Case Report CE II

of 29/29
TAPORAN KASUS CLINICAL EXPOSURE II PUSKESMAS BALAMJA, TANGERANG KelompokA PrisciliaPratami 07120090034 Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Karawaci - Tangerang 2O1O /2011
  • date post

    30-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    58
  • download

    4

Embed Size (px)

description

lapkas CE

Transcript of Case Report CE II

  • TAPORAN KASUSCLINICAL EXPOSURE II

    PUSKESMAS BALAMJA, TANGERANG

    KelompokAPrisciliaPratami 07120090034

    Fakultas KedokteranUniversitas Pelita Harapan

    Karawaci - Tangerang

    2O1O /2011

  • Clinicql ExposureLaporan Kasus Malnutrisi

    Priscilia Pratami

    07120090034

    ldentitas PasienNaInaJenis KelaminTanggaltahirUmur

    An.5. N. APerempuan29-!2-200911 butaft

    Tn. Bldentitas Orang Tua PasienNama AyahrJmurPekerjaanPendidikan

    \ama lbuUmurPeke(jaa^Pekerjaan

    AlamatNomor Rekam Medik

    Nv. s3l tahunlbu Rumah Tang8aTamat SD

    Kp. cengkok84745, Puskesmas Balaraja

    :38 tahunSupirTamat SD

    Anamnesis(Dilakukan aloanamnesis terhadap ibu pasien pada hari Selasa, 1 November 2O1O pukul 09.30, dan data dari rekammedik dengan ijin daridokteryang merawat).Xeluhan ljtama : Berat badan rendsh

  • Pasien merupakan anak pertama dari kehamilan pertama (G1P0A0), denBan umur kehamilan 9 bulan. Sejakawal kehamilan ibu selalu rajin kontrol ke Puskesmas, imunisasi TT tidak diketahui, obat tambah darh danvitamin diminum secara teratur. selama kehamilan tidak pernah mengeluh mengalami pendarahan, muntahberlebihan, sakit kuninE, sakit darah tinggi, trauma, bengkak pada kaki, pernah mengeluh demam pada saathamil tapi sembuh diobati dokter puskesmas.Rlwayat PeEalinanLahir dengan pertolongan bidan di Puskesmas Balaraja pada 29 Desember 2010 umur kehamilan cukup bulanKerika lahir langsunt menangis, tidak diketahui apakah bayi biru, warna cairan ketuban tidak diketahui. EeratBadan Lahir 2,7 kg, panjang badan tidak diketahui, jenis kelamin perempuan.Riwavat Pasca PersalinanA5l ketuar bebe.apa jam setelah bayi lahir, namun baflr diminumkan keesokan harinya karena ibu belum sehat.gayi seha! tidak kuning pada kulit dan mata, tid6k pucat, tidak kejang dan tidak demam. Kontrol ke poli anak15 harisetelah lahir.

    Riweyat Petnberlan MakanA5tASI + Susu tambahanTidak lagi mengkonsumsi ASl. Makanan terdiri atas nasi, sayur, ikan, dan telur 3 kalisehari. Banyak jaian makanan ringan seperti Chiki.Tidak lagi diberijajan seperti Chiki. Makanan terdiri atas nasi, sayur, ikan, dan telur3 kalisehari.

    G5 bulan5-7 bulan7-10 bulan

    1G11bulan

    HB8CGDPTPolioCampak

    sewaktu baru lahirlupa, tidak ada skarlupalupalupa

    Riwayat Perkemban8an dan KepribadianTidak diketahuisecara spesifik mengenai pertumbuhan dan perkembangan yangterdiri dari:a. Psikomotor:

    . motorik kasar (miring, tengkurap, merangkak),

    . motorik halus (melihat),

    . bahasa (bersuara, tertawa, berteriak, menSucap kata pendek),

    . sosial (melihat oaang, men8enal orang).b. Mental/ intelegensia: bermain mainan sederhanac. Emosi dan perilaku: teEantung pada ibu, reweljika ditinggal ibuNamun dapat disimpulkan, pertuhbuhan dan perkembangan pasien sesuai dengan usia, tidak terdapat gang8uanperkembangan psikomotor, mental/intelegensia maupun emosi dan perilaku

    Riwayat imunisasi

    Rirvayat Ekonomi dan LingkuntanEkonomi rendah. LingkunBan rumah dekat dengan tempat pembuangan sampah. Pasien biasa tidur denganibunya. KeluarBa pasien MCK disungai.

    Riwayat SosialPasien, anak tunttal, dan tintgal bersama kedua orant tuanya. Ayah pasien adalah seorant perokok, biasanyamenghabiskan kurang lebih 1 pak rokok per hari lbu pasien tidak merokok.

    Anamnesis sistem. Sistem Serebrospinal

    . Sistem Respiratods

    .Sistem Kardiovaskuler

    . Sistem Gastrointestinal

    demam G), keianc (-), penurunan kesadaran (-), nyeri kepala {-),tampak lemah (-)sesak nafas (-), men8i (-), batuk (-), pilek (-)nyeridada (?), Sesak nafas (-), sianosis (=), berdebar'debar (?)

    mual C), muntah {.), mencret (-), nyeri tekan (-),perut membuncit(-), keluhan SAB (-)

  • .Sistem Urogenital : BAK lancar, warna kunlng

    .Sistem Muskuloskeletal : deformitas (-), bengkak (.), nyeri otot(?), nyeri sendi (?), kaku (?),kulitteraba panas (-), tanda peradangan (-)

    . Sistem Integumentum : bintik merah C), kulit pucat (-), kulit sianotik (-)

    Pemedkaan FisikKeadaan Umum : Tampak kurusKesadaran : Compos mentisTanda-Tanda Vital

    NadiNafasTekanan DarahSuhu badan

    Status Antropometri atau Status GiziBerat Badan saat iniTinggi Badan saat iniBerat Badan bulan lalu

    TinggiBadan bulan laiuBerat Eadan saat lahirPanjan8 Badan saat lahir[ingkar (epala saat lahirLin8kar Dada saat lahirLingkar Lengan Atas

    (ulit

  • AbdomenlnspeksiPalpasiPerkusiAuskultasi

    Ekstremitas

    Superior

    Gerakan

    Tonus

    Trofi

    clonus

    Kanan

    baik

    notmal

    Eutrofi

    kiri

    baik

    normal

    eutrofi

    Gerakan

    Tonus

    Trofi

    clonus

    Kanan

    baik

    normal

    Eutrofi

    kiri

    baik

    normal

    eutrofl

    peruttidak buncit maupun cekung, simetrisSupef, massa(-), turgor normal, nyeritekan seluruh lapang pe.ut(-)Tidak dilakukan, tapi hasil yang diprkirakan adalah timpani.Peri5taltik (+) normal, bising(-)

    lnferior

    R. Fisiologis normal

    R. patologi -

    M. sign

    sensibilitas

    R. Fisiologis normal

    R. patoloei -

    Normal

    normal

    normal

    M. si8n

    Sensibilitas Normat

    normal

    normal

    Peflrilsaan Penunjant. cek darah lengkap akan dilakukan. Semakin tinggi nilai LED, semakin mengaaahkan kecurigaan terhadapTB,. Pemeriksaan rontgen thorax AP akan dilakukan. Hasil yang diharapkan adalah cor tidak membesar, mungkin

    terlihat pulmo corakan bronkovaskular yang bertambah, diafragma maupun sinus costophenicus dalam batasnormal.

