buku pedoman pemeliharaan proteksi dan kontrol transformator

of 84 /84
Buku Pedoman Pemeliharaan PT PLN (PERSERO) Jl Trunojoyo Blok M I/135 JAKARTA PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR Dokumen nomor : PDM/SGI/16:2014

Embed Size (px)

Transcript of buku pedoman pemeliharaan proteksi dan kontrol transformator

B u k u P e d o m a n P e m e l i h a r a a n
P T P L N ( P E R S E R O )
J l T r u n o j o y o B l o k M I / 1 3 5
J A K A R T A
P R O T E K S I D A N K O N T R O L T R A N S F O R M A T O R
Do ku men n om or : P DM/ S GI /1 6 :2 01 4
DOKUMEN PT PLN (PERSERO)
BUKU PEDOMAN PEMELIHARAAN PROTEKSI DAN KONTROL
TRANSFORMATOR
JAKARTA SELATAN 12160
PROTEKSI DAN KONTROL TRAFO
Susunan Tim Review KEPDIR 113 & 114 Tahun 2010 Surat Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No.0309.K/DIR/2013
Pengarah : 1. Kepala Divisi Transmisi Jawa Bali 2. Kepala Divisi Transmisi Sumatera 3. Kepala Divisi Transmisi Indonesia Timur 4. Yulian Tamsir
Ketua : Tatang Rusdjaja Sekretaris : Christi Yani Anggota : Indra Tjahja
Delyuzar Hesti Hartanti Sumaryadi James Munthe Jhon H Tonapa
Kelompok Kerja Proteksi dan Kontrol Penghantar, Trafo, serta Busbar
1. Amiruddin(PLN P3BS) : Koordinator merangkap anggota
2. Rahmat (PLN P3BS) : Anggota
3. Karyana (PLN P3BJB) : Anggota
4. Eka Annise A (PLN P3BJB) : Anggota
5. Yudha Verdiansyah (PLN Sulselrabar) : Anggota
6. Ervin Syahputra (PLN Kalselteng) : Anggota
7. Warsono (PLN Kalbar) : Anggota
8. Muhammad Toha (Udiklat Semarang) : Anggota
Koordinator Verifikasi dan Finalisasi Review KEPDIR 113 & 114 Tahun 2010 (Nota Dinas KDIVTRS JBS Nomor 0018/432/KDIVTRS JBS/2014) Tanggal 27 Mei 2014 1. Jemjem Kurnaen
2. Sugiartho
Bertegangan............................................................................................ 17 2.3.1 Shutdown Testing Bay Transformator...................................................... 17 2.3.1.1 Pengujian Relai Diferensial...................................................................... 17 2.3.1.2 Pengujian Relai REF ............................................................................... 18
Bertegangan............................................................................................ 21 2.4.1 Shutdown Function Check Bay Transformator......................................... 22 2.4.2 Shutdown Function Check Bay Reaktor .................................................. 22 2.4.3 Shutdown Function Check Bay Kapasitor ................................................ 22 2.5 Pengujian/ Pemeriksaan Setelah Gangguan ........................................... 23 2.5.1 Gangguan Malakerja Relai Proteksi......................................................... 25 2.5.2 Gangguan yang Mengakibatkan Penggantian Peralatan ......................... 26 3 EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN ..................................................... 28 3.1 Standar In Service Inspection .................................................................. 28 3.2 Standar In Service Measurement ............................................................ 30 3.3 Standar Shutdown Testing ...................................................................... 31 3.4 Standar Pengujian Fungsi Sistem Proteksi .............................................. 32 3.4.1 Pengujian Fungsi PMT, Alarm, dan Announciator.................................... 32 3.4.2 Pengujian Fungsi Waktu Pemutusan Gangguan...................................... 32 4 REKOMENDASI HASIL PEMELIHARAAN............................................. 32 4.1 Rekomendasi Hasil Pemeliharaan In Service Inspection ......................... 32 4.2 Rekomendasi Hasil Pemeliharaan In Service Measurement.................... 34 4.3 Rekomendasi Hasil Pemeliharaan Shutdown Testing Measurement ....... 36 4.4 Rekomendasi Hasil Pemeliharaan Shutdown Function Check................. 41 DAFTAR ISTILAH ...................................................................................................... 74 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 75
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Lampiran 1 TABEL PERIODE PEMELIHARAAN PROTEKSI DAN KONTROL TRAFO ................................................................................................................................... 43 Lampiran 2 TABEL PERIODE PEMELIHARAAN PROTEKSI DAN KONTROL REAKTOR .................................................................................................................. 49 Lampiran 3 TABEL PERIODE PEMELIHARAAN PROTEKSI DAN KONTROL KAPASITOR ............................................................................................................... 54 Lampiran 4 FMEA Peralatan Transformer dan Kontrol Bay Transformator ................. 59 Lampiran 5 Blangko Pengujian Relai Diferensial......................................................... 61 Lampiran 6 Blangko Pengujian Relai REF .................................................................. 62 Lampiran 7 Blangko Pengujian OCR/GFR.................................................................. 63 Lampiran 8 Blangko Pengujian OVR / UVR ................................................................ 64 Lampiran 9 Blangko In Service Inspection harian bay Transformer............................. 65 Lampiran 10 Blangko In Service Inspection bulanan bay Transformer........................ 66 Lampiran 11 Blangko In Service Inspection harian bay Reaktor ................................. 67 Lampiran 12 Blangko In Service Inspection bulanan bay Reaktor............................... 68 Lampiran 13 Blangko In Service Inspection harian bay Kapasitor ............................... 69 Lampiran 14 Blangko In Service Inspection bulanan bay Kapasitor ............................ 70 Lampiran 15 Blangko In Service Measurement bay Transformer ................................ 71 Lampiran 16 Blangko In Service Measurement bay Reaktor....................................... 72 Lampiran 17 Blangko In Service Measurement bay Kapasitor .................................... 73
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PLN sebagai perusahaan yang asset sensitive, dimana pengelolaan aset memberi kontribusi yang besar dalam keberhasilan usahanya, perlu melaksanakan pengelolaan aset dengan baik dan sesuai dengan standar pengelolaan aset. Parameter Biaya, Unjuk kerja, dan Risiko harus dikelola dengan proporsional sehingga aset bisa memberikan manfaat yang maksimum selama masa manfaatnya.
PLN melaksanakan pengelolaan aset secara menyeluruh, mencakup keseluruhan fase dalam daur hidup aset (asset life cycle) yang meliputi fase Perencanaan, Pembangunan, Pengoperasian, Pemeliharaan, dan Peremajaan atau penghapusan. Keseluruhan fase tersebut memerlukan pengelolaan yang baik karena semuanya berkontribusi pada keberhasilan dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Dalam pengelolaan aset diperlukan kebijakan, strategi, regulasi, pedoman, aturan, faktor pendukung serta pelaksana yang kompeten dan berintegritas. PLN telah menetapkan beberapa ketentuan terkait dengan pengelolaan aset yang salah satunya adalah buku Pedoman pemeliharaan peralatan penyaluran tenaga listrik.
Pedoman pemeliharaan yang dimuat dalam buku ini merupakan bagian dari kumpulan Pedoman pemeliharaan peralatan penyaluran yang secara keseluruhan terdiri atas 25 buku. Pedoman ini merupakan penyempurnaan dari pedoman terdahulu yang telah ditetapkan dengan keputusan direksi nomor 113.K/DIR/2010 dan 114.K/DIR/2010. Perubahan atau penyempurnaan pedoman senantiasa diperlukan mengingat perubahan pengetahuan dan teknologi, perubahan lingkungan serta perubahan kebutuhan perusahaan maupun stakeholder. Di masa yang akan datang, pedoman ini juga harus disempurnakan kembali sesuai dengan tuntutan pada masanya.
Penerapan pedoman pemeliharaan ini merupakan hal yang wajib bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pemeliharaan peralatan penyaluran di PLN, baik perencana, pelaksana maupun evaluator. Pedoman pemeliharaan ini juga wajib dipatuhi oleh para pihak diluar PLN yang bekerjasama dengan PLN untuk melaksanakan kegiatan pemeliharaan di PLN.
Demikian, semoga kehadiran buku ini memberikan manfaat bagi perusahaan dan stakeholder serta masyarakat Indonesia.
Jakarta, Oktober 2014
1.1 Gambaran Umum
Sistem proteksi bertujuan untuk mengidentifikasi gangguan dan memisahkan bagian yang terganggu dari bagian lain yang masih sehat sekaligus mengamankan bagian yang masih sehat dari kerusakan atau kerugian yang lebih besar. Sistem proteksi terdiri dari Relai Proteksi, Transformator Arus (CT) dan atau Transformator Tegangan (PT/CVT), PMT, Catu daya yang terintegrasi dalam suatu rangkaian. Untuk efektifitas dan efisiensi, maka setiap peralatan proteksi yang dipasang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ancaman ketahanan peralatan yang dilindungi sehingga peralatan proteksi digunakan sebagai jaminan pengaman.
1.2 Pola Proteksi Transformator
1.2.1 Pola Proteksi Transformator Tenaga TT/TM
Proteksi transformator tenaga umumnya menggunakan relai Diferensial dan relai Restricted Earth Fault (REF) sebagai proteksi utama. Sedangkan proteksi cadangan menggunakan relai arus lebih (OCR) relai gangguan ke tanah (GFR). Sedangkan Standby Earth Fault (SBEF) umumnya hanya dipergunakan pada transformator dengan belitan Y yang ditanahkan dengan resistor, dan fungsinya lebih mengamankan NGR. Umumnya skema proteksi disesuaikan dengan kebutuhan.
