Ce'Es Saku Digas

download Ce'Es Saku Digas

of 18

  • date post

    12-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Ce'Es Saku Digas

  • 7/23/2019 Ce'Es Saku Digas

    1/18

    SAKU DIGAS

    Sistem Alarm Kebakaran Untuk Disabilitas Menggunakan

    Gelang Auto SMS

    KATEGORI :

    PIRANTI CERDAS DAN EMBEDDED SYSTEM

    TIM CEES :

    Nur Lailatul Choiriyah

    Angga Wiratmoko

    Elis Maulidiyah

    KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    FAKULTAS ILMU KOMPUTER

    MALANG

    2015

  • 7/23/2019 Ce'Es Saku Digas

    2/18

    CEES | PIRANTI CERDAS| GEMASTIK 8

    A. LATAR BELAKANG

    Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan bagi setiap orang

    dan kecelakaan yang berakibat fatal. Dengan adanya perkembangan dan

    kemajuan pembangunan yang semakin pesat, resiko terjadinya kebakaran

    semakin meningkat. Penduduk semakin padat, pembangunan gedung-

    gedung perkantoran, kawasan perumahan, industry yang semakin berkembang

    sehingga menimbulkan kerawanan dan apabila terjadi kebakaran

    membutuhkan penanganan secara khusus. Bahkan menurut data dari

    http://geospasial.bnpb.go.id sepanjang tahun 2011-2014 terdapat lebih dari

    895 kasus kebakaran di Indonesia. Dan kasus kebakaran tersebut didonimasi

    kebakaran permukiman. Peristiwa munculnya api sampai menjadi

    kebakaran besar hanya butuh waktu dibawah 4 atau 10 menit. Setelah

    lebih dari waktu tersebut, api akan menjadi penuh dengan temperatur

    mencapai 600 sampai 1000 derajat Celcius yang akan sulit dipadamkan.

    Penyandang disabilitas merupakan masyarakat yang memerlukan

    perhatian khusus dari orang di sekitarnya. Karena saat ini jumlah penyandang

    disabilitas di Indonesia sudah cukup banyak.. Penyandang disabilitas di dunia

    mencapai satu milyar orang. Sedangkan di Indonesia mencapai 10 persen dari

    jumlah penduduk atau sekitar 24 juta orang. Penyandang disabilitas ini juga

    memiliki hak kesetaraan seperti orang lain. Bahkan telah diatur di Undang-

    undang antara lain UU No 4/1997 tentang Penyandang Disabilitas, Peraturan

    Pemerintah 43/1998 tentang Upaya Meningkatkan Kesejahteraan

    Penyandang Disabilitas, UU No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia yang

    menjamin bahwa setiap orang dengan disabilitas memiliki hak atas fasilitas

    dan perlakuan khusus. Untuk itu pemenuhan hak penyandang disabilitas

    ini perlu diperhatikan, apalagi jika menyangkut kebakaran. Dengan

    keterbatasan yang dimiliki perlu dikaji lebih mendalam tentang penanganan

    kebakaran bagi penyandang disabiltas.

    Pertolongan cepat tanggap ketika terjadi kebakaran sangat diperlukan.

    Pada banyak kasus kebakaran yang menimpa penyandang disabilitas,

  • 7/23/2019 Ce'Es Saku Digas

    3/18

    CEES | PIRANTI CERDAS| GEMASTIK 8

    terlambatnya pertolongan disebabkan kurang cepatnya informasi yang sampai

    jika telah terjadi kebakaran. Seperti pada kasus kebakaran balai latihan kerja

    difabel di jerman pada tahun 2012 yang menewaskan 14 orang (sumber :

    detik.com). Hal ini disebabkan penyandang disabilitas yang memiliki

    keterbatasan fisik tidak dapat memberikan informasi kepada orang lain secara

    cepat. Untuk itu perlu dibuat alat yang dapat memudahkan penyandang

    disabilitas memberikan informasi secara cepat kepada orang lain jika telah

    terjadi kebakaran di tempat yang ia tinggali.

    Maka dengan adanya permasalahan tentang kebakaran, pemenuhan hak

    disabilitas serta perlunya sistem yang dapat memberikan informasi skepada

    orang lain secara cepat, maka dibuatlah alat pendeteksi kebakaran yang dapat

    memberikan peringatan kepada penyandang disabilitas. Alat peringatan

    kebakaran untuk disabilitas telah kami buat sebelumnya dengan nama Getas

    Bakar, Gelang Untuk Disabilitas Sebagai Alat Peringatan Kebakaran. Alat yang

    sudah dibuat ini berhasil memberikan peringatan melalui getaran pada gelang.

    Gelang yang dihasilkan dapat digunakan tanpa menggunakan kabel. Untuk

    pengembangan selanjutnya alat ini dikembangkan dengan menambahkan fitur

    auto sms pada gelang yang dapat digunakan penyandang disabilitas untuk

    mengirimkan pesan singkat kepada orang lain ataupun unit pemadam

    kebakaran jika telah terjadi kebakaran. Dengan alat ini diharapkan pertolongan

    dapat segera dilakukan sehingga dapat mengurangi korban jiwa akibat

    kebakaran.

    B. TUJUAN DAN MANFAAT

  • 7/23/2019 Ce'Es Saku Digas

    4/18

    CEES | PIRANTI CERDAS| GEMASTIK 8

    Tujuan utama dari pembuatan alat ini adalah memberikan pemberdayaan

    kepada penyandang disabilitas serta mengurangi korban akibat terjadinya

    kebakaran. Sesuai dengan permasalahan di atas, hasil yang ingin dicapai dari

    pembuatan alat ini adalah :

    1. Membangun alat yang dapat memberi peringatan kepada penyandang

    disabilitas jika telah terjadi kebakaran.

