BPH resus.docx

download BPH resus.docx

of 44

  • date post

    12-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    236
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of BPH resus.docx

REFLEKSI KASUSBENIGN PROSTAT HYPERPLASIA (BPH)

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Penyakit Bedah di RSUD Salatiga

Disusun olehRezky Mawarni, S.Ked20100310187

Diajukan Kepadadr. M Omar Rusydi, Sp.U

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA2015

HALAMAN PENGESAHANREFLEKSI KASUSBENIGN PROSTAT HYPERPLASIA (BPH)

Telah disetujui dan dipresentasikanPada tanggal 02 juli 2015

MenyetujuiDokter Pembimbing

dr. M Omar Rusydi, Sp.U

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.WbAlhamdulillah dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas refleksi kasus Benign Prostat Hyperplasia (BPH) ini. Sholawat dan salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.Presentasi kasus ini disusun untuk memenuhi sebagian syarat pendidikan profesi kedokteran pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah YogyakartaPada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang setulusnya kepada :1. dr. M Omar Rusydi, Sp.U selaku dosen pendidik klinik2. Rekan-rekan dokter muda, serta semua pihak yang telah membantuPenulisan presentasi kasus ini masih jauh dari kesempurnaan, karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang berguna.Semoga selanjutnya tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.Wassalamualaikum Wr.WbSalatiga, 01 juli 2015

Rezky Mawarni, S.Ked

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL....................................................................................................iHALAMAN PENGESAHAN.......................................................................ii!Unexpected End of FormulaDAFTAR ISI..........................................................................................ivBAB I.............................................................................................................2A.Identitas Pasien........................................................................2B.Anamnesis........................................................................................2C.Pemeriksaan Fisik....................................................................3D.Pemeriksaan Penunjang............................................................5E.Diagnosis..................................................................................5F.Terapi...........................................................................................6BAB II.......................................................................................................7TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................7I.Anatomi Prostat..........................................................................7II.Fisiologi Prostat.........................................................................9III.Definisi.......................................................................................9IV.Prevalensi....................................................................................9V.Etiologi......................................................................................10VI.Patofisiologi..............................................................................12VII.Diagnosis..................................................................................13VIII.Pemeriksaan Penunjang............................................................17IX.Penatalaksanaan.......................................................................23BAB III................................................................................................36PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN..............................................36DAFTAR PUSTAKA..........................................................................38

BAB IIDENTITAS PASIENA. Identitas PasienNama: Tn. GUmur: 60 tahunJenis Kelamin: Laki-lakiAgama: IslamAlamat: SruwenNo. Rm: 150609XXXXB. Anamnesis1. Keluhan UtamaKencing tidak lancar dan terasa nyeri.2. Riwayat Penyakit SekarangPasien mengeluh kencing tidak lancar dan nyeri 1 bulan yang lalu. Sering kencing (+), kencing tidak tuntas (+) kencing berpasir (-). Pasien tidak mengeluh pusing, mual dan muntah.3. Riwayat penyakit dahulu Pasienmengaku belum pernah mengalami keluhan serupa. Riwayat penyakit hipertensi (+), DM (-), sakit jantung (-), asma (-).4. Riwayat KeluargaRiwayat penyakit hipertensi (-), DM (-), sakit jantung (-), asma (-).

C. Pemeriksaan FisikKeadaan Umum: BaikKesadaran: Compos Mentis

Vital Sign:Tekanan Darah: 150/90 mm/HgNadi: 88 x/menitRespirasi: 20 x/menitSuhu: 26,80 CKepala: Simetris, mesochepalMata: Reflek cahaya (+), konjungtiva anemis(-), sklera Ikterik (-), pupil isokor(+) , diameter pupil 3 mm.Hidung : Discharge (-), deviasi septum (-).Mulut: Bibir kering (-), sianosis (-).Telinga: simetris, tidak ada kelainan bentukJantung Inspeksi: Iktus cordis tidak tampak Palpasi: Iktus cordis tidak kuat angkat Perkusi: Batas kiri atas SIC II LMC sinistra Batas kanan atas SIC II LPS Dextra Batas kiri bawah SIC V LMC sinistra Batas kanan bawah SIC IV LPS Dextra Auskultasi: S1 > S2 reguler, bising jantung tidak adaParu Inspeksi: Dada kanan dan kiri simetris Palpasi: Vokal fremitus kanan sama dengan kiri Perkusi: Sonor di seluruh lapangan paru Auskultasi: Suara dasar vesikuler kanan dan kiri, suara tambahan tidak Ada