1.2.2 Pola Proteksi Transformator IBT TET/TT
Pola Proteksi Transformator IBT TET/TT menggunakan pola duplikasi proteksi, artinya menggunakan 2 buah proteksi utama. Yaitu utama 1 dan utama 2. Sehingga pola yang dipergunakan pada transformator IBT TET/TT adalah:
1. Diferensial utama 1
2. Diferensial utama 2
3. REF utama 1
4. REF utama 2
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Tabel 1-1 Relai proteksi transformator berdasarkan level tegangan dan kapasitas SPLN T5.003-1 tahun 2010
No JENIS PROTEKSI
Proteksi Mekanik
1 Relai suhu minyak 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah
2 Relai suhu belitan sisi Primer 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah
3 Relai suhu belitan sisi Sekunder - 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah
4 Relai Bucholtz Tangki Utama 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah
5 Relai Tekanan Lebih Tangki Utama 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah
6 Relai Tekanan Lebih OLTC (Jansen) 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah
Proteksi Elektrik
7 Relai Diferensial 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah
8 Relai Gangguan ke Tanah Terbatas (REF) sisi Primer - 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah
9 Relai Gangguan ke Tanah Terbatas (REF) sisi Sekunder (hanya untuk konfigurasi bintang)
- 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah
10 Relai Arus Lebih (OCR) sisi Primer 2 fasa 3 fasa 3 fasa 3 fasa 3 fasa
11 Relai Arus Lebih (OCR) sisi 2 fasa (3 (3 fasa) (3 fasa) (3 fasa)
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Sekunder fasa)
12 Relai Arus Lebih (OCR) sisi tersier terbeban. 2 fasa 3 fasa 3 fasa 3 fasa 3 fasa
13 Relai Gangguan ke Tanah (GFR) sisi Primer 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah
14 Relai Gangguan ke Tanah (GFR) sisi Sekunder (hanya untuk konfigurasi bintang)
1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah
15 Relai Gangguan ke Tanah (GFR) sisi tersier (tersier ditanahkan) 1 buah 1 buah
16 Relai Pergeseran Tegangan Titik Netral / NDVR (tersier tidak ditanahkan)
1 buah 1 buah
17 Relai Proteksi NGR (SBEF) (hanya untuk transformator belitan Y yang ditanahkan dengan resistor)
1 buah* 1 buah* - - 1 buah*
*) Diperlukan pada transformator belitan Y yang diketanahkan dengan resistor
1.2.3 Pola Proteksi Transformator IBT TT/TT (150/70 kV atau 150/66 kV)
Pola proteksi transformator IBT TT/TT memiliki jenis relai yang sama dengan pola proteksi transformator IBT TET/TT. Perbedaannya, pola proteksi transformator IBT TT/TT hanya memiliki 1 buah relai diferensial dan 1 buah relai REF sisi primer dan 1 buah REF sisi sekunder transformator (bila konfigurasi belitan sisi 70 kV atau 60 kV adalah YN). Dan dilengkapi dengan relai SBEF bila sisi 70 kV atau 66 kV ditanahkan dengan NGR.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Gambar 1-2 Pola proteksi transformator IBT TT/TT Penghantar TT
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
1.2.4 Skema Over Load Shedding (OLS) Pada Transformator
Selain fungsi dan fitur diatas, pada kondisi tertentu, untuk keperluan pengoperasian sistem maka relai bay transformator juga dapat dilengkapi dengan skema OLS dan UFR.
Skema OLS ini umumnya menggunakan relai OCR yang bekerja untuk mentripkan sebagian beban apabila terjadi kenaikan arus beban secara tiba – tiba, sehingga beban transformator masih terjaga pada pembebanan yang diijinkan.
Skema UFR/OFR merupakan skema operasional yang menggunakan rele Frekuensi. Skema UFR/OFR bekerja apabila terjadi penurunan atau kenaikan frekuensi di sistem. UFR bekerja mentripkan beban untuk menaikkan frekuensi ke kondisi normal, sedangkan OFR mentripkan pembangkit untuk menurunkan frekuensi ke kondisi normal. Rele ini mendapat masukan dari tegangan sekunder PT/CVT untuk mendeteksi adanya perubahan frekuensi di sistem, namun rele ini akan memblok bila tegangan masukan dari sekunder PT/CVT turun melebihi nilai tertentu.
1.3 Pola Proteksi Reaktor
Berdasarkan tujuan pemasangan reaktor maka reaktor dapat dipasang melalui beberapa cara.
1. Reaktor dihubungkan seri dengan fasa yang bertujuan untuk membatasi arus gangguan fasa-fasa,
2. Reaktor dihubungkan shunt sebagai kompensasi terhadap komponen kapasitif akibat jaringan yang panjang. Reaktor yang dihubungkan secara shunt ini dapat dihubungkan langsung ke Bus ataupun melalui belitan tersier IBT.
Reaktor yang dihubungkan secara seri dengan fasa tidak memiliki proteksi khusus. Proteksi dengan sambungan seperti ini termasuk dalam bagian proteksi penghantar.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Reaktor yang dihubungkan paralel (shunt) pada dasarnya memiliki kemiripan sistem proteksi dengan sistem proteksi transformator untuk kapasitas yang sama. Pola proteksi umumnya menggunakan relai diferensial atau REF sebagai proteksi utama dan OCR/GFR sebagai proteksi cadangan.
Reaktor tegangan ekstra tinggi (TET) umumnya menggunakan Relai diferensial dimana konstruksi reaktornya 1 fasa dalam 1 tangki utama seperti gambar 1-4, sedangkan relai REF umumnya digunakan pada reaktor tegangan tinggi dan tegangan menengah dimana konstruksi reaktornya 3 fasa dalam 1 tangki utama seperti gambar 1-5.
Gambar 1-4 Pola proteksi reaktor dengan relai diferensial
Gambar 1-5 Pola proteksi reaktor dengan relai REF
1.4 Pola Proteksi Kapasitor
Pola proteksi kapasitor tergantung pada desain pemasangan kapasitor itu sendiri. Pendeteksian gangguan pada kapasitor yang ditanahkan berbeda dengan kapasitor yang
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
tidak ditanahkan, khususnya pada pendeteksian kondisi unbalance. Umumnya relai proteksi yang dipergunakan adalah OCR/GFR untuk mengamankan kapasitor dari gangguan dan OVR/UVR untuk kontrol tutup/buka PMT.
Pola proteksi yang umum digunakan oleh PLN adalah pola proteksi kapasitor dengan double Y tanpa ditanahkan, seperti gambar 1-6.
Gambar 1-6 Pola proteksi kapasitor double Y tanpa pentanahan
Pola proteksi kapasitor lainnya adalah single Y tanpa pentanahan langsung (gambar 1-7) dan single Y dengan pentanahan langsung (gambar 1-8).
Gambar 1-7 Pola proteksi kapasitor single Y tanpa pentanahan
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Keterangan:
59 = Over Voltage 59 N = Zero Sequence Over Voltage
51 = Phase Over Current Time Delay 51 N = Ground Over Current Time Delay
1.5 Parameter Pengujian Relai Proteksi
1.5.1 Relai Diferensial
Parameter diferensial yang umumnya dipergunakan adalah:
1. Nilai arus kerja minimum, merupakan setelan arus minimal yang akan mengerjakan relai pada nilai arus restrain = 0
2. Nilai arus kerja high set, merupakan setelan arus kerja high set untuk arus gangguan yang besar (bila dilengkapi).
3. Nilai slope, merupakan perbandingan pertambahan nilai arus diferensial terhadap pertambahan nilai arus restaint.
4. 2nd harmonic restraint, merupakan nilai minimal harmonisa ke-2 yang akan memblok kerja diferensial relai. Harmonisa ke-2 ini merupakan parameter ada tidaknya inrush current. Karena sifatnya memblok kerja diferensial maka, harus diperhatikan nilai setelan akan memblok kerja diferensial ketika terjadi gangguan.
5. 5th harmonic restraint, merupakan nilai minimal harmonisa ke-5 yang akan memblok kerja diferensial relai. Harmonisa ke-5 ini merupakan parameter ada tidaknya over eksitasi pada transformator.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Merupakan salah satu proteksi utama transformator/reaktor yang prinsip kerjanya sama dengan diferensial relai, perbedaannya REF dipergunakan untuk pengamanan transformator/reaktor terhadap gangguan phasa – tanah, khususnya yang dekat dengan titik bintang transformator/reaktor. REF dipasang pada belitan transformator/reaktor dengan konfigurasi Y yang ditanahkan.
REF terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. REF jenis low impedance, parameter kerjanya adalah arus minimum.
2. REF jenis high impedance, parameter kerjanya adalah tegangan minimum, ataupun arus minimum.
1.5.3 Relai Arus Lebih (OCR) / Relai Gangguan ke Tanah (GFR)
Merupakan proteksi cadangan transformator/reaktor tetapi dapat menjadi proteksi utama pada proteksi kapasitor.
Parameter OCR/GFR umumnya adalah:
1. Nilai arus kerja minimum, merupakan setelan arus minimal yang akan mengerjakan relai,
2. Nilai arus reset / drop off, merupakan besaran arus yang menyebabkan rele reset setelah mengalami pick up.
3. Nilai arus kerja high set, merupakan setelan arus kerja high set untuk arus gangguan yang besar.
4. Karakteristik waktu kerja, merupakan parameter pemilihan kurva waktu kerja.
5. Nilai waktu kerja, merupakan setelan waktu kerja relai berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan.
1.5.4 Relai OVR / UVR
Untuk keperluan pengoperasian sistem maka relai bay reaktor dan bay kapasitor juga dilengkapi dengan relai tegangan berupa Under Voltage Relay (UVR) dan Over Voltage Relay (OVR).
UVR dipergunakan untuk melepaskan reaktor secara otomatis ketika tegangan sistem sudah dianggap rendah, sedangkan OVR dipergunakan untuk memasukkan reaktor secara otomatis ketika tegangan sistem dianggap tinggi.
Sedangkan pada bay kapasitor OVR dipergunakan untuk melepaskan kapasitor secara otomatis ketika tegangan sudah dianggap tinggi, dan UVR dipergunakan untuk memasukkan kapasitor ketika tegangan sistem dianggap rendah.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Parameter UVR/OVR yang dipergunakan adalah:
1. Nilai tegangan kerja, merupakan setelan tegangan yang akan mengerjakan relai untuk melepas dan memasukkan reaktor/kapasitor secara otomatis.
2. Nilai tegangan reset / drop off, merupakan besaran tegangan yang menyebabkan rele reset setelah mengalami pick up.
3. Karakteristik waktu kerja, merupakan parameter pemilihan kurva waktu kerja.
4. Nilai waktu kerja, merupakan setelan waktu kerja relai berdasarkan karakteristik.
1.5.5 Relai Standby Earth Fault (SBEF) atau Sensitive Earth Fault (SEF)
Merupakan proteksi NGR terhadap arus lebih yang berfungsi untuk mengamankan NGR dari hubung singkat phasa tanah. Oleh karena itu SBEF hanya ada pada transformator yang pentanahannya menggunakan NGR. SBEF ini juga harus dikoordinasikan dengan relai GFR. SBEF harus bekerja paling akhir sebagai pengaman NGR.
Parameter SBEF/SEF umumnya adalah:
1. Nilai arus kerja minimum, merupakan setelan arus minimal yang akan mengerjakan relai.
2. Nilai arus reset / drop off, merupakan besaran arus yang menyebabkan rele reset setelah mengalami pick up.
3. Karakteristik waktu kerja, merupakan parameter pemilihan kurva waktu kerja.
4. Nilai waktu kerja, merupakan setelan waktu kerja relai berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan.
1.6 Announciator dan Alarm
Announciator adalah peralatan bantu yang berfungsi memberikan tanda peringatan kepada operator GI fungsi proteksi mana yang bekerja. Announciator mengambil input dari masing-masing relai proteksi. Announciator dapat direset setelah operator mencatat dan menekan tombol “acknowledge” dan “reset”. Announciator diengkapi dengan alarm. Alarm berupa peringatan sirene suara yang bekerja bersamaan dengan terjadinya gangguan. Alarm dapat dihentikan setelan operator menekan tombol “acknowledge”.
