CASE Hipoglikemia

Click here to load reader

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    80
  • download

    14

Embed Size (px)

description

interna

Transcript of CASE Hipoglikemia

18

LAPORAN KASUSHIPOGLIKEMIA, GANGGUAN KESEIMBANGAN ELEKTROLIT, DAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2 ET CAUSA LOW INTAKE

Pembimbing : dr. Elhamida Gusti, Sp.PD

Disusun oleh : Tri Handayani030.10.269

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM RSUD BUDHI ASIHPROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERUNIVERSITAS TRISAKTIJAKARTA2014LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBINGLAPORAN KASUS LEUKEMIAPresentasi KasusDiajukan kepada SMF Penyakit Dalam RSUD Budhi Asih Untuk MemenuhiPersyaratan Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik SMF Penyakit DalamPeriode 5 Januari 2015 14 Maret 2015

Oleh:Tri HandayaniNIM : 03010269

Pembimbingdr. Elhamida Gusti, Sp.PD

KEPANITERAAN KLINIK SMF PENYAKIT DALAM RSUD BUDHI ASIHFAKULTAS KEDOKTERAN TRISAKTIJAKARTA

DAFTAR ISI

Halaman Judul1Lembar Pesrsetujuan Pembimbing2Daftar Isi3BAB I Laporan Kasus4BAB II Tinjauan Pustaka18Daftar Pustaka36

BAB ILAPORAN KASUSSTATUS ILMU PENYAKIT DALAMRUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH JAKARTA

Nama : Tri HandayaniNIM : 030.10.269Pembimbing : dr. Elhamida Gusti, Sp.PD

I. IDENTITASNama : Umur : Jenis kelamin : PerempuanAlamat : Status pernikahan : MenikahPekerjaan : Pendidikan : Agama : Tanggal masuk : No. RM :

II. ANAMNESISTelah dilakukan autoanamnesis dan alloanamnesis kepada anak pasien pada tanggal 17 Januari 2015 jam 09.00 WIB diruang 503.

Keluhan UtamaPasien datang dengan penurunan kesadaran sejak beberapa jam SMRS.

Keluhan TambahanPasien mengeluhkan batuk kering yang kadang-kadang muncul sejak 3 hari SMRS. Pasien kadang merasa pusing dan pusing membaik bila beristirahat. Nafsu makan pasien menurun sejak awal Desember 2014 karena merasa mual dan mulut terasa pahit setiap kali makan. Sejak 7 hari SMRS, pasien mengeluh badannya lemas, mual dan muntah.

Riwayat Penyakit SekarangPasien datang diantar oleh keluarga setelah mengalami penurunan kesadaran beberapa jam SMRS. Saat itu pasien baru saja datang dari kampung halamannya dan setiba dirumah, pasien tertidur dan pada tengah malam ketika dibangunkan oleh anaknya, pasien berkeringat dingin dan tidak sadarkan diri. Pasien segera dibawa ke IGD RSUD Budhi Asih. Pasien demam naik turun yang membaik apabila minum obat penurun demam. Pasien mengeluhkan batuk kering yang kadang-kadang muncul sejak 3 hari SMRS. Pasien kadang merasa pusing dan pusing membaik bila beristirahat.Keluarga pasien menyatakan bahwa nafsu makan pasien menurun sejak awal Desember 2014. Pasien tidak pernah menghabiskan makanannya dan hanya makan beberapa sendok karena setiap makan pasien merasa mual dan mulut terasa pahit. Sejak 7 hari SMRS, pasien mengeluhkan badannya lemas, mual dan muntah apabila makan dan minum, muntah berisi makanan dan minuman yang dikonsumsi pasien. Buang air kecil normal, berwarna kuning jernih dan buang air besar normal.

Riwayat Penyakit DahuluPasien memiliki riwayat menderita kencing manis sejak + 10 tahun yang lalu dan ada obat-obatan dari puskesmas yang rutin dikonsumsi. Pasien menyangkal memiliki riwayat darah tinggi, penyakit paru dan jantung sebelumnya. Selain itu, pasien menyatakan memiliki riwayat asma, riwayat maag dan memiliki alergi terhadap ikan laut. Pasien memiliki riwayat menderita batu ginjal.

Riwayat Keluarga Tidak terdapat keluarga yang menderita keluhan yang sama.

