Cover pkn slamet3 - Koleksi Terlengkap Buku Pelajaran...

of 165 /165

Embed Size (px)

Transcript of Cover pkn slamet3 - Koleksi Terlengkap Buku Pelajaran...

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas VIIIi

untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX

KewarganegaraanPendidikan

3Slamet Santosa

Pendidikan Kewarganegaraanuntuk Siswa SMP-MTs Kelas IX

Ukuran Buku:

17,6 X 25 cm

Penulis:

Slamet Santosa

Editor/Penelaah:

Sumarni

Penyunting Bahasa:

Yadi Mulyadi

Design Cover:

Endan Ramdan

Lay Out:

Cecep Ginanjar

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional

Dilindungi Undang-undang

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasionaldari Penerbit Acarya Media Utama

Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan NasionalTahun 2009Diperbanyak oleh...

370.114 7 SLA SLAMET Santosa p Pendidikan Kewarganegaraan 3 : Untuk SMP/MTs Kelas IX / penulis, Slamet Santosa, editor/penelaah, Sumarni ; penyunting bahasa, Yadi Mulyadi . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. vi, 157 hlm. : ilus. ; 25 cm. Bibliografi ; hlm. 156-157 Indeks ISBN 978-979-068-153-8 (no.jil.lengkap) ISBN 978-979-068-162-0

1. Pendidikan Moral Pancasila-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Sumarni III. Yadi Mulyadi

Kata Sambutan

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya,

Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah membeli

hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat

melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional.

Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah

ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan

dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun

2007 tanggal 25 Juni 2007.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit

yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional

untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia.

Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan

Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi

oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus

memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran

ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah

Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami

ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa

buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami

harapkan.

Jakarta, Februari 2009

Kepala Pusat Perbukuan

Kata Pengantar

Buku Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini bermaterikan kegiatan yang se-lalu kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sedang berada di lingkungan sekitarmu, materi kewarganegaraan ini akan terlihat dari sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam berkehidupan.

Pada bab 1, kamu akan memahami materi tentang Pembelaan Negara. Untuk lebih memahami tentang pelaksanaan Otonomi Daerah, kalian akan menemu kannya pada bab 2. Bahasan selanjutnya, kalian akan diajak memahami tentang Dampak Globalisasi dalam Kehidupan pada bab 3, sedangkan materi tentang Prestasi Diri dan Keunggulan Bangsa disajikan dalam bab 4.

Buku pelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemaha-manmu tentang Kewarganegaraan yang belum kamu ketahui sebelumnya. Nah, seka-rang kamu harus mulai untuk selalu rajin beraktivitas dan berkreasi ketika mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam buku ini, seperti Tugas Individu, Tugas Kelompok, Pelatihan Bab, dan Pelatihan Semester.

Setelah mempelajari materi yang ada dalam buku ini, diharapkan kalian memiliki kemampuan untuk menaati norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, mendeskripsikan makna proklamasi ke-merdekaan dan konstitusi pertama, menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), serta menampilkan perilaku kemerdekaan mengemukakan pendapat yang bertanggung jawab. Selain hal tersebut, kalian diharap-kan dapat memiliki kemampuan dalam menghayati dan mengamalkan setiap nilai-nilai Pancasila di dalam menjalani kehidupan. Selamat belajar!

Bandung, Desember 2006

Penulis

Kata Sambutan ...................................................... iii

Kata Pengantar ...................................................... iv

Daftar Isi ............................................................... v

1. Pembelaan Negara ............................................ 1A. Negara ................................................................................ 3

B. Upaya Pembelaan terhadap Negara .................................... 14

C. Pentingnya Membela Negara .............................................. 19

D. Bentuk-Bentuk Usaha Pembelaan Negara ........................... 21

E. Peran Serta Masyarakat dalam Pembelaan Negara ............. 24

Rangkuman ................................................................................. 28

Pelatihan Bab 1 ........................................................................... 29

2. Otonomi Daerah ............................................... 31A. Otonomi Daerah

dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ....................... 33

B. Partisipasi Masyarakat dalam Otonomi Daerah ................... 43

Rangkuman ................................................................................. 62

Pelatihan Bab 2 ........................................................................... 64

Pelatihan Semester 1 ................................................................... 67

3. Dampak Globalisasi dalam Kehidupan ............. 73A. Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia ................................ 75

B. Politik Luar Negeri dalam Hubungan Internasional ............. 84

C. Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan

Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara ........................ 107

Rangkuman ................................................................................. 116

Pelatihan Bab 3 ........................................................................... 118

Daftar Isi

Diunduh dari BSE.Mahoni.com

4. Prestasi Diri dan Keunggulan Bangsa ............... 121A. Potensi Diri ......................................................................... 123

B. Pentingnya Prestasi Diri bagi Keuangan Bangsa .................. 131

C. Mengenal Potensi Diri untuk Berprestasi ............................. 133

D. Berprestasi dalam Berbagai Aktivitas ................................... 141

Rangkuman ................................................................................. 142

Pelatihan Bab 4 ........................................................................... 143

Pelatihan Semester 2 ................................................................... 146

Glosarium ............................................................... 153 Daftar Pustaka ........................................................ 156

Bab

Pembelaan Negara

Eksistensi dan kejayaan suatu negara akantergantung pada kesetiaan warganegara terhadap negaranya.Salah satu wujud kesetiaantertinggi warga negara terhadapnegaranya adalah pembelaannegara. Sebagai warga negarayang setia, tentunya kita memilikikesadaran yang tinggi untukmelakukan pembelaan terhadapnegara jika sewaktu-waktudiperlukan.

1

Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat menjelaskanpentingnya usaha pembelaan negara, mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha pembelaan negara,

dan mengetahui peran serta dalam usaha pembelaan negara. Pada akhirnya, kalian akanmemiliki kompetensi untuk menampilkan partisipasi dalam usaha pembelaan negara.

Pembelaan Negara2

Pemetaaan konsep berikut dapat membantu kalian dalam mempelajari materi bab ini.

Inti pembahasan pada meteri bab ini, tercakup dalam kata-kata berikut.

negara, fungsi dan tujuan negara, unsur-unsur negara, pembelaan negara, partisipasi membelanegara

Wadah organisasi dari sekelompok orang dalamsuatu wilayah yang diatur oleh pemerintahsecara sah

Tujuan dan fungsi negara1. Pertahanan2. Keamanan dan ketertiban3. Kesejahteraan dan kemakmuran4. Keadilan

Unsur konstitutif: rakyat/penduduk, wilayah/daerah, pemerintah yang berdaulatUnsur Deklaratif: pengakuan dari negara lain

Segala daya dan upaya yang dilakukan olehsetiap warga negara dalam rangka mengisikemerdekaan untuk mewujudkan tujuan dancita-cita nasional

Alasan membela negara1. Berdasarkan tujuan negara2. Berdasarkan pada pemikiran yang rasional3. Berdasarkan pada faktor sosial4. Berdasarkan pertimbangan moral

Dasar hukum1. UUD 1945 pasal 27 ayat (3)2. UU No. 3 tahun 2002

a. Mempertahankan kemerdekaan dankedaulatan

b. Menjaga keutuhan wilayahc. Menjamin keselamatan bangsa dari segala

macam ancaman

1. Pendidikan kewarganegaraan2. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib3. Pengabdian sebagai prajurit TNI secara

sukarela atau wajib4. Pengabdian sesuai dengan profesi

Peran serta siswa di lingkungan sekolahPeran serta warga negara di masyarakatPeran serta melalui profesiPeran serta PolriPeran serta yang dilakukan TNI

Negara

UpayaPembelaan

Negara

PentingnyaMembela Negara

Bentuk-BentukUsaha

PembelaanNegara

Peran Sertadalam

PembelaanNegara

PembelaanNegara

P e t a K o n s e p

Kata Kunci

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX3

A. Negara

1. Pengertian

Dalam kehidupan bermasyarakat, jika manusia dibiarkan bebasuntuk memenuhi kepentingan masing-masing, apa yang akan terjadi?Tentu saja akan terjadi ketegangan dan pertentangan yang dapat merusakdan merugikan masyarakat itu sendiri. Untuk dapat memperjuangkankepentingan-kepentingan hidup, setiap kelompok harus mempunyaiaturan-aturan. Di antara kelompok-kelompok itu yang paling pentingadalah negara. Tahukah kamu apa pengertian negara? Jika kamumendengar istilah negara, apa yang ada dalam pikiranmu? Mungkindalam pikiranmu akan terbayang seorang presiden atau raja, atau suatuwilayah atau sekelompok orang. Nah, itu semua memang ada kaitannyadengan pengertian negara. Cobalah kamu simpulkan pengertian negaradengan rumusan kalimatmu sendiri.

Istilah negara berasal dari kata state (bahasa Inggris), staatdari bahasa Belanda, atau lo stato dari bahasa Itali, dan polis(bahasa Yunani). Istilah negara yang muncul mulai dari negara Eropatersebut meskipun berbeda-beda, namun secara garis besar pengertiannegara adalah wadah organisasi dari sekelompok orang dalam suatuwilayah yang diatur oleh pemerintah secara sah.

Menurut Van Apeldoorn, negara mengandung beberapa pengertian berikut.a. Penguasa, orang atau orang-orang yang memiliki dan melakukan kekuasaan

tertinggi atas persekutuan rakyat dalam suatu wilayah.b. Persekutuan rakyat, suatu bangsa dalam daerah tertentu dibawah kekuasaan

tertinggi yang patuh terhadap hukum yang sama.c. Wilayah, daerah sebagai tempat dimana suatu bangsa berdiam atau berdomisili

didalamnya.d. Kas negara, segala kekayaan yang ada di dalamnya, yang dipegang oleh

penguasa yang dikelola untuk kepentingan umum.

A g r e g a t

Negara menyelenggarakan perlindungan dan penertiban sertaotonominya dapat dilakukan oleh alat-alat negara. Dalam menjalankantugasnya, negara merupakan alat dari seluruh masyarakat dan untuk ituharus ditaati oleh semua rakyat dalam wilayah tersebut. Pada awalnyamanusia di bawah kekuasaan yang menjadikannya kemudian kekuasaan

Pembelaan Negara4

Wakil Presiden Jusuf Kalla sedang berdialogdengan para pejabat negara.

Sumber: setwapres.go.id1.1Gambar

dari yang merawat dan mengasuhnya, dan akhirnya di bawah kekuasaan yangmempersatukan dan mengaturnya. Badan kekuasaan yang terakhir adalah dibawah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan yang mempersatukandan mengatur manusia di daerah dalam batas-batas tertentu adalah negara.

