Blok 2 Modul 2 - Masalah Ksehatan

download Blok 2 Modul 2 - Masalah Ksehatan

of 32

  • date post

    05-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    4

Embed Size (px)

description

blok 2

Transcript of Blok 2 Modul 2 - Masalah Ksehatan

Masalah Kesehatan pada Anak Sekolah DasarFina Otta Apelia102012086 / F9Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana 2012Jalan Arjuna Utara Nomor 6 Kebon Jeruk-Jakarta Barat 15510Email: tu.fk@ukrida.ac.id

AbstrakPenyakit menular lebih menekan ke arah masalah kesehatan dengan ruang lingkup yang luas. Keadaan ini terjadi karena transisi pola penyakit yang terjadi pada masyarakat. Pergeseran pola penyakit dari penyakit menular menyebabkan pergeseran definisi dalam epidemiologi. Host atau pejamu yang berperilaku hidup bersih dan sehat mampu menjaga, meningkatkan dan melindungi kesehatan dirinya dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif dan mencegah agent untuk menularkan bibit penyakit kepada host dengan mudah dan dipengaruhi oleh lingkungan yang menjadikan hidupnya menjadi paradigma sehat agar mewujudkan visi dan misi Indonesia sehat 2010. Kata Kunci : Penyakit menular, epidemiologi, pejamu.AbstractInfectious diseases toward more pressing health issues with a broad scope. This situation occurs because the transition patterns of disease that occurs in society. This shift in disease patterns from infectious disease causing a shift in the definition of epidemiology. Host and healthy life behavior is able to maintain, improve and protect the health of themselves from the threat of diseases and disorders that are less conducive environment and prevent the agent to transmit germs to host easily influenced by the environment and that makes life a healthy paradigm in order to realize the vision and mission of healthy Indonesia 2010.Keywords : Infectious diseases, epidemiology, host

Pendahuluan 1.1 Latar BelakangSebagai mahasiswa kedokteran yang baik dan calon dokter di kedepannya harus bisa dalam menghadapi masalah kesehatan yang ada di kehidupan sehari-hari dan di masyarakat. Dari suatu permasalahan ada kebaikan dan ada juga keburukan yang harus dipikirkan secara baik-baik, sehingga sesuatu yang buruk kita dapat minimalisasikan dan yang baik kita maksimalkan. Sebagai mahasiswa kedokteran juga harus mampu berpikir, mencari tau lebih mendalam dan mencari solusi dalam setiap permasalahan kesehatan yang ada dan sebagai mahasiswa kedokteran juga harus tau perilaku hidup besih dan sehat dalam suatu lingkungan, bagaimanana paradigma sehatnya dan memahami kesehatan lingkungan yang sedang dihadapi. Pada kali ini, saya akan menggunakan kasus masalah kesehatan pada anak sekolah dasar Harapan Jaya yang merupakan penyakit menular untuk membahas kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, paradigma sehat, kesehatan lingkungan dan visi Indonesia 2010.

1.2 TujuanTujuan dalam makalah ini adalah membantu kita untuk mengerti dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan untuk memahami dan menerapkan paradigma sehat. Mahasiswa kedokteran juga harus memahami kesehatan lingkungan dan visi Indonesia 2010 yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.SkenarioSudah 3 hari ini beberapa anak sekolah dasar Harapan Jaya tidak masuk sekolah. Pada awalnya ada seorang anak yang diketahui mengalami batuk-batuk dan timbul bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya, berselang 2 hari kemudian tambah 2 orang lainnya yang menderita penyakit serupa. Beberapa anak lainnya tidak tertular penyakit tersebut. Pak guru menduga penularan penyakit ini disebabkan oleh udara atau kontak badan.

Pembahasan2.1 Masalah KesehatanSehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna, baik itu fisik, mental, dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. Sehat juga bisa diartikan sebagai optimal individu untuk menjalankan peran dan tugasnya secara efektif. Kesehatan merupakan konsep yang sering digunakan tetapi katanya sulit untuk didefinisikan. Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor internal maupun eksternal.1 Penyakit menular lebih menekan ke arah masalah kesehatan dengan ruang lingkup yang luas. Keadaan ini terjadi karena transisi pola penyakit yang terjadi pada masyarakat. Pergeseran pola penyakit pola penyakit dari penyakit menular menyebabkan pergeseran definisi dalam epidemiologi yang tadinya hanya menekankan kepada penyakit menular yang meliputi pencegahan, pemberantasan penyakit menular ke arah mempelajari masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat atau sekelompok manusia yang menyangkut kepada tahap perkembangan penyakit dan faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit.22.1.1 Frekuensi Masalah KesehatanFrekuensi masalah kesehatan menunjukan kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia atau masyarakat. Artinya bila dikaitkan dengan masalah penyakit menunjukkan banyaknya kelompok masyarakat yang terserang penyakit. Untuk mengetahui frekuensi masalah kesehatan menunjukkan kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada sekelompok manusia atau masyarakat dan harus dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:1. Menemukan masalah kesehatan, melalui cara: a. Penderita yang datang berobat ke puskesmas karena penyakit menularnya.b. Laporan dari masyarakat yang datang ke puskesmas.c. Kunjungan rumah dalam rangka perawatan keluarga.2. Survei kesehatan3. Studi kasus

