Case Based Discussion Scabies

of 30 /30
CASE BASED DISCUSSION SCABIES Diajukan untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik dan Melengkapi Salah Satu Syarat Menempuh Program Pendidikan Profesi Dokter Bagian Ilmu Kesehatan Kulit Kelamin di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang Disusun oleh : Edi Saefudin 01.209.5889 Pembimbing : dr. Endang Sri Hartiningsih, Sp.KK

Embed Size (px)

description

skabies

Transcript of Case Based Discussion Scabies

CASE BASED DISCUSSION

SCABIES

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik dan Melengkapi Salah Satu Syarat Menempuh Program Pendidikan Profesi Dokter Bagian Ilmu Kesehatan Kulit Kelamin di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang

Disusun oleh :

Edi Saefudin01.209.5889

Pembimbing :dr. Endang Sri Hartiningsih, Sp.KK

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNGSEMARANG2014TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Skabies adalah penyakit kulit gatal yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau S. scabiei var. hominis dan produknya. Tungau skabies lebih memilih area tubuh bersuhu relatif tinggi dan stratum korneum tipis. Dalam skabies normal, tungau lebih memilih ruang interdigital dari tangan dan kaki, daerah aksila, areola mammae, genetalia eksterna pada laki-laki, umbilikus, kulit perianal, pergelangan kaki dan permukaan medial kaki dan punggung

B. EpidemiologiInsidensi skabies sama pada kedua jenis kelamin; perbedaan dalam epidemiologi mungkin karena kepadatan penduduk, perumahan, dan faktor sosial ekonomi dan perilaku. Selain itu, kemiskinan, status gizi buruk, tunawisma, demensia dan kebersihan yang buruk merupakan faktor risiko terjadinya skabies.. Insiden skabies semakin meningkat sejak dua dekade ini dan telah memberikan pengaruh besar terhadap wabah di rumah-rumah sakit, penjara, panti asuhan, dan panti jompo. Penyakit ini dapat dimasukkan dalam P.H.S. (Penyakit akibat Hubungan Seksual).

C. EtiologiSarcoptes scabiei adalah parasit manusia obligat yang termasuk filum Arthopoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, superfamili Sarcoptes. Bentuknya lonjong, bagian chepal depan kecil dan bagian belakang torakoabdominal dengan penonjolan seperti rambut yang keluar dari dasar kaki. Tungau skabies mempunyai empat kaki dan diameternya berukuran 0,3 mm. Sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Tungau ini tidak dapat terbang atau melompat dan hanya dapat hidup selama 30 hari di lapisan epidermis.D. Patogenesis Reaksi alergi yang sensitif terhadap tungau dan produknya memperlihatkan peran yang penting dalam perkembangan lesi dan terhadap timbulnya gatal. S. Scabiei melepaskan substansi sebagai respon hubungan antara tungau dengan keratinosit dan sel-sel Langerhans ketika melakukan penetrasi ke dalam kulit. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan keterlibatan reaksi hipersensitivitas tipe IV dan tipe I. Pada reaksi tipe I, pertemuan antigen tungau dengan Imunoglobulin-E pada sel mast yang berlangsung di epidermis menyebabkan degranulasi sel-sel mast. Sehingga terjadi peningkatan antibodi IgE. Keterlibatan reaksi hipersensitivitas tipe IV akan memperlihatkan gejala sekitar 10-30 hari setelah sensitisasi tungau dan akan memproduksi papul-papul dan nodul inflamasi yang dapat terlihat dari perubahan histologik dan jumlah sel limfosit T banyak pada infiltrat kutaneus. Kelainan kulit yang menyerupai dermatitis tersebut sering terjadi lebih luas dibandingkan lokasi tungau dengan efloresensi dapat berupa papul, nodul, vesikel, urtika dan lainnya. Akibat garukan yang dilakukan oleh pasien dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta hingga terjadinya infeksi sekunder.

