CATATAN LEBARAN Menu Bahagia di Hari Raya · PDF filecerpen, puisi dan artikel ... Menu...

Click here to load reader

  • date post

    09-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    240
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of CATATAN LEBARAN Menu Bahagia di Hari Raya · PDF filecerpen, puisi dan artikel ... Menu...

ISSN NO: 2086-2083

Ongkos Cetak Rp. 10.000

EDISI NO.7 TAHUN KE-39/ JULI 2015

CATATAN LEBARAN

Menu Bahagia di Hari Raya

2

TIM REDAKSI TR

Pembina :Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama

Provinsi Sumatera Barat

Pengarah :Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian

Agama Provinsi Sumatera Barat

Anggota Pengarah :

Kabid Dan Pembimas di lingkungan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumatera

Barat ,Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten/

Kota Se-Sumatera Barat

Pemimpin Redaksi :H. M. Rifki, M.Ag (Kepala Subbag Informasi dan

Humas)

Wakil Pemimpin Redaksi :Amrizal, M.Ag

Sekretaris :Risna Yanti, S.Sos.I

Wk.Sekretaris :Al Fajri, SHI., MA

Bendahara :Muslimah ,S.Th.I., M.Ag

Dewan Redaksi :Abrar Munanda, M.Ag | Amrizal, M.Ag | Ulil Amri, MA | Anton Akbar, M.Ag | Metra Suryati, S.Ag |

Risna Yanti, S.Sos.I | Muslimah, S.Th.I.,M.Ag | Efrian, S.Kom |

Ariesta Nurman Sasono, S.Hi | Rhama Eka Putra, ST | Fitra Dewi, A.Md

Kontributor Kanwil :Drs. Zilwadi | Dra. Hj. Nurjamiah Azfa Manik |

Ariesta Nurman Sasono, S.Hi | Zulfahmi, S.Ag | Welhendri, S.Ag., MA |

Taslim Perdana, S.Kom | M.Rida, SE | Elvira Hayu,S.Kom

Reporter Daerah :Syafrizal | Agussalim |

M. Yusuf Aunur Sabri | Mardinata Jalpida | Zulkifli | Afdhal Dinilhaq |Andri Susanto | Alfia Pharma | Nori Bahar| Suhardi | Fakhmi | Milaul Hamdi | Rita Royani | David Abdullah | Azwar Hadi | Emi

Ratna Aprilana | Abuzar Ghafari | Syamsul Bahri | Diana | Yonadri | Zulhafendi | Fransica Zola | Indra

Gunawan |

Design Grafis :Efrian, S.Kom

Ade Putra, S.Kom

Sirkulasi :Arman, SE | Pranoto | Parman

| Zulfariswan S.Sos |

Alamat Redaksi :Kanwil Kemenag Sumbar Jl.Kuini No.79 B Padang,

Telp.(0751) 28220, 21686, Fax. (0751) 22583Website : http://sumbar.kemenag.go.id

email : [email protected]

Rekening PAB: Majalah PAB Kanwil Kemenag Sumbar

Bank Nagari Syariah Cab.Padang :No. Rek: 7100.02.20.12049-4

Percetakan : CV Sejahtera - Jakarta

Tim Redaksi menerima tulisan berbentuk cerpen, puisi dan artikel dari pembaca dan siswa

madrasah. Tulisan tersebut dikirim ke email : [email protected]

Penanda Tanganan Prasasti Peresmian Pintu Gerbang MAN 2 Padang oleh Kakanwil didampingi Kakan Kemenag dan

Ketua DWP Hj.Agrina Salman (25 I 5).ulil

Kakanwil didampingi Ketua DWP, Kakan Kemenag Kota Padang dan Kepala RA Mewisuda murid RA Ikhlas di Aula

Kanwil, Selasa (9 Juni). Rina

Kakanwil Kemenag H. Salman Menjadi Penceramah Perdana Program Ramadan babuko Basamo kerja sama Kemenag

dengan TVRI Sumbar (18-6)..ulil

3

LAPORAN KHUSUS

SEPUTAR KANWIL

BERITA DAERAH

FOKUS UTAMA

FOKUS UTAMA

FOKUS UTAMA

11

12

9

7

4

20

30

LAPORAN PILIHAN

SEPUTAR KANWIL

FOKUS UTAMA

KARISMA

BERITA DAERAH

ARTIKEL

Pembaca yang budiman. Di awal penerbitan majalah edisi Juli 2015 dan dalam suasana Ramadhan 1436 H, segenap redaksi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H dan selamat menyongsong hari kemenangan 1 syawal. Kami juga mohon maaf atas keterlambatan kedatangan majalah edisi Juni lalu, hal itu di sebabkan karena persoalan teknis pendistribusian.