    Menurut saya, sebaiknya dilakukan iuga. Tes Mantoux, positif bila indurasi lebih dari 10mm karena pada pasien bekas luka imunisasi BCG negative.. Tes dahak pada ibu, bila positif, kemungkinan pasien tertular dariibu.

    Resumetasien, prempuan, 11 bulan dengan BB rendah disadari sejak bulan lalu. BB tidak naik. Sejak 1 bulan lalu anorexia,..'lerhidrosis, afebris, batuk (:1, pilek (-1, dyspnea (-), emesis (-), lemas (-), gangguan BAg dan BAK (-). Ada riwayat'ever, batuk, pilek yanB serih8 hilang timbul. Riwayat alergi (-). lbu pernah menderita flek paru-paru 3 tahun yang: u. Riwayat kehamilan, riwavat persalinan, dan riwayat pasca persalinan tidak ada masalah, hanya saja ibu pernahdemam saat hamil. Pemberian makan cukup baik. Perkembangan dan kepribadian sesuai dengan usia. Riwayat.nunisasi tidak baik, lbu lupa waktu pemberian vaksinasi BCG, DPT, Polio dan Campak. Ekonomi, lingkungan dan::rtkat sanitasi tidak baik. Ayah pasien adalah seorang perokok. Pada pemeriksaan fisil! pasien tampak kurus, gizi

  • semakin menurun dan riwayat panas, batul! pilek yan8 seaing hilang timbuljuga merupakan gejala yang biasatimbul pada tuberkulosis. Tidak adanya skar bekas imunisasi 8CG meningkatkan kecurigaan bahwa pasien belumpernah divaksin BcG, akan meningkatkan tuktor.esiko menderita tuberkulosis, ditambah lagi dengan riwayati.lek paru dari ibu dan tingkat sanitasi yanB tidak baik. Limfonoduli multiple di leher sebagai tanda adanyainflamasiyang sedant berlan8sung di daerah asal salurah limfatiknya misalnya paru_paru'

    Diagnosis BandingAlergi Rhinitis :pilek berulang, namun pada pasien tidak ada riwayat alergifuma : panas, batuk dan pilek berulanB namun pada pasien tidak ada riwayat aler8ipenyakit coeliac: berat badan kurang namun pada pasien tidak ada gangguan saluft|n cerna seperti di6rrhea,

    Diagnosis KerjaDiagnosisGizi

    tidak ada keluhan BAB dan BA(.: Suspek defisiensi nutrisi et causa TB Paru primer: (EP I (rinBan) .

    DiagnosisTumbuh Kembang : Normal

    PenetalaksanaanRiwayat Natural

    penyakit pada paru jika tidak diobati dengan tepat dan awal dapat berlanjut menjadi kronilr menimbulkankomplikasiyangberatdaflreinfeki-Gangguanyangkronikakanmengakibatkanperubahanpadastrukturparu,misalnya emfisema dan bronkhiolotis.

    Rencana TeraPiXausatif / Medikamentosa

    Selama 2 bulan pertama ltablet per hariterdiridaril-lsoniazid smA/KgBB {bakterisidal,efek samping hepatitis,neu.opati perifer,hati-hatikarena pasien malnutrisi).Rifampisinl0mglKgBB(bakterisidal,efeksampinggangguansalurancerna,hepatitis,kemerahadpadakulit,

    gejala seperti flu, kelainan darah)-

    piiazinamid 25 mg /K'BB (balderisidal suasana asam, efek samping gangguan saluran cerna, hepatitis,kemerahan pada kulit)- Etambutol 15 mg/KgBB (balceriostatilr efek sampinB optik neuritis)- streptomisin 15.30mg,/KgBB(bakterisidsl melawan kuman yang aktif membelah,efek sampinB ototoksil!gangguan funFi ginjal)4 bulan berikutnya diberikan Rifampisin dan lsoniazid dengan dosis tetap '

    Suportif/ dietikaLibef (Multivitamin anak) sirup 1x Z sdtPemberian Makanan Tambahan : l kotaksusu dan 4 bungkus biskuit

    Terapinutrisilbu memberikan Asl sesuai keinginan anak paling tidak sampai anak berumur 2 tahun. Pemberian makanantin8gi energi tinggi protein yang terdiri dari nasi, dagin&/ikan/telur, kacanS-kacangan/tahu/tempe' sayuran'uuatr-uuatran). Makanan dalam bentuk lunak sehingga mudah dicerna dan dalam porsi yanS lebih kecil tetapisering, misalnya 4- 5 kaii makan dalam sehari

    Ekspekt;i dari pemberian terapi ini adalah pasien akan menBalami perbaikan nutrisi dan peningkatan berat badan.Reaksi orang tua p65ien terhadap penyekit Yant pasien derita

    Prasaan / Ketakutan :sedih, takut anaknya tidak bisa sembuh'Perkiraan

    FungsiEkspektasi

    : Jika anak minum obat dengan teratur dan diberi makan dengan bailg maka anaknyabisa cepat sembuh.

    : Anakjadilebih rewel.: lngin anaknya cepat sembuh.

    Edukasilajan sepe.tichiki dihentikan karena tidak bergizi dan bisa mengenyangkan anak lalu kemudian anak tidak mau

    makan nasi. orang tua harus paham bahwa penting untuk memberi makanan bergizi secara teratur pada anak.Orang ttra pasln diberi pemahaman bahwa pentobatan TB trlantsung lame dan pasien harus patuh minum

    obat sec;ra te;atur. orangtua pasien harus diberitahu bahwa obat Rifampisin yang terkandun' di dalam penEobataniifat menyeuabtan war;a merah pada air liur, air mata, air seni, dan cairan tubuh yant lain sebaiknya obat antituberkulosis teautama Riftmpisin diminum dalam keadaan perut kosong, yaitu ljam sebelum makan / minum atau 2jamsetelahmakan.Bilatimbulkeluhankuningpadamata'mualdanmuntah,seSeraperikakedoktelwaiaupunbelum waktunya-

    orang tua pasien diberi pemahaman akan pentinBnya dan disarankan untuk menjaga ventilasi udara yang baikdan kebersihan rumah.

