Billiar Bridge

of 34/34
BILLIAR A. DEFINISI Billiar adalah sebuah cabang olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi, sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil. Cabang olahraga ini dimainkan di atas meja dan dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri. Permainan ini terbagi dari beberapa Jenis, antara lain jenis Carom, English Billiard dan Pool. Dapat dimainkan secara perorangan maupun tim.Sebagai contoh, jenis Carom dimainkan di meja yang tidak memiliki lubang sama sekali. Ini berbeda dengan jenis English Billiard dan Pool yang dimainkan di
  • date post

    02-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    28

Embed Size (px)

Transcript of Billiar Bridge

BILLIAR

A. DEFINISI Billiar adalah sebuah cabang olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi, sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil. Cabang olahraga ini dimainkan di atas meja dan dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri.

Permainan ini terbagi dari beberapa Jenis, antara lain jenis Carom, English Billiard dan Pool. Dapat dimainkan secara perorangan maupun tim.Sebagai contoh, jenis Carom dimainkan di meja yang tidak memiliki lubang sama sekali. Ini berbeda dengan jenis English Billiard dan Pool yang dimainkan di meja yang memiliki lubang sebanyak 6 buah. Meski sama-sama memilki 6 buah lubang, ukuran atau luas meja antara English Billiar dan Pool pun berbeda, lebih luas meja jenis English Billiard. Sampai saat ini, tahun 2008, yang sangat berkembang di Indonesia adalah jenis Pool yang itu pun masih terbagi dalam Nomor bola 15, bola 8 dan bola 9. Dahulu di Indonesia, biliar identik dengan olahraga yang selalu dimainkan oleh para lelaki saja. Namun saat ini banyak wanita yang mulai

menggemari olahraga biliar. Adalah Bapak Putera Astaman, mantan Ketua Umum PB. POBSI, yang berhasil menaikan Citra Olahraga Biliar, di Indonesia dari Sekedar Olahraga Rekreasi menjadi Olahraga Prestasi. Biliar, jenis Pool telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia. Contohnya, pada World Pool Championship (kejuaraan dunia biliar jenis pool untuk nomor bola 9) tahun 2006 kemarin, pemain seperti Ricky Yang, M. Zulfikri berhasil masuk ke jajaran 32 besar pemain dunia. Roy Apancho berhasil masuk ke jajaran pemain 64 besar dunia. Apsi Chaniago berhasil masuk ke jajaran pemain 128 besar dunia. Pada pesta olahraga antar bangsa SEA Games XXIV, 2007 yang lalu, terjadi kejutan peningkatan prestasi secara luar biasa pula pada cabang olahraga Biliar jenis Pool, dengan mampunya diraih Medali Emas nomor bola 8, Wanita Perorangan sekaligus Medali Perak nomor bola 9, Wanita Perorangan oleh seorang Atlet Muda Usia yakni Angeline Magdalena Ticoalu serta Medali Emas nomor bola 9, Pria Perorangan oleh Ricky Yang. B. SEJARAH Banyak pendapat yang membahas sejarah dari permainan ini, ada yang berpendapat bahwa billiard berasal dari negara Prancis, Spanyol, dan Italia. Namun ada pihak lain yang menyanggah dan mengatakan bahwa billiard berasal dari negeri China. Sementara itu ada ahli lain yang mengatakan dengan yakin bahwa permainan ini sudah dimainkan di negaranegara Eropa Timur pada abad XV namun dimainkan di taman terbuka. Yang pada akhirnya permainan tersebut dipindahkan ke dalam ruangan dengan meja yang diberi taplak berwarna hijau menyerupai rumput.

Meskipun ada banyak pendapat tentang sejarah Billiard yang berlainan, namun yang pasti pada sekitar tahun 1675 permainan ini sudah sangat populer di daratan Inggris.Bahkan pada tahun ini segala macam peraturan

tentang permainan ini sudah didokumentasikan dalam bentuk buku. Pada masa abad ke-18 permainan Billiar hanya dimainkan oleh para bangsawan yang populer dengan nama Noble Game of Billiards. Kemudian pada awal abad ke IX permainan ini makin terkenal dan tidak hanya dimainkan oleh kaum bangsawan saja, melainkan masyarakat umu sudah mulai mengenal dan menyukainya.

