Buletin BSNP Edisi 3 - 2011

of 20 /20

Embed Size (px)

description

Buletin BSNP Edisi 3 - Th. 20111

Transcript of Buletin BSNP Edisi 3 - 2011

  • 1. Dari Redaksi PenanggungjawabMoehammad Aman Wirakartakusumah P embaca yang budiman. Puji dan syukur bagi Allah karena hanya dengan pertolongan dan inayahNya lah, Buletin BSNP edisi ketiga tahun 2011 terbit dan hadir di tangan pembaca sesuai dengan yang direncanakan. Mulai edisi ketiga ini kami Pemimpin Redaksi Edy Tri Baskoro paparkan secara bersambung artikel tentang paradigma pendidikan nasional abad XXI. Hal ini dimaksudkan untuk Redaksi Eksekutif sosialisasi tentang pokok-pokok pemikiran yang termuat dalam Weinata Sairin paradigma pendidikan nasional abad XXI tersebut. Edisi ini juga Richardus Eko Indrajit memuat dua artikel lainnya yaitu hasil monitoring UN 2011 Dewan Redaksi dan perkembangan penyusunan standar pendidikan nasional. Djaali Selain itu, edisi ketiga ini juga dilengkapi dengan kegiatan BSNP Djemari Mardapi Farid Anfasa Moeloek dalam bentuk gambar/lensa kegiatan selama tiga bulan terakhir. Furqon Selamat membaca. Gunawan Indrayanto Jamaris Jamna Daftar Isi Johannes Gunawan Mungin Eddy Wibowo Teuku Ramli Zakaria Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI Zaki Baridwan 3-6 Redaksi Pelaksana Bambang Suryadi 7-10 Hasil Monitoring UN 2011 Sekretaris Redaksi Perkembangan Penyusunan Standar Ning Karningsih 11-14 Nasional Pendidikan Reporter Gaguk Margono 15-18 Berita BSNP: Kaharuddin Arafah - Balitbang dan BSNP Bersinergis dalam Pelaksanaan Kegiatan Keuangan Neneng Tresnaningsih - Hasil Penilaian Buku Teks Pelajaran Tahap I Rosmalina - Validasi Draf Standar Sarana dan Prasarana Distribusi/Sirkulasi Program Pascasarjana dan Profesi Nurul Najmah - Evaluasi Pelaksanaan UN di Provinsi Jambi Djuandi Reyman Aryo dan Sulawesi Selatan Ibar Warsita - Pemantauan Pelaksanaan UNPP Alamat: BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 19-20 Lensa BSNP Gedung D Lantai 2, Mandikdasmen Jl. RS. Fatmawati, Cipete Keterangan Gambar Cover Jakarta Selatan Telp. (021) 7668590 Suasana reviu draf standar sarana dan prasarana program Fax. (021) 7668591 pascasarjana dan profesi pendidikan tinggi di Surabaya (atas). Email: [email protected] Siswa SMAN 1 Indralaya Palembang menunggu di depan ruangWebsite: http://www.bsnp-indonesia.org ujian sebelum ujian dimulai dengan penuh ceria karena mereka telah belajar dengan tekun dan giat Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 2. PARADIGMA PENDIDIKANNASIONAL ABAD XXI (Bagian I) Alir politik dan budaya melaju me Mulai edisi ketiga tahun 2011, rambah batasan sosial apa pun sebagai Buletin BSNP secara bersambung akan hentakan eksternal yang berupa desakan memaparkan tulisan tentang paradigma yang memaksa. Laju aliran ini hanya dapat dikendalikan dengan potensi kuatpendidikan nasional abad XXI yang disusun kita dalam aspek tersebut. Ibarat air oleh tim ahli sebanyak dua belas orang yang mengalir dari tempat berpotensial dan dikoordinasikan oleh Farid Afansa tinggi ke tempat yang rendah, begitu pula Moeloek bersama enam anggota BSNP budaya, sains dan teknologi akan mengisi kantong sosial yang berpotensi kurang.lainnya pada tahun 2010. Pemuatan tulisan Hukum itu juga akan mempengaruhi hidup ini dimaksudkan untuk sosialisasi dan kita jika kita biarkan gradien potensial penyebaran informasi tentang paradigma tetap bekerja menuruti hukum alam. pendidikan nasional abad XXI tersebut. Itulah sebabnya daya tahan kebangsaan harus diperkuat dengan pengisian elemen Selamat membaca (bagian pertama) dan teknologi dan sains. Kedua cabang budaya semoga bermanfaat. yang telah merebak semenjak akhir abad XIX itu memancarkan kekhasan dan kewibawaan yang akan lebih tampak merambah masa datang. Kita tidak anti PENGANTAR asing atau budaya lain, tetapi kita ingin membangun ketegaran berbangsa agar T im Ahli Penyusun Paradigma Pen dapat memilih dan memilah aktif kucuran didikan Nasional Abad XXI yang budaya lain untuk kita luluhkan menjadi bekerja di bawah naungan Badan bagian dari kemajuan kita. Standar Nasional Pendidikan, memper Bila melihat ke depan dan mengejar sembahkan dokumen ini ke hadapan kemajuan, mau tidak mau perhatian kita khalayak. Usaha menyusun Paradigma Pen harus tertuju pada peningkatan mutu didikan Nasional abad XXI ini adalah dalam anak bangsa melalui pendidikan. Anak usaha memenuhi amanat yang terkandung bangsa tidak boleh terpinggirkan oleh arus dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kemajuan. Pendidikan yang bermakna 17 Agustus 1945, dan didasarkan pada harus menjadi strategi dasar dalam gerak Pancasila serta UUD Negara Republik menjauhkan bangsa Indonesia dari lembah Indonesia 1945, yaitu mencerdaskan ke ketertinggalan untuk menyamai dunia hidupan bangsa dan mewujudkan kese maju. Inti pendidikan itu ialah mengacu jahteraan bangsa Indonesia yang setara dengan tepat pada penyeimbangan pen dengan bangsa-bangsa lain, sambil meng didikan keilmuan dan usaha memajukan hadapi perubahan drastis abad XXI yang ilmu pengetahuan dengan pendidikan melanda seluruh dunia. Kemajuan global, yang memperbesar kapasitas nuraniah yang ditandai dengan semakin derasnya yang menyangkut moral. Tanggung jawab pengaruh budaya lain menerobos batas- kita secara pedagogik adalah membimbing batas negara yang ditentukan secara anak bangsa untuk menjadi pribadi dengan geografis konvensional, harus dihadapi. kecerdasan akal dan kemuliaan karakter Tatanan dunia abad XX yang dibatasi oleh yang seimbang. sekat-sekat ideologis, dalam abad XXI Selama penyusunan itu Tim telah ini dibatasi oleh sekat yang diakibatkan dipimpin oleh Pancasila sebagaimana ter oleh kesenjangan penguasaan sains cantum dalam Mukadimah UUD 1945 dan dan teknologi. Demi kejayaan nasional, oleh kekokohan UUD Negara Republik penghapusan sekat ini harus dilaksanakan Indonesia 1945. Tim juga menyadari ke dengan program sistematik dan strategik, hadiran semua usaha legal yang terukir da untuk mendorong bangsa Indonesia untuk lam bentuk hukum yang menjadi rambu- maju dan lebih mandiri. rambu pendidikan di Indonesia setelah Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 3. Proklamasi Kemerdekaan sampai tahun masyarakat. Ini merupakan pencanangan2010. Dokumen itu merupakan petunjuk bahwa ilmu pengetahuan akan menjadidan keinginan nyata bangsa Indonesia pijakan guna memajukan bangsa dalamuntuk maju. Tim memperhatikan agar kita percaturan dunia.tidak salah langkah terjerumus ke dalam Selain ingin menyikapi tantanganlingkaran tak berujung kemandirian, na eksternal, yakni mendudukkan harkatmun pumpunan perhatian Tim tidak dapat bangsa setara dengan bangsa lain dilain kecuali menerawang ke masa depan dunia maju, Tim juga meyakini perlunyamencari jalan bangsa agar memperoleh menanam pancang pendidikan yangkehormatan di antara bangsa di dunia lebih kokoh agar di atas basis itulahkarena sumbang pikir nurani dan akal potensi anak bangsa dipersatukan.kita kedalam khazanah budaya yang ikut Anak bangsa yang terdiri dari aneka ras,memperkokoh sosok bangsa dalam ikut berbagai suku bangsa dengan pelbagaimenghadirkan kesejahteraan, kebahagiaan, adat dan kepercayaannya, serta beranekadan kedamaian kemanusiaan. Anak bangsa agama, hendaknya terikat bersama daadalah individu dengan kekhasannya lam semangat kebangsaan. Dengan kesendiri-sendiri. Kita