CA Colon Gina

Click here to load reader

  • date post

    13-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of CA Colon Gina

Carsinoma Colon

Pembimbing: Dr. Myra, Sp.B

Disusun oleh : Gina Fadhilah 030.06.103

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH RSUD BEKASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA 2011

PENDAHULUAN

Embriologi dan anatomi Usus besar atau kolon adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utamanya adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan "kolon kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan "kolon kiri". Secara embriologik, kolon kanan berasal dari usus tengah, sedangkan kolon kiri sampai dengan rectum berasal dari usus belakang. Perkembangan usus tengah ditandai dengan pemanjangan usus yang cepat dan mesenteriumnya, sehingga terbentuk gelung usus primer. Bagian kranial saluran usus ini akan menjadi duodenum, jejunum, ileum. Sedang pada bagian kaudal akan menjadi bagian bawah ileum, sekum, apendiks, kolon asendens dan 2 / 3 bagian proksimal dari kolon transversum. Serentak dengan pertumbuhan panjangnya , gelung usus primer mengalami rotasi yang mengelilingi poros yang dibentuk oleh arteri mesenterika superior. Perputaran yang terjadi jika telah selesai adalah 270o. Pada mudigah berumur 6 minggu timbul tunas sekum sebagai pelebaran kecil berbentuk kerucut dari bagian kaudal gelung usus primer dan saat ini untuk sementara menempati kuadran kanan atas setelah rotasi tersebut. Dari sini, usus bergerak turun menuju ke dalam fossa iliaka kanan sehingga kolon asendens menjadi terletak pada kuadran kanan atas. Seiring perkembangan tersebut ujung distal dari tunas sekum membentuk sebuah divertikulum yang sempit, yakni apendiks primitif pada minggu ke 8. Karena apendiks berkembang saat penurunan kolon, dapat dimengerti bahwa kedudukan akhirnya kerap kali di belakang sekum atau kolon.

2

Lapisan otot longitudinal kolon membentuk tiga buah pita, yang disebut tenia., yang lebih pendek dari kolon itu sendiri sehingga kolon berlipat-lipat dan berbentuk seperti sakulus, yang disebut haustra. Kolon transversum dan kolon sigmoideum terletak intraperitoneal dan dilengkapi dengan mesentrium. Dalam perkembangan embriologik kadang terjadi gangguan rotasi usus embrional sehingga kolon kanan dan sekum mempunyai mesentrium yang bebas. Keadaan ini memudahkan terjadinya putaran atau volvulus sebagian usus yang sama halnya dapat terjadi dengan mesentrium yang panjang pada kolon sigmoid dengan radiksnya yang sempit. Batas antara kolon dan rektum tampak jelas karena pada rektum ketiga tenia tidak tampak lagi. Batas ini terletak di bawah ketinggian, promontorium, kira-kira 15 cm dari anus. Pertemuan ketiga tenia di daerah sekum menunjukkan pangkal apendiks bila apendiks tidak jelas karena perlengketan. Vaskularisasi kolon

Suplai darah kolon terutama melalui a.mesenterika superior dan inferior. Sekum, kolon asendens, dan bagian kanan kolon transversum didarahi oleh cabang a.mesenterika superior, yaitu a.ileokolika, a.kolika dekstra, dan a. Kolika media. 3

Kolon transversum bagian kiri, kolon desendens, kolon sigmoid, dan sebagian besar rektum didarahi oleh a.mesenterika inferior melalui a.kolika sinistra, a.sigmoid, dan a.hemoroidalis superior. Masing-masing mempunyai anastomosis dengan arteri yang berdekatan, yang membentuk pembuluh darah kontinyu di sekeliling keseluruhan kolon (arteri marginalis Drummond). Yang terakhir ini terletak sekitar 1 cm dari tepi kolon, yang terdekat sepanjang kolon descendens dan sigmoid. Pembuluh vena kolon berjalan paralel dengan arterinya. Aliran darah vena disalurkan melalui v.mesenterika superior untuk kolon asendens dan kolon transversum, dan melalui v.mesenterika inferior untuk kolon desendens, sigmoid, dan rectum. Keduanya bermuara ke dalam v.porta, tetapi v.mesenterika inferior melalui v.lienalis. Aliran vena dari kanalis analis menuju ke v.kava inferior. Oleh karena itu, anak sebar yang berasal dari keganasan rektum dan anus dapat ditemukan di paru, sedangkan yang berasal dari kolon ditemukan di hati. Pada batas rektum dan anus terdapat banyak kolateral arteri dan vena melalui peredaran hemoroidal antara sistem pembuluh saluran cerna dan sistem arteri dan vena iliaka. Aliran limf kolon sejalan dengan aliran darahnya. Hal ini penting diketahui sehubungan dengan penyebaran keganasan dan kepentingannya dalam reseksi keganasan kolon. Sumber aliran limf terdapat pada muskularis mukosa. Jadi, selama suatu keganasan kolon belum mencapai lapisan muskularis mukosa, kemungkinan besar belum ada metastasis. Metastasis dari kolon sigmoid ditemukan di kelenjar regional mesenterium dan retroperitoneal pada a.kolika sinistra, sedangkan dari anus ditemukan di kelenjar regional di regio inguinalis. Persarafan kolon Kolon dipersarafi oleh serabut simpatis yang berasal dari n.splanknikus dan pleksus presakralis serta serabut parasimpatis yang berasal dari n.vagus. Karena distribusi persarafan usus tengah dan usus belakang berbeda, nyeri alih pada kedua bagian kolon kiri dan kanan berbeda. Lesi pada kolon bagian kanan yang berasal dari usus tengah terasa mula-mula pada epigastrium atau di atas pusat. Nyeri pada apendisitis akut mula-mula terasa pada epigastrium, kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Nyeri dari lesi pada kolon desendens atau sigmoid yang berasal dari usus belakang terasa mula-mula di hipogastrium.

