Cover Ssbi

Click here to load reader

  • date post

    06-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Cover Ssbi

LADY GAGA DALAM PERTARUNGAN BUDAYA BARAT DAN TIMUR Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Sosial dan Budaya Indonesia Dosen Pengampu Sotyania W, M.Kes

Kelompok 4 : 1. El-dhes Linggar Mayang F1C011013 2. Siti Alyza Rizqika N. 3. Abqoriyyin Hisan 4. Fikri Muafikul 5. Alvin Eka Priyadi 6. Galuh Dhinar Anjarsari 7. Adlia Nindya Ghassani 8. Natina Pasangerti 9. Desy Setianti F1C011021 F1C011025 F1C011033 F1C011046 F1C011056 F1C011066 F1C008083 F1C008094

Ilmu Komunikasi FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI JENDERAL SOEDIRMAN MEI 2012 BAB I

PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Beberapa minggu belakangan ini dunia media massa kita telah diramaikan dengan berita tentang konser Lady Gaga di Indonesia. Ada banyak tanggapan tentang konser tersebut yang terbagi dalam dua kubu, yaitu kubu yang Pro dan Kontra. Dalam

perkembangannya sempat mengalami situasi yang memanas, terlebih ketika FPI mulai menyuarakan penolakan konser Lady Gaga. Dilematis memang, ketika tiket konser telah habis terjual, di lain pihak terdapat protes keras. Alasan yang paling mendasar dalam aksi penolakan Lady Gaga adalah keadaan kultur Indonesia yang sering disebut sebagai bangsa yang berazaskan budaya timur yang cenderung , sehingga tidak dapat menerima image

kontroversial dan vulgar yang sering ditampilkan oleh Lady Gaga. Dalam makalah ini, penulis secara khusus menyoroti tentang tiga poin penting dalam permasalahan tersebut. Pertama, mengenai budaya timur yang khususnya bangsa Indonesia. Kedua, budaya

barat yang selama ini disebut-sebut sebagai budaya yang sangat tidak sesuai dan perlu difilter oleh bangsa budaya timur. Sedangkan yang ketiga adalah budaya Lady Gaga sendiri, yang secara khusus dibuat oleh Lady Gaga untuk kepentingannya sendiri dalam menyokong karer yang dianggap ekstrim dan kontroversial oleh tidak sedikit orang.

Seperti yang telah penulis disebutkan, dalam konteks budaya keberadaan Lady Gaga dikuatirkan akan mempengaruhi eksistensi budaya timur yang semakin terkikis oleh budaya barat. Seperti yang diketahui, Lady Gaga membuat image budaya sendiri dengan berbagai bentuk kontroversial misalnya memakai pakaian berbahan daging hewan mati hingga parfum dari bahan sperma dan darah. Selain itu, Lady Gaga juga identik pula dengan balutan busana minim dan style yang menyimpang.

I.2 Rumusan Masalah Pada penulisan makalah ini, dapat dirumuskan dengan

perumusan masalah sebagai berikut: Apakah itu kebudayaan ? Kontroversi apa saja yang membuat kehadiran Lady Gaga di tolak di Indonesia yang berhalauan timur ? Bagaimana perubahan budaya timur oleh pengaruh budaya barat ? I.3 Tujuan Penulisan Makalah yang kami tulis ini bertujuan untuk memberitahukan pada khalayak umum tentang latar belakang dari seorang Lady Gaga. Serta budaya dan pengaruh-pengaruh yang diciptakan oleh Lady Gaga pada orang-orang.

