Cover Abstrak

Click here to load reader

  • date post

    11-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    91
  • download

    2

Embed Size (px)

description

ca

Transcript of Cover Abstrak

INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI (IHDN) DENPASAR FAKULTAS DHARMA DUTA Skripsi

TRADISI TABUH RAH IDERAN DI DESA PAKRAMAN BATUYANG KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR

I NYOMAN BUDA ASMARA PUTRA

UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN GUNA MERAIH GELAR SARJANA STRATA SATU (S.1) JURUSAN PENERANGAN AGAMA 2012

i

INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI (IHDN) DENPASAR FAKULTAS DHARMA DUTA Skripsi

TRADISI TABUH RAH IDERAN DI DESA PAKRAMAN BATUYANG KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR

Diajukan Oleh:I NYOMAN BUDA ASMARA PUTRA NIM: 10.1.2.2.2.0809

UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN GUNA MERAIH GELAR SARJANA STRATA SATU (S.1) JURUSAN PENERANGAN AGAMA 2012

ii

INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI DENPASAR

FAKULTAS DHARMA DUTAJURUSAN PENERANGAN AGAMAJL. RATNA NO.51 DENPASAR, BALI, PHONE (0361) 226656

SURAT KETERANGAN KELAYAKAN SKRIPSI UNTUK DIUJIKAN Om Swastyastu, Yang bertanda tangan di bawah ini Pembimbing Skripsi I dan Pembimbing Skripsi II, menerangkan bahwa: Nama : I Nyoman Buda Asmara Putra

Tempat, tanggal lahir : Batubulan Kangin, 23 Juli 1989 NIM Jenjang/Program Jurusan : 10.1.2.2.2.0809 : Sarjana Strata Satu (S.1) : Penerangan Agama

Memang benar mahasiswa yang dimaksud telah menyelesaikan proses bimbingan penyusunan skripsi yang berjudul: Tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, dan layak ntuk diujikan. Demikianlah surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagai mana mestinya. Om Santih, Santih, Santih, Om. Denpasar, Pembimbing Skripsi I Pembimbing Skripsi II

Drs. I Nengah Karsana, M.Ag. 196512311996031006

Sugiarti,S.Pd.,M.Ag. 197701092009122002

iii

KATA PENGANTAR

Om Swastyastu Puji syukur penulis ucapkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah-Nya skripsi dengan judul Tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini tidak semata-mata usaha sendiri, melainkan juga atas bimbingan dari segenap pihak yakni Bapak dan Ibu dosen pembimbing beserta teman-teman seperjuangan. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Prof. Dr. I Made Titib, Ph.D. Rektor Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. 2. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Dekan Fakultas Dharma Duta, Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. 3. Dra. Ni Gusti Ayu Kartika, M.Ag. Ketua Jurusan Penerangan Agama, Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. 4. Drs. I Nengah Karsana, M.Ag. Pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan serta masukan dalam penulisan skripsi ini. 5. Sugiarti, S.Pd., M.Ag. Pembimbing II yang juga telah banyak memberikan bimbingan, koreksi dan arahan dalam penulisan skripsi ini.

iv

6. Para Dosen dan seluruh staf Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan bimbingan selama penulis mengikuti perkuliahan. 7. I Wayan Swarjaya, S.E. Perbekel Desa Batubulan Kangin yang telah memberikan izin meneliti dan telah banyak memberikan informasi 8. I Made Parko, Bendesa Desa Pakraman Batuyang yang telah memberikan izin meneliti dan juga memberikan banyak informasi. 9. Kepada semua teman seperjuangan yang memberikan dukungan dan saran. 10. Kepada seluruh informan yang tidak bisa penulis sebut satu persatu atas bantuannya telah banyak memberikan informasi. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan yang dimiliki, untuk itu segala masukan, saran serta kritikan dari para pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan karya tulis ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Pakraman Batuyang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Om Santih Santih Santih Om Denpasar, Juni 2012

Penulis

v

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Peguruan Tinggi dan setahu saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis, diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Denpasar,

Juni 2012

I Nyoman Buda Asmara Putra

vi

KATA PERSEMBAHAN

Skripsi ini untuk meraih gelar sarjana (S.1) pada Fakultas Dharma Duta, Jurusan Penerangan Agama, Program Studi Penerangan Agama Hindu, Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, dan saya persembahkan kepada: 1. Kedua orang tua saya, Bapak I Wayan Lama ( alm) dan Ibu Ni Ketut Putri yang telah memberikan doa, kasih sayang dan dukungan sehingga perkuliahan ini berhasil dengan baik. 2. Kedua kakak saya I Wayan Dodi Sawitra dan Ni Made Sawitri (alm) atas dukungan kalian perkuliahan ini berjalan dengan lancar. 3. Paman dan Bibi dalam keluarga besar yang banyak membantu sehingga mampu menyelesaikan perkuliahan ini. 4. Kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan selama proses perkuliahan.

