Bisinosis PAK

download Bisinosis PAK

of 24

  • date post

    01-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    18
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Bisinosis PAK

Transcript of Bisinosis PAK

Bisinosis PAKAyu Anas Silvya102010072B8Fakultas KedokteranUniversitas Kristen Krida WacanaJl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510yafonaso@yahoo.com

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan sektor industri di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan ini sejalan dengan peningkatan taraf ekonomi negara. Dengan majunya industri maka terbukalah lapangan kerja buat masyarakat, daerah di sekitar perindustrian juga berkembang dalam bidang sarana transportasi, komunikasi, perdagangan dan bidang lain. Semua hal ini akan meningkatkan taraf ekonomi dan sosial masyarakat. Di lain pihak kemajuan ekonomi perangsang timbulnya industri baru yang mempunyai ruang lingkup yang lebih luas. Meskipun perkembangan industri yang pesat dapat meningkatkan taraf hidup, tetapi berbagai dampak negatif juga bisa terjadi pada masyarakat.Salah satu dampak negatif adalah terhadap paru para pekerja dan masyarakat di sekitar daerah perindustrian. Hal ini disebabkan pencemaran udara akibat proses pengolahan atau hasil industri tersebut. Berbagai zat dapat mencemari udara seperti debu silica, batubara, semen, kapas, asbes, zat-zat kimia, gas beracun, dan lain-lain.Kata bisinosis berasal dari perkataan Yunani byssos yang berarti fine flax atau fine linnen yang dihasilkan tanaman flax. Penyakit Bisinosis adalah penyakit pneumoconiosis yang disebabkan oleh pencemaran debu napas atau serat kapas di udara yang kemudian terhisap ke dalam paru-paru. Debu kapas atau serat kapas ini banyak dijumpai pada pabrik pemintalan kapas, pabrik tekstil, perusahaan dan pergudangan kapas serta pabrik atau bekerja lain yang menggunakan kapas atau tekstil; seperti tempat pembuatan kasur, pembuatan jok kursi dan lain sebagainya.1Umumnya penyakit paru lingkungan berlangsung kronis menetap kadang-kadang sulit diketahui kapan mulainya, terpapar oleh polutan jenis apa atau saat pekerja bekerja di bagian mana dari tempat kerjanya mendapatkan paparan. Lebih-lebih kalau pekerja juga seorang perokok. Pasien umumnya mengeluh sesak napas, batuk-batuk, mengi, batuk mengeluarkan dahak. Pasien penyakit paru kerja umumnya mengeluh penyakit paru (asma) timbul atau makin berat apabila is berada di tempat kerja dan mengurang lagi apabila keluar dari tempat tersebut. Karena polutan berefek tidak hanya pada paru tetapi juga pada organ di luar paru, maka pasien juga bisa mengeluh akibat proses-proses-di luar paru yang mungkin timbul. 1

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi inti penulisan makalah ini adalah pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi pekerja pabrik terutama pada pekerja pabrik garmen atau tekstil dimana dalam bekerja sering terpapar debu organic (kapas) yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti sesak nafas, asma, demam dan sebagainya.

a. Apa itu kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ditinjau dari kesehatan okupasi?b. Bagaimana langkah diagnosis penyakit akibat kerja?c. Bagaimana cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit akibat kerja?BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

a. Kesehatan KerjaPengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu kondisi fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya.Paradigma baru dalam aspek kesehatan mengupayakan agar yang sehat tetap sehat dan bukan sekedar mengobati, merawat atau menyembuhkan gangguan kesehatan atau penyakit. Oleh karenanya, perhatian utama dibidang kesehatan lebih ditujukan ke arah pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya penyakit serta pemeliharaan kesehatan seoptimal mungkin. 1-3Status kesehatan seseorang, menurut blum (1981) ditentukan oleh empat faktor yakni : 1,21. Lingkungan, berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia (organik / anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri, microorganisme) dan sosial budaya (ekonomi, pendidikan, pekerjaan).2. Perilaku yang meliputi sikap, kebiasaan, tingkah laku.3. pelayanan kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan, rehabilitasi, dan4. genetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia.

b. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam istilah sehari hari sering disebut dengan safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. 1,3,6Pengertian Kecelakaan Kerja (accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. 3Pengertian Hampir Celaka, yang dalam istilah safety disebut dengan insiden (incident), ada juga yang menyebutkan dengan istilah near-miss atau near-accident, adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. 6

c. Faktor Risiko di Tempat Kerja

Berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan kerja, seperti disebutkan diatas, dalam melakukan pekerjaan perlu dipertimbangkan berbagai potensi bahaya serta resiko yang bisa terjadi akibat sistem kerja atau cara kerja, penggunaan mesin, alat dan bahan serta lingkungan disamping faktor manusianya. 1,2Istilah hazard atau potensi bahaya menunjukan adanya sesuatu yang potensial untuk mengakibatkan cedera atau penyakit, kerusakan atau kerugian yang dapat dialami oleh tenaga kerja atau instansi. Sedang kemungkinan potensi bahaya menjadi manifest, sering disebut resiko. Baik hazard maupun resiko tidak selamanya menjadi bahaya, asalkan upaya pengendaliannya dilaksanakan dengan baik.1,3Ditempat kerja, kesehatan dan kinerja seseorang pekerja sangat dipengaruhi oleh:3,5

