CIPI CEMAS MENYELURUH

download CIPI CEMAS MENYELURUH

of 31

  • date post

    15-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    30
  • download

    1

Embed Size (px)

description

RSJ BUNGA RAMPAI

Transcript of CIPI CEMAS MENYELURUH

GANGGUAN CEMAS MENYELURUH

Pembimbing :Dr. Prasila Darwin, SpKJSilpi Hamidiyah (1102010270)Gangguan Cemas MenyeluruhAnsietas (Cemas) :Pengalaman subjektif, tidak menyenangkan dan tidak menentu yg menyadarkan individu akan ancaman bahaya dan memungkinkan utk bertindak mengatasi ancaman.

Gangguan Ansietas :Kondisi patologis dimana seseorang merasa cemas dan takut berlebih-lebihan terhadap situasi atau obyek yg sebenarnya tidak membahayakan yg disertai berbagai gejala fisik akibat hiperaktivitas otonom sehingga fungsi sosial, pekerjaan dan fungsi-fungsi lainnya terganggu.Ketakutan VS AnsietasKETAKUTANANSIETASRespon dari suatu ancaman yang sumbernya diketahuiRespon terhadap suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahuiStimulus bersifat eksternal dan Non-konflikStimulus bersifat internal dan konfliktual

Sumber ancaman jelasSumber ancaman tidak jelasContoh : takut hewan buas, pembunuhContoh : cemas tentang perselingkuhan, kemiskinanEPIDEMIOLOGIDi Eropa, GAD paling sering dijumpaiSekitar 12 % dari seluruh gangguan ansietas = GADPrevalensi sekitar 3-8% dari populasi umum (rata-rata 5%)Di Indonesia prevalensi GAD 2-5% dari populasi umumOnset : sering dimulai saat remaja dan dewasa mudaLebih banyak terjadi di lingkungan perkotaanPerempuan berbanding laki-laki = 2:1Tingkat komorbiditas tinggi bila disertai gangguan ansietas lain, gangguan mood (Panik, PTSD, OCD, Depresi Berat)Faktor stres cukup berperan terhadap GADETIOLOGIBeberapa teori :NeurobiologiGenetikPsikoanalitikPerilaku kognitif

Teori NeurobiologiAbnormalitas reseptor Benzodiazepin (BDZ) di lobus oksipitalis, basal ganglia, sistem limbik dan korteks lobus frontalis.PET : Penurunan metabolisme di ganglia basalis dan substansia alba otakHipotesis lain : Gangguan regulasi sistem serotonergikNeurotransmitter lain diduga memicu GAD : Asam gamma-aminobutyric (GABA), Norepinefrin, Glutamat dan Kolesistokinin.TEORI GENETIKTerdapat hubungan genetik pada GADSekitar 25% dari keluarga tingkat pertama penderita GAD menderita gangguan yang sama.Risiko GAD pada kembar :50% pada monozigotK15%pada dizigotTEORI PSIKOANALITIKAdanya konflik bawah sadar (ego dengan impuls id) yg tidak terselesaikan.Akibatnya : tidak dapat mengembangkan mekanisme pertahanan terhadap cemas tidak punya cara untuk menghindari kecemasan cemas berlebihanTEORI Kognitif-PerilakuPenderita GAD akan merespon suatu ancaman secara tidak tepat.Respon : pikiran yg terlalu negatif terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi ancamanRespon tersebut terbentuk oleh :- Perhatian yg selektif pd hal-hal negatif di lingkungannya- Adanya distorsi pada pemrosesan informasiGAMBARAN KLINISPenderita datang ke dokter :Keluhan fisiknya (somatik)Perilaku mencari perhatian (seeking behavior).Hendaya fungsi sehari-hari berupa :Penurunan kemampuan bekerjaPenurunan hubungan sosialPenurunan aktivitas rutin

Pada anak : Kebutuhan berlebihan utk ditenangkan (reassurance), serta keluhan somatik berulang yg menonjol.