Pada edisi ini, Redaksi PAB mengupas tentang semangat Lebaran sebagai wujud rasa kebahagiaan umat Muslim setelah berpuasa selama sebulan penuh, mulai dari penelusuran seluk beluk lebaran, artikel, cerpen hingga puisi memenuhi ruang edisi kali ini. Semoga kita di beri anugerah oleh Allah SWT prediket Takwa sebagaimana yang di janjikan Allah bagi orang yang berpuasa dengan sempurna. Kita juga bermohon kehadirat Allah, kiranya Ramadhan kali ini bukanlah Ramadhan terakhir dalam hidup kita, sehingga di Ramadhan 1437 H, kita masih diberikan kesempatan untuk menambah amal ibadah kepada-Nya..

Sebagai implementasi terhadap nilai-nilai Ramadhan yang telah kita lewati, maka segenap redaksi PAB menghimbau segenap masyarakat kiranya dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kederhanaan jauh dari unsur hura-hura, foya-foya dan berlebih-lebihan.

Semoga Ramadhan tahun ini membuat kita makin peka terhadap nasib dan kehidupan kaum dhuafa. Selama Sebulan kita telah merasakan bagaimana nasib orang miskin yang makan hanya dua kali sehari sebagaimana kita makan hanya di saat sahur dan berbuka, bahkan ada di antara kita yang merasakan bagaimana orang fakir yang makan sekali sehari sebagaimana kita makan sekali sehari karena tidak sempat sahur, karena ketiduran.

Kiranya empaty terhadap penderitaan fakir miskin juga telah kita tunaikan dalam bentuk pembayaran zakat fitrah menjelang shalat idul fitri. Allah akan kecewa jika di hari Lebaran masih ada tetangga dan masyarakat fakir miskin yang kelaparan, tentu saja akan berimbas kepada masyarakat sekitarnya, dan bisa jadi amal ibadah puasa disekitar si miskin itu tidak sempurna di di terima Allah SWT.

Pembaca setia PAB, tayangan dokumetasi kegiatan yang di kemas dalam laporan daerah, tetap menjadi muatan wajib di majalah edisi kini, di samping tulisan dan laporan lainnya. Sekali lagi kami ucapkan selamat menikmati sajian PAB. Terima kasih.. ( Rifki)

DAFTAR ISI

Salam Redaksi

Selamat Meraih Kemenangan

53

LAPORAN UTAMA

LAPORAN KHUSUS

Menu Bahagia di Hari Raya

Menu Bahagia di Hari Raya

Madrasah Persembahkan Prestasi Nasional untuk Sumbar

Wisuda ke 31, Lulusan RA Ikhlas Me-ningkat 100 Persen

Senandung Alquran dari Jantung Kota Padang untuk Pelosok Negeri

PPSN Kombinasi Mentalitas Santri dan Pramuka

RA di Sumbar Mulai menggeliat dengan Prestasi

Kemenag Lima Puluh Kota Terus Bersolek

LAKSANAKAN KEGIATAN SESUAI ATURAN, PROPOSIONAL DAN PROFE-

SIONAL

4 44

Catatan Lebaran

Menu Bahagia di Hari Raya ABDULLAH KHUSAIRI

Siapa yang pernah mengalami hal ini? Bagi yang pernah, inilah trage-di paling mengerikan bagi lidah keti-ka selera sampai di ujungnya. Saat sel-era sedang tinggi untuk makan renda-ng masakan orang tercinta di hari raya Idul Fitri, pada saat itu pula yang ter-gigit bukan daging. Langkuas! Bumbu yang tak berbeda dengan daging-dag-ing dalam balutan serbuk cokelat kehi-tam-hitaman itu.

