BULETIN 3 Persekutuan Oikumene PENABUR Universitas Sriwijaya

download BULETIN 3 Persekutuan Oikumene PENABUR Universitas Sriwijaya

of 10

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Buletin Persekutuan Oikumene Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya

Transcript of BULETIN 3 Persekutuan Oikumene PENABUR Universitas Sriwijaya

  • Kadang-kadang terjadi internal dan eksternal pendarahan dari lubang, seperti

    hidung dan mulut, juga dapat terjadi, juga dari luka-luka yang sembuh belum sepenuhnya

    diketahui cirinya seperti jarum-lubang situs. Ebola virus dapat mempengaruhi tingkat sel

    darah putih dan platelet, mengganggu pembekuan darah.

    Menghindari Virus Ebola

    Berhubung karena obat untuk virus mematikan nomer wahid ini belum ditemukan

    obatnya, maka cara terbaik adalah menghindari penyakit akibat virus ebola ini dengan cara

    menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan kita.

    Korban Akibat Virus

    Mematikan Ini

    Para pejabat kesehatan telah mendata 48 kasus penularan sejak wabah pertama kali

    dilaporkan bulan Februari 2014 lalu. Hingga sekarang, belum ada vaksin penyembuh bagi

    mereka yang terpapar virus mematikan ini. Rabu, 6 Agustus 2014, Badan Kesehatan Dunia

    (WHO) menyatakan, kasus kematian akibat ebola tahun ini sudah menembus angka 900

    orang! Seperti dilansir kantor berita Reuters, dengan tambahan korban meninggal 2 hingga

    4 Agustus lalu, total kematian akibat virus mematikan itu menjadi 932 kasus. Itu yang

    tertinggi sepanjang sejarah. Sungguh Mengerikan!

    Sahabat Penabur mohon benar benar diperhatikan kesehatan dan kebersihan

    lingkungan kita agar jangan sampai virus ebola ini masuk ke wilayah Indonesia dimana

    masyarakat kita masih awam dengan yang namanya Kebersihan. SADARLAH

  • yalom! Hi penabur! How are you? Kangen gak nih sama buletin kita ini? Kangen dong pastinya! :D

    Puji Tuhan buletin kita sudah masuk ke edisi ketiga! Horeeee Di bulan Oktober ini kita mau membahas tentang kesaksian kita sebagai anak-anak Allah dalam kehidupan sehari-hari. Yuk kita simak kesaksian dari inspirator kita Koh Ahok

    Siapa coba yang gak kenal dengan wakil gubernur Ibukota Jakarta yang galak ini? Hehe.... Bapak Basuki Tjahaja Purnama ini gak galak kok cuman sangat tegas dalam memimpin. Gimana sih sepak terjang beliau dalam memimpin Jakarta? Apa yang mendasari pelayanan beliau dalam hal berpolitik? Kita baca yuk! Selamat membaca ya keluarga penabur, semoga dapat membantu pelayanan dan pertumbuhan iman kita. Amin.

    S

    Semua gejala di atas biasanya diikuti dengan diare, muntah, serta kemunculan ruam di

    seluruh tubuh. Lalu dimulailah gejala menyakitkan seperti keluarnya darah dari semua lubang

    di tubuh. Dilanjutkan dengan rusaknya organ-organ internal si penderita. Masuk hari ketujuh

    hingga kesepuluh, muncul rasa kelelahan, dehidrasi, dan shock.

    Dokter yang merawat para korban awal sadar bahwa virus ini terjadi ketika ada

    kontak yang cukup dekat. Sebagai contoh, di Rumah Sakit Maridi, Sudan, 33 dari 61 suster

    yang merawat pasien penderita Ebola, akhirnya ikut tewas karena virus tersebut.

    Penyebaran Virus Ebola

    Manusia, secara alami, bukanlah inang tempat perkembangbiakan virus ebola. Centers

    for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan sumber penularan adalah dari hewan.

    Namun setelah orang terinfeksi, penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui

    darah, liur, lendir, dan berbagai cairan yang dikeluarkan oleh tubuh lainnya.

    Di negara-negara di mana ebola telah terjadi, penyakit sering menyebar di antara

    para tenaga medis yang melakukan kontak dengan pasien tanpa pakaian pelindung atau

    masker. Pengunaan kembali jarum yang terkontaminasi juga bisa menjadi medium penularan.