Negara pada umumnya merupakan alat dari suatu masyarakat yangmempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalammasyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.Arti negara dalam kaitannya dengan kekuasaan adalah sebagai berikut.

a. Negara dalam arti formal adalah organisasi kekuasaan yang berdaulatdan dengan tata pemerintahannya melaksanakan tata tertib ataskelompok manusia di wilayah negara itu.

b. Negara dalam arti materiil sebagai masyarakat yang merupakanpersekuatuan hidup atau perkumpulan sosial.

Di dalam negara terdapat bentuk tata kerja sama untuk membuatsuatu kelompok manusia berbuat atau bersikap sesuai dengan kehendaknegara. Kekuasaan merupakan wewenang politik atau wewenang negarauntuk menjalankan fungsinya yang tidak terletak di bawah kekuasaannegara lain. Kekuasaan atau kedaulatan suatu negara dapat dibedakanmenjadi kedaulatan ke dalam (intern) dan ke luar (ekstern). Kedaulatanke dalam merupakan tata laksana dengan kekuasaan tertinggi suatu negarauntuk mengatur segala kepentingan rakyat melalui berbagai lembaganegara dan perangkat lainnya tanpa campur tangan negara lain.Kedaulatan ke luar merupakan kekuasaan tertinggi suatu negara yang tidakada keterikatan, ketergantungan, dan tunduk pada kekuasaan lain, kecualiterhadap ketentuan-ketentuan yang telah disepakati di antara kekuasaan-kekuasaan. Jadi, kedaulatan ke luar adalah kekuasaan tertinggi untukmengadakan hubungan atau kerja sama dengan negara-negara lain untukkepentingan bangsa dan negara.

Secara sederhana pengertian negara dapatdikategorikan dalam empat sudut pandang berikut.Pertama, negara adalah organisasi terbesar yangmampu mengakomodasi (menampung) kepen-tingan seluruh masyarakat. Kedua, negara adalahorganisasi formal yang berwenang melaksanakanpembangunan nasional. Ketiga, negara adalahorganisasi kuat yang mampu melindungi semuamasyarakat. Keempat, negara adalah lembaganetral yang tidak memihak kepada siapa pun dangolongan mana pun dalam masyarakat.

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX5

2. Fungsi dan Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Berdasarkan pengertian negara tersebut, apa sajakah fungsi negarakita? Apa tujuan negara Indonesia? Apakah kaitan antara fungsi negaradengan tujuan negara tersebut?

a. Tujuan Negara Indonesia

Setiap negara seperti halnya organisasi atau lembaga, pasti memilikitujuan tertentu. Negara sebagai organisasi harus mempunyai tujuantertentu untuk mengarahkan segala kegiatannya. Tujuan negara itudianggap sangat penting karena segala sesuatu yang ada dalam negaraakan diarahkan untuk mencapai tujuan negara. Secara umum, negaradidirikan oleh sekelompok orang atau rakyat untuk mengakomodasi danmelindungi kepentingan rakyat. Ada juga negara yang bertujuan untukmemperluas kekuasaan, menyelenggarakan ketertiban umum, atau untukmencapai kesejahteraan.

Tujuan negara Indonesia menurut Pembukaan UUD 1945 alinea ke-empat adalah:

1) melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,

2) memajukan kesejahteraan umum,

3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan

4) ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial.

b. Fungsi Negara Indonesia

Negara sebagai lembaga pemerintahan yang berdaulat dalam rangkamewujudkan tujuan negara tidak berfungsi untuk memenuhi kepentingan-kepentingan individu atau kelompok dan golongan tertentu, melainkanuntuk mengutamakan kepentingan umum. Meskipun negara menetapkantujuan yang berbeda-beda, yakni untuk memperluas kekuasaan, menye-lenggarakan ketertiban umum, atau untuk mencapai kesejahteraan, namununtuk mewujudkan tujuan tersebut negara memiliki fungsi sebagai berikut.

1) Fungsi pertahanan, yaitu mempunyai kemampuan menanggulangitimbulnya serangan dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar dengancara membentuk alat negara yang tangguh demi tetap tegaknya negara.

2) Fungsi keamanan dan ketertiban, yaitu menciptakan suasana yang amandan tenteram demi keserasian dan keharmonisan hidup bernegara bagiwarga negaranya.

Pembelaan Negara6

3) Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran, yaitu dengan menyelenggarakanpembangunan demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur,sejahtera di segala bidang.

4) Fungsi keadilan, yaitu dengan membentuk badan-badan peradilan danpenegak hukum yang dapat menjamin dan melindungi kepentinganmasyarakat.

Dari keempat fungsi negara tersebut, fungsi pertahanan, dan fungsikeamanan dan ketertiban merupakan fungsi negara yang paling vital. Halini disebabkan kedua fungsi tersebut menjadi syarat terlaksananya fungsi-fungsi lainnya. Jika fungsi pertahanan dan keamanan lemah, negara tidakdapat melaksanakan fungsi yang lain. Ini bisa diibaratkan seperti seekorharimau. Seekor harimau bisa memakan mangsanya jika kondisi tubuhnyakuat dan sehat. Apa yang terjadi jika seekor harimau tidak punya kekuatanuntuk berburu mencari makan?

Sifat-sifat khusus negaraa. Sifat memaksa, yaitu negara memiliki kekuasaan terhadap unsur yang ada

didalamnya untuk mematuhi dan mentaati peraturan perundangan demikeutuhan dan menegakkan kedaulatan negara.

b. Sifat monopoli, yaitu hanya negaralah yang berkuasa menetapkan arah dantujuan negara untuk dicapai oleh semua masyarakat yang beragam.

c. Sifat menyeluruh, yaitu bahwa negara menetapkan hak dan kewajiban bagiwarga negaranya untuk dilindungi dan berkewajiban menjunjung tinggipemerintahannya.

A g r e g a t

Kondisi seperti itu juga pernah dialami oleh negara Indonesia. Sejakbangsa Indonesia merdeka tahun 1945, negara kita belum dapat melak-sanakan fungsi pertahanan dan keamanan dengan baik sampai tahun1966. Ini terbukti dengan banyaknya pemberontakan yang mengancamnegara kita dan tidak atau belum terlaksananya pembangunan nasional.Bangsa dan negara Indonesia baru mulai melaksanakan pembangunannasional lima tahun pertama pada tahun 1969-1974. Mengapa haltersebut dapat terjadi?

c. Pelaksanaan Fungsi Negara untuk Mencapai Tujuan Negara

Agar negara dapat berfungsi untuk kepentingan umum, sebagaimanaditetapkan dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945, kedaulatan berada di tanganrakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Berdasarkan

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX7

ketentuan tersebut, negara berfungsi dalam rangka melindungi segenap bangsaIndonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, menghindari terjadinyatindakan mengutamakan kepentingan-kepentingan kelompok atau individu.

Pasal 33 dan 34 UUD 1945 merupakan ketentuan yang menjadidasar pemerintah dalam menjalankan fungsinya untuk memajukankesejahteraan umum. Presiden sebagai kepala negara memegangkekuasaan pemerintahan tertinggi menurut Undang-Undang Dasar.Dalam melaksanakan kewajibannya presiden dibantu oleh seorang wakilpresiden dan menteri-menteri negara. Setiap menteri negara membidangiurusan tertentu dalam pemerintahan.

Dalam bidang pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan fungsinegara dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimanadisebut dalam pasal 31 ayat (2), pemerintah wajibmembiayai pendidikan dasar. Pasal 31 ayat (3)menegakkan bahwa pemerintah mengusahakandan menyelenggarakan satu sistem pendidikannasional, yang meningkatkan keimanan danketaqwaan serta akhlak yang mulia. Sementaraitu, dalam ayat (4)-nya negara memprioritaskananggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dariAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)dan APBD. Pelaksanaan fungsi tersebut merupakansalah satu upaya untuk mencapai tujuan negara,yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Adakahupaya mencerdaskan kehidupan bangsa selain itu?

Dalam bidang pertahanan dan keamanan, negara melaksanakanfungsinya dengan membuat peraturan perundangan untuk menjaminketaatan warga negara. Selain itu, negara juga harus menjalankanfungsinya dengan menyiapkan aparat penegak hukum seperti polisi,jaksa, pengacara, dan hakim. Pelaksanaan kedua fungsi tersebut sekaligusmerupakan upaya untuk mencapai tujuan negara. Tujuan negara yangmanakah itu?

Selain materi pokok, materi ekstrakurikulerpun sangat berguna untuk menunjangintelektualitas siswa.

Sumber: penabur.org1.2Gambar

Coba lakukan kajian pustaka, kemudian jawablah pertanyaan berikut ini.1. Apakah pengertian negara itu?2. Apakah hakikat tujuan negara RI?3. Bagaimana negara menjalankan fungsinya?

T u g a s I n d i v i d u

Pembelaan Negara8

3. Unsur-Unsur Negara

Negara memiliki potensi besar dan dapat dijadikan modal dalammencapai tujuan. Potensi negara itu tercermin dalam berbagai unsur yangmelekat pada keberadaannya. Di satu sisi, unsur-unsur negara itu merupa-kan bagian-bagian yang membentuk suatu negara menjadi suatukesatuan. Namun, di sisi lain, unsur-unsur negara itu menjadi potensikekuatan dan modal pembangunan bangsa.

Negara sebagai kesatuan organis memiliki unsur-unsur pembentuknya.Menurut Konvensi Montevideo tahun 1933, suatu negara harus memenuhiunsur-unsur konstitutif dan unsur deklaratif. Unsur konstitutif terdiri ataswilayah, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat. Sementara itu, unsurdeklaratif ialah pengakuan dari negara lain.

a. Wilayah Negara

Dalam pasal 25A UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesiaadalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayahyang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.Seberapa luas dan meliputi apa saja wilayah negara kita? Perhatikangambar berikut ini.

4. Bagaimana hubungan antara tujuan dan fungsi negara?5. Bagaimana pelaksanaan fungsi negara Indonesia menurut UUD 1945?

Lengkapi tabel 1.1 berikut ini!

Tabel 1.1Fungsi Negara Menurut Undang-Undang Dasar 1945

Ketentuan dalam UUD 1945No

1 ........................ .......................................... ..................................

.......................................... ..................................

2 ........................ .......................................... ..................................

.......................................... ..................................

3 ........................ .......................................... ..................................

.......................................... ..................................

4 ........................ .......................................... ..................................

.......................................... ..................................

Fungsi Contoh

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX9

Wilayah negara Indonesiaberdasarkan Konferensi MejaBundar (KMB) pada tanggal 27Desember 1949 yang ditanda-tangani oleh pemerintah negaraIndonesia dan pemerintah negaraBelanda, meliputi seluruh daerahbekas jajahan Hindia Belanda.Sementara itu, batas-batasnyaditentukan dengan perjanjianantarnegara tetangga, baik yangdiadakan sebelum maupun sesudahmerdeka.

