Cinta dan tahajud terakhirku satu

download Cinta dan tahajud terakhirku satu

of 46

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    1.029
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Cerita yang pertama kali saya tulis. . . berceritakan tentang kisah cinta antara Rey, Ifand dan Arvina . . tentu saja cerita ini mungkin bisa langsung ditebak oleh para pembaca mengenai cinta segitiga. tapi semuanya tentu saja tidak bisa kita terka begitu saja. konflik yang terjadi, emosi diri sangat bervariasi. untuk itu bacalah terlebih dahulu sebelum memberikan kesimpulan. selamat membaca

Transcript of Cinta dan tahajud terakhirku satu

  • 1. @rio_soeqer@rio_soeqer1 @Pertemuan Pertama agi ini udara yang keluar masuk dari jendela kamar terasa sangat dingin. Sinar mentari pagi yang masuk ke kamarku menjadikan ruangan dan badanku terasa hangat, Aku langsung menuju kekamar mandi. Setelah selesai mandi dan keluar, mataku tertuju kepada sebuah kertas putih yang dilipat dan diletakkan diatas meja tepat disamping handphoneku. Kak hari ini Aku pulang kuliah agak telat karena ada tambahan jam mata kuliah. Oh ya tadi pagi Ayah menelphone katanya dua minggu ini belum bisa pulang kerumah. Secarik kertas itu ternyata pesan yang ditulis oleh Adikku, Rudi. Ya dia adalah Adik sepupuku dari desa. Dia adalah anak dari paman Roni dan Bi Ratih. Saat Rudi masih bayi Bi Ratih meninggal karena terserang penyakit, sedangkan paman Roni meninggal karena kecelakaan sewaktu Rudi masih duduk dibangku kelas 6 sekolah dasar. Sejak saat itu Ayahku membawanya ke rumah dan mengangkatnya sebagai anak. Bagiku walau Aku dan Rudi bukan saudara kandung,tapiia adalah Adik yang sangat baik untukku. Kami seringmenghabiskan waktu berdua. Karena Aku sendiri adalah anak semata wayang. Aku senang dengan diangkatnya Rudi menjadi Adikku, karena Aku bisa memiliki teman bermain, bercanda dan bercerita dirumah. Walaupun Aku dua tahun lebih tua darinya, tapi Rudi mempunyai sifat lebih lebih dewasa dariku.1

