Buku Panduan THT

download Buku Panduan THT

of 6

  • date post

    15-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    235
  • download

    0

Embed Size (px)

description

...

Transcript of Buku Panduan THT

6

OTITIS MEDIADEFINISIOtitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Secara mudah otitis media terbagi atas golongan supuratif dan non supuratif yang masing-masing golongan mempunyai bentuk akut dan kronis. Selain itu terdapat pula golongan otitis media spesifik, seperti terlihat pada diagram dibawah ini.

Otitis Media akut (OMA)OMA adalah keadaan peradangan pada telinga tengah yang terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu. Bila OMA berlanjut dengan keluarnya sekret dari telinga tengah lebih dari 3 minggu, maka keadaan ini disebut otitis media supuratif subakut. Bila perforasi menetap dan secret tetap keluar lebih dari satu setengah bulan, maka keadaan ini disebut otitis media supuratif kronik (OMSK).Faktor RisikoSumbatan tuba eustachii merupakan faktor penyebab utama dari otitis media. Telinga tengah umumnya steril sebab adanya silia mukosa tuba eustachii, enzim dan antibodi. Terganggunnya fungsi tuba memudahkan invasi kuman ke dalam telinga tengah. Pada anak, makin sering terjadinya infeksi saluran napas, makin besar kemungkinan terjadinya OMA. Pada bayi OMA lebih mudah terjadi karena faktor anatomi tuba yang lebih pendek, lebar dan letaknya agak horizontal.PatologiKuman penyebab utama pada OMA ialah bakteri piogenik, seperti Streptokokus hemolitikus, Stafilokokus aureus, Pneumokokus. Selain itu kadang-kadang ditemukan juga Haemofilus influenza (sering pada anak < 5 tahun), Eschericia colli, Streptokokus anhemolitikus, Proteus vulgaris dan Pseudomonas aruginosa. OMSKDefinisiInfeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah lebih dari 2 bulan, terus menerus atau hilang timbul. Sekret mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah. Ruang lingkupOMSK terdiri dari 2 tipe yaitu: tipe aman ( tipe tubotimpanal/ tipe mukosa) dan tipe bahaya (tipe atikoantral, tipe tulang).1. OMSK tipe aman ( tipe mukosa/benigna)Proses peradangan terbatas pada mukosa saja dan biasanya tidak mengenai tulang. Perforasi terletak di sentral, jarang menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Pada OMSK tipe ini tidak terdapat kolesteatoma. Pada OMSK tipe aman terdiri atas fase tenang (kering) dan fase aktif.2. OMSK tipe bahaya (tipe atikoantral/tipe tulang/tipe maligna)OMSK ini ditandai dengan perforasi yang letaknya marginal atau di atik, dapat mengenai tulang, disertai dengan kolesteatoma, sering menimbulkan komplikasi berbahaya.DiagnosisDiagnosis dibuat berdasarkan gejala klinik dan pemeriksaan THT Terutama pemeriksaan otoskopi. Pemeriksaan penala untuk mengehatui adanya gangguan pendengaran, audiometri nada murni untuk mengetahui jenis dan derajat gangguan pendengaran. Audiometri tutur (speech audiometry) dan pemeriksaan BERA (brainstem evoked response audiometry) bagi pasien/anak yang tidak kooperatif dengan pemeriksaan audiometri nada murni. Pemeriksaan penunjang lain berupa kultur dan uji resistensi, foto mastoid (posisi Schuller), CT scan temporal (jika perlu dan memungkinkan).KOLESTEATOMAKolesteatoma adalah suatu kista epitelial yang berisi deskuamasi epitel (keratin). Deskuamasi terbentuk terus lalu menumpuk sehingga kolesteatoma bertambah besar.TerapiPrinsip terapi OMSK tipe aman ialah konservatif, bila sekret keluar terus menerus dapat diberi H2O2 3 % selama 3-5 hari, setelah sekret berkurang terapi dilanjutkan dengan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid (dengan pertimbangan, sebaiknya tidak lebih dari1 atau 2 minggu). Secara oral diberikan antibiotik golongan ampisilin / eritromisin / ampisilin asam klavulanat.Bila sekret telah kering tetapi perforasi masih ada setelah observasi 2 bulan, maka idealnya dilakukan miringoplasti atau timpanoplasti. OMSK tipe bahaya prinsip terapinya pembedahan, yaitu mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti. Terapi medikamentosa hanya sementara sebelum pembedahan. Bila terdapat abses subperiosteal retroaurikuler, maka insisi abses sebaiknya dilakukan tersendiri sebelum mastoidektomi.Komplikasi OMSK malignaIntrakranial: Abses ekstradural, abses subdural (empiema), tromboflebitis sinus sigmoudeus/sinus lateral, meningitis, abses otak, hidrosefalus otitisIntratemporal: Gangguan pendengaran, paralisis fasial, labirinitis.

