CSS - Gangguan Afektif Bipolar

download CSS - Gangguan Afektif Bipolar

of 21

  • date post

    21-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    18
  • download

    3

Embed Size (px)

description

SMF JIWA

Transcript of CSS - Gangguan Afektif Bipolar

GANGGUAN AFEKTIF

I. DefinisiGangguan bipolar merupakan gangguan mood dengan kelainan berupa perubahan suasana perasaan atau afek, dimana pada waktu didapat kumpulan gejala yang terdiri dari depresi, dengan atau tanpa anxietas yang menyertainya (penurunan afek disertai pengurangan energi dan aktivitas) dan pada waktu lain mengalami elasi (suasana perasaan yang meningkat disertai penambahan energi dan aktivitas). Gangguan ini memiliki episode berulang (sekurang-kurangnya dua episode), yang khas adalah biasanya terdapat penyembuhan sempurna antar episode. Episode manik biasanya dimulai dengan tiba-tiba antara 2 minggu sampai 4-5 bulan, sedangkan episode depresi cenderung berlangsung lebih lama rata-rata sekitar 6 bulan, tetapi jarang melebihi 1 tahun kecuali pada orang usia lanjut. Kedua episode ini seringkali terjadi setelah peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain. (1,2,3)II. EpidemiologiPrevalensi gangguan bipolar I sekitar 0,4-1,6% sedangkan prevalensi gangguan bipolar II adalah 0,5%. Gangguan bipolar I angka kejadiannya sama antara pria dan wanita, dimana episode manik lebih sering didapati pada pria sedangkan episode depresi pada wanita. Onset gangguan bipolar I terjadi pada usia 5-50 tahun, rata-rata pada usia 30 tahun. Gangguan bipolar I lebih sering terjadi pada orang yang bercerai atau belum menikah. (1,2,4)III. Etiologi

1. GenetikTerdapat bukti-bukti yang mendukung peranan faktor genetik sebagai predisposisi gangguan bipolar. Di antaranya adalah :

1. Tingkat persesuaian gangguan bipolar pada pasangan kembar monozigot mencapai 80%.2. Hasil analisis regresi menunjukkan pola transmisi autosomal dominan.3. Beberapa letak gen pada kromosom keluarga yang mendapat gangguan bipolar telah diduga berkaitan dengan pewarisan penyakit. Namun sampai kini, dugaan ini belum terbukti satu pun.(6)2. Neurobiologis

Mekanisme patofisiologi yang mendasari perubahan mood yang berulang pada gangguan bipolar masih belum dapat dijelaskan. Namun dari beberapa penelitian, ada beberapa dugaan yang menarik banyak perhatian :

1. Terdapat perubahan enzim ATPase membran yang diaktifkan oleh Na+ dan K+.

2. Adanya gangguan mekanisme yang transduksi sinyal yang melibatkan sistem phosphoinositol dan protein yang berikatan dengan GTP

3. Gangguan regulasi glutamat dan faktor transmisi neuroprotektif, yang dapat menjelaskan efek terapeutik lithium.

Terdapat hubungan antara perubahan kadar hormon-hormon tertentu dengan gangguan bipolar, seperti

1. Peningkatan konsentrasi SRIF (somatostatin releasing inhipbitor factor) dalam cairan serebrospinal pada gangguan bipolar I

2. Pemberian terapi tambahan hormon thyroid (T4) memperlambat siklus pada gangguan bipolar I rapid-cycling.(6)

Pada pasien gangguan bipolar terdapat gangguan irama sirkadian. Dari hal ini, terapi dengan lithium memberikan hasil lebih besar apabila diiringi dengan penyesuaian irama sirkadian pasien dengan pengaturan siklus gelap dan terang.

Pencitraan syaraf (neuroimaging), mengungkapkan besarnya tingkat abnormalitas substansia alba subkortikal pada pasien gangguan bipolar dibandingkan dengan kelompok kontrol berumur sama. Terdapat pembesaran ventrikel ke III, yang akan berdampak pada disfungsi hipothalamus yang terletak di dekatnya.(6)

3. PsikodinamikaDari sudut pandang psikodinamika, terdapat faktor predisposisi dan presipitasi yang mendukung terjadinya gangguan afektif bipolar, yaitu :a. Faktor Predisposisi

Faktor Kepribadian

Jenis kepribadian yang menjadi presisposisi terjadinya gangguan bipolar adalah kepribadian sikotimik, dimana kepribadian ini mempunyai ciri pergantian mood yang ekstrim dari elasi ke murung dalam hitungan hari. Ketidakstabilan mood ini dapat mengganggu pkerjaan dan hubungan sosial.(5) Stresor berkepanjangan

Keadaan ekonomi keluarga yang kurang mampu, tanggung jawab berat untuk mengasuh banyak anak sekaligus, dan hubungan pernikahan yang tidak kondusif memberikan tekanan yang kronis, sehingga mengganggu rasa aman dan harga diri.

Tingkat stres dapat bertambah dengan tiadanya orang yang dapat dipercaya dan diandalkan untuk membantu menyelesaikan masalah., ataupun sebagai pendengar. (5)b. Faktor Presipitasi

Seseorang yang telah memiliki faktor-faktor predisposisi berpeluang besar untuk mengembangkan gangguan bipolar setelah timbulnya faktor pemicu, yaitu peristiwa yang dapat menimbulkan stres yang mendadak. Contohnya adalah kehilangan pekerjaan, kehilangan orang terdekat, perceraian dan lain-lain.