E. Faktor Predisposisi Faktor suhu dan kelembapanKedua faktor ini jelas sangat berpengaruh terhadap scabies, karena aktivitas tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Keadaan sosial serta kurangnya kebersihanFaktor ini memegang peranan penting pada scabies dimana terlihat insiden penyakit ini pada golongan sosial dan ekonomi yang lebih rendah sering ditemukan daripada golongan ekonomi yang baik

F. Gejala Klinis Kelainan klinis pada kulit yang ditimbulkan oleh infestasi Sarcoptes scabiei sangat bervariasi. Meskipun demikian kita dapat menemukan gambaran klinis berupa keluhan subjektif dan objektif yang spesifik. Dikenal ada 4 tanda utama atau cardinal sign pada infestasi skabies, yaitu: 1. Pruritus nocturnaSetelah pertama kali terinfeksi dengan tungau skabies, kelainan kulit seperti pruritus akan timbul selama 6 hingga 8 minggu. Infeksi yang berulang menyebabkan ruam dan gatal yang timbul hanya dalam beberapa hari. Gatal terasa lebih hebat pada malam hari.(3,4) Hal ini disebabkan karena meningkatnya aktivitas tungau akibat suhu yang lebih lembab dan panas. Sensasi gatal yang hebat seringkali mengganggu tidur dan penderita menjadi gelisah.2. Sekelompok orangPenyakit ini menyerang manusia secara kelompok, sehingga dalam sebuah keluarga biasanya mengenai seluruh anggota keluarga. Begitu pula dalam sebuah pemukiman yang padat penduduknya, skabies dapat menular hampir ke seluruh penduduk. Didalam kelompok mungkin akan ditemukan individu yang hiposensitisasi, walaupun terinfestasi oleh parasit sehingga tidak menimbulkan keluhan klinis akan tetapi menjadi pembawa/carier bagi individu lain.3. Adanya terowonganKelangsungan hidup Sarcoptes scabiei sangat bergantung kepada kemampuannya meletakkan telur, larva dan nimfa didalam stratum korneum, oleh karena itu parasit sangat menyukai bagian kulit yang memiliki stratum korneum yang relative lebih longgar dan tipis. Lesi yang timbul berupa eritema, krusta, ekskoriasi papul dan nodul yang sering ditemukan di daerah sela-sela jari, aspek volar pada pergelangan tangan dan lateral telapak tangan, siku, aksilar, skrotum, penis, labia dan pada areola wanita. Bila ada infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustul, ekskoriasi, dan lain-lain).4. Menemukan Sarcoptes scabieiApabila kita dapat menemukan terowongan yang masih utuh kemungkinan besar kita dapat menemukan tungau dewasa, larva, nimfa maupun skibala dan ini merupakan hal yang paling diagnostik. Akan tetapi, kriteria yang keempat ini agak susah ditemukan karena hampir sebagian besar penderita pada umumnya datang dengan lesi yang sangat variatif dan tidak spesifik. Pada kasus skabies yang klasik, jumlah tungau sedikit sehingga diperlukan beberapa lokasi kerokan kulit. Teknik pemeriksaan ini sangat tergantung pada operator pemeriksaan, sehingga kegagalan menemukan tungau sering terjadi namun tidak menyingkirkan diagnosis skabies.Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal tersebut.

G. Pemeriksaan Penunjang1. Kerokan kulitPapul atau kanalikuli yang utuh ditetesi dengan minyak mineral atau KOH 10% lalu dilakukan kerokan dengan meggunakan scalpel steril yang bertujuan untuk mengangkat atap papula atau kanalikuli. Bahan pemeriksaan diletakkan di gelas objek dan ditutup dengan kaca penutup lalu diperiksa dibawah mikroskop.2. Mengambil tungau dengan jarumBila menemukan terowongan, jarum suntik yang runcing ditusukkan kedalam terowongan yang utuh dan digerakkan secara tangensial ke ujung lainnya kemudian dikeluarkan. Bila positif, Tungau terlihat pada ujung jarum sebagai parasit yang sangat kecil dan transparan. Cara ini mudah dilakukan tetapi memerlukan keahlian tinggi