Tatalaksana OMSK tipe bahaya dengan komplikasi intrakranial dapat dilihat di Algoritma 4.

Indikasi Operasi OMSK tipe aman, dengan perforasi menetap lebih dari 3 bulan dengan keadaan keluar cairan berulang dan gangguan pendengaran Mastoiditis koalesen Abses subperiosteal retroaurikular

Kontra Indikasi Operasi Pada only hearing ear Pada telinga yang secara signifikan lebih baik sedang pendengaran kontralateral tidak dapat ditolong dengan alat bantu dengar. Pasien dengan risiko apabila dilakukan pembedahan Keadaan yang tidak memungkinkan dilakukan perawatan pascaoperasi dengan baik Otitis eksterna maligna Tumor telinga

OTITIS MEDIA SEROSAOtitis media serosa /otitis media sekretoria/otitis media mucoid/ otitis media efusi terbatas keadaan dimana terdapat efusi dalam kavum timpani dengan membran timpani utuh tanpa tanda-tanda radang. Batasan antara kondisi akut dan kronis hanya pad acara terbentuknya secret. Pada otitis media serosa akut secret terjadi secara tiba-tibadi telinga tengah dengan disertai nyeri pada teinga, sedangkan pada keadaan kronis secret terbentuk secara bertahap tanpa rasa nyeri. Kondisi kronik lebih sering terjadi pada anak-anak, sekretnya kental seperti lem maka disebut glue ear.ETIOLOGI1. sumbatan tuba, seperti pada barotrauma2. virus pada jalan napas atas3. alergi4. idiopatikGejala KlinisGejala yang menonjol berupa pendengaran berkurang, rasa tersumbat pada telinga atau suara sendiri terdengar lebih nyaring atau berbeda, pada telinga yang sakit (diplacusis binauralis). Kadang-kadang terasa seperti cairan yang bergerak dalam telinga pada saat posisi kepala berubah.Pada Otoskopi terlihat MT retraksi. Kadang tampak gelembung udara atau permukaan cairan dalam kavum timpani. Tuli konduktif dapat dibuktikan dengan garputala.TERAPIMedikamentosa : vasokonstriktor local (tetes hidung), antihistamin, serta perasat valsavabila 1-2 minggu gejala menetap dilakukan miringotomidan bila masih belum sembuh maka dilakukan miringotomi serta pemasangan pipa ventilasi (Grommet).

MastoiditisRongga telinga tengah dan rongga mastoid berhubungan langsung melalui aditus ad antrum. Oleh karena itu infeksi kronis telinga tengah yang sudah berlangsung lama biasanya disertai infeksi kronis di rongga mastoid dikenal dengan mastoiditis. Dapat disimpulkan mastoiditis adalah suatu peradangan pada tulang mastoid sebagai komplikasi dari OMSK.

Miringitis bulosaBenda Asing1. DefinisiTerdapatnya benda asing pada liang telinga yang pada keadaan normal tidak dijumpaiMacam-macam benda Asing:1. Benda Hidup : cacing, nyamuk, semut, lalat dan lainya2. Benda Mati : organik dan non organikOrganik: kacang, daun dan lainnyaNon-Organik : batu, kancing, dan lainnya.Faktor Predisposisi:1. Anak-anak 2. Mental retardasi

2. Etiologi3. Faktor Risiko4. Ptofisiologi5. Diagnosis5a. Anamnesis5b. Pemeriksaan Fisik5c. Pemeriksaan Penunjang6 Tatalaksana1. Benda asing serangga harus dimatikan terlebih dahulu dengan menyemprotkan eter, alkohol, minyak, air garam kedalam liang telinga dan kemudian diekstraksi dengan menggunakan forcep2. Benda asing organik yang kecil dapat diektraksi dengan pengait benda asing atau forcep.3. Benda asing organik higroskopis mudah mengembang bila terkena cairan, oleh karenanya benda asing higrosopis dihindari agar tidak terkena cairan.4. Benda asing anorganik yang terlihat dapat diekstraksi dengan pengait kecil dan bila tidak terlihat cukup disemprot dengan cairan.5. Bila kasusnya sulit misalnya benda asing terdapat di ismus atau ressus anterior, perlu dilakukan insisi endaural atau insisi post aurikuler(jangan menggunakan alkohol bila terdapat perforasi sebab ototoksik)7. prognosis

Perforasi MTOtosklerosis1. Definisi2. Etiologi3. Faktor Risiko4. Ptofisiologi5. Diagnosis5a. Anamnesis5b. Pemeriksaan Fisik5c. Pemeriksaan Penunjang6 Tatalaksana6a. nonfarmakologi6b. farmakologi7. prognosis