Bu Susi - Perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil

of 27/27
PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL 1. PERUBAHAN SISTEM REPRODUKSI 1.1 Uterus Uterus merupakan organ otot lunak yang sangat unik yang mengalami perubahan cukup besar selama kehamilan. Otot uterus menjadi meregang dan bertambah besar yang disebut dengan istilah hiperplasia. Hal ini terjadi karena pengaruh dari kinerja hormon dan tumbuh kembang janin. Ukuran uterus sebelum hamil yaitu berkisar 7,5cm x 5cm x 2,5cm dan berkembang pesat menjadi 30cm x 22,5cm x20cm selama kehamilan seiring pertumbuhan janin. Berat uterus meningkat 20 kali dari semula, dari 60 gr menjadi 1100 gram. Pada akhir trimester pertama yaitu saat umur kehamilan berkisar antara 3-4 bulan, lapisan dinding uterus menebal dari 10mm menjadi 25mm. Namun saat trimester selanjutnya, lapisan dinding uterus menipis antara 5 sampai 10mm. Pertumbuhan uterus yang terutama terjadi pada trimester kedua adalah proses hipertropi atau pembesaran ukuran uterus, hal ini terjadi karena adanya berbagai rangsangan pada uterus untuk melakukan pembesaran ukuran. Pertumbuhan janin membuat uterus meregang sehingga
  • date post

    13-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    14
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Makalah Perubahan Fisiologis pada Ibu Hamil

Transcript of Bu Susi - Perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil

PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL1. PERUBAHAN SISTEM REPRODUKSI

1.1 Uterus

Uterus merupakan organ otot lunak yang sangat unik yang mengalami perubahan cukup besar selama kehamilan.

Otot uterus menjadi meregang dan bertambah besar yang disebut dengan istilah hiperplasia. Hal ini terjadi karena pengaruh dari kinerja hormon dan tumbuh kembang janin.Ukuran uterus sebelum hamil yaitu berkisar 7,5cm x 5cm x 2,5cm dan berkembang pesat menjadi 30cm x 22,5cm x20cm selama kehamilan seiring pertumbuhan janin.Berat uterus meningkat 20 kali dari semula, dari 60 gr menjadi 1100 gram.

Pada akhir trimester pertama yaitu saat umur kehamilan berkisar antara 3-4 bulan, lapisan dinding uterus menebal dari 10mm menjadi 25mm. Namun saat trimester selanjutnya, lapisan dinding uterus menipis antara 5 sampai 10mm.Pertumbuhan uterus yang terutama terjadi pada trimester kedua adalah proses hipertropi atau pembesaran ukuran uterus, hal ini terjadi karena adanya berbagai rangsangan pada uterus untuk melakukan pembesaran ukuran. Pertumbuhan janin membuat uterus meregang sehingga menstimulasi sintesis protein pada bagian miometrium uterus.

Sebelum terjadinya kehamilan, uterus merupakan salah satu organ yang berada di rongga pelvis, namun saat akhir trimester I kehamilan uterus menjadi organ yang berada di rongga abdomen. Letak uterus tidak terlalu anteversi maupun antefleksi. Posisinya di rongga abdomen cenderung menempati rongga kanan atas, hal ini dikarenakan colon menempati bagian kiri dari rongga pelvic, sehingga posisi uterus saat pertumbuhannya menjadi cenderung ke sebelah kanan. Posisi plasenta juga akan mempengaruhi penebalan dari sel otot uterus tersebut. Uterus akan mengelilingi tempat dari implantasi plasenta dan akan bertambah lebih cepat dibandingkan dengan bagian uterus lainnya, maka hal ini akan menyebabkan uterus menjadi tidak rata. Kejadian ini disebut sebagai tanda Piskacek. Pada triwulan akhir kehamilan, ismusakan menjadi segmen bawah dari uterus. Pada saat ini pula otot-otot uterus bagian atas akan berkontraksi hingga segmen bawah uterus semakin melebar dan menipis. Batas antara segmen yang tebal dan tipis tersebut disebut dengan lingkaran retraksi fisiologis. Endometrium

