Blok 9 Pencernaan

download Blok 9 Pencernaan

of 25

  • date post

    05-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    1

Embed Size (px)

description

2

Transcript of Blok 9 Pencernaan

Pencernaan Empedu pada Hati dan Kantung Empedu

Albatros Wahyubramanto10-2012-077C8Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDAFakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta 11510e-mail: albatros.wahyu@yahoo.com

PendahuluanSistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalahsistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh. Makanan harus dicerna dan diuraikan menjadi molekul-molekul kecil untuk diserap dari saluran pencernaan ke dalam system sirkulasi dan di distribusikan ke sel-sel. Traktus digestivus terdiri dari mulut, tenggorokan (pharynx), larynx, gaster, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Hepar merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh manusia.Hepar pada manusia terletak pada bagian atas cavum abdominis, di bawah diafragma, di kedua sisi kuadran atas, yang sebagian besar terdapat pada sebelah kanan.Beratnya 1200 1600 gram.Permukaan atas terletak bersentuhan di bawah diafragma, permukaan bawah terletak bersentuhan di atas organ-organ abdomen.Skenario Bapak B, 56 tahun, dengan perawakan gemuk sering mengalami nyeri perut kanan atas dan mual. Kemudian ia berobat ke dokter. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa bapak tersebut menderita batu empedu dan harus menjalani pengangkatan kantung empedu.

Struktur MakroskopisOrgan yang terkait Hepar Hepar difiksasi secara erat oleh tekanan intraabdominal dan dibungkus oleh peritoneum kecuali di daerah posterior-superior yang berdekatan dengan v.cava inferior dan mengadakan kontak langsung dengan diafragma. Bagian yang tidak diliputi oleh peritoneum disebut bare area.Terdapat refleksi peritoneum dari dinding abdomen anterior, diafragma dan organ-organ abdomen ke hepar berupa ligamen.1Secara anatomis, organ hepar tereletak di hipochondrium kanan dan epigastrium, dan melebar ke hipokondrium kiri. Hepar dikelilingi oleh cavum toraks dan bahkan pada orang normal tidak dapat dipalpasi (bila teraba berarti ada pembesaran hepar). Permukaan lobus kanan dpt mencapai sela iga 4/ 5 tepat di bawah aerola mammae. Lig falciformis membagi hepar secara topografisbukan scr anatomis yaitu lobus kanan yang besar dan lobus kiri.2

Gambar 1. Hepar.3Batas-batas hati adalah: Batas atas: diaphragma. Batas kanan: perpotongan sela iga 4 dengan linea midclavicula, menuju ke bawah sampai iga ke 7 iga kanan. Batas kiri: sela iga 5 dan rawan iga 6 sampai pertengahan garis parasternal-garis midclavicular kiri Batas bawah: sesuai tepi tajam hati; sebagai garis dari kanan 1 cm di bawah arcus costa sampai rawan iga 9 menuju kiri atas memotong linea mediana pada jarak pertengahan processus xymphoideus-umbilicus berakhir pada batas ujung kiri atas.4Hepar dibedakan menjadi dua lobus, yaitu lobus kanan dan lobus kiri.Batas lobus kanan dan kiri adalah sebuah alur berbentuk huruf H yang ditempati oleh lig.Teres hepatis dan lig.Venosum arantii di sebelah caudal, dan lig.Falciforme hepatis di sebelah cranial. Secara anatomis dan fungsional batas lobus kanan dan kiri sesuai bidang yang melalui alur yang dibentuk oleh kantung empedu dan v. cana inferior. Lobus kanan terbagi menjadi lobus caudatus dan lobus quadratus oleh porta hepatis dan fossa sagitalis dextra.2Pada facies inferior hepatis dapat dijumpai alur berbentuk huruf H , dengan deskripsi sebagai berikut :2 Alur melintang sesuai dengan pintu masuk pembuluh darah dan saluran empedu kedalam hepar = porta hepatis. Di sebelah kanan terdapat alur besar = fosssa sagitalis dextra, yang ditempati v. cava inferior di sebelas atas dan vesica fellea di sebelah bawah depan. Di sebelah kiri terdapat alur = fossa sagitalis sinistra, yang ditempati oleh lig. Venosum arantii di sebelah posterior, dan lig. Teres hepatis di sebelah anterior.Pada facies inferior hepatis , lobus sinister hepatis berbatasan dengan: Oesophagus, menimbulkan jejas : impressio oesophagea. Gaster menimbulkan jejas : impressio gastrica, terdapat tonjolan sesuai lengkung curvatura minor yang masuk kedalam bursa omentale= tuber omentale.Sedangkan pada lobus dexter hepatis berbatasan dengan: Duedenum dan pylorus, menimbulkan jejas : impressio duodenalis. Colon, menimbulkan jejas : impressio colica. Kanan belakang berbatasan dengan ginjal, menimbulkan jejas : impressio renalis, berbatasan dengan anak ginjal, menimbulkan jejas yang disebut dengan impressio supra renalis.Facies diaphragma hepatis berbatasan dengan permukaan bawah paru dan Facies diaphragma hepatis berbatasan dengan permukaan bawah paru dan jatung, tempat jatung, tempat berbataasan dengan berbataasan dengan jantung sedikit tertekan dan menimbulkan lekukan yang disebutkan impressio cardiaca.2Fiksasi hepar terutama dengan diaphragma dan v. cava inferior, lig.Falciforme hepatis. Selain itu, dengan umbilicus ( dinding depan perut) yaitu lig. Teres hepatis yang berjalan pada tepi bebas lig.Falciforme hepatis.Lig.Triangulare hepatis merupakan lipatan peritoneum pada kedua ujung kiri dan kanan hepar, melekat juga pada diaphragma, terletak pada permukaan belakang hati.Lipatan peritoneum yang melapisi hepar di facies diaphragmatica memisahkan diri membentuk lig. Coronarium hepatis.2