2. @rio_soeqer@rio_soeqerAyah dan Ibuku jarang pulang kerumah karena urusan Bisnisnya di Luar Kota, selain Rudi dirumah ada Bi Darsih dan Bi Minah. Merekalah yang mencuci pakaian dan menyiapkan kami masakan serta Pak Mahmud yang bertugas sebagai penjaga malam. Kadang Aku merasa bahwa Ayah dan Ibuku tidak menyayangiku sebagai anak, karena terlalu sibuk dengan pekerjaanya. Tapi pendapatku tersebut tidak selamanya benar, toh mereka bekerja juga demi mencukupi kebutuhanku dan Adikku. Apalagi sekarang ini, Aku dan Adikku mengeluarkan banyak biaya untuk keperluan kuliah. Waktu sudah menujukkan pukul delapan pagi, ini hari pertamaku praktek di SMA Harapan Bangsa. Memang serasa sedikit malas untuk berangkat, lebih lagi hari ini hari senin. Rasa malas dalam hatiku semakin bertambah. Aku berusaha melepas rasa malas. Ku ambil Tas Punggungku. Tak lupaku masukkan Laptop, Chargeran Handphone, Parfum, sisir dan sebotol air mineral. Ya itulah barang pokok yang harusku bawa setiap pergi keluar ataupun kuliah. Pulang dari tempat praktek Aku langsung menuju ke Sanggar Kretifitas Delapan. Selain kuliah kesibukanku adalah mengajar di sebuah sanggar seni yang ada di Kota ini. Ada Delapan orang yang mengurus sanggar ini sehingga kami berikan nama Kreatifitas Delapan. Bang Fey merupakan pencetus, pendiri dan bertindak selaku ketua. Selain itu ada Mba Indah wakil ketua, Bendahara Mba Wati ,Sekretaris Rahmat dan seterusnya anggota, yaitu Aku, Aris, Mawar, dan Hery. Mereka semua adalah keluarga kedua bagiku. Selain Adikku Rudi, merekalah yang selalu menghiburku. Terlebih lagi dengan Rahmat dan Mba Indah yang begitu konyol dan kocak.2 3. @rio_soeqer@rio_soeqerBelum sempat masuk kedalam sanggar, Rahmat memanggilku dan sedikit mengajak berbincang soal Praktek di Sekolah-sekolah yang di berikan kampus. Rei. . . bagaimana prakteknya di SMA Harapan Bangsa..? lancar-lancar aja kan? Tanya Rahmat kepadaku Alhamdulilah, , semua berjalan dengan baik. . kalau kamu gimana? Lancar sih, , tapi di SMA Pelita cukup susah siswa-siswinya, agak nakalnakal jawab Rahmat dengan nada lirih. Hahaha. . coba kemarin kamu gabung saja denganku, , kamu sih kuajak bareng di SMA Harapan Bangsa tidak mau.. Woi, , kamu ini, , malah ngerumpi di luar, Bentak Bang Fey dengan nada tinggi. Mendengar suaranya tersebut, Aku dan Rahmat serasa terhipnotis, langsung berjalan masuk ke gedung sederhana tempat kami latihan dan mengajar. Kami semua sudah terbiasa dengan bentakan bang Fey, yah diantara kami ber delapan Bang Fey lah yang lebih berumur. Dan kami semua menjulukinya Datuk Seni. Pengalaman Bang Fey di bidang Seni Cukup banyak terutama theater, band, melukis dan menyanyi. Sampai didalam ruangan kulihat kesibukan teman-teman kreatifitas Delapan yang sedang mengajari anak-anak , mulai siswa SD sampai SMA bahkan ada juga Mahasiswa yang belajar di Sanggar Kami ini. Terlihat Rahmat dengan postur tubuhnya yang besar sedang mengajari beberapa siswa membaca puisi dengan baik. Dengan suaranya yang besar dan mimik wajahnya yang lucu membuat batinku tertawa. Disudut lain kulihat sibuknya Bang Fey yang sedang mencari naskah theater yang baru.3 4. @rio_soeqer@rio_soeqerAku masih sedikit letih, jadi Aku duduk di kursi tepat diatasnya ada kipas angin kecil yang berputar. Sambil menikmati angin yang berhembus keseluruh tubuh mataku tertuju ke sudut ruangan sanggar sebelah kanan. Terlihat Mawar dan Mba Indah sedang mengajar Tari Tradisional. Ada tiga perempuan yang sedang diajarinya. Aku terus memandangi salah satu dari ketiga perempuan itu. Terlihat gerakan tubuhnya begitu lunglai dan indah dibandingkan dengan yang lain. Gerakan-gerakan tangannya begitu lembut. Mataku yang tak henti memandanginya. Wajahnya yang begitu manis dan parasnya begitu cantik. Pakaian yang dikenakan hampir semuanya bewarna ungu. Itu membuat Aku bertambah senang memandanginya. Sepertinya Aku telah terhipnotis olehnya. Ada gejolak dalam hati yang membujukku untuk mengetahui siapa gerangan namanya. Tapi Aku sedikit malu untuk melakukannya. Aku semakin dalam masuk kedalam lamunanku. Woi Rei, ,ngelamun saja kamu. . .! Tegur Aris sambil menepukpunggungku. Lamunan dan khayalku sontak hilang karenanya. Tidak apa-apa Ris, , , Cuma lagi malas saja. Jawabku mengelakkan candaaanya. Ah yang benar. . . daritadi ku perhatikan kamu memandangi peremuan yang berbaju ungu disana.! Asyik asyik. . ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama ni. . . .! Gurau Aris kepadaku. Mendengar gurauannya Aku langsung berfikir, apa benar yang dikatakan Aris itu. Aku memang terpesona olehnya. Tapi apa mungkin Aku jatuh cinta padanya. Inikan baru pertemuan pertama dengan perempuan itu, namanya saja Aku tak tahu.4 5. @rio_soeqer@rio_soeqer2 @Arvina Namanyarvina. Yah perempuan yang Aku pandangi tadi bernama Arvina. Saat berkenalan dan berjabat tangan suara yang keluar dari bibir tipisnya begitu lembut. Aku masih terngiang suaranya saat ia menyebutkan namanya, Arvina. Dia adalah siswa baru yang sedang belajar tari tradisional di sanggar kreatifitas Delapan. Bersama dua orang temannya. Mereka bertiga adalah mahasiswa semester dua Di STMIK Dinamika. Sebelumnya Aku terkejut saat dia mengatakan dan menyebutkan nama kampusnya. Kampus itu adalah tempat Adikku Rudi menimbang ilmu. Dalam hatiku bertanya-tanya, apa Rudi tau dan mengenal perempuan itu. Aku semakin penasaran. Penasaran yang cukup besar, Aku ingin tahu semuanya tentang Arvina. Sejak perkenalan di sanggar tadi Aku selalu teringat wajahnya, tutur sapanya yang terus terbawa hingga aku sampai dirumah. Lagi lagi Aku terjerat dalam lamunanku. Aku terbayang bayang dirinya. Bayang wajahnya terus merasuk pikiranku. Ini perasaan tak benar. Aku tak pernah merasakan seperti ini. Apa Aku jatuh cinta. Apa Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku semakin dalam merasuk dalam dunia khayalku. Tak lama Aku terdengar suara langkah kaki. Kemudian suara pintu kamar yang terbuka. Aku tahu suara langkah kaki siapa itu. Itu pasti Rudi. Yah. . dia baru pulang dari kuliahnya. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar dan menuju kekamar Rudi.5 6. @rio_soeqer@rio_soeqer Rud. . kau sudah pulang ya,,,? Bukakan pintu, ada yang mau Kakak tanyakan! panggilku sambil mengetuk pintu kamar Rudi berulang kali. Ya kak. . masuklah pintunya tidakku kunci ! sahut Rudi dari dalam kamar. Aku langsung membuka pintu. Kulihat Rudi terbaring diatas kasurnya yang rapi. Berbeda dengan kamarku yang selalu berantakan. Kalau gak dibereskan oleh bi Minah pasti kamarku sudah seperti kapal pecah. Ada apa Kak. . ? apa yang mau Kakak tanyakan..?. . .! Tanya Rudi penasaran. Beh . ada deh, , kamu ini pulang kuliah malam begini bukannya mandi dulu, ini malah tidur tiduran. Huh. . liat tuh badan lah kumel , Aku lagi malas, , Kak. Pikiranku lagu kacau.Aku bingung harusbagaimana..? ungkapnya dengan nada sedih. Mendengar setiap kata yang dilontarkan dari mulutnya Aku jadi mengurungkan niat untuk menanyakan sesuatu padanya. Aku jadi ingin tahu apa yang terjadi dengan Adikku ini. Tidak biasanya dia begitu. Ada apa Rud, , ayolah cerita dengan Kakak, siapa tahu Kakak bisa bantu. Pusing Kak mau cerita dari mana..? Aku bingung apa sih sebenernya mau perempuan itu, , sampai buat Aku begini. Kakak tau kan kak perempuan yang Aku pacarin sekarang. Sudah tiga minggu Aku jalani hubungan dengannya, tapi tak pernah Aku dianggap olehnya. Sekarang hanya masalah kecil, dia menyalahkan Aku, dia malah mutusin Aku tanpa sebab begini, ungkap Rudi dengan nada sedih dan sedikit emosi.6 7. @rio_soeqer@rio_soeqerMendengar ceritanya Aku pun ikut merasa sedih. Aku tau perasaan Adikku bagaimana. Aku begitu tau sifatnya bagaimana. Aku mencoba membujuknya, dan menasehatinya agar ia tak begitu terlarut sedih dengan masalahnya. Selama ini dia pacaran dengan perempuan manapun Aku tak pernah dikenalkan dengan pacarnya itu. Aku tak tau sekarang perempuan mana yang dipacarinnya. Kalau Aku tau, Aku pasti bisa membantunya untuk menjelaskannya kepada pacarnya. Selama ini Aku lihat Rudi memang sedikit Playboy. Seringkali dia cerita tentang pacar dan mantan mantanya. Selama ini Aku tak bisa selalu melarangnya, bahkan untuk pacaran, biarlah dia yang memilih. Sebagai Kakak angkat Aku hanya bisa menasehati dirinya. ***** Setelah malam tadi, pagi ini Aku lihat Rudi sudah sedikit melupakan masalahnya. Yah selama ini jika ada masalah sebesar apapun Ia tak pernah menunjukkan kesedihannya. Ia selalu tersenyum. Sejak kecil ia memang begitu. Aku bangga mempunyai Adik sepertinya. Saat sarapan Aku lihat Rudi begitu lahap makan seperti biasanya. Dibandingkan Aku yang makan sedikit, ia begitu lahap dan cepat. Mungkin jika dirumah ini di