Blok 7 Skenario 1

download Blok 7 Skenario 1

of 23

  • date post

    11-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    2

Embed Size (px)

description

ppt

Transcript of Blok 7 Skenario 1

Sistem Respirasi Manusia

Sistem Respirasi ManusiaKELOMPOK D1KSTARIA PUTRA ABADI KABAKORAN (102010213)JOHANNES KEVIN (102011090)IRMA CHAERUNNISA (102012260)GRACITA GEMINICA (102013042)ANDREW TIMOTHY (102013135)MARIA F. NDAPA (102013140)HANNA MARIA GRACELLA (102013340)FRISILLIA SAPULETTE (102013349)AFIFAH NUR UTAMI (102013448)MUHAMMAD SYAFIQ MD SOHAIMI (1020134990)Skenario 1Seorang polwan usia 35 tahun dikirim ke poliklinik untuk mejalani medical check up untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat. Dari anamnesa diketahui pasien tidak pernah merokok. Dokter mengirim pasien untuk menjalani pemeriksaan spirometri

Identifikasi istilahSpirometri adalah pengukuran kapasitas pernapasan (kapasitas paru-paru)

Rumusan masalahPolwan 35 tahun tidak pernah merokok & menjalani pemeriksaan spirometri.

HipotesisHasil pemeriksaan spirometri dipengaruhi oleh mekanisme pernafasan.Struktur Makroskopis Sistem PenapasanHidung dan Sinus ParanasalisPharynxLarynxTrakeaThorax (Dada)Pleura (Selaput Dada)Pulmo (Paru)Thorax

PleuraSelaput serosa yang membentuk suatu kantong tertutup yang terinvaginasi oleh paruYang melekat pada paru: pleura visceralis / pulmonalisYang melekat pada medial paru adalah pleura parietalis.Pleura yang melapisi iga-iga adalah pleura kostalis, bagian yang menutupi diafragma ialah pleura diafragmatika, dan bagian yang terletak di leher ialah pleura servikalis.

Pulmo (Paru)Paru berupa spons, mengapung dalam air, sangat elastik dan berkrepitasi bila diraba, karena ada udara di dalam alveloli.Paru kanan > paru kiriParu kanan 3 lobus, paru kiri 2 lobus

Segemen-Segmen BronchopulmonalisParu kanan:a. Superior : apicalis, posterior, inferior b. Medius : lateralis, medialisc. Inferior : superior (apicalis), mediobasal, anterobasal, laterobasal, posterobasalParu kiri:a. Superior: apicoposterior, anterior, lingula superior, lingula inferiorb. Inferior: superior, anteromediobasal, laterobasal, posterobasal

Sistem RespiratoriusSistem respiratorius dibagi 2 :Sistem konduksiSistem respirasiSistem RespiratoriusSistem konduksi :bagian yang menyalurkan udaraTerdiri dari :kavum nasinasofaringlaringtrakeabronkus : ekstrapulmonal dan intrapulmonalbronkiolus terminalishidungSaluran udara pernafasan & alat pembau.Saringan hidung yang menyaring partikel-partikel debu kasar dan halus.Terdapat swollen bodies yang menghangatkan udara pernafasan dan melembapkan udara pernafasan.

FARING

laring

Laring juga menghubungkan faring dengan trachea.

Kartilago tidak berpasanganKartilago tiroid Kartilago cricoidEpiglotis .

Kartilago berpasanganKartilago arytenoidKartilago corniculataKartilago cuneiformtrakea

P: 10 cm-12 cm , d: 2,5 cmtetap terbuka karena adanya 16-20 cincin kartilago berbentuk C. epithelium respiratorik yang mengandung banyak sel goblet.Bronkus - alveoli

Bronkus kecil : epitel bertingkat torak bersilia sel gobletBronkiolus : e. bertingkat torak bersilia sel goblet.B.terminalis : e. selapis torak bersilia / e. selapis torak rendah. B. respiratorius : e. torak rendah / e. selapis kubis, silia.Sakus alveolaris : serat elastin dan serat retikulinAlveolus : epitel selapis gepeng.

Mekanisme TransportDari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis menuju ke jantung.2. Dari jantung O2 mengalir lewat arteri sistemik menuju ke jaringan tubuh. Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan.3.Dari jaringan CO2 akan mengalir lewat vena sistemik ke jantung.4.Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalisDari arteri pulmonalis CO2 masuk ke paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas.

104/4045/40Transport CO2 Ada 3 cara pengangkutan CO2 :Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh CO2).Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh CO2).Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2).

Faktor yang mempengaruhipH turunPCO2 meninggiSuhu meninggiSuhu dingin > bronkokonstriksiKonsentrasi 2,3 BPG meninggi dlm sdmPO2 menurunVolume dan Kapasitas ParuMetode sederhana untuk meneliti fungsi paru spirometri Alat yang digunakan spirometer

Volume dan Kapasitas ParuArti dari tiap-tiap volume paru Volume tidal diinspirasikan dan diekspirasikan pada waktu pernapasan normalVolume cadangan inspirasi diinspirasikan di atas volume tidal normalVolume cadangan ekspirasi udara yang masih dapat dikeluarkan pada waktu ekspirasi kuatVolume sisa

Volume ekspirasi paksa 1 detik (forced expiratory volume in 1 second [FEV 1])Kapasitas vital paksa (forced vital capacity [FVC]) adalah volume total udara yang dikeluarkan melalui ekspirasi paksa setelah inspirasi maximal.Rasio FEV1/FVC (%) adalah persentase FVC yang dikeluarkan dalam 1 detik melalui ekspirasi paksa. Pengukuran ini memungkinkan klasifikasi penyakit paru menjadi restriktif atau obstruktif.Laju aliran ekspirasi puncak (peak expiration flow rate [PEFR]): laju aliran tercepat pada awal ekspirasi paksa setelah inspirasi maksimal. Bisa digunakan untuk memantau perubahan pada obstruksi jalan napas.

Kesimpulan Sistem pernapasan erat hubungannya dengan sesak napas yang terjadi pada kasus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sesak napas merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada sistem pernapasan.