Selama kehamilan, lapisan endometrium uterus menjadi lebih tebal dan lebih banyak pembuluh darah terutama di bagian fundus uteri tempat implantasi normal plasenta yang biasa disebut desidua. Desidua kaya akan cadangan glikogen untuk memenuhi kebutuhan blastosit sebelum terbentuknya plasenta, oleh sebab itulah lapisan desidua lebih tebal. Endometrium menjadi 6-8mm lebih tebal ini disebabkan karena pertumbuhan janin dan produksi progesteron oleh corpus luteum. Miometrium

Miometrium merupakan bagian uterus yang sangat memegang peranan penting yang terdiri dari banyak jaringan otot. Selama kehamilan, serat otot miometrium menjadi lebih berbeda dan strukturnya lebih terorganisir dalam rangka persiapan kinerjanya saat persalinan.1.2 Serviks

Seiring berangsur-angsurnya perubahan uterus selama kehamilan, serviks pun ikut mengalami perubahan. Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Perubahan ini terjadi akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinya edema pada seluruh serviks . Struktrur dari serviks berubah dari yang tadinya kaku menjadi sangat elastis atau lunak yang mana dapat meregang hingga diameter 10cm atau lebih selama persalinan yang disebut dengan tanda hegar.

Serviks manusia merupakan organ yang kompleks dan heterogen yang mengalami perubahan yang luar biasa selama kehamilan dan persalinan. Bersifat seperti katup yang bertanggung jawab menjaga janin didalam uterus sampai akhir kehamilan dan selama persalinan. Proses perbaikan serviks terjadi setelah persalinan. Sehingga kehailan siklus berikutnya akan datang.

1.3 Ovarium

Selama kehamilan, ovulasi berhenti karena adanya peningkatan estrogen dan progesteron yang menyebabkan penekanan sekresi FSH dan LH dari hipofisis anterior. Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesteron dalam jumlah yang relative minimal. Corpus luteum akan mensekresi progesteron sampai usia kehamilan 16 minggu tepatnya setelah plasenta terbentuk dan berfungsi.

1.4 Vagina dan Vulva

Vagina dan vulva akibat hormon estrogen mengalami perubahan pula. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (livide). Tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna porsio pun berubah tampak livide. Pembuluh-pembuluh darah alat genitalia interna akan membesar. Hal ini dikarenakan oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genitalia tersebut meningkat. Produksi estrogen juga dapat menyebabkan perubahan lapisan otot dan epithelium vagina sehingga menjadi lebih elastis. Selain itu, perubahan dari ephitelium tersebut menyebabkan peningkatan seksresi cairan vagina yang dinamakan Leccorhoea. Vagina juga akan mengeluarkan cairan. Volume sekresi ini akan meningkat, dimana sekresi yang dihasilkan vagina berwarna keputihan denganpH pada kisaran 3,5-6. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan dari produksi asam laktat glikogen yangdihasilkan oleh epitel dari vagina.2. PERUBAHAN SISTEM KARDIOVASKULAR

Volume darah yang dipompakan masing-masing ventrikel setiap menitnya disebut Cardiac Output (CO). Kadar normal CO untuk orang dewasa sehat yaitu berkisar 5L/menit, namun dapat pula meningkat hingga 20-25L/menit. Keadaan ini akan berbeda pada masing-masing individu tergantung aktivitas yang biasa dilakukan.Selama kehamilan, perubahan drastis terjadi pada sistem kardiovaskuler. Perubahan ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ibu sekaligus janin selama kehamilan. Sirkulasi uteroplasenta turut mengikuti perubahan transport gas, nutrisi dan hasil buangan ibu dan janin.Adaptasi sistem kardiovaskuler kehamilan yang penting terjadi pada trimester awal kehamilan. Sistem imun dan sistem hormonal bekerjasama segera untuk mulai adaptasi hemodinamik. Perubahan hemodinamik yang paling penting pada sirkulasi selama kehamilan adalah peningkatan volume darah dan Cardiac Output serta penurunan tahanan pembuluh perifer. Perubahan yang lain terjadi pada letak dan ukuran jantung, detak jantung, stroke volume dan distribusi darah.

