Buletin INFO SKETSA Juli-Agustus 2014

download Buletin INFO SKETSA Juli-Agustus 2014

of 12

  • date post

    08-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    241
  • download

    11

Embed Size (px)

description

Headline: Antara Ambisi dan Sulitnya Proses Perbaikan Diri Unsoed

Transcript of Buletin INFO SKETSA Juli-Agustus 2014

  • SNP terdiri atas standar isi,

    kompetensi lulusan, proses akade-

    mik, tenaga kependidikan, penge-

    lolaan, pembiayaan, penilaian, dan

    terakhir, standar sarana dan pra-

    sarana pendidikan. SNP dalam dunia

    pendidikan berfungsi sebagai dasar

    dalam perencanaan, pelaksanaan,

    dan pengawasan pendidikan guna

    mewujudkan pendidikan nasional

    yang bermutu.

    Sampai saat ini, Permendik-

    bud mengenai Standar Nasional

    Perguruan Tinggi (SNPT) masih be-

    lum disahkan. Padahal, rancangan

    peraturan pemerintah tersebut su-

    dah dibuat sejak Juli 2013. Menurut

    rancangan Permen tersebut, SNPT

    merupakan satuan standar yang

    melipu SNP, ditambah dengan

    standar penelian dan standar

    pengabdian kepada masyarakat.

    Perguruan nggi sebagai lembaga

    pendidikan nggi wajib meningkat-

    kan mutu guna menghasilkan lulu-

    san yang sesuai dengan Tridharma

    Perguruan Tinggi.

    Menurut Ketua Lembaga

    Pembelajaran Penjaminan Mutu

    dan Kerjasama (LP3K) Universitas

    Jenderal Soedirman, Dr.rer.nat.

    Imam Widhiono M.Z., M.S, Sebuah

    universitas bisa dikatakan bermutu

    jika bisa mencapai visinya. Uni-

    versitas Jenderal Soedirman se-

    bagai salah satu perguruan nggi

    negeri memiliki visi, yaitu menjadi

    universitas berbasis World Class

    Civic University (WCCU) yang ditar-

    getkan terwujud tahun 2020.

    WCCU sebagai acuan penca-

    paian cita-cita Unsoed, menjadikan

    Unsoed bekerja keras untuk meme-

    nuhi standar sebuah universitas ke-

    las dunia. Sama halnya seper SNP,

    QS (Quacquarelli Symonds) 'World

    Universies Ranking' juga digunakan

    Unsoed sebagai standar diri menuju

    SK

    ET

    SA

    /R

    AC

    HM

    A A

    MA

    LIA

    SktsaBULETIN UNTUK

    MAHASISWA & UMUM

    EDISI XXIX / JULI-AGUSTUS 2014

    Email : redaksi@lpmsketsa.com / infosketsa@yahoo.com - Iklan : 085719700152

    INFO

    Antara Ambisi dan Sulitnya

    Proses Perbaikan Diri Unsoed

    Pemandu Wawasan Almamater sejak 1988 www.lpmsketsa.com

    Pemerintah, melalui Badan Standar Nasional Pendidikan

    (BSNP), telah menetapkan Standar Nasional Pendidikan

    (SNP) sebagai standar sistem pendidikan di Indonesia.

    Oleh: Rachma A./Yenny F./Muthia K.

    (Bersambung ke halaman 3)

    RCHM

    www.lpmsketsa.comVISIT US

  • WCCU (World Class Civic University) ha-

    rus terwujud pada 2020. Pencapaian menuju cita-

    cita itu kini nggal menunggu waktu 6 tahun lagi.

    Namun, apakah Unsoed sudah mempersiapkan

    diri untuk mewujudkan visinya?

    Upaya-upaya Unsoed demi menggapai

    mimpi terbesarnya untuk menjadi WCCU seakan

    terus digencarkan. Waktu 6 tahun adalah waktu

    yang sangat singkat bagi sebuah universitas untuk

    menjadi universitas kelas dunia. Unsoed ingin

    memanfaatkan waktu yang singkat tersebut untuk

    memperbaiki serta meningkatkan mutunya se-

    suai dengan sistem penilaian QS (Quacquarelli

    Symonds).