vii

MOTTO

PADA SAAT KITA MAMPU BANGKIT DARI COBAAN TERBERAT YANG PERNAH KITA RASAKAN, SEJATINYA ITULAH KEKUATAN TERBESAR YANG KITA MILIKI.

viii

DAFTAR ISI

Halaman Judul Luar....................................................................................... Halaman Judul Dalam.................................................................................... Halaman Pengesahan Pembimbing ............................................................... Kata Pengantar............................................................................................... Pernyataan......................................................................................................

i ii iii iv vi

Kata Persembahan.......................................................................................... vii Motto.............................................................................................................. viii Daftar Isi........................................................................................................ ix

Daftar Tabel................................................................................................... xiii Daftar Gambar............................................................................................... xiv Abstrak........................................................................................................... xv Glosarium....................................................................................................... xvi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah.......................................................... 1.2 Rumusan Masalah.................................................................... 1.3 Tujuan Penelitian..................................................................... 1.3.1 Tujuan Umum................................................................ 1.3.2 Tujuan Khusus............................................................... 1 7 8 8 9

ix

1.4 Manfaat Penelitian.................................................................. 1.4.1 Manfaat Teoretis............................................................. 1.4.2 Manfaat Praktis...............................................................

9 9 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, TEORI DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Tinjauan Pustaka.................................................................... 2.2 Konsep................................................................................... 2.2.1 Tradisi.......................................................................... 2.2.2 Tabuh Rah.................................................................... 2.2.3 Ideran........................................................................... 2.2.4 Desa Pakraman Batuyang........................................... 2.3 Landasan Teori....................................................................... 2.3.1 Teori Fungsional Struktural......................................... 2.3.2 Teori Religi.................................................................. 2.3.3 Teori Perubahan Sosial................................................ 2.4 Model Penelitian..................................................................... 11 14 14 15 16 17 18 19 20 21 23

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian.............................................................. 3.2 Lokasi Penelitian..................................................................... 3.3 Jenis dan Sumber Data............................................................ 3.4 Teknik Pengumpulan Data...................................................... 3.4.1 Observasi....................................................................... 25 27 27 28 29

x

3.4.2 Wawancara..................................................................... 3.4.3 Studi Kepustakaan......................................................... 3.5 Instrumen Penelitian............................................................... 3.6 Teknik Penentuan Informan.................................................... 3.7 Teknik Analisis Data............................................................... 3.8 Teknik Penyajian Hasil Penelitian..........................................

29 30 31 31 32 33

BAB IV PENYAJIAN HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Umum Obyek Penelitian........................................ 4.1.1 Sejarah Desa Pakraman Batuyang............................... 4.1.2 Letak Geografis Desa Pakraman Batuyang.................. 4.1.3 Struktur Organisasi Dinas dan Adat.............................. 4.1.4 Kependudukan.............................................................. 4.1.5 Mata Pencaharian.......................................................... 4.1.6 Pendidikan..................................................................... 4.1.7 Kehidupan Beragama.................................................... 4.2 Adanya Tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang................................................................................. 4.2.1 Alasan Pelaksanaan Tradisi Tabuh Rah Ideran............ 4.2.2 Sumber Tabuh Rah Berdasarkan Prasasti dan Lontar .. 4.2.3 Rangkaian Tradisi Tabuh Rah Ideran........................... 4.3 Proses Pelaksanaan Tradisi Tabuh Rah Ideran......................... 4.3.1 Pengaturan Pelaksanaan Tradisi Tabuh Rah Ideran.. 4.3.2 Waktu dan Tempat Tradisi Tabuh Rah Ideran.............. 4.3.3 Prosesi Tradisi Tabuh Rah Ideran ................................ 4.4 Macam-macam Pergeseran dalam Tradisi Tabuh Rah Ideran... 47 47 49 53 55 55 56 56 61 34 34 38 39 43 44 45 46

xi

4.4.1 Pergeseran Pelaksanaan ................................................. 4.4.2 Pergeseran Tempat.......................................................... 4.4.3 Pergeseran Sosial............................................................ 4.4.4 Perlunya Perubahan Sosial dalam Mengembalikan Tradisi Tabuh Rah Ideran sebagai Upacara Agama....................

