ceramah hioki

download ceramah hioki

of 6

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    29
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ceramah hioki

  • Peningkatan Kwalitas Daya Listrik

    www.tridinamika.co.id

    TRID

    INA

    MI

    NW

    SKA

    E

    TRID

    INA

    MI

    NW

    SKA

    E

    1

    Spirit of Excellencee ae-pap r vai ablel

    Penghematan adalah solusi terbaik dalam upaya menyiasati kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan salah satu bentuk excellence action dalam penghematan energi adalah meningkatkan kualitas daya listrik.

    PT.Tridinamika Jaya Instrument copyright@2010 - All Right Reserved

    Vol.4.11.2010

    berlangsung pada tanggal 28 Oktober 2010 di Gedung Jakarta Design Center. Dalam event rutin tiga bulanan TRIDINAMIKA tersebut, Pak Iwa

    yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian

    Sains dan Teknologi Universitas Indonesiamengemukakan bahwa konsumsi energi di Indonesia untuk menghasilkan satu buah produk termasuk boros bahkan mencapai 3 kali konsumsi energi n e g a r a m a j u seperti Jepang. Sedangkan konsumsi energi per kapita masyarakat Indonesia termasuk paling rendah di ASEAN. Hal ini tentunya akan sangat kontradiktif dan menunjukkan bahwa masyarakat di Indonesia yang daerahnya terjangkau oleh listrik memiliki sikap yang boros sementara daerah lain yang pasokan listriknya terbatas memiliki berbagai kendala dalam pemenuhan kebutuhan listrik. Hal senada juga di ungkapkan oleh Aditya Minarto selaku General Manager PT.TRIDINAMIKA JAYA INSTRUMENT, Kenaikan TDL adalah satu hal yang wajar karena tarif listrik kita tergolong murah jika dibandingkan dengan negara lain. Hal terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah melakukan pengehematan dengan cara mengoptimalisasikan penggunaan energi. Penghematan akan lebih dirasakan bila kita mampu mempertahankan lifetime dari peralatan listrik yang kita punya Di wilayah Jakarta ini terdapat kurang lebih dari 11.000 trafo dan

    erkenaan dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik yang dimulai pada semuanya harus segera diganti. Harmonisa telah menyebabkan beberapa bulan yang lalu, seruan tentang pengehematan kembali terjadinya derating pada trafo-trafo tersebut. Trafo mengalami overheat akrap terdengar baik di kalangan Industri maupun konsumsi sebelum mencapai rating puncaknya dan harmonisa adalah salah satu B

    rumah tangga. ak dapat dipungkiri bahwa persepsi masyarakat tentang T penyebab utama terjadinya overheat. Jika sebuah trafo mengalami penghematan energi terkadang selalu identik dengan mengurangi overload maka trafo tersebut akan overheat, namun trafo overheat belum konsumsi listrik. tentu disebabkan oleh overload, tambah pak Iwa berkenaan Penghematan adalah optimalisasi penggunaan energi, atau dengan

    peningkatan lifetime electrical equipment.kata lain kita berusaha untuk menggunakan energi serendah mungkin Dari beberapa penyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menghasilkan produksi yang se maksimal mungkin. Demikian permasalahan power quality haruslah mendapat perhatian yang lebih ditegaskan oleh Prof.Dr.Ir Iwa Garniwa, selaku nara sumber dalam talk karena efek dari buruknya power quality akan sangat terasa baik dalam show Customer Gathering PT.TRIDINAMIKA JAYA INSTRUMENT yang jangka pendek maupun jangka panjang. EDED

    Permasalahan tentang power quality pada dasarnya adalah semua permasalahan daya listrik yang berupa penyimpangan tegangan, arus dan frekwensi dari kondisi normalnya yang dapat menyebabkan buruknya kinerja peralatan konsumen.Bila mengacu UU No 30 Tahun 2009, permasalahan power quality di Indonesia seharusnya telah memiliki regulasi yang berkaitan dengan mutu kelistrikannya. Didalam pasal 28 undang-undang tersebut disebutkan bahwa pihak penyelenggara wajib menyediakan tenaga listrik sesuai dengan standar mutu yang berlaku. Sementara itu pasal 29 menyebutkan bahwa konsumen mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keadalan yang baik dan wajib menaati persyaratan teknis dibidang ketenagalistrikan.Bila ditelaah lebih detail sedikitnya terdapat 10 permasalahan power quality yang harus segera di regulasikan. Regulasi ini akan seperti ulangan dari regulasi beberapa tahun yang lalu ketika permasalahan power factor menjadi satu hal yang wajib untuk ditata sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. sTransien teganganKesepuluh permasalahan tersebut berkenaan dengan :

    s Sag/DIP (tegangan turun) dan Swell (tegangan naik)s Netral dan Groundings Flicker (fluktuasi naik turunnya tegangan secara periodik)s Distorsi Harmononisa

    1. Payung Regulasi Permasalahan Power Quality

    Gambar 1. Harmonisa, salah satu problem power quality yang harus segera diregulasi

    Prof Dr.Ir Iwa Garniwa MT menjelaskan tentang permasalahan Power Quality (insert : General Manager TRIDINAMIKA JAYA INSTRUMENT)

