Blue Economy UGM.pdf

download Blue Economy UGM.pdf

of 39

  • date post

    15-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    25
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Blue Economy UGM.pdf

  • Menuju

    PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BERKELANJUTAN dengan

    konsep BLUE ECONOMY

    SUNOTO, MES, PHD

    Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan

    KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

    YOGYAKARTA, 7 JUNI 2013

  • PENDAHULUAN INDONESIA merupakan negara kepulauan terbesar di dunia

    dengan daerah kombinasi ekosistem daratan dan perairan yang kaya secara ekonomi dan ekologi. Daratan terdiri dari pegunungan,dataran landai, dan pulau-pulau kecil, sedangkan perairannya luarbiasa dengan kombinasi perairan sungai-sungai besar, daerahbasah, pesisir dan laut;

    Jenis sumberdaya alamnya juga beragam: sumberdaya hayatidan non-hayati dengan keanekaragaman potensi ekonomi danekologi yang tinggi;

    Namun potensi kerusakan alam juga besar: peningkatanintensitas kegiatan ekonomi di daratan akan menyebabkankerusakan sumberdaya alam, sedangkan kerusakan alam di daratanakan merusak perairan: sungai, pesisir, dan laut, berupa degradasilingkungan karena pencemaran dan sedimentasi. Sementara ituintensitas kegiatan di perairan sendiri juga terus mengancamkerusakan lingkungan perairan;

    Kerusakan alam di daratan dan perairan akan berbalikmengancam keberlanjutan pembangunan ekonomi;

    Sementara itu tantangan pembangunan makin kompleks, terutama sebagai akibat kompetisi ekonomi global, perubahaniklim, dan kependudukan.

    Untuk itu perlu Kebijakan Pembangunan KP Berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah KonsepBLUE ECONOMY.

  • 1. EFISIENSI ALAM

    2. TANPA LIMBAH

    3. KEPEDULIAN SOSIAL

    4. MULTIPLE REVENUE

    5. PENDAPATAN NAIK

    6. LAPANGAN KERJA NAIK

    INTEGRASI BLUE ECONOMY,

    INDUSTRIALISASI, DAN

    MINAPOLITAN

    SENTRA PRODUKSI

    USH1

    USH2

    INDUSTRIALISASI HULU

    (MODERNISASI)

    INDUSTRIALISASI HILIR

    (MODERNISASI)

    PEMASARAN LN/DN

    MINAPOLITAN:

    BASIS KAWASAN: PUSAT PERTUMBUHAN

    BLUE ECONOMY

    INDUSTRIALISASI: PERCEPATAN

    NILAI TAMBAH

    DAYA SAING

    (BERKELANJUTAN)

    PR

    INS

    IP-P

    RIN

    SIP

    B.E

    .

    SUMBER: SUNOTO

  • MENGAPA

    PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN? Pada tahun 1972 diselenggarakan pertemuan puncak dunia

    (world summit), yaitu the United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) di Stockholm, Swedia, sebagai refleksi kesadaran dan komitmen masyarakat duniauntuk menyerasikan pembangunan dan lingkungan.

    Pada pertengahan 1980an lahir konsep Pembangunan Berkelanjutan oleh WCED atau Brundtland Commission yang dikenal melalui buku Our Common Future pada tahun 1987.

    Pada tahun 1990an diperkenalkan konsep Zero Emmissionsoleh Gunter Pauli sebagai pendiri dan aktivis pada Zero Emmissions Research and Initiative Foundation.

    Pada tahun 1992 diselenggarakan Rio Summit di Rio de Janeiro, Brazil yang mencerminkan makin meningkatnyakomitmen masyarakat dunia untuk melaksanakan konseppembangunan berkelajutan, antara lain melalui program: Agenda 21

    Selanjutnya berkembang konsep Green Economy olehUNEP(United Nations Environment Programme).

