Blok Cardio Sken1 Histology

download Blok Cardio Sken1 Histology

of 9

  • date post

    17-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    84
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Blok Cardio Sken1 Histology

JANTUNG Sel otot jantung - Lurik, bekerja secara involunter - Tidak bersatu menjadi sel sinsitium seperti otot skelet, tapi membentuk kompleks di antara juluran-julurannya yang melebar - Tiap sel : 1 atau 2 nukleus ekukromatik di sentral - Mempunyai 1 tubulus T dan 1 retikulum sarkoplasma - Terdapat granul lipofusin - Sarkoplasma: banyak mitokondria yang berkumpul di sekitar kutub nucleus dan rantai panjang di antara miofilamen - Terdapat Discus Intercalaris - Kolom sel otot dikelilingi sarung lembut dari jaringan endomisium yang terdapat banyak jala-jala kapiler Discus Intercalaris merupakan junctional complex yang terlihat sebagai garis-garis lurus atau berbentuk seperti tangga yang berwarna gelap. ada 3 junction khusus utama dalam discus intercalaris,yakni: a) Fascia adherens Terdapat dalam bagian transversal discus intercalaris, setengah pita Z. Fascia adherens berfungsi sebagai tempat perlekatan untuk filament aktin dari sarkomer terminal. b) Macula adherens/desmosom Macula adherens berfungsi untuk mempersatukan otot jantung untuk mencegah pemisahan otot-otot jantung dalam kegiatan kontraksi yang terus menerus. c) Gap junction Gap junction terdapat pada daerah lateral discus intercalaris dan berfungsi mengadakan kontinuitas ionic di antara sel-sel yang berdekatan sebagai sinyal untuk kontraksi otot jantung. Secara mikroskopis, dinding jantung terdiri atas 4 lapisan, yaitu endocardium, subendocardium, miokardium dan epicardium. Endokardium : atrium memiliki endokardium yang lebih tebal daripada ventrikel. Dari dalam ke luar, lapisan ini terdiri atas beberapa lapisan,yaitu: Lapisan endotel Lapisan ini berhubungan dengan endotel pembuluh darah yang masuk keluar jantung, sel endotel ini adalah sel squamosa berbentuk agak bulat, dapat juga poligonal.

Lapisan subendotel Merupakan lapisan tipis anyaman penyambung jarang yang mengandung serat kolagen, elastis dan fibroblas. Lapisan elastikomuskular Lapisan ini terdiri dari anyaman penyambung elastis yang lebih padat dan otot polos.

Subendocardium Lapisan ini berhubungan dengan miokardium yang terdiri dari anyaman penyambung jarang yang mengandung vena, saraf dan sel purkinye yang merupakan bagian dari sistem impuls konduksi jantung. Serat purkinye ini merupakan modifikasi dari serat otot jantung, memiliki

diskus interkalaris, diameternya lebih besar dari otot jantung, memiliki sedikit miofibril yang letaknya di perifer, sitoplasma memiliki butir glikogen. Pada lapisan ini, banyak mengandung elastin. Miokardium : Miokardium merupakan bagian paling tebal dari dinding jantung yang terdiri dari lapisan otot jantung. Lapisan myocardium pada atrium lebih tipis daripada lapisan pada ventrikel. Pada ventrikel kiri, lebih tebal daripada ventrikel kanan. Terdapat diskus interkalaris : Fascia adheren dan Gap junction. Epikardium : Merupakan lapisan luar jantung yang permukaan luarnya terdiri dari selapis endotel.

Gambar 1&2: sel otot jantung potongan memanjang.

gambar 3: lapisan-lapisan pada otot jantung PEMBULUH DARAH Pembuluh darah terdiri dari beberapa lapisan,yaitu a) Tunika intima/tunika interna - Epitel selapis gepeng - Dibawahnya terdapat lapisan subendotel b) Tunika media - Susunan otot polos yang tersusun melingkar - Mengandung kolagen,elastin,dan proteoglikan c) Tunika adventitia - Jaringan kolagen dan sedikit serat elastin - Terdapat pada arteri dan vena besar - Ada vasa vasorum dan saraf otonom

Gambar 4: lapisan pada pembuluh darah

gambar 5: vasa vasorum ARTERI Arteri Besar

Arteri Sedang

Arteri Kecil

Tunika Intima

Selapis sel endotel Lapisan subendotel :serat elastin, kolagen dan fibroblast

Tunika Adventitia

Lapisan paling tebal Serat elastin dalam bentuk lembaran diantara lapisan otot Serat kolagen Hipertensi: jumlah dan ketebalan lamel meningkat Membrana elastika interna Membrana elastika eksterna: tipis vasa vasorum Lapisannya relatif tipis Serabut kolagen memanjang