Volume jantung meningkat dari 70 ml menjadi 80 ml antara trimester I dan trimester III. Perubahan anatomi dan fisiologi normal jantung dapat pula mengakibatkan perubahan suara jantung. Desiran sistol dan diastol dapat ditemukan pada usia kehamilan 12-20 minggu. Pada wanita yang tidak hamil, suara desiran diastol merupakan suatu kelainan, namun pada wanita hamil hal tersebut tidak terlalu signifikan karena peningkatan aliran darah pada katup trikuspidal.Peningkatan Cardiac Output disebabkan oleh peningkatan denyut jantung dan stroke volume. Peningkatan stroke volume terjadi secara progresif selama trimester pertama dan kedua berkisar 30% dibandingkan keadaan tidak hamil.Perubahan uterus yang semakin membesar juga merupakan pengaruh utama perubahan cardiac output sesuai posisi tubuh ibu hamil. Pada posisi terlentang, uterus menekan vena cava inferior sehingga terjadi penurunan aliran darah balik vena serta penurunan cardiac output hingga 20-30%. Hal ini dinamakan dengan sebutan Supine Hipotensi, yaitu meningkatkan denyut jantung karena terjadi penurunan CO.Peningkatan volume darah total termasuk didalamnya peningkatan volume plasma yang begitu signifikan (50%) dibandingkan peningkatan sel darah merah (18%) juga merupakan sebab peningkatan CO. Darah yang diperlukan uterus meningkat dari 100ml/min pada akhir trimester pertama menjadi 500ml/menit selama kehamilan. Proses hemodelusi pada kehamilan dan penurunan kadar Hb sering menyebabkan anemia fisiologis.3. PERUBAHAN PERNAPASAN (RESPIRASI)

Kehamilan mempengaruhi perubahan sistem pernafasan pada volume paru-paru dan ventilasi. Perubahan anatomi dan fisiologi sistem pernapasan selama kehamilan diperlukan untuk memenuhi peningkatan metabolisme dan kebutuhan oksigen bagi tubuh ibu dan janin. Perubahan tersebut terjadi karena pengaruh hormonal dan biokimia.

Relaksasi otot dan kartilagi toraks menjadikan bentuk dada berubah. Diafragma menjadi lebih naik sampai 4 cm dan diameter melintang dada menjadi 2 cm. Perubahan ini menyebabkan perubahan sistem pernapasan yang tadinya pernapasan perut menjadi pernapasan dada oleh karena itu diperlukan perubahan letak diafragma selama kehamilan.

Kapasitas inspirasi meningkat progresif selama kehamilan selain itu tidal volume meningkat sampai 40%. Peningkatan volume tidal ini menyebabkan peningkatan ventilasi pernapasan per menit yaitu jumlah udara yang masuk dalam satu menit. Karena pertukaran udara selama kehamilan meningkat oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk nafas dalam daripada nafas cepat. Pada akhir kehamilan, ventilasi pernapasan permenit meningkat 40%. Perubahan ini mengakibatkan resiko hiperventilasi pada ibu. Walaupun hiperventilasi secara normal menyebabkan alkalosis, hal ini tidak diakibatkan adanya peningkatan kompensasi ekskresi bikarbonat di ginjal. Namun hiperventilasi ini disebabkan oleh efek progesteron secara langsung di pusat pernapasan. Ibu hamil mungkin merasa cemas akan terjadinya dyspnoe dan merasa pusing saat napas pendek yang biasanya terjadi ketika duduk di bawah.

