Blok Paradigma Sehat Dhanis Sartika 102012519 F9 2012

download Blok Paradigma Sehat Dhanis Sartika 102012519 F9 2012

of 23

  • date post

    14-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    44
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Blok Paradigma Sehat Dhanis Sartika 102012519 F9 2012

Blok Paradigma Sehat Masalah Penyakit Menular di Sekolah Dasar Dhanis Sartika 10.2012.519 (dhanissartika98@gmail.com) F9 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl Arjuna Utara 6 Jakarta 111510 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki berbagai permasalahan tentang kesehatan yang begitu kompleks.Permasalahan kesehatan yang terus ada sampai saat ini adalah penyakit menular. Kasus ini menyerang tidak hanya pada usia dewasa dan tua saja tetapi juga balita dan anak-anak. Anak-anak menjadi seseorang yang paling rentan terhadap penyakit dikarenakan kemampuan pertahanan tubuhnya sendiri yang belum mantab, kebiasaan untuk hidup bersih dan sehat yang belum ternanam dengan baik, adanya pengaruh dari lingkungan seperti saat ia berinteraksi bersama teman-teman di sekolah dan di luar sekolah, anggota keluarganya dan faktor genetika. Sebuah kasus yang terjadi pada beberapa siswa di Sekolah Dasar (SD) Harapan Jaya yang tidak masuk sekolah diperkirakan karena sebuah penyakit menular menjadi daya tarik dalam penulisan makalah tinjauan pustaka ini. 1.2. Tujuan Tujuan dari penulisan tinjauan pustaka ini adalah a. Mampu memahami dan menjelaskan paradigma sehat b. Mampu memahami dan menjelaskan perilaku hidup bersih dan sehat c. Mampu memahami dan menjelaskan kesehatan lingkungan d. Mampu memahami dan menjelaskan pelayanan kesehatan khususnya pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) e. Mampu memahami dan menjelaskan penyakit menular

Blok Paradigma Sehat | Masalah Penyakit Menular di Sekolah Dasar

1

1.3. Area Pembahasan Pada makalah tinjauan pustaka ini akan memusatkan pembahasan mengenai permasalahan penyakit menular yang terjadi pada siswa yang duduk di bangku sekolah dasar, mulai dari apa saja penyakit menular yang biasanya sering menyerang, faktor apa saja yang dapat mempengaruhi, bagaimana perjalanan penularan penyakit, cara menangani dan mencegah penularan penyakitnya serta membahas pula komitmen Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang sehat. 1.4. Hipotesa Penyakit yang menyerang beberapa siswa SD Harapan Jaya ini memiliki kemampuan untuk itu ditularkan dari satu siswa ke siswa lainnya dan kemungkinan diakibatkan oleh pengaruh lingkungannya. 2. Pembahasan 2.1. Paradigma Sehat Paradigma sehat adalah komitmen bersama yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sebagai gerakan nasional dan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional berwawasan kesehatan. Paradigma sehat dikatakan sebagai sebuah konsep pembangunan kesehatan yang memberikan prioritas utama pada upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif), dibandingkan upaya pelayanan penyembuhan atau pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. 2.1.1. Indonesia Sehat 2010 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan visi dan misi terbarukan untuk pembangunan kesehatan di negara ini. Visinya tercantum dalam sebuah motto, Indonesia Sehat 2010. Maksudnya di tahun 2010, bangsa Indonesia diharapkan dapat mencapai tingkat kesehatan tertentu yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan yang sehat, mempraktekan hidup bersih dan sehat, mampu menyediakan dan

memanfaatkan (menjangkau) pelayanan kesehatan yang bermutu sehingga mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya. Misi menjawab tantangan

yang diberikan oleh visi, diantaranya menggerakan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,Blok Paradigma Sehat | Masalah Penyakit Menular di Sekolah Dasar 2