4

Fisiologi Fungsi usus besar adalah menyerap air, vitamin, dan elektrolit, ekskresi mukus, serta menyimpan feses, dan kemudian mendorongnya keluar. Dari 700-1000 ml cairan usus halus yang diterima oleh kolon, hanya 150-200 ml yang dikeluarkan sebagai feses setiap harinya. Udara ditelan sewaktu makan, minum, atau menelan ludah. Oksigen dan CO2 di dalamnya diserap di usus, sedangkan nitrogen bersama dengan gas hasil pencernaan dan peragian dikeluarkan sebagai flatus. Jumlah gas di dalam usus mencapai 500 ml sehari. Pada infeksi usus, produksi gas meningkat dan bila terdapat obstruksi usus, gas tertimbun di saluran cerna dan menimbulkan flatulensi. Histologi Secara makroskopis usus kolon besar dapat dibagi kolon menjadi enam bagian, desenden, sigmoid,

yaitu sekum, kolon asenden,

transversus,

dan rektum. Keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis. Karakteristik utama pada sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti usus halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk tubuli sederhana, tidak memiliki sel granuler asidofilik (sel Panneth), dan memiliki jumlah nodul limfatik yang banyak. Gambaran histologis usus besar secara umum yaitu mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan lebih lurus pada tunika mukosa dibandingkan dengan usus halus. Epitel usus besar berbentuk silinder dan mengandung jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus. Lamina propria usus besar terdiri atas jaringan ikat retikuler dan nodulus limfatikus. Seperti pada usus halus, tunika muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan sirkular sebelah dalam dan lapisan longitudinal sebelah luar. Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar, lemak, dan pleksus Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa terdapat tunika muskularis eksterna dan tunika serosa. Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium dan jaringan ikat subserosa.

5

TINJAUAN PUSTAKA Carsinoma Colon

Colorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca. Colon atau Kanker Usus Besar adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu). Di negara maju, kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi, dan menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. Untuk menemukannya diperlukan suatu tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi, sedangkan untuk terapinya adalah melalui pembedahan diikuti kemoterapi.

DefinisiKanker kolon adalah suatu bentuk keganasan dari masa abnormal atau neoplasma yang muncul dari jaringan epithelial dari colon.

6

Kanker kolon atau usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rectum. Kanker kolon adalah pertumbuhan sel yang bersifat ganas yang tumbuh pada kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya. Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kanker kolon adalah suatu pertumbuhan tumor yang bersifat ganas dan merusak sel DNA dan jaringan sehat disekitar kolon (usus besar).

EtiologiTumor adalah suatu benjolan atau struktur yang menempati area tertentu pada tubuh, dan merupakan neoplasma yang dapat bersifat jinak atau ganas. Kanker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang tidak teratur dan kemampuan sel-sel ini untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi lainnya. Terdapat empat etiologi utama kanker, yaitu : 1. Diet : Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang rendah serat (sayur-sayuran, buah-buahan), kebiasaan makan makanan berlemak tinggi dan sumber protein hewani. 2. Kelainan kolon : - Adenoma di kolon : Degenerasi maligna menjadi adenokarsinoma. - Familial poliposis : Polip di usus mengalami degenerasi maligna menjadi karsinoma. - Kondisi ulserative : Penderita colitis ulserativa menahun mempunyai risiko terkena karsinoma kolon. 3. Genetik :

7

Anak yang berasal dari orangtua yang orangtuanya sehat.

menderita karsinoma kolon yang

mempunyai frekuensi 3 kali lebih banyak daripada anak anak

GejalaGejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker, tahap penyakit, dan fungsi segmen usus tempat kanker berlokasi. Adanya perubahan dalam defekasi, darah pada feses, konstipasi, perubahan dalam penampilan feses, tenesmus, a