BST Glaukoma

download BST Glaukoma

of 16

  • date post

    06-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    264
  • download

    1

Embed Size (px)

description

BST Glaukoma

Transcript of BST Glaukoma

ANALISIS KASUS BED SIDE TEACHING

Nama Pasien: Tn. KPekerjaan: Tukang BangunanUsia: 53 tahunJaminan kesehatan: BPJSJenis Kelamin: Laki-lakiTanggal periksa: 06 Oktober 2015Agama: IslamAlamat: Semarang

PROBLEMHYPOTHESISMORE INFODONT KNOWLEARNING ISSUEPROBLEM SOLVING

1. ANAMNESISAutoanamnesis 06 Oktober 2015 di Poliklinik mata RSUD Tugurejo SemarangKeluhan Utama : Kedua mata tidak bisa melihatRiwayat Penyakit SekarangPasien datang dengan keluhan kedua mata tidak bisa melihat sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan tidak bisa melihat dirasakan secara tiba-tiba, saat bangun tidur. Keluhan itu disertai rasa cekot-cekot disekitar mata, nyeri kepala. Keluhan pandangan kabur sebelumnya, melihat kabut, melihat pelangi, mual dan muntah disangkal. Saat ini pasien merasa kedua mata nrocos.

Riwayat Penyakit DahuluKeluhan serupa sebelumnya: disangkal

Riwayat operasi mataRiwayat sakit mataRiwayat tekanan darah Mulai diketahui sejak 1 bulan yang lalu, tidak terkontrolRiwayat kencing manisMulai diketahui sejak 1 bulan yang lalu, tidak terkontrolRiwayat trauma mataRiwayat Penyakit JantungRiwayat alergi obatRiwayat pemakaian kacamata: disangkal: disangkal :

:

: disangkal: diakui: disangkal

: disangkalRiw

Riwayat Penyakit KeluargaKeluhan serupa: disangkal

Riwayat tekanan darah tinggi: disangkal

Riwayat diabetus mellituss: disangkal

Riwayat alergi obat: disangkal

Sosial ekonomiAwalnya pasien bekerja sebagai tukang bangunan, namun sekarang pasien tidak bekerja. Biaya pengobatan menggunakan BPJS2. PEMERIKSAAN FISIKStatus GeneralisataKeadaan Umum : baikKesadaran : compos mentisStatus Gizi : BB/TB tidak diperiksa (kesan gizi cukup)Vital SignTD : 140/90 mmHgNadi : 88 x/menit, reguler, isi dan tegangan cukupRR : 20 x/menitSuhu : tidak dilakukanStatus Ophtalmikus

OD OS

Pupi Midriasil

ODOS

NLPVisusNLP

-Visus Koreksi-

tidak dilakukanSensus Coloristidak dilakukan

Bebas segalaarahPergerakan Bola MataBebas segala arah

OrtoforiaKedudukanBola MataOrtoforia

Tumbuh teratur,madarosis (-),SupersiliaTumbuh teratur, madarosis (-)

teratur, trikiasis (-), distikiasis (-)Siliateratur, trikiasis (-), distikiasis (-)

Tanda radang (-), spasme (-)Massa (-)Palpebra SuperiorTanda radang (-), spasme (-)Massa (-)

Ektropion (-),entropion (-)Margo PalpebraEktropion (-),entropion (-)

Tanda radang (-),

spasme (-)Massa (-)Palpebra InferiorTanda radang (-),

spasme (-)Massa (-)

hiperemis (-),secret (-), corpus alienum(-)Konjung-tiva PalpebraHiperemis (-), sekret (-), corpus alienum (-)

Injeksi konjung-tiva (+), injeksi silier (-), anemis (-), sekret (-), jaringan fibrovas-kuler (+) ukuran 2mm, corpus alienum(-)Konjung-tiva BulbiInjeksi konjung-tiva (-), injeksi silier (-), anemis (-), sekret (-), jaringan fibrovas-kuler (+)ukuran 2mm, corpus alienum (-)