  • Review Penyakit

    A, Tuberkulosls$mberlitratur Pdoman Pengobatan Dasar d i Puskesmas 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan R|,2007

    cetakan Tahun 2008 hlm. 234-237.penyakit tuberkulosis pada bayi dan anak merupakan suatu penyakit si6temik,tuberkulosis prinr biasanya mulai sara

    Fdahan-lahan sehing8a sukar ditentukan saat timbulnya gejala peftama, kadang-kadang disertai dengan keluhan yang tidakjiketahuisebabnya dan dEertai infeki saluran nafas. Penyakit inijika tidak diobatisedini mungkin dan setepat-tepatnya dapat-enrmoLlkan komplikasi yanS berar dan reinfeksi

    _9l9Eit Mycoboctenun tuberculoso dan Mycoho.terxrm bovis. Easil tubercu losis tahan asamP.rofisioloei

    penutaran melalli kuman yan8 dibatukkan pendrita tuberkulosi6 k udara dahm bentuk droplet nuclei, oidalam udatabb:s kuman ini dapat menetap selama 1_2 jam. Dalam suasana lembab dan gelap Yang ventilasinya jlek kuman dapat:-!.han hidup tebih lama. Brla oran8 sehat menghisap kuman yang dibatukan oleh penderita TB maka kuman te.sebut akan

    =ger? menempel pada jalan nafas atau par!-paru. Xuman dapattuga masuk melalui luka dari kulit tetapi hal iniFrang teriadi.

    10 mm atau > 15 mm pada anak yangtelah mndapatkan 8CG

    : PemeriksaanBakteriologi3sa dilakukan pada bilasan lambung, sekret bronkus, sputum pada anak besar, cairan pleura, LCs, cai.an acits.

    ;i:{nosere!" pertama dalam Diagnosis TB paru pada anak adalah melakukan ujiTuberkulin., ditambah dengan gambaran radiologica.a yang menunjukkan inleksi spesifik, LED yang tinggi, limfadenitis leher dan limfositisit relatif sudah daPat diSunakan untukrremblar diagnosis terja TB paru. Oiagnosa semakln dikrletkan deogaft adanya kontak den8efl pnderita Ta, gangguan klinis,3?ijelek, anoreksia, panas, sering batuk, pilek, lain lain, gambaran radiologiyang menunjang, pmerikaan bakterlologi paru-a!pun laboratorium Yang menunjang.Penaralak$naan, Rif?mpisin dosis 10-15 m8,/kgbb/hari diberikan sekali sehari oral dlmihum dalam keadaan lamb!n8 kosong- lNH dosis 10-20 m8,/kgbb/hari per oral lama pmberian sampai 18-24 bulan, Streptomisin, dosis 3040 mglkgbb/hari maksimum 750 m&/k8bb/hari diberikan setiap hariselama 1-3 bulan dilanjutkan 2-3

    kaliseminggu selama 1-3 bulanParazinamid dosis 30'35 mg/kgbb/hari per oral dua kalisehari slama 4-6 bulan

    - Etambutoldosis 2omg/kgbb/haridalam keadaan lambunB kosong skalisehari selama ltahunKortikosteroid dosls 1o-15rng /kgbb/ haridalam bentuk prednisone

  • B, Ku rang eneBl proteinKekurangan energi protein adalah keadaan kurang gDi yang disbabkan oleh karena tubrih kekurangan lat protein dan

  • lderrtitas Pasien

    ;1rs Kelamin

    Hentitas Orang Tua Pas

    ;ekerjaan

    Clinical Exposure

    ien

    Priscilia Pratami

    07120090034

    ;-l

    \:mor Rekam Medik

    Nv. N30 tahunTukant cuci

    llat, Kecamatan Balaraja35148, Puskesmas Balaraja

    Laporan Kasus Balita

    : Ank.J. L.: Laki-laki: 5 bulan

    Tn. J. R.35 tahunPetani

    AmnesisI akukan aloanamnesisterhadap ibu parien pada hari Selasa, 1 November 2O1O)(: Jnan Utama : Demam

    (e Jhan Tambahan : Batuk, pilek, sesak nafas.Riwayat Penyakit Sekarantfutuk, pilek, sesak nafas dan demam Vang tinggi mendadak dan tidak mereda selama 3 hari berturut-turut.Demam tin88i namun tidak diukur. Batuk berdahak. Dahak bening dan tidak kental. tbu tidak memperhatikanadanya hal yang mencetuskan penyakit. Adanya hal-hal yant memperintan maupun memperberat keluhanCisangkal. Pasien rewei, nafsu makan berkurang. Belum berobat sebelumnya. Tidak mencret maupun gangguanBAB lainnya. Tidak ada keluhan BAK. Tidak muntah.

    Riwayat Penyalil DahutuRiwayat bavi kebiruan disangkal. Riwayat sakit asma maupun alergi kulit dan makanan disangkal.

    Riwayat Penyakit pada Xeluarg.Riwayat keluarga menderita penyakit TBC disangkal. Adanya anggota keluarga lain atau teman sepermainan yangmentalami keluhan sama disanBkal. Tidak diketahui apakah orant tua juga mentalami gangtuan kenaikan beratbadan. lbu mengaku tidak ada anggota keluarga yahg memiliki riwayat sakft batuk lama, asma, alergi, sakit kunjng,darah tinggi, sakit gula, penyakitjantung dan pembuluh darah, kelainan bawaan atau penyakit lain.

    ftiv/ayat ftibadiffwayal Kehamilan dan persalinan

    Riwayat KeharnilanTldak diketahui pasien merupakan anak keberapa dari kehamilan yang keberapa (G?p?A?). Umur kehamitantidak diketahui. Selama hamil, ibu kontrol ke Puskesmas dan cek kesehatan di posyandu. tmunisasi TT tidakdiketahui. Obat tambah darah dan vitamin diminum secara teratur. Selama kehamilan, tidak ada keluhan,tidak darah tinggi maupun sakitgula.Riwayat PersalinanProses pelsalinan spontan. Umur kehamilan tidak diketahui apakah cukup bulan. Bayi lahir langsunt menan8is.Paniang dan Beidt badan lahir pasien tidak diketahui. Perihal lainnya juga tidak diketahui.Riwayat Pasaa PercalinanTidak ada keluhan pasca persalinan. Bayi dan lbu sehat. Tidak diketahui kapan ASt keluar dan kapan peftamakalinya bayi disusui ibu.

