Buku pedoman WUB IKM Tahun 2013

download Buku pedoman WUB IKM Tahun 2013

of 14

Embed Size (px)

description

Buku pedoman WUB IKM Tahun 2013

Transcript of Buku pedoman WUB IKM Tahun 2013

KONSEP

BUKU PEDOMAN

PELAKSANAAN PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARUINDUSTRI KECIL MENENGAH (WUB IKM) WILAYAH I (SUMATERA DAN KALIMANTAN)DENGAN METODE FAST-TRACK

DIREKTORAT IKM WILAYAH IDIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAHKEMENTERIAN PERINDUSTRIAN2013

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANGSalah satu masalah pokok yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia adalah masalah pengangguran. Pertambahan jumlah angkatan kerja dari tahun ke tahun makin bertambah. Di lain pihak akibat dari krisis finansial global yang diikuti pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran di Indonesia mengalami kenaikan. Sementara pembangunan ekonomi yang telah tercipta belum sanggup menyediakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk. Pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar, arus migrasi yang terus mengalir, serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini, membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks.Angkatan kerja sampai dengan Agustus tahun 2012 mencapai 118 juta orang menuntut adanya lapangan dan kesempatan kerja yang cukup. Dari jumlah tersebut, diperoleh data bahwa pengangguran terbuka pada periode yang sama sekitar 7,24 juta orang yang terdiri 3 juta lebih lebih adalah lulusan Diploma/Sarjana dan sisanya adalah lulusan SD/ SMP dan SMA serta tidak bersekolah. Penciptaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha merupakan jawaban atas permasalahan tersebut. Industri menjadi salah satu sektor yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mampu menyerap tenaga kerja.Penyediaan lapangan kerja di sektor industri khususnya industri kecil dan menengah (IKM) dapat dilakukan melalui pendekatan penumbuhan wirausaha baru (WUB) industri kecil dan menengah. Wirausahawan (entrepreneur) secara entimologi mengandung arti orang yang bekerja sendiri (self-employment). Secara luas dapat dipahami bahwa wirausahawan sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenaliprodukbaru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya (KBBI, 2004). Secara umum penumbuhan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) menjadi salah satu langkah dalam rangka mendorong seseorang untuk berusaha dan bahkan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.Sampai dengan tahun 2012, jumlah wirausaha di Indonesia hanya 1,56% dari jumlah penduduk, sedangkan prosentase yang ideal menurut Global Entrepreneur Monitoring adalah 2 4%, sehingga perlu langkah yang signifikan sehingga muncul wirausaha baru. Dibandingkan dengan negara Asia lainnya, Indonesia masih termasuk rendah baik jumlah maupun pertumbuhan entrepreneurnya, sebagai contoh di Singapura, Malaysia dan Thailand mencapai 4% dari total penduduk.Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, dari jumlah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar 56 juta unit usaha, hanya sekitar 700.000 unit usaha yang masuk kategori wirausaha atau sebesar 1,25% dari total UMKM. Industri kecil dan menengah (IKM) merupakan bagian dari UMKM didorong untuk lebih berkembang dalam penumbuhan wirausaha sektor IKM. Jumlah IKM pada tahun 2012 sekitar 3,8 juta merupakan potensi yang besar sebagai sumber (source) wirausaha baru. Berbagai sektor IKM seperti sektor pangan, sandang, logam, kimia dan bahan bangunan serta kerajinan yang merupakan penopang perekonomian daerah dan nasional mampu menghasilkan produk yang diharapkan memenuhi kebutuhan domestik, unggulan ekspor dan substitusi produk impor menjadi target penumbuhan wirausaha baru.Kriteria yang digunakan sebagai parameter penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru adalah inovasi produk dan teknologi, kemandirian usaha, manajemen dan pemasaran. Untuk itu sebagai sumber/sasaran penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru adalah IKM yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk maju serta calon IKM yang mempunyai keinginan kuat untuk berkembang menjadi wirausaha baru. Itu berarti sebagai target sasaran program penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru tidak hanya mereka yang baru memulai usaha tetapi lebih dari itu juga dari mereka yang sudah memiliki usaha (existing). Metode penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru dilakukan dengan pendekatan yang berbeda, didasarkan kondisi calon peserta (apakah yang belum mulai berusaha atau sudah memiliki usaha), dan tingkat teknologi maka diperlukan 2 (dua) pendekatan yaitu fast-track dan by-design.Metode fast-track diperuntukan kepada mereka yang telah memiliki usaha, karyawan/pegawai yang telah berpengalaman pada bidang usaha untuk dikembangkan, duplikasi usaha biasanya garis keturunan atau kelompok tertentu, IKM dalam sentra (memiliki kesamaan pola berusaha). Metode fast-track pada prinsipnya lebih dikedepankan peningkatan pengetahuan manajemen, pengelolaan keuangan, motivasi jiwa kewirausahaan dan upgrade teknologi. Metode ini dirancang dan dilaksanakan dalam waktu singkat mengingat kondisi di atas.Metode by-design diperuntukan kepada mereka yang belum berusaha menuju berusaha pada bidang yang baru, terutama pada lulusan perguruan tinggi, sekolah menengah kejuruan dan kelompok masyarakat potensial lainnya seperti pondok pesantren, koperasi dan lainnya. Metode by-design menitikberatkan pada bagaimana mereka memiliki bekal untuk mulai berusaha sehingga selain konten motivasi, kewirausahaan, sangat ditonjolkan penguasaan teknologi melalui pelatihan dan magang serta penguasaan target pasar.Direktorat Jenderal IKM sebagai pengemban tugas dan tanggung jawab yang tertuang dalam Indikator Kinerja Utama yaitu: (1) rasio IKM di Jawa dan luar Jawa 60 : 40 dan (2) kontribusi PDB IKM terhadap PDB industri 34%, menugaskan kepada Direktorat IKM Wilayah I untuk fokus kegiatan pada penumbuhan dan pengembangan WUB IKM dalam rangka mencapai IKU dimaksud. Untuk itu, Direktorat IKM Wilayah I menetapkan pedoman pelaksanaan program/kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM yang memuat tahaptahap yang krusial dalam operasionalisasi kegiatan ini adalah seleksi calon peserta, pelatihan, bimbingan dan fasilitasi start up capital serta monitoring dan evaluasi..0/019-05.1/-/2009 B. DASAR HUKUM1. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 2025;2. Undang Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2013;3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional (KIN);4. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM;5. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010;6. Rencana Strategis Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah 2010-2014..0/019-05.1/-/2009 C. MAKSUD DAN TUJUANBuku pedoman ini dimaksudkan memberikan panduan dan petunjuk pelaksanaan kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM di Direktorat IKM Wilayah I.Tujuannya agar pelaksanaan kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM di Direktorat IKM Wilayah I dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana kegiatan, output dan memenuhi kaidah dan peraturan yang berlaku