Daerah yang merupakan tempat tinggal rakyat dan tempat peme-rintah melakukan kegiatan merupakan wilayah negara dengan batas-batas tertentu. Batas-batas wilayah yang ditempati rakyat Indonesiaadalah sebagai berikut.

1) Batas wilayah daratan. Negara satu dengan yang lain sering terjadi konflikdan perang karena masalah batas wilayah negara. Untuk menetapkanwilayah batas daratan, pada umumnya ditentukan berdasarkanperjanjian antarnegara tetangga. Batas wilayah dapat berupa batasalam seperti sungai, danau, gunung dan/atau batas buatan berupa patokatau pagar. Memasuki wilayah negara bangsa lain tanpa izin negarayang bersangkutan merupakan pelanggaran wilayah. Untuk menghindariterjadinya pelanggaran, suatu negara memiliki suatu lembagakeimigrasian.

2) Wilayah lautan. Laut yang merupakan wilayah suatu negara disebutteritorial negara itu. Laut di luar teritorial disebut laut terbuka atau bebas.Tidak semua negara mempunyai wilayah laut seperti Swiss danMongolia. Pada umumnya batas wilayah laut teritorial 3 mil laut yangdiukur dari garis pantai wilayah daratan suatu negara pada saat pantaisurut. Untuk negara Indonesia, batas wilayah laut teritorial mulai 21Maret 1980 dengan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah selebar200 mil dihitung dari garis dasar laut wilayah Indonesia.

3) Wilayah yang berupa udara. Wilayah udara suatu negara ada di ataswilayah daratan dan lautan negara yang bersangkutan. Kekuasaan ataswilayah udara suatu negara diatur dalam perjanjian Paris tahun 1919.

Betapa luasnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayahyang begitu luas ini memiliki posisi yang amat strategis danmenyimpan kekayaan alam yang luar biasa.

Sumber: Encarta 20061.3Gambar

Pembelaan Negara10

4) Daerah ekstrateritorial. Berdasarkan hukum internasional, kapal-kapallaut yang berlayar di laut terbuka berbendera suatu negara tertentu(floating island) merupakan wilayah ekstrateritorial negara yang bersang-kutan. Selain itu tempat bekerja perwalian suatu negara tertentu jugamerupakan wilayah ekstrateritorial negara yang bersangkutan. Disebutwilayah ekstrateritorial artinya meskipun tempat itu berada di luarwilayah negara yang besangkutan atau di wilayah negara lain tetapidianggap wilayah negara yang diwakili.

b. Rakyat

Rakyat merupakan unsur terpenting dari negara. Rakyatlah yangpertama-tama membentuk negara dan berkepentingan supaya organisasinegara berjalan dengan lancar dan baik serta mampu mewujudkantujuannya.Lalu, yang menjadi pertanyan adalah siapakah rakyat itu?Samakah pengertiannya dengan penduduk dan warga negara?

Penduduk ialah orang-orang yangbertempat tinggal dan menetap di wilayahsuatu negara. Orang-orang yangberstatus penduduk dan warga negaraIndonesia berhak dan berkewajibanuntuk ikut serta dalam pembelaan negarasesuai dengan bidangnya. Sementaraitu, orang-orang yang berada dalamsuatu wilayah negara untuk sementarawaktu disebut sebagai bukan pen-duduk, misalnya wisatawan asing yangsedang berlibur di suatu negara lain ataupara jemaah haji yang sedang melak-sanakan rukun Islam ke-5 di Makkah.

Orang-orang yang berdasarkan hukum merupakan anggota darisuatu negara disebut warga negara. Sementara orang-orang yang tidaktermasuk warga negara disebut orang asing. Pasal 26 UUD 1945menyatakan tentang ketetapan warga negara, yaitu sebagai berikut.

(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia aslidan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undangsebagai warga negara,

(2) Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempattinggal di Indonesia,

Usaha pembelaan terhadap negara dilakukan dengan carayang berbeda-beda. Para petani sedang melaksanakan belanegara sesuai dengan profesinya, yaitu bertani.

Sumber: Dita Alangkara1.4Gambar

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX11

(3) Hal-hal mengenai warga negara dan mengenai penduduk diatur denganundang-undang.

Secara ringkas gambaran mengenai siapa rakyat, penduduk, danwarga negara dapat dilihat pada bagan berikut.

Rakyat

Bukan PendudukPenduduk

Orang Asing

WNA

Bangsa Indonesia AsliBangsa Lain

WNI

Ada beberapa peraturan yang selama ini dijadikan pedoman dalammenentukan kewarganegaraan di Indonesia. Peraturan perundang-undangan yang mengatur kewarganegaraan sampai saat ini ialahUndang-Undang Nomor 62 tahun 1958 j.o. UU No. 4 tahun 1969 jo UUNo. 3 tahun 1976. Di samping UU, ada pula Perjanjian tentang Dwi-kewarganegaraan antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Cina.Sebelum Undang-Undang Nomor 62 tahun 1958 serta Perjanjian Dwi-kewarganegaraan antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Cinaitu ada, kita telah memiliki beberapa peraturan tentang kewarganegaraanberikut ini.

1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 1946.

2) Persetujuan perihal pembagian warga negara antara Republik Indonesiadan Belanda dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) tanggal 27 Desember1949.

Saat ini pemerintah bersama DPR sedang mensosialisasikanUndang-Undang Kewarganegaraan. RUU Kewarganegaraan yang barudirumuskan sebagai pengganti perundang-undangan lama yang sudahtidak relevan dengan kebutuhan.

Pembelaan Negara12

Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut di atas akan menimbulkanperbedaan apa yang utama antara penduduk dan bukan penduduk.Jelaskan menurut pendapatmu! Jelaskan pula antara WNI, WNA, danorang asing!

c. Pemerintahan yang BerdaulatUnsur konstitutif yang ketiga dari negara ialah pemerintah yang

berdaulat. Apakah yang dimaksud pemerintah yang berdaulat? Siapakahpemerintah itu? Apa yang dimaksud dengan kedaulatan?

Masalah kedaulatan merupakan masalah yang sangat penting dalamsuatu negara, karena kedaulatan merupakan sesuatu yang melekat padasetiap negara. Kedaulatan artinya kekuasaan yang tertinggi. Di negaradiktaktor, kedaulatan didasarkan atas kekuatan dan kekuasaan. Dinegara-negara demokrasi, kedaulatan ada pada rakyat dan didasarkanatas persetujuan. Menurut pasal 1 ayat (2) UUD 1945, kedaulatan beradadi tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.Siapa yang melaksanakan kedaulatan di Indonesia? Hal ini sudah kamupelajari pada bab 4 Kelas VIII bukan?

Lembaga-lembaga negara yangmelaksanakan kedaulatan itulah yangdimaksud pemerintah dalam arti luas.Lembaga-lembaga tersebut ada yangmelaksanakan kekuasaan legislatif,eksekutif, dan yudikatif. Bahkan adayang tidak termasuk ketiga kekuasaantersebut. Dalam arti sempit, yangdimaksud dengan pemerintah adalahpemegang dan pelaksana kekuasaaneksekutif. Jadi, pemerintah dalam artisempit di Indonesia adalah Presidenyang dibantu wakil presiden dan paramenteri.

d. Pengakuan Negara LainSelain rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berdaulat, masih ada

satu unsur lagi bagi negara, yaitu pengakuan dari negara-negara lain.Pengakuan dari negara-negara lain bukanlah merupakan unsur mutlak,artinya tidak merupakan unsur pembentuk negara, tetapi sifatnya hanyamenerangkan saja tentang adanya negara. Dengan kata lain, pengakuandari negara lain hanya bersifat deklaratif saja.

Ketua DPR, Agung Laksono, sedang menerima penyematanpenghargaan.

Sumber: dpr.go.id1.5Gambar

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX13

Pengakuan negara lain terdiri atas dua macam, yaitu pengakuan defacto dan pengakan de jure. Pengakuan de facto adalah pengakuanmenurut fakta atau kenyataan bahwa suatu bangsa telah memproklamasi-kan sebagai negara yang merdeka, misalnya negara Republik Indonesiaada sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sementara itu,pengakuan de jure adalah pengakuan menurut hukum internasional,bahwa negara lain telah mengakui kemerdekan dan kedaulatan suatunegara yang bersagkutan. Contohnya, Mesir mengakui kemerdekaan dankedaulatan negara RI.

Adanya pengakuan dari negara-negara lain merupakan tanda bahwanegara baru itu telah diterima sebagai anggota baru dalam pergaulanantarnegara. Walaupun tanpa pengakuan negara lain, suatu negara tetapberdiri asalkan memenuhi ketiga unsur pokok, yaitu:

1) rakyat yang mendiami wilayah negara,2) wilayah negara dengan batas-batas tertentu, dan3) pemerintah yang berdaulat.

Salah satu pengakuan negara-negara di dunia terhadap RepublikIndonesia adalah Konferensi AsiaAfrika yang diselenggarakan diBandung, Indonesia pada tahun 1955dan diikuti oleh 29 negara di duabenua, yakni Benua Asia dan Afrika.Tampak dalam gambar di samping,beberapa negara di Asia dan Afrikasedang mengadakan konferensi. Halini menunjukkan bahwa negara RItelah mendapat pengakuan dari negara-negara lain.

Dipandang dari sudut Hukum Internasional, faktor pengakuan sangatpenting karena dalam hubungan antara bangsa-bangsa sebelum suatu negaramelakukan hubungan internasional, terlebih dahulu harus ada pengakuan.

Pengakuan negara lain merupakan syarat penting bagi suatu negarauntuk mengadakan hubungan kerjasama dengan negara lain.

Sumber: indoindians.com1.6Gambar

A g r e g a t

Semangat Dasasila Bandung ternyata telah memerdekakan 8 negara, yaituSudan, Maroko, Ghana, Togo, Kongo, Mali, Nigeria, dan Yaman Utama.

Pembelaan Negara14

B. Upaya Pembelaan terhadap Negara

Pembelaan negara dalam Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakandalam bentuk hak dan kewajiban seperti yang dirumuskan dalam pasal27 ayat (3) bahwa: Setiap warga negara berhak dan wajib ikut sertadalam upaya pembelaan negara. Pasal ini merupakan pengakuan danjaminan atas hak dan sekaligus kewajiban membela negara. Sebagaiwarga negara yang baik terhadap negaranya harus bersedia untuk men-jalankan semua kebijaksanaan pemerintah yang berdasarkan peraturanperundang-undangan yang berlaku. Membela negara merupakankehormatan sekaligus tanggung jawab bagi setiap warga negara.