harus dapat menja bersamaan ini mereka menyongsongdikannya modal untuk kebersamaan mem masyarakat jamak yang bertali-temali lebangun profil ke-Indonesia-an. Kepada bih luwes dan indah, karena toleransimerekalah kita tumpahkan perhatian, terhadap keanekaragaman. Ini adalahenergi dan dana agar tiap individu dapat pengejawantahan Tim pada amanah konmenjadi aset bangsa yang berkarakter stitusi yang meminta kita menghormatipembaharu, berkeinginan tahu, terdorong setiap orang tanpa membedakan golonganmenjadi penemu berdaya cipta, meng atau untuk kepentingannya sendiri.hargai kebebasaan berpikir, dan meng Tim juga tidak ingin melihat adanya kehormati keaneka ragaman kultural. Tim lompok terpinggirkan tak tersentuhmengetengahkan unsur kognitif, nilai oleh arus utama pendidikan dan usahakognitif, dan sikap etis, serta santun yang bertujuan mengangkat manusiadalam bersosialisasi. Nilai tambah itu sebagai pribadi dan manusia anggotaterselenggara dalam ranah pendidikan masyarakatnya. Oleh karena itu disadariformal, non-formal dan in-formal yang adanya keanekaragaman geo-demogafisdilaksanakan dengan keyakinan mengingat dan gender, sehingga kedua aspekkefungsian negara dan masyarakat. Ke sosial ini harus selalu masuk ke dalamsetaraan bagi semua anak bangsa harus persamaan yang mencerminkan kemajuanterbangun tanpa memandang keragaman berbangsa. Naluri hidup berkelanjutan,warna kulit, asal ras, agama, maupun dengan memikirkan kesejahteraan genekepercayaan. rasi berikutnya, kemandirian dalam Dalam mengemukakan pendapat penyelenggaraan hidup serta kejujuranyang tersaji di dalam buku ini Tim tidak merupakan nilai ajar yang inheren denganberpretensi melihat seluruh terowongan program strategik yang mengusung misiabad XXI, karena sadar bahwa perubahan dasar pembentukan anggota masyarakatdan dadakan dapat terjadi karena pe yang mencintai dan, lebih dari itu,nemuan teknologi yang mencuat, ilmu mensyukuri, keberadaan tanah air yangpengetahuan yang mengubah paradigma, bebas berpolitik, bangga mengembangkankondisi sosial yang berubah dan ekonomi seni dan budaya serta berkemampuanyang menuntun kehidupan. Namun begitu mengelola sumber alamnya untuk kemasTim tidak dapat melihat lain kecuali tekno- lahatan bangsa di masa depan.sains akan memimpin gerak kehidupan Dengan wawasan tersebut pokok piselama beberapa dekade mendatang. Tek kiran Tim disampaikan dalam lima babno-sains ini akan mendorong dan meng seperti di bawah ini.arahkan, bahkan, dalam berbagai hal Bab I menyajikan aras pendidikan daakan menguasai ingatan dan kemampuan lam wujud pengertian dasar, falsafah danmasyarakat. Tekno-sains mengemban paradigmanya.pengertian luas dan untuk memiliki dan Bab II menunjukkan bahwa semenjakmengantisipasinya masyarakat harus pro pra penjajahan pendidikan di Indonsiaaktif menguasainya tanpa menanggal telah memiliki makna yang mengajakkan aspek sosio-budaya bangsa. Kecen peserta didik untuk mandiri dan memderungan dunia dewasa ini, nyatanya, ingin bebaskan diri dari ketidaktahuan. Dikemengembangkan knowledge-based mukakan pula bagaimana paradigmaeconomy sebagai sarana mensejahterakan pendidikan yang dimiliki sampai saat Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 4. ini, beserta beberapa catatan mengenai pikiran (intelek), dan tubuh anak.pendidikan kita, dampak geo-demografis Ketiga-tiganya tidak boleh dipisahserta tantangan bagi pendidikan nasional. pisahkan, agar supaya kita dapat me Bab III menguraikan karakteristik, majukan kesempurnaan hidup, kekompleksitas, tantangan serta teknologi hidupan dan penghidupan anakanakdan budaya abad XXI. Dikemukakan pula didik selaras dengan dunianya.pembinaan budaya dan karakter bangsa Berdasarkan UU 20/2003 fungsi pensebagai suatu tantangan nasional. didikan adalah untuk mengembangkan Bab IV dimulai dengan penjelasan kemampuan dan membentuk watak sertatantang konteks pengembangan paradigma peradaban bangsa yang bermartabat dapendidikan nasional, tujuan pendidikan, lam rangka mencerdaskan kehidupandiikuti dengan paradigma pendidikan bangsa. Pendidikan ditujukan untuknasional abad XXI. Bab ini diakhiri dengan mengembangkan potensi peserta didikmengemukakan bagaimana kualifikasi agar menjadi manusia yang beriman danSDM abad XXI yang dikehendaki. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bab V mengemukakan deskripsi se berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap,jumlah ciri model pendidikan yang perlu kreatif, mandiri, dan menjadi warganegaradicermati setelah mengamati berbagai yang demokratis serta bertanggungjawabhal yang berkaitan dengan penyusunan (UU 20/2003, pasal 3). Pendidikan denganparadigma tersebut. Ditunjukkan pula demikian pada dasarnya merupakan saranaberbagai pergeseran paradigma pendidikan proses humanisasi, proses pemberdayaan,yang mungkin terjadi, dan diakhiri de dan sosialisasi, dalam kerangka manangan strategi pengambilan kebijakan terjadi proses pembangunan manusia yangyang mencakup strategi pelaksanaan inovatif, berdaya kritik, berpengetahuan,operasional. berkepribadian, dan taat azas (Zainuddin, 2010).BAB I: PENDAHULUAN Dalam konteks globalisasi, pendidikan harus mampu mempertahankan budaya1.1. Pengertian Pendidikan dan jati diri bangsa di tengah-tengah gen Ide dasar pendidikan itu adalah kerja carnya gempuran beragam budaya danmembangun manusia supaya dia bisa peradaban bangsa lain. Sebagai sebuahsurvive melindungi diri terhadap alam, negara yang kaya akan budaya yangmengatur hubungan antar-manusia, ser beraneka ragam (heterogen), Indonesiata antara manusia dengan Tuhan. Mela harus mampu menjadi bangsa yanglui pendidikan terjadi proses di mana mandiri dalam arti sanggup memenuhisuatu kompleks pengetahuan dan keca berbagai kebutuhan masyarakat sesuaikapan (capacities) diteruskan kepada dengan harapan, cita-cita, dan impiannya.generasi selanjutnya. Setiap generasi baru pada gilirannya akan menggali dan 1.2. Falsafah Pendidikanmengembangkan pengetahuan dan ke Pemahaman mengenai pendidikan itucakapan baru yang diperlukannya untuk berubah dari waktu ke waktu serta darimerespon dan mengatasi tantangan yang pendidik yang satu ke pendidik yang lain.tidak dikenal lewat pendidikan penge Kendati demikian, pendidikan itutahuan dan kecakapan terdahulu. pada dasarnya bisa dipahami sebagai proa. Undang-undang Sistem Pendidikan ses, di mana pendidik melakukan tran Nasional (UU 20/2003) merumuskan sfer pengetahuan, kecakapan dan nilai- pendidikan sebagai usaha sadar dan nilai kepada peserta didik dalam suatu terencana untuk mewujudkan suasana proses pembentukan kemampuan fisik belajar dan proses pembelajaran (yang sehat), kemampuan nalar (yang agar peserta didik secara aktif me cerdas) maupun karakter (yang utama), nyumbangkan potensi dirinya un melalui suatu proses yang merupakan tuk memiliki kekuatan sepiritual upaya sosialisasi dan enkulturasi yang keagamaan, pengendalian diri, kepri terlembaga, baik dalam ranah formal, non badian, kecerdasan, akhlak mulia, serta formal, dan informal. keterampilan yang diperlukan dirinya, Dalam kerangka konsep Ki Hajar De masyarakat, bangsa dan negara. wantara pendidikan yang humanis meb. Ki Hajar Dewantoro menegaskan bah nekankan pentingnya pelestarian eksis wa pendidikan adalah daya upaya tensi manusia, dalam arti membantu untuk memajukan bertumbuhnya bu manusia menjadi lebih manusiawi, lebih