1.7 Selector Switch
Selector switch adalah saklar pilih untuk fungsi – fungsi seperti selector switch Local/Remote/Supervisory, pemilihan tegangan.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
1.8 Discrepancy Control Switch
Peralatan yang berfungsi untuk merubah status PMT dan PMS. Pengoperasian switch ini dilakukan dengan menekan dan memutar. Switch ini dilengkapi dengan lampu indikator ketidaksesuaian untuk status peralatan terkait.
1.9 Meter
Meter merupakan alat yang dapat memonitoring besaran arus, tegangan, daya aktif, daya semu, dan energi yang mengalir.
1.10 Trip Circuit Supervision (TCS)
Peralatan yang berfungsi untuk memonitor kesiapan rangkaian trip. TCS akan memberikan informasi jika telah terjadi gangguan pada rangkaian trip dari relai ke tripping coil PMT. Jika TCS bekerja maka PMT tidak dapat dimasukkan karena rangkaian close PMT terpotong oleh TCS.
1.11 Failure Mode Effect Analisys (FMEA)
FMEA merupakan salah satu metoda evaluasi peralatan untuk meningkatkan availability dengan cara mendeteksi kemungkinan-kemungkinan kelemahan desain dan penyebab kerusakan dominan.
FMEA untuk reaktor sebagaimana terlampir.
2 PEDOMAN PEMELIHARAAN
Pedoman ini dibuat dengan tujuan memberikan panduan kepada regu pemeliharaan untuk melakukan pemeliharaan. Jenis pemeliharaan yang dilakukan adalah:
2.1 In Service Inspection / Inspeksi Dalam Keadaan Operasi
Pemeliharaan ini dilakukan secara visual, dan dilakukan oleh Operator Gardu Induk / petugas pemeliharaan GI.
2.1.1 In Service Inspection Bay Transformator
2.1.1.1 Inspeksi Harian Bay Transformer
Inspeksi harian dilakukan dalam periode harian. Inspeksi ini terdiri dari:
1. Kondisi relai proteksi utama berupa:
a. Relai Diferensial dan
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
2. Kondisi relai proteksi cadangan, berupa:
a. Relai OCR/GFR sisi primer
b. Relai OCR/GFR sisi sekunder
c. SBEF
3. Kondisi relai breaker failure.
4. Kondisi relai untuk kebutuhan defense scheme (bila ada) UFR, UVR, OLS.
5. Kondisi Trip Circuit Supervision (TCS) 1
6. Kondisi Trip Circuit Supervision (TCS) 2.
2.1.1.2 Inspeksi Bulanan Bay Transformer
Inspeksi bulanan ini dilakukan oleh operator Gardu Induk/petugas pemeliharaan GI dengan periode inspeksi bulanan. Inspeksi ini terdiri dari:
1. Kondisi umum panel proteksi, panel control, panel incoming dan panel AVR berupa:
a. Suhu, Kelembapan ruangan dan Panel Proteksi
b. Suhu, Kelembapan ruangan dan Panel Kontrol
c. Suara (Normal/Tidak Normal)
g. Heater (Normal/Rusak/Tidak ada)
i. Door sealant (Normal/Tidak Elastis/Putus/Hilang)
j. Lubang kabel control (Normal/Tidak Rapat/Glen Kabel tidak ada)
k. Grounding panel (Normal/Korosi/Rantas/Kendor/Hilang)
l. Kabel Kontrol (Normal/cacat)
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
n. Terminal wiring (normal/panas).
a. AVR
d. Amperemeter
e. Voltmeter
2.1.2.1 Inspeksi Harian Bay Reaktor
Inspeksi harian dilakukan dalam periode setiap hari yang terdiri dari:
1. Kondisi relai proteksi utama berupa:
a. Relai Diferensial atau
3. Kondisi relai proteksi untuk kontrol PMT, berupa:
a. Relai OVR
b. Relai UVR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Inspeksi bulanan ini dilakukan oleh operator Gardu Induk/petugas pemeliharaan GI dengan periode inspeksi bulanan. Inspeksi ini terdiri dari:
1. Kondisi umum panel proteksi, panel control, atau kubikel reaktor berupa:
a. Suara (Normal/Tidak Normal)
e. Heater (Normal/Rusak/Tidak ada)
g. Door sealant (Normal/Tidak Elastis/Putus/Hilang)
h. Lubang kabel control (Normal/Tidak Rapat/Glen Kabel tidak ada)
i. Grounding panel (Normal/Korosi/Rantas/Kendor/Hilang)
j. Kabel Kontrol (Normal/cacat)
k. Terminasi wiring (Kencang/kendur).
m. Terminal wiring (normal/panas).
a. Meter Temperature Winding / Oil.
b. Amperemeter
c. Voltmeter
2.1.3.1 Inspeksi Harian Bay Kapasitor
Inspeksi harian dilakukan dalam periode setiap hari yang terdiri dari:
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
a. Relai OCR/GFR
b. Relai Unbalance
c. Relai OVR/UVR
3. Kondisi relai proteksi berupa Breaker failure
4. Kondisi Trip Circuit Supervision (TCS) 1
5. Kondisi Trip Circuit Supervision (TCS) 2.
2.1.3.2 Inspeksi Bulanan Bay Kapasitor
Inspeksi bulanan ini dilakukan oleh operator Gardu Induk/petugas pemeliharaan GI dengan periode inspeksi bulanan. Inspeksi ini terdiri dari:
1. Kondisi umum panel proteksi, panel kontrol, atau cubicle reaktor berupa:
a. Suara (Normal/Tidak Normal)
e. Heater (Normal/Rusak/Tidak ada)
g. Door sealant (Normal/Tidak Elastis/Putus/Hilang)
h. Lubang kabel control (Normal/Tidak Rapat/Glen Kabel tidak ada)
i. Grounding panel (Normal/Korosi/Rantas/Kendor/Hilang)
j. Kabel Kontrol (Normal/cacat)
k. Terminasi wiring (Kencang/kendur).
m. Terminal wiring (normal/panas)
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
a. Amperemeter
b. Voltmeter
c. MVar meter.
Kondisi kondisi ini dicatat dalam blangko yang sudah disediakan guna untuk mengetahui lebih dini kondisi peralatan yang diidentifikasi tersebut ada dalam kondisi normal atau ada kelainan. Bila ada kelainan dapat ditindaklanjuti pada kondisi peralatan in service atau shutdown. Blangko uji terlampir.
2.2 In Service Measurement / Pengukuran Dalam Keadaan Operasi
Pemeliharaan ini dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan shutdown testing – measurement dilakukan oleh regu pemeliharaan proteksi. In service measurement dilakukan guna memastikan ada tidaknya permasalahan terhadap wiring/pengawatan rangkaian arus.
2.2.1 In Service Measurement Bay Transformator
1. Pemeriksaan besaran arus I1, I2, I restraint, dan Id pada relai diferensial.
2. Pemeriksaan besaran arus Id untuk relai REF Low Impedance, besaran arus Id untuk REF high impedance jenis arus dan pengukuran tegangan Vd untuk relai REF high impedance jenis tegangan.
3. Pemeriksaan besaran arus pada relai OCR/GFR.
4. Pemeriksaan besaran arus pada SBEF
5. Pemeriksaan besaran tegangan pada AVR
6. Pemeriksaan besaran arus dan tegangan pada meter.
7. Pengukuran besaran sumber DC di panel proteksi.
8. Pengukuran besaran ripple tegangan DC pada panel proteksi
2.2.2 In Service Measurement Bay Reaktor
1. Pemeriksaan besaran arus I1, I2, I restraint, dan Id pada relai diferensial, atau
2. Pemeriksaan besaran arus Id untuk relai REF Low Impedance, besaran arus Id untuk REF high impedance jenis arus dan pengukuran tegangan Vd untuk relai REF high impedance jenis tegangan.
3. Pemeriksaan besaran arus pada relai OCR/GFR.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
5. Pemeriksaan besaran arus dan tegangan pada meter.
6. Pengukuran besaran sumber DC di panel proteksi.
7. Pengukuran besaran ripple tegangan DC pada panel proteksi
2.2.3 In Service Measurement Bay Kapasitor
1. Pemeriksaan besaran arus pada relai OCR/GFR.
2. Pemeriksaan besaran tegangan pada OVR/UVR
3. Pemeriksaan besaran unbalance berupa arus atau tegangan tergantung konfigurasi kapasitor.
4. Pemeriksaan tegangan pada Switching Control Capacitor.
5. Pemeriksaan besaran arus dan tegangan pada meter.
6. Pengukuran besaran sumber DC di panel proteksi.
7. Pengukuran besaran ripple tegangan DC pada panel proteksi
Pemeriksaan besaran analog ini dapat dilakukan dengan cara melihat nilai pengukuran pada display relai untuk relai relai jenis numerik, dan melakukan pengukuran dengan menggunakan tang ampere dan voltmeter untuk relai relai jenis static dan elektromekanik.
Kondisi kondisi ini dicatat dalam blangko yang sudah disediakan guna untuk mengetahui lebih dini kondisi peralatan yang diidentifikasi tersebut ada dalam kondisi normal atau ada kelainan. Bila ada kelainan dapat ditindaklanjuti pada kondisi peralatan in service atau shutdown. Blangko uji terlampir.
2.3 Shutdown Testing Measurement/Pengujian Pada Saat Sistem Tidak Bertegangan
Periode pemeliharaan shutdown testing didasarkan pada jenis relai proteksinya. Relai jenis elektromekanik dan jenis statik dilakukan 2 tahun sekali, sedangkan relai jenis numerik/digital dilakukan 6 tahun sekali. Pemeliharaan ini dilakukan dengan menggunakan alat uji relai proteksi untuk mengetahui karakteristik dan unjuk kerja relai, apakah masih sesuai dengan standarnya. Hasil pengujian harus dicatat dalam blangko pengujian dan dievaluasi untuk mengetahui lebih dini adanya anomali relai proteksi.
2.3.1 Shutdown Testing Bay Transformator
2.3.1.1 Pengujian Relai Diferensial
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
2. Pengujian arus kerja high set (bila diaktifkan)
3. Pengujian slope.
2.3.1.2 Pengujian Relai REF
Pengujian REF ini tergantung dari jenis REF yang dipergunakan.
1. Pengujian arus kerja minimum jika yang dipergunakan adalah REF jenis low impedance atau REF high impedance jenis arus
2. Pengujian tegangan kerja jika yang dipergunakan adalah REF high impedance jenis tegangan.
3. Pengujian waktu kerja.
2.3.1.3 Pengujian Relai OCR/GFR
1. Pengujian arus pick up.
2. Pengujian arus reset.
3. Pengujian karakteristik waktu.
4. Pengujian high set/instant.
2.3.1.4 Pengujian Relai SBEF
2. Pengujian arus reset.
3. Pengujian karakteristik waktu.
Pengujian relai OLS, terdiri dari:
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
2. Pengujian arus reset.
3. Pengujian karakteristik waktu.
4. Pengujian waktu tunda
2.3.1.8 Pengencangan Terminasi Wiring
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pengawatan yang lepas.
