Catherine Ienawi Anmal Li Skenario C

download Catherine Ienawi Anmal Li Skenario C

of 9

  • date post

    12-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Catherine ienawi anmal li skenario C.docx

Transcript of Catherine Ienawi Anmal Li Skenario C

NAMA : CATHERINE IENAWINIM : 0411 1281 419 139KELAS : ALPHALAPORAN HASIL BELAJAR MANDIRI TUTORIAL SKENARIO CA. ANALISIS MASALAH1. Bagaimana gejala, dampak, faktor resiko dan penyebab acute asthma exacerbation?Gejala : SOB Batuk Wheezing (mengi) Rasa sempit/ Ketat dan sakit pada dada Ekspirasi sulit Tidak membaik bahkan setelah menggunakan inhaler

Dampak : Kematian

Faktor Resiko : pada umunya yang punya asma beresiko mengalami acute astma exacerbation. Terutama jika si penderita : Pernah mengalami serangan asma parah sebelumnya Perlu menggunakan inhaler lebih dari dua kali dalam sebulan Punya penyakit saluran pernafsan kronis seperti sinusitis atau polip.

Penyebab : Hipersensitifitas dari sistem imun yang biasanya dipicu oleh debu, serbuk sari, bulu hewan, asap rokok, makanan, polusi, obat-obatan, aktivitas latihan (exercise), infeksi saluran pernafasan atas, GERD (maag), cuaca, emosi berlebihan, menstruasi, dan kehamilan.

2. Bagaimana gejala, dampak, faktor resiko dan penyebab common cold?3. Bagaimana mekanisme terjadinya fine rhonchi?4. Apa saja bagian musculosceletal yang berperan dalam respiratory?5. Bagaimana pola penurunan alergi?

B. LEARNING ISSUE1. Muskuloskeletal dalam pernafasan (mekanisme pernafasan)

Ada 2 Proses dalam pernafasan (ventilasi) : Ekspirasi dan Inspirasi Dalam Inspirasi, proses ini dapat dilakukan dengan dua cara (atau kedua-duanya) : Gerak naik turunnya diafragma Gerak mengangkat dan menekan costae Dalam Ekspirasi, proses ini dapat dilakukan juga dengan dua cara : Gerak rekoil diafragma dan costae Penarikan oleh Otot perut (External dan Internal Obliqua, Rectus abdominis, Transversus abdominis) Pada Inspirasi paksa biasanya ada juga otot leher yang bekerja yaitu Sternocleidomastoid dan Scalenes. Pada Ekspirasi paksa (atau Ekspirasi aktif) menggunakan Otot perut tadi untuk membantu mendorong isi perut ke atas supaya mendorong diafragma ke posisi semula.SINTESIS : Bernafas atau ventilasi adalah hal yang selalu dilakukan oleh makhluk hidup. Dalam kasus ini terjadi obstruksi saluran nafas oleh karena asma, sehingga Asmawati dalam inspirasi dan ekspirasi ( terutama dalam ekspirasi ) harus menggunakan otot tambahan (inspirasi paksa dan ekspirasi aktif). Ini akan memperburuk keadaan karena dalam keadaan inspirasi dan ekspirasi ini otot berkonstraksi lebih kuat dan perlu oksigen yang lebih padahal jalan masuk oksigen sedang terganggu.2. Anatomi Saluran pernafasan atas

Tiap Conchae bermuara pada Meatusnya kecuali Conchae superior yang bermuara pada os sphenoidalis

Muara SinusSINUSMUARA

MaxillarisMeatus Nasi Medius melalui hiatus semilunaris

FrontalisMeatus Nasi Medius melalui infundibulum

SphenoidalisRecessuss sphenoethmoidales

e. anteriorInfundibulum ke meatus nasi media

e. mediaMeatus Nasi media (pada/diatas Bulla Ethmoidalis)

e. posteriorMeatus Nasi Superior

3. Anatomi saluran pernafasan bawah

Cartilago 4 : Thyroidae, Cricoidae, Corniculata, Cuneiforme

4. Histologi saluran pernafasan Kartilago hialin

Kartilago Elastis (Epiglotis)

Otot Polos

Otot Lurik

Jaringan Ikat Mukosa

C. DAFTAR PUSTAKA1. Hall, J.E, Guyton, A.C. 2014. Guyton and Hall Medical Physiology, 12th Edition. Elsevier : Singapore.2. Sherwood, L. 2010. Human Physiology : From Cells to Systems, 7th Edition. Brooks/Cole Cengage Learning : USA.3. Snell, R.S. 2007. Clinical Anatomy by Systems. Lippincott Williams & Wilkins : USA.4. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma-attack/basics/risk-factors/con-20034148 1998-2014 Mayo Foundation for Medical Education and Research. All rights reserved.5.