3. Tes tinta pada terowongan (Burrow ink test)Identifikasi terowongan bisa dibantu dengan cara mewarnai daerah lesi dengan tinta hitam. Papul skabies dilapisi dengan tinta cina, dibiarkan selama 20-30 menit. Setelah tinta dibersihkan dengan kapas alkohol, terowongan tersebut akan kelihatan lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya karena akumulasi tinta didalam terowongan. Tes dinyatakan positif bila terbetuk gambaran kanalikuli yang khas berupa garis menyerupai bentuk zigzag.4. Membuat biopsi irisan (epidermal shave biopsy)Diagnosis pasti dapat melalui identifikasi tungau, telur atau skibala secara mikroskopik. Ini dilakukan dengan cara menjepit lesi dengan ibu jari dan telunjuk kemudian dibuat irisan tipis, dan dilakukan irisan superficial secara menggunakan pisau dan berhati-hati dalam melakukannya agar tidak berdarah. Kerokan tersebut diletakkan di atas kaca objek dan ditetesi dengan minyak mineral yang kemudian diperiksa dibawah mikroskop.5. Biopsi irisan dengan pewarnaan HE.6. Uji tetrasiklinPada lesi dioleskan salep tetrasiklin yang akan masuk ke dalam kanalikuli. Setelah dibersihkan, dengan menggunakan sinar ultraviolet dari lampu Wood, tetrasiklin tersebut akan memberikan fluoresensi kuning keemasan pada kanalikuli.

H. DiagnosisDiagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melihat gambaran klinis dan lokasi terjadinya lesi serta pemeriksaan penunjang seperti yang telah disebutkan dengan menggunakan mikroskop pada sediaan yang ditetesi KOH 10-20%.