Riwayat Kebiasaan Pasien mengaku tidak pernah mengkonsumsi alkohol dan tidak merokok. Pasien jarang berolahraga dikarenakan sibuk mengurus rumah tangga dan juga berdagang.

Riwayat PengobatanPasien minum glibenclamide untuk kencing manis yang didapatkan dari puskesmas di kampungnya.

Kondisi Lingkungan & Sosial EkonomiPasien tinggal di rumah dengan ventilasi udara dan sanitasi yang cukup baik.

Tinjauan SistemUmum: LemasKulit: Tidak ada keluhanKepala:Leher: Tidak ada keluhanThorax: Batuk keringAbdomen: Mual (+), muntah (+).Saluran kemih: BAK lancar, tidak ada keluhanGenital: Tidak ada keluhanEkstremitas: Tidak ada keluhan

III. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : tampak sakit sedang Kesadaran : compos mentis Status gizi : BB : 40 kgTB : 155 cmBMI : 16.65 (gizi kurang) Tanda Vital :Tekanan darah: 160/80 mmHgFrekuensi nadi: 145x/menitPernapasan: 28x/menitSuhu: 36,7oC Taksiran umur : Sesuai usia Cara berbaring : Aktif Cara berbicara : Baik Sikap : Kooperatif Penampilan : Baik Status mental : Tingkah laku: wajarAlam perasaan : biasaProses pikir : wajarTidak ada cacat tubuh. Tidak ada pembesaran KGB. Status Generalis : KEPALA Mata: Cekung +/+, conjungtiva anemis +/+, sklera ikterik -/-Telinga : Normotia, nyeri tarik atau nyeri lepas (-/-), liang telinga lapang (+/+), serumen (-/-)Hidung : Deformitas (-), krepitasi (-), nyeri tekan (-), kavum nasal tampak lapang (+/+)Mulut : Bibir kering, tidak sianosis, tampak pucat, tidak ada efloresensi yang bermakna, uvula letak di tengah tidak hiperemis, arkus faring tidak hiperemis, tidak nampak detritus, tonsil T1/T1.

LEHER Inspeksi : Deviasi trakea (-), tampak KGB membesar (-) Palpasi : Kelenjar getah bening dan kelenjar tiroid tidak teraba membesar.

THORAX Inspeksi : Hemithoraks dextra dan sinistra simetris. Tidak nampak pernapasan yang tertinggal. Tidak tampak efloresensi yang bermakna, tulang iga tidak terlalu vertikal maupun horizontal, tidak tampak retraksi sela-sela iga dan otot-otot pernapasan Palpasi : vocal fremitus simetris kanan dan kiri Perkusi : hipersonor pada kedua lapang paru Batas paru dan dan hepar setinggi ICS 5 linea midclavikula kanan, redupBatas kanan paru dan jantung setinggi ICS 3 dan 5 garis sternalis kanan, redupBatas dan lambung setinggi ICS 8 linea aksilaris anterior kiri, timpaniBatas paru dan jantung kiri setinggi ICS 5, linea midclavikularis kiri, redupBatas atas jantung setinggi ICS 3 line parasternalis kiri. Auskultasi : Jantung : bunyi jantung I dan II regular, murmur (-) gallop (-) Paru : Suara napas vesikuler (+/+), Rhonki +/+, Wheezing -/-ABDOMEN Inspeksi : Tidak tampak efloresensi yang bermakna, perut cekung, smiling umbilicus (-), pulsasi abnormal (-). Auskultasi : Bising usus (+) Perkusi : Didapatkan timpani pada seluruh kuadran abdomen. Palpasi : Teraba supel, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan epigastrium (-) nyeri lepas (-) undulasi (-) ballottement (-) shifting dullness (-)

EKSTREMITAS Inspeksi : Simetris, tidak tampak efloresensi yang bermakna, oedem ekstremitas superior (-/-), oedem ekstremitas inferior (-/-), palmar eritem (-/-) Palpasi : Akral teraba hangat, CRT < 2 detik.

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Pemeriksaan Laboratorium Darah (17 Januari 2015)PemeriksaanHasilNormal

Leukosit 16.400 *3,611 ribu/uL

Eritrosit 2,7 *3,8-5,2 juta/uL

Hemoglobin6,9 *11,7-15,5g/dL

Hematokrit21 *35-47 %

Trombosit185.000150-440 ribu/uL

MCV77 *80-100 fL

MCH25,7 *26-34 pg

MCHC33,432-36 g/dL

RDW13,5 *