3 Sanksi Terhadap Pihak-Pihak yang Melakukan Pelanggaran

Terhadap Prinsip Rahasia Bank Pada PT. Bank Mandiri (Persero)

Tbk. Wilayah Denpasar...................................................................... 76

BAB V PENUTUP

5.1 Saran. 85

5.2 Kesimpulan 86

DAFTAR PUSTAKA

RINGKASAN SKRIPSI

DAFTAR INFORMAN

DAFTAR RESPONDEN

LAMPIRAN

xiii

ABSTRAK

Ketentuan mengenai rahasia bank merupakan suatu hal yang penting bagi

nasabah serta bagi kepentingan bank. Untuk itu, bank diharapkan dapat melaksanakan

prinsip rahasia bank dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan. Tujuan dari

penulisan ini adalah untuk memahami tentang pelakasanaan prinsip rahasia bank

dalam praktek perbankan serta upaya bank dalam mencegah pelanggaran terhadap

prinsip rahasia bank. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum

empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan fakta. Sumber data

yang digunakan yaitu sumber data primer, sekunder dan tersier, dengan menggunakan

hasil wawancara serta studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini

menunjukkan bahwa pelaksanaan prinsip rahasia bank dalam praktek perbankan telah

sesuai dengan ketentuan bank. Namun, beberapa upaya yang telah dilakukan oleh PT.

Bank Mandiri (Persero) Tbk. Wilayah Denpasar untuk mencegah pelanggaran

terhadap rahasia bank antara lain : memilih karyawan dengan berhati-hati, melakukan

pengawasan terhadap kinerja karyawan, tidak membuka rahasia bank kecuali untuk

kepentingan peraturan perundang-undangan, tidak menutupi keterangan nasabah bank

yang terlibat kasus hukum, meningkatkan sistem keamanan bank, dan menempatkan

mesin ATM di tempat dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Kata Kunci : Rahasia Bank , Pelaksanaan, Pencegahan, Pelanggaran

xiv

ABSTRACT

The provision concerning bank secrecy is an important thing for bank

customers as well as for the interests of banks. Therefore, banks are expected to

implementing the principle of bank secrecy in conformity to legislation. The purpose

of this paper is to understanding about implementation the principle of bank secrecy

in banks practice as well as the efforts of banks to prevent the violation of bank

secrecy.This research used empirical legal research method with statue approach

and fact approach. The data sources use the primary legal materials, secondary and

tertiary, by using interviews and documentary study to collect data. The study shows

that the implementation of principle bank secrecy in bank practice of PT Bank

Mandiri (Persero) Tbk. Denpasar in conform with the banking provision. However,

several efforts have been done by Bank Mandiri to prevent violation such as such as :

selecting employees to be carefully, monitoring the performance of employees,

applying strict sanctions for employees, do not opening bank secrecy except for the

purpose of legislation, do not hiding information of bank customers are involved in

legal cases, increasing the banks security system, and putting the machine in a place

with a high level of security

Keywords : Bank Secrecy, Implementation, Prevention, Violation

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN maka, persaingan di dunia

usaha akan semakin ketat. Begitu pula di bidang perbankan. Menghadapi persaingan

yang makin lama makin tajam di dunia perbankan, lebih-lebih memasuki era

globalisasi saat ini, bank-bank berupaya mencari jalan untuk meningkatkan

efisiensinya dan apabila mungkin, meningkatkan daya saing, size, dan kinerjanya.1

Masuknya bank-bank asing ke Indonesia haruslah ditanggapi dengan serius oleh

pihak regulator dalam hal ini Bank Indonesia dan juga industri perbankan nasional.

Tentunya bank-bank asing tersebut sudah dapat dipastikan membawa sistem dan

strategi bisnis yang terbaik yang telah mereka implementasikan sekian lama di negara

mereka. Oleh karena itu, bank nasional khususnya bank-bank milik pemerintah harus

dapat bersaing lebih kompetitif lagi.2

Pemerintah dan Bank Indoesia secara progresif mengeluarkan regulasi yang

mendukung bank-bank nasional agar dapat bersaing dengan bank-bank asing.

Perbankan nasional khususnya bank pelat merah harus mampu memberikan servis

1Adrian Sutedi, 2008, Hukum Perbankan : Suatu Tinjauan Pencucian Uang, Merger,

Likuidasi dan Kepailitan, Cet.2, Sinar Grafika, Jakarta, h. 83.

2Zainal Asikin, 2015, Pengantar Hukum Perbankan Indonesia, Cet. 1, PT Raja Grafindo

Persada, Jakarta, h. 72.

2

yang berkualitas kepada masyarakat. Kualitas servis yang baik sangat penting untuk

meningkatkan kepuasan konsumen.3 Peran dari perbankan sangatlah besar dalam

meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional.

Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-

Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan , Pasal 4 menyebutkan bahwa

perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam

rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional

kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

Perbankan merupakan pokok dari sistem keuangan suatu negara yang berperan

sebagai motor penggerak pembangunan bangsa. Sistem perbankan yang sehat, kuat,

dan efisien diharapkan akan tercipta dengan kriteria dukungan bank-bank besar

maupun kecil yang secara individual memenuhi berbagai kriteria sehingga memiliki

daya saing tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi resiko. Tantangan

untuk menciptakan perbankan yang kuat, diantaranya, masih lemahnya kapabilitas

perbankan yang ada.4

Sebagai motor penggerak pembangunan bangsa, bank dituntut untuk dapat

bekerja secara profesional serta dapat menganalisis kegiatan perekonomian nasional