CR Skizoafektif Depresif

download CR Skizoafektif Depresif

of 23

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    16
  • download

    3

Embed Size (px)

description

CR Skizoafektif Depresif

Transcript of CR Skizoafektif Depresif

I. IDENTITAS KASUSA. IDENTITAS PASIEN

Nama

: Tn. ISJenis kelamin

: Laki-laki

Umur

: 35 tahunAgama

: IslamBangsa/Suku

: Indonesia /JawaStatus Pernikahan

: Belum Menikah

Pendidikan terakhir: SMPPekerjaan

: Tani Alamat

: Dusun 5 RT.09/RW.05, Kecamatan Sendang AgungTanggal masuk

: 11 Juni 2014Tanggal pemeriksaan: 17 Juli 2014

B. ANAMNESIS PSIKIATRI (Allo-Autoanamnesis)

Anamnesis psikiatri dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis pada tanggal 17 Juli 2014.

Alloanamnesis diperoleh dari:

Nama

: Tn. K

Umur

: 40 tahun

Alamat

: Sindang Agung

Hubungan dengan pasien: Saudara kandung laki-lakiI. RIWAYAT PSIKIATRIa. Keluhan Utama

Pasien marah-marah sambil membanting barang-barang disekitarnya dan suka berbicara sendiri.b. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke Rumah Sakit Jiwa untuk kedua kalinya dan diantar oleh saudara kandung laki-laki pasien. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien sering terlihat sedih, murung, bingung, bicara sendiri, serta marah-marah sambil membanting barang-barang disekitarnya dan merusak rumah saudara kandung laki-lakinya.Menurut keluarga, sejak 5 bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien sering merasa sedih, cemas, sering menangis dan lebih suka mengurung diri di kamar. Kemudian 1 bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien menjadi lebih sering murung, bicara sendiri, marah dan mengamuk terutama jika kehendak pasien tidak dituruti. Ketika pasien marah, pasien membanting barang-barang yang ada disekitar rumah dan mencoba merusak dinding papan rumah saudaranya. Pasien mengatakan bahwa ia merasa ketakutan karena sering melihat pocong dirumahnya dan merasa seperti dikejar-kejar oleh seorang laki-laki hingga pasien hampir masuk sumur untuk bersembunyi dari kejaran tersebut. Pasien juga mengaku bahwa ia sering marah-marah tanpa sebab yang jelas. Selain itu, pasien juga sering mendengar bisikan-bisikan seorang laki-laki yang tidak dikenal dan menyuruh pasien sholat. Semenjak kejadian tersebut, pasien berhenti bekerja sementara sebagai petani. Menurut keluarga pasien, pasien baru putus dari pacarnya setelah seminggu pacaran dikarenakan sang pacar yang hanya memanfaatkan pasien.Pada tahun 2012 pasien pernah masuk Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung dengan gejala yang sama, yaitu sering marah-marah, bicara sendiri, curiga berlebih dengan orang-orang sekitarnya, serta sering melihat bayangan-bayangan dan mendengar suara-suara yang tidak dikenal. Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, pasien diberikan 3 macam obat, yaitu Chlorpromazin 1x100 mg, Haloperidol 3x5mg, dan Trihexilphenidil 3x2mg. Setelah menjalani rawat inap selama 1 bulan, pasien melanjutkan berobat jalan. Setelah beberapa bulan, pasien mulai jarang meminum obat dan lama kelamaan berhenti mengkonsumsi obat dikarenakan sudah merasa sehat. Menurut keluarga pasien, selama ini pasien memang memiliki kepribadian pendiam dan cenderung tidak terbuka ketika memiliki masalah.c. Riwayat Gangguan Sebelumnya

1.Riwayat Gangguan Psikiatri

Pada tahun 2012 pasien pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa sebelumnya dengan gejala suka marah-marah, gelisah, bingung, dan curiga berlebih dengan orang-orang sekitarnya.

2.Gangguan Medik

Riwayat jatuh, kejang disangkal oleh pasien dan keluarganya. Begitu juga dengan riwayat operasi dan kecelakaan.

3.Penggunaan Zat AdiktifPasien dan keluarga menyangkal penggunaan zat psikoaktif dan minuman beralkohol. Namun pasien mengaku menghabiskan 4 batang rokok sehari. 4. Riwayat Penyakit keluarga

Tidak terdapat penyakit gangguan jiwa serupa di keuarganya.

II. Riwayat Pramorbida. Riwayat Kehamilan dan Persalinan

Tidak diketahui.

b.Riwayat Bayi dan Balita

Tidak diketahuic. Masa Anak dan RemajaPasien tumbuh dan berkembang seperti anak seusianya. Hubungan sosial pasien dengan lingkungan cukup baik namun pasien dikenal sebagai anak yang pendiam.III. Riwayat Pendidikan

Pasien menempuh pendidikan sampai lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tidak melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dikarenakan masalah ekonomi keluarga yang kurang. Keluarga dan pasien mengatakan bahwa pasien pernah tinggal kelas ketika duduk di bangku kelas Sekolah Dasar (SD) yaitu kelas 3 SD.IV. Riwayat Pernikahan

Pasien belum menikah

V. Riwayat Pekerjaan

Pasien bekerja sebagai petani. Pasien mengaku walaupun capek namun ia cukup menikmati pekerjaannya tersebut. VI. Riwayat KeluargaPasien merupakan anak ke-6 dari 6 bersaudara, terdiri dari 6 laki-laki. Pasien tinggal sendiri namun rumahnya berdekatan dengan saudara kandung nomor 4. Hubungan pasien dengan keluarganya cukup baik namun ketika ada masalah pribadi, pasien jarang menceritakan masalahnya kepada anggota keluarga yang lain. Di keluarga pasien tidak ada yang memiliki gangguan jiwa.