1. Sejarah Di Amerika Biliard yang telah dikenal baik di eropa sejak abad 15, ternyata tidak mudah dibawa ke amerika. Selain jarak yang jauh, ongkos angkut tentu juga sangat mahal. Baru di awal abad 19 amerika mulai membuat meja biliard. Pada tahun 1808 saja, di New York City ternyata hanya ada 8 buah meja biliard dan hingga 16 tahun kemudian, tahun 1824, di seluruh amerika hanya ada 24 buah meja biliard. Baru di sekitar tahun 1840 biliard menjadi sangat populer. Michael Phelan, pemilik New York Billiard Parlor, sejak tahun 1850 gencar melakukan kampanye dan menyelenggarakan kompetisi hingga biliard menjadi olahraga bergengsi saat itu. Dia juga menerbitkan buku Billiards Without Masters yang laku keras. Sampai dengan tahun 1875 buku tersebut telah dicetak ulang hingga 10 kali. Sebagai pembuat meja biliard, Phelan lah yang berinisiatif menambahkan titik-titik penanda disekeliling meja (diamond) untuk memudahkan pemain memukul bola, terutama pukulan bank shots. Di pertandingan tidak resmi American Billiard championship tahun 1858 Phelan menjadi juara dengan mengalahkan Ralph Benjamin dari Philadelphia dan berhak atas hadiah uang tunai US$.1,000. Sementara itu pada turnamen resmi American Billiard

championship yang diadakan tahun yang sama, Dudley Kavanagh memenangkan turnamen ini dan mengantongi hadiah US$2,000.

Turnamen diikuti oleh 8 pebiliard dengan biaya pendaftaran US$250 per peserta. Di final kejuaraan yang sama tahun berikutnya yang digelar pada 10 April 1859, kembali Kavanagh menang dan berhasil mempertahankan gelar setelah mengalahkan Michael Foley. Dua hari berikutnya, di Detroit Billiard Academy terjadi pertarungan besar antara Phelan melawan John Seereiter berhadiah US$5,000. Karena masing-masing menambahkan taruhan US$5,000, maka total hadiah menjadi sebesar US$.15.000. Pertandingan ini dipublikasikan secara besar-besaran oleh media sehingga penonton mbludag dan banyak yang tidak kebagian tempat menyaksikan pertandingan biliard terbesar ini. Phelan menang dan oleh kalangan media dijuluki The billiard championship of the United States. Meskipun Phelan dan Kavanagh tidak pernah bertemu di sebuah pertandingan, namun keduanya gencar memanfaatkan gelar juaranya untuk mempromosikan biliard, sekaligus promosi peralatan biliard bikinan mereka. Ketika Phelan pensiun dari berbagai pertandingan di tahun 1863, Kavanagh masih terus memenangkan berbagai pertandingan hingga memperoleh gelar kehormatan sebagai juara biliard sejati Di tahun 1865 Phelan membentuk The American Billiard Players Association. Tak ketinggalan, di tahun 1866 Kavanagh membentuk organisasi serupa, The National American Billiards Association. Persaingan kedua juara dan organisasinya ini berakhir ketika Phelan meninggal di tahun 1871.

2. Sejarah Di Asia Sementara itu di Asia, Perjalanan sejarah permainan billiar ini dimulai justru bukan dari kalangan atas atau bangsawan. melainkan masyarakat kasta rendahlah yang lebih dulu mengenal dan

memainkannya. Bangsa Eropa yang pada waktu itu punya banyak negara koloni di Asia selain melakukan penjajahan juga membawa tradisi permainan billiard ke negara-negara Asia. Selanjutnya para buruh dan kuli mulai mengenal dan memainkannya. Karena dimainkan oleh para buruh dan pengangguran, maka pada waktu itu permainan ini oleh bangsa-bangsa di Asia sering dipandang sebagai permainan masyarakat kelas bawah. Hal ini terus berlangsung lama, hingga akhirnya karena mengetahui bahwa permainan ini dimainkan oleh para bangsawan di Eropa, maka masyarakat kelas atas mulai menyukai. Selanjutnya ada perkembangan lain yang sangat menarik bahwa saat ini permainan billiar justru lebih populer di Asia dibandingkan dengan di negara-negara Eropa. Bahkan yang lebih istimewa lagi adalah para pemain billiar tingkat dunia yang sering memenangkan kompetisi atau pertandingan billiar tingkat Internasional kebanyakan juga berasal dari negara-negara Asia, dan buka Eropa lagi.