2.2 Perilaku Hidup Bersih dan SehatPengertian perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. Oleh karena itu, kesehatan perlu dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak.1 Upaya membuat suasana yang kondusif akan menunjang pembangunan kesehatan sehingga masyarakat terdorong untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya memandirikan individu, kelompok, dan masyarakat agar berkembang kesadaran, kemauan, dan kemampuan di bidang kesehatan agar proaktif. Masyarakat juga harus mempraktikan perilaku hidup bersih dan sehat.1 Berperilaku hidup bersih dan sehat berarti mampu menjaga, meningkatkan dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian di bidang kesehatan, baik pada masyarakat maupun pada keluarga. Artinya harus ada komunikasi antara pemerintah dengan keluarga/ masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan.1 2.2.1 Tujuan PHBS1. Tujuan Umum:Meningkatkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di seluruh Indonesia.2. Tujuan Khususa. Meningkatnya pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah untuk melaksanakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).b. Berperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat.

2.2.2 Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat1. Menggunakan air bersih adalah rumah tangga yang menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari : air kemasan, air ledeng, air pompa, sumur terlindung, mata air terlindung dan penampungan air hujan serta memenuhi syarat air bersih yaitu tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna. Sumber air pompa, sumur dan mata air terlindung berjarak minimal 10 meter dari sumber pencemar seperti tempat penampuangan kotoran atau limbah.2. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun adalah penduduk 5 tahun keatas mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah mencebok anak, dan sebelum menyiapkan makanan menggunakan air bersih mengalir dan sabun.3. Menggunakan jamban sehat adalah anggota rumah tangga yang menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir dan terpelihara kebersihannya. Untuk daerah yang sulit air dapat menggunakan jamban cemplung, jamban plengsengan.4. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu adalah rumah tangga melakukan pemberantasan jentik nyamuk di dalam atau di luar rumah tangga seminggu sekali dengan 3M plus/ abatisasi/ ikanisasi atau cara lain yang dianjurkan.5. Makan sayur dan buah setiap hari adalah anggota rumah tangga umur 10 tahun keatas yang mengkonsumsi minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya setiap hari.6. Melakukan aktifitas fisik setiap hari adalah penduduk/ anggota keluarga umur 10 tahun keatas melakukan aktifitas fisil minimal 30 menit setiap hari.7. Tidak merokok di dalam rumah adalah penduduk/ anggota rumah tangga umur 10 tahun keatas tidak merokok di dalam rumah ketika berada bersama anggota keluarga lainnya.1 2.3 Penyakit MenularPenyakit menular pada manusia merupakan masalah penting yang dapat terjadi pada setiap saat, terutama di negara berkembang khususnya Indonesia. Lingkungan hidup di Indonesia menjadi tidak baik akibat urbanisasi besar-besaran dari desa ke kota, tumpukan sampah di mana-mana dan meningkatnya polusi udara. Penyakit menular dapat berjangkit dengan cepat dan menyerang sejumlah besar masyarakat pada daerah yang luas. Keadaan ini disebut wabah.3 Selain kata wabah, ada istilah lain yang sering dipakai untuk menggambarkan adanya peningkatan kejadian menular di suatu daerah, yaitu suatu letusan (outbreak) dan kejadian luar biasa atau kejadian tidak biasa di masyarakat (KLB= unsual event).3

2.3.1 Epidiomologi Penyakit menularDitinjau dari sudut epidemiologi, perlu diketahui dan dipelajari batasan, definisi, periodisitas dan dinamika penularan suatu penyakit agar tindakan dan penanganan terhadap penyakit dapat dilakukan dengan baik.Batasan dan definisi:a. InfeksiMasuk dan berkembangnya agen penyakit di dalam tubuh manusia atau binatang serta timbul reaksi tubuh terhadap agen penyakit.b. Inokulasi Masuknya agen penyakit atau bibit yang berasal dari artropoda ke dalam tubuh manusia melalui gigitan pada kulit atau deposit pada membran mu