Buku - Jozef Raco - Metode Fenomenologi

download Buku - Jozef Raco - Metode Fenomenologi

of 210

  • date post

    26-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    395
  • download

    20

Embed Size (px)

Transcript of Buku - Jozef Raco - Metode Fenomenologi

  • Metode Fenomenologi

    Aplikasi Pada Entreprene-urship

  • Dr. Jozef R. Raco. M.E., M.Sc. Revi Rafael H.M. Tanod, S.S., S.Mn., M.A

    GWI 703.12.4.001 Hak Cipta dilindungi oleh undang-undatlg

    Penerbit PT Grasindo, Jalan Palmerah Barat 33-37, Jakarta 10270

    Perlata isi & Desainer sampul: Samsudin

    Diterb~rkan pertama kali 01th Penerbit PT Grasindo anggota Ikapi, Jakarta. 201 2

    Dilatang mengutip awu memperbanyak sebagian atau seluruh isi b~ tku ini dalaln benruk apa pun (sepcrti cetakan, fotokopi, niikrofilrn, VCD, CD-ROM, dan rekauran suara)

    tanpa izin tertulis dari pemegang hak cipta1Penerbit.

    I@ KOMIXS GKAMEDIA

    Isi di luar tanggung jawab percerakan PT Gran~edia, Jakarta

  • C)lctt: Dr, fozef I?." Raca, h/t,E., 'bl.Sc,

    Hevi Rahel H.M. *Tanad? S.S., S.Mn., %Iil.A.

    @ CRASNDO Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2012

  • Untuk tstri li; Anak Tercinta:

    PaneiiF E ;M q o i u n , ~h i kp~ l s ~ ~ f i n c i r ~ u c o

    -joi.rf K. Kaco

  • Pengantar ----Hermawan Kartajaya---

    Founder and C:EO of Markplus Inc. One of the fifty Gurus who shaped the future of Marketing

    (Chartered Institute of Marketing United Kitlgdom)

    Kemampuan melihat peluang bisnis, kecakapan menganalisa risiko, ke- luwesan membangun networking dan peningkatan selfcompetency adalah beberapa faktor, dari sekian banyak faktor lainnya, yang harus dimiliki oleh entrepreneurs.

    Kemampuan ini turnbuh dan berkembang secara formal melalui lembaga pendidikan dan juga secara informal melalui pengalaman. Itu berarti bahwa kemampuan ini dapat dipelajari di ruang kelas, tetapi dapat juga berkembang di lingkungan keluarga, pergaulan, dan masyarakat se- kitarnya. Pengerahuan yang mereka mililu bukan secara formal disebut tacit knowledge.

    Oleh karena itu, beberapa ahli entrepreneurship menulis bahwa entrepreneurship di satu pihak adalah ilmu dan di pihak lain adalah seni. Sebagai suatu ilmu, entrepreneurship dapat diajarkan seperti mata pelajaran yang lain. Sebagai suatu seni, entrepreneurship adalah suatu kemampuan intrinsic yang tumbuh dari lingkungan keluarga dan masyarakat yang selalu diasah, dimatangkan, dan didewasakan oleh lingkungannya. Seni

  • dalam entrepreneurship berarti mencari dan menemukan harmonisasi, ke- sepakatan, win-win solution di tengah perbedaan, dan ketidaksepahaman.

    Seorang entrepreneur adalah orang yang merniliki kernampuan khusus dalam melihat suatu peluang dan benefit yang mungkin orang lain belum mampu menangkapnya. Peluang dan benefit tersebut kemudian diikuti dengan tindakan bisnis yang selanjutnya memberikan economic, social, political, and cultural benejt kepada masyarakat.

    Banyak studi tentang entrepreneurship lebih menekankan aspek knowledge dan science, tetapi aspek praksis kurang menda~atkan perhatian. Seseorang dapat dikatakan sebagai entrepreneur karena keterlibatannya langsung dalam usaha bisnis, apakah sebagai pemilik atau chiefexecutive. Akibatnya, kita temukan begitu banyakorang yang knowledgeabledi bidang entrepreneurship, tetapi lemah dalam segi praksis, karena pengetahuannya semata-mata teoretis.