1. Pengertian Pembelaan Negara

Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap, dan tindakanwarga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yangdilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsadan bernegara. Bagi warga negara Indonesia, upaya pembelaan negara

Petunjuk

1. Siswa dalam kelas kalian dibagi menjadi 4 kelompok.

2. Kerjakan tugas kelompok berikut ini.

3. Buatlah kesimpulan secara tertulis di buku catatan dan presentasikan didepan kelas!

4. Setiap kelompok menyelesaikan tugas berikut.

a. Kelompok 1 : Membahas peranan wilayah dalam mencapai tujuannasional.

b. Kelompok 2 : Membahas peranan rakyat dalam mencapai tujuannasional.

c. Kelompok 3 : Membahas peranan pemerintah yang berdaulatdalam mencapai tujuan nasional.

d. Kelompok 4 : Membahas peranan pengakuan negara lain dalammencapai tujuan nasional.

T u g a s K e l o m p o k

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX15

dilandasi oleh kecintaan pada tanah air Indonesia dan kesadaranberbangsa, bernegara dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasarnegara serta berpijak pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara.

Sementara itu, wujud upaya pembelaan negara adalah kesiapan dankerelaan setiap warga negara untuk berkorban demi mempertahankankemerdekaan, kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsaIndonesia, keutuhan wilayah nusantara, dan yuridiksi (hukum) nasionalserta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

2. Alasan Pembelaan Negara

Berdasarkan pasal 27 ayat (3) UUD 1945, upaya pembelaan negaramerupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Pembelaan negarahakikatnya keikutsertaan dalam upaya pertahanan negara yang meliputikegiatan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya, keutuhanwilayah, dan keselamatan bangsa dari segala macam ancaman. Keikut-sertaan warga negara dalam pembelaan negara dapat ditempuh denganberbagai macam cara, antara lain sebagai berikut.

a. Setiap warga negara turut serta dalam menentukan kebijakan tentangpembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai denganUUD 1945 dan perundang-undangan yang berlaku.

b. Setiap warga negara harus turut serta dalam setiap upaya pembelaannegara sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.

Upaya pembelaan negara harusbertumpu pada kesadaran setiap warganegara akan hak dan kewajibannyasebagai warga negara. Kesadaran iniperlu ditumbuh kembangkan melaluiproses sikap untuk mencintai tanah air,bangsa, dan negara. Pembelaan negaraakan berhasil bila setiap warga negaramemahami keunggulan dan kelebihannegara dan bangsanya. Di samping itu,setiap warga negara hendaknya jugamemahami kemungkinan adanya segalamacam ancaman terhadap keberadaanbangsa dan negara Indonesia.

Kegiatan Pramuka dapat menumbuhkan kedisiplinan danmeningkatkan kesadaran untuk membela negara.

Sumber: pplhbali.or.id1.7Gambar

Pembelaan Negara16

Adapun beberapa alasan tentang perlunya negara itu dibela adalahsebagai berikut.

a. Alasan yang berdasarkan tujuan negara

Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tercermin dalamPembukaan UUD 1945 alinea IV pada intinya bertujuan mewujudkankesejahteraan dan kebahagiaan warganya. Oleh karena itu, warga negarasudah selayaknya membela negaranya.

b. Alasan yang berdasarkan pada pemikiran yang rasional

Salah satu fungsi yang sangat vital adalah pertahanan negara.Artinya, pertahanan negara merupakan faktor yang sangat penting bagiterlaksananya fungsi-fungsi yang lain. Pertahanan negara bahkan sangatpenting dalam menjamin kelangsungan hidup negara. Itulah sebabnyasecara rasional warga negara harus membela negaranya.

c. Alasan yang berdasarkan pada faktor sosial

Bangsa Indonesia yang mem-proklamasikan kemerdekaannyapada tanggal 17 Agustus 1945 telahbertekad bulat untuk membela,mempertahankan, dan menegakkankedaulatan negara berdasarkanPancasila dan Undang-UndangDasar 1945. Hal ini berarti bahwamembela negara merupakanamanat para pendi r i negaraIndonesia yang harus dipenuhi.Dalam bidang apakah kal iansebagai s iswa melaksanakanamanat para pendiri negara?

d. Alasan yang berdasarkan pertimbangan moral

Kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, makapenjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai denganperikemanusiaan dan perikeadilan. Kutipan alinea ke-1 pembukaanUUD tersebut dapat disimpulkan bahwa mempertahankan dan membelanegara berarti juga mempertahankan hak asasi serta membela kebenarandan keadilan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17Agustus 1945 harus dipertahankan oleh setiap warga negara Indonesia.

Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia1.8Gambar

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX17

e. Alasan yang berdasarkan pada ketentuan hukum

Menurut pasal 27 ayat (3) UUD 1945, keikutsertaan dalam usahapembelaan negara merupakan hak dan kewajiban setiap warganegara. Oleh karena itu, ikut serta membela negara baik melaksanakanhak maupun kewajiban merupakan perbuatan yang sesuai denganhukum.

Alasan lain yang dapat menjadi motivasi atau pendorong setiap warganegara Indonesia untuk ikut serta dalam pembelaan negara, antara lain:

a. pengalaman sejarah perjuangan RI,

b. kedudukan wilayah geografis nusantara yang strategis,

c. keadaan jumlah penduduk yang besar,

d. kekayaan sumber daya alam yang melimpah,

e. perkembangan dan kemajuan ipteks di bidang persenjataan, dan

f. kemungkinan timbulnya bencana perang.

3. Dasar Hukum Pembelaan Negara

Seperti yang telah disajikan di depan bahwa eksistensi dankejayaan suatu negara akan sangat tergantung kepada kesetiaan warganegara terhadap negaranya. Salah satu wujud kesetiaan tertinggi warganegara terhadap negaranya adalah pembelaan negara. Oleh karena itu,negara sebagai organisasi yang mengatur dan mengelola jalannyanegara membuat peraturan perundangan. Salah satu peraturanperundangan itu adalah peraturan perundangan yang mengaturpembelaan negara. Dalam hubungan antara warga negara dan negara,warga negara mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap negara dansebaliknya warga negara juga mempunyai hak-hak yang harus diberikandan dilindungi oleh negara.

Adapun hak dan kewajiban warga negara dapat diatur dan tercerminseperti dalam ketentuan berikut ini.

a. UUD 1945 pasal 27 ayat (1), Segala warga negara bersamaankedudukannya dalam hukum dan pemerintah dan wajib menjunjunghukum dan pemerintahannya itu dengan tidak ada kecualinya.Ketentuan ini menegaskan bahwa setiap warga negara dalamhubungannya dengan hukum dan pemerintahan berkewajiban danberhak melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berlaku dan

Pembelaan Negara18

melaksanakan kebijakan-kebijakan pemerintah. Menaati peraturanperundangan yang berlaku dan menaati pemerintah termasuk ikut sertadalam usaha pembelaan negara.

b. UUD 1945 pasal 27 ayat (3) yang berbunyi, Setiap warga negaraberhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Maksuddari pasal ini mewajibkan tiap-tiap warga negara untuk ikut serta dalamsegala usaha mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayahNegara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsadari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.Dalam hubungannya dengan pertahanan dan keamanan negara setiapwarga negara diwajibkan ikut serta dalam upaya pembelaan negaramenurut kemampuan dan bidang masing-masing.

c. UUD 1945 pasal 30 ayat (1) yang berbunyi, Tiap-tiap warga negaraberhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanannegara. Pasal 30 ayat (2) menyatakan bahwa usaha pertahanan dankeamanan negara dilaksanakan sistem pertahanan dan keamanan rakyatsemesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI sebagaikekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

d. UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara Pasal 1 ayat (1)dalam undang-undang tersebut menyatakan bahwa yang dimaksudpertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankankedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan RepublikIndonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dangangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Sementara dalampasal 9 ayat (1) dinyatakan bahwa, Setiap warga negara berhak danwajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalampenyelenggaraan pertahanan negara.

1. Mengapa setiap siswa perlu mengikuti gerakan Pramuka?

2. Sikap apa yang dapat kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari darikegiatan Pramuka?

3. Sebagai warga negara, bagaimana kalian dapat ikut ambil bagian dalamupaya pembelaan negara?

T u g a s I n d i v i d u

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX19

C. Pentingnya Membela Negara

Perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan terusberlanjut tidak hanya berhenti pada berdirinya Negara Kesatuan RepublikIndonesia tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi bukanlah tujuan akhirperjuangan bangsa Indonesia, melainkan masih perlu perjuangan lainyang lebih penting, yaitu mempertahankan negara dan mengisikemerdekaan. Sebagai generasi penerus, warga negara hendaknyabersedia untuk mempertahankan negara dan mengisi kemerdekaansebagai upaya pembelaan negara guna mewujudkan cita-cita dan tujuannasional nasional.

Untuk itu diperlukan semangat cinta tanah air dan rela berkorbanuntuk kepentingan bangsa dan negara. Semangat ini sangat pentingdalam melaksanakan upaya pembelaan negara. Pembelaan negara bukankewajiban aparat keamanan saja, tetapi kewajiban segenap warga negaraRepublik Indonesia. Keikutsertaan dalam membela negara juga merupa-kan partisipasi dalam mewujudkan tujuan negara. Lalu, apa pentingnyakita membela negara?

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan mengapa negara perlu dibeladan untuk apa negara dibela, misalnya negara itu diibaratkan sebuahkeluarga dan warga negaranya adalah anggota keluarga. Setiap keluargatentunya memiliki tujuan yang hendak dicapai. Coba renungkan denganmenjawab pertanyaan berikut. Mengapa keluargamu perlu dibela? Untukapa keluargamu dibela? Apa pentingnya membela keluargamu?

Prinsip-prinsip pembelaan negara, antara lain sebagai berikut.a. Membela negara adalah suatu hak dan kewajiban setiap warga

negarab. Demi terwujudnya tujuan nasional, setiap warga negara harus

memiliki prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin,dan hari esok lebih baik dari hari ini.

c. Mencintai kemerdekaan dan perdamaian dengan menentangsegala bentuk penjajahan.

d. Memerangi bentuk kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan.

A g r e g a t

Pembelaan Negara20

Seperti yang telah kamu ketahui bahwa negara kita mempunyaitujuan sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD1945. Untuk mewujudkan tujuan negara tersebut, negara melaksanakanbeberapa fungsi, yaitu fungsi pertahanan, keamanan dan ketertiban,kesejahteraan dan fungsi keadilan. Mewujudkan tujuan negara danmelaksanakan fungsi negara merupakan tanggung jawab seluruh warganegara.

