Contoh proposal penelitian hub

download Contoh proposal penelitian hub

of 23

Embed Size (px)

description

contoh proposal hubungan

Transcript of Contoh proposal penelitian hub

  • 1. http://bascommetro.wordpress.com/2012/05/17/hubungan-usia-ibu-dan-riwayat-abortus-dengan-kejadian-abortus-incompletus-di-rs/CONTOH Proposal Penelitian; Hubungan Antara Dukungan Psikologis danSosial Suami Terhadap Kunjungan Antenatal Care di Wilayah KerjaPuskesmas Mata Kecamatan Kendari Kota Kendari Provinsi SulawesiTenggara Tahun 2009BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangUpaya peningkatan kesehatan ibu telah dilakukan, baik ditingkat nasionalmaupun internasional, Di tingkat internasional (WHO) memperkirakan 585.000perempuan meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan dan persalinan.Dimana saat ini tengah digalakkan program Innitiatives for Maternal MortalityProgram Assesment (IMMPACT) atau inisiatif program penilaian penurunankematian ibu yang bertujuan mencari diantara strategi interaksi yang sudah ada,strategi manakah yang paling efektif dan cost efektif untuk menurunkan kematian ibudiberbagai situasi sosial dan budaya di negara berkembang dan menilai implikasidan strategi tersebut terhadap pemerataan dan kesinambungan pelayanankesehatan ibu dan neonatal (UNICEF, 2000) dalam (Masrianto. I, 2001). Dasuki(2000) mengemukakan bahwa di dunia ini setiap unit seorang perempuan meninggalkarena komplikasi dan persalinan. Dengan kata lain 1400 perempuan meninggalsetiap hari atau lebih dari 500.000, perempuan meninggal setiap tahun karenakehamilan dan persalinan.Di Indonesia, upaya meningkatkan kesehatan ibu dilakukan denganmelengkapi fasilitas pelayanan kesehatan sehingga mampu menyediakan pelayanandasar kebidanan seperti transfusi darah, anestesi dan operasi, Strategi MakingPregnancy Safer (MPS) atau kehamilan yang aman sebagai kelanjutan dari programSafe Mother Hood (SMH) telah dicanangkan dengan tujuan untuk mempercepatpenurunan kesakitan dan kematian ibu dan meningkatkan akses dan cakupan