    Pada tahun 2010 diperkenalkan konsep Blue Economy olehGunter Pauli melalui bukunya berjudul The Blue Economy.

  • PERSPEKTIF PEMBANGUNAN

    BERKELANJUTAN (Smith, 1997) Berbasis pada biofisik

    Memungkinkan pertumbuhan ekonomi

    Menjamin pemerataan distribusi

    Mengukur kekayaan multidimensi, tidakhanya uang

    Mendorong nilai-nilai konservasi

    Pemberdayaan masyarakat

    Meningkatkan efisisiensi sumberdaya

    Pengembangan perancangan intrumenekonomi baru

    Mendorong keadilan dalam hal kelembagaan, perangkat ekonomi, dan proses bisnis.

  • PEMBANGUNAN

    BERKELANJUTAN Konsep pembangunan berkelanjutan telah berkembang

    dengan rumusan dan ruang lingkup analisis beragam, namun dalam konteks ini dipergunakan rumusan dansemangat WCED (World Commission on Environment and Development).

    ESENSI: Pembangunan berkelanjutan adalahpembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kinitanpa mengurangi kemampuan generasi mendatanguntuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri: tidakmerusak sistem alam : atmosfir, air, tanah, dan makhlukhidup -- mengurangi pencemaran dan kerusakanlingkungan, mengendalikan eksploitasi sumberdayaalam, dan berkeadilan atau social equity (WCED, 1987)

    RUMUSAN: Pembangunan berkelanjutan adalah suatuproses perubahan yang mana eksploitasi sumberdaya, arah investasi, orientasi pengembangan teknologi, danperubahan kelembagaan semuanya dalam keadaan yang selaras, serta meningkatkan potensi masa kini dan masadepan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasimanusia. (WCED, 1987)

  • PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN:

    DARI GREEN ECONOMY KE BLUE

    ECONOMY:Prinsip keberlanjutan (sustainability) telah diadopsi

    sebagai landasan dalam upaya mengintegrasikan

    ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam sistem

    pembangunan jangka panjang yang berkeadilan.

    Asumsi dasar: pembangunan yang berkeadilan akan

    dapat diselenggarakan secara terus-menerus

    berjangka panjang apabila alam mendukungnya: yaitu

    sumberdaya alam, lingkungan, dan sumber daya

    manusia yang berkualitas.

    Green Economy dan Blue Economy berkembang dan

    berakar pada prinsip keberlanjutan (sustainability).

  • MENGAPA GREEN ECONOMY

    ?

    (UNEP) Green Economy is one that results in

    improved human well-being and social equity, while significantly reducing environmental risks and ecological scarcities.

    a green economy can be thought of as one which is low carbon, resource efficient, and socially inclusive.

    a green economy is one whose growth in income and employment is driven by public and private investments that reduce carbon emissions and pollution, enhance energy and resource efficiency, and prevent the loss of biodiversity and ecosystem services.(UNEP)

  • PENJELASAN ESENSI GREEN

    ECONOMY Ekonomi Hijau adalah sistem ekonomi yang

    mampu meningkatkan kesejahteraan manusiadan sekaligus secara signifikan mengurangiresiko lingkungan dan kerusakan ekologi melaluiefisiensi sumberdaya alam, rendah karbon, dankepedulian sosial.

    Dalam sistem tersebut pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan dan penyerapan tenagakerja didorong oleh investasi publik dan swastayang mampu mengurangi emisi karbon danpolusi, mengembangkan energi dan efisiensisumberdaya alam, serta melindungikeanekaragaman hayati dan fungsi ekosistemdari kerusakan.

  • INDIKATOR UTAMA GREEN

    ECONOMY (UNEP)

    TRANSFORMASI EKONOMI: Dari investasiberesiko tinggi terhadap lingkungan menjadiinvestasi ramah lingkungan (low carbon, clean, waste minimizing, resource efficient, and ecosystem enhancing activities).