di pekerti (kekuatan batin karakter), berbudaya, sebagai manusia yang utuh Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 5. berkembang, menyangkut daya cipta ilmu ini berfungsi sebagai lensa, sehingga(kognitif), daya rasa (afektif), dan daya melalui lensa ini para ilmuwan dapatkarsa (konatif). mengamati dan memahami masalah- Ki Hajar Dewantara juga meninggalkan masalah ilmiah dalam bidang masing-mapesan mengenai jangkauan pendidikan sing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadapyang siap bahkan untuk masa depan, masalah-masalah tersebut.hampir seabad yang lalu: pendidikan Paradigma diartikan sebagai alamhendaknya membantu peserta didik untuk disiplin intelektual, yaitu cara pandangmenjadi merdeka dan independen secara seseorang terhadap diri dan lingkungannyafisik, mental dan spiritual; pendidikan yang akan memengaruhinya dalam berhendaknya tidak hanya mengembangkan pikir (kognitif), bersikap (afektif), dan beraspek intelektual sebab akan memisahkan tingkah laku (konatif). Paradigma jugadari orang kebanyakan; pendidikan hen dapat berarti seperangkat asumsi, kondaknya memperkaya setiap individu tetapi sep, nilai, dan praktek yang diterapkanperbedaan antara masing-masing pribadi dalam memandang realitas pada sebuahharus tetap dipertimbangkan; pendidikan komunitas yang sama, khususnya, dalamhendaknya memperkuat rasa percaya disiplin intelektual.diri, mengembangkan harga diri. Peserta Dengan pengertian-pengertian di atas,didik yang dihasilkan adalah peserta Paradigma Pendidikan dan Paradigma Pendidik yang berkepribadian merdeka, se didikan Nasional dapat dirumuskan sebahat fisik, sehat mental, cerdas, menjadi gai berikut ini:anggota masyarakat yang berguna, dan Paradigma pendidikan adalah suabertanggungjawab atas kebahagiaan tu cara memandang dan memahami pendirinya dan kesejahteraan orang lain. didikan, dan dari sudut pandang ini kitaYang dimaksud dengan manusia mer mengamati dan memahami masalah-deka adalah seseorang yang mampu ber masalah pendidikan yang dihadapi dankembang secara utuh dan selaras dari mencari cara mengatasi permasalahansegala aspek kemanusiaannya dan yang tersebut.mampu menghargai dan menghormati Paradigma pendidikan nasionalkemanusiaan setiap orang. adalah suatu cara memandang dan me Masih sezaman dengan Ki Hajar De mahami pendidikan nasional, dan dariwantara, Engkoe Mohammad Sjafei yang sudut pandang ini kita mengamati danmendirikan Perguruan Ruang Pendidik memahami masalah dan permasalahanINS Kayutanam pada tahun 1926 di yang dihadapi dalam pendidikandesa Kayutanam di Sumatra Barat juga nasional, dan mencari cara mengatasimemandang pendidikan sebagai upaya permasalahan tersebut.dan proses pembangunan manusia yang Ke dalam cara pandang itu termasuklengkap. Dalam rangka itu Engkoe Mo tantangan dasar yang dihadapi manusiahammad Sjafei mengajukan lima sasaran dalam kaitannya dengan tata sosial,utama dari upaya pendidikan, yaitu: (a) kebudayaan serta lingkungan alamnya.kemerdekaan berpikir (dalam bentuk Konsep paradigma Pendidikan Nasioinovasi/kreativitas), (b) pengembangan nal yang disusun di sini akan menjadiilmu pengetahuan, talenta/bakat (sebagai dasar untuk menentukan kebijakan serrahmat Tuhan), dan potensi diri, (c) ta pelaksanaannya, dan melibatkan pukemandirian dan entrepreneurship, (d) la penentuan persyaratan pelaksana-etos kerja, serta (e) akhlak mulia (sebagai pelaksananya. Dalam mengacu ke mapengejawantahan dari agama, etika, dan sa depan, pelaksanaan pendidikan perestetika). lu memperhitungkan pengaruh dari berbagai sumber belajar, termasuk yang1.3. Paradigma Pendidikan berkembang di dunia maya. Paradigma Thomas Kuhn (1922-1996) adalah orang pendidikan nasional yang dirumuskan dipertama yang merumuskan paradigma sini, didasarkan pada tujuan, dan yangilmu dalam disiplin epistemologi sebagai diharapkan dari hasil pendidikan kita yangkerangka teoritis, atau suatu cara me akan datang. Hal ini akan diuraikan dalammandang dan memahami alam, yang te bagian tersendiri. (bersambung)lah digunakan oleh komunitas ilmuwansebagai pandangan dunianya. Paradigma The Structure of Scientific Revolutions. The University of Chicago Press, ([1962] 1970. Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 6. Hasil Monitoring UN 2011 Bambang Suryadi Staf Profesional BSNP, Dosen Fakultas psikologi UIN Jakarta merupakan gabungan dari 60 persen nilai Pengantar ujian sekolah dan 40 persen nilai rapor. B Kedua, pada tahun ini tidak ada UN adan Standar Nasional Pendidikan Ulangan bagi siswa yang tidak lulus UN (BSNP) sebagai lembaga inde Utama dan UN Susulan. Hal ini karena berdasarkan evaluasi penyelenggaraan UN penden memiliki wewenang me tahun sebelummnya, penyelenggaraan UN nyelenggarakan Ujian Nasional (UN) Ulangan kurang efektif. SMA/MA, SMALB, SMK, SMP/MTs, dan Ketiga, khusus untuk UN SMA/MA, BSNP melakukan uji petik di sekolah/ma SMPLB serta Ujian Nasional SD/MI drasah tertentu. Dalam pelaksanaannya, tahun pelajaran 2010/2011. anggota BSNP membawa lembar jawaban dari ruang ujian ke perguruan tinggi ko ordinator pengawasan UN untuk dipindai UN Utama SMA/MA, SMALB dan SMK (scan). Hasil pemindaian dibawa langsung dilaksanakan dari tanggal 18 sampai ke Jakarta untuk dilakukan analisis. Tu dengan 21 April 2011. UN Susulan juannya adalah untuk mendapatkan hasil dilaksanakan dari tangal 25 sampai yang obyektif jika UN diselenggarakan dengan 28 April 2011. Pengumuman dengan jujur dan transparan. hasil UN tanggal 16 Mei 2011. UN Utama Untuk memastikan penyelenggaraan SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan dari UN tahun pelajaran 2010/2011 sesuai tanggal 25 sampai dengan 28 April 2011. dengan Prosedur Operasional Standar UN Susulan dilaksanakan dari tanggal 3 (POS) tentang UN, maka BSNP melakukan sampai dengan 6 Mei 2011. Pengumuman pemantauan penyelenggaraan UN. hasil UN tangal 4 Juni 2011. UN Utama SD/ MI dan SDLB dilaksanakan dari tanggal 10 Metode sampai dengan 12 Mei 2011. UN Susulan Mengingat keterbatasan anggota dilaksanakan dari tanggal 18 sampai BSNP, kegiatan pemantauan UN ini dilak dengan 20 Mei 2011. Pengumuman hasil sanakan selain melibatkan anggota UN minggu ketiga bulan Juni 2011. BSNP juga melibatkan Biro Hukum, In Jumlah peserta UN tahun pelajaran spektorat Jenderal, dan Puspendik de 2010/2011 sebanyak 10.660.312 peserta ngan mengunjungi sekolah/madrasah dari 234.342 sekolah/madrasah untuk penyelenggara UN. Selain itu kegiatan seluruh jenjang dengan perincian sebagai pemantauan juga dilakukan oleh Direk berikut. torat Pembinaan SMP, SMA, dan SMK Tabel 1 Kementerian Pendidikan Nasional. Peserta Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2010/2011 Sekolah/madrasah yang dipantau dipilih secara purposive dengan mem Jumlah Sekolah/ pertimbangkan jenis sekolah/madrasah,No Jenjang Jumlah Peserta Madrasah status negeri/swasta dan lokasi sekolah1 SMA/MA, SMK dan SMALB 25.656 2.488.757 di kabupaten/kota. Sedangkan kuesioner2 SMP/MTs dan SMPLB 47.369 3.768.722 diberikan kepada penyelenggara ting3 SD/MI dan SDLB 161.317 4.402.839 kat provinsi, penyelenggara tingkat ka Total 234.342 10.660.312 bupaten/kota, penyelenggara tingkat satuan pendidikan, guru, dan murid. Dalam penyelenggaraan UN tahun Pemantauan dilaksanakan melalui pelajaran 2010/2011 terdapat beberapa observasi, wawancara, dan angket. Ob perbedaan dibandingkan