    Rang berupa bintang QS World Uni-

    versies Ranking digunakan Unsoed sebagai

    standar diri menuju WCCU. Mirisnya, pengakuan

    kualitas Unsoed dari sang pe-ranking level dunia

    ini masih sangat jauh dari angka wajar tunggu.

    Dalam 6 tahun Unsoed harus bertabur bintang

    QS, sedangkan saat ini baru mendapat satu biji

    pada dua kategori. Satu bintang dalam standar QS

    adalah rang nol atau statusnya baru diakui.

    Kesibukan stakeholder bercabang.

    Karena kurang krik, Unsoed terasa dak ber-

    gerak verkal ke arah yang lebih baik. Akreditasi

    dipersiapkan hanya beberapa saat sebelum

    visitasi lembaga penilai. Budaya menulis,

    pemuasan pelayanan, perbaikan birokrasi usang

    yang perlu be-revolusi, kualitas layanan berbasis

    internet, adalah hal-hal yang seharusnya dipikir-

    kan. Namun, Unsoed lebih memilih untuk

    melayani pasar. Unsoed membuka prodi baru,

    pendidikan pula! Lalu, pertanyaan lanjutan yang

    kemudian muncul adalah: apakah Prodi-prodi

    baru yang bahkan belum terakreditasi tersebut

    mampu mencapai puncak akreditasi hanya dalam

    kurun waktu 6 tahun?

    Tak hanya persoalan akreditasi, Unsoed

    masih butuh 'kekualitasan' untuk mencapai tata-

    nan kampus yang ideal. Polemik akreditasi dan

    tatanan fakultas serta Prodi yang masih mengejar

    kata bermutu, memaksa Unsoed untuk memutar

    otak dan bekerja lebih keras lagi.

    Memperbaiki tatanan dan kualitas haki-

    katnya adalah suatu kebutuhan yang harus dimi-

    liki sebuah lembaga pendidikan. Pengin-

    ternasionalan diri juga menjadi salah satu jalan

    untuk mencapai mutu terbaik. Proses yang pan-

    jang dan tak mudah dalam meningkatkan mutu

    menjadi tantangan tersendiri bagi universitas jen-

    deral bintang lima ini. Keinginan membawa

    Tridharma Perguruan Tinggi ke arah internasional

    seharusnya memovasi Unsoed untuk terus

    memperbaiki diri.

    Nahkoda baru rektorat, sang harapan

    baru, mengemban musibah yang sudah di-

    pilihnya. Sifat sadar krik, sadar posisi, dan sadar

    media serta keterbukaan informasi sangat do-

    minan untuk mengansipasi kasus rektor lama.

    Jangan sampai WCCU tertunda karena sang rek-

    tor terbelit KPK.

    [Redaksi]

    Universitas Bintang Lima

    Bermimpi Hujan

    Bintang QS

    DARI REDAKSI

    SKETSA/SUCIPTO

  • 3INFO SktsaJULI-AGUSTUS 2014

    WCCU. QS sendiri merupakan

    s t a n - d a r b e r d a s a r k a n p a d a

    m a h a s i s w a , p e n e l i a n ,

    employabi l i ty , staf pengajar,

    fasilitas, dan interna-sionalisasi.

    Ironisnya, sampai saat ini Unsoed

    baru mendapatkan satu (baca:

    rang nol) dari lima bintang pada

    dua kategori (This instute is rated 0

    Stars based on 2 categories)

    penilaian QR World.

    Geliat

    Beberapa tahun terakhir,

    terlihat jelas adanya pembangunan

    beberapa fasilitas di wilayah Un-

    soed. Fasilitas tersebut antara lain

    pembangunan Auditorium Graha

    Widyatama, Rumah Sakit Gigi dan

    Mulut Pendidikan (RSGMP), dan

    adanya penambahan beberapa

    program studi baru di tahun 2011

    sampai dengan tahun ini.