  • 2Spirit of ExcellenceVol.4.11.2010TR

    IDIN

    AM

    IN

    WS

    KA

    E

    TRID

    INA

    MI

    NW

    SKA

    E

    perkembangan yang luar biasa pesat. Penggunaan sistem kontrol s Noise (derau)berbasis elektronik, inverter, variable speed drive dan power supply s Interruption (pemadaman)switching memberikan kontribusi yang besar terhadap munculnya

    s Variasi Frekwensi harmonisa. s R.F.I (Radio Frequency Interference) Maraknya penggunaan beban non linier adalah sebuah jawaban dari s E.M.F (Electro Magnetic Force) tuntutan zaman yang mengharuskan tingginya tingkat efisiensi dari

    sebuah sistem elektrik. Tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran beban non s E.S.D (Electro Static Discharge)linier memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap sistem elektrik

    Beberapa sumber mengatakan bahwa permasalahan pada jalur netral dan grounding muncul akibat dari :s Instalasi tidak mengikuti standard-standard pemasangan listrik yang

    ada (secara tidak disengaja maupun tidak dimengerti)s Sambungan kabel ground maupun netral tidak sempurnas Adanya kemungkinan sambungan kendor atau terlepas akibat efek

    thermal maupun perangkatPermasalahan pada line netral dan grounding semakin diperparah dengan meningkatnya penggunaan beban-benar non linier. Pada news edisi 3 bulan oktober yang lalu telah dibahas bahwa beban non linier akan menghasilkan harmonisa dan harmonisa orde 3 akan berdampak pada penambahan arus netral hingga 1,7 sampai dengan 2 kali lipat arus fasa. Bila kondisi ini terjadi, dapat dipastikan beda potensial antara netral terhadap ground akan melebihi batas normal. Bila tegangan netral terhadap ground naik, dapat dipastikan pula tegangan fasa terhadap netral akan turun. Nilai rms tegangan yang rendah disertai flat top signal voltage adalah kombinasi mematikan yang dapat merusak beban-beban

    terutama dalam hal konsumsi daya. Disisi lain, pengematan daya yang dihasilkan harus kita bayar mahal dengan menurunnya lifetime dari sistem itu sendiri. Seperti kita ketahui bahwa peralatan elektrik maupun elektronik saat ini jauh lebih canggih dan efisien jika dibandingkan dengan peralatan serupa yang menjadi tren pada 10 tahun yang lalu. Namun peralatan modern nan canggih tersebut ternyata lebih rentan terhadap buruknya power quality terutama harmonisa.Sinyal harmonisa bersifat merusak dan proporsi perusakan sinyal harmonisa terhadap sinyal fundamental sering dinyatakan dengan istilah % THD F. Sedangkan hubungan distorsi harmonisa dengan penurunan nilai rms sinyal secara keseluruhan dinyatakan dalam % THD R. Semakin tinggi prosentase THD, maka semakin parah pula distorsi elektronik. Selain keberadaan harmonisa, ketidakseimbangan beban sinyalnya.(unbalance) dapat menyebabkan timbulnya arus pada jalur netral.Akibat yang ditimbulkan dari harmonisa adalah :Akibat lain yang ditimbulkan dari permasalahan power quality dalam netral s Meningkatnya aliran arus pada kawat netral bahkan dapat dan grounding adalah:

    mencapai 1,7 hingga 2 kali lipat dari arus fasa.s Benda kerja memiliki tegangan yang lebih tinggis Motor dan trafo akan lebih cepat panas (overheating) s Menyebabkan kemungkinan fatal terhadap jiwa manusia apabila

    sehingga mengurangi umur pemakaianterjadi hubung singkat pada salah satu peralatans Mengurangi efisiensi dari kerja transformer (derating)s Masuknya noise ke dalam sistem yang berdapak pada rusaknya

    peralatan s Munculnya noise berupa suara serta getaran-getaran mekanis (bising).s Terganggunya aliran data yang dapat menyebabkan eror di terminal

    maupun printer s Terbakarnya kabel / konduktor penghantar meskipun belum mencapai nilai maksimum

    s Circuit breaker tidak bekerja dengan sebagaimana Pada ulasan terdahulu (news edisi oktober) telah dibahas bahwa mestinyakehadiran distorsi harmonisa adalah sebuah konsekwensi logis dari s Kacaunya peralatan-peralatan yang menggunakan maraknya penggunaan beban-beban non linier. Sinyal arus maupun frekwensi 50 hz sebagai referensitegangan yang mengandung harmonisa tak lagi berbentuk sinusoidal. Di s Kerusakan pada peralatan elektronikdalam dunia industri, beban-beban non linier telah mengalami

    A. Netral dan Grounding2. Sumber Masalah Power Quality

    VLN = Beda potensial Line terhadap NetralVNG = Beda potensial Netral terhadap GroundVLN1 = Beda potensial Line terhadap Netral setelah terjadi penambahan arus netralVNG1 = Beda potensial Netral terhadap Ground setelah terjadi penambahan arus ne tral

    VLN1

    VNG1

    L

    N

    G

    VLN

    VNG

    B. Distorsi Harmonisa (Total Harmonic Distortion)

    Gambar 2. Ilustrasi naiknya tegangan Netral terhadap Ground

    Gambar 3. Sinyal yang mengalami distorsi harmonisa

    www.tridinamika.co.id PT.Tridinamika Jaya Instrument copyright@2010 - All Right Reserved

    Gambar 4. Tampilan pengukuran harmonisa menggunakan PQA 3196

  • sPersyaratan tentang limit harmonisa yang diperbolehkan tertulis dalam sIEEE , Recomended Practices and Requirements for Harmonic Control in sElectrical Power Systems Std 519-1992

    Sedangkan untuk THD sarus, besarnya THD yang diperbolehkan tergantung dari perbandi