Oleh karena itu, membela negara sangat penting bagi warga negaramaupun bagi negara yang bersangkutan. Bagi warga negara, membelanegara yang merupakan hak dan kewajiban sangat penting demiterpenuhinya segala kepentingan warga negara. Karena denganpembelaan negara berarti negara dapat melaksanakan fungsinya untukmencapai tujuan negara.

Adapun alasan mengapa kita penting membela negara adalahsebagai berikut.

1. Kemerdekaan dan kedaulatan negara dapat dipertahankan.

2. Keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapatdipertahankan.

3. Segenap bangsa dapat terselamatkan dari ancaman dan gangguanterhadap keutuhan bangsa dan negara.

4. Kesejahteraan dan keadilan masyarakat Indonesia dapat terwujud.

5. Negara dan bangsa Indonesia dihormati oleh masyarakat internasional.

6. Negara dan bangsa Indonesia dapat berperan serta dalam mewujudkanperdamaian dunia.

1. Diskusikan bersama kelompokmu masing-masing tentang pentingnyamembela negara bagi warga negara!

2. Pergunakan tabel 1.2 sebagai acuan berdiskusi!

3. Laporkan secara tertulis dalam buku tugas kamu!

4. Presentasikan di depan kelas untuk memperoleh tanggapan dari teman-temanmu!

5. Simpanlah hasil diskusi ini dalam bendel portofolio!

T u g a s K e l o m p o k

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX21

D. Bentuk-Bentuk Usaha Pembelaan Negara

Menurut UU Nomor 3 tahun 2002 pasal 9 ayat (2), keikutsertaan warganegara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui:

1. pendidikan kewarganegaraan,

2. pelatihan dasar kemiliteran secara wajib,

3. pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, dan

4. pengabdian sesuai dengan profesi.

Tabel 1.2

Pentingnya Membela Negara bagi Warga Negara

No

1 Siswa

2 Petani

3 Nelayan

4 Pedagang

5 Artis

6 Karyawan

7 Pengemudi angkot

8 Bupati/Walikota

9 Guru

10 Dokter

Profesi Tindak bela negara Pentingnya

Tugas pokok TNI sebagai alat pertahanan negara dalam upaya pembelaannegara adalah sebagai berikut.a. Mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI.b. Melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa Indonesia.c. Melaksanakan operasi militer selain perang.d. Ikut serta secara aktif dalam pemeliharaan perdamaian regional dan

internasional.

A g r e g a t

Pembelaan Negara22

Dalam upaya menciptakan pertahanan dan keamanan negara yangmenggunakan Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan RakyatSemesta), dapat dijabarkan melalui komponen berikut ini.

1. Komponen Utama, yaitu komponen yang berasal dari kekuatan TNI(Tentara Nasional Indonesia) yang terdiri atas AD (Angkatan Darat),AL (Angkatan Laut), dan AU (Angkatan Udara) sebagai alat negarayang berperan sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan negara.Kekuatan Kepolisian (Polri) merupakan alat negara yang berperanmemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, danmemberikan perlindungan masyarakat.

2. Komponen Cadangan dan Pendukung, yaitu seluruh warga negara,sumber daya alam, sarana dan prasarana nasional yang dikerahkanmelalui mobilisasi untuk memperkuat dan mendukung komponen utama.Semakin kuat komponen cadangan ini, akan semakin tangguh pulakemampuan komponen utama. Sebaliknya, semakin lemahnyakomponen cadangan, komponen utamanya tidak akan berarti dalamrangka upaya pembelaan negara.

Ancaman dari dalam negeri, baik dari komponen utama ataupunkomponen cadangan, merupakan ancaman dan bahaya yang sangatbesar terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Pada masasekarang ini, tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa Indonesialebih kompleks dan lebih membahayakan kehidupan bangsa Indonesia.

Ancaman dari dalam negeri dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1. Ancaman yang ditimbulkan karena adanya kesenjangan sosial ekonomiyang semakin mencolok, pembangunan nasional yang kurang dapatmemperkecil ketidakadilan sosial, kurangnya lapangan kerja, dansemakin tingginya biaya hidup manusia.

2. Ancaman akibat semakin tidak tertampungnya aspirasi masyarakat dansistem politik yang semakin tidak dapat mewakili kepentinganmasyarakat.

3. Ancaman dari golongan separatis yang menentang kekuasaanpemerintah dan mengarah pada tindakan disintegrasi bangsa.

4. Ancaman terhadap ideologi bangsa dari golongan ekstrem yang akanmenanamkan paham tertentu dan kurang menghargai keanekaragamanbangsa Indonesia.

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX23

1. Diskusikan bersama kelompokmu masing-masing, tentang bentuk-bentukusaha membela negara !

2. Laporkan secara tertulis dalam buku tugas kamu!

3. Presentasikan di depan kelas untuk memperoleh tanggapan dari teman-temanmu!

4. Simpanlah hasil diskusi ini dalam bendel portofolio!

5. Pertanyaan yang harus kalian diskusikan adalah sebagai berikut.

a. Apa saja bentuk ancaman dari dalam negeri maupun dari luar negeriyang membahayakan pertahanan dan keamanan negara RI?

b. Siapa yang bertanggung jawab terhadap pertahanan dan keamanannegara? Mengapa?

c. Apakah hubungan antara sistem pertahanan dan keamanan denganstabilitas nasional?

d. Deskripsikan tugas/fungsi masing-masing komponen sishankamrata!

T u g a s K e l o m p o k

No

1 Utama

2 Cadangan

3 Pendukung

Komponen Jenis Tugas/fungsi

...................................

...................................

...................................

...................................

...................................

...................................

...................................

...................................

...................................

............................................

............................................

............................................

............................................

............................................

............................................

............................................

............................................

............................................

Pembelaan Negara24

Peran Serta Masyarakatdalam Pembelaan Negara

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara partisi-pasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya sangat diperlukan.Betapa indah dan bahagianya bila kerukunan, persatuan, kedamaian, dankesejahteraan hidup dapat terwujud. Sekarang tinggal bagaimanasemangat mewujudkan partisipasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari,

misalnya terjadi bencana alam, gunungmeletus, banjir, tanah longsor, bahkanadanya pihak-pihak tertentu yang meng-ancam keselamatan bangsa dan negara,tentu akan membawa malapetaka besaryang akan menimpa masyarakat, bangsa,dan negara. Hal ini pasti disertai banyakkorban, harta benda, tanaman, hewan liar,dan ternak akan mati, bahkan manusia punakan ikut menjadi korban. Apakah setiaporang dapat berpartisipasi dalam pembe-laan negara di lingkungannya?

E.

Partisipasi warga dalam penanggulangan bencana alammerupakan salah satu bentuk pembelaaan negara.

Sumber: Rohman (Ap Photo)1.9Gambar

e. Deskripsikan peranan komponen-komponen sishankamrata dalammenghadapi dan menanggulangi ancaman ke dalam tabel berikut!

Tabel 1.3

Peranan Unsur Sishankamrata dalam Menghadapi Ancaman

No

1 TNI

2 Polri

3 Warga Negara

4 SDA

5 Sarana dan

Prasarana

Unsur Ancaman Peranan

............................................

............................................

............................................

............................................

............................................

............................................

............................

............................

............................

............................

............................

............................

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX25

Sebagai warga masyarakat atau warga negara, kita wajib berpar-tisipasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya. Usahapembelaan negara perlu ditumbuhkan, dipupuk, dan dikembangkan.Dengan menumbuhkan usaha pembelaan negara, berarti bahwa semulamasyarakat belum menghayati makna dan perlunya partisipasi dalamusaha pembelaan negara, kemudian sedikit demi sedikit ditanamkan danditumbuhkan. Bila telah tumbuh dan masyarakat mulai memahamikemudian dipupuk dan dikembangkan partisipasi usaha pembelaannegara. Jika partisipasi usaha pembelaan negara di lingkungannya telahtumbuh dan berkembang, tentunya kehidupan dalam bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara akan menjadi lebih baik dan terdapat sikap-sikap dalam suasana kekeluargaan yang dilandasi rasa saling mencintaisesama manusia.

Dalam rangka mempertahankan negara kesatuan RI, segenapbangsa Indonesia harus menyadari bahwa ancaman terhadap sebagianwilayah Indonesia, merupakan ancaman terhadap seluruh wilayah danbangsa Indonesia. Keikutsertaan seluruh warga negara dalam pembelaannegara diawali dari lingkungan yang terdekat tempat mereka berada.Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara dapat dilaku-kan dalam berbagai lingkungan dan bidang kehidupan.

1. Partisipasi Warga Masyarakat

Peran serta warga negara dalam menjaga lingkungan antara lain:

a. melaksanakan kegiatan siskamling,

b. ikut serta menanggulangi/mencegah bencana alam,

c. ikut serta mencegah dan mengatasi kerusuhan masal, dan

d. ikut serta mengatasi konflik komunal.

Dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat dibentuklah organisasiberikut ini.a. Perlindungan Masyarakat (linmas), menanggulangi akibat bencana

perang dan bencana alam.b. Keamanan Rakyat (kamra), partisipasi rakyat langsung dalam bidang

keamanan dan ketertiban masyarakat.c. Perlawanan Rakyat (wanra), partisipasi langsung bidang pertahanan.d. Pertahanan Sipil (hansip), sebagai sumber cadangan kekuatan nasional

untuk menghadapi keadaan darurat atau luar biasa.

Pembelaan Negara26

2. Peran Serta Warga Negara/Siswa di Lingkungan Sekolah

Pernahkah kalian berpikir tentangusaha yang dilakukan sebagai peran sertadalam pembelaan negara? jika pernah, halapa saja yang sudah dilakukan?

Perbuatan yang dapat dilakukansiswa di lingkungan sekolah, antara lain:

a. pembinaan sikap nasionalisme danpatriotisme,

b. ikut serta dalam PMR (Palang MerahRemaja), dan

c. melaksanakan upacara bendera.

3. Peran Serta Warga Negara dalam Kehidupan Bangsa dan Negara

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam rangka membela negaraantara lain sebagai berikut.

a. Tindakan yang dilakukan TNI, antara lain menghadapi ancaman agresidari negara lain dan menghadapi ancaman federalis dan separatis.

b. Tindakan yang dilakukan Polri, antara lain menghadapi kerusuhan,menghadapi penyalahgunaan narkoba, dan menghadapi konflikkomunal.

c. Tindakan yang dilakukan masyarakat, antara lain:

1) pada tahun 1958-1960, didirikan Organisasi Keamanan Daerah(OKD) dan Organisasi Pertahan Rakyat (OPR),

2) pada tahun 1961 dibentuk Pertahanan Sipil (hansip), PerlawananRakyat (wanra), dan Keamanan Rakyat (kamra),dan

3) pada tahun 1963 dibentuk perwira cadangan.

d. Tindakan Pemerintah, antara lain:

1) berdasarkan UU No. 3 Tahun 2002, melalui (a) pendidikankewarganegaraan; (b) pelatihan dasar kemiliteran secara wajib;(c) pengabdian sebagai prajurit TNI; (d) pengabdian sesuai denganprofesi masing-masing,

2) membentuk Peraturan Perundangan tentang pembelaan negara.