C. TEKNIK PERMAINAN 1. Teknik Pukulan Dasar Dalam Billiard Ada empat cara memukul bola dalam Permainan Billiard Empat pukulan ini merupakan pukulan yang paling dasar yang harus anda ketahui jika anda berkeinginan untuk menjadi orang yang bisa bermain billiard dengan benar.

Stop Shoot/Stop Stroke. Pukulan ini membuat bola putih berhenti di tempat apabila dipukul sejajar dengan bola sasaran. Apabila tidak sejajar, bola putih akan bergerak normal (tidak telalu cepat dan tidak terlalu lambat). Pukulan

ini juga merupakan pukulan yang paling mudah, karena titik pukul pada bola ada pada tengah-tengah bola putih. Draw Shot/Draw Stroke. Pukulan ini akan membuat bola putih mundur apabila dipukul sejajar dengan bola sasaran. Apabila tidak sejajar, bola putih akan memiliki sudut pantul yang lebih lebar dan berjalan lambat. Pukulan ini dapat dilakukan dengan memukul bola putih sedikit dibawah titik tengah dari bola. Pukulan ini jangan dilakukan terlalu di bawah titik tengah, karena jika dipukul dengan tenaga yang berlebih, bola putih justru akan menggelinding di atas stick/cue (atau yang sering dikenal dengan jump ball, walaupun teknik jump ballnya salah). Follow Shot/Follow Stroke. Pukulan ini akan membuat bola putih bergerak maju apabila dipukul sejajar dengan bola sasaran. Apabila tidak sejajar, bola putih akan memiliki sudut pantul yang lebih sempit dan bergerak lebih cepat. Pukulan ini dapat dilakukan dengan memukul bola putih sedikit diatas titik tengah. Spin Shot/Spin Stroke. Pukulan ini akan membuat bola putih bergerak pada sudut yang tidak semestinya setelah mengenai bola sasaran ataupun cushion/ban. Pukulan ini dapat dilakukan dengan memukul bola putih sedikit di sebelah kiri atau kanan dari titik tengah. Keempat pukulan tadi merupakan pukulan dasar dalam bermain billiard. Keempat pukulan tersebut dapat dikombinasikan agar bola putih dapat berhenti pada sudut yang tepat pada bola berikutnya English English adalah istilah untuk memukul bola dengan menggunakan efek. Pukulan ini memungkinkan bola bergerak tidak sesuai dengan rutenya. Jika menggunakan English maka hukum sudut datang sama dengan sudut pantul bisa saja tidak berlaku lagi, karena dengan

english, lajur bola putih dimanipulasi sedemikian rupa oleh player untuk mendapatkan posisi yang baik untuk pukulan selanjutnya. JumpShoot Tehnik untuk membuat bola putih melompat untuk menghindari bola yang menghalangi jalur cueball dengan bola sasaran. Dilakukan dengan cue (stick) khusus dengan cara menekan bola putih dari atas sehingga bola menekan laken dan mengakibatkan bola bereaksi bergerak ke atas. Pukulan yang biasanya jarang dilakukan kecuali sangat terpaksa atau ada peluang untuk memaksa bola sasaran masuk dengan

menggunakan jumpshot. Masse Membuat bola putih bergerak melengkung. Biasanya digunakan ketika bola sasaran terhalangi oleh bola lain. Sisanya adalah variasi dari pukulan-pukulan diatas. Sebuah bola jika dipukul pada titik yang sama namun dengan cara pukul yang berbeda maka akan menghasilkan jenis pukulan yang berbeda pula. Sering praktek adalah kuncinya. Tehnik dan feeling akan semakin terasah bila sering melakukan berbagai pukulan diatas. 2. Peraturan Bola 9 (Nine Ball) Bola yang digunakan adalah 9 buah bola angka yang bernomor 1 s/d 9 dan sebuah bola putih sebagai gundu ( cue ball ). a. Susunan Bola Angka Pada Saat Break Sebelum break bola angka di susun dengan kofigurasi diamond dengan ketentuan : Bola 1 ( satu ) dititik spot dan bola 9 ( sembilan ) di tengah. Bola angka lainnya ( bola 2 s/d bola 8 ) bebas ditempatkan dimana saja. b. Tujuan Permainan. Permainan yang terlebih dahulu memasukan bola 9 ( sembilan ) secara sah, adalah pemenang pada game itu PUSH OUT ( SHOOT