2. pelayanan kesehatan ibu dan bayi, Namun angka kematian ibu penurunannya masihrelatif lambat(SDKI 2002-2003 ). Saat ini di Indonesia, AKI masih tergolong tinggiyaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2002-2003) menjadi 284 per 100.000kelahiran hidup pada tahun 2007 (Depkes RI, 2007). Pada tahun 2008 angkakematian Ibu cukup tinggi 6-8 per 1000 kelahiran hidup (Wijdosastro, 2008).Dukungan suami terhadap istri selama hamil sebesar 38% dan yang tidakmendukung sebesar 46% sedangkan target dukungan suami sekitar 85 % (MersiLusianawaty tahun 2003).Dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, misalnya saja diVietnam memiliki AKI 200 per 100.00 kelahiran hidup, di Singapura 5 per 100.000kelahiran hidup, sedangkan di Malaysia 69 per 100.000 kelahiran hidup dan diPhilipina 142 per 100.000 kelahiran hidup. Diharapkan untuk Indonesia Sehat 2010,AKI menurun menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup (Harian Kompas, 23/7/2007).Walaupun telah terjadi penurunan angka kematian ibu yang cukup berartiyaitu sekitar 520 per 100.000 kelahiran hidup sekitar 35 tahun yang lalu menjadi 290per 100.000 (Survei Kesehatan Rumah Tangga, 1994) namun angka ini masihcukup tinggi bahkan tertinggi di lingkungan Asia Tenggara (Dwiaty, Walukono &Komala, 2000). Fakta lain menunjukkan bahwa di Indonesia, dua orang ibumeninggal setiap jam karena kehamilan, persalinan dan nifas. Banyak faktor yangmenyebabkan rendahnya cakupan K-1 dan K-4 salah satunya adalah kurangnyadukungan suami terhadap isteri dalam memeriksakan kehamilannya terhadappetugas kesehatan yang berdampak pada rendahnya keinginan ibu untukmemanfaatkan fasilitas Antenatal Care (ANC) (Hakimi, 1997).Menurut Farrer (2001) frekuensi kunjungan ibu hamil untuk memanfaatkanfasilitas Antenatal Care tergantung pada dukungan lingkungan sosialnya, terutamadukungan suami. Friedman (2001) mengemukakan bahwa ikatan suami isteri yangkuat sangat membantu ketika keluarga menghadapi masalah, karena suami atauisteri sangat membutuhkan dukungan dari pasangannya. Dukungan tersebut akantercipta apabila hubungan interpersonal keduanya baik. Di daerah pedesaan suamisangat berperan dalam proses pengambilan keputusan dalam suatu keluarga,sedangkan isteri hanya bersifat membantu dengan memberikan sumbang saran(Widjosastro, H: 2003).Pentingnya pelayanan ANC secara teratur sebenarnya bukan hanya untukibu, pemeriksaan kehamilan pun untuk kesejahteraan janin. Untuk ibu misalnya 3. berguna unutk mendeteksi dini jika ada komplikasi kehamilan, sehingga dapatsegera mengobatinya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan selamakehamilan, mempersiapkan mental dan fisik dalam menghadapi persalinan,mengetahui berbagai masalah dengan kehamilan, sehingga dapat segera ditentukanpertolongan persalinan yang aman. (Mediana, 2007). Sedangkan untuk bayipemeriksaan itu pemeriksaan itu bisa meningkatkan kesehatan janin dan mencegahjanai lahir prematur, bayi berat badan lahir rendah,lahir mati, ataupun mengalamikematian saat baru lahir.Di Sulawesi Tenggara, untuk menurunkan angka kematian ibu telah dilakukanpelatihan bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu terdepan melaluiproyek Health Mothers Healthy Babies (HMHB), penyediaan fasilitas pelayananantenatal care di Polindes, Pustu, Puskesmas dan rumah sakit, namun penurunanangka kematian ibu masih relatif lambat. Hal tersebut disebabkan karena tingginyakomplikasi obstetri. Misalnya saja pada tahun 2003, penyebab kematian ibu pascapersalinan sebesar 52%, eklmasia 13%, infeksi 5% dan lain-lain 30%. Di sisi lain,kemauan ibu untuk memanfaatkan pelayanan antenatal care di sarana-saranakesehatan masih relatif rendah. Hal ini tercermin untuk Sulawesi Tenggarakunjungan (K-1) tahun 2006 sebesar 84,22%, kemudian kunjungan ibu hamil lama(K-4) sebesar 75,21%, target cakupan K-1 sebesar 97,9% dan K-4 minimal 88,6%,sasaran ibu hamil sekitar 96.072 orang. Untuk tahun 2007 kunjungan K-1 sebesar79,73%, untuk K-4 sebesar 72,75%. untuk target K-1 Minimal 90%, untuk K-4minimal 84,8%, sasaran sekitar 59,281 orang. Tahun 2008 kunjungan K-1 sekitar31,88%, K-4 75,73%, target K-1 minimal 86%, K-4 95,6%. Untuk sasaran ibu hamilsekitar 2.122 orang. (Profil Dinkes Provinsi Sultra, 2006-2008),Untuk Kota Kendari tahun 2006 cakupan K-1 sekitar 91,30%, dan K-4sebesar 82,45 %, target K-1 minimal 99,8% K-4 95% dan sasaran 6.688 orang,untuk tahun 2007 cakupan K-1 yaitu sekitar 57,17% dan K-4 78,31% sera target K-1minimal 82,6%, K-4 90,4%, sasaran ibu hamil 9528 orang, untuk tahun 2008cakupan K-1 yaitu sekitar 80,4%, K-4 72,88% dan target K-1 minimal 90% dan K-4minimal 80,8%, sasaran ibu hamil sebesar 6.704 orang (Profil Dinkes KotaKendari, 2006-2008),Di wilayah kerja Puskesmas Mata, cakupan K-1 untuk tahun 2006 sekitar76,2% dan K-4 sebesar 46%, dan target K-1 82%, K-4 94%, untuk sasaran ibu hamil439 orang kemudian untuk tahun 2007 cakupan K-1 sekitar 52%, K-4 46% target K-1 4. 90%, K-4 96%. Sasaran ibu hamil 656 orang. Untuk tahun 2008 cakupan K-1 71%, K-4 90% target K-1 80%, K-4 99,6% sasaran ibu hamil 597 orang jauh lebih rendah dari Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kota Kendari yang telah ditetapkan yakni 95%. Angka tersebut menunjukkan bahwa frekuensi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya masih tergolong rendah. (Data Puskesmas Mata Kecamatan Kendari Kota Kendari , 2006-2008), Berdasarkan fenomena di atas penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang Hubungan Dukungan Psikologis Dan Sosial Suami Terhadap Kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Mata kecamatan kendari Kota Kendari Provinsi Sulawesi tenggara Tahun 2009.B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada hubungan antara dukungan psikologis dan sosial suami terhadap kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Kecamatan Kendari Kota Kendari Provinsi Sulawesi tenggara Tahun 2009?C. Tujuan Penelitian1. Umum Untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami terhadap kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Kecamatan Kendari Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2009.2. Khususa. Untuk mengetahui hubungan antara dukungan psikologis suami terhadap kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Mata kecamatan kendari Kota Kendari Provinsi Sulawesi tenggara Tahun 2009.b. Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami terhadap kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Mata kecamatan kendari Kota Kendari Provinsi Sulawesi tenggara Tahun 2009.c. Untuk mengetahui hubungan suami yang dominan antara dukungan psikologis dan sosial terhadap kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Mata kecamatan kendari Kota Kendari Provinsi Sulawesi tenggara Tahun 2009. 5. D. Manfaat Penelitian1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu kesehatan masyarakat khususnya dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan dapat merupakan referensi untuk peneliti selanjutnya.2. Manfaat praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak Puskesmas Mata dalam rangka meningkatkan pelayanan Antenatal Care.3. Manfaat Bagi peneliti Bagi penulis, penelitian ini merupakan proses belajar menemukan kebenaran pengetahuan dan menambah wawasan pengetahuan tentang pemanfaatan Antenatal Care. 6. BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Telaah Pustaka1. Tinjauan Tentang Dukungan Suamia. Pengertian Terdapat banyak defenisi tentang dukungan yang dikemukakan oleh para ahli. Sheri dan Radmacher (2000) menekankan pengertian dukungan sebagai sumber daya yang disediakan lewat interaksi dengan orang lain support is the resource to us thorough our interaction with other people. Pendapat lain dikemukakan oleh Siegel dalam Taylor (2001) yang menyatakan bahwa dukungan adalah informasi dari orang lain bahwa ia dicintai dan diperhatikan, memiliki harga diri dan dihargai serta merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan kewajiban bersama. Dari beberapa defenisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dukungan suami adalah ketersediaan sumber daya yang diberikan oleh suami terhadap isterinya baik berupa kenyamanan fisik dan psikologis yang diperoleh melalui pengetahuan