Pembinaan sikap nasionalisme dapat diwujudkanmelalui berbagai hal, di antaranya melalui bidang seni.

Sumber: laksmi.com1.10Gambar

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX27

Berilah contoh sikap positif yang merupakan sikap turut serta dalampembelaan negara yang dilakukan di sekolahmu, dan beri komentarnyaseperti dalam format di bawah ini.

No

1

2

3

4

5

Sikap Positif Komentar

T u g a s I n d i v i d u

1. Diskusikan bersama kelompokmu masing-masing, tentang bentuk-bentukusaha membela negara di lingkungan sendiri!

2. Laporkan secara tertulis dalam bentuk tabel 1.4. di buku tugas kamu!

3. Presentasikan di depan kelas untuk memperoleh tanggapan dari teman-temanmu!

4. Simpanlah hasil diskusi ini dalam bendel portofolio!

No Ruang LingkupBela Negara

BentukPartisipasi

Usaha yangdilakukan

Tujuan yangdiharapkan

Tabel 1.4Partisipasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungan sendiri

T u g a s K e l o m p o k

Pembelaan Negara28

R a n g k u m a n

1. Negara adalah wadah organisasi dari sekelompok orang dalam suatuwilayah yang diatur oleh pemerintah secara sah. Untuk mewujudkantujuan tersebut negara memiliki fungsi pertahanan, fungsi keamanandan ketertiban, fungsi kesejahteraan dan kemakmuran, dan fungsikeadilan.

2. Suatu negara harus memenuhi unsur-unsur konstitutif dan unsurdeklaratif. Unsur konstitutif terdiri atas wilayah, rakyat, dan pemerintahanyang berdaulat. Sementara unsur deklaratif ialah pengakuan dari negaralain.

3. Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap dan tindakanwarga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yangdilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsadan bernegara. Bagi warga negara Indonesia, upaya pembelaan negaradilandasi oleh kecintaan pada tanah air Indonesia dan kesadaranberbangsa, bernegara dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasarnegara serta berpijak pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara.

4. Dasar hukum pembelaan negara antara lain dalam UUD 1945 pasal 27ayat (1), pasal 27 ayat (3), pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) , dan UU No.3 Tahun 2002.

5. Pentingnya membela negara antara lain kemerdekaan dan kedaulatannegara dapat dipertahankan, keutuhan wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia dapat dipertahankan, segenap bangsa dapatterselamatkan dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsadan negara, kesejahteraan dan keadilan masyarakat Indonesia dapatterwujud, negara dan bangsa Indonesia dihormati oleh masyarakatinternasional, serta negara dan bangsa Indonesia dapat berperan sertadalam mewujudkan perdamaian dunia.

6. Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakanmelalui Pendidikan Kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secarawajib, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, danpengabdian sesuai dengan profesi.

7. Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara dapatdilakukan dalam berbagai lingkungan dan bidang kehidupan.

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX29

Pelatihan Bab 1

Kerjakan di buku tugasmu!

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Wadah organisasi dari sekelompok orang dalam suatu wilayah yang diatur olehpemerintah secara sah disebut....a. organisasi politik c. pemerintahb. negara d. penduduk

2. Pada tahun 2000 kesatuan antara TNI dan Polri diadakan pemisahan, hal iniditetapkan berdasarkan ketetapan MPR nomor....a. V/MPR/2000 c. VII/MPR/2000b. VI/MPR/2000 d. VIII/MPR/2000

3. Fungsi negara kita untuk menjaga pertahanan dan keamanan tercermin dalamtujuan negara RI, yaitu fungsi....a. pertama dan kedua c. pertama dan keempatb. pertama dan ketiga d. kedua dan ketiga

4. Berikut ini yang tidak termasuk unsur konstitutif dalam mendirikan negaraadalah....a. wilayah c. pemerintahanb. rakyat d. pengakuan negara lain

5. Di bawah ini yang tidak termasuk peraturan yang berkaitan dengan bela negaraadalah....a. UU No. 2 tahun 2002 c. UUD 1945 pasal 30 ayat (1)b. UU No. 3 tahun 2002 d. UUD 1945 pasal 27 ayat (1)

6. Gerakan sekelompok masyarakat yang hendak memisahkan diri dari negarakesatuan RI dinamakan....a. terorisme c. sekulerismeb. patriotisme d. separatisme

7. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanandan keamanan negara, ditegaskan dalam UUD 1945 pasal....a. 27 ayat (1) c. 30 ayat (1)b. 27 ayat (2) d. 30 ayat (2)

Pembelaan Negara30

8. Di bawah ini yang bukan merupakan sifat khusus dari negara adalah....a. memaksa c. menyeluruhb. monopoli d. mengayomi

9. Organisasi masyarakat merupakan kekuatan sebagai perlindungan keamananyang digunakan untuk menghadapi....a. serangan teroris c. ancaman separatisb. kekuatan masal d. bencana alam

10. Unsur kekuatan rakyat yang bertugas membantu TNI dalam bidang pertahananadalah....a. Hansip c. Wanrab. Kamra d. Linmas

B. Jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Bagaimana suatu negara menjalankan fungsi pertahanannya, dalam rangkamenciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat?

2. Bagaimana hubungan antara tujuan negara dengan fungsi negara?

3. Deskripsikan unsur-unsur negara baik dilihat secara konstitutif maupun deklaratif!

4. Apa yang dimaksud dengan sishankamrata?

5. Mengapa setiap warga negara berkewajiban melakukan upaya pembelaannegara? Sebutkan alasannya!

6. Apa yang dimaksud dengan pertahanan negara?

7. Bagaimana keikutsertaan warga negara dalam pembelaan negara?

8. Sebutkan tugas pokok TNI sebagai alat pertahanan negara dalam upayapembelaan negara?

9. Sebutkan bentuk pertisipasi warga masyarakat dalam menjaga lingkungan!

10. Sebutkan partisipasi warga sekolah dalam upaya bela negara!

Bab

Otonomi Daerah

Untuk dapat mengelola pemerintahan dengan baik,negara perlu membagi wewenangnya kepadadaerah-daerah. Tidak mungkin pemerintah pusatbisa mengatur dan mengendalikan seluruh urusanpemerintahan dari ibukota negara. Oleh karena itu,negara mengembangkan konsep otonomi daerah.Dengan otonomi, diharapkan masyarakat danpemerintah daerah dapat merumuskandan melaksanakan kebijakan yangsesuai dengan aspirasi dankebutuhan daerahnya.

2

Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan mampu mendeskripsikanpengertian otonomi daerah dan menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam

perumusan kebijakan publik di daerah. Setelah itu, kalian diharapkan dapat berpartisipasidalam memecahkan masalah dalam masyarakat dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap

kemajuan daerah pada khususnya dan negara Indonesia pada umumnya. Akhirnya, kalianakan memiliki kompetensi dalam pelaksanaanaan otonomi daerah.

Otonomi Daerah32

Pemetaaan konsep berikut dapat membantu kalian dalam mempelajari materi bab ini.

Inti pembahasan pada meteri bab ini, tercakup dalam kata-kata berikut.

otonomi daerah, desentralisasi, dekonsentrasi, pemerintah daerah, kebijakan publik, partisipasimasyarakat

Otonomi Daerahdalam Negara

Kesatuan RepublikIndonesia

PartisipasiMasyarakat

dalamOtonomi Daerah

OtonomiDaerah

Kewenangan daerah otonom untuk mengatur danmengurus kepentingan masyarakat setempat menurutprakarsa sendi sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuaidengan peraturan perundang-undangan

Hakikat otonomi daerah1. Kebebasan2. Partisipasi3. Efektif dan efisienPelaksanaan otonomi daerah1. Mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata dan

bertanggung jawab2. Mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan

daerah secara adil dan mengutamakan kepentingandaerah

3. Meningkatkan kualitas SDM di daerah sesuai potensi dankepentingan daerah

Sistem pemerintahan daerah1. Wilayah NKRI dibagi dalam daerah provinsi, kabupaten/

kota yang bersifat otonom2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah

daerah dan DPRD menurut atas otonomi dan tugaspembantuan

1. Ikut serta, turut terlibat dalam kegiatan bersama baikdengan pikiran, tenaga atau hartanya

2. Ikut serta melakukan dengan kesadaran sendiri, memilikitujuan, secara sukarela, atas dasar hak dan kewajiban,serta memiliki kemampuan untuk melakukannya

Bentuk dan bidang dalam berpartisipasi1. Buah pikiran, tenaga, keuangan/ harta benda2. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, politik, hukum,

pertanian, dan sebagainya

1. Makna kebijakan publik daerah2. Perumusan kebijakan publik di daerah3. Partisipasi masyarakat dalam proses perumusan kebijakan

publik daerah

Pentingnya berpartisipasi1. Pemerintahan dapat berjalan dengan baik2. Menciptakan kemandirian daerah3. Mewujudkan masyarakat madani yang memiliki kemandirian

dan partisipasi dalam memajukan masyarakatnya

1. Masyarakat adalah pelaku utama dalam pelaksanaanotonomi daerah

2. Masyarakat harus terlibat aktif dalam kegiatan pembangunandi segala bidang

P e t a K o n s e p

Kata Kunci

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX33

Otonomi Daerah dalam Negara KesatuanRepublik Indonesia

1. Pengertian Otonomi Daerah

Menurut pasal 1 ayat (3) UUD 1945, negara Indonesia adalah negarakesatuan. Selanjutnya, dalam UUD 1945 pasal 18 ayat (1) dan (2) di-nyatakan bahwa, (1) Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atasdaerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupatendan kota yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyaipemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang. (2) Pemerin-tahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur danmengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugaspembantuan.

Di dalam negara kesatuan ini, pada dasarnya kekuasaan negaradijalankan dengan menerapkan prinsip desentralisasi. Otonomi daerahitu ada, karena berlakunya sistem desentralisasi yang membagikekuasaan negara menjadi pemerintah pusat dan pemerintah daerahotonom. Dengan kata lain, otonomi daerah merupakan perwujudandan penerapan asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerin-tahan. Lalu, apakah yang dimaksud desentralisasi itu? Apakah otonomidaerah itu?

