Coal v Cekungan Batubara

download Coal v Cekungan Batubara

of 22

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    715
  • download

    6

Embed Size (px)

description

cekungan batubara

Transcript of Coal v Cekungan Batubara

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 1

    STTNAS Yogyakarta

    BAB 5 FORMASI DI INDONESIA YANG BERPOTENSI

    TERDAPAT BATUBARA

    Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Indonesia juga terletak pada zona lempeng yang aktif, sehingga sangat berpotensi terdapat eandapan batubara.

    Hampir di setiap pulau di Indonesia terdapat lapisan batubara, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua dengan karakteristik masing-masing yang berbeda. Biasanya batubara terdapat di cekungan-cekungan atau lembah-lembah.

    Cekungan batubara adalah penurunan akibat tekanan yang dialami oleh formasi batuan yang lebih tua yang telah mengandung endapan batubara. Cekungan batubara yang besar dapat mengandung satu atau lebih lapangan-lapangan batubara dengan penyebaran dapat mencapai ribuan kilometer persegi.

    Untuk mengetahui lapisan suatu batuan diperlukan pemahaman tentang stratigrafi, litologi dan formasi. Stratigrafi adalah lapisan batuan atau susunan batuan yang didasarkan pada umur batuan. Sedangkan litologi adalah lapisan atau susunan batuan yang didasarkan pada kenyataan di lapangan.

    Formasi adalah kelompok batuan yang memiliki ciri tertentu yang diberi nama khusus sebagai unit untuk keperluan pemetaan, referensi dan analisis. Formasi dapat diartikan sebagai unit batuan terkecil dalam klasifikasi stratigrafi yang dicirikan adanya persamaan litologi. Pada umumnya formasi diberi nama menurut daerah pertama kali unit tersebut ditemukan.

    Berikut ini akan dibahas formasi-formasi yang berpotensi terdapat batubara di Indonesia.

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 2

    STTNAS Yogyakarta

    1. Cekungan-Cekungan di Pulau Sumatra Di Sumatera Selatan, endapan batubara berumur Miosen-Pliosen tersebar pada

    cekunganSumatra Selatan dan terdapat pada formasi Muara Enim. Endapan tersebut telah mengalami intrusi andesit pada masa orogenesa Plio-Pleistosen, yang singkapannya dapat dijumpai di Bukit Asam, Air Laya, Suban, dan Bukit Tapuan. Endapan batubara terdiri dari lima lapisan yaitu Lapisan A (Lapisan Mangus), Lapisan B (Lapisan Suban), Lapisan C (Lapisan Petai), Lapisan Keladi, dan Lapisan Batubara Gantung (coal hanging seam). Ciri khusus endapan batubara tersebut adalah sebarannya yang terbatas, yang diduga disebabkan oleh banyaknya kelokan sungai yang mengalir ke dalam daerah pengendapan yang terdapat di ujung atau di antar endapan kipas aluvium.

    Di Sumatra Tengah, khususnya daerah di Sumatera Barat, endapan batubara tersebar pada cekungan antar gunung, atau yang lebih dikenal dengan Cekungan Ombilin yang memanjang searah dengan struktur utama Pulau Sumatera (barat laut-tenggara). Endapan batubara terdapat pada formasi Sawah Lunto yang berumur Eosen-Oligosen, terdiri dari tujuh lapisan batubara yang bila diurut dari yang berumur muda ke tua adalah Lapisan A, B (tiga lapisan), C dan D (dua lapisan).

    Jumlah cadangan batubara di Sumatera, termasuk yang terdapat di daerah Bengkulu dan Aceh diperkirakan sebesar 24,7 miliar ton, atau mencapai sekitar 67,9% dari cadangan Indonesia.

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 3

    STTNAS Yogyakarta

    Gambar 5.1 Formasi Tektonik Regional Di Pulau Sumatera

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 4

    STTNAS Yogyakarta

    Gambar 5.2 Stratigrafi Regional Cekungan Sumatera Utara

    (Caughey & Wahyudi 1993)

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 5

    STTNAS Yogyakarta

    5.1. Cekungan Sumatra Utara dan penerusannya Cekungan Aceh Utara Batuan-batuan yang terdapat dalam Cekungan Sumatera Utara dapat

    dikelompokan menjadi tujuh satuan lithostratigrafi, yaitu Formasi Prapat, Formasi Bampo, Formasi Belumai, Formasi Baong, Formasi Keutapang, Formasi Seureula dan Formasi Julurajeu. Formasi yang mengandung batubara: (a) Formasi Keutapang

    Formasi ini berumur Miosen Atas. Diendapkan diatas Formasi Baong, terdiri dari selang-seling antara batupasir, serpih dan kadang-kadang lapisan batubara muda. Batupasir lebih dominant pada bagian bawah dari formasi ini. Lingkungan pengendapan formasi ini adalah laut dangkal yang bersifat regresif.

    (b) Formasi Seureula Formasi ini berumur pliosen bawah. Formasi ini diendapkan selaras di atas formasi keutapang, terdiri dari selang-seling antara batubara dan serpih. Bila dibandingkan dengan formasi keutapang, formasi ini lebih bersifat lempungan dan kurang karbonan.

    (c) Formasi Julurajeu Formasi ini berumur Pliosen Atas. Formasi ini terletak selaras di atas Formasi Seureula, terdiri dari batupasir tufaan, lempung, lapisan batubara muda dan konglomerat. Formasi ini diendapkan pada lingkungan pantai hinggga darat.

    Perusahaan yang ada di formasi Seureula diantaranya adalah PT. Riau Bara Harum.