Tunika Media

Lebih tipis daripada yang terdapat di arteri elastika Lapisan endotel dan subendotel Membran elastika interna sangat jelas Anak-anak: sangat tipis Dewasa: tebal dan melebar karena tumpukan lipid Tebal; terdiri atas 40 lapisan sel otot polos yang tersusun melingkar dengan serat elastin, kolagen, retikulin dan sedikit fibroblast diantaranya Tunika elastika eksterna jelas

Selapis sel endotel lamina basalis tipis lapisan subendotelial tipis dengan serat elastin dan retikulin membrana elastika interna tipis

Terdiri dari beberapa lapis sel otot polos yang tersusun melingkar dengan serat-serat elastin

Relatif tebal hampir sama dengan tunika media jaringan ikat longgar yang mengandung serat kolagen, serat elastin, fibroblast dan sel adiposa Lamina elastika eksterna

Lebih tipis dari tunika media berupa selapis jaringan ikat yang mengandung serat kolagen dan elastin yang tersusun memanjang

VENA

Tunika Media

Vena besar Terdiri dari lapisan endotel dengan lamina basal Sedikit jaringan penyambung subendotel dan otot polos Jaringan pengikat sangat tipis Batas tunika intima dan media tidak jelas relatif tipis tidak berkembang dengan baik mengandung otot polos, serat kolagen dan fibroblas

Tunika Intima

Vena sedang Endotel dengan lapisan basal selapis tipis subendotel dengan beberapa otot polos kadang terdapat membran elastika interna

Vena kecil endotel beberapa sel otot polos tidak ada tunika elastika interna

Terdapat sel otot polos sirkuler Otot polos yang tersusun melingkar, dipisahkan oleh serat kolagen dan jalinan halus serat elastin Tidak ada tunika elastika eksterna

Tunika Adventitia

Terdapat otot polos dengan serat kolsgen dan serat elastin yang memanjang fibroblas

Lebih tebal dari tunika medianya Mengandung otot polos longitudinsl, serat kolagen dan serat elastin Jaringan pengikat longgar dengan berkas tebal serabut kolagen memanjang dan anyaman serabut elastin Dijumpai adanya vasa vasorum dan pada lapisan yang lebih dalam

1 atau beberapa lapis sel otot polos yang tersusun melingkar dengan serat-seret elastin dan kolagen diantaranya tidak terdapat tunika elastika eksterna Lebih tebal dibandingkan keseluruhan dindingnya Fibroblas dan serabut tipis elastin dan kolagen memanjang

Gambar 6: lapisan-lapisan pada arteri carotis gambar 7: lapisamlapisan pada vena besar

Kapiler sempurna (kontinyu) berfungsi untuk transportasi pada endotel ditemukan perisit mempunyai filamen halus tidak mempunyai fenestra pada dindingnya sitoplasma menebal didaerah inti lamina basalis utuh terdapat di : otot, paru, SSP, kulis, kelenjar eksokrin

Kapiler bertingkap (fenestrated) sitoplasma sangat tipis mempunyai fenestra yang ditutupi oleh sebuah diafragma yang tipis pada dinding sel endotel lamina basalis utuh terdapat di : kelenjar endokrin, kandung empedu

kapiler bertingkap, tanpa diafragma mempunyai fenestra tetapi tidak ada diafragma yang menutupinya khas pada glomerolus ginjal lamina basalis sangat tebal

kapiler sinusoidal (diskontinyu) dindingnya berkelok-kelok yang terdiri dari sel endotel mempunyai banyak fenestra tanpa diafragma lamina basalis tidak utuh terdapat makrofag diantara atau diluar sel endotel terdapat di : liver, lien, sumsum tulang

Gambar 8: kapiler

Gambar 9:kapiler fenestrate/perforate

Gambar 10:kapiler sempurna/continuous

Gambar 11: kapiler sinusoid/discontinuous

Sources: Junqueira LC,Carneiro J.1989.Basic Histology (page 232-235, 239253).Jakarta:EGC(Indonesia) Leeson CR,Leeson TS,Paparo AA.1996.Textbook of Histology(page 198203).Jakarta:EGC(Indonesia) Paulsen DF.2000.Histology & Cell Biology Examination and Board Review 4th Edition(page 118-120).Singapore:Mc Grow Hill(Singapore) http://www.lab.anhb.uwa.edu.au/mb140/CorePages/Muscle/Muscle.htm ,diakses pada tanggal 10 Desember 2011