I. Diagnosis Banding Skabiesa) Penyakit kulit yang disebabkan infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var hominis dan produknya. Banyak factor yang menunjang penyakit ini antara lain social ekonomi rendah, hygiene yng buruk, juga dimasukkan dalam penyakit kibat hubungan sekssual. Cara penularan dari scabies ini (tranmisi) dapat melalui dua cara yaitu Kontak langsung (kontak kulit dengan kulit) dan kontak tak langsung (melalui benda). Siklus hidup tungau : setelah kopulasi yang terjadi di atas kulit,tungau jantan akan mati,kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan yang digali tungau betina. Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum dengan kecepatan 2-3 mm perhari sambil meletakkan telurnya 2 atau 4 butir sehari sampai berjumlah 40-50. Tungau betina yang dibuahi dapat hidup selama sebulan. Telur akan menetas dalam 3-5 hari dan menjadi larva.Larva dapat tinggal dalam terowongan atau dapat keluar. Setalah 2-3 hari,larva akan menjadi nimfa,ada yang jantan dan betina. Siklus hidup mulai dari telur sampai dewasa memerlukan waktu 8-12 hari.b) 4 tanda kardinal : Pruritus nokturna,gatal pada malam hari karena aktivitas tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Menyerang manusia secara kelompok,misalnya dalam keluarga atau lingkungan tempat tinggal. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, dengan panjang rata-rata 1cm, pada ujung terowongan ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder, ruam kulitnya menjadi polimorf (pustul,ekskoriasi). Tempat predileksi biasanya pada tempat yang stratum korneumnya tipis yaitu sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar,siku bagain luar,lipat ketiak bagian depan, areola mamae (wanita),umbilikus,bokong,genitalia eksterna (pria), dan perut bagian bawah.Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki.Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau.Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal tersebut. PrurigoPrurigo adalah erupsi papular kronik dan rekuren. Diantara berbagai bentuk prurigo Hebra merupakan bentuk yang paling sering. Kelainan kulit terdiri atas papul-papul miliar berbentuk kubah sangat gatal, lebih mudah diraba daripada dilihat terutama di daerah ekstremitas bagian ekstensor. Prurigo bentuk ini merupakan differential diagnosis dari scabies. Pada skabies,gatal terutama pada malam hari.orang-orang yang berdekatan juga terkena.Kelainan kulit berupa banyak vesikel dan papul pada lipatan-lipatan kulit. FolikulitisFolikulitis adalah peradangan pada selubung akar rambut ( folikel ), yang disebabkan oleh stafilokokus aureus. Gejala klinis folikulitis berbeda beda tergantung jenis infeksinya. Pada bentuk kelainan superfisial, bintik-bintik kecil (papul ) berkembang di sekeliling satu atau beberapa folikel. Papul kadang-kadang mengandung pus (pustul), ditengahnya mengandung rambut serta adanya krusta disekitar daerah inflamasi. Infeksi terasa gatal dan agak sakit, tetapi biasanya tidak terlalu menyakitkan. Tempat predileksi folikulitis superfisial yaitu di tungkai bawah. Folikulitis profunda akan merusak seluruh folikel rambut sampai ke subkutan sehingga akan teraba infiltrat di subkutan dan dapat menimbulkan gejala yang lebih berat yaitu sangat sakit, adanya pus yang akhirnya dapat meninggalkan jaringan ikat apabila telah sembuh. Insect Bit Adalah kelainan akibat gigitan atau tusukan serangga yang disebabkan rekasi terhadap toksin atau allergen yang dikeluarkan arthropoda penyerang. Setelah digigit serangga biasanya timbul edema pada kulit, disusul jaringan nekrosis setempat. Penderita mengeluh gatal dan nyeri tempat gigitan. Gejala sistemik brupa rasa tak enak, muntah-muntah, pusing, sampai syok bila toksin berat. Bias dimana saja di sluruh tubuh. Berupa eritem morbiliformis, atau bula yang dikelilingi eritem dan iskemia kemudian terjadi nekrosis luas dan gangrene, kadang berupa pustule miliar atau lentikular, bias juga urtikaria.

Pedikulosis corporisVagabonds disease; penyakit kutu badan. Penyakit ini disebabkan Pediculus humanus var. capitis (Body Louse). Simtomatologi Gigitan menyebabkan bintik merah di dada & perut, bahu & punggung, Papul, urtika dan gatal hebat, Erosi & ekskoriasi, infeksi sekunder, likenifikasi dan hiperpigmentasi (kronis, kering, pada orang tua, kebiasaan menggaruk).

