Blok 13 LapTut 5 Psikosis Dx Skizofrenia

download Blok 13 LapTut 5 Psikosis Dx Skizofrenia

of 41

  • date post

    27-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    1

Embed Size (px)

description

tugas

Transcript of Blok 13 LapTut 5 Psikosis Dx Skizofrenia

SKENARIO 5 PSIKOSIS Seorang ibu datang ke RSJ untuk mengantar putrinya yang berumur 16 tahun, karena selama 5 bulan terakhir menunjukkan perilaku yang aneh dan tidak biasa yaitu menjadi pendiam, minder, susah makan, kalau mandi harus disuruh, tidak mau sekolah, dan sering tengah malam bangun untuk mengambil air wudhu dan berdiam diri di mushola dalam keadaan gelap sampai pagi. Dan apabila di larang menjadi marah dan berteriak. Dan yang lebih membuat ibu tersebut sedih adalah anaknya tersebut tidak mau mengakuinya sebagai ibunya. Setelah dilakukan anamnesa dan pemeriksaan ditemukan kesadaran dan orientasi anak tersebut baik, tapi sering mendengar suara yang memaksanya melakukan perbuatan aneh tersebut di luar kemauannya. Oleh dokter disarankan untuk rawat inap di RSJ.Step 1 1. Psikosis 2, 3, 5Menurut Singgih D. Gunarsa (1998 : 140), psikosis ialah gangguan jiwa yang meliputi keseluruhan kepribadian, sehingga penderita tidak bisa menyesuaikan diri dalam norma-norma hidup yang wajar dan berlaku umum. W.F. Maramis (2005 : 180), menyatakan bahwa psikosis adalah suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality). Kelainan seperti ini dapat diketahui berdasarkan gangguan-gangguan pada perasaan, pikiran, kemauan, motorik, dst. sedemikian berat sehingga perilaku penderita tidak sesuai lagi dengan kenyataan. Perilaku penderita psikosis tidak dapat dimengerti oleh orang normal, sehingga orang awam menyebut penderita sebagai orang gila. Sedangkan menurut kriteria diagnostik DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) maupun ICD-10 (The International Statistical Classification of Diseases) atau menggunakan kriteria diagnostik PPDGJ- III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa, Psikosis merupakan gangguan tilikan pribadi yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. Hasilnya, terdapat realita baru versi orang psikosis tersebut2. Orientasi : kemampuan seseorang untuk mengenal lingkungannya,serta hubungan dengan waktu, ruang terhadap dirinya serta orang lain.2Step 21. Mengapa anak tersebut selama 5 bulan terakhir menunjukkan perilaku aneh seperti :- Pendiam - Kalau mandi harus disuruh- Minder- Tidak mau sekolah- Susah makan- Sering bangun tengah malem untuk wuduKalau dilarang menjadi marah dan berteriak dan dia tidak mengakui ibunya sebagai ibu ?2. Mengapa anak tersebut sering mendengar suara yang memaksanya untuk melakukan perbuatan aneh tersebut?Step 31. Pendiam, minder & tidak mau sekolah Sifat pendiam (bisa bawaan) 2, 4Sifat ini bisa disebabkan karena suatu peristiwa yang tidak mengenakkan contohnya : - Pernah mendapat hukuman/ sanksi dari gurunya- Lingkungan keluarga yang tidak harmonis - pengalaman tidak enak dari teman-temannya seperti dicuekin di lingkungan bermain, dan tidak diterima dikelompoknyaKarena hal itu bisa