KETEGANGAN MOTORIKHIPERAKTIVITAS OTONOMKEWASPADAAN KOGNITIFKedutan otot atau gemetaranNafas pendek, terasa berat, sesak napasGangguan tidur (Sulit memulai tidur, tidur tidak nyenyak, sering terbangun saat tidur)Otot tegang, kaku, pegal linuJantung berdebar-debarMudah kaget/terkejutTidak bisa diam, selalu ada yang digerak-gerakkan seperti kaki atau tangan atau bendaKeringat berlebih, telapak tangan basahSulit berkonsentrasiMudah lelah dan letihMual, mencret, perut tidak enak, nyeri ulu hatiMudah tersinggung dan marahWajah tegangMuka panas, memerah/pucatMulut keringSering buang air kecilMengamati lingkungan secara berlebihan sehingga perhatian mudah teralihKepala pusing, seperti melayang, terasa ringanTidak sabaranKulit terasa aliran dingin/panas, seperti kesetrumSukar menelan, kerongkongan tersumbatKRITERIA GAD (PPDGJ-III)Kecemasan sebagai gejala primer, terjadi hampir setiap hari selama beberapa minggu sampai beberapa bulan, tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi tertentu (sifatnya free floating atau mengambang)Gejala-gejala mencakup unsur-unsur berikut :Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb)Ketegangan motorikOveraktivitas otonomikAnak-anak : kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan (reassurance) serta keluhan somatik berulang yg menonjol.Gejala lain yg sifatnya sementara seperti depresi, tidak membatalkan diagnosis GAD, selama tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif, gangguan ansietas fobik, gangguan panik, atau gangguan obsesif-kompulsif.

KRITERIA GAD (DSM IV)Kecemasan berlebihan, hampir tiap hari, selama min. 6 bulanPenderita merasa sulit mengendalikan kekhawatirannyaHarus disertai min. tiga dari enam gejala berikut : 1. Kegelisahan 2. Menjadi mudah lelah 3. Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong 4. Mudah marah dan tersinggung (iritability) 5. Ketegangan otot 6. Gangguan tidur (sulit memulai tidur, tidur tidak nyenyak)Fokus kecemasan tidak terbatas pada gangguan Axis IGangguan bermakna pd klinis, fungsi sosial atau pekerjaannya.Gangguan bukan akibat efek zat (drug abuse, pengobatan) atau kondisi medis (hipertiroidisme) dan tidak terjadi semata-mata selama gangguan mood, gangguan psikotik atau gangguan perkembangan pervasif.TATALAKSANAPSIKOTERAPI :Cognitive Behaviour therapy (CBT)Psikoterapi Berorientasi Tilikan (Insight)Terapi suportif

FARMAKOTERAPI : ANTIANSIETASBenzodiazepinNon-Benzodiazepin :Buspiron, SNRI, SSRIAntidepresan TrisiklikAntidepresan Atipik

COGNITIVE BEHAVIOR THERAPYTeknik CBT ada 4 cara :a) Exposure TheraphyPasien dihadapkan pada benda atau situasi yg dicemaskannyab) Cognitive TheraphyPasien dilatih utk mengidentifikasi pikiran-pikiran kecemasannya lalu diganti dengan respon yg lebih positif dan menyingkirkan pikiran yg tidak membantu dalam mengatasi kecemasan. Dengan kata lain, pasien belajar untuk memikirkan berbagai hal yang kurang menakutkan dari kejadian itu.c) Interpersonal Skill TrainingPasien dilatih untuk sering berkomunikasi interpersonald) RelaksasiPasien dilatih merespons kecemasan dg rileksasi.PSIKOTERAPI BERORIENTASI TILIKANPasien diajak utk mengungkap konflik bawah sadarnya yg mendasari dan menjadi sumber kecemasan di masa lalunya.Terapi ini menilik egostrength, relasi obyek, serta keutuhan self pasien.Tujuan :Memperkirakan sejauh mana pasien dapat diubah agar mekanisme pertahanannya menjadi lebih maturMemfasilitasi pasien utk beradaptasi dalam fungsi sosial dan pekerjaannya.

TERAPI SUPORTIFPasien diberikan reassurance dan kenyamananDigali potensi-potensi yg ada dan belum tampak, Didukung egonyaTujuan : agar bisa lebih beradaptasi dalam fungsi sosial dan pekerjaannya.

