Copy of Bidan Desa - Copy

download Copy of Bidan Desa - Copy

of 23

  • date post

    04-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.491
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Copy of Bidan Desa - Copy

BAB I PENGERTIAN DAN PELAYANAN BIDAN DESA 1.1. Definisi Menurut International Confederation Of Midwives (ICM) yang dianut dan diadopsi oleh seluruh organisasi bidan di seluruh dunia, dan telah diakui oleh WHO dan Federation of International Gynecologist Obstetrition (FIGO), definisi bidan dapat dijelaskan sebagai berikut. Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi untuk didaftar (register) dan atau memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik bidan.(International Confederation Of Midwives 2005) Bidan diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas. Bidan juga memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawatdaruratan. Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak. Bidan dapat praktik di berbagai tatanan

pelayanan, termasuk di rumah, masyarakat, rumah sakit, klinik atau unit kesehatan lainnya. Ikatan Bidan Indonesia atau IBI telah menjadi anggota ICM sejak tahun 1956. Dengan demikian, seluruh kebijakan dan pengembangan profesi kebidanan di Indonesia merujuk dan mempertimbangkan kebijakan ICM. Pengertian bidan lainnya dengan memperhatikan aspek sosial budaya dan kondisi masyarakat Indonesia, maka Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menetapkan definisi bidan sebagai berikut. Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan Bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.(Ikatan Bidan Indonesia) Dari kedua definisi bidan di atas, yaitu menurut (International

Confederation Of Midwives) ICM dan (Ikatan Bidan Indonesia) IBI maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bidan merupakan seseorang yang dalam hal ini adalah wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan diakui secara sah serta memiliki kualifikasi untuk menjalankan praktik kebidanan. Salah satu program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah menurunkan kematian dan kejadian sakit di kalangan ibu. Selain itu, program KIA juga bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak dengan meningkatkan mutu pelayanan. Program lainnya yaitu menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan perinatal. Umumnya, masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan memiliki tingkat kesadaran yang rendah mengenai kesehatan. Terutama dalam hal ini adalah

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Sangat jarang wanita yang sedang dalam masa kehamilan memiliki kemauan untuk cek kandungan kepada bidan. Banyak faktor yang menjadi pertimbangannya, diantaranya adalah jarak lokasi pemeriksaan yang jauh, biaya yang dikeluarkan cukup mahal, pelayanan yang kurang memuaskan, atau kepercayaan daerah setempat yang melarang melakukan proses persalinan selain ke dukun bayi. Oleh karena itu, masyarakat desa lebih mempercayakan masalah ini kepada dukun bayi. Dukun bayi lebih dipercaya dan diyakini dapat membantu proses persalinan secara baik dengan harga yang relatif terjangkau. Padahal belum tentu alat yang digunakan steril sehingga dapat menimbulkan risiko tinggi terhadap kematian ibu dan anak. Berdasarkan fakta tersebut, maka pemerintah berinisiatif untuk mencanangkan sebuah program yaitu bidan di desa. Bidan desa adalah bidan yang ditempatkan dan bertugas, mempunyai wilayah kerja satu sampai dua desa, dan dalam melaksanakan tugas pelayanan medik baik di dalam maupun di luar jam kerjanya, bidan harus bertanggung jawab langsung kepada kepala puskesmas. Diharapkan dengan adanya bidan di desa ini maka angka kematian ibu dan anak bisa menurun serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di wilayah desa. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kerjasama yang baik antara bidan dengan dukun bayi yaitu mengajak dukun untuk melakukan pelatihan dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan dalam menolong persalinan, dan dapat mengenal beberapa tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan.

Selain itu, dibutuhkan juga kerja sama yang baik dengan masyarakat yang peduli akan kesehatan dan dengan sukarela mau membantu.

