Box Culvert (Isi)

download Box Culvert (Isi)

of 18

  • date post

    05-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    636
  • download

    121

Embed Size (px)

description

box culvert

Transcript of Box Culvert (Isi)

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSeorang teknisi di bidang kontruksi dan bangunan dituntut memiliki berbagi skill yang mendukung dalam praktik dan operasi di lapangan. Salah satunya ilmu bahan kontruksi. Ilmu ini sangat penting dalam praktik di lapangan. Kemampuan akan memilih bahan bangunan yang tepat dan akurat akan menjamin ketahanan dan kekuatan sebuah struktur kontruksi.Diantara sekian banyak produk berbahan beton, box culvert / gorong-gorong merupakan salah satu produk beton precast yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran), di bawah jalan, atau jalan kereta api. Namun, terkadang diantara kita belum mengenal dan mengetahui keberadaan box culvert mengenai bahan dasar pembuatan, proses, dan spesifiksi. Hal tersebutlah yang mendasari kami untuk melakukan survey lapangan terhadap proses produksi box culvert di PT. VARIA USAHA BETON. Selain itu laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Bahan agar dapat mengetahui lebih jauh tentang box culvert danhubungannya dengan konstruksi bangunan.

1.2 Rumusan Masalah1. Apa bahan dasar pembuatan box culvert ?2. Bagaimana proses pembuatan box culvert ?3. Apa kegunaan box culvert ?4. Apa sifat-sifat box culvert ?5. Apa kelebihan dan kelemahan box culvert ?

1.3 Tujuan Penulisan1. Mengetahui bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan box culvert2. Mengetahui proses pembuatan box culvert3. Mengetahui kegunaan box culvert4. Mengetahui sifat-sifat box culvert5. Mengetahui kelebihan dan kelemahan box culvert

1.4 Pembatasan MasalahLaporan ini hanya membahas proses pembuatanbox culvert yang dilakukan di PT. Varia Usaha Beton di Desa Sayung, Kota Demak dan hanya membahas tentang box culvertdalam fungsinya sebagai salah satu bahan bangunan.

1.5 Metode Pengumpulan DataDalam pembuatan laporan ini, penulis memakai beberapa metodepengumpulan data, antara lain :1. Metode Survei LapanganDalam hal ini, penulis langsung terjun ke lokasi untuk dapat melihat langsung segala proses yang berhubungan denganmateripenulisan.2. Metode InterviewDalam halini, penulis mengadakan tanya jawab dan wawancara langsung dengan narasumber yang lebih banyak mengetahui tentangmateripenulisan.3. Metode ReferensiDalam hal ini, penulis mencari referensi seperti dari buku, media massa, atau internet.