2.3.2 Shutdown Testing Bay Reaktor
2.3.2.1 Pengujian Relai Diferensial
1. Pengujian arus kerja minimum.
2. Pengujian arus kerja high set (bila diaktifkan)
3. Pengujian slope.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
20
1. Pengujian arus kerja minimum jika yang dipergunakan adalah REF jenis low impedance atau REF high impedance jenis arus
2. Pengujian tegangan kerja jika yang dipergunakan adalah REF high impedance jenis tegangan.
3. Pengujian waktu kerja.
2.3.2.3 Pengujian Relai OCR/GFR
1. Pengujian arus pick up.
2. Pengujian arus reset.
3. Pengujian karakteristik waktu.
Pengujian relai proteksi yang menggunakan OVR dan UVR, terdiri dari:
1. Pengujian tegangan pick up.
2. Pengujian tegangan reset.
3. Pengujian karakteristik waktu.
2.3.2.6 Pengencangan Terminasi Wiring
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pengawatan yang lepas.
2.3.3 Shutdown Testing Bay Kapasitor
2.3.3.1 Pengujian Relai OCR/GFR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
2. Pengujian arus reset.
3. Pengujian karakteristik waktu.
Pengujian relai proteksi yang menggunakan OVR dan UVR, terdiri dari:
1. Pengujian tegangan pick up.
2. Pengujian tegangan reset.
3. Pengujian karakteristik waktu.
2.3.3.3 Pengujian Relai Unbalance
Pengujian relai proteksi unbalance, terdiri dari:
1. Pengujian tegangan pick up jika menggunakan sensor tegangan, atau pengujian arus pick up jika menggunakan sensor arus.
2. Pengujian tegangan reset jika menggunakan sensor tegangan, atau pengujian arus reser jika menggunakan sensor arus.
3. Pengujian waktu kerja.
2.3.3.5 Pengencangan Terminasi Wiring
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pengawatan yang lepas.
2.4 Shutdown Function Check/ Pengujian Fungsi Pada Saat Sistem Tidak Bertegangan
Pengujian shutdown function check dilakukan oleh regu pemeliharaan. Pemeliharaan ini dilakukan bersamaan dengan pemeliharaan bay 2 tahun sekali.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Pengujian shutdown function check pada bay transformator adalah:
1. Pengujian fungsi trip PMT, fungsi alarm, dan announciator dari relai diferensial dan relai REF.
2. Pengujian fungsi trip PMT, fungsi alarm, dan announciator dari OCR/GFR sisi primer dan sisi sekunder.
3. Pengujian fungsi trip PMT, fungsi alarm, dan announciator dari relai SBEF.
4. Pengukuran waktu pemutusan gangguan pada point 1 s.d.3.
2.4.2 Shutdown Function Check Bay Reaktor
Pengujian shutdown function check pada bay reaktor adalah:
1. Pengujian fungsi trip PMT, fungsi alarm, dan announciator dari relai diferensial atau relai REF.
2. Pengujian fungsi trip PMT, fungsi alarm, dan announciator dari OCR/GFR.
3. Pengujian fungsi penutupan PMT, fungsi alarm, dan announciator dari relai OVR.
4. Pengujian fungsi pembukaan PMT, fungsi alarm, dan announciator dari relai UVR.
5. Pengukuran waktu pemutusan gangguan pada point 1 s.d. 4.
2.4.3 Shutdown Function Check Bay Kapasitor
Pengujian shutdown function check pada bay kapasitor adalah:
1. Pengujian fungsi trip PMT, fungsi alarm, dan announciator dari OCR/GFR.
2. Pengujian fungsi trip PMT, fungsi alarm, dan announciator dari relai unbalance.
3. Pengujian fungsi pembukaan PMT, fungsi alarm, dan announciator dari relai OVR.
4. Pengujian fungsi penutupan PMT, fungsi alarm, dan announciator dari relai UVR.
5. Pengukuran waktu pemutusan gangguan pada point 1 s.d. 4.
Pengujian pengujian ini dicatat dalam blangko yang sudah disediakan selanjutnya dievaluasi untuk mengetahui lebih dini kondisi sistem proteksi tersebut ada dalam kondisi normal atau ada kelainan (Blangko uji terlampir).
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
1. Rangkaian arus dan tegangan.
2. Catu daya dan rangkaian tripping.
3. Rele proteksi.
5. Inpseksi ini berupa ceklist dilaksanakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan setelah dilakukannya pemeliharaan.
2.5 Pengujian/ Pemeriksaan Setelah Gangguan
Pengujian/ pemeriksaan setelah gangguan tidak dilakukan untuk seluruh gangguan, namun tergantung dari jenis gangguannya. Gangguan dibedakan menjadi 2 kategori yaitu:
1. Gangguan sistem (System Fault)
Gangguan sistem adalah gangguan yang terjadi di sistem tenaga listrik (sisi primer) seperti pada generator, transformator, SUTT, SKTT dan lain sebagainya. Gangguan sistem dapat dikelompokkan sebagai gangguan temporer dan gangguan permanen.
2. Gangguan non sistem (Non System Fault)
Gangguan non system adalah gangguan yang menyebabkan PMT terbuka bukan karena adanya gangguan di sisi primer (yang bertegangan) tetapi disebabkan adanya gangguan disisi sekunder peralatan seperti relai yang bekerja sendiri atau kabel kontrol yang terluka atau oleh sebab interferensi dan lain sebagainya.
Jenis gangguan non-sistem antara lain:
kerusakan komponen relai,
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Gambar 2-1 Jenis Gangguan yang ditindaklanjuti pemeriksaan
Berdasarkan gambar 2-1 maka jenis gangguan yang perlu dilakukan pemeriksaan dan perbaikan adalah:
1. Gangguan Sistem aktif tidak terisolir dengan benar adalah gangguan sistem aktif yang ditandai dengan,
Sistem proteksi tidak selektif dalam mengisolir gangguan
Waktu pemutusan gangguan tidak sesuai dengan SPLN
Sistem proteksi tidak bekerja pada saat dibutuhkan
2. Gangguan sistem pasif tidak terisolir dengan benar adalah gangguan yang disebabkan bukan akibat hubung singkat dan sistem proteksi bekerja tidak sesuai dengan yang diharapkan. Gangguan pasif ditandai dengan,
Ketidakstabilan sistem (Power swing)
Kenaikan dan penurunan tegangan
Kenaikan dan penurunan frekuensi
Kegagalan sistem proteksi dapat terjadi pada kondisi:
Bekerjanya diferensial relai saat terjadi gangguan eksternal.
Bekerjanya REF relai saat terjadi gangguan eksternal.
Tidak bekerjanya diferensial relai pada saat terjadi gangguan internal.
Tidak bekerjanya REF relai pada saat terjadi gangguan internal.
Bekerjanya GFR transformator pada saat terjadi gangguan penghantar.
Penggantian peralatan primer dan sekunder yang membutuhkan pengujian / pemeriksaan antara lain:
Penggantian reaktor/kapasitor.
Penggantian PMT.
Pemeliharaan setelah kondisi gangguan ini dilakukan oleh regu pemeliharaan proteksi. Pengujian sistem proteksi setelah gangguan ini umumnya tergantung pada jenis / kondisi gangguan:
2.5.1 Gangguan Malakerja Relai Proteksi
Pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah:
1. Periksa konfigurasi data setting, dan rekaman gangguan (DFR).
2. Periksa Setting.
6. Uji Stability dan Uji Comtrade (bila diperlukan).
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
1. Penggantian CT
2. Penggantian relai diferensial atau REF
Pengujian yang dilakukan adalah individual relai, pengujian fungsi trip, alarm dan announciator, dan pengujian stability.
3. Penggantian PMT
Pengujian yang dilakukan adalah fungsi trip PMT dan kontrol close open PMT.
4. Penggantian reaktor.
Pengujian yang dilakukan adalah adalah individual relai, pengujian fungsi trip, alarm dan announciator, dan pengujian stability.
5. Penggantian wiring.
Pengujian yang dilakukan adalah pengujian fungsi dan atau pengujian stability.
6. Penggantian PT yang terkait dengan kontrol reaktor.Pengujian yang dilakukan adalah pemeriksaan rangkaian tegangan, pengujian fungsi OVR/UVR.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
3.1 Standar In Service Inspection
In service inspection memiliki standar acuan normal secara visual. Tabel 3-1 Standar acuan pemeliharaan In Service Inspection
Item inspeksi Standar
1 Suhu Ruangan 200 - 240 C
2 Kelembaban < 70 %
1 Kondisi dalam Panel Normal, bersih
2 Lampu Penerangan Normal, terang
3 Heater Normal, ada & baik
4 Pintu Panel Normal, tidak korosi
5 Door Sealant Normal, elastic
6 Lubang Kabel Kontrol Normal, tertutup rapat
7 Suara Normal, tidak ada suara
8 Bau Normal, tidak berbau
9 Grounding Panel Normal, ada terhubung baik
10 Terminasi Wiring Kencang, tidak karatan
11 Kabel Kontrol Normal/ Tidak cacat / Tidak putus
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
1 Relai Diferensial Normal, LED in service nyala
2 Relai REF Normal, LED in service nyala
3 OCR/GFR Normal, LED in service nyala
4 Relai SBEF Normal, LED in service nyala
5 Relai Unbalance Normal, LED in service nyala
6 OVR dan UVR Normal, LED in service nyala
7 Switching Control Capacitor Normal, LED in service nyala
8 Trip Circuit Supervision 1 LED/bendera tidak muncul
9 Trip Circuit Supervision 2 LED/bendera tidak muncul
10 Breaker Failure Normal, LED in service nyala
11 AVR Normal, LED in service nyala
IV. Kondisi Alat Ukur & Indikasi
1 Ampere Meter RST Normal, terbaca
2 KV Meter RST Normal, terbaca
3 MW Meter Normal, terbaca
4 Mvar Meter Normal, terbaca
5 kWh Meter Normal, terbaca
6 Discrepancy Switch Normal, menyala pada kondisi tidak sesuai
7 Tap Position Meter AVR Normal, sesuai posisi tap
8 Announciator Lampu Normal, menyala pada test lamp
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
3.2 Standar In Service Measurement
In service measurement mengacu pada ada atau tidaknya arus dan tegangan sesuai fungsi relai proteksi.
Tabel 3-2 Standar Acuan Pemeliharaan In Service Measurement
No Item Relai Proteksi Acuan
1 Diferensial relai Arus restraint harus terukur pada kedua sisi CT ketika operasi berbeban.
Arus diferensial harus relatif nol ketika operasi berbeban normal minimum 10%.