dengan UN servasi dilakukan untuk mendapatkan tahun sebelumnya. Perbedaan pertama, gambaran yang jelas dan konkrit tentang kriteria kelulusan peserta didik dari satuan penyelenggaraan UN. Obyek yang diob pendidikan ditentukan dengan formula servasi adalah satuan pendidikan penye gabungan,yaitu 60 persen nilai UN dan lenggara UN, diantaranya ruang kelas, 40 persen nilai sekolah/madrasah yang kondisi siswa, tempat penyimpanan Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 7. Siswa SMA menghadapi Ujian Nasional pada hari pertama dengan penuh ceria dan percaya diri. Percaya diri merupakan kunci utama menuju sukses dalam setiap urusan termasuk UN.soal, pengawasan UN di ruang ujian, dan Hasil pemantauan secara umum dapatkebersihan lingkungan. Wawancara secara diklasifikasikan kepada tiga aspek, yaitumendalam (indepth interview) dilakukan persiapan siswa menghadapi UN, dampakkepada penyelenggara UN tingkat provinsi, UN terhadap siswa dan guru, dan tingkatkabupaten/kota, kepala sekolah, guru, kesukaran soal UN. Hasil tersebut dapatdan peserta UN. Angket digunakan untuk digambarkan sebagai berikut.mendapatkan pandangan siswa, guru, dan Data di atas menunjukkan bahwapenyelenggara tentang penyelenggaranUN. Beberapa hal yang ditanyakan dalamangket adalah persiapan menjelang UN, Tabel 2tingkat kesulitan soal untuk masing- Persiapan Siswa SMA/MA Menghadapi UNmasing pelajaran, dan dampak psikologis N = 481UN terhadap semangat belajar dan meng No. PERSIAPAN JUMLAHajar murid dan guru. 443 1 Mengikuti pelajaran tambahan di sekolah/madrasah Responden pemantauan terdiri atas 92%beberapa unsur, yaitu (a) Penyelenggara 373 2 Mengikuti bimbingan belajarUN tingkat provinsi (1 orang); (b) 78%Penyelenggara UN tingkat kabupaten/kota 438 3 Membeli buku pelajaran yang diujikan( 1 orang); (c) Penyelenggara UN tingkat 91%satuan pendidikan (3 orang dari 3 satuan 449 4 Menambah jam belajarpendidikan); (d) Guru (5 orang setiap 93%satuan pendidikan); dan (e) Peserta UN (10anak setiap satuan pendidikan) peserta UN bersungguh-sungguh mela Kegiatan pemantauan dilaksanakan kukan persiapan melalui berbagai usaha.dalam rentang waktu pelaksanaan Mayoritas peserta didik menambahUN sesuai dengan jadwal yang telah jam belajar (93%), mengikuti pelajaranditetapkan BSNP. Pemantau berada di tambahan di sekolah/madrasah (92%), danlapangan selama tiga hari. Pemantauan membeli buku pelajaran yang diujikandilaksanakan di 33 provinsi, di masing- dalam UN (91%). Namun demikian mesmasing provinsi pemantauan dilakukan kipun mereka sudah mengikuti pelajarandi dua sampai tiga kabupaten/kota, dan tambahan dan menambah jam belajar,di setiap kabupaten/kota sebanyak tiga masih ada 78% dari peserta didik yangsampai empat sekolah/madrasah. mengikuti bimbingan belajar. Ketika me reka ditanya mengapa masih mengikutiHasil bimbel, mayoritas responden mengatakan Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 8. untuk lebih percaya diri. Secara singkat lam tabel berikut ini. dapat dikatakan bahwa usaha dan kerja keras yang dilakukan peserta didik ini Tabel 5 dimaksudkan untuk lulus UN. Persiapan Siswa SMP/MTs Dalam UN memiliki pengaruh psikologis Menghadapi UN terhadap murid dan guru dalam belajar N = 357 mengajar sebagaimana terlihat dalam NO PERSIAPAN JUMLAH tabel berikut ini. Mengikuti pelajaran tambahan 353 Data pada tabel 3 di atas menunjukkan 1 di sekolah/madrasah 99% 293 Table 3 2 Mengikuti bimbingan belajar 82% Dampak UN Terhadap Siswa Dan Guru SMA/MA Membeli buku pelajaran yag 304 SKALA 3 diUNkan 85%NO. DAMPAK (Menurun-Meningkat) 1 2 3 4 334 4 Menambah jam belajar 4 38 156 124 94% 1. Semangat Belajar 1% 10% 45% 37% Persiapan yang dilakukan siswa 16 81 114 109 2. Kecemasan SMP/MTs bervariasi. Mayoritas mereka 5% 25% 33% 30% mengikuti pelajaran tambahan di seko Semangat 0 19 70 136 3. lah/madrasah (99%), menambah jam mengajar guru 0% 5% 20% 39% belajar (94%), dan membeli membeli buku pelajaran yang diujinasionalkan bahwa UN dapat meningkatkan semangat (85%). Namun demikian mayoritas dari murid dalam belajar dan semangat guru mereka juga masih mengikuti bimbingan dalam mengajar dengan persentase 37% belajar (82%). Tingginya persentase sis dan 39% untuk masing-masing katagori wa yang mengikuti bimbingan belajar dengan skala 1 sampai 4. Namun demikian menunjukkan persiapan yang diberikan diakui juga oleh siswa bahwa UN dapat guru dan dilakukan oleh siswa dirasakan menimbulkan kecemasan dengan persen belum memadai. tase 30% untuk skala 4. Tidak dipungkiri UN juga memiliki Dari segi tingkat kesukaran soal untuk dampak psikologis terhadap siswa dan tiga mata pelajaran utama, yaitu Bahasa guru seperti digambarkan dalam tabel Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika berikut ini. dapat digambarkan sebagai berikut. Data di atas menunjukkan, dari tiga Tabel 6 Dampak UN Terhadap Siswa Dan Guru SMP/MTs Table 4 Tingkat Kesukaran Soal UN SMA/MA SKALA NO. DAMPAK 1 2 3 4 TINGKAT KESUKARANNO. MATA PELAJARAN (Mudah-Sulit) Semangat 2 9 116 198 1. 1 2 3 4 5 Belajar 1% 3% 32% 55% 1 Bahasa Indonesia 21 88 168 49 8 17 140 127 52 2. Kecemasan 6% 25% 50% 14% 2% 5% 39% 36% 15% 2 Bahasa Inggris 18 57 143 82 11 Semangat 0 8 71 173 3. 5% 16% 43% 24% 3% mengajar guru 0% 2% 20% 48% 3 Matematika 11 22 85 111 89 3% 6% 26% 32% 25% Bagi siswa, UN dapat meningkatkan semangat belajar mereka sebagaimana mata pelajaran, Matematika dirasakan dirasakan oleh 55% responden. Bagi oleh siswa memiliki tingkat kesukaran guru, UN dapat meningkatkan semangat yang paling tinggi dengan persentase 57% mengajar sebagaimana dirasakan oleh 48% untuk skala 4 dan 5, diikuti oleh Bahasa responden dari guru. Namun demikian Inggris dengan persentase 27% dan Bahasa diakui juga bahwa UN berdampak pada Indonesia dengan persentase 16%. timbulnya kecemasan di kalangan Sehubungan dengan persiapan meng siswa sebagaimana dirasakan oleh 51% hadapi UN, siswa SMP/MTs yang menjadi responden pada skala 3 dan 4. responden monitoring melakukan berbagai Untuk tingkat kesukaran soal UN SMP/ persiapan sebagaimana digambarkan da MTs dapat digambarkan sebagai berikut. Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 9. Tabel 7 karan soal yang paling tinggi untuk Para pengawas UN SMP/MTs dan SMA/MA. Untuk itu ruang ujian Tingkat Kesukaran Soal UN SMP/MTs disarankan kepada guru dan murid untuk mendengarkan MATA TINGKAT KESUKARAN pengarahan dariNO. memberikan perhatian kepada mata PELAJARAN 1 2 3 4 5 penyelenggara pelajaran Matematika yang merupakan 1 Bahasa 16 79 153 79 19 UN tingkat satuan dasar dari semua ilmu pengetahuan. Indonesia 4% 22% 43% 22% 5% pendidikan. Diantaranya adalah dengan membuat Pengarahan 2 Bahasa 9 32 147 97 24 strategi mengajar yang mudah dimengerti Inggris diberikan 3% 9% 41% 27% 7% oleh siswa serta dengan memberikan setiap pagi 3 Matematika 5 47 91 107 78 banyak latihan. sebelum mereka 1% 13% 25% 30% 22% Meskipun para siswa sudah me melakukan 4 IPA 2 32 67 88 17 lakukan persiapan dengan mengikuti pengawasan. 