OUT).Pemain yang mendapatkan giliran memukul setelah break yang sah boleh melakukan push out kesempatan ini hanya satu kali dalam setiap game dan hanya boleh dipakai setelah break yaitu pada pukulan pertama / first out. c. Definisi Push out adalah suatu pukulan pelanggaran yang di anggap / dinyatakan tidak pelanggaran. Dalam melakukan push out, pemain harus memukul bola putih secara sah (jika bola putih masuk lobang atau melompat maka tetap dianggap pelanggaran). Pukulan yang diperbolehkan pada saat push out adalah memukul bola putih tanpa menyentuh apapun ( tidak menyentuh bola sasaran, bola angka lain atau ban memukul bola angka lain ( bukan bola sasaran ) dan tidak memenuhi ketentuan safety ( jika bola sasaran atau bola angka lain yang masuk pada pukulan ini, maka bola tersebut tidak dikembalikan ke bidang permainan ( kecuali bola 9 sembilan). Pukulan selain ketentuan diatas tetap dinyatakan pelanggaran. d. Pemberitahuan Push Out Pemain yang akan melakukan push out wajib memberitahukan maksudnya tersebut terlebih dahulu kepada wasit untuk diteruskan kepada pemain lawan. Jika tidak pukulan dianggap pululan biasa (ketentuan push out tidak berlaku) e. Ketentuan Giliran Setelah Push Out Setelah seseorang pemain melakukan push out, maka giliran selesai pemain lawan mempunyai pilihan untuk : I. Melanjutkan permainan dengan posisi yang ada II. Pass yaitu melemparkan gilirannya kepada pemain yang melakukan push out tadi untuk meneruskan permainan, sedangkan pemain yang melakukan push out tersebut harus melakukan gilirannya kembali f. Ketentuan ( Posisi Bola Putih ) Setelah Pelanggaran

Jika terjadi pelanggaran maka pemain lawan meneruskan permainan dengan posisi yang ada. Dalam keadaan ini bola putih boleh diangkat dan ditempatkan / diletakkan bebas di bidang permainan manapun. g. Bola Sasaran & Bola Angka Lainnya Yang Masuk/ Melompat Keluar Pada Pelanggaran Bola sasaran atau bola angka lainnya yang masuk / melompat keluar pada saat pelanggaran tidak dikembalikan ke bidang permainan kecuali bola 9 h. Posisi Penempatan Bola 9 ( Sembilan ) Bola 9 yang masuk / melompat keluar pada saat pelanggaran atau push out, harus dikembalikan ke bidang permainan yaitu tetap pada titik spot Jika di titik spot ada bola lain yang menghalangi penempatannya maka bola 9 diletakkan pada long string sedekat mungkin dengan titik spot. i. Pelanggaran 3 X Berturut Turut Jika seseorang pemain melakukan pelanggaran 3 x berturut turut dalam satu game, maka dinyatakan kalah pada game tersebut. Wasit harus memberikan peringatan kepada pemain yang telah melakukan pelanggaran 2 x berturut (jika lupa maka lawannya berhak mengingatkan wasit ) Jika tidak ada peringatan, maka pelanggaran yang terjadi pada pukulan ke 3 tidak di hitung (dianggap tidak ada ) berarti pemain tersebut baru melakukan pelanggaran 2 x berturut turut j. Pelanggaran Apabila saat hendak memukul bola lainnya terkena anggota badan atau stick atau sehingga merubah bola lainnya maka dianggap pelanggaran. Apabila saat hendak memukul kedua kaki tidak berpijak di bawah maka dianggap pelanggaran. Satu kaki harus berpijak di bawah.