J. PenatalaksanaanPada pasien dewasa, skabisid topikal harus dioleskan di seluruh permukaan tubuh kecuali area wajah dan kulit kepala,dan lebih difokuskan di daerah sela-sela jari, inguinal, genital, area lipatan kulit sekitar kuku, dan area belakang telinga. Pada pasien anak dan scabies berkrusta, area wajah dan kulit kepala juga harus dioleskan skabisid topikal. Pasien harus diinformasikan bahwa walaupun telah diberikan terapi skabisidal yang adekuat, ruam dan rasa gatal di kulit dapat tetap menetap hingga 4 minggu. Jika tidak diberikan penjelasan, pasien akan beranggapan bahwa pengobatan yang diberikan tidak berhasil dan kemudian akan menggunakan obat anti scabies secara berlebihan. Steroid topikal, anti histamin maupun steroid sistemik jangka pendek dapat diberikan untuk menghilangkan ruam dan gatal pada pasien yang tidak membaik setelah pemberian terapi skabisid yang lengkap.a. Penatalaksanaan secara umumPada pasien skabies : Mandi dengan air hangat dan keringkan badan. Pengobatan yang diberikan dioleskan di kulit dan sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum tidur. Hindari menyentuh mulut dan mata dengan tangan. Ganti pakaian, handuk, sprei, yang digunakan, selalu cuci dengan teratur dan bila perlu direndam dengan air panas Jangan ulangi penggunaan skabisd yang berlebihan dalam seminggu walaupun rasa gatal yang mungkin masih timbul selama beberapa hari. Setiap anggota keluarga serumah sebaiknya mendapatkan pengobatan yang sama dan ikut menjaga kebersihan b. Penatalaksanaan secara khususPengobatan skabies harus efektif terhadap tungau dewasa, telur dan produknya, mudah diaplikasikan, nontoksik, tidak mengiritasi, aman untuk semua umur, dan terjangkau biayanya. Pengobatan skabies yang bervariasi dapat berupa topikal maupun oral. PermethrinMerupakan sintesa dari pyrethroid, dan bekerja dengan cara mengganggu polarisasi dinding sel saraf parasit yaitu melalui ikatan dengan natrium. Hal ini memperlambat repolarisasi dinding sel dan akhirnya terjadi paralise parasit. Obat ini merupakan pilihan pertama dalam pengobatan scabies karena efek toksisitasnya terhadap mamalia sangat rendah dan kecenderungan keracunan akibat kesalahan dalam penggunaannya sangat kecil. Hal ini disebabkan karena hanya sedikit yang terabsorpsi di kulit dan cepat dimetabolisme yang kemudian dikeluarkan kembali melalui keringat dan sebum, dan juga melalui urin. Belum pernah dilaporkan resistensi setelah penggunaan obat ini. Permethrin tersedia dalam bentuk krim 5%, yang diaplikasikan selama 8-12 jam dan setelah itu dicuci bersih. Apabila belum sembuh bisa dilanjutkan dengan pemberian kedua setelah 1 minggu. Permethrin jarang diberikan pada bayi-bayi yang berumur kurang dari 2 bulan, wanita hamil dan ibu menyusui. Wanita hamil dapat diberikan dengan aplikasi yang tidak lama sekitar 2 jam. Efek samping jarang ditemukan, berupa rasa terbakar, perih dan gatal, namun mungkin hal tersebut dikarenakan kulit yang sebelumnya memang sensitive dan terekskoriasi. Presipitat Sulfur 2-10%Sulfur adalah antiskabietik tertua yang telah lama digunakan, sejak 25 M. Preparat sulfur yang tersedia dalam bentuk salep (2% -10%) dan umumnya salep konsentrasi 6% lebih disukai. Cara aplikasi salep sangat sederhana, yakni mengoleskan salep setelah mandi ke seluruh kulit tubuh selama 24 jam selama tiga hari berturut-turut. Keuntungan penggunaan obat ini adalah harganya yang murah dan mungkin merupakan satu-satunya pilihan di negara yang membutuhkan terapi massal. Bila kontak dengan jaringan hidup, preparat ini akan membentuk hydrogen sulfide dan pentathionic acid (CH2S5O6) yang bersifat germicid dan fungicid. Secara umum sulfur bersifat aman bila digunakan oleh anak-anak, wanita hamil dan menyusui serta efektif dalam konsentrasi 2,5% pada bayi. Kerugian pemakaian obat ini adalah bau tidak enak, mewarnai pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi. Benzyl benzoateBenzil benzoate adalah ester asam benzoat dan alkohol benzil yang merupakan bahan sintesis balsam peru. Benzil benzoate bersifat neurotoksik pada tungau skabies. Digunakan sebagai 25% emulsi dengan periode