1.2. Pelayanan Bidan Desa Pelayanan adalah suatu aktivitas yang bertujuan untuk memberikan pertolongan, bimbingan, pendidikan, dan perlindungan kepada individu, kelompok, atau masyarakat agar dapat melaksanakan fungsi sosial dengan baik. Secara luas pelayanan mencakup fungsi pengembangan yang menyangkut bidang pelayanan seperti kesehatan. Memasuki tahun 1989, pemerintah melaksanakan program pengangkatan dan penempatan bidan desa di seluruh tanah air. Dasar penempatan bidan desa adalah Permenkes RI Nomor 363/Menkes/Per/IX/1989 tentang wewenang bidan serta surat edaran Dirjen Binkesmas Nomor 429/Binkesmas/Per/IX/1989 tentang kebijaksanaan penempatan bidan desa. Demi mewujudkan kebijaksanaan yang telah ditetapkan maka

diselenggarakan pendidikan bidan satu tahun dengan dasar pendidikan lulusan SPK. Pemerintah mempunyai beberapa tujuan khusus dalam menempatkan bidan di desa ini. Tujuan khusus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada masyarakat 2. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan khususnya 5 program prioritas di desa 3. Meningkatkan mutu pelayanan ibu hamil, pertolongan persalinan, perawatan nifas dan prenatal, serta pelayanan kontrasepsi.

4. Menurunkan jumlah kasus yang berkaitan dengan penyulit kehamilan, persalinan, dan perinatal 5. Meningkatkan kemampuan keluarga untuk hidup sehat dengan

membantu pembinaan kesehatan kelompok dasa wisma 6. Menurunkan jumlah balita dengan gizi buruk dan diare. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kebidanan atau midwife service adalah bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar serta dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi, atau rujukan. Program pengangkatan dan penempatan bidan di desa mulai dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 1989 dengan berlandaskan pada Permenkes RI Nomor 363/Menkes/Per/IX/1989 dan surat edaran Dirjen Binkesmas Nomor 429/Binkesmas/Per/IX/1989. Melalui program tersebut, pemerintah bertujuan untuk menyelamatkan ibu dan bayi (mengurangi kesakitan dan kematian) dan meningkatkan mutu pelayanan persalinan di desa. Adanya program bidan desa diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak akibat persalinan. Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga, sesuai dengan kewenangan dalam rangka tercapainya keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Sasaran pelayanan kebidanan adalah individu, keluarga, dan masyarakat yang meliputi upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan. Masalah kematian ibu akibat persalinan menjadi perhatian utama pemerintah, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Untuk itulah diperlukan suatu

upaya yang terintegrasi agar ibu hamil di seluruh Indonesia mendapat pelayanan yang sama dan memadai dari petugas kesehatan. Upaya tersebut haruslah secara konsisten dilakukan sejak dini yakni sejak janin dalam kandungan, masa bayi dan balita, masa remaja hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Bidan memberikan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan dan paripurna, berfokus pada aspek pencegahan. Selain itu, bidan juga melakukan promosi dengan berlandaskan kemitraan dan

pemberdayaan masyarakat bersama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani masyarakat yang membutuhkannya. Bidan sangat dibutuhkan terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses kesehatan. Letak geografis sangat menentukan pelayanan kesehatan, sebab di tempat yang terpencil membuat ibu hamil sulit memeriksakan kehamilannya. Hal ini karena transportasi yang sulit menjangkau sampai tempat terpencil, seperti beberapa pulau di luar Jawa. Dengan penempatan bidan di desa, maka semua ibu hamil akan mendapatkan pelayanan yang memadai sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat diturunkan.

BAB 2 TUGAS DAN WEWENANG BIDAN DESA

Bidan desa merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Bidan desa bertugas dan ditempatkan pada suatu wilayah di desa tertentu. Bidan desa melaksanakan tugasnya dalam pelayanan medik baik di dalam maupun di luar jam kerjanya. Bidan desa sebagai tenaga kesehatan mempunyai tugas dan wewenang di wilayah kerjanya. Bidan desa berkewajiban untuk meningkatkan mutu kesehatan ibu dan anak (KIA) serta menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di pedesaan. Kewajiban tersebut merupakan tujuan utama dari berbagai tugas dan wewenang yang dilaksanakan oleh bidan desa. Pelaksanaan tugas dan wewenang bidan desa sangat menentukan keberhasilan program pelayanan kesehatan. Program pelayanan kesehatan yang diberikan bidan desa yaitu seperti pemeriksaan kehamilan, perawatan persalinan, pemberian alat kontrasepsi dan lain sebagainya. Pada Kepmenkes no. 900 tahun 2002 mengenai registrasi dan praktik bidan, dalam menjalankan praktik, bidan berwewenang dalam pelayanan kesehatan mel