merata dan

terjangkau, serta memelihara dan meningkatkan kesehatan

individu, keluarga dan masyarakat termasuk lingkungannya. Setelah membahas visi dan misi, tentunya hadir pula strategi pembangunan kesehatan terbarukan. Strategi tersebut adalah pembangunan nasional berwawasan kesehatan, profesionalisme, jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat (JPKM) dan desentralisasi. Dari berbagai strategi yang ada terdapat faktor-faktor kritis yang perlu dipahami a. Pembangunan nasional berwawasan kesehatan: visi kesehatan sebagai landasan bagi pembangunan nasional, paradigm sehat sebagai komitmen nasional, sistem advokasi untuk upaya promotif dan preventif dalam program kesehatan yang paripurna. b. Profesionalisme: konsolidasi manajemen sumber daya manusia (SDM), perkuatan konsep profesionalisme kedokteran dan kesehatan, aliansi strategis antara profesi-profesi kesehatan dengan profesi-profesi lain.. c. Jaminan pelayanan kesehatan masyarakat: komitmen bersama dan gerakan yang mendukung paradigma sehat, dukungan peraturan perundang-undangan, sosialisasi internal maupun eksternal. d. Desentralisasi: perimbangan dan keselarasasn antara desentralisasi, dekonstruksi dan tugas pembantuan, kejelasan jenis dan tingkat kewenangan, mekanisme pembinaan dan pengawasan yang efektif. Sebagai kelanjutan dari visi, misi dan strategi terdapat Program Pembangunan Kesehatan yang merupakan bagian dari Program Pembangunan Nasional (Propenas). Enam Program Pembangunan Nasional yaitu a. Program lingkungan sehat, perilaku sehat dan pemberdayaan masyarakat b. Program upaya kesehatan c. Program perbaikan gizi masyarakat d. Program sumber daya kesehatan e. Program obat, makanan dan bahan berbahaya f. Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan

Blok Paradigma Sehat | Masalah Penyakit Menular di Sekolah Dasar

3

2.2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengetahui masalahnya sendiri, dalam tatanan rumah tangga, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Penerapan PHBS memiliki sasaran yang diinginkan, contohnya adalah sasaran rumah tangga dan institusi pendidikan. Di dalam institusi pendidikan nantinya dibagi lagi menjadi tiga sasaran yaitu primer sekunder dan tersier. a. Sasaran primer adalah sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan dirubah perilakunya atau murid dan guru yang bermasalah

(individu/kelompok dalam institusi pendidikan yang bermasalah). b. Sasaran sekunder adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam institusi pendidikan yang bermasalah misalnya, kepala sekolah, guru, orang tua murid, kader kesehatan sekolah, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sektor terkait, PKK c. Sasaran tersier adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam menunjang atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS di institusi pendidikan misalnya, kepala desa, lurah, camat, kepala puskesmas, Depdiknas setempat (Departemen Pendidikan Nasional), guru, tokoh masyarakat dan orang tua murid.1 2.2.1. Manajemen Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS di Kabupaten/Kota dikoordinasikan melalui tiga sentra, yaitu Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Puskesmas merupakan pusat kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di tingkat kecamatan dengan sasaran baik individu yang datang ke Puskesmas maupun keluarga dan masyarakat di wilayah Puskesmas. Rumah Sakit bertugas melaksanakan promosi kesehatan dan PHBS kepada individu dan keluarga yang datang keBlok Paradigma Sehat | Masalah Penyakit Menular di Sekolah Dasar 4

Rumah Sakit. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melaksanakan promosi kesehatan untuk mendukung promosi kesehatan dan PHBS yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan Rumah Sakit serta sarana pelayanan kesehatan lainnya yang ada di Kabupaten/Kota. Penanggung jawab dari semua kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di daerah adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota harus dapat mengkoordinasikan dan menyusun kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di wilayahnya dengan melibatkan sarana-sarana kesehatan yang ada di Kabupaten/Kota tersebut.1 2.2.2. Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat memiliki banyak manfaat diantaranya yang dapat ditemukan, yaitu setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit, rumah tangga sehat dapat meningkat produktivitas kerja anggota keluarga dan dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga.1 2.2.3. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.2.3.1. Indikator PHBS Tatanan Institusi Pendidikan Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di institusi pendidikan. Indikator institusi pendidikan adalah Sekolah Dasar negeri maupun swasta (SD/MI). Sasaran PHBS tatanan institusi pendidikan adalah sekolah dan siswa dengan indikator : a. Tersedia jamban yang bersih dan sesuai dengan jumlah siswa b. Tersedia air bersih atau air keran yang mengalir di setiap kelas c. Tidak ada sampah yang berserakan dan lingkungan sekola yang bersih dan serasi d. Ketersediaan UKS yang berfungsi dengan baik e. Siswa menjadi anggota dana sehat (JPKM, jaminan pelayanan kesehatan masyarakat) f. Siswa pada umumnya (60 %) kukunya pendek dan bersih g. Siswa tidak merokok h. Siswa ada yang menjadi dokter kecil atau promosi kesehatanBlok Paradigma Sehat | Masalah Penyakit Menular di Sekolah Dasar 5

sekolah (minimal 10 orang)1 2.3. Kesehatan Lingkungan Undang-Undang Dasar 1945 pasal pasal 28 H menjadi alasan mengapa diangkat pembahasan mengenai kesehatan lingkungan. Fakta di lapangan yang mena