1% 9% 19% 25% 5% kelas tambahan di sekolah/madrasah Pengawasan dan menambah jam belajar di rumah, dilakukan dengan Dari empat mata pelajaran di atas, mayoritas dari mereka masih mengikuti sistem silang atarMatematika memiliki tingkat kesukaran sekolah/madrasah. bimbingan belajar. Artinya mereka masihsoal yang paling tinggi dengan persentase mengeluarkan biaya tambahan untuk52% pada skala 4 dan 5, diikuti oleh mengikuti bimbingan tersebut. Untuk ituBahasa Inggris dengan persentase 34%, disarankan kepada para siswa untuk lebihIPA dengan persentase 30% dan Bahasa percaya diri dengan mengikuti prosesIndonesia dengan persentase 27%. belajar mengajar di sekolah dan belajar secara mandiri.Kesimpulan dan Saran UN memiliki dampat positif kepada BSNP sebagai penyelenggara UN siswa dan guru. Bagi siswa UN dapatsenantiasa melakukan perbaikan dan meningkatkan semangat belajar danpeningkatan mutu penyelenggaraan UN. bagi guru dapat meningkatkan semangatUsaha ini dimaksudkan untuk menjadikan mengajar. Dampak psikologis lainnyahasil UN lebih obyektif, jujur, dan adalah munculnya kecemasan di kalangankredibel. Untuk itu diperlukan kerjasama siswa. Namun tingkat kecemasan ini tidakdan komitmen dari semua pihak dan tinggi sehingga malah bisa dijadikanmasyarakat luas sehingga penyelenggaraan daya pendorong untuk lebih giat belajar.UN yang obyektif, jujur, dan kredibel Disarankan bagi siswa dan guru, semangatdapat diwujudkan. Tanpa kerjasama dan belajar dan mengajar tersebut hendaknyakomitmen tersebut usaha yang dilakukan ditingkatkan bukan hanya karena UN tapioleh BSNP tidak akan optimal. karena untuk menguasai kompetensi yang Matematika memiliki tingkat kesu harus dimiliki. l 10 Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 10. Perkembangan Penyusunan Standar Nasional Pendidikan Bambang Suryadi Ada tujuh kegiatan yang menjadi masing standar serta memberikan masukan dan tanggapan untuk pengembangan standar prioritas BSNP pada tahun 2011, yaitu dimaksud. Hal ini menjadi penting mengingatpenyempurnaan SKL dan SI, standar sarana tidak semua anggota BSNP terlibat secara dan prasarana program pascasarjana dan langsung dalam pengembangan seluruh stan dar. Sementara di sisi lain, ungkap Aman, ang profesi, standar pendidik dan tenaga gota BSNP harus mengetahui subtansi dan kependidikan pendidikan tinggi, standar proses pengembangan standar yang sedang biaya pendidikan tinggi, pengembangan berlangsung. instrumen pemantauan standar pendidikan nonformal, dan evaluasi Penyempurnaan SKL dan SI Menurut Djemari Mardapi dalam pe standar pendidikan tinggi berdasarkan laksanaan kegiatan penyempurnaan SKL paradigma pendidikan nasional. dan SI ada beberapa tahapan kegiatan yang digabungkan supaya antara anggota tim ahli SKL dan tim ahli SI dapat berkomunikasi dan K oordinator untuk penyempurnaan tukar informasi. Strategi ini sangat penting SKL adalah Djemari Mardapi, untuk SI karena berdasarkan SKL tersebutlah akan adalah Mungin Eddy Wibowo, untuk dikembangkan menjadi SI. Ada SKL satuan standar sarana dan prasarana adalah Edy Tri pendidikan, SKL kelompok mata pelajaran, Baskoro, untuk standar pendidik dan tenanga dan SKL mata pelajaran. Masing-masing kependidikan pendidikan tinggi adalah Djaali, SKL memiliki turunannya dalam SI, ungkap untuk standar biaya pendidikan tinggi adalah Djemari. Zaki Baridwan, untuk instrumen pemantauan Sampai berita ini ditulis, tim penyem standar pendidikan nonformal adalah Jamaris purnaan SKL dan SI telah melakukan validasi Jamna dan untuk evaluasi standar pendidikan di Surabaya tanggal 19-21 Agustus 2011. tinggi berdasarkan paradigma pendidikan Dalam laporannya, Djemari Mardapi menyam nasional adalah Farid Anfasa Moeloek. paikan kegiatan validasi sangat menarik. Setiap hari Selasa, dalam rapat pleno Hampir semua tim ahli dan undangan ha BSNP, masing-masing koordinator kegiatan dir. Tempat kegiatan juga sangat bagus se menyampaikan laporan perkembangan pe hingga memudahkan untuk komunikasi dan nyusunan standar tersebut. Menurut Muham sinkronisasi antara tim SKL dan tim SI. Hanya mad Aman Wirakartakusumah, melalui laporan satu yang pembahasannya agak lama yaitu perkembangan ini dimaksudkan supaya semua PKn. anggota BSNP mengetahui perkembangan Sementara Mungin Eddy Wibowo dalam dan hasil yang sudah dicapai untuk masing- laporannya menyampaikan TIM SKL dan SI Djemari Mardapi (berbaju batik coklat) dan Mungin Eddy Wibowo (kanan) menyampaikan perkembangan penyempurnaan SKL dan SI dalamrapat pleno BSNP Vol. VI/No. 3/September 2011 11
  • 11. Dari kiri ke kanan, Baso Intang Sappaile, Abdul Gafur, Hinduan, Gardjito, dan AT Soegito memaparkan draf standar tenaga kependidikan tinggi di BSNPpada hari pertama masih terpisah untuk me Sappaile, Abdul Gafur, Hinduan, dan Gardjitonyempurnakan draf. Pada hari kedua, kedua mempresentasikan draf standar di BSNP untim menyatu untuk melakukan sinkronisasi. tuk mendapatkan masukan dan saran sebelumTim kemudian berpisah lagi untuk melakukan dilakukan pembahasan dengan unit utama.perbaikan masing-masing standar. Kegiatan Gardjito dalam presentasinya tentangberakhir pada hari ketiga jam 09.00. draf standar pustakawaan (Kepala Perpusta Tim merekomendasikan kepada BSNP kaan, Pustakawan, dan Tenaga Teknis) memuntuk mengundang Direktur Pendidikan perkenalkan istilah baru dalam draf tersebut,Agama Islam, Pendidikan Agama Kristen, yaitu istilah pemustaka sebagai sebutan untukPendidikan Agama Katholik, Pendidikan pengguna perputakaan. Sementara HinduanAgama Buddha, Pendidikan Agama Hindu, mempresentasikan draf standar laboratoriumPendidikan Agama Konghucu pada tanggal dan Abdul Ghafur memaparkan draf standar13 September 2011 untuk membahas keter pusat sumber belajar perguruan tinggi.libatannya dalam penyempurnaan SKL dan SI. Pada akhir presentasi BSNP memberiUji publik dilaksanakan tanggal 7-9 Oktober kan apresiasi kepada tim yang telah me2011. Sebelum uji publik, tepatnya tanggal ngembangkan draf standar pranata labora27 September 201, tim ahli yang diwakili oleh torium pendidikan perguruan tinggi, standarKetua dan Sekretaris mempresentasikan draf ketenagaan pusat sumber belajar perguruanSKL dan SI di BSNP. tinggi, dan standar tenaga perpustakaan perguruan tinggi dengan beberapa catatanStandar Tenaga Kependidikan untuk ditindaklanjuti sebagai perbaikan danPendidikan Tinggi (Teknisi Sumber penyempurnaan draf standar.Belajar, Laboran, dan Pustakawan) Koordinator kegiatan ini adalah Djaali. Evaluasi Standar PendidikanTim pengembang draf standar tenaga kepen Tinggi berdasarkan Paradigmadidikan terdiri atas tiga kelompok kecil, yaitu PendidikanNasionaltim untuk standar ketenagaan pusat sumber Sebagai koordinator kegiatan Farid Afansabelajar perguruan tinggi, standar pranata Moeloek menyampaikan bahwa sampai saatlaboratorium pendidikan perguruan tinggi, ini sudah ada empat tahapan kegiatan yangdan standar tenaga perpustakaan perguruan dilakukan. Kegiatan keempat adalah validasitinggi. draf standar dilaksanakan di Semarang pada Dari sembilan tahapan kegiatan, sam tanggal 13-15 Agustus 2011.pai berita ini diturunkan, telah terlaksana Menurut Moeloek dari 14 peserta yang6 tahapan, yaitu sampai pada tahap pemba diundang, 10 hadir. Sebagian besar memhasan dengan unit utama yang dilaksanakan berikan masukan terhadap draf standar.pada tanggal 12-14 Agustus 2011. Sebelum Yang diminta dari reviewer adalah pandanganitu, telah dilakukan kegiatan validasi draf mereka terhadap gagasan yang tertuang dalamstandari di enam provinsi, yaitu Jawa Timur paradigma pendidikan nasional, apakah bisa(UNESA), Jawa Tengah (UNNES), Sumatera dipakai sebagai acuan dalam menghadapiUtara (UNIMED), Sulawesi Selatan (UNM), Jawa perubahan paradigm pendidikan. SelamaBarat (UPI), dan DIY (UNY) dalam rentang kegiatan berlangsung telah terjadi diskusiwaktu dari tanggal 3-8 Juli 2011. yang sangat intens dan ada pertanyaan yang Pada tanggal 9 Agustus 2011, tim ahli mengkritisi draf dengan memberikan mayang diwakili oleh AT Soegito, Baso Intang sukan yang sangat konstruktif. 