Cytomegalovirus New

of 16 /16
cytomegalovirus KELOMPOK :III Rizki ana andri ani Nurvina taurima sari Cahyo sang wahyu Waluyo dwi otavianto

description

JH

Transcript of Cytomegalovirus New

  • cytomegalovirusKELOMPOK :IIIRizki ana andri aniNurvina taurima sariCahyo sang wahyuWaluyo dwi otavianto

  • DEFINISICytomegalovirus adalah virus herpes DNA yang menginfeksi sebagian besar orang. Virus ini merupakan penyebab infeksi perinatal tersering dan infeksi pada janin ditemukan 0,5-2 % dari neonatus ( William, 1998 ).

    Cytomegalovirus sering juga ditemukan pada pasien-pasien AIDS dan merupakan oportunistik yang paling banyak ditemukan pada autopsi.

    Infeksi primer CMV dapat terjadi dengan frekuensi kira-kira 1-2 %. Infeksi kongenital kekerapannya adalah 1-2 % dari kehamilan. Walaupun jarang, 10-15 % anak yang mengalami infeksi kongenital akan mengalami cacat bawaan.

  • Gejala klinik Hanya pada individu dengan penurunan daya tahan dan pada masa pertumbuhan janin sitomegalovirus menampakkan virulensinya pada manusia.

  • GEJALA CYTOMEGALOVIRUS

    Gejala yang muncul pertama-tama tergantung pada usia masing-masing orang dan kekuatan dari sistem imunitas tubuhnya. CMV bisa menginfeksi bayi sehat yang belum lahir atau masih dalam kandungan ibu. Kira-kira lima persen bayi yang terinfeksi CMV tersebut akan menderita cacat atau kerusakan yang serius setelah dilahirkan. Seperti kerusakan otak, kegagalan pertumbuhan, kebutaan dan kerusakan lainnya. Masalah ini biasanya terjadi ketika ibu dalam masa kehamilannya terinfeksi virus tersebut.

  • CARA PENULARAN

    Secara horizontal :-Melalui infeksi percikan ludah dan kontak dengan air liur dan urin.-Pusat-pusat penitipan anak sering menjadi sumber penularan.-Darah dan kontak seksual

    Secara vertikal :-Ditularkan dari ibu ke janin melalui plasenta-Pada BBL melalui kontak virus dari serviks, ASI, dan urine ibu

  • Sampai saat ini tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi infeksi maternal, dan karena risiko terjadinya morbiditas fetal adalah rendah pemeriksaan penyaring serologis selama kehamilan mempunyai nilai yang terbatas. Berbeda dengan infeksi virus rubella, antibodi sitomegalovirus tidak dapat melindungi kemungkinan infeksi kongenital pada kehamilan yang berikutnya, sehingga kegunaan vaksinasi untuk sitomegalovirus diragukan.PENYEMBUHAN

  • Diagnosa

    Virus dapat di isolasi dari biakan urine atau biakan berbagai cairan atau jaringan tubuh lain. Tes serologis mungkin terjadi peningkatan IgM yang mencapai kadar puncak 3 6 bulan pasca infeksi dan bertahan sampai 1 2 tahun kemudian. IgG meningkat secara cepat dan bertahan seumur hidup.

  • Diagnosa KeperwatanResiko penyebaran infeksi b/d penurunan system imun, aspek kronis penyakitResiko pola nafas tidak afektif b/d penurunan energi dalam bernafasKetidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake tidak adekuat, stomatitis, gangguan absorbsi, kelemahan, kehilangan nafsu makan.Nyeri akut b/d proses penyakitKurang pengetahuan mengenai penularan, penanganan dan perjalanan penyakit

  • Patogenesis Infeksi CMV yang terjadi karna pemaparan pertama kali atas individu di sebut infeksi primer. Infeksi primer berlangsung simptomatis ataupun asimptomatis serta virus akan menetap dalam jaringan hospes dalam waktu yang tidak terbatas. Selanjutnya virus masuk ke dalam sel-sel dari berbagai macam jaringan. Proses ini disebut infeksi laten.Pada keadaan tertentu eksaserbasi terjadi dari infeksi laten disertai multiplikasi virus. Keadaan tersebut misalnya terjadi pada individu yang mengalami supresi imun karena infeksi HIV, atau obat-obatan yang dikonsumsi penderita transplan-resipien ataupun penderita dengan keganasan. Infeksi rekuren (reaktivasi/reinfeksi) yang dimungkinkan karna penyakit tertentu serta keadan suprasi imun yang bersipat iatrogenik. Dapat diterangkan bahwa bahwa kedua keadan tersebut menekan respon sel limfosit T sehingga timbul stimulasi antigenik yang kronis. Dengan demikian, terjadi rektivitas virus dari periode laten disertai berbagai sindroma