Abdomen Inspeksi:Simetris (+), flat (+), sikatrik (-), tidak tampak masa. Palpasi: Supel (+), defans muskular (-), nyeri tekan (-), tidak teraba massa, Hepar tidak teraba, limpa tidak teraba. Perkusi: Timpani (+) Auskultasi: Bising usus normal, peristaltik normal (10x/menit)Ekstremitas:Edema (-), sianosis (-), akral dingin (-), CRT < 2 detik.Status Lokalis:Regio Suprapubik Inspeksi: Datar, tidak tampak massa Palpasi: Nyeri tekan (-), tidak teraba massa Perkusi: TimpaniRegio Genitalia Eksterna Inspeksi : Tidak tampak masa, tidak tampak pembesaran scrotum, terpasang foley catheter (+), produksi urin (+) 150 cc, urin berwarna kuning jernih (+) Palpasi : Nyeri tekan tidak ada, tidak teraba masa, tidak teraba pengerasan pada bagian ventral penis.Rectal taucher Besar prostat teraba 30 gram

D. Pemeriksaan Penunjang Hasil Laboratorium (09-06-2015)Pemeriksaan \ Hari02/02/2015Nilai Rujukan

Hemoglobin15,012 - 16 g/dl

Leukosit7,934,5 - 11 10^3/uL

Eritrosit5,404 - 5 10^6/uL

Trombosit313150 - 450 10^3 uL

Hematokrit47.538,00 - 47,00 %

GDS8886 108 Fl

PTT13,511.5-15.5 detik

APTT27.524-36.2 detik

INR1.10

Ureum2810-50 mg/dl

Kreatinin1.01.0-1.3 mg/dl

SGOT3510 ml/detik. Setelah menjalani pembedahan radikal pada daerah pelvis. Setelah gagal dengan terapi invasif, atau kecurigaan adanya buli-bulineurogenik.

10. Pemeriksaan yang tidak direkomendasikan pada pasien BPH Berbagai pemeriksaan saat ini tidak direkomendasikan sebagai piranti untuk diagnosis pada pasien BPH, kecuali untuk tujuan penelitian, di antaranya adalah (AUA practice guidelines committee, 2003) : IVU, kecuali jika pada pemeriksaan awal didapatkan adanya: hematuria, infeksi saluran kemih berulang, riwayat pernah menderita urolitiasis, dan pernah menjalani operasi saluran kemih. Uretrografi retrograd, kecuali pada pemeriksaan awal sudah dicurigai adanya striktura uretra. Urethral pressure profilometry (UPP) Voiding cystourethrography (VCU) External urethral sphincter electromyography Filling cystometrography

IX. PILIHAN TERAPI PASIEN BPH Tujuan terapi pada pasien BPH adalah mengembalikan kualitas hidup pasien. Terapi yang ditawarkan pada pasien tergantung pada derajat keluhan, keadaan pasien, maupun kondisi obyektif kesehatan pasien yang diakibatkan oleh penyakitnya. Pilihannya adalah mulai dari: (1) tanpa terapi (watchful waiting), (2) medikamentosa, dan (3) terapi intervensi (Tabel 1)4. Di Indonesia, tindakan Transurethral Resection of the prostate(TURP) masih merupakan pengobatan terpilih untuk pasien BPH (Ikatan Ahli Urologi Indonesia, 2000).

1) Watchful waiting Watchful waiting artinya pasien tidak mendapatkan terapi apapun tetapi perkembangan penyakitnya keadaannya tetap diawasi oleh dokter. Pilihan tanpa terapi ini ditujukan untuk pasien BPH dengan skor IPSS dibawah 7, yaitu keluhan ringan yang tidak menggangu aktivitas sehari-hari. Beberapa guidelines masih menawarkan watchful waiting pada pasien BPH bergejala dengan skor sedang (IPSS 8-19) (Roehrborn CG, 2001). Pasien dengan keluhan sedang hingga berat (skor IPSS > 7), pancaran urine melemah (Qmax< 12 mL/detik), dan terdapat pembesaran prostat > 30 gram tentunya tidak banyak memberikan respon terhadap watchful waiting.Pada watchful waiting, pasien tidak mendapatkan terapi apapun dan hanya diberi penjelasan mengenai sesuatu hal yang mungkin dapat memperburuk keluhannya, misalnya (1) jangan banyak minum dan mengkonsumsi kopi atau alkohol setelah makan malam, (2) kurangi konsumsi makanan atau minuman yang menyebabkan iritasi pada buli-buli (kopi atau cokelat), (3) batasi penggunaan obat-obat influenza yang mengandung fenilpropanolamin, (4) kurangi makanan pedas dan asin, dan (5) jangan menahan kencing terlalu lama. Setiap 6 bulan, pasien diminta untuk datang kontrol dengan ditanya dan diperiksa tentang perubahan keluhan yang dirasakan, IPSS, pemeriksaan laju pancaran urine, maupun volume residual urine. Jika keluhan miksi bertambah jelek daripada sebelumnya, mungkin perlu difikirkan untuk memilih terapi yang lain.2) Medikamentosa Pada saat BPH mulai menyebabkan perasaan yang mengganggu, apalagi membahayakan kesehatannya, direkomendasikan pemberian medikamentosa. Dalam menentukan pengobatan perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu dasar pertimbangan terapi m