12 Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 12. Pada tanggal 23 Agustus 2011, mewakili membaca instrumen sebelum menjawab. tim ahli Imam Buchori Zainuddin mem Di akhir presentasi BSNP merekomen presentasikan draf evaluasi standar pendi dasikan kepada tim ahli untuk menyempur dikan tinggi di BSNP. Menurut Buchori pa nakan isntrumen yang ada sebelum digu da pertemuan terakhir tim masih masih nakan untuk mengumpulkan data yang akan membicarakan konsep dari buku paradigma dilaksanakan dalam rentang waktu dari tang pendidikan nasional. Ada beberapa perubahan gal 12 sampai dengan 16 Septermber 2011. Imam Buchori Zainuddin dan Terry Martmempresentasikan draf evaluasi standar pendidikan tinggi di BSNP dalam draf buku meskipun sudah digandakan Standar Sarana dan Prasarana oleh BSNP secara terbatas. Yang akan dievaluasi Program Pascasarjana dan Profesi adalah standar yang ada di lapangan. Kondisi Pendidikan Tinggi di lapangan menunjukkan ada beberapa per Koordinator kegiatan ini adalah Edy Tri guruan tinggi yang secara tidak langsung, Baskoro. Dalam laporannya, Edy Tri Baskoro meskipun standar belum disahkan, sudah menyampaikan pertemuan tim ahli standar melakukan evaluasi. Mereka memiliki kriteria sarana dan prasarana program pascasarjana sendiri, termasuk kriteria dari BAN-P. dan profesi yang kelima telah dilaksanakan di Lebih lanjut Buchori menjelaskan kon Jakarta mulai Jumat sampai dengan Minggu disi di lapangan untuk mengantisipasi peru (12-14 Agustus 2011). Agenda utamanya bahan paradigma pendidikan abad XXI dan adalah penyempurnaan draf standar kepedulian BSNP tentang perubahan tersebut. berdasarkan hasil validasi. Yang penting adalah kesiapan menghadapi Validasi draf standar, lanjut Edy Tri perubahan abad XXI. Jika suasana dan se Baskoro, dilaksanakan di enam provinsi, mangat yang ada tidak mendukung perubahan, yaitu Sumatera Utara (USU), Sumatera Sela ini yang bermasalah, ungkap Buchori sera tan (UNSRI), Jawa Barat (IT TELKOM), Jawa ya menambahkan perubahan paradigma Tengah (UNDIP), DIY (ISI), dan Sulawesi pendidikan dan kehidupan sosial menuntut Selatan (UNHAS) pada bulan Juli 2011. kemandirian dan kemandirian sebagai konsep Secara umum, lanjut Edy Tri Baskoro, penting untuk menghadapi hari depan. cukup banyak masukan yang diperoleh Selaian yang bersifat pemikiran sebagai dari lapangan yang dapat dikelompokkan mana yang diuraikan di atas, Buchori juga dalam dua hal. Pertama komentar tentang mempresentasikan draf instrumen evaluasi keterbacaan standar dan kedua tentang standar pendidikan tinggi. Djemari Mardapi kesesuaian standar. Secara umum draf memberikan catatan dalam mengembangkan standar dapat dipahami dan tepat dengan instrumen harus jelas konstruk yang akan persentasi 80%. Dari hasil validasi, tim diukur. Dimensi apa yang akan diukur harus mendapat masukan yang sangat kon jelas supaya hasilnya valid dan reliable. Per struktif untuk penyempurnaan draf stan tanyaan dalam instrumen ada yang bersifat dar tersebut. Selanjutnya tim akan mem langsung dan tidak langsung. Hal-hal yang presentasikan draf standar di BSNP tanggal terkait dengan karakter tidak ditanyakan 20 September 2011. Pertemuan selanjutnya langsung. Selain itu, tambah Djemari, perlu adalah pembahasan dengan unit utama ada cross check dalam instrument untuk pada tanggal 1-3 Oktober 2011 di Jakarta. mengetahui apakah responden benar-benar Dalam kegiatan ini BSNP mengundang 14 Vol. VI/No. 3/September 2011 13
  • 13. Tim ahli standar sarana dan prasarana program pascasarjana dan profesi berpose bersama sebelum membahas draf standar dengan para nara sumber di Surabaya. Solidaritas, kebersamaan, keakraban, dan partisipasi dari tim ahli menjadi kunci utama dalam pengembangan standar.orang. Mereka meliputi unsur DIKTI, Biro takan sampai saat ini sudah sampai padaHukum, Kemenag, Kopertis, Kopertais, dan tahapan kelima, yaitu validasi draf instrumenasosiasi profesi. pemantauan pendidikan nonformal. Kegiatan validasi dilaksanakan dalam rentang waktuStandar Biaya Pendidikan Tinggi dari tanggal 14-19 Agustus 2011 di enam Sebagai koordinator kegiatan adalah Za provinsi, yaitu Jawa Tengah (P2PNFI), Jawaki Baridwan. Pada saat laporan ini ditulis, Barat (P2PNFI), Sumatera Utara (BPPNFI), Jawapelaksanaan kegiatan sudah sampai tahap Tengah (BPPNFI), Kalimantan Barat (BPKB),validasi. Kegiatan validasi ini dilaksanakan di dan Bali (BPKB).enam perguruan tinggi di delapan provinsi, Berdasarkan masukan dari validasi teryaitu DKI, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, sebut, lanjut Jamaris, tim ahli akan melaJawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi kukan perbaikan dan penyempurnaan drafSelatan, dan Bali. instrumen pemantauan standar pendidikan Menurut Zaki Baridwan standar biaya nonformal. Kegiatan ini dilaksanakan diyang dikembangkan adalah unit cost per ma Jakarta.hasiswa per tahun untuk program sarjana(S1) pada program studi tertentu. Standarbiaya ini,lanjut Zaki Baridwan, dibatasi padabiaya operasional sedangkan biaya investasidan biaya personal tidak distandarkan. Menurut Mansur Mashum ketua timahli, ada dua puluh delapan jenis aktifitasyang dihitung biayanya. Aktifitas tersebutadalah renstra, RKT, evaluasi diri, pelaporan,penjaminan mutu, kemahasiswaan, promosi,seleksi calon mahasiswa, registrasi, kurikulumdan silabus, orientasi mahasiswa, penyusunankalender akademik, penyusunan jadwal kuliah, perencanaan kuliah, perkuliahan, kuliahumum/dosen tamu, perpustakaan, praktikum,praktek lapangan, KKN, tugas akhir,yudisium,wisuda, pemeliharaan, keamanan, asuransi,pelayanan kesehatan, dan aktifitas umum. Peserta validasi draf standar biaya pendidikan tinggi di UIN Syarif Hasil validasi telah selesai dianalisis oleh Hidayatullah Jakarta. Mereka terdiri atas wakil dekan bidangtim ahli dan akan dimanfaatkan untuk pe administrasi umum, ketua jurusan, kepala satuan pengawas intern,nyempurnaan draf standar. dan tim BLU. Memperhatikan laporan perkembanganPengembangan Instrumen penyusnan standar sebagaimana diuraikan diPemantauan Standar Pendidikan atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan peNonformal ngembangan standar berjalan sesuai dengan Koordinator kegiatan ini adalah Jamaris perencanaan awal dan diharapkan akan selesaiJamna. Dalam laporannya, Jamaris menga seusai dengan perencaan semula. Amin. l 14 Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 14. Berita BSNPKepala Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional Khairil Anwar Notodiputro(kiri) didampingi Burhanuddin Tola Sekretaris Balitbang mendiskusikan tentang standar nasional pendidikan dan BALITBANG DAN BSNP BERSINERGIS DALAMUjian Nasional di BSNP PELAKSANAAN KEGIATAN K epala Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional Khairil Anwar Notodiputro yang baru dilantik pada 25 Juli 2011 yang lalu, mengadakan audiensi dengan terkait dengan draf standar yang telah selesai dikembangkan oleh BSNP namun belum ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. anggota