Pada makalah ini kami juga memberitahukan pada pembaca tentang kontroversi apa saja yang membuat Lady Gaga ditolak kehadirannya di Indonesia dalam rangka konser tour dunianya. Semoga apa yang kami tulis dapat memberikan pengetahuan baru bagi semua. Selain itu, penulis juga ingin memberikan sebuah informasi kepada para pembaca mengenai kaitan Lady Gaga dengan kebudayaan. BAB II PEMBAHASAN LADY GAGA DALAM PERTARUNGAN BUDAYA

II.1 Budaya dan Kebudayaan Kata budaya berasal dari bahasa Sanskerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dari kata tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa

kebudayaan merupakan suatu hal yang bersangkutan dengan akal. Ada sumber lain yang mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya yang berarti daya dan budi. Oleh karena itu, kata budaya seringkali dibedakan dengan kata kebudayaan. Sedangkan budaya sendiri merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa. Namun menurut versi lain, dalam

antropologi-budaya disebutkan bahwa budaya dan kebudayaan tidak dibeda-bedakan. Kata budaya disitu hanya dipakai sebagai suatu singkatan saja dari kebudayaan dengan arti yang sama.

Disamping istilah kebudayaan ada pula istilah peradaban. Peradaban merupakan makna yang diambil dari istilah Inggris civilization, yaitu istilah yang sering dipakai untuk menyebut bagian dan unsur dari kebudayaan yang halus, maju dan indah semisal kesenian, ilmu pengetahuan, adat istiadat, dan lain-lain. Sebagaimana yang dituangkan oleh ahli sosiologi yaitu Talcott Parsons dengan seorang ahli antropologi yang bernama A. L. Kroeber yang menganjurkan untuk membedakan wujud kebudayaan sebagai suatu sistem dari ide dan konsep dari wujud kebudayaan sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola. Serupa dengan J. J. Honingman yang dalam buku pelajaran antropologinya berjudul The World of Man (1959: hlm. 11-12) membedakan adanya tiga gejala kebudayaan, yaitu activities dan artivacts yang dalam kebudayaan ideas,

tersebut

mempunyai tiga wujud, yaitu: 1. Wujud kebudayaan sebagai salah satu sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya. 2. Wujud kebudayaan sebagi suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. 3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan

oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut keseluruhan Edward yang Burnett Tylor, yang kebudayaan di dalamnya merupakan terkandung

kompleks,

pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Budaya yang terdapat di dunia beraneka ragam. Bermacammacam budaya dikarenakan perbedaan peradaban daerah itu masing-masing,selain itu juga karena letak geografis daerah

tersebut. Manusia mendiami wilayah yang berbeda,ada yang di wilayah Barat, Timur Tengah, dan Timur. Berada di lingkungan yang berbeda membuat kebiasaan, adat istiadat, budaya juga berbeda. Perbedaan budaya tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. maka dari itu, kebudayaan dapat

diklasifikasikan menjadi : 1. Budaya Barat

Budaya Barat merupakan budaya yang mengacu pada budaya yang berasal Eropa. Istilah "budaya Barat" digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem politik, artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat ditujukan terhadap pengaruh budaya Klasik dan Renaisans YunaniRomawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme,

humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum yang mendukung

kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi. Budaya barat juga dipengaruhi budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi etika atau moral, selama masa Pasca Klasik. Selain itu budaya Eropa Barat juga berpengaruh dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme. Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistik dan

filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah

dikumpulkan dalam kanon Barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti

negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat. Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan

masyarakat Barat moderen, antara lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia. Sejalan dengan waktu, kebudayaan barat dipandang sebagai suatu kebudayaan yang plural dan liberal. Suatu kebudayaan yang menekankan kepada kebebasan individualisme. Selain itu budaya barat juga terkenal sebagai budaya yang terkesan sebagai budaya yang paling modern, sehingga sampai saat ini budaya barat menjadi kiblat dan parameter modernisasi. Lebih dari itu, budaya barat berkembang dan menyebar sangat cepat sebagaimana penyebaran arus modernisasi yang

menyebabkan gelombang westernisasi menjadi sangat kuat. 2. Budaya Timur

Bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah,bangsa yang mempunyai kepribadian baik,dan bangsa yang bersahabat.Banyak orang dari wilayah lain yang tertarik pada kebudayaan bangsa timur. Kepribadian bangsa timur berbeda dengan kepribadian bangsa barat, dari wilayahnya, lingkungan