  • Clinical Exposure Priscilia PratamiLaporan Kasus Balita

    lhitas Pasieni rls Kelamin

    : Ank. J. L.: Laki-laki:6 bulan

    ldentitas Orang Tua Pasien

    -'j"rur!ekerjaan

    r:(erjaan

    \rftor Rekam Medik

    :Tn.l. R.| 35 tahun: Petani

    iNy-N: 30 tahun: TukanB cuci

    : llat, Kecamatan Balaraja: 35148, Puskesmas Balaraja

    AJmnesisI 3kukan aloanamnesis terhadap ibu pasien pada hari Selasa, 1 November 2O1O)

  • Riwayat Pembedan MakanPasien sampai sekaran8 masih minum ASl, Tidak diketahui apakah selain ASI pasien mengkonsumsi susu atau.nakanan tambahan lainnya.Riwayat Pe*embangan dan KePribadlanlidak ditanyakan, tetapi diharapkan pada usianya yang 6 bulan, pasien sudah bisa berbalik dari telungkup ketelentan& mempertahankan posisi kepala tetap tegak, meraih benda yang ada di dekatnya, menirukan bunyi,1renggenggam mainan, dan tersenyum ketika melihat sesuatu yang menarik.Riwayat lmunisasiRiwayat imunisasi 5 bulan lengkap. Tidak diketahuisecara detailkapan wakunya.Riw_dyat Ekonomi dan Llntkunganakonomi kurang. Di lingkungan tempattinggal pasien sudah ada aia bersih dari sumur yang dipompa, dan telnpatJntuk MCK. Ayah merokok.Riwayat Sosialidak diketahui apakah pasien memiliki saudara. Pasien tinttal bersama ibu, ayah, dan neneknya.

    AJBinsis sistem. Sistem Serebrospinal

    . S stem Respiratoris

    . Sistem Kardiovaskuler

    . Sistem Gastrointestinal

    . Sistem Urogenital

    . Sistem Muskuloskeletal

    .5istem lntegumentum

    PrrrFri ksaafl Fislk(.;daan lJmum : Tampak kesulitan bernafas dan gelisaht-adztan : Compos mentis

    demam (+), telisah (+) kejang (-1, penurunan kesadaran (-), nyeri kepala (-),tampak lemah {-)sesak nafas {+), men8i(-), batuk berdahak (+), pilek {+)nyeridada (?), Sesak nafas (+), sianosis (-), berdebar.debar (?)

    mual (?), muntah (-), mencret (-), nyeri tekan (-l,,perut membuncit (-), keluhan BAB (-)BAK tidak ada keluhan

    deformitas (?), bengkak (-), nyeri otot(?), nyeri sendi (?1, kaku {?},kulit teraba panas (+), tanda peradangan (-)bintik merah {-), kulit pucat (-), kulit sianotik (-)

    -:-Ja Tenda VitalNadiNafasTekanan DarahSuhu badan

    :=:us Antropometri atau Status GiziBerat Badan saat iniPanjanB Badan saat iniBerat Badan saat lahirPanjang Badan saat lahirLingkar Kepala saat lahirLingkar Dada saat lahirLingkar Lengan Atas

    tidak diukurcepat, tidak dihitung, tipe abdominalTidak diukur39"C (per rektal)

    8,4 k8ttdak diukurtidakdiketahuitidak diketahuitidak diketahuitidak diketahuitidak diketahui

    Berat Badan / Umur : (8,4/8) x 100% = 105% = Gizi baikMenurut standar baku NCHS, Berat Badan perempuan lakilaki umur 6 bulan adalah 8 kg(esimpulan status gizi baik menurut standar baku wHo-NcHs

    s=tus generalis( J,rt(eoalaVafa

    '1-elinga.i du ng

    turgor kulit {?), hiperpitmentasi (-), asianotikBentuk kepala Mesocephal, simettis, deformitas (-1, rambut hitam, mudah dlcabut(?)Mata tidak cekung. Air mata tidak diperiksa. Konjungtiva dan sklera tidak diperiksa apakah anemis,ikhterik. Tldak dilakukan pemerikaan refleks cahava.tidaft dilakukan pemerikaan apakah ada discharge maupun otitis mediadischargeG), pendarahan (-), nafas cuping hidung (+)

  • \r Lr !t-a.ggorokan

    s?ius lokalis

    nspeksi

    ,alpasiPerkusiAuskultasi

    _:_:un8rspksi>alpasi

    Auskultasl35lomen

    -speksi)e pasiterkusiArskultasi

    i..-'emitas!,_'3Ee n ita I

    Tidak tampak tanda akan tumbuh gigi. tidak dilakukan peme.iksaan apakah bibir kering, stomatititlidah kotor, dllwula dan tonsil membesar, faring hiperemis

    Tidak diraba apakah ada pembesaran limfonodus, kaku kuduk (-)

    bentuk dan per8erakan simetris tidak ada gerak yang tertinggal, bentuk normal, sikatrik (?1,benjolan{?), irama nafas tidak teratur dengan frekuensi cep6t, iktus cordis tidak tampak,retraksi(+)Tidak dilakukan, tapi diperkirakan fokal fremitus seimbang antara paru kanan dan kiri,Tidak dilakukan, tapi hasilyang diperkirakan adalah redup di kedua lapangan paru

    iRonkibasah halus dikedua lapangan paru. Suara nafas lemah.

    lktus Cordistidak tampakTidak dilakukan. Tidak diketahui lokasi dimana iktus kordis terab4 batas-batas iantung.kardiome8ali(?)Tidak dilakukan. bising (?) galop (?) murmur(?)

    peruttidak buncit maupun cekung, simetrisTidak dilakukan pemeriksaan terhadap turgor, adakah ada masa maupun nyeritekanTidak dilakukan, tapi hasil yang diperkirakan adalah timp6niTidak dilakukan pemeriksaan terhadap peristaltik maupun bisinB ususTidak diketahui apakah akral dintin. Edema (-)Tidak dilakukan pemeriksaan.

    Perfl eriksaan Penunjang-.:=( ada pemeriksaan penunjang yang dilakukan, namun sebaiknya dilakukan cek darah lentkap, untuk melihat:::

  • t--, :w Penvakit9A

    5pA sering disalah artikan sebagai infeksi saluran pernapasan atas- Akan tetapi secara klinis ISPA merupakanir

  • Clinical ExposureLaporan Kasus Lansia

    Priscilia Pratami

    07720090034

    *rrtitas Pasien!E-rl

    -E 5 Kelemin(#5aan.i-

  • -:-::-:anda Vital\adiNafasTekanan DarahSuhu badanBrat badan-lnggrbadan

    tidak diukurtidak diukur150 / 100 (Stadium 1 Hipertensi, klasifikasiJNC 7)tidak diukurtidak diukurtidak diukur

    :=-:-.iaan fisik inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi tidak dilakukan-=( : reriksa apakah ada penurunan visus.tierikseEn Penunjant

    Tes Glukosa Darah Sewaktu den8an hasilyang diharapkan adalah terkontrol, dibawah 200m&/dl.bJme::j:-, Laki-laki,66 tahun, datang untuk kontrol Sula darah dengan keluhan utama badan lemas Pasien sering-+-E?nrul! malaise, polidipsia, poliuria, polifagia, fatigue. Hasil tes GDS bulan Ialu 180 m8,/dl Pasien mengidapt -:1.,1 selama 5 butan dan hipertensi selama 3 bulan. Pasien mengkonsumsi glibenklamid dan kaptoprilsecara rutin.::j=r tidak memiliki riwayat alergi maupun riwayat penyakit lain. Pasien tidak merokok dan minum minuman

    lr?{l9ste-laran diagnostik

    --

    :enosis anatomik atau fisiologik)enurunan fungsi sel-sel beta serta penumpukan amiloid disekitar sel beta. lnsufisiensi fungsi insulin yangdisebabkan oleh ganEguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel betd longehdns kelenjar pankreas, ataudisebab*an oleh kurang responsifnya sel'sel tubuh terhadap insulin.