    Selain itu, terdapat banyak penelitian ilmiah sekitar entrepreneurship yang menitikberatkan pada aspek hubungan artlJcial antarvariabel yang secara meyakinkan menunjukan signifikansi relasi variabel tersebut, tetapi jauh dari realita pengalaman pelaku entrepreneurship. Orang tidak belajar dari pengalaman entrepreneur. Padahal, sering kita dengar "Pengahman Adalah Guru yang B a i k .

    Persoalannya mungkin terletak pada kurangnya pemahaman peneliti untuk membuat penelitian bertolak dari pengalaman hidup entrepreneur. Pengalaman menjadi sumber data dan bukan angka.

    Buku ini memperkenalkan suatu metode yang memungkinkan peneliti untuk menganalisa pengalaman pelaku bisnis. "Metode Fenornenologz Aplikasi Pada Entrepreneurship" ini, menurut saya, dapat membantu para peneliti dan penggiat di bidang entrepreneurship untuk mempelajari entrepreneurship dari segi pengalaman langsung mereka (lived-experience).

    Entrepreneurship adalah mu1ti;facet dan sangat kompleks, sehingga tidak ada satu metode yang dapat di-claim sebagai satu-satunya metode yang paling cocok untuk menganalisa entrepreneurship. Tetapi dengan hadirnya buku, ini setidaknya dapat memperkaya para peneliti dalam

  • penelitiannya. Memahami berbagai macam metode sangat bermanfaat bagi pene-

    liti, karcna suatu realitas memiliki corak subjektif, sehingga warna dan bentuknya sangat banyak ditentukan oleh sudut pandang subjek yang me- lihatnya. Hal ini berlaku pula pada entrepreneurship.

    Saya menganjurkan buku ini dibacaoleh parapeneliti, para mahasiswa- mahasiswi yang akan membuat tesis atau disertasi yang memilih topik sekitar entwpreizeurs/?ip, serta penggiat dan peminat entrepreneurship.

    Jakarta, Medio Agustus 201 1 Hermawan Kartajaya

  • S e r i a n Wijatno---- Keiua Pengurus Yayasan 'Farurnanagm

    I'cnutis Uutiu I'engdntnr Ei~trepre~~cursh+ I'enulis Bttku PenRee/ola*nr i"irgurzrun 3'inai Seocrg li;$.~ien,

    Ffiktifflan I:kunonzis

    Entrepreneurship sekarang ini menjadi sangar penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Entrepreneurship yang maju akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial serta pada akhirnya akan memperkuat ketahanan nasional suatu bangsa.

    Pemerintah menaruh perhatian penuh pada perkembangan entre- preneurship ini. Presiden RI sendiri dalam beberapa kesempatan, meminta supaya kegiatan entrepreneurship ini diperluas dan ditingkatkan.

    Dukungan dan dorongan pemerintah ini memacu lembaga pen- didikan, baik pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi, me- masukan entrepreneurship dalam kurikulum pendidikan nasional. Dengan demikian para siswa dan mahasiswa mulai mengenal, mempraktekkan dan mengembangkan minat entrepreneurshipnya sejak di bangku sekolah.

    Salah satu cara mengembangkan dan meningkatkan entrepreneurship adalah dengan memperbanyak penelitian di bidang ini. Penelitian akan membantu pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang topik ini sekaligus juga akan memperkenalkan gagasan-gagasan baru tentang

  • entrepreneurship. Penelitian yang baik haruslah ditunjang dengan metode yang baik dan benar.

    Buku Metode Fenomenologi Aplikasi Pa& Entrepreneurship ini adalah suatu bentuk kreativiras dosen dalam dunia pendidikan tinggi. Buku ini pasti akan sangat membantu para peneliti, mahasiswa, dan peminat dalam bidang entrepreneurship.