3. Istilah-istilah dalam billiard

a. Cue Adalah tongkat atau stik yang di gunakan sebagai alat penyodok bola dalam permainan billiar yang biasanya terbuat dari kayu atau serat komposit dalam berbagai motif corak dan bentuk. b. Cue Ball Adalah bola billiard yang digunakan sebagai bola utama atau bola yang berfungsi sebagai media penghubung antara stik billiard dengan object ball / bola target. c. Object Ball / Pool Ball Adalah bola biliard yang menjadi target singgungan dari cue ball untuk diarahkan ke posisi tertentu atau dimasukan ke dalam pocket sebagai tujuan permainan. d. Pocket Adalah kantung pada meja billiar yang fungsinya sebagai tempat masuknya bola billiard,pocket pada meja billiard berjumlah enam buah ( 3 buah pada tiap sisinya ) dengan ukuran kurang lebih dua kali diameter bola biliard . e. Chalk Adalah perlengkapan yang dipakai untuk melapisi bagian atas (tip) dari stik biliard yang berfungsi agar tidak terjadi slip pada persinggungan antara tip dengan cue ball (missed cue).

f. Missed Cue Adalah situasi stik billiar terpeleset pada saat melakukan sodokan terhadap cue ball, Karena terpeleset, maka bola sasarannya akan meleset juga atau tidak sesuai yang kita inginkan. g. Scratch Adalah situasi pada saat cue ball masuk ke dalam pocket atau keluar dari meja. Scratch merupakan foul/kesalahan dalam permainan biliar. h. Safety Shot Adalah trik yang dilakukan untuk tujuan bertahan dalam permainan billiard yang dilakukan dengan cara menempatkan bola target/pool ball pemain lawan pada posisi tertentu agar pemain lawan tidak memiliki kesempatan posisi bola yang terbuka. i. Ball In Hand Adalah situasi ketika seorang pemain mendapatkan kesempatan untuk melakukan sodokan bebas / bebas meletakan cue ball pada posisi tertentu,hal ini berlaku jika pemain lawan melakukan kesalahan (foul). j. Back Spin Adalah situasi saat cue ball yang putaranya berbalik arah, hal ini terjadi karena sodokan stik billiard yang mengenai daerah bagian bawah cue ball. Putaran balik inilah yang akan membuat cue ball kembali ke area semula setelah bersinggungan dengan bola sasaran. k. Draw Shot Adalah teknik sodokan stik biliard pada cue ball yang menghasilkan efek back spin. l. English Shot Adalah teknik sodokan stik bilyar pada cue ball untuk menghasilkan efek spin samping/memutar pada cue ball dan bola target.Teknik ini dilakukan dengan cara menyodok bagian sisi kiri atau kanan dari cue ball, di Indonesia lebih sering digunakan istilah efek.

m. Follow Through Shot Adalah teknik sodokan dengan menggunakan ayunan dorong pada titik atas dari cue ball. Sodokan ini akan menghasilkan putaran atas atau forward spin, yang menghasilkan efek cue ball akan terus bergulir maju setelah mengenai bola sasaran.

BRIEDGE A. DEFINISI Bridge adalah olahraga yang menggunakan kartu remi dan mengandalkan kemampuan otak untuk berpikir maupun keuntungan. Olahraga ini juga dikenal dengan nama Contract Bridge. Banyak anggapan bahwa bridge adalah sebuah olahraga sekaligus permainan. Anggapan itu tidak salah. Sama halnya dengan catur yang dianggap sebagai permainan ketimbang olahraga.

Bridge minimal dilakukan oleh empat orang yang berpasangan dan duduk berhadapan. Olahraga ini diikat oleh sebuah peraturan yang sangat ketat. Masing-masing tim harus memiliki sistem yang harus disepakati dan diketahui lawannya. Sebenarnya, peraturannya cukup ringkas dan tak jauh berbeda dengan permainan kartu lainnya. Tapi, tingkat intelegensi seseorang benar-benar diuji dalam olahraga ini. Seseorang harus peka terhadap pola pikir pasangannya. la harus mengerti dan mampu membaca strategi yang dibentuk pasangannya. Semuanya dirangkum dalam waktu yang cukup singkat, hanya delapan menit. Lelang itu berakhir dengan sebuah kontrak kecuali bila kartu di tangan dilewati. Sebuah kontrak adalah pernyataan dari salah satu partner bahwa pihak mereka akan mengambil sejumlah

