Contoh Kasus Geothermal PGE

download Contoh Kasus Geothermal PGE

of 12

  • date post

    17-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    77
  • download

    0

Embed Size (px)

description

geothermal

Transcript of Contoh Kasus Geothermal PGE

  • PROCEEDING OF THE 5TH INAGA ANNUAL SCIENTIFIC CONFERENCE & EXHIBITIONSYogyakarta, March 7 10, 2001

    AS

    OSI

    ASI PA

    NASBUM I INDONE

    S IA

    Duct Pipe Optimation For Geothermal Fluid In Water Dominated Reservoir

    Eko Widi Pramudiohadi1, Sayogi Sudarman2

    1 Petroleum Dept UPN Veteran Yogyakarta.2 PERTAMINA Geothermal Div.

    Key Words: Water dominated, Duct pipa, Optimization parameters.

    ABSTRACT

    A single pipe model for simulating the flow of geothermal fluid in a well, in a two phase flow line and in a steam line is used todetermine optimum diameter of casing, two phase line, steam line as well as optimum thickness of insulator.

    The inlet parameters such as pressure, temperature, diameter, mass flow and steam quality are the main factors whichinfluence the pressure loss are used as a basis of main optimization.

    There are two problems. The first is production restriction and the second is investation of duct pipe that has cost limitation.Both problems can be solved by doing the optimization of duct pipe, involving the technical and economical aspects.

    WellSim simulator is used to predict the pressure loss in the bottom hole and surface, and on the other way around. Theoutput, namely pressure, mass flow rate, temperature, dryness and enthalpy of the wellhead are used as input data for PipeSim. PipeSimis a simulator used for calculating the pressure loss in the surface and then they are used to calculate power output from turbine and netpresent value. PipeSim simulator provides the parameters to determine optimation.

    In the present study data of well Sibayak-05 (Sibayak field) is used for determining optimum diameter of casing, surface lineand insulation optimum thickness. The result shows that optimum production casing diameter is 13-3/8 in, inside diameter of two phaseduct pipe is 0.5368 m (outside diameter is 0.5588 m), insulation pipe of two phase flow is 2 cm, inside steam pipe diameter is 0.2476 m(outside diameter is 0.2731 m ), pipe insulation thickness for steam flow is 7.5 cm.

    1. Pendahuluan.

    Pipa salur pada suatu sistem produksi panasbumi merupakanmedia alir fluida reservoar. Di bawah permukaan meliputialiran di sekitar sumur, aliran melalui slot liner, blind liner,casing produksi sedangkan di permukaan aliran melalui kepalasumur (well head), pipa alir dua fasa, separator, pipa alir satufasa dan berakhir pada turbin yang dilengkapi kondenser. Pipasalur ini perlu dioptimasikan karena terjadinya problem sepertiterbentuknya endapan silika, terproduksinya Non CondensableGas (NCG) dalam jumlah berlebihan, adanya kecepatan aliranyang tinggi sehingga dapat mengikis dinding pipa, tekananmasuk turbin yang tidak terpenuhi dan komponen turbin yangcepat rusak.

    Optimasi dilakukan dengan mengoptimumkan diameter pipasalur di dalam sumur dan di permukaan. Di dalam sumurmeliputi diameter casing dan rangkaiannya. Di permukaanmeliputi diameter pipa aliran dua fasa (termasuk tebal isolasi)dan diameter pipa aliran uap (termasuk tebal isolasi dan sistempembuang kondensat) dengan memperhitungkan kemungkinanterjadinya problem-problem tersebut diatas.

    Penentuan parameter penentu optimasi (kehilangan tekanan,kehilangan panas, kecepatan fluida, temperatur aliran, daya dariturbin dan nilai uang saat ini) sering kali sulit dilakukansehingga penulis mencari penyelesaiannya denganmenggunakan program komputer. Parameter aliran dihitungberdasarkan kesetimbangan energi dan penyelesaiannyadilakukan perbagian pipa.

    Perencanaan dengan melakukan optimasi pipa salur perludilakukan karena menyangkut investasi sistem produksi secarakeseluruhan, sehingga timbul permasalahan, pertama investasipipa salur yang ditanamkan dan kedua yang berhubungandengan masalah operasional selama proses produksi,

    menyangkut adanya hambatan produksi. Kedua masalah inidapat diselesaikan dengan mengkompromikannya dengan caramemasukkan kemungkinan terjadinya kondisi terburuk selamaoperasional (aspek teknik) dan perolehan keuntungan saat iniyang maksimal sebagai cara optimasi pipa salur.

    Permasalahan selanjutnya berhubungan dengan perencanaandan evaluasi operasional pipa salur meliputi, penentuankehilangan tekanan, penentuan panas yang hilang danpenurunan temperatur aliran, penurunan entalpi, penentuan dayaturbin, perkiraan biaya investasi pipa salur dan penentuandiameter pipa (dan tebal isolasi untuk pipa dipermukaan).

    Pada proses kehilangan tekanan, terjadi penurunan kualitas uap(dryness), temperatur, entalpi sebagai suatu perilaku aliran didalam pipa salur dan untuk mempelajarinya menggunakansimulator, yaitu simulator WellSim, dibuat oleh Genzl(Auckland-New Zealand) dan simulator PipeSim yang dibuatoleh penulis sebagai bagian dari studi ini.

    WellSim merupakan simulator yang dikembangkan denganmenggunakan prinsip kesetimbangan energi, menghitungkehilangan tekanan dari dasar sumur menuju permukaan (atausebaliknya) sehingga dapat memberikan gambaran mengenaipenurunan perubahan temperatur, dryness dan entalpi di dalamcasing, dengan demikian dapat diperoleh potensi sumur hinggadi permukaan.