(dilakukan setiap fasa)
2 REF high impedance jenis tegangan
Tegangan pada terminal relai harus relatif nol ketika kondisi operasi berbeban.
3 REF high impedance jenis arus
Arus harus terukur relatif nol ketika kondisi operasi berbeban.
4 REF low impedance Arus harus terukur relatif nol ketika kondisi operasi berbeban.
5 OCR Arus masing-masing fasa harus terukur dan relatif sama besar ketika kondisi operasi berbeban.
6 GFR Arus yang masuk ke kumparan Ground Fault harus terukur relatif nol ketika kondisi operasi berbeban.
7 SBEF Arus yang masuk ke relai harus terukur relatif nol ketika kondisi operasi berbeban.
8 Relai Unbalance dengan sensor arus
Arus yang masuk ke relai harus terukur relatif nol ketika kondisi operasi berbeban normal.
9 Relai Unbalance dengan sensor tegangan
Tegangan yang terukur harus relatif nol ketika kondisi operasi berbeban normal.
10 OVR/UVR Tegangan harus terukur ketika kondisi operasi.
11 AVR Tegangan harus terukur ketika kondisi operasi.
12 Meter Arus dan tegangan masing-masing fasa harus terukur dan relatif sama besar ketika kondisi operasi berbeban.
13 Catu daya DC di panel proteksi
Besaran tegangan DC yang diukur harus sesuai dengan tegangan nominal tripping coil dan rele.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
3.3 Standar Shutdown Testing
Pengujian individual relai proteksi harus mengacu pada akurasi dari pabrikan, dan dapat dilihat dari manual buku pabrikan. Standar akurasi ini terdiri dari akurasi arus pick up, akurasi waktu kerja dan rasio drop off terhadap pick up (drop off to pick up ratio). Kesalahannya harus lebih kecil atau sama dengan akurasi yang dinyatakan dibuku manual pabrikan.
Kesalahan (error) dinyatakan melalui
Drop off to pick up ratio merupakan salah satu parameter akurasi relai yang menyatakan seberapa jauh rele akan reset setelah mengalami pick up pada kisaran nilai setting.
Dibawah ini beberapa akurasi untuk beberapa jenis relai proteksi.
Elektromekanik : arus + 10%, waktu kerja + 5%, do/pu 95% - 98%
Elektrostatik : arus + 5%, waktu kerja + 5%, do/pu 95% - 98%
Numerik / Digital : arus + 5%, waktu kerja + 5%, do/pu 95% - 98%
Untuk kerja waktu instantaneous:
Level tegangan 500 kV dan 275 kV : maks 20 ms
Level tegangan 150 kV : maks 30 ms
Level tegangan 70 kV : maks 35 ms
Level tegangan 20 kV : maks 40 ms
14 Catu daya DC di panel proteksi
Ripple tegangan DC yang diukur maksimal 6% dari tegangan nominal DC Supply
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
3.4.1 Pengujian Fungsi PMT, Alarm, dan Announciator
Pengujian fungsi sistem proteksi hingga PMT dilakukan untuk memastikan bahwa sistem proteksi berfungsi dengan benar mulai dari peralatan primer hingga PMT, dan dilakukan melalui injeksi primer, dan memastikan gangguan yang terjadi akan menghasilkan alarm dan announciator yang benar ke panel kontrol.
3.4.2 Pengujian Fungsi Waktu Pemutusan Gangguan
Harus mengacu kepada grid code untuk masing masing tegangan. Yang dilihat lamanya PMT trip mulai dari relai bekerja hingga PMT trip. Durasi ini disebut dengan fault clearing time (lama waktu pemutusan gangguan). Maksimum waktu pemutusan ini berdasarkan grid code dibedakan berdasarkan level tegangan:
Sistem 500 kV : 90 ms
Sistem 275 kV : 100 ms
Sistem 150 kV : 120 ms
Sistem 70 kV : 150 ms
4 REKOMENDASI HASIL PEMELIHARAAN
Rekomendasi yang dihasilkan harus mengacu kepada hasil pemeliharaan yang telah dilakukan dibandingkan dengan standar yang ditetapkan. Rekomendasi ini hanya dikeluarkan bila hasil dari pemeliharaan keluar dari acuan standar.
4.1 Rekomendasi Hasil Pemeliharaan In Service Inspection Tabel 4-1 Rekomendasi hasil pemeliharaan in service inspection
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
Panas atau Lembab Periksa lingkungan ruangan,
Periksa dan perbaiki sistem AC pendingin
- Suhu ruangan > 24°C - Periksa kondisi lingkungan ruangan
- Periksa AC
- Periksa AC
- Perbaiki AC
- Pasang Dehumidifier
Kotor Bersihkan dengan metode kering
- Lampu Penerangan Panel - Redup / tidak sesuai K3
- Mati
- Suara Suara tidak normal Cari dan tindaklanjuti
- Lubang Kabel Kontrol Tidak tertutup Tutup lubang
- Pintu panel - Korosi
- Tidak bisa ditutup
3 Kondisi relai proteksi Lampu supply padam - Cek Supplai DC
- Periksa card DC Supplai
4 Kondisi Relai TCS Bekerja - Cek Rangkaian tripping relai proteksi
- Ganti relai
6 Kondisi announciator Lampu padam Ganti lampu
4.2 Rekomendasi Hasil Pemeliharaan In Service Measurement Tabel 4-2 Rekomendasi hasil pemeliharaan in service measurement
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
1 Diferensial relai - Arus restraint tidak terukur pada kondisi operasi normal
- Arus diferensial terukur (relatif ≠ 0) pada kondisi operasi normal
Periksa rangkaian input sistem proteksi Diferensial
2 REF high impedance Tegangan pada terminal relai Periksa rangkaian input
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi jenis tegangan terukur (relatif ≠ 0) ketika
kondisi operasi normal. sistem proteksi REF
3 REF high impedance jenis arus
Arus terukur (relatif ≠ 0) ketika kondisi operasi normal.
Periksa rangkaian input sistem proteksi REF
4 REF low impedance Arus terukur (relatif ≠ 0) ketika kondisi operasi normal.
Periksa rangkaian input sistem proteksi REF
5 OCR Arus masing masing fasa tidak terukur ataupun relatif tidak sama besar ketika kondisi operasi normal.
Periksa rangkaian input sistem proteksi OCR
6 GFR Arus yang masuk ke kumparan Ground Fault terukur (relatif ≠ 0) ketika kondisi operasi normal.
Periksa rangkaian input sistem proteksi GFR
7 SBEF Arus yang masuk ke kumparan Ground Fault terukur (relatif ≠ 0) ketika kondisi operasi normal.
Periksa rangkaian input sistem proteksi SBEF
8 Relai Unbalance sensor arus
Arus yang masuk ke relai unbalance terukur (relatif ≠ 0) ketika kondisi operasi normal.
Periksa rangkaian input sistem proteksi, koordinasikan dengan regu pemeliharaan untuk memastikan kapasitor dalam kondisi baik
9 Relai Unbalance sensor tegangan
Tegangan yang masuk ke relai unbalance terukur (relatif ≠ 0) ketika kondisi operasi normal.
Periksa rangkaian input sistem proteksi, koordinasikan dengan regu pemeliharaan untuk memastikan kapasitor dalam kondisi baik
10 OVR / UVR Tegangan tidak terukur pada relai
Periksa rangkaian input relai OVR/UVR
11 AVR Tegangan tidak terukur pada relai
Periksa rangkaian input AVR
Periksa rangkaian input arus dan/atau tegangan.
13 Tegangan Catu Daya Besaran catu daya tidak sesuai dengan tegangan nominal rele dan tripping coil
- Periksa rangkaian pengawatan
Besaran ripple catu daya lebih besar dari 6%
- Koordinasikan dengan regu pemeliharaan batere
4.3 Rekomendasi Hasil Pemeliharaan Shutdown Testing Measurement Tabel 4-3 Rekomendasi hasil pemeliharaan shutdown testing
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Periksa card,
- Ganti card
- Ganti relai
3 Relai REF low impedance ataupun REF high impedance jenis arus
Arus pick up error’’> standar Relai elektromekanik:
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
OVR rasio < standar
- Kalibrasi / tuning
- Ganti relai
4.4 Rekomendasi Hasil Pemeliharaan Shutdown Function Check Tabel 4-4 Rekomendasi hasil pemeliharaan shutdown function check
No Pemeriksaan Kondisi Rekomendasi
PMT tidak trip - Periksa sistem DC tripping
- Periksa kontak output trip relai
- Periksa lockout relai
- Kordinasi dengan regu pemeliharaan PMT.
Alarm dan announciator tidak bekerja
- Periksa Lampu announciator
- Periksa pengawatan sistem alarm termasuk auxillary nya.
- Periksa sistem DC alarm.
2 Uji fungsi waktu pemutusan.
Waktu pemutusan melebihi standar acuan
Periksa kecepatan masing masing komponen (relai, lock out relai, dan PMT)
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
KODE SUBSISTEM ITEM PEKERJAAN
16.1 Inspeksi
Peralatan Proteksi Utama
16.1.1.1 Differential Relay Pengecekan kesiapan Differential Relay 16.1.1.2 REF (Restricted Earth Fault) Relay sisi primer Pengecekan kesiapan REF Relay sisi primer 16.1.1.2 REF (Restricted Earth Fault) Relay sisi sekunder Pengecekan kesiapan REF Relay sisi sekunder
Peralatan Proteksi Cadangan
Relay skeme khusus
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
16.1.1 Trip Circuit Supervision Pengecekan kesiapan Rangkaian Tripping Kondisi umum panel proteksi
16.1.1 Suhu, Kelembaban ruangan dan panel Pengukuran suhu dan kelembaban ruangan dan panel dengan thermometer dan higrometer
16.1.1 Suara Normal/Tidak Normal 16.1.1 Bau Normal/Bangkai/Hangus 16.1.1 Kondisi panel Normal/Kotor/Lembab 16.1.1 Lampu penerangan panel Normal/Redup/Tidak berfungsi/Tidak ada 16.1.1 Heater Normal/Rusak/ Tidak ada 16.1.1 Pintu panel Normal/Korosi/Tidak bisa dikunci/Rusak 16.1.1 Door sealant Normal/Tidak Elastis/Putus/Tidak ada 16.1.1 Lubang kabel kontrol Normal/Tidak rapat/Glen kabel tidak ada 16.1.1 Grounding panel Normal/Korosi/Rantas/Kendor/Tidak ada
Kondisi panas diukur dengan menggunakan thermal image
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
16.1.1 Kabel control Normal/cacat 16.1.1 Terminal wiring Kencang/kendor 16.1.1 Body relay Normal/panas 16.1.1 ACT (ACT jenuh untuk meter) Normal/panas 16.1.1 Inspeksi level -1 ( In service inspection)
16.1.1 Kondisi meter pada panel kontrol
16.1.1 Kondisi Amperemeter (R,S,T) Normal/Tidak Normal

16.1.1 Kondisi KV Meter (R,S,T) Normal/Tidak Normal 16.1.1 Kondisi MW Meter Normal/Tidak Normal 16.1.1 Kondisi Mvar Meter Normal/Tidak Normal 16.1.1 KWH Meter Normal/Tidak Normal 16.1.1 Annunciator Pengecekan kondisi Annunciator (lamp test & horn) 16.1.2
Inspeksi level -2 ( In service measurement, dilakukan sebelum dan sesudah shutdown Pemeliharaan 2 tahun)
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
KETERANGAN
16.1.2 Arus Pemeriksaan besaran arus fasa R, S dan T dengan tang ampere
16.1.2 Tegangan Pemeriksaan besaran tegangan fasa R, S dan T pada relay dan meter
16.1.2 Sumber DC Pengukuran besaran sumber DC di panel proteksi penghantar 16.1.2 Riple catu daya Pengukuran ripple catu daya di panel proteksi penghantar 16.1.3 Inspeksi level -3 ( Shutdown measurment )
Peralatan proteksi utama
16.1.3.1 Pengujian fungsi trip 16.1.3.1 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
16.1.3.2 REF (Restricted Earth Fault) Relay sisi primer Pengujian individu *)
16.1.3.2 Pengujian fungsi trip 16.1.3.2 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
16.1.3.2 REF (Restricted Earth Fault) Relay sisi sekunder Pengujian individu *)
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
16.1.3.2 Pengujian fungsi trip 16.1.3.2 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
Keterangan *) : Inspeksi level -3 ( Shutdown measurment ) Pengujian individu relay jenis digital dan numeric dilakukan 6 tahun.