    : ;6nosis Eandinglmam Tifoid : panas tinggi sampai 1-2 min8gu, terlihat selaput putih di lidah

    :-agnosis Kerja : Hiperglikemi et causa NIDDM dan Hipertensi stadium I klasifikasi JNCTte4ata laksanaan: ,{ayat Natural

    Jika tidak kadar gitla darah dan tekanan darah tidak terkontrol dalam batas normal, dapat terjadi berbagairracam komplikasi yang membahayakan, misalnya stroke sebagai komplikasi hipertensi dan luka yang lamasembuhnya pada komplikasi diabetes melitus

    ::-ctna TeraPi(ausatif / Medikamentosa

    Glibenklamid 1x1 PO (anti diabetik)Captopril2x12,5 ml PO (anti hipertensi)

    Suportif/ dietikadiet dengan pembatasan kalori, gerak badan bila terjadi resistensi insulin Serak badan secara teratur dapatmenguranginyar berhenti merokokkarena nikotin dapa! mempengaruhi penyerapan glukosa oleh sel.

    :,jpekasi setelah pemberian terapi adalah kadar gula darah dan tekanan darah pasien terkontrol dalam batas-c rnal.tksi pasien te,fiadap penYaklt yan8 ia de.ita

    Perasaan / Ketakutan: Tidak ada perasaan khususPerkkaan : Harus sering kontrol, cek gula darah dan tekanan darah setiap bulan Obat ha.us diminum

    terus,Fungsi : Tidur pasien terganggu karena sering buang air di malam hari.Ekspektasi : Pasien ingin penyakitnya terkontrol

    Edukasi dan Rekomendasi-:ga makan jangan terlalu manis, asin, berlemak, istirahat dan olahraga yang cukup. Minum obat secara teratur.(rntrol gula darah dan tekanan darah setiap bulan.

  • l*'eer Penyakit,--:ir literatu Pedoman Pengobatan Oasar diPuskesmas 2007'ar::: : DePartemen Kesehatan Rl,2007.-:=..:n Tahun 2008 hlm. dan 97-98

    I Non tnsutin Dependent Diabetes Melitus_:E

    _ ljdak tergantung dari insulin, Iazimnya teriadi pada:r:-: !:muk dan usia lanjut

    ; -: :

  • Clinical ExposureLaporan Kasus Penyakit Akut

    Priscilia Pratami

    07120090034

    'e-ilas Pasien

    -e_ :

  • h?rat PtibaditiYayat lmunisasl-:: ( diketahui.{il-sfat Sosial::: en sudah menikah, tinBgal bersama isteri dan dua orang anak.Rivalfet Ekonomi dan LlngkunSanai:romi menen8ah. Pasien bekerja sebagai karyawan di perusahaan Sumber Graha Sejahtera (scsl, sebuah pabrik--= kayu. Tidak diketahui apakah p6sien dalam bekerja terkena paparan zat_zat tertentu dan apakah pasien--genakan masker maupun alat-alat pelindung lainnya. Pasien bekerja dari pagisampai sore. Memiliki pekerjaan=-pingan dihariSabtu.:, lEtungan tem pat tingga I pasien terdapat comberan dengan air yangtergenang.tife,Ft (ebiasaan:-- :n menyangkal memiliki kebiasaan minum kopi, merokok dan minum alkohol

    l.rafinsls sisten. Sistem Serebrospinal

    . t6tem Respiratods

    . Sistem Kardiovaskuler

    . Sistem Gastrointestinal

    . Sistem Urogenital

    . Sistem Muskuloskeletal

    . Slstem lnte8umentum

    -:-i:-Tanda VitalNadiNafasTekanan DarahSuhu badanBrat badan

    demam (+1, kejan8 (-), penurunan kesadaran (-), pernah nyeri kepala,tampak lemah sedang (+)sesak nafas {-}, mengi(+), batuktidak berdahak {+), pilek (-lnyeridada (+), Sesak nafas (+), sianosis (-), berdebar-debar (?)

    mual (-), pernah muntah, mencret (-), nyeri tekan (-),perut membuncit (-L keluhan BAB (-)BAKtidak ada keluhan

    deformitas (?), ben8kak (-), nyeri otot(?), nyeri sendi (?1, kaku (?),ftulit teraba panas {+), tanda peradangan {-)bintik merah (+), kulit pucat (-), kulit sianotik (-)

    E:eritsaan Flsik(=--an Umum : Sdang(s-iaran : Compos mentis

    84x/ menit23x/ menit140/90 mmHg

    : tidak diukur:-:i

    .1 tampak berkeringat sedanE. Keringat tidak sampai mengucur.-::( dilakukan inspeksi apakah ada pendarahan koniungtiva, hiperemi farin8.-,::- idak tampak kotor sepertitertutup oleh setaput putih.-r=< clubbing, jaundice/ maupun sianosis.-:- rat petechia berdiameter 1mm yangtersebar merata diwajah, dada dan tungkai pesien.

    "5pek5i : Simetris saat statis dan dinamis, retraksi interkostal {-))alpasi : simetris saat statis dan dinamis.

    xspeki : idus cordis tidak te.lihat.%lpasi : ictus cordis tidak terabaeerkusi : tidak dilakukanluskultasi : S1s2 reeulet murmur (-), gallop (-).

