Case study disney paris

download Case study  disney paris

of 15

  • date post

    29-Nov-2014
  • Category

    Education

  • view

    506
  • download

    11

Embed Size (px)

description

Operations Strategy Case Study: Disneyland Resort Paris

Transcript of Case study disney paris

  • 1. 0 Operations Strategy Case Study: Disneyland Resort Paris Ali Yudhi Hartanto - 1206185053 Azhar Harris 1206185356 Etgar Rizky Equator - 1206185892 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia Jakarta, 2013
  • 2. 1 Sinopsis Kasus Sejak didirikan pada tahun 1923, Perusahaan Disney Company telah berkomitmen untuk menyediakan Producing unparalleled entertainment experience based on its rich legacy of quality creative content and exceptional storytelling. Sejalan dengan konsep ini, Disney membuat 4 (empat) divisi bisnis yang terdiri dari Studio Entertainment, Park and reseorts, Consumer Product dan Media Network. Tiap divisi terdiri dari entitas bisnis yang terintegrasi dan bekerja sama untuk tumbuh mendunia. Pada divisi Parks dan Resorts, yang pada tahun 1952 mewujudkan apa yang dikenal sebagai Walt Disney Imagineering dan Magic of disneys beloved characters dengan membangun Disneyland di Anaheim California, kemudian Walt Disney World Resort di Florida, Tokyo Disney Resort. Disney berkeinginan untuk melebarkan kembali sayap usahanya ke benua eropa, hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa 5% dari pengunjung Disney di US berasal dari benua Eropa. Dan Disney kemudian menjatuhkan pilihan ke kota Paris. Disney kemudian menandatangani letter of agreement dengan Pemerintah Perancis pada bukan Desember 1985. Pada pembukaan Euro Disney pada tanggal 11 April 1992 diwarnai dengan protes, kekacauan dan hanya mampu mendatangkan 50.000 pengunjung (10% dari yang diharapkan). Bahkan sampai bulan agustus 1992 jumlah pengunjung Disney hanya 9 juta pengunjung yang berdampak pada cash flow perusahaan dan akhirnya memaksa Disney untuk melakukan restrukturisasi hutang-hutangnya. Disney kemudian mencoba untuk bangkit dengan mengubah nama Euro Disney menjadi Disneyland Paris dan kemudian menjadi Disneyland Resort Paris. Disamping itu Disney membangun wahana wahaan baru antara lain sleeping beautys castle, the roller coaster Indiana jones and the temple of peril, space mountain de la terre coaster.
  • 3. 2 Identifikasi Masalah 1. Pertanyaan pada Case : a. Segmentasi market seperti apa yang coba untuk disasar oleh Disney Resort theme park b. Apakah pilihan strategis Euro Disney di Paris telah tepat. c. Aspek apasajakah yang tetap tidak berubah dan aspek apasajakah yang telah disesuaikan dengan kondisi setempat. 2. Bagaimana Disney mengimplementasikan operational resources yang dimiliki dengan expected market demand, 3. Factor-factor apa sajakah yang menyebabkan The Walt Disney Company gagal mereprodusir keberhasilan Tokyo Disneyland ke dalam pengembangan Euro Disney di Paris. 4. Bagaimana seharusnya proses improvement yang dilakukan Disney untuk mengembalikan Disneyland Resort Paris sejajar dengan Theme Park Disney yang lain. Teori Pendukung Implementations, dalam konteks strategi operasi, merupakan kegiatan yang terlibat dalam membuat strategi kerja dan merefleksikan berbagai macam isu yang mungkin terlibat dalam proses implementasi. Struktur yang akan digunakan dalam proses ini dikenal sebagai lima PS. Terdapat beberapa elemen kunci yang menjadi ciri proses perumusan strategi pada umumnya, tetapi, lima PS juga menyediakan struktur yang berguna untuk memeriksa proses implementasi. Lima PS tersebut sebagai berikut 1. Purpose, sebagai yang ingin diusahakan oleh setiap manajemen, semakin jelas jalan keluar dari tujuan akhir, semakin besar kemungkinan adalah bahwa tujuan akan tercapai. Dalam istilah kita, pemahaman bersama tentang perubahan relatif dalam posisi pasar dan kemampuan sumber daya operasi, serta motivasi, batas dan konteks pengembangan strategi operasi adalah krusial.
  • 4. 3 2. Point of Entry, proses analisis, perumusan dan pelaksanaan berpotensi sensitif secara politik dan dukungan bahwa proses berasal dari dari dalam hirarki organisasi yang merupakan penentu keberhasilan pelaksanaan. 3. Process, proses formulasi strategi operasi harus eksplisit. Adalah penting bagi manajer yang terlibat untuk menempatkan strategi operasi dan berfikir tentang metodologi yang digunakan 4. Project Management, merancang dan implementating strategi operasi itu sendiri sebagai proyek dan perlu dikelola. Disiplin dasar manajemen proyek, seperti manajemen pemangku kepentingan, sumber daya dan waktu perencanaan, kontrol, mekanisme komunikasi, ulasan, dan sebagainya, harus tepat. 