P eristiwa ini juga diabadikan pa-da banyak foto-foto yang ada di jeja-ring sosial dan dunia maya, seperti di Facebook, Twitter, BBM, Linked, Path, Instagram, dll. Dikirim dari akun yang satu ke akun yang lain, mungkin seb-agai hiburan. Bagi mereka yang pernah mengalaminya, akan senyum-senyum melihatnya. Senyum dikulum-kulum.

Ondeh mandeh, indak ba saka! Suaranya tertahan. Mulutnya penuh. Berbuka puasa hari itu, ia menggeru-tu. Aroma Onde-onde yang sejak dihi-dangkan sangat menggoda selera teta-pi saat dikunyah satu, ternyata terpil-ih yang indak ba saka. Pada saat itu, bermacam-macam reaksi orang. Yang jelas, menggerutu dan sakit hati. Sel-era makan onde-onde tertahan di li-dah. Termakan sudah, terasa sudah, tapi ada yang kurang. Tak bergula di dalamnya!

Minuman dingin segera diraih, agar Onde-onde segera masuk ke pe-rut. Lalu ambil yang satu lagi dengan segenap harapan Onde-onde pakai gu-la di dalamnya. Terbayang, betapa menderitanya mereka yang meneguk paksa Onde-onde itu. Wajahnya tentu masam ketika itu.

Oi ayai... tagigik lado... Ini di peristiwa lain lagi. Wajahnya mem-erah. Matanya menyipit. Peluh men-gucur. Tangannya menggapai-gapai ge-las plastik berisi air. Ia baru saja ter-gigit lado kutu di dalam sayur. Sayur kangkung itu dimasak bercampur cabe rawit hijau yang diiris-iris. Berbaur dengan kangkung segar berenang-re-nang di dalam kuah.

Ini ulah anggota Pramuka yang piket di tenda. Mereka mendapat gil-

Oi mak, langkueh bukan dagiang! Wajahnya memerah seketika. Segera ia menyambar gelas air putih, direguknya hingga tandas. Tapi aroma lang-kuas tidak pergi begitu saja dari mulutnya. Selera

makan pun hilang entah kemana.

ambah khusus oleh oknum iseng den-gan cabe rawit lebih banyak. Oknum anggota yang piket itu, segera men-dengar kabar siapa yang bernasib sial, makan lado kutu dan harus minum ban-yak. Kali ini, mereka tersenyum puas, menikmati satu dua orang yang men-gamuk karena kepedasan.

iran memasak menjelang anggota lain yang ikut kegiatan di lapangan. Ketika pasukan pulang dari kegiatan dengan selera dan penat memuncak, langsung sikat nasi dan sayur yang terhidang.

Satu dua di antara sayur yang tersedia dalam piring-piring itu, dit-

55

mikirkannya. Akal bekerja punya garis batas.

Hal di atas peristiwa kehidupan yang tampak sederhana. Tak ada yang luar biasa. Tapi bagaimana, misalnya, cerita seseorang yang tak lulus ma-suk menjadi Satpam di sebuah Bank. Ia patah hati. Lalu mengambil jalur lain, jadi pedagang saja. Lalu, 15 ta-hun kemudian ia kaya raya. Suatu hari ia mengenang, seandainya ia diteri-ma jadi Satpam. Tentu saja, jalan hidupnya akan berbeda.

Pada kasus lain, ada seseorang yang menjadi sopir dengan kemam-puan akal sederhana, jika ia cekatan akan mendapat penumpang banyak. Makanya ia fokus menyetir dan menca-ri penumpang. Setiap hari, setiap wak-tu. Modal pemikiran seperti ini mem-bawanya banyak dapat uang, ia baha-gia.

Sementara sopir yang lain lagi, ia berpendapat, soal rezeki ia serah-kan kepada Allah. Ketika datang wak-tu zhuhur dan ashar tiba, ia shalat. Wa-lau pada jam tersebut, penumpang se-dang ramai-ramainya. Ia tak peduli. Rezeki sudah ada yang mengatur. Mod-al pemikiran seperti ini, ternyata ia tak kekurangan uang, ia juga bahagia.

Meny