1 Beban Kerja berupa beban fisik, mental dan sosial sehingga upaya penempatan pekerja yang sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan2 Kapasitas Kerja yang banyak tergantung pada pendidikan, keterampilan, kesegaran jasmani, ukuran tubuh, keadaan gizi dan sebagainya.3 lingkungan Kerja sebagai beban tambahan, baik berupa faktor fisik, kimia, biologik, ergonomik, maupun aspek psikososial. Langkah Manajerial Keperawatan KerjaDalam pelaksanaan kesehatan kerja memerlukan langkah- langkah manajerial untuk menjamin kesehatan dan keselamatan pekerja. Langkah-langkah Usaha Kesehatan Kerja (UKK) merupakan langkah utama dalam manajemen keperawatan okupasi. 3,5UKK yang dapat dilakukan di perusahaan adalah : 1,3a. Pencegahan dan pemberantasan penyakit-penyakit dan kecelakaan-kecelakaan akibat kerjab. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan tenaga kerjac. Perawatan dan mempertinggi efisiensi dan daya produktivitas tenaga kerjad. Pemberantasan kelelahan tenaga kerjae. Meningkatkan kegairahan serta kenikmatan kerjaf. Perlindungan masyarakat sekitar perusahaan dari bahaya-bahaya pencemaran yang berasal dari perusahaang. Perlindungan masyarakat luas dari bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk-produk industryh. Pemeliharaan dan peningkatan higiene dan sanitasi perusahaan seperti kebersihan, pembuangan limbah, sumber air bersih dan sebagainya

2.2PENYAKIT AKIBAT KERJAPenyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja.Dengan demikian Penyakit Akibat Kerja merupakan penyakit yang artifisial atauman made disease. 3,6

WHO membedakan empat kategori Penyakit Akibat Kerja: 1,5

1. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misalnya Pneumoconiosis2. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, misalnya Karsinoma Bronkhogenik.3. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara faktor-faktor penyebab lainnya, misalnya Bronkhitis khronis.4. Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya, misalnya asma

Penyebab penyakit akibat kerja 1,3,5,6

1 Golongan Fisik Suara:ketulian Radiasi, Rontgen: penyakit darah. Kelainan kulit. Infra merah:katarak.Ultraviolet:konjungtivitis fotoelektrik Suhu, Panas:heat stroke, heat cramps. Dingin:frostbite Tekanan udara :tinggi (caisson disease) Cahaya :silau, asthenopia, myopia2 Golongan kimia Debu: silikosis, pneumoconosis, asbestosis Uap: metal fume fever, dermatitis Gas: H2S, CO Larutan: dermatitis Awan/kabut: insektisida, racun jamur3 Golongan biologis anthrax brucella (kulit), dll4 Golongan fisiologis (ergonomi) konstruksi mesin / tata letak / tata ruang sikap badan, dll5 Golongan mental psikologis monotoni hubungan kerja (stress psikis), organisasi, dll

2.3DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA

Untuk dapat mendiagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada individu perlu dilakukan suatu pendekatan sistematis untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dan menginterpretasikannya dengan tepat. Pendekatan tersebut dapat disusun menjadi 7 langkah yang dapat digunakan sebagai pedoman : 5,6

1. Diagnosis Klinisa. AnamnesisWawancara harus jelas, teliti dan cermat mengenai:Riwayat penyakit paru dan kesehatan umum 3,5 Ada keluhan: sesak napas, batuk, batuk berdahak, mengi, kesulitan bernapas Ada riwayat merokok Masalah pernapasan sebelumnya dan obat yang dikonsumsi Apakah ada hari-hari tidak dapat masuk kerja dan alasannya Kapan keluhan-keluhan mulai dan apakah ada hubungannya dengan pekerjaan Riwayat penyakit terdahulu 1,3 Apakah sebelumnya pernah menderita: sesak nafas, asma, atopi, penyakit kardiorespirasi Paparan bahan-bahan yang pernah diterimanya: kebisingan, getaran, radiasi, zat kimiawi, debu organic dan fibrogenikRiwayat pekerjaan 3 Daftar pekerjaan yang pernah dilakukan sejak awal Aktifitas kerja