(atau lebih) trik. Lelang ini menentukan pihak yang menyatakan, the strain of trump dan lokasi pemimpin untuk kartu di tangan. Sesingkat mungkin,

pemain harus mampu membaca kartu dan mendistribusikan kartu, sampai memainkan semua distribusi sampai selesai. Dibandingkan dengan catur, bridge cenderung mengandalkan akal sehat dan manajemen berpikir. Turnamen bridge biasanya diatur untuk memaksimalkan penggunaan skill satu tim dan meminimalkan akibat keberuntungan. Banyak anggapan bahwa bridge merupakan implementasi beberapa disiplin ilmu. Diantaranya matematika, manejemen, sosial dan psikologi. Matematika memang relatif dominan di olahraga ini. Pasalnya, matematika diperlukan guna menghitung persentase atau peluang dalam distribusi lembar kartu. Sedangkan psikologis diperlukan guna membaca pikiran pasangan. Sedangkan unsur manajemen diperlukan untuk melatih dalam mengatur langkah atau strategi yang akan dilakukan. Bridge merupakan olahraga sekaligus permainan yang sangat menarik. Seseorang harus mampu berpikir dan memutuskan tindakannya dengan cepat. la juga harus akurat dan tepat dalam mengatur dan mengubah strategi dalam waktu yang relatif singkat. Alhasil, seorang pemain bridge yang handal diharapkan mampu mengelola sebuah permainan, baik secara individu maupun tim.

B. SEJARAH Sejarah Bridge berasal pada awal abad ke-16, ketika permainan yang disebut Whist telah diciptakan. Selama dua abad, permainan Whist mengalami perubahan seperti dalam trumps atau honors-nya, dan terus berkembang. Publikasi secara luas yang dilakukan pertama kali dari permainan ini adalah dari buku Edmond Hoyle (1742). Secara umum, dalam Whist ada empat pemain yang bermain sebagai dua pasangan bermain dengan menggunakan 52 kartu. Tiap pemain memiliki 13 kartu dan bersama-sama dengan partnernya mencoba untuk memenangkan trik sebanyak mungkin. Trik adalah kumpulan empat kartu - masing-masing diteruskan oleh tiap

pemain - dan kartu dengan nilai tertinggi menang. Kontrak tidak ditentukan dan scoring masih sangat sederhana. Pada abad 19 permainan ini dianalisis dan dipelajari dengan serius. Dan segera, bermunculan-lah para pemain profesional pada 1857, dan turnamen pertama dari 'duplikasi' permainan kartu Whist diadakan. Namun keberhasilan turnamen tersebut ternyata tetap tidak banyak mengundang banyak minat di negara- negara Eropa. Perkembangan yang lebih baik malah terlihat di Amerika Serikat. Whist menjadi permainan publik pada tahun 1881, ketika American Whist League didirikan. American Whist League mulai mengatur permainan pasangan dan turnamen-turnamen. Buku John Mitchell, yang diterbitkan pada saat yang sama, mengatur dan menetapkan sejumlah aturan untuk kegiatan-kegiatan ini. Penulis juga menulis poin-poin aturan tentang turnamen dan rincian organisasi lainnya. Pada saat yang sama, sebuah permainan baru muncul sebagai 'duplikasi' permainan Whist dan hal itu disebut Bridge. Ada banyak teori tentang asal Bridge. Tetapi besar kemungkinannya dari Rusia (sumber-sumber lain menyebutkan Turki), karena jauh sebelum munculnya permainan Bridge di dunia, Rusia memainkan permainan yang sangat mirip (dengan aturan penawaran, nilai dan dummy). Bridge menyebar ke Mesir dan Turki, dibawa oleh para diplomat dan tentara.Dan beberapa waktu kemudian muncul di Eropa (Paris, London) dan New York. Buku pertama tentang Bridge diketahui diterbitkan pada tahun 1886, berjudul "Biritch or Russian Whist", dan mungkin menggambarkan tentang aturan main. Bentuk tertua Bridge sering disebut Bridge-Whist, ketika penawaran telah ditambahkan ke dalam peraturan - Lelang Bridge. Pada awal abad ke-20, banyak sistem permainan yang berbeda diciptakan. Sebagai contoh di India permainan ini disebut S.A.C.C. Ini adalah Bridge dimana pemain mendapatkan poin mereka hanya untuk bid tricks (dan tidak ada trik tambahan). Permainan ini berkembang cepat, namun tetap masih kalah populer dari permainan Whist. Tapi itu tidak berlangsung lama. Pada tahun 1927, Harold Vanderbilt menciptakan permainan baru. Dia