    Pada tahun 2014, Unsoed me-

    nambah beberapa program studi

    baru, diantaranya adalah program

    studi S1 Pendidikan Ekonomi, S1

    Pendidikan Bahasa dan Sastra Indo-

    nesia, dan S1 Pendidikan Jasmani

    Kesehatan dan Rekreasi. Keganya

    merupakan program studi pen-

    didikan. Ini adalah pertama kalinya

    Unsoed memiliki program studi ber-

    basis ilmu pendidikan dan peng-

    ajaran.

    Namun, belum adanya Fakul-

    tas Pendidikan membuat kega Pro-

    di pendidikan tersebut masih berdiri

    dibawah naungan beberapa fakultas

    lama seper FEB, FISIP, dan FKIK.

    Kondisi berbeda terlihat di beberapa

    universitas seper UNJ, UNY, dan

    UPI, yang memang merupakan per-

    guruan nggi berbasis ilmu peng-

    ajaran dan pendidikan, telah men-

    dirikan Fakultas Keguruan dan Ilmu

    Pendidikan (FKIP) sebagai fakultas

    yang menaungi Prodi atau Jurusan

    Ilmu Pendidikan.

    Fakultas Pendidikan untuk be-

    berapa Prodi Pendidikan di Unsoed

    belum dapat direalisasikan karena

    prosesnya tak semudah memba-

    likkan telapak tangan. Prodi S1 Pen-

    didikan untuk sementara 'dip-

    kan' di fakultas lain, untuk kemudi-

    an menjadi fakultas sendiri, ujar

    Widhiono. Jadi, proses terben-

    tuknya fakultas baru sangatlah

    lamban.

    Berdasarkan Permen No.21

    Pasal 52 Tahun 2014, Unsoed me-

    miliki dua belas fakultas. Dalam

    Permen tersebut, muncul empat

    fakultas baru, yaitu Fakultas Mate-

    maka dan IPA (FMIPA), Fakultas

    Ilmu Kesehatan, Fakultas Ilmu

    Budaya, Fakultas Kedokteran, dan

    Fakultas Teknik. Walaupun proposal

    untuk pembentukan fakultas sudah

    diajukan sejak dulu, Permen baru

    terbit tahun 2014.

    Jurusan MIPA yang kini baru

    mendapatkan SK sebagai fakultas,

    sudah sejak 2010 mengajukan pro-

    posal untuk menjadi fakultas.

    Menurut Bilalodin, Kepala Jurusan

    MIPA, proposal pengajuan fakultas

    sudah dibuat pada sekitar tahun

    2010/2011 dan sudah diadakan

    evaluasi kelayakan gedung pada ta-

    hun 2011. Masalah kapan peres-

    miannya, nggal menunggu perse-

    tujuan dari Mendikbudpar (baca:

    Mendikbud-red) dan Menteri Keu-

    angan, jelas Bilalodin.

    Adanya Permen juga menuai

    perhaan serta opini dari pihak

    mahasiswa, dak terkecuali Rii,

    Presidem BEM MIPA Unsoed. Saat

    Teknik, MIPA, dan JPK masih berga-

    bung di FST (Fakultas Sains dan

    Teknik red) yang pusatnya di Purba-

    lingga, teman-teman MIPA maupun

    JPK terkendala pada jarak yang

    terpisah jauh, sehingga informasi

    beasiswa dan link lomba sering ter-

    lambat, keluhnya mengenai MIPA

    yang masih tergabung dalam FST.

    Perihal menyambut baik Per-

    men tersebut, diakuinya bahwa saat

    ini yang menjadi fokus utama MIPA

    adalah pada bidang administraf

    untuk berdirinya MIPA sebagai

    fakultas. Tuntutan Presiden BEM itu

    justru tertuju pada mahasiswa. Ia

    berharap agar mahasiswa dapat me-

    ningkatkan kualitas kegiatannya, ba-

    ik akademik maupun organisasi.

    Tak ada impian tanpa rintang-

    an. Untuk meraih penghargaan

    sebagai kampus berstatus World

    Class Civic University bukan