    Buku ini menawarkan suaru pendekatan alternatif dalam penelitian. Buku ini berusaha menggali pengalaman pelaku bisnis untuk kemudian menemukan inti dan arti terdalam dari hakikat entrepreneurship.

    Metode yang ditawarkan dalam buku ini agak berbeda dengan metode klasik pada umumnya. Metode ini benar-benar hendak memahami arti sebenarnyadari entrepreneurship.Tujuannyasangat jelas yaitu mengungkap makna entrepreneurship berdasarkan pada pengalaman langsung dari entrepreneur. Karena sesungguhnya hanya entrepreneur sendirilah yang mampu menunjukan makna terdalam dari entrepreneurship.

    Setiap entrepreneur memiliki pengalaman yang unik tentang entre- preneurship. Keunikan ini adalah kekayaan tersendiri yang akan mem- perkaya khazanah pengetahuan di bidang ini dan juga menambah wawasan para penikmat bidang usaha dan entrepreneurship.

    Corak subjektif dari entrepreneurship dapat dipahami, karena entrepreneurship hanya dapat dimengerti dari subjek yang mengalaminya. Entrepreneurship tidak dapat dipahami dan dihayati di luar pelakunya.

    Buku ini sangar bermanfaat bagi para peneliti, pemerhati dan maha- siswa yang sedang membuat penelitian untuk topik ini, baik mereka yang berada pada jenjang S1, S2, dan S3.

    Saya mengucapkan selamat dan sukses untuk Dr. Jozef Raco dan Revi Rafael Tanod, S.S,. S.Mn., M.A. atas kegigihan yang luar biasa dalam menyelesaikan buku ini.

    Jakarta, 5 September 201 1 Serian Wijatno

  • Prof dr. Aris Pongtuluran. MPH., Ph,l)-- ICetur b'rogram Stud1 iGfM Ur~iversitalr Krisrerl Krida W,rc;ura

    (ITKKIIIA) Jakarra

    Pengalaman membuktikan bahwa kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan penelitiannya adalah kurangnya pemahaman ten- tang metode yang digunakan. Sering kali mahasiswa terperangkap pada penggunaan metode yang tidak dikuasainya dengan baik. Alat ukur yang dibuat tidak mencerminkan objek yang hendak diukur. Dimensi atau indicator turunan variabel tidak jelas sehingga tidak sesuai dengan tujuan penelitiannya. Pada akhirnya, tujuan penelitian dan metode yang dipakai tidak sejalan dan searah.

    Seperti diketahui bersama bahwa dalam dunia penelitian ilmiah kita mengenal beberapa metode yaitu metode kuantitatif, kualitatif, dan mix- method. Metode kuantitatif sekarang ini banyak digunakan, bukan saja oleh ilmu-ilmu eksakta, tetapi juga ilmu-ilmu sosial, termasuk di dalamnya ilmu manajemen dan pendidikan. Metode kualitatifagak jarang digunakan, karena selain dianggap baru, metode ini juga kurang mengakar, kurang sosialisasinya, dan dianggap sangat subjektif. Kombinasi antara keduanya kita kenal metode gabungan atau campuran (mix-method). Penggunaan mix method hanya dapat dilakukan dengan baik kalau metode kuantitatif dan metode kualitatif dipahami dengan baik.

  • Buku Metode Fenomenologi Aplikasi pada Entrepreneurship memper-- kenalkan cara pendekatan lain dalam penelitian tentang Entrepreneurship. Metode ini sangac umum digunakan dalam dunia pendidikan, kepcrawatan, dan konseling di mana peneliti langsung bcrhadapan dengan partisipan

    dan bertujuan mengungkap hakikat pengalaman mereka. Dengan meng- gunakan teknik in-depth analysis, peneliti bertujuan mendapatkan esensi pengalaman tersebut dan ini dianggap sebagai new discoveries. Dalam dunia bisnis dan manaj