Buku Tanya Jawab SBSN Edisi Kedua 2010

download Buku Tanya Jawab SBSN Edisi Kedua 2010

of 60

  • date post

    02-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    145
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Buku Tanya Jawab SBSN Edisi Kedua 2010

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

i

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillah, segala puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang atas nikmat, rahmat dan karunia-Nya penyusunan buku Tanya Jawab tentang Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara): Instrumen Keuangan Berbasis Syariah, yang merupakan edisi revisi dan penyempurnaan dari buku tanya jawab edisi sebelumnya, dapat diselesaikan. Shalawat serta salam semoga senantiasa selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Pada dasarnya, penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh niat tulus untuk terus melaksanakan proses edukasi dan sosialisasi mengenai Sukuk Negara kepada masyarakat, stakeholders, dan semua pihak yang terkait. Untuk itu, buku ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar seputar Sukuk Negara, sekaligus memperluas pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Sukuk Negara. Agar lebih memudahkan pembaca, buku ini sengaja disusun dalam format tanya jawab yang ditulis secara sistematis, yang mencakup tanya jawab mengenai prinsip keuangan syariah, kondisi pasar keuangan syariah, sukuk, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Kemudian, pada bagian akhir buku ini terdapat penjelasan singkat mengenai istilah-istilah dalam keuangan syariah, khususnya yang terkait dengan sukuk. Hal ini mengingat istilah-istilah dimaksud berasal dari bahasa Arab, yang relatif masih kurang dikenal dan dipahami oleh sebagian masyarakat. Akhirnya kami berharap semoga buku ini bisa bermanfaat bagi semua pihak, serta turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Jakarta, Juni 2010 Tim Penyusun

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

i

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

SAMBUTAN DIREKTUR PEMBIAYAAN SYARIAH Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Beberapa tahun terakhir ini, kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari Surat Berharga Negara (SBN) semakin mengalami peningkatan, sehingga diperlukan pengembangan instrumen SBN sekaligus diversifikasi sumbersumber pembiayaan. Seiring dengan kebijakan Pemerintah untuk mengembangkan pasar keuangan syariah di Indonesia, Pemerintah berupaya meluncurkan instrumen investasi dan pembiayaan yang berbasis syariah, yaitu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau dikenal dengan Sukuk Negara. Alhamdulillah, usaha dan kerja keras Pemerintah selama ini dalam menyediakan landasan hukum bagi penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dapat tercapai dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 19 tahun 2008 tentang SBSN pada 7 Mei 2008. Keberadaan UndangUndang ini diperlukan untuk menyediakan basis serta koridor hukum dalam pengelolaan SBSN secara hati-hati, transparan, dan akuntabel, serta memberikan kepastian hukum bagi investor. Undang-Undang SBSN tersebut merupakan angin segar baik bagi Pemerintah maupun pelaku pasar dalam upaya mengembangkan pasar keuangan dalam negeri, khususnya pasar keuangan syariah yang perkembangannya relatif tertinggal dibandingkan dengan pasar keuangan syariah di beberapa di negara lain. Dalam kurun waktu dua tahun sejak disahkannya undang-undang SBSN tersebut, intrumen SBSN telah mengambil peran penting sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah telah sukses menerbitkan SBSN untuk pertama kalinya pada bulan Agustus tahun 2008 melalui cara bookbuilding, Sukuk Negara Ritel, dan SBSN Valas di pasar internasional. Selain itu, Pemerintah juga telah menerbitkan SBSN dengan cara lelang dan private placement. Penerbitan SBSN tersebut berhasil menarik minat yang luar biasa dari para investor, baik dalam maupun luar negeri. Keberhasilan penerbitan

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

ii

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk NegaraSukuk Negara tersebut ditandai dengan banyaknya penghargaan (awards) yang diperoleh dari berbagai media keuangan internasional. Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari upaya yang telah dilakukan Pemerintah dalam melakukan sosialisasi SBSN yang intensif di masyarakat, komunitas pelaku pasar keuangan, serta perguruan tinggi, maupun melalui berbagai seminar, talkshow, investor gathering, pameran serta media cetak dan elektronik lainnya. Penyusunan buku Tanya Jawab tentang Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara): Instrumen Keuangan Berbasis Syariah ini, yang merupakan revisi dan penyempurnaan dari edisi sebelumnya, dimaksudkan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya mengenai Sukuk Negara. Melalui proses edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berkesinambungan, diharapkan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap Sukuk Negara sebagai instrumen investasi dan pembiayaan dapat semakin meningkat. Akhir kata, saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada rekan-rekan di Direktorat Pembiayaan Syariah atas ketekunannya dalam menyusun dan menyelesaikan revisi buku Tanya Jawab SBSN ini. Semoga hasil karya ini dapat bermanfaat serta menjadi amal jariyah bagi kita semua, Aamiin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Jakarta, Juni 2010 Direktur Pembiayaan Syariah