Pohon Keluarga

Keterangan :

Pria

Meninggal

Wanita Penderita

VII. Situasi Sekarang

Sebelum dirawat di rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, pasien tinggal sendirian di sebuah gubuk kecil di dekat rumah saudara laki-laki nomor 4. Sedangkan saudara-saudara kandung pasien tinggal terpisah dan semuanya telah berkeluarga. Pasien mengurus diri sendiri di kehidupan sehari-harinya. Pasien lahir dalam keluarga petani dengan kedua orang tua telah lama meninggal. Keluarga pasien tergolong keluarga dengan taraf ekonomi rendah. Hubungan pasien dengan saudara-saudaranya cukup baik, namun pasien lebih dekat dengan saudara kandung nomor 4. VIII. Riwayat Kemiliteran

Pasien tidak pernah tinggal di daerah konflik dan tidak pernah dididik secara militer.

IX. Riwayat pelanggaran hukum

Pasien tidak memiliki riwayat pelanggaran hukumX. Riwayat Psikoseksual

Pasien pernah pacaran beberapa kali. Pasien terakhir berpacaran dengan gadis tetangga di sekitar rumah namun kemudian sang pacar mengakhiri hubungannya dengan pasien. Menurut keluarga pasien, sang pacar mempermainkan dan hanya ingin memanfaatkan pasien. Kemudian pasien berusaha mencari gadis tersebut kemana-mana namun tidak ketemu juga.

XI. Latar belakang agama

Pasien beragama Islam dan menurut keluarga pasien rajin menjalankan ibadah sholat 5 waktu di rumah.

XII. Aktivitas sosial

Keluarga mengatakan bahwa pasien memiliki hubungan yang baik dengan tetangga. XIII. Longitudinal History

2012

2013

2014

C. STATUS MENTALI. Deskripsi Umum

a. Kesadaran

Compos mentisb. Penampilan

Pasien seorang laki-laki dengan penampilan fisik tampak sesuai usia, memakai seragam RSJ Provinsi Lampung, rambut hitam pendek, tinggi sedang, kulit sawo matang, berperawakan kurus, berpakaian cukup rapi dan kebersihan diri cukup. Pasien tampak duduk tenang selama wawancara. c. Perilaku dan aktivitas motorikSelama wawancara pasien bersikap normoaktif, dapat duduk tenang, tidak ada gerakan involunter dan dapat menjawab pertanyaan dengan baik, kontak mata baik dan pasien cukup tenang.d. Pembicaraan

Bicara spontan, lancar, intonasi sedang, volume suara kecil, kualitas cukup, artikulasi jelas, kuantitas cukup, pembicaraan dapat dimengerti, dan dapat menjawab sesuai pertanyaan.e. Sikap terhadap pemeriksa

Kooperatif

II. Keadaan afektifa. Mood

: sedihb. Afek

: menyempitc. Keserasian: appropriated. Empati

: tidak dapat dirasakanIII. Fungsi Intelektual (Kognitif)a. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan

Sesuai dengan taraf pendidikan pasien

b. Daya konsentrasi

Baik

c. Orientasi

Waktu: baik

Tempat: baik

Orang: baik

d. Daya ingat

Jangka panjang: baik

Jangka menengah: baik

Jangka pendek: baike. Pikiran abstrak

Sedikit terganggu

IV. Gangguan persepsia. Halusinasi

Terdapat riwayat: halusinasi visual (+) halusinasi auditorik (+) Commanding halusination (+) halusinasi olafatorik (-) halusinasi taktil (-) Saat ini: masih terdapat halusinasi visualb. Ilusi

: tidak adac. Depersonalisas: tidak adad. Derealisasi : tidak adaV. Proses berpikira. Arus pikiranProduktivitas

: Baik

Kontinuitas pikiran: Koheren

Hendaya berbahasa: Tidak ada

b. Isi pikiranTerdapat riwayat waham kejarVI. Daya Nilai

Norma sosial: baikUji daya nilai: baik

VII. Tilikan

Tilikan derajat 1, pasien tidak merasa dirinya sakit, tidak mengerti tentang penyakitnya

VIII. Taraf dapat dipercayaDapat dipercaya

IX. Persepsi pasien tentang diri dan kehidupannyaPasien saat ini tidak menyadari bahwa dirinya dalam keadaan sakitD. PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis

Keadaan Umum

: baik Kesadaran

: compos mentis

Tanda vital:

Tekanan darah : 110/80 mmHg

Nadi

: 80 x/menit

Suhu

: tidak febris Pernafasan : 20 x/menit

Kepala

: Normocephali

Mata

: Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, Mulut dan Gigi

: Higiene kurang

Sistem kardiovaskular: kesan dalam batas normalSistem muskuloskeletal: kesan dalam batas normalSistem gastrointestinal: kesan dalam batas normalSistem urogenital : kesan dalam batas normalKesan

: Tidak ada kelainan fisik.E. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Pasien seorang laki-laki, 35 tahun, dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung untuk kedua kalinya pada tanggal 11 Juni 2014 Penampilan fisik sesuai usianya, rambut hitam pendek, tinggi sedang, kulit sawo matang, berperawakan kurus, dan kebersihan diri cukup. 5 bulan yang lalu, pasien tiba-tiba menjadi sering merasa sedih, cemas, serin