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 6

    STTNAS Yogyakarta

    5.2. Cekungan Sumatera Tengah

    Gambar 5.3 Stratigrafi Regional Cekungan Sumatera Tengah

    (After White,1975 dan Wongsosantiko,1976, in Eubank & Makki, 1981)

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 7

    STTNAS Yogyakarta

    Batuan-batuan yang terdapat dalam Cekungan Sumatera Tengah dapat dikelompokan menjadi lima satuan lithostratigrafi, yaitu Formasi Pematang, Formasi Sihapas, Formasi Telisa, Formasi Wingfoot dan Formasi Petani. Formasi yang mengandung batubara: Formasi Petani

    Formasi ini berumur Miosen Atas sampai Pliosen. Formasi ini diendapkan selaras di atas Formasi Wingfoot, terdiri dari batupasir tufaan, batulempung, konglomerat dan lapisan tipis batubara.

    5.3. Cekungan Sumatera Selatan Batuan-batuan yang terdapat dalam Cekungan Sumatera Selatan dapat

    dikelompokan menjadi tujuh satuan lithostratigrafi, yaitu Formasi Lahat, Formasi Talang Akar, Formasi Baturaja, Formasi Gumai, dan Formasi Palembang (Formasi Palembang terdiri tiga bagian, yaitu bagian bawah dengan Formasi Air Benakat, bagian tengan dengan Formasi Muara Enim dan bagian atas dengan Formasi Kasai. Perusahaan yang ada di formasi Palembang yaitu PT. Bukit Asam

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 8

    STTNAS Yogyakarta

    Gambar 5.4 Stratigrafi Sumatera Utara (Saito et al. 1985)

    Formasi yang mengandung batubara: (a) Formasi Lahat

    Formasi ini berumur Eosen sampai Miosen Bawah. Formasi ini diendapkan tidak selaras di atas batuan Pra-Tersier, terdiri dari tuf breksi berwarna ungu, hijau dan coklat, batulempung tufaan, breksi dan konlomerat. Ke arah bagian dalam cekungan, faciesnya berangsur berubah menjadi serpih, serpih tufaan, batulanau, batupasir, dan sisipan batubara. Pengendapan formasi ini diawali oleh endapan non marin, paludal,

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 9

    STTNAS Yogyakarta

    yang berangsur menjadi kondisi euxinic. Pada formasi ini ditemukan lapisan-lapisan tipis batugamping dan lapisan batuan sediment yang mengandung glaukonit, menunjukan lingkungan danau yang kadang-kadang berhubungan dengan laut terbuka. Diantara batuan-batuan sedimen yang dijumpai ada yang menunjukan ciri endapan kipas alluvial, endapan fluvatil dan endapan delta. Tebal formasi ini mencapai 300 m.

    (b) Formasi Talang Akar Formasi ini berumur Oligosen Atas sampai Miosen Bawah. Formasi Talang Akar diendapkan selaras di atas Formasi Lahat, terdiri dari batupasir, batupasir gampingan, batulempung, batulempung pasiran, dan sedikit batubara, pada bagian bawah dijumpai batupasir. Formasi ini diendapkan pada lingkungan fluvatil sampai delta dan marin dangkal yang menunjukan adanya transgresi marin. Pada beberapa tempat dijumpai batupasir di daerah tinggian (Pendopo High atau dekat paparan Sunda). Secara lateral, formasi ini berubah facies dengan formasi gumai. Ketebalannya mencapai 100 m. Formasi Talang Akar merupakan penghasil hidrokarbon di Cekungan Sumatra Selatan.

    (c) Formasi Muara Enim Formasi ini berumur Miosen Atas. Formasi ini diendapkan selaras di atas Formasi Air Benakat, terdiri dari batupasir tufaan, batulempung pasiran, dan batubara. Formasi ini menunjukan hasil endapan fase regresi, yang diendapkan pada lingkungan laut dangkal, payau dan paludal. Ketebalan dari formasi ini antara 150 m sampai 750 m.

    (d) Formasi Kasai Formasi ini berumur Pliosen. Formasi ini diendapkan selaras di atas Formasi

  • BATUBARA GENESA BATUBARA

    supandi.ver 1-2011 | 10

    STTNAS Yogyakarta

    5.4. Cekungan Ombilin Secara keseluruhan geomorfologi Sumatera, Cekungan Ombilin merupakan graben

    bagian tengah yang terletak diantara bagian timur dan barat bukit Barisan. Cekungan ini memanjang dari bagian selatan Solok sampai ke bagian baratlaut Payahkumbuh, dalam jarak kira-kira 120 km.

    Batuan-batuan yang terdapat dalam Cekungan Ombilin dapat dikelompokan menjadi tujuh satuan lithostratigrafi, yaitu Formasi Kuantan, Formasi Permian Silungkang, Formasi Triassic Tuhur, Formasi Brani, Formasi Sangakarewang, Formasi

    Sawahlunto, Formasi Sawahtambang, Formasi Ombilin dan Formasi Ranau. Formasi yang mengandung endapan batubara (a) Formasi Sawahlunto (b) Formasi Sawahtambang Perusahaan yang ada di formasi Sawahlunto diantaranya adalah PT. Bukit Asam dan PT. Allied Indo Coal.

    5.5. Cekungan Bengkulu Cekungan Bengkulu terletak di bagian tenggara Pulau Sumatera terdiri dari bagian

    di Pulau Sumatera dan di lepas pantai Pulau Sumatera. Secara umum cekungan ini berarah baratlaut tenggara sejajar dengan Pulau Sumatera dengan panjang kurang lebih 600 km dan lebar kurang lebih 150 200 km. Batuan-batuan yang terdapat dalam Cekungan Bengkulu dapat dikelompokan menjadi lima satuan lithostratigrafi, yaitu Formasi Hulusimpang, Formasi Seblat