Hiperemis (-), ikterik(-)SkleraHiperemis (-), ikterik(-)

Keruh, edema kornea (-), KorneaKeruh, edema kornea (-),

Kedalaman dangkal , jernih, tyndal effect (-), hifema (-), hipopion(-)COAKedalaman dangkal, jernih,tyndal effect (-), hifema (-), hipopion(-)

Kripte baik, sinekia (-), warna coklat kehitaman, iris shadow (-)IrisKripte baik, sinekia (-), warna coklat kehitaman, iris shadow (-)

Sentral, bulat, 5 mm, midriasil , reflek direk (-), reflek indirek (-).PupilSentral, bulat, 5 mm, midriasil, reflek direk (-), reflek indirek (-)

Keruh Tak RataLensaJernih,

Tidak dilakukanFunduskopiTidak dilakukan

T dig N+1TIOT dig N+1

Diagnosis Banding :1. ODS Glaukoma absolut2. ODS Glaukoma Neovaskular3. ODS Retinopati Diabetika4. ODS Retinopati Hipertensi5. ODS Hipertensi Okuli6. Neuritis optik7. ODS Pterigium Gr I

Usulan : Tonometri Schiotz Gonioskopi Funduskopi

1. Fisiologi Humor Aquaous2. Glaukoma3. Retinopati hipertensi dan retinopati diabetik Terlampir

Ip Dx :ODS Glaukoma absolutIp Tx :Medikamentosa :R/ Betaxolol ED fl No. IS 2 dd gtt I ODS R/ Polynel ED fl No IS 4 ddgtt I ODS R/ Asetazolamid tab 250mg No. XIVS 2 dd tab pc

Konsul dokter Sp.D untuk terapi kontrol DM, HT dan jantungNon Medikamentosa :Jaga emosi, diit rendah garam kolesterol dan diit DM. Minum obat teraturIp Mx : Keadaan umum dan tanda vital TIO Gula darah Kadar elektrolit

Ip Ex : Menjelaskan kepada pasien tentang penyakitnya. Menjelaskan kepada pasien tentang terapi yang diberikan. Menjelaskan kepada pasien mengenai komplikasi penyakit pasien.

Prognosis :ODQuo ad Fungsionam: dubia ad malamQuo ad Vitam : dubia Quo ad Sanam : dubia Quo ad Cosmeticam : dubia ad bonam

OSQuo ad fungsionam : dubia ad malamQuo ad Vitam : dubia Quo ad Sanam : dubia Quo ad Cosmeticam : dubia ad bonam

4

LEARNING ISSUE

FISIOLOGI AQUEOUS HUMOR

Gambar . Sirkulasi fisiologi queous humorTekanan intraokular ditentukan oleh kecepatan pembentukan aqueous humor dan tahanan terhadap aliran ke luarnya dari mata.Komposisi Aqueous HumorAqueous humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi bilik mata depan dan belakang. Volumenya adalah sekitar 250 l, dan kecepatan pembentukannya yang memiliki variasi diurnal, adalah 2,5 l/mnt. Tekanan osmotiknya sedikit lebih tinggi dibandingkan plasma. Komposisi aqueous humor serupa dengan plasma, kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat piruvat, dan laktat yang lebih tinggi; protein, urea, dan glukosa yang lebih rendah.Pembentukan & Aliran Aqueous HumorAqueous humor diproduksi oleh korpus siliaris. Ultrafiltrat plasma yang dihasilkan di stroma processus siliaris dimodifikasi oleh fungsi sawar dan prosesus sekretorius epitel siliaris. Setelah masuk ke bilik mata depan lalu ke anyaman trabekular di sudut bilik mata depan. Selama itu, terjadi pertukaran diferensial komponen-komponen aqueous dengan darah di iris.Peradangan atau trauma intraokular menyebabkan peningkatan kadar protein. Hal ini disebut plasmoid aqueous dan sangat mirip dengan serum darah.Aliran Keluar Aqueous HumorAnyaman trabekular terdiri atas berkas-berkas jaringan kolagen dan elastik yang dibungkus oleh sel-sel trabekular, membentuk suatu saringan dengan ukuran pori-pori yang semakin mengecil sewaktu mendekati kanal Schlemm. Kontraksi otot siliaris melalui insersinya ke dalam anyaman trabekular memperbesar ukuran pori-pori di anyaman tersebut sehingga kecepatan drainase aqueous humor juga meningkat. Aliran ke dalam kanal Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transelular siklik di lapisan endotel. Saluran eferen dari kanal Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transelular siklik di lapisan endotel. Saluran eferen dari kanal Schlemm (sekitar 30 saluran pengumpul dan 12 vena aqueous) menyalurkan cairan ke dalam sistem vena. Sejumlah kecil aqueous humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris ke ruang suprakoroid dan ke dalam sistem vena corpus ciliare, koroid, dan sklera (aliran uveoskleral).Tahanan utama aliran keluar aqueous humor dari bilik mata depan adalah jaringan jukstakanalikular yang berbatasan dengan lapisan endotel kanal Schlemm, dan bukan sistem vena. Namun, tekanan di jaringan vena episklera menentukan nilai minimum tekanan intraokular yang dapat dicapai oleh terapi medis.

GLAUKOMADefinisiGlaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Kelainan mata galukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil saraf optik, dan mengecilnya lapang pandang. Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intraokular ini disebabkan : Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar Berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil (galukoma hambatan pupil)Pada glaukoma akan terdapat melemahnya fungsi mata dengan terjadinya gangguan lapang pandang dan kerusakan anatomi berupa ekskavasi (penggaungan) serta degenerasi papil saraf optik, yang dapat berakhir dengan kebutaan. Ekskavasi glaukomatosa, penggaungan atau ceruk papil saraf optik akibat glaukoma pada saraf optik. Luas atau dalamnya ceruk ini pada glaukoma kongenital dipakai sebagai indikator progesivitas glaucomaKlasifikasi Glaukoma Berdasarkan EtiologiA. Glaukoma primer1. Glaukoma sudut terbukaa. Glaukoma sudut terbuka primer (glaukoma sudut-terbuka kronik, glaukoma simpleks kronik)b. Glaukoma tekanan normal (glaukoma tekanan rendah)2. Glaukoma sudut tertutupa. Akutb. Subakutc. Kronikd. Iris plateauB. Glaukoma kongenital1. Glaukoma kongenital primer atau infantil2. Glaukoma yang berkaitan dengan kelainan perkembangan mata laina. Sindrom-sindrom pembelahan bilik mata depanSindrom AxenfeldSindrom Reiger

Sindrom Peterb. Aniridia 3. Glaukoma yang berkaitan dengan kelainan perkembangan ekstraokulara. Sindrom Sturge-Weberb. Sindrom Marfanc. Neurofibromatosis 1d. Sindrom Lowee. Rubela kongenitalC. Glaukoma sekunder1. Glaukoma pigmentasi2. Sindrom eksfoliasi3. Akibat kelainan lensa (fakogenik)a. Dislokasib. Intumesensic. Fakolitik 4. Akibat kelainan traktus uveaa. Uveitisb. Sinekia posterior (seklusio pupilae)c. Tumord. Edema corpus ciliare5. Sidrom iridokorneoendotelial (ICE)6. Traumaa. Hifemab. Kontusio/resesi sudutc. Sinekia anterior perifer7. Pascaoperasia. Glaukoma sumbatan siliaris (glaukoma maligna)b. Sinekia anterior periferc. Pertumbuhan epitel ke bawahd. Pascabedah tandur korneae. Pascabedah ablasio retina

8. Glaukoma neovaskulara. Diabetes melitusb. Oklusi vena centralis retinaec. Tumor intraokular9. Peningkatan tekanan vena episkleraa. Fistula karotis-kavernosab. Sindrom Sturge-Weber10. Akibat steroidD. Glaukoma absolut: hasil akhir semua glaukoma yang tidak terkontrol adalah mata yang keras, tidak dapat meli