Walaupun demikian, faktor ini harus diiinterpretasi dengan hati-hati, apakah peristiwa tersebut merupakan sebab dari timbulnya gangguan (mis: dipecat karena perusahaan bangkrut), atau merupakan akibat dari gangguan yang sudah timbul (mis: dipecat karena kualitas pekerjaan memburuk ( akibat gangguan afektif) (5)Mekanisme pertahanan jiwa yang digunakan pada gangguan bipolar manik umumnya penolakan (denial), berupa sikap defensif dari posisi depresi akibat stress. Sedangkan mekanisme pertahanan jiwa yang digunakan pada depresi umumnya introyeksi, memasukkan ke dalam obyek yang dibenci yang merupakan sumber stres, lalu menjelma menjadi kecenderungan untuk menghukum diri. (1)IV. Kriteria Diagnosis 1. DSM-IV-TR

Berdasarkan DSM-IV-TR, terdapat 2 bentuk utama gangguan bipolar, yaitu :

1. Gangguan bipolar I, dimana terdapat perjalanan penyakit yang terdiri dari satu atau lebih episode manik dan kadang-kadang episode depresi berat. Dapat juga terjadi episode campur,yaitu suatu periode sekurang-kurangnya satu minggu terdapat episode manik dan episode depresi setiap hari.

2. Gangguan bipolar II, ditandai dengan periode depresi berat dan hipomanik, tanpa episode manik. (1,4)Kriteria diagnostik untuk episode depresi berat berdasarkan DSM-IV-TR : (1) A. Lima atau lebih gejala di bawah ini harus ada selama dua minggu dan terdapat perubahan dari fungsi sebelumnya.; sekurang-kurangnya terdapat satu gejala depresi atau kehilangan keinginan atau harapan.

(1) Depresi sepanjang hari, hampir setiap hari, yang dikeluhkan secara subyektif (merasa sedih, atau kosong), atau berdasarkan pengamatan orang lainNote : pada anak dan remaja, dapat berupa mood yang mudah tersinggung

(2) Kehilangan minat atau kesenangan pada semua atau hampir semua kegiatan sepanjang hari, hampir setiap hari

(3) Kehilangan berat badan yang signifikan tanpa diet, atau penurunan atau peningkatan selera makan hampir setiap hari

(4) Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari

(5) Agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari

(6) Lemah atau kehilangan energi hampir setiap hari

(7) Merasa tidak berharga atau merasa bersalah berlebihan (dapat menjadi delusi), hampir setiap hari

(8) Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau tidak mampu mengambil keputusan hampir setiap hari

(9) Sering berpikir tentang mati (buakan takut mati), sering memiliki ide bunuh diri tanpa rencana yang spesifik, atau melakukan percobaan bunuh diri atau memiliki rencana yang spesifik untuk bunuh diri

B. Tidak ditemukan gejala yang masuk dalam kriteria episode campur.C. Gejala menunjukkan tekanan atau kegagalan dalam masyarakat, pekerjaan, atau area fungsional lain yang penting.

D. Gejala bukan karena efek fisiologis dari obat

E. Gejala tidak lebih baik dari kehilangan, seperti kehilangan seseorang yang dicintai, gejala menetap selama dua bulan, atau ditandai dengan kegagalan fungsional, kegemaran abnormal yang tidak berguna, kehilangan harapan, ide bunuh diri, gejala psikotik, atau retardasi psikomotor. Kriteria diagnostik untuk episode manik berdasarkan DSM-IV-TR(1):

A. Adanya suatu periode yang jelas dimana terdapat peningkatan suasana perasaan yang menetap dan abnormal, perasaan yang meluap-luap, atau mudah tersinggung, sekurang-kurangnya satu minggu

B. Selama periode gangguan mood, terdapat tiga (atau lebih), gejala di bawah ini (empat jika gangguan mood hanya mudah tersinggung) dan telah ada derajat yang tampak :

(1) Peningkatan percaya diri(2) Penurunan kebutuhan tidur (merasa cukup beristirahat setelah tidur 3 jam)

(3) Lebih banyak bicara daripada biasanya atau mempunyai tekanan untuk terus berbicara

(4) Fligt of ideas

(5) Distraktibilitas

(6) Agitasi psikomotor

(7) Memiliki keinginan yang berlebihan dan kesenangan untuk melakukan aktivitas yang dapat mencelakakan

C. Gejala tidak termasuk dalam kriteria episode campur

D. Gangguan mood cukup berat untuk menyebabkan kegagalan berfungsi dalam pekerjaan, atau dalam kegiatan sosial sehari-hari atau dalam hubungan dengan orang lain, atau sampai memerlukan perawatan di rumah sakit untuk mencegah melukai diri sendiri atau orang lain, atau ada gambaran psikotik

E. Gejala bukan karena efek fisiologis langsung dari obat atau penyakit umum Note : episode mirip manik yang jelas disebabkan oleh pengobatan somatik antidepresan (seperti obat-obatan, ECT, terapi cahaya) tidak digolongkan pada gangguan bipolar I.

Kriteria diagnostik untuk episode hipomanik berdasarkan DSM-IV-TR(1): A. Adanya suatu periode yang jelas dimana terdapat peningkatan suasana perasaan yang menetap dan abnormal, perasaan yang meluap-luap, atau mudah tersinggung, selama 4 hari, yang jelas berbeda dari mood nondepresi pada umumnya B. Selama periode gangguan mood, terdapat tiga (atau lebih), gejala di bawah ini (empat jika gangguan mood hanya mudah tersinggung) dan telah ada derajat yang tampak :

(1) Peningkatan percaya diri

(2) Penurunan kebutuhan tidur (merasa cukup beristirahat setelah tidur 3 jam)

(3) Lebih banyak bicara daripada biasanya atau mempunyai tekanan untuk terus berbicara

(4) Fligt of ideas

(5) Distraktibilitas

(6) Agitasi psikomotor

(