    2. Membangun alat yang dapat memudahkan penyandang disabilitas meminta

    pertolongan kepada orang lain ketika terjadi kebakaran.

    3. Mengetahui cara kerja alat mengaktifkan vibrator untuk memberi

    peringatan ketika terjadi kebakaran.

    4. Mengetahui cara kerja sistem notifikasi kebakaran menggunakan auto sms.

    Manfaat yang bisa didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1) Bagi Perguruan Tinggi

    Program ini merupakan perwujudan dari Tridharma Perguruan Tinggi.

    Dengan dilaksanakannya program ini diharapkan dapat mengembangkan

    ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

    2) Bagi Mahasiswa

    Program ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas mahasiswa sebagai

    agen perubahan dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi

    masalah yang ada di sekitarnya.

    3) Bagi Masyarakat

    Dengan diterapkannya sistem ini diharapkan masyarakat terutama para

    penyandang disabilitas dapat mencegah kematian yang disebabkan oleh

    kebakaran.

    4) Bagi Pemerintah

  • 7/23/2019 Ce'Es Saku Digas

    5/18

    CEES | PIRANTI CERDAS| GEMASTIK 8

    Dengan diterapkannya sistem ini diharapkan dapat membantu tim

    pemadam kebakaran untuk mengurangi banyaknya angka kematian akibat

    kebakaran.

    C. METODE

    Metode yang digunakan dalam pembuatan karya adalah metode step by

    step Model. Disebut dengan step by step model karena tahap demi tahap yang

    dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.

    Berdasarkan metode ini maka pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi 4 tahap,

    yaitu Analisis, Implementation, Testing, Launching, dan Maintenance.

    Gambar 2 : step by step model

    1. Analisa

    Analisa dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan kondisi apa saja

    yang dihadapi dalam pembuatan sistem. Analisa ini terdiri dari studi

    literatur. Studi literatur yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji hal-hal

    yang berhubungan dengan teori-teori yang mendukung dalam

    perencanaan dan perealisasian alat. Adapun teori-teori yang dikaji adalah

    sebagai berikut:

    1) Sistem mikrokontroller arduino Mega

    2) Sistem kerja sensor temperatur

    3) Sistem kerja sensor api

    4) Sistem kerja sensor gas CO

  • 7/23/2019 Ce'Es Saku Digas

    6/18

    CEES | PIRANTI CERDAS| GEMASTIK 8

    5) Sistem kerja wireless vibrator

    6) Sistem kerja sms gateway

    7) Perubahan temperatur ketika kebakaran

    2. Implementasi dan Desain

    Pada tahap ini pembuatan sistem dilakukan sesuai dengan analisis

    yang telah dilakukan. Pembuatan sistem didesain sesuai pertimbangan

    kebutuhan untuk konsumen. Pada desain, gelang vibra dan alat pendeteksi

    kebakaran difungsikan secara terpisah. Fitur Auto SMS akan dipasang pada

    gelang sehingga penyandang disabilitas dapat dengan mudah mengirim

    sms notifikasi.

    3. Testing

    Tahap ini dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan yang ada di

    dalam sistem yang telah selesai dibuat. Pertimbangan berdasarkan testing

    yang dilakukan terhadap tester. Aspek penilaian dari keseluruhan sistem

    dilihat dari dua aspek yaitu:

    1) Apakah sistem pendeteksi kebakaran berjalan dengan baik.

    2) Apakah bunyi dari buzzer cukup kuat untuk memberitahu pengguna.

    3) Apakah gelang vibra bergetar saat temperatur mencapai maximum

    temperatur yang ditetapkan.

    4) Apakah fitur auto sms dapat digunakan dengan mudah dan dapat

    mengirimkan pesan sms secara cepat.

    5)

    Bagaimana jika salah satu komponen pada alat tidak dapat bekerja.

    4. Maintenance

    Maintenance adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk menjaga

    sistem agar tetap berada dalam kondisi terbaik. Proses maintenance

    meliputi pengetesan, penggantian, dan perbaikan. Ada dua jenis

    maintenance yang biasa dilakukan, yaitu:

  • 7/23/2019 Ce'Es Saku Digas

    7/18

    CEES | PIRANTI CERDAS| GEMASTIK 8

    1) Corrective maintenance, maintenancejenis ini memiliki kegiatan

    identifikasi penyebab kerusakan, penggantian component yang rusak,

    mengatur kembali control, dsb.

    2) Preventive maintenance, maintenancejenis ini memiliki tujuan

    mencegah terjadinya kerusakan peralatan selama operasi

    berlangsung. Maintenance peralatan dilakukan secara terjadwal

    sesuai dengan estimasi umur peralatan.

    D.ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

    1.

    Analisis Kebutuhan

    Analisis kebutuhan bertujuan untuk mendapatkan semua kebutuhan

    pada penelitian. Analisis kebutuhan yang dilakukan adalah mengidentifikasi

    jenis sensor yang digunakan, model gelang yang akan dibuat, alur auto sms

    yang akan dibangun serta sistem kerja base station. Analisis kebutuhan

    fungsional dari sistem meliputi:

    a. Sistem dapat memberikan peringatan dini kepada penyandang

    disabilitas ketika terjadi kebakaran.

    b. Sistem dapat mengi