menggabungkan seluruh inovasi yang telah dilakukan (misalnya sistem SACC) dan menambahkan beberapa elemen baru (misalnya point tambahan yang besar untuk Grand Slam dan Small Slam). Namun, perubahan yang paling penting adalah memperbaiki sistem kontrak, yang lebih ditekankan pada partnership dari sebelumnya. Karyanya - meskipun tidak dipublikasikan secara luas - menjadi dasar untuk Kontrak Bridge modern, yang merupakan jenis permainan yang dikenal saat ini. Pada tahun 1928, American Bridge League diciptakan dan pada tahun 1929 edisi pertama "The Bridge World" telah diterbitkan oleh Ely Culbertson, yang berperan sangat penting bagi evolusi lebih lanjut dari Bridge. Dan Charles Goren, yang dikenal sebagai "Mr Bridge" berhasil melanjutkan perkembangan permainan ini. European Bridge Championships Open pertama (untuk pria saja) diselenggarakani di Scheveningen (Belanda) pada tahun 1932 dan kejuaraan untuk perempuan pertama kali diadakan di Brussels (Belgia) pada tahun 1935. Team World Championships Open diadakan pada tahun 1935 di New York dan untuk perempuan pada tahun 1974 di Venesia. Pada tahun 1958 Federasi Bridge Dunia (WBF) didirikan dan di bawah perlindungan First Bridge Olympic pada tahun 1962. Amerika mendominasi turnamen Bridge tersebut, sampai tahun 1957 ketika pemain Italia mulai mencetak kemenangan yang luar biasa, mengambil sepuluh kemenangan berturut-turut kejuaraan dunia Bermuda Bowl. Tetapi Amerika akhirnya mengalahkan mereka pada tahun 1970. Ini adalah peristiwa penting, karena tim Amerika adalah salah satu pemain profesional pertama dalam sejarah Bridge.

C. PERKEMBANGAN BRIDGE DI INDONESIA Belum tersedia data kepustakaan yang akurat sejak kapan permainan bridge secara tepatnya masuk ke Indonesia. Namun bisa dipastikan bahwa sekitar pasca tahun 1800-an, permainan bridge mulai terbawa oleh bangsa Eropa, atau tepatnya Belanda, yang saat itu menjajah Indonesia. Dengan

demikian usia permainan ini di Indonesia sudah cukup lama. Walaupun pada awalnya hanya di kalangan yang sangat terbatas. Gabungan Bridge Seluruh Indonesia, disingkat GABSI, didirikan pada tanggal 12 Desember 1953 oleh Willy Th. Roring, Perwira TNI-AL beserta rekan-rekannya. Pada waktu berdirinya GABSI hanya memiliki 1 anggota, Gabungan Bridge Surabaya. Kemudian menyusul Gabungan-Gabungan Bridge di Jawa Timur, yaitu Malang, Jember, Banyuwangi, Kediri, Madiun dan Jombang. Gabungan Bridge Makasar merupakan anggota dari luar Jawa yang pertama.

Sebenarnya, olahraga ini telah dikenal di tanah air sejak puluhan tahun silam. Bahkan, sejak tahun 1969 bridge sudah masuk ke dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Akhirnya, Cabang olahraga Bridge diakui oleh Olympic Committee sebagai salah satu cabang olahraga sejak tahun 1999. Kini, bridge telah mempunyai induk olahraga bertaraf internasional, yaitu World Bridge Federation (WBF) yang telah memiliki anggota 103 negara, termasuk Indonesia. Dalam perjalanannya, Indonesia mampu menunjukkan taringnya di kancah dunia. Selama 20 tahun terakhir, Tim Bridge Indonesia berhasil menjuarai Pasific Asia Bridge Federation Championship (PABFC) sebanyak 14 kali. Bukan hanya itu, Tim Bridge Indonesia juga pernah meraih posisi runner-up di World Bridge Federation (WBF) 1996 di Yunani, Juara Dunia IFC Grand Pi