saja anak berfikir lebih baik diam dari pada dimusuhi oleh teman temannya. Hal diatas menyebabkan seorang anak bisa saja tidak mau lagi berangkat sekolah karena mungkin takut mendapatkan hukuman dari guru/ dijauhi oleh teman temannya. Minder 2Anak minder biasanya memiliki pola sebagai berikut :1. Merasa bodoh, tidak mampu, tidak pantas dll2. Kesulitan bergaul, sulit memperoleh teman baru3. Kurang nyaman jika didekati orang4. Demam panggung5. Cemas dan takut masuk ke lingkungan baru6. Tidak berani mengawali percakapan7. Lebih suka menyendiri8. Sering murung & mudah sedih9. Sering melamunPenyebab minder : Pengaruh Lingkungan Seseorang bisa menjadi minder jika selalu dilarang, disalahkan, tidak dipercaya & diremehkan Pola Asuh orang tuaKarena sering melarang & membatasi setiap aktivitas/ kegiatan anak Kurang kasih sayang, penghargaan & pujian dari keluarga Trauma tenggelam pada masa lalu Trauma dipermalukan didepan umum perlakuan Sulit makan 4Faktor seorang anak sulit makan : Faktor fisik: terjadi gangguan pada organ pencernaan/ terdapat infeksi di mulut Faktor Psikis : Ganggaun psokologis seperti kondisi keluarga yang bermasalah suasana makan yang kurang mengenaskan, jarang/bahkan tidak pernah santap makan bersama dengan keluarga atau karen orangtua yang memaksa anaknya untuk mengkonsumsi/ makan makanan yang tidak sesuaiAtau bisa jadi adanya faktor lain misalnya : Hilangnya nafsu makan : bisa karena faktor penyajian makan/ menu tidak bervariasi Gangguan makan dimulut : bisa karena sariawan, radang tenggorokan, gigi berlubang Pengaruh psikologis : Trauma saat makan menyebabkan tidak nyaman setelah makan Selain hal-hal diatas kelainan pada struktur otak dan neurotransmitter juga dapat menimbulkan keluhan-keluhan tersebut. Kelainan pada paraserebral korteks, sangat penting untuk embuat keputusan dan berfikir tingkat tinggi seperti penalaran abstrak Sistem limbik, terlibat dalam mengatur perilaku, emosional, memori dan pembelajaran. Ganglia basal, beberapa diantaranya mengkoordinasikan gerakan Hipotalamus, yang mengatur hormon diseluruh tubuh dan perilaku seperti makan, minum dan seks. Lokus seruleus, yang memproduksi neuron, yang mengatur tidur dan terlibat dalam perilaku suasana hati. Substansia nigra, yang memproduksi dopamin sel yang terlibat dalam pengendalian gereakan yang kompleks, berfikir dan respon emosional.Gangguan pada neurotransmitter, khususnya dopamin : Hiperaktifitas dopaminergik Mesolimbik : Khayalan Halusinasi Perilaku aneh Bicara tidak teratur Ilusi Hiperaktifitas serotonergik Sistem mesocortis Alogia Perasaan/ emosi menjadi tumpul Avolition (kehilangan motivasi) Anhedonia Jalur dopaminergik saraf 41. Jalur nigrostriatal : dari substantia nigra ke basal ganglia -> fungsi gerakan, EPS2. jalur mesolimbik : dari tegmental area menuju ke sistem limbik -> memori, sikap, kesadaran, proses stimulus3. jalur mesocortical : dari tegmental area menuju ke frontal cortex -> kognisi, fungsi sosial, komunikasi, respons terhadap stress4. jalur tuberoinfendibular: dari hipotalamus ke kelenjar pituitary-> pelepasan prolaktin

