Chap 4_Model Citra

download Chap 4_Model Citra

of 21

  • date post

    08-Jul-2015
  • Category

    Technology

  • view

    238
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Pertemuan 4, Teori Pengolahan Citra Digital

Transcript of Chap 4_Model Citra

PENERAPAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

MODEL CITRA DIGITALDhanar Intan Surya Saputra, M.KomSTMIK AMIKOM PURWOKERTO2014

Pembentukan Citra oleh Sensor Mata

Intensitas cahaya ditangkap oleh diagram iris dan diteruskan ke bagian retina mata.

Bayangan obyek pada retina mata dibentuk dengan mengikuti konsep sistem optik dimana fokus lensa terletak anta raretina dan lensa mata.

Mata dan syaraf otak dapat menginterpretasi bayangan yang merupakan obyek pada posisi terbalik.

Sistem Visual Manusia

Sistem Visual Manusia

Fovea dibagian retina terdiri dari dua jenis receptor:

Sejumlah cone receptor, sensitif terhadap warna, visi cone disebut photopic vision atau bright light vision

Sejumlah rod receptor, memberikan gambar keseluruhan pandangan dan sensitif terhadap iluminasi tingkat rendah, visi rod disebut scotopic vision atau dim-light vision

Sistem Visual Manusia Blind Spot

bagian retina yang tidak mengandung receptor sehingga tidak dapat menerima dan menginterpretasi informasi

Sistem Visual Manusia Subjective Brightness

Merupakan tingkat kecemerlangan yang dapat ditangkap sistem visual manusia;

Merupakan fungsi logaritmik dari intensitas cahaya yang masuk ke mata manusia;

Mempunyai daerah intensitas yang bergerak dari ambang scotopic (redup) keambang photopic (terang).

Sistem Visual Manusia Brightness Adaption

Merupakan fenomena penyesuaian mata manusia dalam membedakan gradasi tingkat kecemerlangan;

Batas daerah tingkat kecemerlangan yang mampu dibedakan secara sekaligus oleh mata manusia lebih kecil dibandingkan dengan daerah tingkat kecemerlangan sebenarnya.

Sistem Visual Manusia Cahaya dipancarkan dari sumber cahaya

Cahaya dipantulkan oleh object.

Cahaya yang dipantulkan ditangkap oleh mata atau camera

Cahaya adalah radiasi elektromagnetis yang menstimulir respons visual, dan diekspresikan sebagai distribusi energi spectral L(), dimana adalah panjang gelombang antara 350nm

Formasi Citra

Formasi Citra

Proses Akuisisi Citra

sumber cahayaobjeksistempencitraanbidang citraoutput : citra digitalProses Akuisisi CitraCitra Fungsi kontinu dari intensitas cahaya pada bidang dua dimensi.normalSumber Cahayaf(x,y)Permukaani(x,y)Pembentukan Citra(x,y) koordinat pada bidang dua dimensif(x,y) intensitas cahaya (brightness) pada titik (x,y) i(x,y) Jumlah cahaya yang berasal dari sumbernya (illumination)r(x,y) Derajat kemampuan obyek memantulkan cahaya (Reflection).

f(x,y) = i(x,y) . r(x,y)

dimana 0 < i(x,y) < dan 0 r(x,y) 1 Nilai r(x,y) = 0 mengidentifikasi penyerapan total Nilai r(x,y) = 1 mengidentifikasi pemantulan total

Pembentukan CitraCitra juga dapat dikelompokkan menjadi :

Citra tampak (foto, gambar, lukisan, apa yang nampak di layar monitor/televisi , hologram , dll)

Citra tidak tampak (data foto/gambar dalam file, citra yang direpresentasikan dalam fungsi matematis)

Pencitraan merupakan proses untuk mentransformasikan citra analog menjadi citra digital.

1. Kamera Digital2.Kamera Konvensional dan konverter analog to digital3. Scanner4. Sinar - X

Sistem Pencitraan (Imaging)Sistem Pencitraan (Imaging)

foto berwarna3x4scannerkomputercitra analogcitra digital

Sistem Pencitraan (Imaging)sebuah citra direpresentasikan dalam sebuah matriks yang berisi angka-angka

201 188 181 185 180 147 140 149 155 138 144 144 145 199 200 201 188 139 132 147 150 143 123 112 102 117 207 221 222 136 90 111 125 145 140 138 122 104 97 231 219 200 90 65 84 84 107 95 92 92 99 89 227 223 181 74 72 89 92 86 77 63 50 55 65 217 211 166 85 47 75 82 83 75 42 42 39 40 208 195 179 131 54 68 66 72 46 21 15 24 19 198 187 181 141 53 54 55 59 37 21 37 66 90 195 184 170 134 52 38 42 45 35 43 98 152 172 186 175 171 169 100 34 34 27 44 85 139 170 184 167 156 142 144 112 48 32 46 84 133 166 172 186 142 139 131 120 108 67 30 76 102 123 153 171 178 145 134 128 125 117 70 38 91 101 105 125 146 157

=Sistem Pencitraan (Imaging)(0,0)DxDyxyDxDyN-10jiN Pixel0M PixelM - 1Hubungan antara elemen gambar dan elemen matriksElemen GambarElemen MatriksMacam CitraCitra biner : Derajat keabuan/intensitas bernilai hitam dan putih.

Citra hitam putih : Derajat keabuan bergerak dari hitam ke putih

Citra berwarna : Terdiri dari 3 komponen warna, yaitu red, green dan blue. Intensitas warna 1 titik/pixel diperoleh dari kombinasi 3 derajat keabuan tersebut.

Indexed image : terdiri dari data matrix (X) dan colormap matrix (M). Tiap baris M terdiri dari nilai red, green dan blue. Warna tiap pixel diperoleh dari nilai X sebagai index ke colormap.Macam CitraBitmap Pemetaan Bit. Nilai intensitas pixel di dalam citra dipetakan ke sejumlah bit tertentu.Warna dalam citra bitmap kombinasi dari 3 warna :Red (R) , Green (G) , Blue (B).Citra dalam BMP ada 3 : 1. Citra biner nilai keabuannya hanya 0 dan 12. Citra greyscale nilai keabuannya 8-bit3. Citra berwarna nilai keabuannya 24-bitApabila sebuah foto berwarna berukuran : 3 in x 4 in diubah ke bentuk digital dengan tingkat resolusi scanner sebesar 500 dot per inch (dpi), maka berapa ukuran file foto tersebut ?

1 MByte (Mega Byte) = 1024 KByte (Kilo Byte) = 1048576 Byte = 8388608 bit1 KByte (Kilo Byte) = 1024 Byte = 8192 bit1 Byte = 8 bit

Referensi : Teori Pengolahan Citra Digital, Sutoyo (2009)Tugas :

Sekian