61 65

68

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan.................................................................................... 5.2 Saran.......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN 70 72 74

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Keberadaan Wilayah Desa Pakraman Batuyang........................... 39 Tabel 2 : Data Penduduk Desa Pakraman Batuyang..................................... 43 Tabel 3 : Mata Pencaharian Masyarakat Desa Pakraman Batuyang............. 44 Tabel 4 : Data Pendidikan Masyarakat Desa Pakraman Batuyang............... 45

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Struktur Pemerintahan Desa Batubulan Kangin Gambar 2 : Struktur Prajuru Desa Pakraman Batuyang. Gambar 3 : Pemangku Menghaturkan Banten Peras dan Pejati Gambar 4 : Ayam Bertarung dan Terbunuh Bukan Himsa Karma.. Gambar 5 : Babotoh Tajen Menghitung Uang Taruhan.. Gambar 6 : Babotoh Tajen Sedang Melakukan Taruhan Gambar 7 : Tempat Pelaksanaan Tradisi Tabuh Rah Ideran.. Gambar 8 : Balai Banjar yang Dipenuhi Oleh Babotoh Tajen Gambar 9 : Orang Berpakaian Preman Ikut Tabuh Rah Ideran..........

41 42 57 58 62 64 66 66 67

xiv

ABSTRAK Masyarakat Hindu di Bali hingga kini masih melestarikan tradisi atau adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang. Dalam pelaksanaannya, senantiasa diikuti dengan ritual keagamaan yang berbeda antara wilayah satu dengan wilayah lainnya.. Hal ini karena masing-masing daerah mempunyai adat dan tradisi yang berbeda-beda. Tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang orang Bali kepada generasinya ada yang sudah tidak relevan lagi, namun yang masih dilestarikan hingga kini. Demikian halnya dengan tradisi yang diwarisi oleh masyarakat Desa Pakraman Batuyang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di Desa Pakraman Batuyang terdapat sebuah tradisi yang mengalami pergeseran dari tujuan semula. Tradisi tersebut adalah tradisi Tabuh Rah Ideran yang merupakan rangkaian dari upacara Bhuta Yadnya/Tawur Kesanga. Tradisi ini dilaksanakan maideran (berkeliling) dari satu banjar ke banjar lainnya sampai pada kedelapan banjar yang ada di Desa Pakraman Batuyang. Secara umum Tabuh Rah kaitannya dalam upacara yadnya hanya boleh dilaksanakan tiga sehet (babak) tanpa menggunakan taruhan. Apabila lebih dari tiga sehet serta menggunakan taruhan sudah mengarah kepada judi tajen. Tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang telah bergeser ke arah perjudian tajen karena ada yang lebih dari tiga sehet dan menggunakan taruhan. Apabila pergeseran ini tidak dikembalikan pada konsep Tabuh Rah yang sesuai dengan susastra suci, akan membenarkan persepsi orang tentang umat Hindu melegalkan perjudian tajen berkedok Tabuh Rah. Bertolak dari hal tersebut penelitian ini mengajukan tiga permasalahan yakni: 1) alasan umat Hindu di Desa Pakraman Batuyang melaksanakan tradisi Tabuh Rah Ideran; 2) proses pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang; 3) pergeseran yang terjadi dalam tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang. Adapun teori yang digunakan untuk membedah permasalahan tersebut adalah: Teori Fungsional Struktural untuk membedah alasan dilaksanakannya tradisi Tabuh Rah Ideran, Teori Religi untuk membedah prosesi pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran dan Teori Perubahan Sosial untuk membedah perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yaitu mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dipadukan dengan kajian dari buku referensi dan hasil penelitian lain yang berkaitan dengan