4. PERUBAHAN SISTEM PERKEMIHAN (URINARIA)

Selama kehamilan sistem perkemihan mengalami berbagai perubahan struktural dan fungsional dengan banyaknya perubahan struktural yang bertahan dengan baik sampai periode postpartum. Perubahan utama selama kehamilan adalah retensi natrium dan peningkatan cairan ekstraseluler.

a) Ginjal

Ginjal ibu hamil harus bekerja sebagai organ ekskresi primer bagi janin, disamping beruhubungan dengan peningkatan volume dan metabolisme intravascular dan ekstraseluler. Perubahan ginjal secara fisiologis selama kehamilan berhubungan dengan efek progesteron dalam merelaksasikan otot serta tekanan dari perubahan uterus dan perubahan sistem kardiovaskuler.Peningkatan panjang ginjal mencapai 1,5cm, hal ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah, volume pembuluh darah serta peningkatan cairan ruang interstitial. Ukuran glomerulus bertambah namun jumlah selnya tidak berubah. Secara keseluruhan, struktur mikroskopik ginjal wanita hamil dan tidak hamil sama saja.

b) UreterBagian-bagian ginjal seperti calix renal, pelvis renal dan ureter mengalami dilatasi, perpanjangan, peningkatan tonus otot dan penurunan gerak peristaltik. Perubahan tersebut mengiringi terjadinya hemodinamik, filtrasi glomerulus dan kinerja tubular. Dilatasi calix renal, pelvis renal dan ureter dimulai pada trimester pertama dan menetap sampai trimester ketiga pada lebih dari 90% wanita.Pada 85% wanita, ureter yang berdilatasi ke arah kanan lebih banyak daripada kea rah kiri, mungkin disebabkan oleh dextrorotasi uterus karena adanya kolon sigmoid di kuadran kiri rongga pelvik.

c) Vesica Urinaria

Kapasitas vesica urinaria meningkat pada kehamilan mencapai 1000ml. Estrogen mempengaruhi hipertropi lapisan vesica urinaria. Mukosa vesica urinaria menjadi hiperemis karena peningkatan ukurannya. Mukosa juga menjadi oedema, makanya rentan terkena trauma atau serangan infeksi.

d) Fisiologi Perkemihan Kehamilan

Adanya peningkatan 60% aliran darah sampai akhir trimester pertama yang kemudian secara bertahap turun sampai akhir kehamilan. Glomerulus Filtration Rate meningkat 50% selama kehamilan yang dimulai segera setelah konsepsi dan berakhir minggu ke-9 sampai 16.Kadar glukosa urin dapat meningkat selama kehmailan. Tubulus mengalami penurunan kemampuan dalam mengabsorbsi glukosa. Glukosuria umumnya terjadi pada kehamilan. Proteinuria juga umum terjadi selama kehamilan karena ada eksresi berlebih asam amino, namun proteinuria dengan hipertensi merupakan masalah serius.

5. PERUBAHAN SISTEM PENCERNAAN (GASTROINTESTINAL)

Selama kehamilan kebutuhan nutrisi ibu seperti vitamin dan mineral meningkat. Nafsu makan ibu meningkat sehingga intake makanan juga meningkat. Beberapa wanita hamil mengalami penurunan nafsu makan atau mengalami mual dan muntah. Gejala tersebut mungkin berhubungan dengan peningkatan hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG).

Perubahan-perubahan yang mungkin terjadi saat hamil :

a) Kavitas Mulut (Oral Cavity)Salivasi meningkat akibat gangguan menelan yang berhubungan dengan mual yang terjadi terutama pada awal kehamilan. Pengeroposan gigi selama kehamilan bukan terjadi akibat kurangnya kalsium dalam gigi namun pengeroposan gigi mungkin terjadi akibat penurunan pH mulut selama kehamilan. Dentalcalciumis bersifat stabil dan tidak berkurang selama kehamilan seperti halnya kalsium tulang. Hipertrophi dan gusi yang rapuh dapat terjadi akibat peningkatan hormon estrogen. Defisiensi vitamin C juga dapat mengakibatkan gusi bengkak dan mudah berdarah. Keadaan gusi dapat kembali normal pada awal masa puerpurium.