16.1.3 Inspeksi level -3 ( Shutdown measurment )
Peralatan proteksi cadangan
16.1.3.3 Pengujian fungsi trip 16.1.3.3 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
16.1.3.4 SBEF Pengujian individu *)
16.1.3.4 Pengujian fungsi trip 16.1.3.4 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
16.1.3 Relay breaker failure Pengujian individu 16.1.3 Pengujian fungsi trip
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
16.1.3 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) Relay skeme khusus
16.1.3.5 Under/Overvoltage relay Pengujian individu *)
16.1.3.5 Pengujian fungsi trip 16.1.3.5 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
16.1.3.5 Overload shedding Pengujian individu *)
16.1.3.5 Pengujian fungsi trip 16.1.3.5 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
16.1.3.5 Pengujian Relai tegangan lebih/kurang (OVR/UVR) Pengujian individu *)
16.1.3.5 Pengujian fungsi trip 16.1.3.5 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
Keterangan *) : Inspeksi level -3 ( Shutdown measurment ) Pengujian individu relay jenis digital dan numeric dilakukan 6 tahun.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
KODE SUBSISTEM ITEM PEKERJAAN
16.1 Inspeksi
Peralatan Proteksi Utama
Peralatan Proteksi Cadangan
16.1.1..3 OCR/GFR Pengecekan kesiapan OCR/GFR Relay proteksi untuk kontrol PMT
16.1.1 Under/Overvoltage Relay Pengecekan kesiapan Under/Overvoltage Relay 16.1.1 Relay breaker failure Pengecekan kesiapan Breaker Failure Relay 16.1.1 Trip Circuit Supervision Pengecekan kesiapan Rangkaian Tripping
Kondisi umum panel proteksi
16.1.1 Suhu, Kelembaban ruangan dan panel Pengukuran suhu dan kelembaban ruangan dan panel dengan thermometer dan higrometer
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Kondisi panas diukur dengan menggunakan thermal image
16.1.1 Kabel control Normal/cacat 16.1.1 Terminal wiring Kencang/kendor
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
KETERANGAN
16.1.1 Body relay Normal/panas 16.1.1 ACT (ACT jenuh untuk meter) Normal/panas 16.1.1 Inspeksi level -1 ( In service inspection)
Kondisi meter pada panel kontrol
16.1.1 Kondisi Amperemeter (R,S,T) Normal/Tidak Normal

16.1.1 Kondisi KV Meter (R,S,T) Normal/Tidak Normal 16.1.1 Kondisi MVar Meter Normal/Tidak Normal 16.1.1 Annunciator Pengecekan kondisi Annunciator (lamp test & horn) 16.1.2
Inspeksi level -2 ( In service measurement, dilakukan sebelum dan sesudah shutdown Pemeliharaan 2 tahun)
16.1.2 Arus Pemeriksaan besaran arus fasa R, S dan T dengan tang ampere 16.1.2 Tegangan Pemeriksaan besaran tegangan fasa R, S dan T pada relay dan
meter 16.1.2 Sumber DC Pengukuran besaran sumber DC di panel proteksi penghantar 16.1.2 Riple catu daya Pengukuran ripple catu daya di panel proteksi penghantar
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Peralatan proteksi utama
16.1.3.1 Pengujian fungsi trip 16.1.3.1 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
16.1.3.2 REF (Restricted Earth Fault) Relay Pengujian individu *)
16.1.3.2 Pengujian fungsi trip 16.1.3.2 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
Peralatan Proteksi Cadangan
16.1.3.3 Pengujian fungsi trip 16.1.3.3 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
Keterangan *) : Inspeksi level -3 ( Shutdown measurment ) Pengujian individu relay jenis digital dan numeric dilakukan 6 tahun.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Relay proteksi untuk kontrol PMT
16.1.3.5 Under/Overvoltage Relay Pengujian individu

*)
16.1.3 Relay breaker failure Pengujian individu 16.1.3 Pengujian fungsi trip 16.1.3 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) Keterangan *) : Inspeksi level -3 ( Shutdown measurment ) Pengujian individu relay jenis digital dan numeric dilakukan 6 tahun.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
KODE SUBSISTEM ITEM PEKERJAAN
16.1 Inspeksi
Peralatan Proteksi Utama
16.1.1 OCR/GFR Pengecekan kesiapan OCR/GFR Relay proteksi untuk kontrol PMT
16.1.1 Under/Overvoltage Relay Pengecekan kesiapan Under/Overvoltage Relay Relay breaker failure Pengecekan kesiapan Breaker Failure Relay
16.1.1 Trip Circuit Supervision Pengecekan kesiapan Rangkaian Tripping Kondisi umum panel proteksi
16.1.1 Suhu, Kelembaban ruangan dan panel Pengukuran suhu dan kelembaban ruangan dan panel dengan thermometer dan higrometer
16.1.1 Suara Normal/Tidak Normal 16.1.1 Bau Normal/Bangkai/Hangus
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Kondisi panas diukur dengan menggunakan thermal image
16.1.1 Kabel control Normal/cacat 16.1.1 Terminal wiring Kencang/kendor 16.1.1 Body relay Normal/panas
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
KETERANGAN
16.1.1 ACT (ACT jenuh untuk meter) Normal/panas 16.1.1 Inspeksi level -1 ( In service inspection)
Kondisi meter pada panel kontrol
16.1.1 Kondisi Amperemeter (R,S,T) Normal/Tidak Normal
16.1.1 Kondisi KV Meter (R,S,T) Normal/Tidak Normal 16.1.1 Kondisi MVar Meter Normal/Tidak Normal 16.1.1 Annunciator Pengecekan kondisi Annunciator (lamp test & horn) 16.1.2
Inspeksi level -2 ( In service measurement, dilakukan sebelum dan sesudah shutdown Pemeliharaan 2 tahun)
16.1.2 Arus Pemeriksaan besaran arus fasa R, S dan T dengan tang ampere 16.1.2 Tegangan Pemeriksaan besaran tegangan fasa R, S dan T pada relay dan
meter 16.1.2 Sumber DC Pengukuran besaran sumber DC di panel proteksi penghantar 16.1.2 Riple catu daya Pengukuran ripple catu daya di panel proteksi penghantar
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Peralatan proteksi utama
16.1.3 Pengujian fungsi trip 16.1.3 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
Peralatan Proteksi Cadangan
16.1.3 Pengujian fungsi trip 16.1.3 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) *)
Relay proteksi untuk kontrol PMT
16.1.3 Under/Overvoltage Relay Pengujian individu *)
16.1.3 Pengujian fungsi trip/close
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
16.1.3 Relay breaker failure Pengujian individu 16.1.3 Pengujian fungsi trip 16.1.3 Pengujian fungsi recorder internal (DFR, Event) Keterangan *) : Inspeksi level -3 ( Shutdown measurment ) Pengujian individu relay jenis digital dan numeric dilakukan 6 tahun.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Lampiran 4 FMEA Peralatan Transformer dan Kontrol Bay Transformator
SYSTEM SUB SYSTEM SUB SUB SYSTEM FUNCTION FUNCTIONAL FAILURE FAILURE MODE LEVEL-1 FAILURE MODE LEVEL-2 FAILURE MODE LEVEL-3 FAILURE MODE LEVEL-4 FAILURE MODE LEVEL-5 FAULT CONDITION 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Card DC Supply Catu daya proses internal Tegangan output Card Catu DC-DC Converter Rusak - Loss Contact wiring polaritas terbalik Relai Bantu kontak trip rusak out put contact/kontak trip rusak
Salah Perhitungan Setting Data salah Salah setting logic
Salah Penerapan Setting - - -
Loss Contact wiring polaritas terbalik Relai Bantu kontak trip rusak out put contact/kontak trip rusak
Salah Perhitungan Setting Data salah Salah setting logic
Salah Penerapan Setting - - -
Relai Bantu kontak trip rusak out put contact/kontak trip rusak
Salah Perhitungan Setting Data salah Salah setting logic
Salah Penerapan Setting - Perubahan kharakteristik perubahan komponen arus &
Salah Perhitungan Setting Data salah Salah setting logic
Salah Penerapan Setting Perubahan kharakteristik perubahan komponen arus &
Relai Bantu kontak trip rusak out put contact/kontak trip rusak
Salah Perhitungan Setting Data salah Salah Penerapan Setting -
Perubahan kharakteristik perubahan komponen arus &
Relai Bantu kontak trip rusak out put contact/kontak trip rusak
Salah Perhitungan Setting Data salah Salah Penerapan Setting -
Perubahan kharakteristik perubahan komponen arus & Relai Bantu kontak trip rusak out put contact/kontak trip rusak
Salah Perhitungan Setting Data salah Salah Penerapan Setting -
Perubahan kharakteristik perubahan komponen arus & Polaritas CT Terbalik Pemeliharaan yang tidak
Terminal kendor Terminal berkarat high poluted
kualitas bahan jelek digigit binatang
MCB PT trip / Fuse putus Short Circuit kegagalan isolasi kabel kabel CT putus kualitas bahan jelek
