Bisnis Jakarta - Jumat, 08 Oktober 2010

download Bisnis Jakarta - Jumat, 08 Oktober 2010

of 8

  • date post

    27-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    275
  • download

    16

Embed Size (px)

description

Bisnis Jakarta - Jumat, 08 Oktober 2010

Transcript of Bisnis Jakarta - Jumat, 08 Oktober 2010

  • F r e e D a i l y N e w s p a p e r w w w . b i s n i s - j a k a r t a . c o m

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILAJl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat.

    Tlp: 021 - 5357602 (Hunting) Fax: 021 - 53670771

    8 HalamanNo. 188 tahun IVJumat, 8 Oktober 2010

    Wartawan Bisnis Jakarta membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.

    Pemimpin Umum : Satria Naradha, Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Suja Adnyana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli,Sirkulasi : D. Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602, Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk)

    Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI

    Bisnis Jakarta/istBERMASALAH Penetapan TPPI sebagai salah satu pemenang tender PLN dinilai bermasalah dan berpotensi merugikan negara hingga Rp 200 miliar. Karena itu, PLN dimintamengkaji kembali keputusan tersebut.

    JAKARTA - Sejumlah ka-langan minta PT PLN (Persero)mengkaji lagi penetapan PTTrans Pacific Petrochemical In-dotama (TPPI) sebagai pema-sok minyak solar. Demikian di-sampaikan dua Anggota Ko-misi VII DPR, M Romahurmuziydan Achmad Rilyadi, DirekturEksekutif ReforMiner Institute,Pri Agung Rakhmanto, dan VicePresident Corporate Communi-cation PT Pertamina (Persero),M Harun, dalam kesempatanterpisah di Jakarta, kemarin.

    Romahurmuziy mengatakan,penetapan TPPI sebagai pe-menang tender solar PLN ber-potensi merugikan negara Rp200 miliar. Di tengah keper-luan menekan biaya subsidiyang besar, tindakan PLN inijelas mencederai keinginanefisiensi operasi yang terus di-upayakan Komisi VII DPRdalam pembahasan anggaran,

    Penetapan TPPI

    Potensi Rugikan Negarakatanya.

    Ia juga mempersoalkan pe-nawaran tender TPPI ke PLT-GU Belawan, yang hanya me-makai ongkos transportasi1-1,5 sen dolar AS per liter. Bi-aya transpor itu mengindikasi-kan barang diimpor dari Si-ngapura dan tidak mungkin dariTuban sebagai tempat kilangTPPI, katanya.

    Dengan demikian, seharus-nya TPPI tak mendapat hakRTM, karena produknya ber-asal dari impor. Ditambah lagi,dengan kapasitas produksiyang hanya 200 ribu kiloliter pertahun, seharusnya TPPI hanyaberhak mengajukan RTM disatu pembangkit saja. Namun,dalam perjalanannya, ketentu-an RTM diubah menjadi dihi-tung terpisah-pisah per satupembangkit. Jelas ketentuanini menguntungkan TPPI,ujarnya.

    Achmad Rilyadi mengata-kan, Komisi VII DPR segerameminta PLN menjelaskan ten-der pengadaan minyak solarsebanyak lima juta kilolitertersebut. Pimpinan Komisi VIIDPR sedang membicarakanjadwal rapatnya, katanya. Se-mentara, Pri Agung mengata-kan, meskipun tender adalahkebijakan korporat, namun per-lu ada evaluasi dalam hal ini.Kriteria penentuan pemenangsebaiknya jangan hanya di-dasarkan atas faktor harga ter-endah saja, tapi juga kualifikasiperusahaan dan pertimbangansinergisitas antar-BUMN,ujarnya.

    Menurut dia, di sampingPLN merupakan BUMN, peng-adaan barang yang ditenderkanjuga menyangkut produkBUMN lain yakni Pertamina.Dari sudut pandang pemerin-tah, sebetulnya tidak ada be-

    danya. Jika pun Pertaminamenang dengan harga lebihtinggi, maka ibarat dari satukantong pindah ke kantong lainsaja, katanya.