xv

masalah yang diteliti kemudian dilakukan analisis data dan disajikan dalam bentuk sederhana sehingga mudah dipahami. Adanya tradisi Tabuh Rah Ideran karena merupakan rangkaian dari upacara Bhuta Yadnya/Tawur Kesanga yang dilaksanakan pada Sasih Kesanga. Pelaksanaannya maideran sampai pada kedelapan banjar. Di dalam prakteknya terjadi pergeseran yang menyimpang dari ajaran agama sehingga diperlukan perubahan sosial mengembalikan tradisi Tabuh Rah Ideran sebagai upacara agama dan masyarakat Hindu di Desa Pakraman Batuyang menjadi jagadhita. Kata kunci: Tradisi, Tabuh Rah Ideran. GLOSARIUM Adat istiadat : Tata kelakuan yang kekal dan turun temurun dari generasi ke generasi sebagai warisan sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Ajaran dalam agama Hindu untuk tidak menyakiti semua makhluk hidup, baik secara fisik maupun pshikis. Aturan tertulis yang dimiliki oleh setiap desa pakraman di Bali sebagai kesatuan masyarakat hukum. Awig-awig dibuat oleh karma desa dan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi. Bangunan suci yang ada di pura Sebuah bangunan serbaguna yang dimiliki oleh krama banjar, seperti untuk pertemuan, kegiatan sosial dan kegiatan religious. Kelompok masyarakat yang merupakan bagian dari desa pakraman serta merupakan suatu ikatan tradisi dalam satu kesatuan wilayah tertentu, dengan seorang atau lebih pimpinan, yang dapat bertindak ke dalam dan ke luar dalam rangka kepentingan warganya dan memiliki kekayaan baik material maupun inmaterial. Sesajen persembahan. Jabatan ketua dalam struktur kepengurusan desa pakraman di Bali. Alat untuk mengambil dan menyimpan gambar.

Ahimsa karma

:

Awig-awig

:

Bale agung Bale banjar

: :

Banjar

:

Banten Bendesa Camera digital

: : :

xvi

Catus patha

:

Satu tempat sakral yang terletak di tengah-tengah wilayah desa pakraman merupakan ujung pertemuan dari empat jalan desa dengan arah yang berbedabeda, yakni arah timur, arah selatan, arah barat dan arah utara. Di tengah-tengah jalan simpang empat ini sering dilaksanakan ritual keagamaan yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketentraman desa pakraman. Salah satu cara penyampaian ajaran agama Hindu dengan melakukan diskusi yang disertai tanya jawab untuk lebih memahami tentang suatu ajaran agama. Pndangan masyarakat terhadap suatu tata karma pergaulan hidup sesuai dengan situasi dan kondisi desa pakraman masing-masing. Oleh karena itu desa pakraman memiliki drsta khusus yang menjadi cirri khas, selain ada drsta yang bersivat universal bias diterima oleh seluruh desa pakraman. Perbuatan menyakiti makhluk hidup apabila dilakukan untuk tujuan di luar yang diperbolehkan oleh ajaran agama Hindu. Kegiatan manusia mengelilingi suatu bidang atau wilayah yang dilandasi dangan maksud dan tujuan tertentu. Tiga pura atau tempat suci yang menjadi syarat berdirinya sebuah desa pakraman. Pura ini sebagai wujud unsure parhyangan dari tri hita karana yang melandasi kehidupan desa pakraman yaitu: Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Dalem. Jabatan ketua dalam kepengurusan banjar. Ritual yang dilaksanakan di pantai oleh umat Hindu. Suatu perbuatan yang dilaksanakan dengan rasa tulus ikhlas tanpa mengharap imbalan. Salah satu bagian tri hita karana tentang konsep hubungan yang harmonis dengan Tuhan.

Dharma tula

:

Drsta

:

Himsa karma

:

Ideran

:

Kahyangan tiga

:

Kelihan banjar Melasti Ngayah Parhyangan

: : : :

xvii

Palemahan Pawongan Prajuru Pretima Perbekel Piodalan

: : : : : :

Salah satu bagian tri hita karana tentang konsep hubungan yang harmonis denagn alam. Salah satu bagian tri hita karana tentang konsep hubungan yang harmonis dengan sesama manusia. Pengurus banjar atau desa yang dipilih berdasarkan musyawarah mufakat oleh karma banjar atau desa. Benda suci yang merupakan perwujudan dewa yang dipuja oleh umat Hindu. Kepala desa pada zaman dulu, sekarang istilahnya sudah diganti menjadi kepala desa atau kelurahan. Peringatan hari suci umat Hindu yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu sesuai dengan jatuhnya hari suci tersebut baik di sanggah maupun di pura.