    -spelsi : simetris saat statis dan dinamis.talpasi : kemitus kanan dan kirisimetris.terkusi : sonor, kiri= kananALrskuttasi: normal

    r3lo men.r5peksi : datar, normal

    Auskultasj ; bising usus (+l

  • ;:-(.rsi :timpani:: ::si : Tidak dilakukan, tidak diketahui apakah terdapat hepatohegali, lien yang teraba, ataupun nyeri tekan.i,:a-nitas : akral hangat, edema -/-

    t''Eihan PenunjangGk Derah Lengkap (pada tang8al 1G November 2O1O)16,6{/dt (+N:13-16)

    s200 / ul48% (aN:40-48)166000;/ ul (*N:1800o0/ ul-3O00OO / ul)

    .t!iukosit

    -'ombosit-es Widals Typhi (+) 1/1G0S ParatyphiAO (-)S Paratyphi BO(-)S ParatyphiCO(-)S TyphiH (-)s ParatYphiAH (-)5 PararyphiBH (-)s turatyphicH (-).3atas normal yang terte.a adalah standar menurut jaboratorjum puskesmas Bataraja

    r: remungkinkan, sebaiknya juga dilakukan:. tes tourniqu positif,. pada daerah lengan bawah dengan diarneter 2,g cmmenguatkan emam d ngkatkan kewaspa;aan terhadap DBD.. pmeriksaan Dengue r$ (tCM dan tgc) / Hemaglutinasi tnhibrsi sehingga dapatmenentukan jenis infeksi virus dengue apakah prjmer atau sekund-er. pada infeksj ,"trr u., l"tiibrbahaya dan biasanya tampilklinis tebih berat.

    b.rne:=-, lakllaki, 32 isteri ke puskesmas untuk Cek Darah Lengkap. Sejak 3 hari yan8 lalu:--- batuk tldak-

    -ier' kepaia (+) :";""t:ffi:' t"1lJu1o"'."n tetapi tidak "nHif*T;Ji.i:::=: -r iali batuk. panas pada k rongkongan sampai m. Ad,:-;

    =ma buran raru seiama s .in"g;u-iia.t "a"

    r nyakit til""1ffi:l"r"J'r1"#;:E

  • h-sr la ksanaan:-r?r=i Natural

    :-':: kasus demam dengue, hari ke 3_ 4 dari sakit suhu badan menurun dan akan naik raSi pada hari ke 5-6. Jika=''ii plosmo leokoge yang berlebihan kan te.jadi perdarahan, peningtaiai prasma konsentrasi dan dapat:F--..rjut pada syok hemorrhagik, bahkan kematian.

    rk-G-2 Terapi:-:r dirawat di puskesmas, karena setiap pehderita yang diduga menderita Demam Berdarah dalam tingkat.r-a nanapun harus segera mendapat perawatan dan pantauanl mengingat sewaku-wakt" a"p"."r,g;-;rii.:< / kematian,..:

    -.3atif / MedikamentosaJaH 3x1 (untuk mengobati batuk):eftriaxime 1gr 2xeamitidine 2x ??raracetamor (obat anargetik'ntuk penurun demam dan pereda rasa sakit yang menyertai. pada pemakaianterlalu lama dan berlebihan dapat menimbulkan to*sik hati);-rcftif/ dietikalL / Ringer Lakat ( untuk menja8s kecukupan cairan dalam tubuh dan penyerspan makan.n dalam bentuk

    cairan, menceeahdehidrasi dan hemokonsentrasi yang beriebihan):.=-ktasi dari pemberian terapi ini adarah jurnrah trombosit pasien "run

    ir"ii"gt"t hihgga batas normar, dan__-.ta tetap stsbil.ke pasien terhadap penyaklt yant ia derita

    :'?saan / Ketakutan: Kaget sewaktu mengetahui bahwa ia ju* sedanS sakit tifus dan ternyata harus dirawat diatir dan juga takut penyakitnya ini menjadigawat karena.

    bila trombosit pasien menurun drastis, pasien bisa- a2

  • :--:+ :.'eiurl Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007'

    =(:-= l::ai(emen Kesehatan Rl,2007':-:--i= - -:-Jn 2008 hlm.42-45

    -HH rFoaRAH DftGuE dai dengan:5Un8 terus-mkonjungtiva, n mukosa,aturi)termas Positif;

    : -- -:--i:topeni Uumlah trombosit 100 000/ul);r. -":-. (aisentrasi (penin*atan hematokrit >2O%);g :

    -i: -= iengan atau tanpa pembesaran hati{hepatomegali)'

    (E 'r-:: .efnam Dengue':i-:-(abortitpenderitatidakmerasakans""t"t"'"'r""ilio"T-rhari,nyerinveri pada turang, diikuti dengan

    han di bawah kulit8ue/DBD)gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah), mulut, dubur, dsbitambah dengansyok/presyok Bentukiniseringberujung

    :;:: kematian.

    akan menimbulkan viremia Hal tersebut menyebabkanAntibodi

    - virus pen8aktifan tersebut akan membetuk dan

    Histamin), yang akan merangsang PGE2 di Hipotalamus

    =' _+: :erjadltermo re8ulasi instabilyaitu hipertermia yang akan meningkatkan reabsorbsi Na+ dan air sehingga

    1",.*_ *"ot"mi. Hipov;lemi juga dapat disebabkan Feningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah yan8

    '.,*1,='."*.n kebocoren parsma. Adanya komplek ,."1""r1.$'r.:;Ji:;'.iiri"Tr"l'T:",1"i#J,"'i:"1"Tfi:l

    dan jika shock tidak teratasi terjadi Hipoxia jaringan danjuga disebabkan karena kebocoran plasma yang akhirnya

    rgan menurun jika tidak teratasiterjadi hipoxia jaringan'!,.=Virusdengueinkubasi3-15hari,rata.rata5-8hari'Virushanyadapathidupdalamselyanghidup,sehingga

    _-.j:rsaingdenganselmanusiaterutamadalamkebutuhanprotein'Persaingantersebotsangattergantungpada= =

    -.""n iubuh- manusia.sebagai reaksi terhadap infeksi terjadi (1) aktivasi sistm komplemen sehingga! .'(an zat anafilaktosin yang menyebabkan peni sehingga terjadi perembesanI . ;.ri rr"ng intravaskular ke ekstravaskular, (2) apabila ketainan ini berlanjuter:- -enyebabkan kelainan flrngsi trom lisasi sel trombosit muda dari

    =.

    ;,lrl;;; dan (3) kerusalan sel meneakivasi faktorl- :. r" n. xeliga t"ttor tersebut a kan m kela ina n he mostasis'l=-, . ,el"Ut".iot"t' uaskulopati;trombositopenia; dan itai 2000i 419)'

    i: _:: ra n Klinis',1asa inkubasi biasanya berkisar antara 4- 7 harilemam tinggi yang mendadak, terus menenis berlanBsung 2 - 7 hari Panas dapat turun

    pada hari ke_3 yang

    xemudian niitlagi, dan pada hari ke-6 atau ke-7 panas mendadak turun'-anda-tanda Perdarahan,embesaran hatiienjatan lsYok-rombositopenibiasanya ditemukan diantara harike 3 - 7 sakit

    . lemokonsentrasi (peningkaten hematokrit)- Gejala klinik lain seperti nyeri otot, anoreksia, lemah' mual' muntah' sakit perut' diare atau konstipasi'

    dan

    kejang.