Menurut UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah,desentralisasi ialah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintahkepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusanpemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.Penyerahan wewenang pemerintahan kepada pemerintah daerah tersebutdimaksudkan untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien. Tujuandesentralisasi adalah untuk mencegah pemusatan kekuasaan danmengikutsertakan rakyat bertanggung jawab terhadap penyelenggaraanpemerintahan.

Istilah otonomi berasal dari bahasa Latin, yaitu kata auto (sendiri)dan nomos (aturan), yang artinya pengaturan sendiri.

A g r e g a t

A.

Otonomi Daerah34

Kemudian, menurut undang-undang ini, yang dimaksud denganotonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonomuntuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dankepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, daerah otonom adalah kesatuan masyarakathukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengaturdan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakatsetempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakatdalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pengelolaan pemerintahan yang menggunakan asasdesentralisasi, pemerintah daerah memiliki wewenang untuk mengaturdan mengurus pemerintahannya sendiri. Namun, bukan berartipemerintah daerah tidak memiliki hubungan sama sekali denganpemerintah pusat, karena menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004,pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan untuk mengatur urusanpemerintahan di daerahnya sendiri dalam bidang tertentu saja. Dengandemikian, konsep otonomi adalah kebebasan untuk mengambil menurutprakarsa sendiri, untuk kepentingan masyarakat setempat dengan tetapmenghormati peraturan perundang-undangan nasional dalam sistemNegara Kesatuan Republik Indonesia.

Otonomi daerah tidak dapat diartikan sebagai kebebasan yangmutlak, sebab dalam melaksanakan hak dan kewajiban otonominya,daerah tetap harus menaati peraturan perundangan nasional danmempertimbangkan kepentingan nasional secara keseluruhan. Salah satukewajiban daerah dalam menyelenggarakan otonomi menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004, pasal 22, adalah melindungi masyarakat,menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, serta keutuhanNegara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Hakikat Otonomi Daerah

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa otonomidaerah pada hakikatnya memiliki tiga nilai dasar, yaitu kebebasan,partisipasi, serta efektivitas dan efisiensi kebijakan.

a. Kebebasan

Kebebasan di dalam otonomi daerah dimaknai sebagai kebebasanmasyarakat daerah dan pemerintah daerah dalam mengambil tindakan-tindakan untuk memecahkan masalah bersama. Dalam hal ini yang

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX35

memiliki kebebasan bukan hanya pemerintah daerah saja, tetapi yanglebih penting adalah kebebasan masyarakat. Salah satu contoh kebebasanyang dimiliki pemerintah daerah adalah dalam pembuatan peraturandaerah.

Sementara itu, kebebasan masyarakat dalam otonomi daerah,misalnya kebebasan menyampaikan aspirasi dalam perumusan kebijakanpublik di daerah maupun dalam pelaksanaannya. Jadi, pemerintah daerahmaupun masyarakat daerah memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi tercapainya tujuan yang dicita-citakan.

b. Partisipasi

Dalam otonomi daerah, masyarakat berperan serta aktif dalamproses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kebijakan publik didaerahnya. Salah satu contoh bentukpartisipasi masyarakat adalah ikutmengajukan aspirasi dan usulankepada Dewan Perwakilan RakyatDaerah (DPRD) sebelum menentukankebijakan publik. Pengajuan usul ataupenyampaian aspirasi masyarakatdapat disampaikan langsung kepadaDPRD atau melalui kelompok-kelom-pok kepentingan, lembaga swadayamasyarakat, maupun media-mediamassa.

c. Efektivitas dan Efisiensi

Dengan terlaksananya kebebasan dan partisipasi masyarakat akanmenghasilkan efektivitas dan efisiensi. Artinya, melalui kebebasan danpartisipasi masyarakat, jalannya pemerintahan akan lebih tepat sasaran(efektif) dan tidak menghamburkan anggaran atau tidak terjadipemborosan (efisien). Mengapa demikian? Melalui kebebasan danpartisipasi masyarakat akan terpilih badan-badan daerah dan pejabatdaerah yang lebih merakyat sehingga akan dapat menemukan cara yangtepat untuk mempertemukan keputusan pemerintah daerah dengankebutuhan masyarakat. Pejabat daerah yang dipilih di antara masyarakatdan oleh masyarakat daerah tersebut dianggap lebih mampu memahamipermasalahan daerah dan lebih berpihak kepada kepentinganmasyarakat.

Penyampaian aspirasi dan usul kepada DPRD merupakanwajud partisipasi masyarakat dalam otonomi daerah.

Sumber: Ap Photo2.1Gambar

Otonomi Daerah36

3. Pelaksanaan Otonomi Daerah

Pada dasarnya yang sangat menentukan dalam pelaksanaan otonomidaerah adalah pembagian wewenang antara pemerintah pusat denganpemerintah daerah. Berdasarkan pasal 18 A ayat (1) UUD 1945,hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah provinsidan kabupaten/kota harus diperhatikan kekhususan dan keragamandaerah. Jadi, hakikat otonomi daerah adalah keseimbangan dalampembagian kewenangan antara pemerintah pusat dengan pemerintahdaerah. Dua hal yang harus dipertimbangkan untuk menciptakan kondisikeseimbangan adalah kepentingan daerah dan kepentingan nasional.

Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004, pelaksanaan otonomidaerah harus mengarah kepada pembentukan kebijakan pembangunandaerah. Otonomi daerah mendorong pemerintah daerah untukmemberdayakan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas,meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mengembangkan peran danfungsi DPRD.

Adapun kebijakan pembangunan daerah, antara lain sebagai berikut.

a. Mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata, dan bertanggungjawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat, lembaga ekonomi,hukum, keagamaan, adat, lembaga swadaya masyarakat dan seluruhpotensi masyarakat.

b. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah sesuai denganpotensi dan kepentingan daerah melalui penyediaan anggaranpendidikan yang memadai.

Otonomi yang luas dimaknai sebagai keleluasaan daerah untukmenyelenggarakan pemerintahan yang mencakup semua bidangpemerintahan, kecuali politik luar negeri, pertahanan keamanan, yustisi,moneter, fiskal, dan agama. Otonomi yang nyata artinya bahwa daerahmenyelenggarakan kewenangan pemerintahan di bidang tertentu yangsecara nyata ada dan diperlukan serta tumbuh hidup dan berkembangdi daerah. Sementara itu, otonomi yang bertanggung jawab berarti daerahbertanggung jawab untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraanmasyarakat, mengembangkan kehidupan demokrasi, keadilan danpemerataan serta memelihara hubungan yang serasi antara pusat dandaerah dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan RepublikIndonesia.

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX37

Menurut undang-undang tersebut, daerah provinsi dan daerahkabupaten atau kota merupakan daerah otonom. Namun, otonomi daerahsebenarnya lebih dititikberatkan pada daerah kabupaten atau kota.Bagaimanakah kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota dalammelaksanakan kewenangan, hak, dan kewajiban otonomi daerah?

Secara rinci urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahdaerah kabupaten/kota meliputi:

a. perencanaan dan pengendalian pembangunan,

b. perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang,

c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,

d. penyediaan sarana dan prasarana umum,

e. penanganan bidang kesehatan,

f. penyelenggaraan pendidikan,

g. penanggulangan masalah sosial,

h. pelayanan bidang ketenagakerjaan,

i. fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah,

j. pengendalian lingkungan hidup,

k. pelayanan pertanahan,

l. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil,

m. pelayanan administrasi umum pemerintahan,

n. pelayanan administrasi penanaman modal,

o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya, dan

p. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, urusan pemerintahan kabupaten/kota yang bersifatpilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada danberpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengankondisi, kekhasan, dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan.Misalnya daerah kabupaten/kota yang memiliki potensi pariwisata,berwenang untuk mengembangkan kepariwisataan.

Adapun urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerahprovinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi:

a. perencanaan dan pengendalian pembangunan,

b. perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang,

Otonomi Daerah38

c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,

d. penyediaan sarana dan prasarana umum,

e. penanganan bidang kesehatan,

f. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial,

g. penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota,

h. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota,

i. fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah,

j. pengendalian lingkungan hidup,

k. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota,

l. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil,

m. pelayanan administrasi umum pemerintahan,

n. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota,

o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapatdilaksanakan oleh kabupaten/kota, dan

p. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, urusan pemerintahan yang bersifat pilihan meliputiurusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk mening-katkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, danpotensi unggulan daerah yang bersangkutan.

4. Sistem Pemerintahan Daerah

Sistem pemerintahan daerah dapat disimpulkan dari beberapaketentuan dalam Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerin-tahan Daerah, antara lain sebagai berikut.

a. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsidan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah.

b. Pemerintah daerah tersebut mengatur dan mengurus sendiri urusanpemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

c. Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusanpemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah, dengan tujuanmeningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan dayasaing daerah.

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX39

d. Pemerintah daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan memi-liki hubungan dengan Pemerintah dan dengan pemerintah daerah lainnya.

e. Hubungan tersebut meliputi hubungan wewenang, keuangan, pelayananumum, pemanfaatan sumber daya alam, dan sumber daya lainnya.

f. Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan sumber dayaalam, dan sumber daya lainnya dilaksanakan secara adil dan selaras.

g. Hubungan wewenang, keuangan, pelayanan umum, pemanfaatansumber daya alam dan sumber daya lainnya menimbulkan hubunganadministrasi dan kewilayahan antarsusunan pemerintahan.

h. Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerahyang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang.

i. Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakathukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dansesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara KesatuanRepublik Indonesia.

Berdasarkan ketentuan di atas, dapat disimpulkan bahwa daerahprovinsi dan daerah kabupaten/kota bersifat otonom. Antara pemerintahprovinsi dengan pemerintah kabupaten atau kota tidak ada hubunganyang bersifat hierarkis. Jadi, kabupaten/kota bukan bawahan provinsi.Hubungan antara provinsi dan kabupaten/kota bersifat koordinatif.Kedudukan antara gubernur dan bupati/walikota adalah sejajar, yaitusama-sama sebagai kepala daerah otonom. Masing-masing berhakmengatur dan mengurus urusan pemerintahan sendiri. Koordinasi antarakabupaten/kota dan antara kabupaten/kota dengan provinsi sangatpenting sehingga perlu dikembangkan agar tidak terjadi kesenjanganantardaerah. Hubungan koordinasi antara pemerintah provinsi dan peme-rintah kabupaten/kota dapat dilihat dalam bagan di bawah ini.