    Ia melihat, persoalan tendertersebut merupakan cerminanrendahnya sinergisitas antar-BUMN. Masing-masing ber-jalan dan mencari keuntungansendiri, ujarnya. Ia minta, per-lu ada perubahan kebijakanmakro di level KementerianBUMN tentang koordinasi danarah strategi usahanya.

    Ukuran prestasi BUMNhendaknya jangan hanya dariaspek keuangan saja, tapi as-pek strategis lain seperti siner-gisitas dan menggerakkan in-dustri nasional. Sedang, MHarun mengatakan, pihaknyahari ini mengirimkan notaprotes ke PLN atas penetapanTPPI tersebut. Kami ingatkanPLN akan pentingnya siner-

    KURS RUPIAH

    9.000

    9.500

    8.500

    5/10 6/10 7/10

    8.9218.938

    8.920

    gisitas BUMN, ujarnya.PLN sudah menetapkan

    TPPI dan Pertamina sebagai pe-menang tender pengadaanminyak solar sebanyak 1,25 jutakiloliter per tahun selama em-pat tahun (2011-2014) atau to-talnya lima juta kiloliter. Perta-mina memenangi tender peng-adaan minyak solar sebanyaktiga juta kiloliter untuk tiga lo-kasi pembangkit yakni, PLTGUMuara Tawar, Bekasi, PLTGUGrati, Gresik, dan PLTGU MuaraKarang, Jakarta Utara. Sedang,TPPI menang tender sebanyakdua juta kiloliter di dua lokasiyakni PLTGU Tambak Lorok,Semarang dan PLTGU Bela-wan, Medan. PLN berpen-dapat, sesuai uji tuntas (due dil-ligence) oleh lembaga inde-penden, TPPI dinyatakan mam-pu memenuhi pasokan danspesifikasi solar sesuai aturantender. (ant)

    JAKARTA - Pemerintahakan menggenjot produksi mi-nyak mentah agar memenuhiasumsi APBN Perubahan 2010yang ditetapkan sebesar965.000 barel per hari. MenteriESDM, Darwin Saleh, sebelumrapat terbatas bidang pol-hukam di Kantor Presiden,Jakarta, kemarin mengatakan,dalam waktu dekat, pihaknyaakan melakukan rapat koordi-nasi guna mencari terobosanpeningkatan produksi minyak.Kami akan cari di lapanganmana yang masih memungkin-kan dinaikkan lagi dalam wak-tu dekat, ujarnya. Menurutdia, kejadian kebocoran pipagas milik PT Trans Gas Indo-nesia sudah ditangani.

    Produksi minyak PT Chev-ron Pacific Indonesia semen-

    Pemerintah GenjotProduksi Minyak

    tara ini sudah membaik yaknimencapai 125.000 barel per haridan akan terus meningkat hing-ga mencapai normal sekitar380.000 barel per hari. KepalaBPH Migas R Priyono, menga-takan, produksi minyak 2010hingga 30 September mencapairata-rata 956.509 barel per haridan rata-rata bulan September945.939 barel per hari. Tingkatproduksi itu masih di bawahasumsi APBN Perubahan 2010sebesar 965.000 barel per hari.

    Produksi gas Septembertercatat 9.021 MMSCFD dansepanjang tahun 2010 8.910MMSCFD. Secara total, pro-duksi minyak dan gas Sep-tember 2.552.669 barel setaraminyak dan rata-rata 2010sebesar 2.543.469 barel setaraminyak. (ant)

    JAKARTA - Pemerintahakan mengefisienkan anggaranguna menutup kekurangansubsidi listrik akibat tidak ada-nya kenaikan tarif dasar listrik(TDL) pada 2011. MenteriESDM Darwin Saleh mengata-kan, pemerintah menghindaripenambahan utang buat menu-tup kekurangan subsidi listriktersebut. Defisit harus dihin-dari karena berarti menambahutang, katanya.