  • Clinical ExposureLaporan Kasus Penyakit Kronik

    Priscilia Pratami

    07120090034

    lEPtsienbtr&rl.r>!'E (=.:aY1lnk_-;1l3---ftF-r.:ekam Medik

    lEi nsis slstem. sistem serebrospinal

    . Sstem Re5piratoris

    . Sistem Kardiovaskuler

    . Sistem Gastrointestinal

    . Sistem Urogenital

    . Sistem Muskuloskeletal

    . Sistem lntegumentum

    :srleriksaan FisikG_:daan Umum(sadaran

    -:Tda-Tanda Vital

    To, A35 tahunl-aki-lakiTukang BangunanDesa Kabembem23270, Puskesmas Balaraja

    -$rEisF*a(-n autoanamnesis terhadap pasien pada hariSelasa, 1 November 2010)trj;_ Ut-ama : batuk berdahak selama l bulanlcLJ.:- Tambahan : Mengi dan keringat dingin di malam hari

    I-rFi Penyakit SekarantEr4 !erwarna merah muda. Tldak diketahui secara detail berapa banyak dahak yang dikeluarkan, namun semakinb-

    =-nakin banyak. Batuk hilang timbul dan semakin bertambah serinS. Pasien tidak memperhatikan hal-hal atau

    !E=E=.t tertentu dimana batuk bertambah parah atau bertambah ringan, Pasien tidak demam. Tdak ada sesak

    -i= ! lek, maupun nyeri dada. Mengi dan keringat dingin di malam hari walaupun pasien tidak sedanB melakukan-\.=5 apa-apa, Pasien tidak berselera

    makan sejak sering batuk Pasien tidak mengetahui adanya peaubahan padats= aadan ataupun postur tubuh. Pasien merasa lemas.

    -rfat Penyakit Dahulu

    *@( +da riwayat asma maupun penvakit lainnya. Pasien tidak perneh menSalami kecelakaan, menjalani operasi

    a- rengobatan khusus. Pasien menyangkal memilikialerBi

    bfat Penyakit keluaarr.?'.t pnyakit keluarga tidak diketahui.

    fFfrt Pribadl-G( ada riwayat imunisasi. Pasien merokok kurang lebih dua batang setiap hari. Tidak ada kepastian sejak kapanESer merokok. Kebiasaan minum-minuman beratkohol disangtal. Ekonomi pasien kuranB- Lin8kungan tempatr.EE"l pasien memiliki tingkat kebersihan yang buruk Riwayat sosial pasien tidak diketahui

    demam (-), kejang (-), penurunan kesadaran C), nveri kepalatampak Iemah {+)sesak nafas (-1, menBi{+), batuk berdahak {+J, Pilek (-)nyeridada (-), Sesak nafas (+), sianosis (-), berdebar-debar (?)tidak selera makan, mual (r, muntah ('), mencret ('), nyeri tekan

    perut membunclt (-), keluhan BAB (-)BAK tidak ada keluhan

    deformitas {-), bengkak (-), nyeri otot(?), nyeri sendi {?), kakukulitteraba panas {-1, tanda peradangan {-)bintik merah (-), kulit pucat {-), kulit sianotik (-)

    (-),

    : Tampak sedang: Compos mentis

    (?),

  • \:?5-ac 1an Dalah:-'r sadan:=r badan

    :92x/menit:28x/menit: tidak diukur: tidak diukur: tidak diukur

    :E.i;: Simetris kanan = kiri, retraksi intercostal(_):e-.l vocal fremltus kanan = kiri, ketinBgalan gerak (-)'

    ..-. nor Pada kedua lapan8 Parusuaranafasvesikuler,Ronk-hibasahkasardiapexparusebelahkanan,wheezing(./')

    tsEEn Penunlang

    =- =;;;;k;i*;oskopis, dengan hasilvans diharapkan' ditemukannva kuman TB

    (BTA)'

    :l: :_,:=

  • |_E [email protected] eerEFEtr drtra/ f*bkutan: Tahn matj-

    -

    FElofiendasl

    : ta tertular dari ordnglain dan bisa menulariorang lain.: Tidur pasien terBanggu.: Pasien ingin cepat sembuh.

    btu

    r fred pemahaman bahwa pengobatan TB berlangsung rama dan pasien harus patuh minum obat secaraft.itahu bahwa obat Riifampisin yang terkandhg di daldm pengobatan dapat menyebabkan wama fierah-k' air mata' air seni, dan cairan tubuh yang lain. Sebaiknya obat anti tuberkulosis terutama Rifampisin-

    a*n teadaan perut kosong, yaitu l jam jebelum makan / minum atau 2 iam setelah makan. Bila timbulbiE pqda mata, muar dan muntai, segela perika ke dokter waraupun telum wakunya. pdsien diberiEt &n pentingnya dan disarankan untuk menjaga ventilasiudard yangbaik dan kebersihan rumah.

  • !--::::.atur:PedomanPengobatanDasardiPuskesmas2OOTJakarta:DepartemenKesehatanRl,2O0T.--

    :- -:'un 2008 hlm.234-237

    n-E;_iJLOSTSE.r,tr=F-_:ts adalah suatu ififeksi menular dan menahun dan bisa beiaklbat futal. Tuberftulosis paru kini bukan--

    :,: ,:rg menakutkan sampai penerita harus dikucilkan, tetapi penyakit kronik ini dapat menyebabkan cacati:i,

    ..j - .ematian. Penularan TE paru hanya terjadi dari penderita tu berculosis te rbu ka 't,,L::':-.ium tuberculosis, Mycobocte um bovis atau Mycoboctetium of conumrFEaren Klinis'-it= : r? nya penderita hanya merasakan tidak sehat atau batukterus menerus

    dan berdahak selama 3 minggu atauE - _- ah dahak biasanya akan bertambah banyak sejalan dengan perkembangan penYakit. Pada akhirnya dahak-r=, :=-darna kemerahan karena mengandung darah. Masa inkubasi berkisar antara 4 - 12 minggu. salah satu{Ej:.:-gpalingseringditemukanadalahberkeringatdimalamharit6npaaktivitas.Keluhandapatberupademam,-=

    -, -

    3nurunan be.at badan, nyeri dada, batuk darah, sesak nafas. Pada infeksi tuberkulosis yang baru, bakteriri=-:.rilukadiparu-parukedalamkelenjartetahbeningyangberasaldariparu-paru.Jikasistempertahanan:l-_ : zmibrsa mengendalikan infeksi, maka infeksitidak akan berlanjut dan bakteri menjadi dorman'

    ra'xr3is:,*- : i : IB Paru pada orang dewasa ditegakkan dengan ditemukannya kuman,- l-: .ne alui pemeriksaan dahak mikroskopis. Yang seringkali merupakan petunjuk awal dari tuberkulosis adalah

    r= ,:ien dada. penyakit ini tampak sebagai daerah putih yang bentuknya tidak teratur dengan latar belakang-=- \!inimal 2 kali sputum BTA {+) : didiagnosis sebagaiTB paru BTA {+). BilaBTA{+) 1kali, maka perlu dilakukan--+_rna n rontSen dada atau pemeriksaan dahak sPs diulang.