Pemerintah Pusat(Presiden)

Provinsi(Gubernur)

kabupaten/kota(Bupati/Walikota)

Bagan Hubungan Koordinasiantara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota

Otonomi Daerah40

Di samping sebagai daerah otonom, provinsi juga berkedudukansebagai Wilayah Administrasi. Terbentuknya Wilayah AdministrasiProvinsi adalah akibat diterapkannya asas dekonsentrasi. Dalam hal ini,dapat dikemukakan bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota adalah bawahandari Wilayah Administrasi Provinsi. Hubungan antara WilayahAdministrasi Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota bersifathierarkis. Artinya, Wilayah Administrasi Provinsi adalah atasan danPemerintah Kabupaten/Kota adalah bawahan. Hubungan seperti itudapat digambarkan dengan bagan berikut ini.

Pemerintah pusat adalah Presiden riiI yang memegang kekuasaan pemerin-tahan negara RI sebagaimana dimaksud dalam UUD Negara RI Tahun 1945.Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintahkepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikaldi wilayah tertentu.

A g r e g a t

Bagan Hubungan Koordinasiantara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota

Pemda Provinsi

Wil. Adm. Provinsi

Pemerintah Pusat

Pemda Kab/Kota Pemda Kab/KotaPemda Kab/Kota

dekonsentrasi

dekonsentrasi

Keterangan

: hubungan hierarkis: hubungan koordinasi

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX41

a. Hubungan Kepala Daerah dan DPRD

Sebelum kamu memahami hubungan antara Kepala Daerah danDPRD, terlebih dahulu perlu dipahami pengertian pemerintahan daerah,pemerintah daerah, dan DPRD.

Menurut UU No. 32 Tahun 2004, pasal 1 ayat (2), PemerintahanDaerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahdaerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan denganprinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara KesatuanRepublik Indonesia Tahun 1945. Selanjutnya, pasal 1 ayat (3) dalamundang-undang tersebut menyatakan bahwa Pemerintah Daerah adalahgubernur, bupati atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penye-lenggara pemerintahan daerah. Sementara itu, DPRD adalah lembaga per-wakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Berdasarkan ketentuan di atas, dapat disimpulkan bahwa kepaladaerah dan DPRD merupakan unsur penyelenggara pemerintahandaerah. Kepala daerah provinsi adalah gubernur, kepala daerahkabupaten disebut bupati, dan kepala daerah kota dinamakan walikota.Sementara itu, DPRD di daerah provinsi dinamakan DPRD Provinsi, didaerah kabupaten dinamakan DPRD Kabupaten, dan di daerah kotadinamakan DPRD Kota.

Kepala daerah dan DPRD merupakan mitra kerja yang kedudukannyasejajar. DPRD bersama kepala daerah bekerja sama untuk membentukPeraturan Daerah (Perda) dan menetapkan Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah (APBD). Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilihdalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasar-kan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Bagaimanahubungan antara kepala daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan pemerin-tahan di daerah? Apa tugas dan wewenang Kepala Daerah dan DPRD?

Tata hubungan antara kepala daerah dengan DPRD dalam penyeleng-garaan pemerintahan di daerah dapat digambarkan pada bagan berikut.

Pemerintah Pusat

Kepada Daerah(Eksekutif)

DPRD(Legistatif)

Bagan Hubungan antara Kepala Daerah dan DPRD

Otonomi Daerah42

Selanjutnya, hubungan antara kepala daerah dan DPRD secaralengkap tercermin dalam beberapa ketentuan UU No. 32 Tahun 2004,antara lain sebagai berikut.

1) Kepala daerah mempunyai tugas dan wewenang untuk (1) memimpinpenyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yangditetapkan bersama DPRD; (2) mengajukan rancangan Perda; (3)menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD;(4) menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepadaDPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama; (5) mengupayakanterlaksananya kewajiban daerah; (6) mewakili daerahnya di dalam dandi luar pengadilan, dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinyasesuai dengan peraturan perundang-undangan; (7) melaksanakan tugasdan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2) Kepala daerah memimpin penyelenggaraan pemerintahan berdasarkankebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. Kepala daerah mempunyaikewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahandaerah kepada Pemerintah, memberikan laporan keteranganpertanggungjawaban kepada DPRD, dan menginformasikan laporanpenyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat.

3) DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berke-dudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah.

4) DPRD memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

5) DPRD memiliki tugas dan wewenang untuk (1) membentuk Perda bersamadengan kepala daerah; (2) membahas dan menyetujui rancangan Perdatentang APBD bersama kepala daerah; (3) melaksanakan pengawasanterhadap pelaksanaan Perda dan peraturan perundang-undanganlainnya; (4) mengusulkan pengangkatan dan memberhentikan kepaladaerah/wakil kepala daerah; (5) memilih wakil kepala daerah dalamhal terjadi kekosongan jabatan; (6) memberikan pendapat danpertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjianinternasional di daerah; (7) menyetujui rencana kerja sama internasionalyang dilakukan oleh pemerintah daerah; (8) meminta laporan keteranganpertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraanpemerintahan daerah; (9) membentuk panitia pengawas pemilihankepala daerah; (10) melakukan pengawasan dan meminta laporanKPUD dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah; (11) menyetujuirencana kerja sama antardaerah dan dengan pihak lain.

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX43

Partisipasi masyarakat seperti gotong royongmemperbaiki sarana umum untuk kelan-caran dan kepentingan masyarakat akanmenumbuhkan masyarakat yang mandiri.

Sumber: Ap Photo2.2Gambar

b. Pengelolaan Keuangan Daerah

Penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan daerah dapat berjalandengan lancar sangat membutuhkan dukungan keuangan baik daripendapatan asli daerah maupun dari pemerintah. Dalam pasal 1 ayat(13) UU No. 32 Tahun 2004 maupun pasal 1 ayat (3) Undang-UndangNo. 33 Tahun 2004, menyebutkan bahwa perimbangan keuangan antaraPemerintah dan Pemerintah daerah adalah suatu sistem pembagiankeuangan yang adil, proporsional, demokratis, transparan, dan efisiendalam rangka pendanaan penyelenggaraan desentralisasi, denganmempertimbangkan potensi, kondisi, dan kebutuhan daerah serta besaranpendanaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

Selanjutnya, pasal 4 ayat (1) UU No. 33 Tahun 2004 menegaskanbahwa penyelenggaraan tugas daerah dalam rangka pelaksanaandesentralisasi dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Oleh karena itu, daerah harus memiliki sumber-sumber pendapatan sendirisesuai dengan kewenangan yang dimilikinya sebagai daerah otonom.Sumber-sumber pendapatan daerah itu antara lain meliputi pendapatanasli daerah, dana perimbangan, dan pendapatan lain-lain.

Sementara itu, dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan pusatyang dilaksanakan oleh perangkat daerah provinsi dalam rangkapelaksanaan dekonsentrasi dibiayai oleh Anggaran Pendapatan danBelanja Negara (APBN). Demikian juga penyelenggaraan tugas peme-rintah pusat yang dilaksanakan oleh perangkat daerah dan desa dalamrangka tugas pembantuan dibiayai oleh APBN.

Partisipasi Masyarakat dalam OtonomiDaerah

Coba kamu perhatikan gambar di samping.Gambar tersebut menunjukkan partisipasi masyarakatdalam mengatasi masalah bersama. Par tisipasimasyarakat itu sebenarnya merupakan kerja samaantarwarga di daerah untuk memecahkan masalahyang menyangkut kepentingan bersama. Demikianjuga sebuah kebijakan publik di daerah memerlukanpartisipasi masyarakat daerah baik dalam perumusan,

B.

Otonomi Daerah44

pelaksanaan maupun pengawasannya. Apa yang kalian ketahui tentangpartisipasi? Mengapa mereka berpartisipasi dalam kegiatan tersebut? Apapentingnya partisipasi?

1. Hakikat Partisipasi

Seperti yang telah kamu ketahui bahwa manusia adalah makhluksosial. Tidak mungkin seorang manusia hidup sendiri tanpa menjalinhubungan kerja sama dengan orang lain dan menjadi bagian dari suatukelompok. Selain memperjuangkan kepentingan pribadinya, seorangmanusia dalam kelompoknya juga memperjuangkan tujuan bersamamelalui berbagai kegiatan. Di dalam berbagai kegiatan tersebut, tiapanggota kelompok harus berperan aktif dan menunjukkan kebersamaan.Demikian juga di dalam masyarakat, setiap orang anggota masyarakatdituntut untuk berperan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.Kepentingan masyarakat yang merupakan kepentingan bersama itu,misalnya menjaga keamanan dan ketertiban, menjaga dan menciptakankebersihan lingkungan, dan menjaga kerukunan dan ketenteraman ataumewujudkan keadilan dan kemakmuran bersama.

Berbagai kegiatan dan tugas bersama tersebut menjadikan seorangmanusia menyadari bahwa ia menjadi bagian yang tidak terpisahkan darimasyarakatnya. Jika setiap orang sudah menyadari demikian, muncullahsaling ketergantungan antarwarga masyarakat. Untuk memenuhikepentingan atau kebutuhan bersama semua warga masyarakat harusterlibat dan berperan. Tidak ada seorang warga pun yang tinggal diamatau menjadi penonton, sementara orang lain bekerja untuk memenuhikepentingan dan kebutuhan bersama sehingga setiap warga merasamenjadi bagian dari hidup bersama dalam masyarakat. Keterlibatanseorang dalam kegiatan bersama seperti itulah yang merupakan maknaatau hakikat partisipasi.

Perhatikan secara saksama gambar 2.3. Apakah dalam kegiatan kerjabakti di sekolah kamu, para guru dan siswa sudah dapat dikatakan ikutberpartisipasi dalam kegiatan tersebut? Apakah jika kamu diperintah guruwali kelas untuk ikut dalam kegiatan seperti itu juga dikatakan partisipasi?Apa syarat-syarat adanya partisipasi?

PKn untuk Siswa SMP-MTs Kelas IX45

Dari uraian di atas dapat di-simpulkan bahwa partisipasi artinyaturut serta atau ambil bagian dalamsuatu kegiatan bersama. Seseorangdapat disebut berpartisipasi apabiladirinya merasa terlibat dan berperanserta, baik dengan pikiran, tenaga,atau hartanya untuk menyelesaikanpersoalan atau tugas bersama. Parti-sipasi berbeda dengan mobilisasi.Berpartisipasi tidak dapat dipaksaatau digerakkan atau dikerahkan olehkekuasaan penguasa. Seorang yang ikut serta dalam suatu kegiatanbersama karena digerakkan oleh orang lain, misalnya kalau seorangsiswa yang ikut serta dalam suatu kegiatan bersama karena digerakkanoleh guru wali kelasnya berarti ia t