1.6 Sistematika PenulisanMakalah ini disusun dengan urutan sebagai berikut :Bab I PendahuluanPada bagian ini dijelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan,pembatasan masalah,metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.Bab IITinjauan PustakaPada bagian ini dijelaskan tentang gambaran umum lokasi survei dan definisi box culvert.Bab III PembahasanPada bagian ini dijelaskan tentangbahan dasarbox culvert,proses pembuatan box culvert, kegunaanbox culvert,sifat-sifatbox culvert,kelebihan dan kekurangan box culvert.Bab IVPenutupPada bagian ini dijelaskan tentang kesimpulan dan saran.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA( BOX CULVERT )2.1 Gambaran Umum Lokasi SurveiLokasi pembuatan box culvert yang kami kunjungi berada di Desa Sayung km 10 Kota Demak tepatnya diPT.Varia Usaha Beton. Lokasi survei yang penulis kunjungi dapat digolongkan sebagai industri skalabesar.Oleh karena itu demi keamanan dan prosedur lainnya kami dilarang untuk mengambil gambar pada beberapa proses-proses tertentu di dalam pabrik.Lokasi pembuatan box culvert berada di daerah perkotaan.Para pekerja kebanyakan berasal dari para penduduk daerah sekitar dan beberapa tenaga tenaga ahli di bidang ilmu sipil.Industri ini sudah memasok hasil-hasil produksinya ke berbagai wilayah di Indonesia diantaranya Sumatra, Kalimantan, dan sekitarnya.Metode pengolahan yang dilakukan disanapada umumnya menggunakan mesin. Selain memproduksi box culvert pabrik ini juga memproduksi produk produk beton seperti dinding precast, tiang pancang beton, udit dll. 2.2 Deskripsi Box CulvertBox Culvertadalah beton bertulang pra cetak berbentuk segi empat yang memiliki spigot dan socketnya. Kegunaan spigot dan socketnya adalah untuk menjadikan box culvert ini kedap terhadap masuknya air tanah (eksfiltrasi) dan tetap menyatu saat terjadi pergeseran tanah.Box Culvert atau biasa disebut juga gorong-gorong adalah sebuah lubang pembuangan air atau pipa yang memungkinkan air untuk mengalir di bawah kereta api, jalan, atau obstruksi lainnya. Gorong-gorong berbeda dari jembatan terutama dalam ukuran dan konstruksi. Gorong-gorong umumnya lebih kecil dari pada jembatan, mulai daripipa0,3 meter (1 ft) hinggastruktur beton bertulangbesar. Gorong-gorong merupakan bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran), di bawah jalan, atau jalan kereta api. Gorong-gorong juga digunakan sebagai jembatan ukuran kecil, digunakan untuk mengalirkan sungai kecil atau sebagai bagian drainase ataupun selokan jalan.

BAB IIIPEMBAHASAN3.1 Bahan dan Alat Pembuatan 1. Bahan pembuatan box culvert antara lain : Bahan utamaa. BetonMutuK 350K 500

FAS0,480,37

AIR175175

SEMEN290380

FLY ASH7395

AGREGAT

PASIR843744

BATU PECAH 10-20745738

BATU PECAH 20-30304301

ADD D (PLASTIMEN VZ)0,911,19

ADD F NATHOPLAST1,451,90

DENSITY2,4312,434

DATA AGREGATPASIR10-2020-30

ASALMERAPIBATANGBATANG

GRADASI

FINE MODULUS (FM)2,627, 478,61

KEBERSIHAN

G. LUMPUR DAN RAPUH (%)

MATERIAL < 75 um (%)3,100,900,75

Kadar organik

LAIN-LAIN

BERAT VOLUME (t/m3)1,351,251,21

BERAT JENIS (t/m3)2,602,782,81

RESAPAN1,211,211,21

b. Besi tulangan Bahan penolonga. Kawat bendradsb. Oil formwork2. Alat pembuatan box culvert antara lain :a. Mixerb. Cetakan/Molding