2000 di Swiss dan runner-up Kejuaraan Dunia Senior Ball di Portugal 2005. Prestasi ini membuat Indonesia cukup disegani dan diperhitungkan dalam kancah bridge tingkat dunia. C. TEKNIK PERMAINAN Bridge adalah jembatan. Yang dijembatani adalah informasi kartu dari pasangan dua orang yang sifat dan kemampuan berpikirnya berbeda. Bentang informasi kartu sebanyak jumlah lembar, warna dan nilai kartu bridge. Nama aslinya Contract Bridge atau bisa juga disebut Bridge saja. Bridge termasuk olahraga otak seperti catur. Bedanya, catur dimainkan individual. Bridge harus dilakukan berpasangan. Memadukan dua orang yang secara alamiah tentu berbeda karakter (sifat atau kepribadian), selera serta kapasitas berpikirnya. Permainan Bridge menggunakan alat bantu utama berupa satu set kartu yang popular disebut kartu remi tanpa joker. Ada 52 lembar yang terbagi dalam 4 warna. Dimulai dari warna terlemah, Club (C) atau keriting , kemudian Diamond (D) atau wajik , Heart (H) atau hati dan warna terkuat adalah Spade (S) atau daun. Kita akan tahu kalau setiap warna kartu bridge itu berjumlah 13 lembar (52 4).

Bridge berkembang jadi permainan yang mendunia karena jasa Charles Goren (Amerika Serikat) yang menghadirkan skala nilai kartu : 4 3 2 1 untuk kartu-kartu raja. Jadi, A yang merupakan kependekan Ace (As) bernilai 4. K (King) = 3, Q (Queen) = 2 dan J (Jack) = 1. Jika dijumlahkan, masing-masing warna kartu (suit) bernilai 10. Dan total nilai dalam satu set kartu bridge = 4 x 10 = 40 High Card Points (HCP).

Bridge intinya ada 2 hal: penawaran dan permainan. Yang ditawarkan dan dimainkan berupa kartu bridge

Penawaran dalam bridge dilakukan secara sistematis. Pedoman dasarnya adalah kekuatan warna, jumlah nilai dan faktor keterbagian (distribusi) kartu masing-masing pasangan. Agar mudah dipahami, dalam bermain bridge dibutuhkan 2 pasang pemain atau 4 orang pemain dan kelipatannya. Misalnya, pasangan A melawan pasangan B. Semua pemain duduk di satu meja. Pasangan A duduk berhadapan di sisi Utara Selatan (biasa disingkat U S) melawan pasangan B yang duduk sisi Timur Barat atau T B. Jelasnya nampak pada gambar 1 di bawah ini:

Sebagai cabang olahraga, bridge menjunjung tinggi asas sportivitas. Bentuknya adalah mengakui keunggulan lawan yang bermain bersih dan jujur. Bersih dapat diartikan taat aturan dan etika. Sedangkan jujur berarti tidak menggunakan cara curang atau licik agar dapat memenangkan permainan. Banyak sistem penawaran dalam bridge, karena setiap pasangan diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan sistem secara terus menerus sampai dengan sistem itu dinyatakan sempurna menurut pasangan atau suatu tim. Bahkan oleh gabungan bridge secara nasional. Hal terpenting yang harus diingat oleh pemain bridge adalah alert atau memberi tahu kepada pemain/ pasangan lain bahwa mereka telah memodifikasi suatu sistem baku dengan cara mengetuk meja atau membuat daftar modifikasi sebelum melakukan permainan. Sistem baku untuk melakukan penawaran yang berlaku umum (internasional) ada 4 yaitu: 1. Sistem Nilai ( point count system) yang digagas dan dikembangkan oleh Johan Clubs. 2. Sistem Standar Murni ( sistem Goren) yang digagas dan dikembangkan oleh Charles Goren. 3. Sistem Standar Amerika Modern ( Modern American Standard) 4. Sistem Presisi ( Precision System). Jenis dan tingkat penawaran dalam bridge adalah sebagai berikut:

1. 2.

Kekuatan warna dibagi dalam 2 kategori: Warna tinggi (major suits) terdiri dari Heart dan Spades. Warna rendah (minor suits) terdiri dari Clubs dan Diamond.