5. Participating, terkait erat dengan poin di atas, pemilihan staf untuk berpartisipasi dalam proses implementasi juga penting. misalnya, penggunaan manajer lini dan staf dapat memberikan pengalaman dalam 'dunia nyata' dan keterlibatan manajer lintas fungsional dapat membantu untuk mengintegrasikan strategi akhir. Sebuah aspek kunci dari mengatasi resistensi terhadap perubahan, secara tersirat merupakan cara implementasi dengan melibatkan orang-orang kedalam proses, dan memungkinkan mereka untuk mempengaruhi perubahan apa yang akan terjadi. Melibatkan pengguna dalam desain memungkinkan mereka yang mengelola implementasi untuk mengakses pengetahuan dan pengalaman rinci. Bagi orang-orang yang terlibat secara efektif dalam pelaksanaan, mereka harus memiliki keyakinan bahwa keterlibatan akan menjadi pengalaman yang positif, memiliki pendidikan yang akan memungkinkan mereka untuk berkontribusi secara cerdas dan diizinkan untuk memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi.
  • 5. 4 Analisa Permasalahan Masalah 1: Pertanyaan pada Case : a. Segmentasi market seperti apa yang coba untuk disasar oleh Disney Resort theme park? Sejak didirikan pada tahun 1923, Perusahaan Disney Company telah berkomitmen untuk menyediakan Producing unparalleled entertainment experience based on its rich legacy of quality creative content and exceptional storytelling. Sejalan dengan keiinginan tersebut, Disney kemudian membentuk Park and Resort Division yang pada tahun 1952 mewujudkan apa yang dikenal sebagai Walt Disney Imagineering. Disney membangun theme parknya dengan membuat area-area yang berbeda untuk masing-masing thema di lokasi tersebut. Disney mambangun thema melalui keajaiban dongeng yang menjadi legenda dan karakter cerita yang sangat kuat sehingga pengunjung sejenak daapat lepas dari rutinitas dan kondisi sehari-hari untuk kemudia seakan-akan dibawa ke alam khayal. Disney menciptakan theme specific berupa Frontierland, Fantasyland, Tomorrow and Adventureland. Tipe arsitektural, dekorasi, makanan, souvenirs dan costume didesain untuk merefleksikan thema dari lokasinya, sebagaimana terlihat dalam film dan pertunjukan Disney. Masing-masing theme tersebut kemudian terdiri dari atraksi-atraksi dan wahana yang didedikasikan agar pengunjung dan diharapkan mampu mengajak pengunjung untuk merasakan Magic of disneys beloved characters. Disney membangun Disneyland di Anaheim California, kemudian Walt Disney World Resort di Florida, Tokyo Disney Resort. Dengan segala usaha tersebut, Disney berharap bahwa segmentasi yang dibentuk merujuk kepada kelompok segala macam usia, terutama kelompok masyarakat yang telah berkeluarga dan memiliki anak pada usia sekolah dan kuliah.
  • 6. 5 Untuk kasus Euro Disney, The Disney Company juga berharap bahwa pengunjung Euro Disney juga berasal dari tourist yang mengunjungi Paris. b. Apakah pilihan strategis Euro Disney di Paris telah tepat. Setelah kesuksesan konsep theme park Disney di California, Florida di US, Disney kemudian melebarkan sayap usahanya ke Tokyo Jepang. Dan pengembangan usaha ini juga meraih sukses yang luar biasa. Disney kemudian berkeinginan untuk melebarkan kembali sayap usahanya ke benua eropa, hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa 5% dari pengunjung Disney di US berasal dari benua Eropa. Dengan kondisi tersebut, dimulai tahun 1975, Disney mencoba untuk mencari alternative lokasi pembangunan theme park Disney di benua eropa. Perancis, Jerman, Inggris, Itali dan Spanyol dipertimbangkan sebagai lokasi theme park tersebut. Disney kemudian mengambil keputusan cepat dengan hanya mempertimbangkan 2 (dua) lokasi di Alicante Spanyol (yang memiliki iklim/kondisi cuasa yang sama dengan Florida US) dan Marne la Valle di Perancis (berada di luar kota Paris). Disney kemudian menjatuhkan pilihan ke kota Paris didasarkan atas pertimbangan antara lain : Terdapat lahan cukup luas dan datar di pinggiran kota Paris yang memungkinkan untuk dibangunnya theme park Disney. Lokasi tersebut hanya berjarak 2 (dua) jam mengemudi dari sekitar 17 juta penduduk dan 4 (empat) jam mengemudi dari 68 juta penduduk, 6 (enam) jam mengemudi dari 110 juta penduduk dan yang terpenting hanya berjarak 2 sd 4 jam penerbangan dari sekitar 310 juta penduduk. Lokasi tersebut akan terhubung dengan jaringan transportasi yang cukup baik. Terowongan euro yang akan menghubungkan inggris dengan perancis akan dibuka pada tahun 1994, disamping itu, jaringan kereta cepat TGV dapat menghubungkan lokasi theme park dengan daerah-daerah lain di eropa. Kota Paris merupakan destinasi wisata dan secara keseluruhan, perancis telah dikunjungi oleh sekitar 50 juta turis setiap tahun. Penduduk di eropa memeliki jumlah hari libur yang lebih sering apabila dibandingkan dengan penduduk amerika serikat.
  • 7.