2. Halusisani 1, 4Yaitu suatu persepsi sensori yang salah tanpa rangsangan dari yang sebenarnya, mungkin karena gangguan emosi/stress (rx histerik, deprivasi sensorik), psikosa fungsionla, keracunan (obat, alkohol, kolus logam) dan terjadi pada setiap indraYang sering terjadi : halusinasi auditorik (pendengar)

Tahapan halusinasi : Tahap comforting : timbul kecemasan ringan disertai gejala kesepian , perasaan berdosa, klien biasanya mengkompensasikan dengan coping imajinasi sehingga mereka senang dan terhindar dari ancaman Tahap condeming : timbul kecemasan moderate, cemas meningkat, klien merasa mendengar sesuatu , merasa takut apabila orang lain mendengar apa yang ia rasakan sehingga timbul perilaku menarik diri. Tahap controling : timbul kecemasan berat, klien berusaha tidak mendengar suara yang timbul ntetapi suara terus mengikuti sehingga menyebabkan klien susah berhubungan dengan dunia luar. Apabila suara hilang klien akan merasa kesepian. Tahap conquering : klien merasa panik, suara atau ide yang datang bersifat mengancam, dan apabila tidak diikuti perilaku klien dapat bersifat merusak atau dapat timbul perilaku suicide.

Step 4remaja 16 tahun RSJ Anamnesis : KU RPS RPD RPK R.Pribadi

Pemeriksaan : Fisik Diagnostik Status Mental Lab Radiologik Evaluasi Psikologik

Diagnosis : Aksis I : gangguan jiwa Aksis II : gangguan kepribadian Aksis III : keadaan medis umum Aksis IV : stressor Aksis V : GAF

Terapi dan tindakan lanjut

Step 51. Skizofren2. DDStep 6Belajar mandiriStep 7SASBELSKIZOFRENIA Definisi1. Skizofren adalah sebagai sekelompok ciri dari gejala positif dan negatif : ketidakmampuan dalam fungsi sosia, pekerjaan atau hubungan antar pribadi dan menunjukkan terus gejala-gajala ini selama paling tidak 6 bulan. (DSM IV) 52. Skizofren adalah sekelompok gangguan psikosis fungsional yang ditandai oleh distorsi pikiran dan persepsi yang mendasar dan khas, Afek yang tidak wajar atau tumpul, kesadaran yang jernih, kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian. (PPDGJ III) 3

Etiologi 1, 2, 41. Teori Somatogenik: a. Keturunan / genetik :Populasi umum - 1%Kembar monozygote- 40-50%Kembar dizigot- 10%Saudara kandung skiz. 10% Orang tua- 5%Anak dari salah sat OT. Skiz. 10-15%Anak dari ke-2 OT. Skiz. 30-40%b. Endokrine: sering timbul skizofrenia pada waktu pubertas, kehamilan dan puerperium c. Metabolisme: mungkin disebabkan kesalahan metabolism, penderita skizofrenia tampak pucat dan tidak sehat. Ujung extremitas agak sianotis, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun.d. Susunan saraf pusat: diduga kelainan SSP dapat menyebabkan gangguan neurotransmiter pada tempat tertentu di otak, pelebaran ventrikel lateral dan III, ggn perkembangan neuron awal dan perubahan metabolisme serebral 2. Teori psikogenika. Adolf Meyer: suatu mal adaptasi b. Sigmund Freud: kelemahan egoc. E.Bleuler: jiwa yang terpecah belah atau disharmoni d. Stres psikologi:1. Persaingan antara saudara kandung 2. Hubungan yang kurang baik dalam keluarga. Pekerjaan dan masyarakat; ekspresi emosi yang tinggi dalam keluarga.3. Teori sosiogenik:Keadaan sosial ekonomi, pengaruh keagamaan, nilai-nilai moral, bulan kelahiran(berhubungan dengan musim di negara barat, infeksi prenatal), industrialisasi, perbedaan kultur, dll.4. Infeksi 5. MalnutrisiKekurangan gizi yang cukup berat, terutama yang bila terjadi pada trimester pertama kehamilan, dapat menyebabkan gangguan perkembangan struktur sistem saraf pusat. Yang mana pada akhirnya hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya skizofrenia. Menurut Dr. Jack McClellan seorang professor psikiatri dari University of Washington, asam folat mempunyai peranan besar dalam proses transkripsi gen dan regulasi, serta replikasi DNA. Kekurangan zat ini pada janin akan menyebabkan mutasi ini dapat menyebabkan ketidaknorma