3.2 Proses Aktvitas Produksi1. Penerimaan gambar teknis sesuai order maupun spesifikasi pelanggan atau customer atau diluar spesifikasi standar pabrik2. Menghitung kebutuhan material dan kapasitas produksi dan schedule pelaksanaan.3. Fabrikasi moulding/cetakan precast4. Melakukan perakitan besi bertulang 5. Melakukan pengecekan inspeksi sebelum pengecoran meliputi tipe pemeriksaan moulding dan tulangan 6. Melakukan pengecoran sesuai jadwal atau siklus yang telah dijadwalkan7. Melakukan pembongkaran moulding atau release produk dari cetakan8. QC melakukan pemeriksaan hasil produksi apakah lolos produksi atau reject. Pengujian Produk meliputi :a. Pengujian mutu beton dengan melakukan uji kuat tekan beton dengan menggunakan sampel beton pada usia 7 hari dan 28 harib. Pengujian bahan besi tulangan dengan melakukan uji mutu besi tulangan seperti uji kuat tarik, uji bengkok dan uji hardness9. Hasil produksi yang sudah lolos QC dilakukan penyimpanan di stock yard10. Produk yang telah sesuai persyaratan dikirim kepada pelanggan dengan dilampirkan surat pengantar barang yang meliputi :a. Identitas atau jenis barangb. Spesifikasi dan ukuranc. Hasil uji laboratorium produk maupun bahan penyusun3.3 Teknik PemasanganBox CulvertPemasangan beton pracetak ini menggunakan crane. Kapasitas crane yang dibutuhkan kurang lebih setara dengan 5 x berat sendiri box culvert yang diangkat. Kelebihan beton pracetak box culvert adalah pada saat pemasangan, crane bisa berdiri di atas box culvert dan bergerak maju untuk melakukan pemasangan. Jika crane harus berdiri di atas beton pracetak maka harus dikonsultasikan dulu dengan pihak pabrik pembuatnya. Biasanya box culvert bisa diinjak oleh crane pada umur 7 hari setelah fabrikasi.3.4 KegunaanBox Culvert1. Saluran air2. Saluran crossing jalan raya atau jembatan3. Crossing under pass pada jalan raya atau jalan tol3.5 Sifat-Sifat Box Culvert1. Sifat FisikSifat fisik yang dimliki box culvert yang juga merupakan beton keras yaitu mempunyai berat jenis (2,20-2,40) sedangkan berat isimya berkisar (2200-2400) kg/m3. Permeabilitas beton5.35 x 10-11 m/detik, kadar udara optimum berkisar (4-6) %, konduktivitas panas berkisar (0,8-2,0) W/MoC, ko efisien dilatasi panas berkisar (12-14) x 10 -8, koefisien absorbs suara pada frekuensi 250, 500, 1000, 2000 Hz adalah 0,27 dan durabilitas beton yang berhubungan dengan pelapukan oleh cuaca, perubahan suhu yang drastic, abrasi air laut, aksi elektrolisis dan serangan cairan atau gas alam atau industry adalah relative sangat lama serta sangat ditentukan oleh permeabilitas.

2. Sifat KimiaTerjadinya reaksi hidrasi pada pencampuran semen dan air bersifat cepat pada saat awal dan makin lambat bersamaan dengan berkembangnya kekuatan serta pula pelepasan panas hidrasi. Mekanisme hidrasi terdiri dari padat dan larutan, pada tahap larutan bahan-bahan yang bereaksi akan larut dan mengahasilkan ion-ion sedangkan pada tahap padat ion-ion ini akan bergabung saling berikatan membentuk gel dan mengendap, gel atau pasta ini selanjutnya akan mengikat agregat-agregat dan mengeras secara bersamaan sesuai dengan fungsi waktu dan terbentuklah struktur massa beton yang kompak, padat dan kuat.Hidrasi C3S terjadi cepat dengan panas hidrasi tinggi dan hidrasi C2S terjadi lambat dengan panas hidrasi rendah. Hasil keduan keduan reaksi adalah gel Kalsium Silikat Hidrat (CHS) dan Kalsium Hidroksida (CH) dengan proporsi yang berbeda, gel CSH bersifat perekat dengan Kristal tidak terbentuk jelas dan sangat jelek yang mengisi sebagian besar volume, berat jenis terbesar, serta penyumbang utama kekuatanbeton maupun sifat kedap air sedangkan CH menyebabkan beton bersifat basa kuat yang menyebabkan beton prisma heksagonal namun mudah lepas dan rusak sehingga sangat merugikan.Hidrasi C3A terjadi sangat cepat sehingga perlu ditambahkangipsum dan menghasilkan panas hidrasi paling tinggi. Hasil reaksi ini adalah Kalsium Sulfo Aluminat (C6Al3H32) apabila masih ada sisa C3A akan tejadi reaksi lagi menjadi C4AlH12. Hidrasi C4AF terjadi cepat danmenghasilkan panas hidrasi sedang, hasil reaksi ini adalah Tetrkalsium Hidrat yang bersifat