kontak 24 jam dan pada usia dewasa muda atau anak-anak, dosis dapat dikurangi menjadi 12,5%. Benzil benzoate sangat efektif bila digunakan dengan baik dan teratur dan secara kosmetik bisa diterima. Efek samping dari benzil benzoate dapat menyebabkan dermatitis iritan pada wajah dan skrotum, karena itu penderita harus diingatkan untuk tidak menggunakan secara berlebihan. Penggunaan berulang dapat menyebabkan dermatitis alergi. Terapi ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan menyusui, bayi, dan anak-anak kurang dari 2 tahun. Tapi benzil benzoate lebih efektif dalam pengelolaan resistant crusted scabies. Di negara-negara berkembang dimana sumber daya yang terbatas, benzil benzoate digunakan dalam pengelolaan skabies sebagai alternatif yang lebih murah. Gamma benzene heksaklorida (Lindane)Lindane juga dikenal sebagai hexaklorida gamma benzena, adalah sebuah insektisida yang bekerja pada sistem saraf pusat (SSP) tungau. Lindane diserap masuk ke mukosa paru-paru, mukosa usus, dan selaput lendir kemudian keseluruh bagian tubuh tungau dengan konsentrasi tinggi pada jaringan yang kaya lipid dan kulit yang menyebabkan eksitasi, konvulsi, dan kematian tungau. Lindane dimetabolisme dan diekskresikan melalui urin dan feses. Lindane tersedia dalam bentuk krim, lotion, gel, tidak berbau dan tidak berwarna. Pemakaian secara tunggal dengan mengoleskan ke seluruh tubuh dari leher ke bawah selama 12-24 jam dalam bentuk 1% krim atau lotion. Setelah pemakaian dicuci bersih dan dapat diaplikasikan lagi setelah 1 minggu. Hal ini untuk memusnahkan larva-larva yang menetas dan tidak musnah oleh pengobatan sebelumnya. Beberapa penelitian menunjukkan penggunaan Lindane selama 6 jam sudah efektif. Dianjurkan untuk tidak mengulangi pengobatan dalam 7 hari, serta tidak menggunakan konsentrasi lain selain 1%. Efek samping lindane antara lain menyebabkan toksisitas SSP, kejang, dan bahkan kematian pada anak atau bayi walaupun jarang terjadi. Tanda-tanda klinis toksisitas SSP setelah keracunan lindane yaitu sakit kepala, mual, pusing, muntah, gelisah, tremor, disorientasi, kelemahan, berkedut dari kelopak mata, kejang, kegagalan pernapasan, koma, dan kematian. Beberapa bukti menunjukkan lindane dapat mempengaruhi perjalanan fisiologis kelainan darah seperti anemia aplastik, trombositopenia, dan pancytopenia. Crotamiton krim (Crotonyl-N-Ethyl-O-Toluidine)Crotamion (crotonyl-N-etil-o-toluidin) digunakan sebagai krim 10% atau lotion. Tingkat keberhasilan bervariasi antara 50% dan 70%. Hasil terbaik telah diperoleh bila diaplikasikan dua kali sehari selama lima hari berturut-turut setelah mandi dan mengganti pakaian dari leher ke bawah selama 2 malam kemudian dicuci setelah aplikasi kedua. Efek samping yang ditimbulkan berupa iritasi bila digunakan jangka panjang. Beberapa ahli beranggapan bahwa crotamiton krim ini tidak memiliki efektivitas yang tinggi terhadap skabies. Crotamiton 10% dalam krim atau losion, tidak mempunyai efek sistemik dan aman digunakan pada wanita hamil, bayi dan anak kecil. IvermectinIvermectin adalah bahan semisintetik yang dihasilkan oleh Streptomyces avermitilis, anti parasit yang strukturnya mirip antibiotic makrolid, namun tidak mempunyai aktifitas sebagai antibiotic, diketahui aktif melawan ekto dan endo parasit. Digunakan secara meluas pada pengobatan hewan, pada mamalia, pada manusia digunakan untuk pengobatan penyakit filarial terutama oncocerciasis. Diberikan secara oral, dosis tunggal, 200 ug/kgBB dan dilaporkan efektif untuk scabies. Digunakan pada umur lebih dari 5 tahun. Juga dilaporkan secara khusus tentang formulasi ivermectin topikal efektif untuk mengobati scabies. Efek samping yang sering adalah kontak dermatitis dan toxicepidermal necrolysis. MonosulfiranTersedia dalam bentuk lotion 25% sebelum digunakan harus ditambahkan 2-3 bagian air dan digunakan setiap hari selama 2-3 hari. Malathion Malathion 0,5% adalah insektisida organosfosfat dengan dasar air digunakan selama 24%. Pemberian berikutnya beberapa hari kemudian. Namun saat ini tidak lagi direkomendasikan karena berpotensi memberikan efek samping yang buruk