    +-.- Li ksa naantrE..itln : "DOTS"--4::.ran TB paru memerlukan panduan antituberkulosis'untuk memperoleh hasil terapi yang baik dan-+',=g.h/memperkecil kemungkinan timbulnya resistensi. Antibiotik yang paling sering diEunakan adalah i:._-.!:a, rifampisin, pirazinamid, streptomisinj dan etambutol, isoniazid, rifampisin dan pirazinamid dapat1=j -,rgtan dalam I kapsuL, sehingga mengurangi jumlah pil yang harus diteian oleh penderita- Pembenan:=-:-:o diawali dengan dosis yang relatif tinggi untuk membantu menBurangi jumlah bakteri dengan segera.;-::. 2 bulan, dosisnya dikurangi untuk menghindari efek sampint yang berbahaya terhadap mata.Streptomisin-i--:2tan obat pertama yang efektif melawan tuberkulosis, tetapi harus diberikan dalam bentuk suntikan Jika::- Gn dalam dosis tinggi atau pemakaiannya berlanjut sampai lebih dari 3 bulan, streptomisin bisa menyebabkanF -q-in pendenBaran dan keseimban8an.;E -: terapi, kemajuan pengobatan dipantau den8an pemeriksaan darah dan radiologi, Selain itu perlu dilakukan:E-.'

  • EPn+{l}EHi i{rlhrtEt.a.annk_E;rhrItneBna:Ie--rHciE.1b.rcr:kam Medik

    IGr grami PaslenEn?llr,rlrE (FJnrinE_Esiant--*r.ffitl--.ntilrcii

  • Lie_ r!=- dlimunisasiTT berupa suntikan 2 kali pada usia kehamilan 7 bulan dan 8 bulan.k-bnb;le- -;.:r reratur 3x sehari dengan porsi yang lebih banyak dibandingkan dengan saat sebelum hamil. pasienrE s-.:--"rsi buah.

    k krlYaht dalam l(elua,gahre- -F--

  • -Ea- -asil Pemeriksaan UsG.rr n tunggal, usia 34 minggua=?r Janin :2 kg3 ons,.cala janin bagus, terlihat otaknya berkembang dengan baik.:'esentasi Kepalalnyll( jantungjanin (+t baik dan kuat, tidak dihituflg berapa kali per menit:r ran amnion jernih dan cukup.:fjisl tali ari-ari baik, tidak melilit janin maupun menthalanti jalan lahir janin.' :cua pasang tungkai janin baik

    : :senta anterior!-spk laki-laki

    tbrrr -.rdiagnosis penyakit ibu, bisa dilakukan pemerrksaan kadarHb dan darah tepi. umumnya Hb < 12 gr/dl.

    F?=11ttlc-=-::ls gravidarum (-)

    -dssFr-a-an diagnostikjqci s anatomik atau fisiologik::-3mpilan fisik ibu hamil berubah karena uterusnya berkembang bersama dengan pertumbuhan-=-i, bagian dada membesar, dan karena berat badannya ibu hamil cenderung condong ke depan.=:?gai kompensasi, otot

    punggung menyesuaikan dan berubah ke keseimbanEan dan postur yang:;1 Bahu ke belakan& kepala dan leher lurus, dan punggung bawah hiperekstensi (atau lordosis). lbu-;iil juga mengalami keseimbangan yang tidak tetap. Peningkatan total berat badan rata-rata 10-20rg 'nenjelang melahirkan. Nadi meningkat 10-15 bpm, dan pernafasan sedikit meningkat Pernafasan,a: menjadi lebih dalam, dan lebih sering terjadi nafas pendek. Tekanan darah biasanya tetap tidak:E-rbah selama trimester pertama, mungkin berkurang sedikit selama trimesidr kedua, dan pada:nester ketiga kembali normal atau sedikit lebih tinggidibanding sebelum hamil.

    :'.a-.3is Banding :--:la smja (Anemia hipokromik mikrositik)

    : =-i--:5ls Kerja : Suspek Hipotensiet causa Anemia

    Bayisehat, dilihat darijantungnya yang kuat pada pemeriksaan USG.

    tlretala ksa nean

    }_a ub sangat rendah dan keadaan ini berlangiung lama dapat trjadi payah jantung- Tekanan darah Vang:.-;mpau rendah, akan mengganSSu proses tumbuh kembang bayi dan proses kelahiran Bila saja berujung, a3:da kematian.

    (-: i:rif / Medikamentosa!: ferosus (tablet besil 3x1m&/kgbb (untuk pembentukan sel darah merahl:i: m Askorbat (untuk meningkatkan absorbsibesi), -,:'nln c agar penyerapan Sulfa ferosus diustrs dapat maksimal. selain itu, Diharapkan daya tahan tubuh pasien

    tldah mudah menurun danjuga menthindariserangan radikal bebas, atar selama proses kehamilan,pasien sehat dengan fungsi tubuh yang baik, dan tumbuh kembang Janin baik mempermudahpenyerapan zat besi untuk mencegah anemia pada pasien. T5miligrah per hari. Perempuan hamildan ibu menyusui sudah tentu harus mengonsumsi vitamin C lebih besar darijumlah tadi Ada jugayang beQendapat cukup mengonsumsi 200 miligaam sehari.

    {-2 s um Laktat (KALK);-]:'!ifl dletika

    .- Jnisasi TT berupa suntikan sudah diberikari 2x agat ibu dan bainya terhindar dari infeksi tetanus yg dapatmengakibetkan kematian baik ibu maupun bayiyg dilahirkan

    i=min 81, Thiamin untuk pegal.pegal atau linu.1,?'xanan gizi seimbang terutama yang menBandung kadar besi tinggi yang bersumber dari hewani {limfa,hati,:z-ng) dan nabati (bayam, kacang-kacangan)

    -

  • b E- dlad3p kehamilannya!r.-a-_ r::;(rran : Pasien lega mendentar hasil pemeriksaan bayinya sehat.'t- -=_ rPasien menduga pusingyang dialamiadalah akibat dari kurang darah.=.-n.. : Karena pusing yang dialami dan usia kehamilan yang sudah tua, pasien nengurangi

    kegiatan membersihkan rumah, dan dalam melakukan kegiatan sehari-haripasien dibantuoleh orangserumah

    :r:E13-i : Pasien ingin bayinya lahir normaldan sehat.

    F =.

    Rekoften&siInL;- !-- (edelai karena banyak protein, bisa menurunkan bengkak di kaki. Sering olahraga jalan pagi,tklr-r

    - -_E et?yekitgiF=--' -e=:ur I Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007!rE_=

    -_tr:ftemen Kesehatan Rl, 2007.GEr=- -:1un 2mg hlm.14-15

    ElEiEIlt- : :eDat diklasifikasikan menurut hberapa kriteria, namun yant palint praktis adalah penge'ompokan},--=-