BSNP di ruang sidang BSNP pada hari Selasa BSNP sudah mengusulkan beberapa draf standar (9/8/2011) untuk mensinergikan kegiatan BSNP dan tersebut sejak tiga tahun yang lalu , tapi belum ada Balitbang. Selain silaturahim, pertemuan ini juga di produk yang ditetapkan menjadi Permendiknas , maksudkan untuk mensinergikan kegaitan-kegiatan ungkap Aman seraya menambahkan keberadaan yang ada di Balitabang dan kegiatan BSNP terutama standar sangat ditunggu di lapangan terutama yang terkait dengan pengembangan standar nasional yang terkait dengan pembukaan program studi, pendidikan dan penyelenggaraan Ujian Nasional pembukaan perguruan tinggi, dan akreditasi. ungkap Khairil Anwar yang didampingin oleh Bur Tentang draf standar pendidikan yang belum hanuddin Tola Sekretaris Balitbang dan Hari Setiadi dijadikan Permen, menurut Khairil Anwar, perlu Kepala Puspendik serta beberapa staf Puspendik. dilihat apakah ada permasalahan. Intinya Balitbang Sebagai pertemuan pertama, lanjut Khairil mendukung produk yang dihasilkan BSNP untuk Anwar, Balitbang memberikan apresiasi kepada segera diproses menjadi ketetapan Mendiknas. BSNP yang telah memberikan informasi tentang Sementara Burhanuddin Tola Sekretaris Ba tugas dan wewenang BSNP. Dukungan Balitbang litbang menyatakan selama ini Balitbang sudah kepada BSNP menjadi sangat penting untuk mendukung pelaksanaan kegiatan BSNP dengan menjalankan roda organisasi. menyediakan sumber daya manusia atau staf Ketua BSNP Moehammad Aman Wira untuk sekretariat dan keuangan. Namun perlu juga kartakusumah menyambut baik niat Kepala Balitbang dievaluasi, sejauh mana tenaga yang disediakan yang notabene mantan Direktur Pascasarjana IPB. Balitbang mendukung kinerja BSNP. Pertemuan ini merupakan kesempatan yang baik Untuk memperbaiki mutu penyelenggara untuk mensinkronkan kegiatan BSNP dengan an UN, Balitbang bersama BSNP akan menye program kerja di Balitbang ungkap Aman. lenggarakan lokakarya pada tanggal 23 sampai Melalui pertemuan ini, tambah Aman dengan 25 September 2011. Diharapkan dari lo diharapkan Kepala Balitbang bisa menjembatani kakarya ini penyelenggaraan UN pada masa depan antara BSNP dan Menteri Pendidikan Nasional dapat ditingkatkan. l HASIL PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN TAHAP I B SNP bekerjasama dengan Puskurbuk mela kukan penilaian buku teks pelajaran tahap I dari tanggal 21-22 Agustus 2011 di Jakarta. Menurut anggota BSNP dalam rapat pleno (23/8/2011) untuk mendapatkan masukan dan saran. Urip anggota tim ahli penilaian buku dalam paparannya menjelaskan Weinata Sairin anggota BSNP ada empat aspek yang penilaian tahap I dilakukan dalam dua kesem dinilai untuk menetapkan buku tersebut layak atau patan. Pertama, dilakukan oleh ahli materi dan ahli tidak untuk dijadikan buku teks pelajaran. Empat pembelajaran. Proses penilaian dilakukan dengan aspek yang dinilai adalah kelayakan isi, bahasa, memberikan angka sesuai dengan deskripsi yang penyajian, dan kegrafikaan ungkap Weinata Sairin ada. Kedua, penilaian berbentuk komentar dari sebagai koordinator kegiatan tersebut. penilai terhadap masing-masing butir yang ada Hasil penilaian tersebut dipaparkan kepada di dalam instrumen. Dengan demikian ada dua Vol. VI/No. 3/September 2011 15
  • 15. Berita BSNPdata hasil penilaian, yaitu kuantitatif dan kualitatif , usulan perbaikan langkah penilaian buku teksungkap Urip seraya menambahkan dengan cara pelajaran, yaitu (a) Penilaian Tahap II, (b) Reviewseperti ini buku yang diloloskan memiliki mutu penilaian kualitatif oleh tim Pengembang, (c) Rapatyang baik. pleno (1) BSNP, (d) Workshop dan feedback kepada Dari 832 buku teks pelajaran yang dinilai, penulis untuk perbaikan, dan (e) Review oleh timsebanyak 429 (51,56%) yang direkomendasikan pengembang terhadap buku hasil perbaikan.untuk dinilai pada tahap II oleh guru. Kegiatan ini BSNP setelah memperhatikan pemaparan danbertujuan untuk menilai kelayakan penyajian dan hasil penilaian tahap I merekomendasikan untukkelayakan bahasa, serta kelayakan kegrafikaan. dilakukan penyesuaian POS khusus untuk buku Lebih lanjut tim ahli memberikan beberapa yang memiliki sub-mapel. l Tim dari Puskurbuk Kementerian Pendidikan Nasional memaparkan hasil penilaian buku teks pelajaran tahap I di BSNP VALIDASI DRAF STANDAR SARANA DAN PRASARANA PROGRAM PASCASARJANA DAN PROFESIB SNP menyelenggarakan validasi draf standar sarana dan prasarana program pascasarjanadan profesi pendidikan tinggi di enam porvinsi seorang anggota BSNP dan dua orang tim ahli pengembangan standar. Dalam hal anggota BSNP tidak dapat hadir, maka diwakili oleh tim ahli.pada bulan Juli 2011. Enam provinsi yang men Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19jadi tempat kegiatan validasi serta lembaga tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,partner penyelenggara adalah Jawa Barat (IT Tel standar sarana dan prasarana adalah standarkom), Daerah Istimewa Yogyakarta (Institut Seni nasional pendidikan yang berkaitan denganIndonesia), Sulawesi Selatan (Universitas Hasa kriteria minimal tentang ruang belajar, tempatnuddin), Sumatera Selatan (Universitas Sriwijaya), berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan,Sumatera Utara (Universitas Sumatera Utara), dan laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain,Jawa Tengah (Universitas Diponegoro). Di setiap tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumberprovinsi ada tiga nara sumber dengan komposisi belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang Tim ahli dan nara sumber mendiskusikan draf standar sarana dan prasarana program pascasarjana dan profesi pendidikan tinggi. Masukan dari nara sumber diakomodasi untuk pernyempurnaan draf standar tersebut. 16 Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 16. Berita BSNP proses pembelajaran, termasuk penggunaan tek tertentu. Ada tiga rumpun keilmuan yaitu ilmu nologi informasi dan komunikasi. alam, ilmu sosial, dan ilmu budaya. Ilmu alam Menurut Edy Tri Baskoro anggota BSNP meliputi kedokteran/kesehatan, pertanian, MIPA, sekaligus sebagai koordinator kegiatan, tujuan teknik, dan komputer. Ilmu sosial meliputi ekonomi, validasi ini adalah untuk mendapatkan masukan pendidikan, dan sosial lainnya (hukum, psikologi, dan tanggapan terhadap draf standar tersebut sospol dll). Ilmu budaya meliputi seni/desain dan dari dua aspek, yaitu keterbacaan dan kesesuaian humaniora (keagamaan, sastra, sejarah dll). standar. Aspek keterbacaan yang diukur adalah Kegiatan validasi di setiap provinsi diawali dengan apakah draf standar tersebut mudah atau sulit presentasi tentang standar nasional pendidikan oleh untuk dipahami dari segi penggunaan bahasa atau anggota BSNP. Kemudian tim ahli memaparkan draf istilah. Sedangkan aspek kesesuaian standar yang standar sarana dan prasarana program pascasarana diukur adalah apakah draf tersebut terlalu tinggi, dan profesi. Usai pemaparan, peserta validasi diberi sudah sesuai, atau terlalu rendah untuk dipenuhi waktu untuk membaca draf standar selama kurang oleh perguruan tinggi penyelenggara program lebih 30 menit. Pada saat yang bersamaan mereka pascasarjana dan profesi. mengisi instrumen validasi. Selanjutnya peserta Untuk mencapai tujuan di atas, di setiap memberikan pandangan umum terhadap draf provinsi BSNP mengundang tiga puluh peserta standar. Sedangkan tim