Dahlan Siamat

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

iii

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk NegaraDAFTAR ISI KATA PENGANTAR SAMBUTAN DIREKTUR PEMBIAYAAN SYARIAH DAFTAR ISI I. PRINSIP KEUANGAN SYARIAH (ISLAMIC FINANCE) 1. Pengertian Syariah 2. Pengertian keuangan syariah (Islamic Finance) 3. Tujuan keuangan syariah 4. Prinsip dasar transaksi dalam keuangan syariah 5. Pengertian Riba 6. Pengertian Gharar 7. Pengertian Maysir 8. Riba dalam pandangan syariah 9. Bunga dalam pandangan syariah 10. Uang dalam pandangan syariah 11. Utang dalam pandangan syariah 12. Sistem bagi hasil 13. Margin keuntungan 14. ujrah/fee II. PASAR KEUANGAN SYARIAH 15. Kondisi pasar keuangan syariah internasional 16. Perkembangan pasar keuangan syariah dalam negeri 17. Lembaga keuangan internasional yang mendukung perkembangan pasar keuangan syariah 18. Perkembangan instrumen keuangan syariah saat ini 19. Negara-negara yang telah menerbitkan sovereign sukuk (sukuk negara) 20. Negara lain yang memiliki undang-undang penerbitan sukuk 21. Faktor-faktor yang menyebabkan pesatnya perkembangan Sukuk 22. Potensi permintaan sukuk III. SUKUK A. PAPARAN UMUM 23. Pengertian sukuk 24. Karakteristik sukuk 25. Perbedaan sukuk dengan obligasi konvensional 26. Kriteria sukuk yang memenuhi prinsip syariah 8 8 9 9 4 4 5 6 6 6 6 7 i ii iv 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

iv

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. Penggunaan dana hasil penerbitan sukuk Kelebihan berinvestasi pada sukuk Siapa saja investor sukuk Investor konvensional berinvestasi dalam sukuk Jangka waktu (tenor) sukuk Sifat imbalan sukuk Pihak yang terlibat dalam penerbitan sukuk Metode penerbitan sukuk Metode bookbuilding Metode lelang (auction) Metode private placement Sukuk yang diminati pasar domestik dan internasional Perdagangan sukuk di pasar sekunder 9 10 10 10 10 10 11 11 11 11 11 12 12 12 13 13 13 13 14 14 14 15 15

B. JENIS-JENIS SUKUK 40. Jenis-Jenis Sukuk 41. Sukuk Ijarah 42. Sukuk Salam 43. Sukuk Istishna 44. Sukuk Musyarakah 45. Sukuk Mudharabah 46. Sukuk Wakalah 47. Sukuk Muzaraah 48. Sukuk Musaqah 49. Sukuk Dengan Kombinasi Akad Tertentu IV. SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA (SBSN) / SUKUK NEGARA A. PAPARAN UMUM SBSN 50. Pengertian Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Negara 51. Dasar hukum penerbitan SBSN 52. Kewenangan penerbitan SBSN 53. Tujuan penerbitan SBSN 54. Perlunya penerbitan SBSN oleh Pemerintah 55. Perbedaan antara SBSN dengan SUN 56. Keuntungan berinvestasi dalam SBSN 57. Bukti Kepemilikan SBSN B. PERUSAHAAN PENERBIT SBSN / SPECIAL PURPOSE VEHICLE (SPV) 58. Pengertian Special Purpose Vehicle (SPV) 59. Konsep SPV dalam penerbitan sukuk 60. Fungsi SPV dalam penerbitan sukuk

15 15 15 16 16 16 17 17 17 17 18

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara

v

Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Negara / Sukuk Negara61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. Masa operasional SPV Pengertian principle trustee dan co trustee Perusahaan Penerbit SBSN (PP SBSN) Dasar hukum pendirian Perusahaan Penerbit SBSN Fungsi Perusahaan Penerbit SBSN dalam Penerbitan SBSN Penerbitan SBSN tanpa SPV Pendirian Perusahaan Penerbit SBSN di luar negeri 18 18 18 18 18 19 19 20 20 20 20 20 20 21 21 21 21 22 22 22 23 23 23 24 25 25 25 25 26 26 26 26 27 27 27

C. UNDERLYING ASSET PENERBITAN SBSN 68. Pengertian underlying asset 69. Pengertian hak manfaat 70. Pengertian Aset SBSN 71. Pengertian Barang Milik Negara (BMN) 72. Fungsi underlying asset dalam penerbitan SBSN 73. Aset yang dapat dijadikan underlying asset penerbitan SBSN 74. Apakah terjadi perpindahan kepemilikan aset SBSN 75. Mekanisme pemindahtanganan BMN sebagai underlying asset dalam penerbitan SBSN Ijarah Sale and Lease Back 76. Cara penentuan nilai BMN yang dijadikan underlying asset SBSN 77. Pihak yang bertanggung jawab merawat Aset SBSN D. PENERBITAN SBSN 78. Tahapan penerbitan SBSN 79. Pihak yang berperan dalam penerbitan SBSN 80. Persetujuan DPR dalam penerbitan SBSN 81. Peran BI dalam penerbitan SBSN 82. Penerbitan SBSN secara langsung dan tidak langsung 83. Penerbitan SBSN dengan cara bookbuilding 84. Penerbitan SBSN dengan cara lelang 85. Penerbitan SBSN dengan cara private placement 86. Pernyataan Kesesuaian Syariah (Sharia Compliance Endorsement) 87. Buyback SBSN sebelum jatuh tempo 88. Opsi pelunasan SBSN sebelum jatuh tempo