    Gejala Terkena Ebola

    Masa inkubasinya virus mematikan ini dapat berkisar dari 2 sampai 21 hari tetapi

    umumnya 5-10 hari. Awal gejala termasuk demam tinggi, sakit kepala parah, sakit perut,

    kelemahan parah, kelelahan, sakit tenggorokan, mual, pusing, internal dan eksternal

    pendarahan. Gejala-gejala awal ini bisa mirip dengan malaria, demam tipus, disentri, influenza,

    atau berbagai infeksi bakteri lain.

    Ebola dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, seperti diare, kotoran berdarah

    atau gelap, muntah darah, mata merah, distension dan pendarahan arteriola sclerotic,

    petechia, penyakit ruam dan purpura. Gejala lain, sekunder termasuk hipotensi, hypovolemia

    dan tachycardia. Interior pendarahan yang disebabkan oleh reaksi antara virus dan platelet

    yang memproduksi bahan kimia yang akan dipotong sel-ukuran lubang dinding kapiler.

  • Ahok: Tuhan, Utuslah Aku

    Kesaksian Basuki Tjahaja Purnama

    Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang

    belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah

    Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang

    Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

    Ebola dengan nama lain EVD adalah virus Ebolavirus (EBOV), genus virus dan penyakit

    demam hemorrhagic Ebola (EHF), virus demam hemorrhagic (VHF), dengan kata lain demam

    berdarah viral dan merupakan salah satu penyakit akibat virus yang paling mematikan bagi

    manusia. Sahabat anehdidunia.com virus yang menghantui manusia pada era ini tidak bisa

    dianggap enteng karena sangat berpotensi menyebar dengan angka 90 persen kematian

    bagi pengidapnya. Sekarang ini, sudah banyak bandara Internasional meningkatkan

    kewaspadaan mereka terhadap Virus Ebola ini.

    Hingga saat ini secara genetis telah teridentifikasi empat tipe virus ebola, pertama

    ebola Zaire, dimana virus ini ditemukan di Zaire tahun 1976 yaitu tempat pertama kali

    terjangkitnya virus ebola, kedua ebola Sudan dimana tipe ini pertama kali ditemukan di

    bagian barat sudan pada akhir tahun 1976 dan menyerang kembali pada tahub 1979, ketiga

    ebola Reston dimana virus ini merupakan variasi dari virus Ebola yang ditemukan pada monet

    Afrika yang didatangkan dari Amerika, dan yang keempat ebola Ivory Coast yang

    ditemukan pada tahun 1995 di daerah pantai Ivory Afrika Barat di hutan Tai

    Dari keempat virus ebola tersebut, terdapat tiga tipe virus ebola yang dapat

    menyerang manusia yaitu ebola Zaire, Sudan, dan Ivory Coast, sedangkan ebola Reston

    hanya dapat menyerang primata seperti monyet, kera, dan simpanse. Penginfeksian virus

    ebola pada tubuh yaitu dengan menyerang sel hati dan sel sistem reticuloendothelial serta

    lapisan kapiler darah, sehingga menyebabkan kebocoran cairan dan protein plasma.

    Sejarah Awal Mula Ebola

    Ebolavirus pertama kali muncul pada tahun 1976 di wabah Ebola demam hemorrhagic

    di Zaire dan Sudan. Seorang pekerja toko di Nzara, Sudan, tiba-tiba sakit. Lima hari

    berselang, ia meninggal dunia. Dengan kematiannya, dunia tanpa sadar menyaksikan dampak

    dari virus Ebola pertama, 27 Juni 1976.

    Virus ini kemudian menjadi wabah di seluruh area tersebut. Dilaporkan terjadi 284

    kasus, setengah di antaranya membuat korban sekarat. Gejala dari Ebola hemorrhagic fever

    (EHV) biasanya dimulai empat hingga 15 hari sesudah seseorang terinfeksi. Rata-rata gejala

    yang dialami berupa sakit seperti flu, demam tinggi, dan nyeri.

  • Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja

    karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah

    menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi

    terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya

    walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya

    kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi.

    Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya.

    Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di

    Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.

    Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu,

    saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa.

    Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang

    gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak

    mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang

    mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara

    para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau

    menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi

    bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan.

    Saya selalu berdoa Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin

    sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau,"

    dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak

    itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.

  • Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik

    Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa

    sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa

    bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang

    dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan

    mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu

    saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati

    saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

    Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, Kita enggak mampu

    bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang

    akhirnya akan habis juga. Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti

    bahwa charity berbeda dengan justic