K. Edukasi1. Semua baju, selimut, sprei yang dipakai direndam air panas dahulu sebelum dicuci, atau di masukkan ke dalam plastik selama 5 hari sebelum dicuci 2. Tempat tidur dan bantal dijemur dibawah sinar matahari 3. Jangan memakai handuk atau pakaian secara bergantian 4. Pengobatan meliputi semua orang di sekitar pasien, bila ada yang mengeluh gatal-gatal segera periksa ke dokter 5. Jaga kebersihan diri dan lingkungan 6. Potong kuku tangan, dan hindari menggaruk secara berlebihan

L. KomplikasiInfeksi sekunder pada pasien skabies merupakan akibat dari infeksi bakteri atau karena garukan. Keduanya mendominasi gambaran klinik yang ada. Erosi merupakan tanda yang paling sering muncul pada lesi sekunder. Infeksi sekunder dapat ditandai dengan munculnya pustul, supurasi, dan ulkus. Selain itu dapat muncul eritema, skuama, dan semua tanda inflamasi lain pada ekzem sebagai respon imun tubuh yang kuat terhadap iritasi. Nodul-nodul muncul pada daerah yang tertutup seperti bokong, skrotum, inguinal, penis, dan axilla. Infeksi sekunder lokal sebagian besar disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan biasanya mempunyai respon yang bagus terhadap topikal atau antibiotic oral, tergantung tingkat pyodermanya. Selain itu, limfangitis dan septiksemia dapat juga terjadi terutama pada skabies Norwegian, post-streptococcal glomerulonephritis bisa terjadi karena skabies-induced pyodermas yang disebabkan oleh Streptococcus pyogens.

M. PrognosisJika tidak dirawat, kondisi ini bisa menetap untuk beberapa tahun. Pada individu yang immunocompetent, jumlah tungau akan berkurang seiring waktu. Infestasi scabies dapat disembuhkan. Seorang individu dengan infeksi scabies, jika diobati dengan benar, memiliki prognosis yang baik, keluhan gatal dan ekzema akan sembuh.

IDENTITAS PASIEN Nama: An Yudha A Umur: 13 tahun Jenis kelamin: laki-laki Agama: Islam Alamat:

ANAMNESISKeluhan utama: gatal Riwayat Penyakit sekarangPasien datang ke poli kulit kelamin RST Semarang dengan keluhan gatal pada kedua sela-sela jari tangan, perut, paha dan kaki yang sudah dirasakan sejak 2 minggu ini, rasa gatal bertambah terutama malam hari. Teman-teman pasien juga ada yang mengalami hal serupa. Sebelumnya pasien sudah berobat dipuskesmas namun keluhan belum sembuh. Riwayat alergi obat disangkal. Riwayat penyakit dahuluPasien belum pernah sakit seperti ini Riwayat penyakit keluargaAyah pasien juga mengatakan hal serupa dengan pasien. Riwayat social ekonomiPasien adalah seorang pelajar, an Praka, biaya pengobatan ditanggung oleh dinas. Kesan ekonomi cukup.

PEMERIKSAAN FISIK Satus generalis : dalam batas normal Status dermatologi :UKK: papul, skuama dan krusta

USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANGPemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis adalah dengan menemukan adanya tungau. Cara menemukan tungau :Kerokan kulitPapul atau kanalikuli yang utuh ditetesi dengan minyak mineral atau KOH 10% lalu dilakukan kerokan dengan meggunakan scalpel steril yang bertujuan untuk mengangkat atap papula atau kanalikuli. Bahan pemeriksaan diletakkan di gelas objek dan ditutup dengan kaca penutup lalu diperiksa dibawah mikroskop.