    Simulator PipeSim juga menggunakan prinsip kesetimbanganenergi sehingga dapat memberikan gambaran mengenaipenurunan dryness, temperatur dan entalpi pada pipadipermukaan, juga simulator ini melibatkan perhitunganperolehan daya turbin dan nilai uang sekarang akibat adanyainvestasi pipa salur sebagai parameter penentu optimasi.

  • Duct Pipe Optimation For Geothermal Fluid In Water Dominated Reservoar E.W. Pramudiohadi, S. Sudarman

    Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dengan menggunakandiameter optimum pipa salur, besarnya daya turbin, daninvestasi berdasarkan data lapangan.

    Penelitian ini disarikan dari tesis penulis pada Jurusan TeknikPerminyakan Institut Teknologi Bandung, Bidang KhususPanasbumi.

    2. METODA OPTIMASI.

    2.1 Batasan Kreteria Optimum.

    Karena diproduksinya suatu sumur akan terjadi kehilangantekanan, selaras dengan penurunan temperatur, kualitas uap danpenurunan entalpi (pada aliran mantap). Juga akan terjadiproblema (hambatan) produksi yang menyangkut sifat-sifat fisikfluida dan media yang dilalui. Hambatan ini harus dimasukkansebagai pertimbangan optimasi pipa salur, yaitu :1. Temperatur terbentuknya endapan Silika (silica scale). Terbentuknya endapan di pipa salur tidak dikehendaki,

    karena akan menyebabkan terhambatnya aliran fluida keturbin. Untuk mencegah terbentuknya endapan maka pipaalir harus didisain sedemikian rupa sehingga temperaturfluida tidak lebih rendah dari temperatur terbentuknyaendapan. Fournier (1986)13) mengemukakan temperaturkelarutan silika (dalam ppm) dan terdiri dari bermacam-macam bentuk yaitu : quartz, chalcedony, - cristobalite,opal dan amorphous silica, masing-masing menunjukaanvariasi kelarutan yang berbeda-beda, Gambar-1.menunjukkan kelarutan jenis silika tersebut, umumnyaterjadi endapan quartz dan amorphous silica. Dari Gambar1, pada temperatur 325 oC, merupakan temperatur maksimal(kondisi reservoir) dengan kelarutan quartz maksimal 625ppm, sedangkan amorphous silika 1325 ppm, jika padatemperatur 301oC (dalam reservoir) terdapat kandunganamorphous silica 1220 ppm, maka belum terjadi endapan,jika temperatur produksi aliran di separator pada temperatur180 oC (tekanan pemisahan 10 bar), agar tidak terjadipengendapan kandungan silika jangan melebihi 825 ppm.

    2. Kandungan Non Condensable Gas yang kecil pada tekanankepala sumur yang dipilih. NCG merupakan gas yang tidakdapat dicairkan. Gas tersebut meliputi H2S dan CO2 jikaterlalu besar kandungan akan menyebabkan :a. Pengurangan daya yang di timbulkan turbin akibat

    beda entalpi yang masuk dan keluar turbin kecil .b. Timbulnya korosi pada peralatan yang dilalui fluida

    panasbumi yang berasosiasi dengan NCG.3. Kecepatan fluida di dalam pipa aliran dua fasa dan pipa

    aliran satu fasa uap.6,12)

    Batas kecepatan dalam pipa aliran dua fasa dan aliran satufasa perlu ditetapkan, batas kecepatan minimalmenggambarkan batas perpindahan panas untuk mencapaiproses adiabatis, sedangkan batas kecepatan maksimummenyatakan batas tidak terjadi pengikisan dinding pipabagian dalam. batas tersebut adalah:a. Batas kecepatan pada pipa aliran dua fasa, batas

    minimal 20 m/s dan batas maksimal 30 m/s.b. Batas kecepatan pada pipa aliran satu fasa uap, batas

    minimal 30 m/s dan batas maksimal 50 m/s.4. Adanya bagian turbin yang rusak

    Jika kualitas uap yang masuk turbin kurang memadaikarena kandungan kondensatnya terlalu tinggi, maka sudu-sudu turbin akan cepat terkorosi. Oleh karena itu perludilakukan pencegahan agar kondensat yang masuk keturbinsekecil mungkin, hal ini dapat dilakukan pada awal

    perencanaan pipa alir uap di permukaan, yaitu denganmenempatkan peralatan pembuang kondensat terutamajarak dan efisiensinya.

    5. Tekanan masuk turbin harus terpenuhi.Suatu turbin memiliki tekanan masuk yang ditetapkan,sehingga perlu menghitung kehilangan tekanan pada pipa

    untuk aliran dua fasa dan pipa untuk aliran satu fasa (uap),terhadap pemilihan tekanan kepala sumur, dinyatakan : Pwh= Kehilangan tekanan di pipa aliran dua fasa + Kehilangantekanan di pipa aliran uap + Tekanan masuk turbin

    6. Nilai uang saat sekarang yang tinggi.4,20)

    Untuk mendapatkan nilai uang sekarang yang tinggi,perolehan daya harus maksimal pada diameter (termasuktebal isolasi ) pipa salur tertentu.

    Syarat kesatu hingga kelima merupakan syarat teknis artinyaharus dipenuhi secara mutlak agar problema produksi dapatditekan sekecil mungkin selama kontrak sedangkan syaratkeenam merupakan syarat dari aspek ekonomi yang tidak harusmaksimum dipilih jika syarat aspek teknis terpenuhi. Padaprinsipnya bagian yang akan dioptimumkan dilakukansensitivitas, sedangkan data masukan lainny