b) Motilitas Gastrointestinal

Selama kehamilan motilitas gastrointestinal mengalami penurunan akibat peningkatan hormon progesteron yang dapat menurunkan produksi motilin yaitu suatu peptida yang dapat menstimulasi pergerakan otot usus. Waktu transit makanan yang melewati gastrointestinal melambat/lebih lama dibanding pada wanita yang tidak hamil. Hal tersebut menyebabkan peningkatan penyerapan air dan sodium diusus besar yang mengakibatkan konstipasi.c) Lambung dan EsofagusProduksi lambung yaitu asam hidroklorik meningkat terutama pada trimester pertama kehamilan. Pada umumnya keasaman lambung menurun. Produksi hormon gastrin meningkat secara signifikan mengakibatkan peningkatan volume lambung dan penurunan pH lambung. Produksi gastrik berupa mukus dapat mengalami peningkatan. Peristaltik esofagus menurun, menyebabkan refluks gastrik akibat dari lamanya waktu pengosongan lambung dan dilatasi atau relaksasi cardiac sphincter. Gastric reflux lebih banyak terjadi pada kehamilan lanjut karena elevasi lambung akibat pembesaran uterus. Disamping menyebabkan heartburn, perubahan posisi berbaring seperti posisi litotomi, penggunaan anestesi berbahaya karena dapat meningkatkan regurgitasi dan aspirasi.

d) Usus besar, usus kecil dan appendiksUsus besar dan kecil bergeser keatas dan lateral, apendik bergeser secara superior Lateral pada ruang panggul. Posisi organ-organ tersebut kembali ke normal pada awal puerpurium. Pada umumnya motilitas mengalami penurunan seperti halnya tonus gastrointestinal yang mengalami penurunan.

e) Kandung Empedu

Fungsi kandung empedu mengalami perubahan selama kehamilan karena hipotonia pada otot dinding kandung empedu. Waktu pengosongan lebih lambat dan inkomplit. Empedu mengalami penebalan dan empedu yang stasis menyebabkan formasi batu empedu.

f) Liver

Tidak terjadi perubahan morfologi pada hati selama kehamilan normal, namun fungsi hati mengalami penurunan. Aktifitas serum alkalin fosfatase mengalami gangguan yang mungkin disebabkan karena peningkatan isoenzim alkalin fosfatase plasenta. Penurunan rasio albumin/globulin terjadi selama kehamilan merupakan suatu keadaan yang normal.6. PERUBAHAN SISTEM ENDOKRIN

Perubahan penting pada sistem endokrin yang penting terjadi untuk mempertahankan kehamilan, pertumbuhan normal janin, dan pemulihan pasca partum (nifas). Tes HCG positif dan kadar HCG meningkat cepat menjadi dua kali lipat setiap 48 jam sampai kehamilan 6 minggu. Perubahan-perubahan normal hormonal selama kehamilan terutama akibat produksi estrogen dan progesteron plasenta dan juga hormon-hormon yang dikeluarkan oleh janin. Berikut perubahan-perubahan hormonal selama kehamilan dari trimester satu sampai trimester tiga.

Estrogen

Produksi estrogen plasenta terus naik selama kehamilan dan pada trimester akhir kehamilan kadarnya kira-kira 100 kali sebelum hamil.

Progesteron

Produksi progesteron bahkan lebih banyak disbanding estrogen. Pada akhir kehamilan produksinya kira-kira 250 mg/hari. Progesteron menyebabkan tonus otot polos menurun dan juga diuresis. Progesteron menyebabkan lemak disimpan dalam jaringan sub kutan di abdomen, punggung, dan paha atas. Lemak berfungsi sebagai cadangan energi pada masa hamil maupun menyusui.

Human Chorionic GonadotropinHormon ini dapat terdeteksi beberapa hari setelah pembuahan dan merupakan dasar tes kehamilan. Puncak sekresinya terjadi kurang lebih 60 hari setelah konsepsi. Fungsi utamanya adalah mempertahankan korpus luteum. Human Placental Lactogen

Hormon ini diproduksi terus naik dan pada saat aterm produksinya mencapai 2 gram/hari. Efeknya mirip dengan hormon pertumbuhan. Hormon ini bersifat diabetogenik, sehingga kebutuhan insulin wanita hamil naik.