DIAGNOSIS BANDING Skabies4 tanda kardinal : Pruritus nokturna,gatal pada malam hari karena aktivitas tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Menyerang manusia secara kelompok,misalnya dalam keluarga atau lingkungan tempat tinggal. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, dengan panjang rata-rata 1cm, pada ujung terowongan ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder, ruam kulitnya menjadi polimorf (pustul,ekskoriasi). Tempat predileksi biasanya pada tempat yang stratum korneumnya tipis yaitu sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar,siku bagain luar,lipat ketiak bagian depan, areola mamae (wanita), umbilikus, bokong, genitalia eksterna (pria), dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapakkaki. Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau.Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal tersebut. PrurigoPrurigo adalah erupsi papular kronik dan rekuren. Kelainan kulit terdiri atas papul-papul miliar berbentuk kubah sangat gatal, lebih mudah diraba daripada dilihat terutama di daerah ekstremitas bagian ekstensor. Prurigo bentuk ini merupakan differential diagnosis dari scabies. Kelainan kulit berupa banyak vesikel dan papul pada lipatan-lipatan kulit. FolikulitisFolikulitis adalah peradangan pada selubung akar rambut ( folikel ), yang disebabkan oleh stafilokokus aureus. Gejala klinis folikulitis berbeda beda tergantung jenis infeksinya. Pada bentuk kelainan superfisial, bintik-bintik kecil (papul ) berkembang di sekeliling satu atau beberapa folikel. Papul kadang-kadang mengandung pus (pustul), ditengahnya mengandung rambut serta adanya krusta disekitar daerah inflamasi. Infeksi terasa gatal dan agak sakit, tetapi biasanya tidak terlalu menyakitkan. Tempat predileksi folikulitis superfisial yaitu di tungkai bawah. Insect Bit Adalah kelainan akibat gigitan atau tusukan serangga yang disebabkan rekasi terhadap toksin atau allergen yang dikeluarkan arthropoda penyerang. Setelah digigit serangga biasanya timbul edema pada kulit, disusul jaringan nekrosis setempat. Penderita mengeluh gatal dan nyeri tempat gigitan. Gejala sistemik berupa rasa tak enak, muntah-muntah, pusing, sampai syok bila toksin berat. Bias dimana saja di sluruh tubuh. Berupa eritem morbiliformis, atau bula yang dikelilingi eritem dan iskemia kemudian terjadi nekrosis luas dan gangrene, kadang berupa pustule miliar atau lentikular, bias juga urtikaria.

Pedikulosis corporisVagabonds disease; penyakit kutu badan. Penyakit ini disebabkan Pediculus humanus var. capitis (Body Louse). Simtomatologi Gigitan menyebabkan bintik merah di dada & perut, bahu & punggung, Papul, urtika dan gatal hebat, Erosi & ekskoriasi, infeksi sekunder, likenifikasi dan hiperpigmentasi (kronis, kering, pada orang tua, kebiasaan menggaruk).

DIAGNOSIS KERJAScabies

PENATALAKSANAANNon Medikamentosa Semua baju, selimut, sprei yang dipakai direndam air panas dahulu sebelum dicuci, atau di masukkan ke dalam plastik selama 5 hari sebelum dicuci Tempat tidur dan bantal dijemur dibawah sinar matahari Jangan memakai handuk atau pakaian secara bergantian Pengobatan meliputi semua orang di sekitar pasien, bila ada yang mengeluh gatal-gatal segera periksa ke dokter Jaga kebersihan diri dan lingkungan Potong kuku tangan, dan hindari menggaruk secara berlebihan

MedikamentosaR/ Eritromisin tab 500 mg No X S 3 d d 1R/ CTM tab No X S 2 d d 1R/ SapoviridisR/ Kr. ScabimileR/bedak RST