BENZODIAZEPIN (BDZ)Mekanisme Aksi : Meningkatkan aktivitas GABA presinapsKeunggulan : kerja cepat, mampu mengatasi ansietas dan meredakan gejala somatik dengan segera, Spektrum klinis luas (ansiolitik, antikonvulsan, anti-insomnia dan premedikasi bedah)Kelemahan : Toleransi, withdrawal, reaksi paradoksal (gelisah, hiperaktivitas, agresif, perilaku kekerasan)Hindari pada pasien dg riwayat drug abuse, alkoholESO : Semua BDZ menyebabkan sedasi, gangguan konsentrasi, amnesia anterograde.

BENZODIAZEPINJENISKETERANGANDiazepam-Dosis : 2-10 mg, 2-4 kali sehari (oral) atau 2-10 mg/IV atau IM 2-4 kali sehari. Dosis maksimal 30 mg/8jam-Keunggulan : efektif untuk meredakan spasme otot akibat gangguan UMN.-Efek Samping serius : depresi napas, neutropenia, ikterik, phlebitis bila injeksi terlalu cepat, efek lokal berupa nyeri, bengkak Carpal Tunnel Syndrome dan nekrosis jaringan lokal.Clonazepam-Dosis : 0.25 mg oral 3 kali sehari, dapat ditingkatkan jadi 1 mg/hari setelah hari ke 3 (dosis maks 4 mg/hari)-Kadar puncak plasma 2-4 jam setelah pemberian oral/rektal-Keunggulan : indikasi multipel seperti menekan myoklonik, akinetik, kejang petit mal dan menekan distonia tardive-Efek samping : gangguan koordinasi, memori, disarthria, ataksiaChlordiazepoxide-Dosis : Ansietas ringan 5-10 mg oral 3-4 kali sehari, Ansietas berat 20-25 mg oral 3-4 kali sehari-Pasien di monitoring selama 3 jam setelah mengkonsumsi obatLorazepam-Dosis : inisial 2-3 mg, 2-3 kali/hari (bila diperlukan), dosis maks 10 mg/hari. Maintenance 2-6 mg/hari, 2-3 kali/hari-Hindari pemberian pada pasien depresi atau psikosis.-Waktu paruh pendek, tdk ada akumulasi obat pada dosis terapi sehingga cocok utk pasien kelainan fungsi hati dan ginjalAlprazolam-Dosis : 0.25-0.5 mg, 3-4 kali/hari selama 6-8 hari (Dosis maks 4 mg/hari)-Kehamilan : floppy infant syndromeBUSPIRONDosis : 10-15 mg, 2-3 x/hari, dapat dinaikkan sebanyak 5 mg/hari tiap 2-3 minggu sampai dosis 15-30 mg/hari (dosis maksimal 60 mg/hari)Mekanisme aksi : Agonis 5-HT1A yg mempengaruhi kinerja serotonergik di SSP dan mempengaruhi aktivitas dopaminergik.Keunggulan : Risiko withdrawal kecil, efek kognitif dan psikomotornya rendah cocok utk pasien manula.Kelemahan : efek baru dirasakan setelah 2-3 minggu, tidak efektif pd pasien dg riwayat withdrawal BDZSELECTIVE SEROTONIN REUPTAKE INHIBITOR (SSRI)Keunggulan : Lini pertama terapi jangka panjang, waktu paruhnya panjang sehingga diberikan sekali sehari.Indikasi : Panic Disorder, General Anxiety Disorder, Social Anxiety dan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)Efek Samping Berbahaya : Perilaku Suicide pada dewasa muda

JENISKETERANGANSertralin-Dosis : 25 mg oral sekali sehari, dapat dinaikkan sebanyak 25 mg/hari setiap interval 1 minggu, dosis maksimal 200 mg/hari-sediaan : (Tablet) 25 mg, 50 mg, 100 mg, (Sirup) 20mg/mL-Kehamilan : PPHN (Persistent Pulmonary Hypertension of the Newbron)Paroxetin-Dosis : 20 mg oral sekali sehari, dinaikkan 10 mg tiap minggu (dosis maksimal 50 mg/hari)-ES Serius : sindrom serotonin, pikiran suicide, TEN/SJS,-Kehamilan : Teratogenik (malformasi kardiovaskular)Fluoxetin-Dosis : inisial 20 mg oral sekali sehari, dinaikkan setelah beberapa minggu, sebanyak 20 mg/hari (dosis terapi 20-60 mg), dosis maksimal 80 mg/hari-Masa paruhn