    EFISIENSI SUMBERDAYA (RESOURCE EFFICIENCY): Penggunaan material, energi, air, lahan, perubahan ekosistem, besaranlimbah, dan emisi bahan berbahaya terkaitdengan aktivitas ekonomi.

    PROGRESS AND WELL-BEING: Arah investasimenuju green goods and services, strengthening of human and social capital, fulfilled basic human needs, level of education achieved, health status, and availibility of and access by the poor to social safety nets. (UNEP)

  • MENGAPA BLUE ECONOMY?

    SISTEM EKONOMI KONVENSIONAL TIDAK MAMPU MENGAKOMODASI PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, TERUTAMA FAKTOR KESEIMBANGAN ANTARA PERILAKU MANUSIA DAN ALAM: budaya eksploitatifversus keterbatasan sumberdaya alam

    GREEN ECONOMY MEMANG TELAH CUKUP UNTUK MENDORONG SISTEM INVESTASI LOW CARBON, RESOURCE EFFICIENT, CLEAN, WASTE MINIMIZING, AND ECOSYSTEM ENHANCING ACTIVITIES, NAMUN TIDAK MAMPU MENJAWAB PERSOALAN DASAR. SISTEM EKONOMI YG BERLAKU DILIHAT SEPERTI APA ADANYA (THE

    EXISTING ECONOMIC SYSTEM IS SEEN AS A GIVEN)

    PRODUK DAN JASA GREEN ECONOMY CENDERUNG LEBIH MAHAL KARENA MEMBUTUHKAN LEBIH BANYAK INVESTASI

    BLUE ECONOMY: PERUBAHAN PARADIGMA EKONOMI THE EXISTING SYSTEM IS PROBLEMATIC KRN ITU PERLU PERUBAHAN

    GUNAKAN LOGIKA EKOSISTEM: BELAJAR DARI CARA KERJA ALAM.

  • BLUE ECONOMY:

    BLUE OCEAN BLUE SKY Landasan Konsepsi: The Blue Economy: 10 years, 100 innovations,

    and 100 million jobs oleh Gunter Pauli, 2010)

    Konsep Blue Economy dikembangkan untuk menjawab tantangan, bahwa sistem ekonomi dunia cenderung ekploitatif dan merusaklingkungan: selain karena limbah, juga alam rusak karenaeksploitasi melebihi kapasitas atau daya dukungnya.

    Walaupun prinsip-prinsip resource efficiency, low carbon, social inclusiveness mulai dikembangkan, namun masih belum mampumengatasi keserakahan manusia untuk mengeksploitasisumberdaya alam lebih banyak. Bahkan, implementasipembangunan berkelanjutan dengan konsep green products and services, yaitu produk-produk dan jasa ramah lingkungan harusdibeli mahal dan makin tidak dapat dijangkau masyarakat miskin.

    Konsep Blue Economy dimaksudkan untuk memberikan tantanganbagi para enterpreneur bahwa a blue economy business model memberikan peluang untuk mengembangkan investasi dan bisnisyang lebih menguntungkan secara ekonomi dan lingkungan: menggunakan sumberdaya alam lebih efisien dan tidak merusaklingkungan, sistem produksi lebih efisien, menghasilkan produk dannilai ekonomi lebih besar, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan memberikan kesempatan untuk memberikan benefit kepadasetiap kontributor secara lebih adil.

    BLUE ECONOMY: Pertumbuhan ekonomi meningkat, rakyatsejahtera, namun laut dan langit tetap biru.

  • ESENSI BLUE ECONOMY

    BELAJAR DARI ALAM: Blue Economy mencontoh alam, yaitucara kerja EKOSISTEM: sesuai dengan apa yang disediakanalam dan cara bekerja dengan efisiensi tinggi.

    LOGIKA EKOSISTEM: Cara kerja ekosistem dijadikan model Blue Economy, yaitu seperti air mengalir dari gunung me