Buku Siswa

download Buku Siswa

of 25

  • date post

    12-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    33
  • download

    7

Embed Size (px)

description

keanekaragaman hayati

Transcript of Buku Siswa

KEANEKARAGAMAN HAYATI

2015KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS X SMA

A. TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATIKeanekaragaman hayati ditunjukan dengan adanya variasi makhluk hidup yang meliputi bentuk, penampilan, dan ciri lain. Keanekaragaman hayati dapat digolongkan pada tingkat gen, spesies, sampai ekosistem. Keseluruhan variasi tersebut akan membentuk keanekaragaman hayati.Tingkat keanekaragaman hayati dimulai pada tingkat gen, lalu spesies, dan yang terakhir adalah ekosistem.

a. Keanekaragaman Gen

Gambar 1. Aneka jenis fauna di IndonesiaKeanekaragaman gen adalah variasi susunan gen dalam suatu spesies. Keanekaragaman gen dalam suatu spesies makhluk hidup yang menimbulkan variasi disebut varietas. Misalnya, pada spesies kucing terdapat variasi seperti kucing Anggora yang berbulu panjang, serta kucing Siam dan kucing Bali yang berbulu pendek. Keanekaragaman gen dapat terjadi secara alami akibat reproduksi seksual, maupun secara buatan melalui proses budidaya manusia. Hewan dan tumbuhan tertentu dibudidayakan untuk tujuan tertentu, misalnya persilangan tanaman anggrek untuk mendapatkan warna anggrek yang beraneka ragam.

b. Keanekaragaman Jenis

Gambar 2. Keanekaragaman spesies ikan

Perbedaan pada berbagai spesies makhluk hidup yang hidup di suatu habitat disebut dengan keanekaragaman jenis (spesies). Keanekaragaman spesies biasanya dijumpai pada suatu kawasan atau habitat tertentu yang dihuni kumpulan makhluk hidup dari berbagai spesies atau komunitas. Sebagai contoh, di halaman rumah dapat dijumpai rumput, pohon mangga, bunga melati, burung pipit, semut, kodok, kupu-kupu, dan lain sebagainya.

c. Keanekaragaman Ekosistem

Gambar 3. Ekosistem sawah

Keanekaragaman ekosistem adalah interaksi di antara kondisi lingkungan yang berbeda-beda ini dengan sekelompok faktor biotik. Faktor abiotik pada ekosistem yaitu meliputi materi tidak hidup seperti tanah, air, suhu, kelembapan, cahaya matahari, dan mineral. Sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, jamur, dan mikroorganisme. Contoh dari keanekaragaman ekosistem adalah ekosistem terumbu karang, ekosistem sungai, ekosistem hutan.

B. KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA

A. Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan Karakteristik WilayahnyaSecara astronomis indonesia berada pada 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT. artinya indonesia terletak didaerah iklim tropis (daerah tropis berada diantara 23 1/20 LU dan 23 1/20 LS). Ciri - ciri daerah tropis antara lain temperatur cukup tinggi (260C - 280C), curah hujan cukup banyak (700 - 7000mm/ tahun) dan tanahnya subur karena proses pelapukan batuan cukup cepat.Bila dilihat dari geografis , indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni sirkum pasifik dan rangkaian sirkum mediterania, sehingga indonesia memiliki banyak pegunungan berapi. hal tersebut menyebabkan tanah menjadi subur.

Gambar 4. Salah satu jenis fauna khas Indoneisa yaitu bunga Wijaya KusumaDi Indonesia terdapat 10% spesies tanaman, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptilia dan amfibi , dan 17% dari spesies burung yang ada didunia. sejumlah spesies tersebut bersifat endemik , yaitu hanya terdapat di Indonesia dan tidak ditemukan ditempat lain. Contohnya adalah sebagai berikut:

Gambar 5. Burung Cendrawasih endemik Papua

1 Burung Cendrawasih di Papua 2 Burung Maleo di Sulawesi 3 Komodo di Pulau Komodo 4 Anoa di Sulawesi 5 Raffesia arnoldi di Pulai Sumatera dan penyebarannya di sepanjang bukit barisan dari Aceh sampai Lampung. Tumbuhan yang beraneka ragam dan bernilai ekonomi dapat dimanfaatkan. contohnya sebagai berikut:1. Macam - macam varietas durian (Duriozibethinus), antara lain , durian petruk dari randusaria jepara, durian sitokong dari ragunan, durian sunan yang berasal dari boyolali, durian simas dari bogor.2. Kedondong (Spondias cythrerea), misalnya kedondong karimunjawa berasal dari Karimunjawa.3. Salak (Zalacca edulis), misalnya , salak pondoh berasal dari desa soka sleman dan salak bejalen dari ambarawa.

B. Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan PersebarannyaPersebaran organisme dimuka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi . studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies - spesies berasal dari satu tempat, namun selanjutnya menyebar keberbagai daerah . organisme tersebut kemudian mengalami diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies baru yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.Penghalang geografi atau barrier seperti gunung yang tinggi, sungai dan lautan dapat membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies (isolasi geografi). adanya isolasi geografi juga menyebabkan perbedaan susunan flora dan fauna diberbagai tempat. Berdasarkan adanya persamaan fauna didaerah - daerah tertentu , maka dapat dibedakan menjadi 6 daerah biogeografi dunia sebagai berikut:1. Nearktik : Amerika utara2. Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika , gurun sahara sebelah utara.3. Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah.4. Oriental: Asia, Himalaya bagian selatan.5. Ethiopia : Afrika6. Australian : Australia dan pulau - pulau sekitarnya.

C. KEUNIKAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA Biodiversitas di Indonesia sangat unik karena:1. Keanekaragaman tinggi.2. Memiliki hewan tipe oriental, Australian, dan peralihan.3. Indonesia kaya akan flora Malesiana.4. Indonesia kaya akan hewan dan tumbuhan endemik.5. Terdapat berbagai hewan dan tumbuhan langka.

1. Keanekaragaman TinggiBanyaknya spesies yang ada dalam sebuah ekosistem disebut keanekaragaman hayati.Indonesia terletak di daerah tropis sehingga memiliki keanekaragamantinggi dibandingkan dengan daerah subtropis (iklim sedang) dan kutub.Keanekaragaman yang tinggi di Indonesia dapat dijumpai di dalamlingkungan hutan hujan tropis. Di dalam hutan hujan tropis terdapatberbagai jenis tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) yang belumdimanfaatkan atau masih liar. Di dalam tubuh hewan atau tumbuhan itutersimpan sifat-sifat unggul, yang mungkin dapat dimanfaatkan di masamendatang. Keanekaragaman yang tinggi ini dapat dilihat dari berbagaijenis spesies yang dipunyai Indonesia.

2. Memiliki Hewan Tipe Oriental, Australian, dan PeralihanPada tahun 1858, Alfred Russel Wallace, yang hidup sezaman denganCharles Darwin dan membantu mencetuskan teori evolusi seleksi alam,mengenal pola perbedaan antarsatwa pulau di Indonesia. Ia tidak mengirabahwa Kalimantan dan Sulawesi mempunyai jenis burung berbeda meskitidak dipisahkan oleh pembatas utama seperti fisik dan iklim. Berdasarpengamatannya, pada tahun 1859, Wallace menetapkan dua wilayahutama dengan menggambar garis batas di sebelah timur Kalimantan danBali, memisahkan satwa bagian barat dan timur.Garis Wallace membelah Selat Makassar menuju ke selatan hinggaSelat Lombok. Jadi, garis tersebut memisahkan wilayah oriental (termasukSumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan) dengan wilayah Australian (Sulawesi,Papua, Irian Jaya, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur).

Keunikan hewan-hewan yang termasuk daerah oriental atau Indonesiabarat, antara lain:a. Banyak spesies mamalia (gajah, banteng, harimau, badak), ukuran tubuh besar.b. Terdapat berbagai jenis primata (mandril, tarsius, orang utan).c. Terdapat berbagai jenis burung (burung-burung oriental memilikiwarna tidak semenarik burung daerah Australian, namun memilikisuara lebih merdu, karena umumnya dapat berkicau).d. Terdapat berbagai hewan endemik (badak bercula satu, binturong,kukang, jalak bali, murai mengkilat, dan ayam hutan berdada merah).Sedangkan hewan-hewan yang termasuk daerah Australian atauIndonesia bagian timur, antara lain:a. Banyak hewan berkantung (kanguru, kuskus).b. Mamalia berukuran tubuh kecil.c. Terdapat berbagai jenis burung dengan beranekaragam warna.Adanya garis Weber yang berada di sebelah timur Sulawesimemanjang ke arah utara ke kepulauan Aru, menjadikan Sulawesimerupakan pulau pembatas antara wilayah oriental dan Australian. Olehkarena itu, Sulawesi merupakan wilayah peralihan.Hewan-hewan yang termasuk wilayah peralihan, antara lain: maleo,berbagai jenis kupu-kupu, primata primitif (Tarsius spectra), anoa, dan babi rusa.

3. Indonesia Kaya akan Flora MalesianaMalesiana adalah suatu daerah luas yang meliputi Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, dan kepulauan Solomon. Wilayah ini terletak di daerah sekitar khatulistiwa. Daerah Malesiana memiliki iklim tropis dan curah hujan yang relatif tinggi. Maka di daerah ini merupakan pemusatan pertumbuhan berbagai jenis vegetasi. Hutan di Indonesia (seperti wilayah Malesiana) merupakan bioma hutan hujan tropis, yang didominasi oleh:a. Pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap, contohnya: meranti (Shorea sp), keruing (Dipterocarpus sp), kayu garu (Gonystylus bancanus).

b. Tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat). Selain hutan hujan tropis Indonesia juga mempunyai hutan musim dan padang rumput. Pada hutan musim banyak dijumpai tumbuhan seperti jati, mahoni, bungur, soga, dan albasia. Di Indonesia juga terdapat tipehutan pantai di mana banyak dijumpai berbagai tumbuhan seperti pandan (Pandanus tectorius), bakung, dan bakau.

4. Indonesia Kaya Akan Hewan dan Tumbuhan EndemikContoh hewan endemik di Indonesia: harimau jawa, harimau bali (sudah punah), badak bercula satu di Ujung Kulon,jalak bali putih (Leucopsar rothschildi) di Bali, binturong, burung maleo di Sulawesi, dan komodo di Pulau Komodo. Contoh tumbuhan endemik di Indonesia dari genus Raflesia, seperti:a. Raflesia patma di Nusakambangan dan Pangandaran.b. Raflesia arnoldi endemik di Bengkulu, Sumatra Barat dan Aceh.c. Raflesia borneensisi di Kalimantan.

5. Terdapat Berbagai Hewan dan Tumbuhan Langka Contoh hewan yang langka di Indonesia:a. Harimau jawa (Panthera tigris sondaicus)b. Macan kumbang (Panthera pardus)c. Tapir (Tapirus indicus)d. Komodo (Varanus komodensis)e. Maleo (Macrocephalon