digigit binatang terminal short link CT Pemeliharaan yang tidak
kegagalan isolasi Kabel CT kegagalan isolasi kabel berkarat
terminal kendor digigit binatang
kualitas bahan jelek MCB DC trip short circuit kegagalan isolasi Kabel DC
Salah desain kommisioning tidak short Circuit kegagalan isolasi Kabel DC
PROTEKSI & CONTROL BAY
Pengawatan yang menghubungkan dari DC panel ke sistem proteksi
Pengawatan dari sisi sekunder CT sampai ke
proteksi
KLASIFIKASI FAILURE MODE JENIS PERALATAN ROTEKSI TRAFO & KONTROL BAY TRAFO
Proteksi yang dicadangkan bekerja untuk mendeteksi gangguan phasa - tanah apabila proteksi utama
Kontak trip tidak bekerja
Perubahan kharakteristik relai
Kontak trip tidak bekerja
gangguan pada daerah kerjanya berdasarkan
perbedaan arus
Kontak trip tidak bekerja
Proteksi Cadangan OCR
Proteksi yang dicadangkan bekerja untuk mendeteksi gangguan phasa - phasa apabila proteksi utama
gagal bekerja
penurunan frekuensi
Proteksi yang dicadangkan bekerja untuk mendeteksi gangguan phasa - tanah apabila proteksi utama
gagal bekerja
penurunan frekuensi
Fungsi Differential Proteksi Utama
Fungsi REF Proteksi Utama
berdasarkan perbedaan arus
60
SYSTEM SUB SYSTEM SUB SUB SYSTEM FUNCTION FUNCTIONAL FAILURE FAILURE MODE LEVEL-1 FAILURE MODE LEVEL-2 FAILURE MODE LEVEL-3 FAILURE MODE LEVEL-4 FAILURE MODE LEVEL-5 FAULT CONDITION 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Switch Discrepancy Rusak anak kontak korosi (loss contact) gangguan pengawatan kabel kontrol lepas dari terminal Catu daya hilang MCB trip
Relai Bantu rusak kontak rusak
Fitting kendor Lampu putus
Terminal korosi Terminal kendor
Terminal kendor terminal korosi
short link CT masih tertutup Pemeliharaan yang tidak penunjukan tidak valid kalibrasi tidak sesuai
Penggaraman pada kontak-kontaknya Humidity > 90 % Short Circuit kegagalan isolasi Loss contact
modul tidak terpasang ambient temperature > 50 ripple tegangan (>12%)
Power supply error ripple tegangan (>12%) Kesalahan data
Kesalahan interpretasi versi Software tidak sesuai
Desain Error Binatang panel tidak rapat logam
Tegangan Melebihi batas kualitas bahan jelek
Penggaraman pada kontak- Humidity > 90 % Loss Contact kegagalan isolasi Short Circuit
Operating Voltage dibawah nominal Desain kontaktor tidak MCB Peralatan yang memutus Malakerja MCB mekanik MCB rusak kualitas bahan jelek
Tegangan Melebihi batas kualitas bahan jelek
Resistor Rusak Tegangan Melebihi batas Penggaraman pada kontak-
Loss contact
Switch
peralatan
Meter
Arus, Tegangan, Daya Aktif dan Daya reaktif
penunjukan besaran ukur tidak sesuai rangkaian CT / PT tidak tersambung
dengan sempurna
tegangan Trafo
Bad Contact
Malakerja Kontaktor
Coil Putus
Bad Contact
Peralatan Bantu
trip.
rangkaian tripping
Coil Putus
Bad Contact
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Region / UPT : GI : Bay : Tanggal / Jam Inpeksi : Pelaksana :
I. Kondisi Relai Proteksi 1 Proteksi Utama Differential Trafo 9 Normal 1 Tidak Normal
Restricted Earth Fault (REF) HV 9 Normal 1 Tidak Normal Restricted Earth Fault (REF) LV 9 Normal 1 Tidak Normal
2 Proteksi Cadangan Over Current / Ground Fault Relay (OCR/GFR) HV 9 Normal 1 Tidak Normal Over Current / Ground Fault Relay (OCR/GFR) LV 9 Normal 1 Tidak Normal Standby Earth Fault (SBEF) 9 Normal 1 Tidak Normal Directional Ground Fault Relai (DGR) 9 Normal 1 Tidak Normal
3 Under Voltage Relay Voltage Relai 9 Normal 1 Tidak Normal 4 Overload Relay Overcurrent Relai 9 Normal 1 Tidak Normal 5 Trip Circuit Supervision 9 Normal 1 Tidak Normal 6 Breaker Failure 9 Normal 1 Tidak Normal 7 Proteksi Skema Khusus
Under Frequency Relay Frekuensi Relai 9 Normal 1 Tidak Normal Tidak Terpasang Tidak Operasi Relai Tegangan Nol 9 Normal 1 Tidak Normal Tidak Terpasang Tidak Operasi Overload Shedding Overcurrent Relai 9 Normal 1 Tidak Normal Tidak Terpasang Tidak Operasi
8 Annunsiator 9 Normal 1 Tidak Normal
Mengetahui, Pemeriksa, Supervisor GI/GIS………….
Catatan Tambahan :
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI LEVEL 1 : PANEL PROTEKSI & KONTROL BAY TRAFO
PT. PLN ( PERSERO )
66
Region / UPT : GI : Bay : Tanggal / Jam Inpeksi : Pelaksana : I. Kondisi Lingkungan : Ruang Proteksi
1 Suhu Ruangan ….. Celcius 9 <25 deg 6 25 deg<T< 50deg 1 > 50 deg 2 Kelembaban ….. % 9 45 % - 85 % 6 < 45 % atau > 85%
II. Kondisi Lingkungan : Ruang Kontrol 1 Suhu Ruangan ….. Celcius 9 <25 deg 6 25 deg<T< 50deg 1 > 50 deg 2 Kelembaban ….. % 9 90%
III. Kondisi Umum Panel Proteksi 1 Kondisi dalam Panel 9 Normal 6 Kotor 6 Lembab 2 Lampu Penerangan 9 Normal 6 Redup 6 Tidak berfungsi 6 Hilang 3 Heater 9 Normal 6 Rusak 6 Hilang 4 Pintu Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Tidak bisa dikunci 6 Hilang 5 Door Sealant 9 Normal 6 Tidak elastis 6 Putus 6 Hilang 6 Lubang Kabel Kontrol 9 Normal 6 Tidak rapat 6 Glen Kabel tidak ada 7 Suara 9 Normal 6 Tidak Normal 8 Bau 9 Normal 6 Bangkai 1 Gosong 9 Grounding Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Rantas 1 Kendor 1 Putus 1 Hilang
10 9 Normal 6 Korosi 1 Panas (pengukuran thermovision) 11 Kabel Kontrol 9 Normal 6 Terkelupas
IV. Kondisi Umum Panel Incoming 1 Kondisi dalam Panel 9 Normal 6 Kotor 6 Lembab 2 Lampu Penerangan 9 Normal 6 Redup 6 Tidak berfungsi 6 Hilang 3 Heater 9 Normal 6 Rusak 6 Hilang 4 Pintu Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Tidak bisa dikunci 6 Hilang 5 Door Sealant 9 Normal 6 Tidak elastis 6 Putus 6 Hilang 6 Lubang Kabel Kontrol 9 Normal 6 Tidak rapat 6 Glen Kabel tidak ada 7 Suara 9 Normal 6 Tidak Normal 8 Bau 9 Normal 6 Bangkai 1 Gosong 9 Grounding Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Rantas 1 Kendor 1 Putus 1 Hilang
10 9 Normal 6 Korosi 1 Panas (pengukuran thermovision) 11 Kabel Kontrol 9 Normal 6 Terkelupas
V. Kondisi Relai Protection & Kontrol Incoming 1 Ampere Meter 9 Normal 1 Rusak 2 KV Meter RST HV 9 Normal 1 Rusak Ket:
Selector Switch 9 Normal 1 Tidak Normal ket: 3 Lampu Indikasi Posisi PMT 9 Normal 1 Tidak Normal
VI. Kondisi Umum Panel Kontrol 1 Kondisi dalam Panel 9 Normal 6 Kotor 6 Lembab 2 Lampu Penerangan 9 Normal 6 Redup 6 Tidak berfungsi 6 Hilang 3 Heater 9 Normal 6 Rusak 6 Hilang 4 Pintu Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Tidak bisa dikunci 6 Hilang 5 Door Sealant 9 Normal 6 Tidak elastis 6 Putus 6 Hilang 6 Lubang Kabel Kontrol 9 Normal 6 Tidak rapat 6 Glen Kabel tidak ada 7 Suara 9 Normal 6 Tidak Normal 8 Bau 9 Normal 6 Bangkai 1 Gosong 9 Grounding Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Rantas 1 Kendor 1 Putus 1 Hilang
10 9 Normal 6 Korosi 1 Panas (pengukuran thermovision) 11 Kabel Kontrol 9 Normal 6 Terkelupas
VII. Kondisi Alat Ukur & Indikasi 1 Ampere Meter 9 Normal 1 Rusak Ket: 2 KV Meter RST HV 9 Normal 1 Rusak Ket:
Selector Switch 9 Normal 1 Tidak Normal ket: 3 MW Meter 9 Normal 1 Rusak Ket: 4 Mvar Meter 9 Normal 1 Rusak Ket: 5 kWh Meter
a KWh IN 9 Normal 1 Rusak Ket: b KWh OUT 9 Normal 1 Rusak Ket:
6 Announciator Lampu 9 Normal 1 tidak normal ket : Normal ketika tombol test ditekan semua Lampu menyala
VIII. Kondisi Umum Panel OLTC 1 Kondisi dalam Panel 9 Normal 6 Kotor 6 Lembab 2 Lampu Penerangan 9 Normal 6 Redup 6 Tidak berfungsi 6 Hilang 3 Heater 9 Normal 6 Rusak 6 Hilang 4 Pintu Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Tidak bisa dikunci 6 Hilang 5 Door Sealant 9 Normal 6 Tidak elastis 6 Putus 6 Hilang 6 Lubang Kabel Kontrol 9 Normal 6 Tidak rapat 6 Glen Kabel tidak ada 7 Suara 9 Normal 6 Tidak Normal 8 Bau 9 Normal 6 Bangkai 1 Gosong 9 Grounding Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Rantas 1 Kendor 1 Putus 1 Hilang
10 9 Normal 6 Korosi 1 Panas (pengukuran thermovision) 11 Kabel Kontrol 9 Normal 6 Terkelupas
IX. Kondisi Alat Ukur & Indikasi di panel OLTC 1 AVR 9 Normal 1 Tidak Normal 2 Tap Position Meter 9 Normal 1 Tidak Normal 3 Meter Temperature Winding 9 Normal 1 Tidak Normal 4 Meter Temperature Oil 9 Normal 1 Tidak Normal 5 KV Meter 9 Normal 1 Tidak Sesuai 1 Rusak 1 Tidak Terbaca 1 Hilang 6 Kwh Meter 9 Normal 1 Tidak Sesuai 1 Rusak 1 Tidak Terbaca 1 Hilang 7 Announciator
Lampu 9 Normal 1 tidak normal ket : Normal ketika tombol test ditekan semua Lampu menyala
Mengetahui, Pemeriksa, Supervisor GI/GIS………….