Gambar 2. Permukaan inferior hepar.3Vesica fellea (kantung empedu)Vesica fellea merupakan kantung berbentuk buah pir, yang melekat pada bagian bawah lobulus kanan hati; ujung buntunya atau fundus menonjol di bawah pinggir inferior hati. Vesica fellea berukuran 10x4 cm. Dengan bagian-bagiannya yaitu: corpus, fundus, dan collum yang meneruskan sebagai duktus cysticus.4

Gambar 3. Vesica fellea.5

Cairan empedu yang dihasilkan oleh hepar berasal dari ducti biliferi akan berkumpul dalam ductus hepaticus communis yang melanjutkan menjadi ductus cysticus yang bermuara dalam vesica fellea. Cairan empedu yang dibutuhkan untuk pencernaan akan disalurkan melalui ductus choledochus dan bermuara dalam duodenum. Vesica fellea di pendarahi oleh a.cystica, merupakan sebuah end artery yang merupakan cabang a.hepatica dextra.4

Struktur mikroskopik Hepar Hepar dibagi menjadi unit-unit berbentuk prisma polygonal yang disebut lobulus, terdiri atas parenchyma hepar dengan diameter 0,72 mm. pada potongan terlihat bahwa lobulus berbentuk sebagai segi enam dengan pembuluh darah yang terdapat di tengah,yang disebut vena sentralis. Batas-batas lobulus pada hepar manusia tidak jelas dipisahkan oleh jaringan pengikat.Pada sudut pertemuan antara lobuli yang berdekatan terdapat bangunan jaringan pengikat berbentuk segi tiga berisi saluran-saluran yang disebut Canalis Portalis yang terdiri dari pembuluh darah, pembuluh limfe, saluran empedu dan serabut saraf.Bangunan segitiga ini disebut Trigonum Kiernanni.Parenchyma hepar terdiri atas masa sel yang saling berhubungan dan ditempati oleh suatu anyaman sinusoid.6

Gambar 4. Mikroskopik hepar.8

Sinusoid ini membagi rangkaian sel-sel parenchyma hepar menjadi lembaran atau lempeng-lempeng setebal satu sel. Sel-sel hepar disebut pula hepatosit yang berbentuk polyhedral.Sepanjang permukaan terdapat anyaman canaliculi biliferi di seluruh lobuli hepatic yang pada sediaan biasa tidak dapat dilihat dengan mikroskop karena canaliculi tersebut sangat halus. Semua canaliculi akan bermuara di cabang Duktus Biliferus di perifer lobulus hepatis. 4,6Vesica Fellea.a. Tunica Mukosa.Dilapisi epitel selapis torak yang biasanya tidak mempunyai sel goblet.Epitel bersama lamina propria membentuk lipatan mirip vili intenstinalis. Di dalam lamina propria terdapat sejumlah bangunan bulat atau lonjong yang dilapisi epitel yang sama dengan epitel mukosa. Ini adalah potongan lipatan mukosa dan disebut sinus Rokitansky-Aschoff. Dinding vesica fellea tidak mempunyai tunika muskularis mukosa.6b. Tunica Muscularis.Terdiri atas anyaman serabut-serabut otot polos yang berjalan sirkuler, longitudinal dan menyerong dengan disertai serabut-serabut elastis.6c. Tunica Perimuscularis.Merupakan jaringan pengikat agak padat yang membungkus seluruh vesica fellea dan melanjutkan diri kedalam jaringn interlobular hepar.Di dalamnya banyak mengandung serabut-serabut elastis dengan beberapa fibroblast, sel lemak, sel limfoid, pembuluh darah, pembuluh limfe dan serabut-serabut saraf.6d. Tunica Serosa.Adalah jaringan ikat longgar yang menutupi vesica fellea yaitu bagian vesica fellea yang tidak menempel pada permukaan hepar. Jaringan ini kemudian akan melanjutkan diri membungkus hepar. Vesica fellea pada collumnya melanjutkan diri sebagai ductus cysticus. Pada permukaan dalamnya terlihat lipatan-lipatan yang disebut valvula spiralis heister yang disebabkan karena penebalan sebagian dari tunica mucularis luarnya.6

Fisiologi fungsi hati Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh, merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 25% oksigen darah. Ada beberapa fungsi hati yaitu :Fungsi hati sebagai sekresi empeduEmpedu disekresikan dalam dua tahap oleh hati; (1) bagian awal disekresi oleh sel-sel fungsional utama hati, yaitu sel hepatosit; sekresi awal ini mengadung sejumlah besar asam empedu, kolesterol dan zat-zat organik lainnya.Kemudian empedu disekresikan kedalam kanalikuli biliaris kecil yang terletak diantara sel-sel hati. (2) kemudian, empedu mengalir didalam kanalikuli menuju septa interlobularis, tempat kanalikuli mengeluarkan empedu kedalam duktus biliaris terminal dan kemudian secara progresif ke dalam duktus yang lebih besar , akhirnya mencapai duktus hepatikus dan duktus biliaris komunis. Dari sini empedu langsung di keluarkan menuju duodenum atau dialihkan dalam beberapa menit sampai beberapa jam melalui duktus sistikus kedalamkantung empedu.1-2Dalam perjalanannya melalui duktus-duktus biliaris bagian kedua sekresi hati ditambahkan dalam sekresi empedu yang pertama. Se