D. SASARANAdanya buku pedoman pelaksanaan kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM di Direktorat IKM Wilayah I.

E. RUANG LINGKUP1. Penumbuhan dan pengembangan WUB IKM merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Direktorat IKM Wilayah I dalam rangka menciptakan WUB khususnya di Sumatera dan Kalimantan guna meningkatkan populasi IKM di luar pulau Jawa;2. Kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM dilaksanakan melalui pelatihan kewirausahaan dan/atau teknis produksi serta fasilitasi start up capital kepada peserta/kelompok terpilih serta pendampingan/bimbingan;3. Peserta kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM adalah masyarakat yang telah dan belum berusaha di bidang IKM yang memiliki kemauan kuat untuk tumbuh dan berkembang menjadi WUB IKM yang maju dan berdaya saing.4. Tahap yang ditetapkan adalah seleksi peserta, pelatihan, magang, bantuan fasilitas start-up capital dan pendampingan/bimbingan usaha.5. Buku pedoman ini juga memuat kriteria peserta, kriteria instruktur, dan kerangkar pikir/alur proses program kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM.Kerangka pikir dan alur proses kegiatan penumbuhan WUB IKM dapat dilihat pada lampiran 1 buku pedoman ini.

BAB IIKETENTUAN DAN PERSYARATAN

A. KRITERIA PESERTACalon peserta yang memiliki kriteria sebagai berikut :1. Perorangan/kelompok IKM yang memiliki usaha IKM sesuai sektor IKM yang akan dijadikan target program/kegiatan; atau2. Perorangan/kelompok yang memiliki minat dan kemampuan untuk dijadikan target program/kegiatan;3. Usia minimal 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal pelaksanaan rekrutmen;4. Berdomisili di lingkup Provinsi/Kabupaten/Kota tempat program/kegiatan dilaksanakan.;5. Memperoleh rekomendasi Dinas yang membidangi Perindustrian setempat baik Provinsi dan/atau Kabupaten dan/atau Kota;

B. REKRUTMEN PESERTAUsulan peserta program/kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM dapat berasal dari :1. Usulan Dinas yang membidangi Perindustrian setempat dilengkapi dengan surat dari Dinas dimaksud; atau2. Ditentukan langsung oleh Direktorat IKM Wilayah I dengan melihat potensi daerah dan sentra setempat dan selanjutnya diinformasikan kepada Dinas terkait; atau3. Diusulkan oleh kelompok masyarakat, koperasi atau lembaga lainnya dengan melampirkan surat rekomendasi dari Dinas yang membidangi Perindustrian setempat; atau4. Diusulkan oleh kelompok masyarakat, koperasi atau lembaga lainnya dengan tembusan ditujukan kepada Dinas yang membidangi Perindustrian setempat; atau

C. JENIS DAN METODOLOGI PELATIHANDalam program/kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM dilaksanakan melalui pelatihan s