Terminasi Wiring
Catatan Tambahan :
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI LEVEL 1 : PANEL PROTEKSI & KONTROL BAY TRAFO
Terminasi Wiring
Terminasi Wiring
Terminasi Wiring
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Region / UPT : GI : Bay : Tanggal / Jam Inpeksi : Pelaksana :
I. Kondisi Relai Proteksi 1 Proteksi Utama Differential Trafo 9 Normal 1 Tidak Normal
Restricted Earth Fault (REF) 9 Normal 1 Tidak Normal Restricted Earth Fault (REF) LV 9 Normal 1 Tidak Normal
2 Proteksi Cadangan Over Current / Ground Fault Relay (OCR/GFR) 9 Normal 1 Tidak Normal 3 Under Voltage Relay Voltage Relai 9 Normal 1 Tidak Normal 4 Overload Relay Overcurrent Relai 9 Normal 1 Tidak Normal 5 Trip Circuit Supervision 9 Normal 1 Tidak Normal 6 Breaker Failure 9 Normal 1 Tidak Normal 8 Annunsiator 9 Normal 1 Tidak Normal
Mengetahui, Pemeriksa, Supervisor GI/GIS………….
(……………………………) (……………………………)
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI LEVEL 1 : PANEL PROTEKSI & KONTROL BAY REAKTOR
Catatan Tambahan :
Lampiran 12 Blangko In Service Inspection bulanan bay Reaktor
Region / UPT : GI : Bay : Tanggal / Jam Inpeksi : Pelaksana : I. Kondisi Lingkungan : Ruang Proteksi
1 Suhu Ruangan ….. Celcius 9 <25 deg 6 25 deg<T< 50deg 1 > 50 deg 2 Kelembaban ….. % 9 45 % - 85 % 6 < 45 % atau > 85%
II. Kondisi Lingkungan : Ruang Kontrol 1 Suhu Ruangan ….. Celcius 9 <25 deg 6 25 deg<T< 50deg 1 > 50 deg 2 Kelembaban ….. % 9 90%
III. Kondisi Umum Panel Proteksi 1 Kondisi dalam Panel 9 Normal 6 Kotor 6 Lembab 2 Lampu Penerangan 9 Normal 6 Redup 6 Tidak berfungsi 6 Hilang 3 Heater 9 Normal 6 Rusak 6 Hilang 4 Pintu Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Tidak bisa dikunci 6 Hilang 5 Door Sealant 9 Normal 6 Tidak elastis 6 Putus 6 Hilang 6 Lubang Kabel Kontrol 9 Normal 6 Tidak rapat 6 Glen Kabel tidak ada 7 Suara 9 Normal 6 Tidak Normal 8 Bau 9 Normal 6 Bangkai 1 Gosong 9 Grounding Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Rantas 1 Kendor 1 Putus 1 Hilang
10 9 Normal 6 Korosi 1 Panas (pengukuran thermovision) 11 Kabel Kontrol 9 Normal 6 Terkelupas
IV. Kondisi Umum Panel Kontrol 1 Kondisi dalam Panel 9 Normal 6 Kotor 6 Lembab 2 Lampu Penerangan 9 Normal 6 Redup 6 Tidak berfungsi 6 Hilang 3 Heater 9 Normal 6 Rusak 6 Hilang 4 Pintu Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Tidak bisa dikunci 6 Hilang 5 Door Sealant 9 Normal 6 Tidak elastis 6 Putus 6 Hilang 6 Lubang Kabel Kontrol 9 Normal 6 Tidak rapat 6 Glen Kabel tidak ada 7 Suara 9 Normal 6 Tidak Normal 8 Bau 9 Normal 6 Bangkai 1 Gosong 9 Grounding Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Rantas 1 Kendor 1 Putus 1 Hilang
10 9 Normal 6 Korosi 1 Panas (pengukuran thermovision) 11 Kabel Kontrol 9 Normal 6 Terkelupas
V. Kondisi Alat Ukur & Indikasi 1 Meter temperature winding 9 Normal 1 Rusak Ket: 2 Meter temperature oil 9 Normal 1 Rusak Ket: 3 Ampere Meter 9 Normal 1 Rusak Ket: 4 KV Meter RST HV 9 Normal 1 Rusak Ket:
Selector Switch 9 Normal 1 Tidak Normal ket: 5 Mvar Meter 9 Normal 1 Rusak Ket: 6 Announciator Lampu 9 Normal 1 tidak normal
ket : Normal ketika tombol test ditekan semua Lampu menyala
Mengetahui, Pemeriksa, Supervisor GI/GIS………….
Catatan Tambahan :
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI LEVEL 1 : PANEL PROTEKSI & KONTROL BAY REAKTOR
Terminasi Wiring
Terminasi Wiring
Region / UPT : GI : Bay : Tanggal / Jam Inpeksi : Pelaksana :
I. Kondisi Relai Proteksi 1 Proteksi Utama Differential Trafo 9 Normal 1 Tidak Normal
Restricted Earth Fault (REF) HV 9 Normal 1 Tidak Normal Restricted Earth Fault (REF) LV 9 Normal 1 Tidak Normal
2 Proteksi Cadangan Over Current / Ground Fault Relay (OCR/GFR) HV 9 Normal 1 Tidak Normal Over Current / Ground Fault Relay (OCR/GFR) LV 9 Normal 1 Tidak Normal Standby Earth Fault (SBEF) 9 Normal 1 Tidak Normal Directional Ground Fault Relai (DGR) 9 Normal 1 Tidak Normal
3 Under Voltage Relay Voltage Relai 9 Normal 1 Tidak Normal 4 Overload Relay Overcurrent Relai 9 Normal 1 Tidak Normal 5 Trip Circuit Supervision 9 Normal 1 Tidak Normal 6 Breaker Failure 9 Normal 1 Tidak Normal 7 Proteksi Skema Khusus
Under Frequency Relay Frekuensi Relai 9 Normal 1 Tidak Normal Tidak Terpasang Tidak Operasi Relai Tegangan Nol 9 Normal 1 Tidak Normal Tidak Terpasang Tidak Operasi Overload Shedding Overcurrent Relai 9 Normal 1 Tidak Normal Tidak Terpasang Tidak Operasi
Mengetahui, Pemeriksa, Supervisor GI/GIS………….
Catatan Tambahan :
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI LEVEL 1 : PANEL PROTEKSI & KONTROL BAY TRAFO
PT. PLN ( PERSERO )
Lampiran 14 Blangko In Service Inspection bulanan bay Kapasitor
Region / UPT : GI : Bay : Tanggal / Jam Inpeksi : Pelaksana : I. Kondisi Lingkungan : Ruang Proteksi
1 Suhu Ruangan ….. Celcius 9 <25 deg 6 25 deg<T< 50deg 1 > 50 deg 2 Kelembaban ….. % 9 45 % - 85 % 6 < 45 % atau > 85%
II. Kondisi Lingkungan : Ruang Kontrol 1 Suhu Ruangan ….. Celcius 9 <25 deg 6 25 deg<T< 50deg 1 > 50 deg 2 Kelembaban ….. % 9 90%
III. Kondisi Umum Panel Proteksi 1 Kondisi dalam Panel 9 Normal 6 Kotor 6 Lembab 2 Lampu Penerangan 9 Normal 6 Redup 6 Tidak berfungsi 6 Hilang 3 Heater 9 Normal 6 Rusak 6 Hilang 4 Pintu Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Tidak bisa dikunci 6 Hilang 5 Door Sealant 9 Normal 6 Tidak elastis 6 Putus 6 Hilang 6 Lubang Kabel Kontrol 9 Normal 6 Tidak rapat 6 Glen Kabel tidak ada 7 Suara 9 Normal 6 Tidak Normal 8 Bau 9 Normal 6 Bangkai 1 Gosong 9 Grounding Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Rantas 1 Kendor 1 Putus 1 Hilang
10 9 Normal 6 Korosi 1 Panas (pengukuran thermovision) 11 Kabel Kontrol 9 Normal 6 Terkelupas
IV. Kondisi Umum Panel Kontrol 1 Kondisi dalam Panel 9 Normal 6 Kotor 6 Lembab 2 Lampu Penerangan 9 Normal 6 Redup 6 Tidak berfungsi 6 Hilang 3 Heater 9 Normal 6 Rusak 6 Hilang 4 Pintu Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Tidak bisa dikunci 6 Hilang 5 Door Sealant 9 Normal 6 Tidak elastis 6 Putus 6 Hilang 6 Lubang Kabel Kontrol 9 Normal 6 Tidak rapat 6 Glen Kabel tidak ada 7 Suara 9 Normal 6 Tidak Normal 8 Bau 9 Normal 6 Bangkai 1 Gosong 9 Grounding Panel 9 Normal 6 Korosi 6 Rantas 1 Kendor 1 Putus 1 Hilang
10 9 Normal 6 Korosi 1 Panas (pengukuran thermovision) 11 Kabel Kontrol 9 Normal 6 Terkelupas
V. Kondisi Alat Ukur & Indikasi 1 Ampere Meter 9 Normal 1 Rusak Ket: 2 KV Meter RST HV 9 Normal 1 Rusak Ket:
Selector Switch 9 Normal 1 Tidak Normal ket: 3 Mvar Meter 9 Normal 1 Rusak Ket: 4 Announciator Lampu 9 Normal 1 tidak normal
ket : Normal ketika tombol test ditekan semua Lampu menyala
Mengetahui, Pemeriksa, Supervisor GI/GIS………….
(……………………………) (……………………………)
FORMULIR CHECK LIST INSPEKSI LEVEL 1 : PANEL PROTEKSI & KONTROL BAY REAKTOR
Terminasi Wiring
Terminasi Wiring
Catatan Tambahan :
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
Inservice Inspection
Inservice Measurement
Shutdown Testing/Measurement
Shutdown Function Check
Pengujian /Pemeriksaan Setelah Gangguan
FMEA (Failure Mode Effect Analysis)
Metode evaluasi peralatan untuk meningkatkan availability dengan cara mendeteksi kemungkinan – kemungkinan kelemahan desain dan penyebab kerusakan dominan.
PROTEKSI DAN KONTROL TRANSFORMATOR
1. Buku Petunjuk Batasan Operasi dan Pemeliharaan Peralatan Penyaluran Tenaga Listrik SKDIR 114.K/DIR/2010 Proteksi dan Kontrol Transformator No. Dokumen: 16- 22/HARLUR-PST/2009.
Cover PROTEKSI DAN KONTROL TRAFO
HALAMAN DEPAN PROTEKSI DAN KONTROL TRAFO
16.Buku Pedoman Proteksi dan Kontrol Transformator