  • Patofisiologi Sitomegalovirus (CMV) adalah penyebab utama infeksi virus congenital di amerika utara. CMV agaknya ditularkan dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan cairan atau jaringan tubuh, termasuk urin, darah, liur, secret servikal, semen dan ASI. Masa inkubasi tidak diketahui, berikut ini adalah perkiraan masa inkubasi: setelah lahir-3 sampai 12 minggu, setelah tranfusi-3 sampai 12 minggu, dan setelah transplantasi-4 minggu sampai 4 bulan. Urin sering mengandung CMV dari beberapa bulan sampai beberapa tahun setelah infeksi. Virus tersebut dapat tetap tidak aktif dalam tubuh seseorang tetapi masih dapat diaktifkan kembali. Hingga kini belum ada imunisasi untuk mencegah penyakit ini.

  • Pengaruh Infeksi CMV pada kehamilan Transmisi CMV dari ibu kejanin dapat terjadi selama kehamilan dan infeksi pada umur kehamilan kurang dari 16 minggu menyebabkan kerusakan yang serius.Infeksi CMV kongenital berasal dari infeksi maternal eksogenus ataupun endogenus. Infeksi eksogenus dapat bersipat primer yaitu terjadi pada ibu hamil dengan pola imunologik seronegatif dan nonprimer bila ibu hamil dalam keadan seropositif. Infeksi endogenus adalah hasil suatu rektivitas virus yang sebelumnya dalam keadan paten. Infeksi maternal primer akan memberikan akibat klinik yang jauh lebih buruk pada janin dibandingkan infeksi rekuren (reinfeksi).

  • Pengaruh Infeksi CMV pada kehamilan Wanita hamil yang terinfeksi dapat mengereksikan virus di dapat urinnya dan sekresi dari serviks uteri dan selanjutnya pada susu. Bayi dapat terinfeksi in utero jika ibunya mendapat infeksi primer selama kehamilan dan kira-kira separuh dari bayi-bayi yang beresiko akan terinfeksi terutama jika infeksi terjadi selama 6 bulan pertama kehamilan. Sekitar 5-15% bayi yang terinfeksi akan mendapat infeksi sussunan saraf pusat. Penyakit dapat terjadi sebagai penyakit inkulis sitomegalik konginetal, ditandai dengan pembesaran hati dan limpa, ikterus, petekai hemoragik dan trombositopenia atau sebagai keadaan kronik pada anak-anak muda, menyebabakan mikrosefali, retradasi mental dan klasifikasi intraserebral.Bila infeksi dialami oleh ibu hamil, maka bayi yang dikandung beresiko menderita pembesaran kepala, pengapuran otak, pembesaran hati, tuli, atau bentuk kaki dan tangan yang tidak normal

  • Pengaruh Infeksi CMV pada kehamilan CMV adalah infeksi virus kongenital yang utama di US dan mengenai 0.5 2.5 % bayi lahir hidup. Infeksi plasenta dapat berlangsung dengan atau tanpa infeksi terhadap janin dan infeksi pada neonatus dapat terjadi pada ibu yang asimptomatik. Resiko transmisi dari ibu ke janin konstan sepanjang masa kehamilan dengan angka sebesar 40 50%. 80 90% tidak menunjukkan gejala namun kelak dikemudian hari dapat menunjukkan gejala retardasi mental, gangguan visual, gangguan perkembangan psikomotor. Seberapa besar kerusakan janin tidak tergantung saat kapan infeksi menyerang janin

  • Komplikasi Sekitar 10% dari kasus infeksi CMV yang mengenai bayi, yang berakibat pada suatu kecacatan (gangguan penglihatan dan pendengaran)

  • Pengobatan dan pencegahan Obat-obat infeksi virus yaituacyclovir, gancyclovir, dapat diberikan untuk infeksi CMV. Pemberian imunisasi dengan plasma hiperimun dan globulin dikemukakan telah memberi beberapa keberhasilan untuk mencegah infeksi primer dan dapat diberikan kepada penderita yang akan menjalani 31 cangkok organ. Namun demikian, program imunisasi terhadap infeksi CMV, belum lazim dijalankan di negeri kita.