ahli merangkum seluruh validasi. Mereka mewakili perguruan tinggi negeri hasil validasi untuk dijadikan bahan dalam kegiatan dan swasta serta rumpun dan bidang keilmuan pengembangan standar berikutnya. lPeserta evaluasipelaksanaan UN tahun pelajaran 2010/2011 antusias menyampaikan pandangan dan masukanuntuk perbaikan pelaksanaan EVALUASI PELAKSANAAN UN UN di masa mendatang DI PROVINSI JAMBI DAN SULAWESI SELATAN P rovinsi Jambi dan Sulawesi Selatan melakukan evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2010/2011 pada pertengahan diterima di lapangan. Keterlambatan sosialisasi Permendiknas dan POS UN ini karena belum ada keputusan dari DPR ungkap Ramli Zakaria seraya , Agustus yang lalu. Dalam hal ini BSNP mengutus menambahkan BSNP dari tahun ke tahun selalu Teuku Ramli Zakaria ke Provinsi Jambi dan Djaali melakukan perbaikan. Pada tahun 2011 perbaikan ke Provinsi Sulawesi Selatan. Selain dari BSNP, yang dilakukan adalah dengan memasukkan kom Kepala Puspendik Hari Setiadi juga hadir dalam ponen ujian sekolah. Setelah mendapat penjelasan acara tersebut. dari kedua nara sumber, para peserta dapat me Menurut Ramli Zakaria peserta yang diundang nerima pentingnya dilaksanakan UN. dalam evaluasi tersebut adalah para kepala dinas Dari Makassar, Djaali melaporkan materi pendidikan kabupaten/kota di Jambi. Sebagai nara yang disampaikan menekankan pada amanat un sumber, dalam paparannya Ramli Zakaria lebih dang-undang tentang penyelenggaraan UN dan banyak menekankan tentang POS UN sebagai pengendalian UN. Undang-undang tentang Sis acuan penyelenggaraan UN. Sedangkan Hari Setia diknas memberikan amanat kepada BSNP untuk di dalam presentasinya menekankan pada hasil menyelenggarakan UN. Dalam menyelenggarakan UN. UN, BSNP bekerjasama dengan Puspendik, Direk Selama acara berlangsung, tambah Ramli torat terkait di Kementerian Pendidikan Nasional, Zakaria, sebagian peserta menganggap tidak Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota, dan diperlukan UN karena terjadi banyak kecurangan. Perguruan Tinggi Negeri. Pengendalian UN yang Sebagian yang lain menyampaikan bahwa bisa ditangani oleh BSNP masih terbatas pada Permendiknas dan POS tentang UN selalu terlambat penyelenggaraan UN di Kabupaten/Kota ucap Vol. VI/No. 3/September 2011 17
  • 17. Berita BSNPDjaali. Pada akhir acara para peserta evaluasi pelak Untuk penyelenggaraan UN di sekolah/madra sanaan UN di Jambi dan Sulawesi Selatan sepakatsah, lanjut Djaali, sulit dikendalikan BSNP. Dalam hal untuk melakukan perbaikan terhadap kekuranganini BSNP bekerjasama dengan perguruan tinggi atau kelemahan dalam penyelenggaraan UN tahunnegeri untuk melakukan pengawasan di sekolah/ lalu. Masalah utama di lapangan adalah banyakmadrasah. sekolah yang kekurangan guru. l Peserta UNPP di NTB mengerjakan soal ujian dengan serius. Suasana UNPP lebih rileks dibanding peserta UN formal, terutama dalam hal pakain PEMANTAUAN sebagaimana tampak dalam PELAKSANAAN UNPP gambarB SNP telah menyelenggarakan Ujian Nasional Progam Paket (UNPP) periode I dari tanggal5 sampai dengan tanggal 8 Juli 2011 untuk UN Kerjasama antar peserta dibiarkan oleh pengawas dan ada peserta yang main HP saat ujian. Ketidakhadiran peserta ujian sebagaimana dilaProgram Paket C dan Program Paket C Kejuruan, porkan oleh Farid Afansa Moeloek karena merekatanggal 12 sampai dengan 14 Juli 2011 untuk UN masih bekerja dan tidak mendapat izin dari tempatProgram Paket A/Ula dan Program Paket B/Wustha. kerja. Untuk mengatasi masalah ini, Moeloek meSedangkan untuk periode II, dilaksanakan dari ngusulkan supaya ada pembicaraan dengan Mentanggal 11 sampai dengan 14 Oktober 2011 untuk teri Tenaga Kerja sehingga peserta ujian yang kerjaUN Program Paket C dan Program Paket C Kejuruan, bisa ikut UNPP. Selain itu waktu ujian diusulkandan tanggal 18 sampai dengan 20 Oktober 2011 sama dengan formal, yaitu pada pagi hari. Meskipununtuk UN Program Paket A/Ula dan Program Paket usia peserta ujian sudah menginjak dewasa tetapiB/Wustha. semangat mereka luar biasa. Selama pelaksanaan UNPP, BSNP melakukan Menurut Moehammad Aman Wirakartakusupemantauan untuk memastikan UNPP dilaksana mah yang memantau di Jawa Barat, peserta UNPPkan sesuai dengan POS. Anggota BSNP menyam dari mereka yang tidak lulus UN formal sangatpaikan hasil pemantauan tersebut dalam rapat sedikit. Hal ini karena tingkat kelulusan yang tinggipleno setiap hari Selasa. pada UN yang kriteria kelulusannya merupakan Berdasarkan hasil pemantauan Djemari Mar penggabungan antara nilai sekolah dan nilai UN.dapi mengatakan pelaksaan UNPP yang disamakan Weinasa Sairin yang memantau UNPP di DKIdengan pelaksanaan ujian formal mendapat sempat mengunjungi tiga tempat. Salah satunya disambutan positif, tetapi jika kriteria kelulusan Pondok Pesantren Al Islah di tepi TPU Tanah Kusir.disamakan dengan kriteria kelulusan ujian formal Ujian dilaksanakan di masjid sehingga suasananyabanyak warga yang keberatan. Selain itu, dengan berbeda dengan suasana sekolah. Tidak sangatijazah Paket C peserta berharap dapat diterima di ketat sebagaimana ujian formal. Yang terjadiperguruan tinggi swasta sedangkan dengan Ijazah seperti sharing saja.Paket B peserta berharap dapat diterima sebagai Lebih lanjut Weinata mengungkapkan adaaparatur desa (Kepala Desa). masalaha psikologis terutama peserta dari Home Mungin Eddy Wibowo yang memantau UNPP Schooling. Pertanyaannya, mereka yang ikut homedi NTB mengatakan sebagian pengawas ruang schooling ini apa karena mereka tidak punya waktuujian dari mahasiswa. Secara umum tidak terjadi untuk sekolah di formal atau ada alasan lain.persoalan yang krusial selama pelaksanaan UNPP. Pelaksanaan UNPP secara umum kurang se Di Gorontalo sebagaimana dilaporkan oleh rius dan terdapat penyimpangan dari POS UNPP.Gunawan Indrayanto hampir di semua kabupaten/ Misalnya peserta ujian saling bekerjasama tetapikota ketidakhadiran peserta UNPP mencapai 20 dibiarkan oleh pengawas. Untuk perbaikan pelakpersen. Hal ini disebabkan oleh sosialisasi yang terlalu sanaan UNPP ke depan diperlukan kerjasama antaracepat dengan waktu pelaksanaan. Temuan lainnya Kemendiknas atau BSNP dengan Kementerianadalah pengawasan di ruang ujian yang kurang serius. Tenaga Kerja. l 18 Vol. VI/No. 3/September 2011
  • 18. Lensa BSNP Suasana rapat koordinasi penyelenggaraan UN diJakarta. Rapat dihadiri oleh anggota BSNP, Puspendik, Direktorat terkait di Kemdiknas, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Ketua Moehammad Aman Wirakartakusumah Ketua BSNP (lajur Penyelenggara UN Tingkat Provinsi kanan sebelah kiri) bersama anggota BSNP memaparkan kebijakan Ujian Nasional di hadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah di Senayan Penyelenggara UN tingkat satuan pendidikan bersiap siaga sebelum ujian dimulai untuk memastikan ujian dilaksanakan secara jujur, adil, kredibel, dan akuntabel Peserta UN SMA mendengarkan pengarahan dari pengawas ruang sebelum menjawab soal ujian Peserta UNPP mengerjakan soal ujian dengan serius. Mayoritas peserta UNPP adalah dari kalangan putus sekolah dan pekerja Vol. VI/No. 3/September 2011 19
  • 19. Lensa BSNP Rapat evaluasi penyelenggaraan UN di BSNP. Rapatdihadiri oleh anggota BSNP, Puspendik, Direktorat terkait di Kemdiknas dan Kemenag Fasli Jalal Wakil Menteri Pendidikan Nasional (kiri) berbincang dengan Ketua dan a