    Menurut dia, pihaknya op-timis efisiensi anggaran bisadilakukan guna menutup ke-kurangan defisit listrik terse-but. Pemerintah mengusulkan

    Hindari Kenaikan TDLPemerintah Efisienkan Anggaran

    kenaikan TDL rata-rata 15 per-sen mulai 1 Januari 2011 gunamenutup kekurangan subsidilistrik sebesar Rp 12,7 triliun.Namun, usulan kenaikan ter-sebut ditolak Komisi VII DPR.Sebagai kompensasinya, PTPLN (Persero) diminta menghe-mat pengeluaran hingga Rp 8,1triliun, sehingga masih kurangRp 4,6 triliun.

    Kekurangan Rp 4,6 triliunitulah yang kini sedang dicari-kan pemerintah jalan keluar-nya. Darwin mengatakan, pe-merintah juga optimis terminalpenerima gas alam cair tera-pung di Teluk Jakarta mampu

    beroperasi akhir 2011, sehing-ga menghemat belanja energiPLN. Kami masih terus usa-hakan, katanya.

    Pasokan gas terminal terse-but mampu menghemat biayabahan bakar pembangkit PLNhingga Rp 2 triliun. DirekturUtama PLN Dahlan Iskan me-ngatakan, pihaknya akan me-nandatangani pokok-pokokperjanjian (HoA) jual beli gasterminal dengan PT Regas Nu-santara pada 12 Oktober 2010.Harga beli gasnya sekitar 10dolar AS per MMBTU denganpatokan harga minyak 70 dolarAS per barel, ujarnya. (ant)

    JAKARTA - Pengamat pasar uang, EdwinSinaga memperkirakan Bank Indonesia akantetap berada di pasar menjaga pergerakan ru-piah agar kenaikan ke level Rp 8.900 per dolartidak terlalu cepat. Kalau kenaikan rupiah ter-lalu cepat, mata uang Indonesia itu menjadiliar tidak terkendali, sehingga akan menyulit-kan eksportir untuk menghitung harga jualproduknya di pasar internasiaonal, katanyadi Jakarta, kemarin.

    Karena itu BI berusaha berada di pasar un-tuk menahan gejolak kenaikan rupiah lebih ce-pat. Apabila BI tidak menjaga, rupiah kemungki-

    nan sudah jauh berada di bawah angka Rp 8.900per dolar. Posisi rupiah saat ini dinilai cukupbaik, meski suatu saat naik maupun turun tapimasih dalam kisaran sempit.

    Menurut dia, pelaku asing berkeinginan tetapbermain di pasar domestik, setelah pemerintahmenargetkan pertumbuhan ekonomi 2011 men-capai 6,4 persen. Pelaku asing optimis ekonominasional akan tumbuh mencapai 6,4 persen bah-kan bisa di atas target itu asalkan pemerintahmempercepat pencairan dana APBN dan me-minta perbankan mempercepat penyaluran kreditke masyarakat. (ant)

    BI Jaga Pergerakan Rupiah

  • 2Bisnis Jakarta, Jumat 8 Oktober 2010Ek bisINDEKS HARGA SAHAM BURSA EFEK INDONESIA

    YP eTrading Securities 418.081.615.000 1.067.087.500 32.516PD Indo Premier Securities 283.606.074.500 668.943.500 21.463GR Panin Sekuritas 232.802.210.000 472.083.500 12.737LS Reliance Securities 177.298.005.000 754.971.500 10.554NI BNI Securities 179.992.275.000 346.025.500 10.506KK Phillip Securities Ind 216.834.080.500 331.662.500 10.388DR OSK Nusadana Securities Ind 331.476.729.704 461.037.000 10.190ZP Kim Eng Securities 882.591.801.968 429.099.000 9.628LG Trimegah Securities Tbk 442.390.176.928 424.348.500 9.321

    Hang Seng Index HSI.X 22.835,9102 -44,