Pituitary Gonadotropin

FSH dan LH berada dalam keadaan sangat rendah selama kehamilan, karena ditekan oleh estrogen dan progesteron plasenta.

Prolaktin

Produksinya terus meningkat sebagai akibat kenaikan sekresi estrogen. Sekresi air susu sendiri dihambat oleh estrogen di tingkat target organ.

Growth Hormon (GH)Produksinya sangat rendah karena ditekan oleh HPL.

Tiroksin

Kelenjar tiroid mengalamin hipertropi dan produksi T4 meningkat, tetapi T4 bebas relative tetap karena tyroid blinding globulin meninggi sebagai akibat tingginya estrogen dan juga merupakan akibat hyperplasia jaringan glandular dam peningkatan vaskularisasi. tiroksin mengatur metabolisme.

7. PERUBAHAN SISTEM MUSKULOSKELETALPada kehamilan trimester III, sendi pelvic sedikit dapat bergerak. Perubahan tubuh secara bertahap dan peningkatan berat badan wanit hamil menyebabkan postur dan cara berjalan wanita berubah secara mencolok. Peningkatan distensi abdomen yang membuat panggul yang miring ke depan, penurunan tonus otot perut dan peningkatan beban berat badan pada akhir kehamilan membutuhkan penyesuaian ulang kurvatura spinalis. Pusat gravitasi wanita bergeser ke depan.

Otot dinding perut meregang dan akhirnya kehilangan sedikit tonus otot. Selama trimester ketiga otot rektus abdominis dapat memisah menyebabkan isi perut menonjol di garis tengah tubuh. Umbilikus menjadi datar atau menonjol. Setelah melahirkan tonus otot secara bertahap kembali, tetapi pemisahan otot.Lordosis progresif merupakan gambaran yang karakteristik pada kehamilan normal. Untuk mengkompensasi posisi anterior uterus yang semakin membesar, lordosis menggeser pusat gravitasi ke belakang pada tungkai bawah. Mobilitas sendi sakroiliaka, sakrokoksigis, dan sendi pubis bertambah besar dan menyebabkan rasa tidak nyaman di bagian bawah punggung, khususnya pada akhir kehamilan. Selama trimester akhir rasa pegal, mati rasa, dan lemah dialami oleh anggota badan atas yang disebabkan oleh lordosis yang besar dengan fleksi anterior

8. KULITPada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam, dan terkadang akan sampai pada daerah payudara dan paha. Perubahan ini dikenal dengan striae gravidarum. Perubahan multipara selain striae kemerahan tersebut seringkali ditemukan garis perak berkilau yang merupakan sikratik dari striae sebelumnya.Pada banyak perempuan kulit di garis pertengahan kulitnya (linea alba) akan berubah menjadi hitam kecoklatan yang disebut dengan linea nigra. Kadang-kadang akan muncul dalam ukuran bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma atau melisma gravidarum. Selain itu, pada aerola dan dinding dan daerah genital juga akan terlihat pigmentasi yang berlebihan. Pigmentasi yang berlebihan tersebut akan menghilang atau sangat berkurang pada saat persalinan. Kontrasepsi oral juga dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi yang sama.

Perubahan ini dihasilkan dari cadangan melanin pada daerah epidermal dan dermal yang penyebab pastinya belum diketahui. Adanya peningkatan kadar serum MSH pada akhir bulan kedua masih sangat diragukan sebagai penyebabnya. Estrogen dan progesteron diketahui mempunyai peran dalam melanogenesis dan diduga bisa menjadi faktor pendorongnya.9. PAYUDARA

Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudara menjadi semakin lunak. Seletah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan vena vena dibawah kulit akan lebih terlihat. Puting payudara akan lebih besar, kehitaman, dan tegak. Areola akan lebih besar dan kehitaman. Kelenjar sebasea dari areola akan membesar dan cenderung menonjol keluar. Saat ibu hamil perubahan berat dan bentuk tubuh mulai terasa mulai pinggul, perut hingga payudara. Khusus payudara saat itu memang sedang mempersiapkan ASI untuk sang bayi. Lama kelamaan akan membesar seiring lamanya kehamilan. Perubahan payudara ini bisa dilihat dari puting yang mulai gelap dan menjadi sensitif serta areola yang membesar. Sebab acinus zat yang memproduksi ASI terletak di ujung saluran akan tumbuh dan berkembang selama kehamilan untuk mempersiapkan makanan bayi.Sebelum hamil seorang perempuan bisa memiliki payudara dengan berat 200g secara total yaitu kanan dan kiri. Dan saat hamil bisa meningkat 400-600g, sedangkan diakhir kehamilan beratnya bisa mencapai 800g hingga akhir priode menyusui. Dengan perbandingan 3-4 kali lebih berat dari berat normalnya. 10. METABOLISME

Perubahan metabolisme pada kehamilan: Metabolisme basal naik sebesar 15-20% dari semula, teru-tama pada trimester ketiga. Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 mEq per liter menjadi 145 mEq per liter disebabkan hemo-delusi darah dan kebutuhan mineral yang diperlukan janin. Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan, dan persiapan laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi sekitar 0,5 g/kg berat badan atau sebutir telur ayam sehari. Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil:

a. Kalsium, 1,5 gram setiap hari, 30-40 gram untuk pembentukan tulang janin.

b. Fosfor, 2 gram dalam sehari.

c. Zat besi, 800 mg atau 30-50 mg per hari.

d. Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi retensi air.

11. BERAT BADAN

Pada wanita hamil terhadi pertukaran zat dalam tubuh sehingga berpengaruh pada berat badan ibu. Berat badan ibu hamil bertambah. Berat badan ibu hamil akan bertambah antara 6,5-16,5 kg selama hamil atau terjadi kenaikan berat badan 0,5 kg/minggu. Penambahan berat badan tersebut disebabkan oleh adanya berat janin, berat plasentam dan air ketuban. Selain itu, penimbunan lemak seperti pada buah dada, pantat, dan retensi air yang mencapai 1,5 kg selama kehamilan.

Penimbangan berat badan pada saat pemeriksaan sangat penting karena kenaikan berat badan yang terlalu banyak menandakan retensi air yang berlebihan atau keadaan yang disebut juga praoedema. dan merupakan gejala dini dari texomia gravidarum.PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL

Kehamilan adalah suatu peristiwa alami dan fisiologis yang terjadi pada wanita yang didahului oleh suatu peristiwa fertilisasi pembentukan zigot dan akhirnya menjadi janin yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan di dalam uterus sampai proses persalinan. Kehamilan bagi seorang wanita merupakan salah satu periode krisis dalam kehidupannya.

Perubahan Psikologis Pada Masa kehamilan : trismester I (periode adaptasi), trimester II (periode adaptasi) dan trimester III (periode penunggu)1. TRIMESTER I

Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Sebagian besar wanita merasa sedih tentang kenyataan bahwa ia hamil. Perasaan ini biasanya berakhir dengan sendirinya seiring ia menerima kehamilannya, sementara itu, beberapa ketidaknyamanan pada trimester pertama, seperti mual , kelemahan, perubahan nafsu makan, kepekaan emosional, semua ini dapat mencerminkan konflik dan depresi yang ia alami dan pada saat bersamaan hal-hal tersebut menjadi pengingat tentang kehamilannya. Trimester pertama sering menjadi waktu yang menyenangkan untuk melihat apakah kehamilan akan dapat berkembang dengan baik. Hal ini akan terlihat jelas terutama pada wanita yang telah beberapa kali mengalami keguguran.Berat badan sangat bermakna bagi wanita hamil selama trimester pertama.Berat badan dapat menjadi salah satu uji realitas tentang keadaannya karena tubuhnya menjadi bukti nyata bahwa dirinya hamil.Pembuktian kehamilan dilakukan berulang-ulang saat wanita mulai memeriksa dengan cermat setiap perubahan tubuh, yang merupakan bukti adanya kehamilan.Bukti yang paling kuat adalah terhentinya menstruasi.

Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi antara wanita yang satu dan yang lain. Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual, tetapi secara umum trimester pertama merupakan waktu terjadinya penurunan libido dan hal ini memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangan masing-masing. Biasanya pada Trimester I ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :

a) Merasa tidak sehat dan benci kehamilannya.

b) Selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya.

c) Mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil.

d) Mengalami gairah seks yang lebih tinggi tapi libido turun.

e) Khawatir kehilangan bentuk tubuh.

f) Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga.

g) Ketidakstabilan emosi dan suasana hati.

2. TRIMESTER II

Trimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil.Namun, trimester kedua juga merupakan fase ketika wanita menelusur ke dalam dan paling banyak mengalami kemunduran. Pada trimester kedua, mulai terjadi perubahan pada tubuh.Sebagian besar wanita merasa lebih erotis selama trimester kedua, kurang labih 80% wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibanding pada trimester pertama dan sebelum hamil. Trimester kedua relatif terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik, dan ukuran perut wanita belum menjadi masalah besar, lubrikasi vagina semakin banyak pada masa ini, kecemasan, kekhawatiran dan masalah-masalah yang sebelumnya menimbulkan ambivalensi pada wanita tersebut mereda. Selain itu tanda-tanda lain adalah :

a) Ibu sudah mulai merasa sehat dan mulai bisa menerima kehamilannya.

b) Mulai merasakan gerakan bayi dan merasakan kehadiran bayi sebagai seseorang di luar dirinya.

c) Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban.

d) Libido dan gairah seks meningkat.

3. TRIMESTER III

Trimester ketiga sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Pada periode ini wanita mulai menyadari kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah sehingga ia menjadi tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ada perasaan was-was mengingat bayi dapat lahir kapanpun. Hal ini membuatnya berjaga-jaga sementara ia memperhatikan dan menunggu tanda dan gejala persalinan muncul. Trimester ketiga merupakan waktu, persiapan yang aktif terlihat dalam menanti kelahiran bayi dan menjadi orang tua sementara perhatian utama wanita terfokus pada bayi yang akan segera dilahirkan. Pergerakan janin dan pembesaran uterus, keduanya menjadi hal yang terus menerus mengingatkan tentang keberadaan bayi. Wanita tersebut lebih protektif terhadap bayinya. Sebagian besar pemikiran difokuskan pada perawatan bayi. Ada banyak spekulasi mengenai jenis kelamin dan wajah bayi itu kelak. Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ketiga.Wanita mungkin merasa cemas dengan kehidupan bayi dan kehidupannya sendiri. Seperti: apakah nanti bayinya akan lhir abnormal, terkait persalinan dan pelahiran (nyeri, kehilangan kendali, hal-hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan bayi.

Pada pertengahan trimester ketiga, peningkatan hasrat seksual yang terjadi pada trimester sebelumnya akan menghilang karena abdomennya yang semakin besar menjadi halangan. Alternatif untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau dapat menimbulkan perasaan bersalah jika ia merasa tidak nyaman dengan cara-cara tersebut. Berbagi perasaan secara jujur dengan pasangan dan konsultasi mereka dengan anda menjadi sangat penting. Perubahan lainnya adalah :

a) Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.

b) Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dalam kondisi yang tidak normal.c) Semakin ingin menyudahi kehamilannya.

d) Tidak sabaran dan resah.

e) Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya.

f) Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya.DAFTAR PUSTAKA

Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung: Penerbit ELEMAN.

Kusmiyati, Yuni, dkk. 2010. Perawatan Ibu Hamil (Asuhan Ibu Hamil). Yogyakarta: Fitramaya.

Maryunani, A. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan. Jakarta: Trans Info Media.

Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka

Afifa, Tecky. 2013. Perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil. http://tecky-afifah.blogspot.com/2013/04/perubahan-fisiologis-ibu-hamil.html. Diakses pada 16 Maret 2013.