Rurung Panji Sanggah Sehet Tabuh rah

: : : : Tempat suci yang ada di masing-masing rumah umat Hindu yang berfungsi sebagai tempat sembahyang. Hitungan babak dalam pelaksanaan tabuh rah, misalnya telung sheet (tiga babak). Berdasarkan hasil seminar kesatuan tafsir terhadap aspek-aspek agama Hindu (1985), tabuh rah adalah taburan darah binatang korban yang dilaksanakan dalam rangkaian upacara agama Hindu. Jenis binatang yang dijadikan korban adalah ayam, itik atau kerbau. Salah satu jenis judi di Bali dengan mengadu ayam jago yang kakinya diikatkan sebilah pisau kecil yang disebut taji. Ritual yang dilaksanakan di perempatan jalan sehari menjelang Nyepi yang bertujuan mengharmoniskan kehidupan semua makhluk hidup di alam semesta. Tiga konsep hubungan harmonis yang menyebabkan kebahagiaan.

Tajen

:

Tawur kesanga

:

Tri hita karana

:

xviii

Tape recorder

:

Alat untuk merekam suara.

DAFTAR INFORMAN

Nama Umur Pekerjaan Alamat Nama Umur Pekerjaan Alamat Nama Umur Pekerjaan Alamat Nama Umur Pekerjaan Alamat Nama Umur Pekerjaan Alamat Nama Umur

: I Nyoman Mudra : 85 Tahun : Pemangku Pura Puseh : Br. Puseh Desa Pakraman Batuyang : I Wayan Swarjaya, S.E. :40 Tahun : Perbekel Desa Batubulan Kangin : Br. Puseh Desa Pakraman Batuyang : I Made Parko : 48 Tahun : Bendesa Pakraman Batuyang : Br. Dajan Rurung Desa Pakraman Batuyang : Drs. Cokorda Dalem : 55 Tahun : Guru : Br. Tampad Desa Pakraman Batuyang : I Ketut Lungsur : 58 Tahun : Pemilik perusahaan batako : Br. Kenanga Desa Pakraman Batuyang : Drs. I Made Ruda : 60Tahun

xix

Pekerjaan Alamat Nama Umur Pekerjaan Alamat

: Pensiunan Guru : Br. Dlod Rurung Desa Pakraman Batuyang : Drs. I Made Cikera : 48 Tahun : Guru : Br. Dajan Rurung Desa Pakraman Batuyang

Nama Umur Pekerjaan Alamat Nama Umur Pekerjaan Alamat Nama Umur Pekerjaan Alamat Nama Umur Pekerjaan Alamat

: I Made Jana : 48 Tahun : Sekretaris Desa Batubulan Kangin : Br. Batuaji Desa Pakraman Batuaji : I Nyoman Suarka : 42 Tahun : Pegawai Kantor Desa : Br. Batuaji Desa Pakraman Batuyang : I Nyoman Suita : 60 Tahun : Kelihan Adat Br. Tangkeban : Br. Tangkeban Desa Pakraman Batuyang : A.A Raka Soli : 55 Tahun : Kelihan Dinas Br. Tangkeban : Br. Tangkeban Desa Pakraman Batuyang

xx

PEDOMAN WAWANCARA

Mengapa tradisi Tabuh Rah Ideran dilaksanakan oleh umat Hindu di Desa Pakraman Batuyang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar? 1. Apa yang melatar belakangi tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang? 2. Apakah ada sumber tertulis yang menjadi acuan dalam tradisi Tabuh Rah Ideran? 3. Kapan tradisi Tabuh Rah Ideran mulai dilaksanakan?

4. Apakah pernah tradisi Tabuh Rah Ideran tidak dilaksanakan? 5. Siapa yang mengatur pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran? 6. Apa fungsi tradisi Tabuh Rah Ideran ? 7. Apakah ada pengaruh tradisi Tabuh Rah Ideran dengan aktivitas keagamaan masyarakat Desa Pakraman Batuyang? 8. Apakah ada pengaruh tradisi Tabuh Rah Ideran dengan kehidupan sosial masyarakat Desa Pakraman Batuyang?

xxi

Bagaimana proses pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar? 1. Kapan pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar? 2. Dimana tempat pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran? 3. Siapa yang menjadi pelaksana tradisi Tabuh Rah Ideran? 4. Apa sarana dalam tradisi Tabuh Rah Ideran? 5. Apakah pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran sudah sesuai dengan peraturan? Apa perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran di Desa Pakraman Batuyang? 1. Bagaimana pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran pada zaman dulu? 2. Bagaimana dengan pelaksanaan tradisi Tabuh Rah Ideran sekarang? 3. Mengapa tradisi Tabuh Rah Ideran bisa bergeser kearah perjudian tajen? 4. Apa yang membedakan Tabuh Rah dengan tajen? 5. Apakah bisa melepaskan tradisi Tabuh Rah Ideran dengan perjudian tajen?

xxii