Beracun B3 +Dan+Limbah+B3

download Beracun B3 +Dan+Limbah+B3

of 20

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.227
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of Beracun B3 +Dan+Limbah+B3

Status Lingkungan Hidup Indonesia 2004

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3Penggunaan B3 dalam sektor industri, pertanian, dan rumah tangga akan menghasilkan limbah B3 yang perlu dikelola lebih lanjut

8

Status Lingkungan Hidup Indonesia 2004

dok. KLH, 2005

yang digunakan dalam insektisida rumah tangga umumnya termasuk dalam golongan organofosfat, karbamat, atau pyrethroid.

8. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3Bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah bahan yang karena sifat atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia, serta mahluk hidup lainnya. Penggunaan B3 dalam sektor industri, pertanian, dan rumah tangga akan menghasilkan limbah B3 yang perlu dikelola lebih lanjut. A. BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN 1. Kondisi B3 Penggunaan bahan kimia yang terklorinasi dalam sektor industri dapat menghasilkan produk samping berupa HCB (hexachlorobenzene), dioksin, dan furan yang tergolong dalam persistent organic pollutants (POPs) yang sangat berbahaya bagi kesehatan, tetapi penggunaan bahan berbahaya tidak hanya dalam sektor industri saja karena banyak produk yang digunakan dalam rumah tangga mengandung B3. a. B3 dalam Rumah Tangga Produk seperti insektisida, pembersih porselen, kaca, lantai, dan anti sumbat adalah beberapa contoh dari produk rumah tangga yang mengandung B3. Pada tahun 2000 insektisida oil spray diproduksi sebanyak 8.628 buah, krim sebanyak 69.375.164 buah, dan lotion 56.880 buah. Pada tahun 2001, produksi insektisida rumah tangga adalah 97.404 buah, insektisida padat kering 14.040.229 lusin, insektisida aerosol 83.319 lusin, serta insektisida cair 155.468 liter dan 80.164 lusin (BPS, 20041). Obat anti nyamuk jenis oles (insect repellent) mengandung DEET (Diethyltoluamide) dengan konsentrasi 12-15 persen. Insektisida padat kering atau obat nyamuk bakar mengandung pralethrin, Dallethrin, atau transfluthrin. Insektisida cair dan aerosol mengandung salah satu atau kombinasi dari transfluthrin, propoxur, esbiothrin, pralethrin, cyphenothrin, bioalethrin, dichlorvos, D-allethrin, Dtetrametrin, D-phenothrin, atau imiprothrin. Bahan aktif

Produksi pembersih porselen/kloset pada tahun 2002 adalah 1.137.155 liter dan 2.856 kg (BPS, 2004). Produk ini umumnya mengandung HCl yang bersifat korosif dan berbahaya jika terhirup. Produksi pembersih kaca cair pada tahun 2000 adalah 36.823 liter (BPS, 20041). Pembersih kaca kemungkinan mengandung amoniak serta isopropanol yang dapat mengiritasi selaput lendir. Pembersih lantai cair yang diproduksi sebanyak 5.287.775 liter, 1.163.561 kg, dan 150.227 lusin selama tahun 2002 (BPS, 2004) dapat mengandung minyak pinus, distilasi petroleum, dan nafta. Minyak pinus (pine oil) dapat mengiritasi mata dan selaput lendir. Distilasi petroleum dapat mengiritasi kulit, mata, dapat menimbulkan pembengkakan paru-paru fatal dan mudah terbakar. Nafta dapat mengiritasi mata dan jika terhirup dapat menyebabkan pingsan (drowsiness), sakit kepala, koma dan henti jantung (Tabel 8.1). Produk yang mengandung B3 dan sering digunakan dalam rumah tangga lainnya adalah pengharum ruangan, baterai, cat rambut, dan pemutih pakaian. Kecuali insektisida, pembersih saluran (anti sumbat/ drain cleaner), dan pembersih porselen, kebanyakan produsen tidak mencantumkan bahan aktif yang digunakan dalam kemasannya. b. Pestisida Untuk penggunaan pertanian/industri, banyaknya pestisida yang diproduksi adalah 3.228.953 kg, insektisida 603.308 liter, fungisida 51.349 liter, dan herbisida 151 ton pada tahun 2002 (BPS, 2004) seperti terlihat pada Tabel 8.1, sedangkan penggunaan pestisida untuk kolam dan tambak pada tahun 2001 dan 2002 ditampilkan pada Tabel 8.2. Pestisida yang digunakan dalam tambak air payau dan tambak udang windu mengandung zat aktif triklorfon, diklorvos (tergolong dalam kelas organofosfat), fentin asetat (organo-tin), niklosamida (anilin), dan rotenon (biologi) (Deptan, 2004). Pemakaian pestisida untuk tambak pada tahun 2002 meningkat 4.673,9 persen jika dibandingkan dengan tahun 2001. Peningkatan ini tidak sebanding dengan peningkatan produksi tambak yang hanya sebesar 3,89 persen. Provinsi dengan peningkatan terbesar adalah Jawa Timur (205.578,8 persen) dengan peningkatan produksi tambak sebesar 6,97 persen. Penurunan pemakaian pestisida (-98,62 persen) diikuti dengan penurunan produksi (-44,11 persen) terjadi di Provinsi Bali. Sedangkan di Sulawesi Tenggara pemakaian pestisida (-93,93 persen) meningkatkan produksi sebesar 26,97 persen. Penggunaan pestisida di Sulawesi Tengah meningkat 903,48 persen walaupun produksinya turun 421,36 persen (BPS, 20042).

1 Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2003, BPS, 2004 2 Diolah dari tabel Banyaknya Rumah Tangga dan Produksi Budidaya Tambak Menurut Provinsi, Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2003, BPS, 2004

192

Status Lingkungan Hidup Indonesia 2004

Tabel 8.1 Produksi Barang yang Mengandung B3 Tahun 2002 Uraian Pupuk fosfat alam Pupuk fosfat alam Pupuk dolomit Zeolit Pupuk guano Pupuk ikan mentah Pupuk alam/nonsintetis lainnya Amonium sulfat (ZA) Urea Double superphosphate (DSP) Fused magnesium phosphate (FMP) Pupuk buatan tunggal lainnya Pupuk buatan tunggal lainnya Pupuk buatan majemuk nitrogen kalium lainnya Pupuk buatan majemuk fosfat kalium Pupuk buatan majemuk fosfat kalium lainnya Pupuk buatan majemuk (NPK) Pupuk buatan NPK lainnya Pupuk campuran Pupuk pelengkap cair (PPC) Insektisida untuk pertanian/ industri Insektisida senyawa lainnya Insektisida senyawa lainnya Fungisida untuk pertanian/ industri Fungisida senyawa lainnya Fungisida senyawa lainnya Herbisida untuk pertanian/ industri Rodentisida senyawa lainnya Insektisida padat kering (mosquito coil) Insektisida aerosol Insektisida cairan (liquid) Insektisida cairan (liquid) Insektisida padat basa (mat) Insektisida dalam bentuk lainnya Preparat pembasmi hama rumah tangga Preparat pembasmi hama rumah tangga Satuanton zak ton ton ton liter ton ton ton ton kg liter ton ton ton ton ton ton ton liter liter ton liter liter kg liter ton ton lusin lusin liter lusin lusin lusin kg buah

Jumlah39.202 352.141 2.760.709 22.482 8 13.250 687 318.128 11.958.753 406 134.241 14.976.164 2.294 6.646 40.021 9.740 61.352 355.092 464.304 3.083.545 603.308 48 499.642 51.349 938.226 835.201 151 16 14.040.229 83.319 155.468 80.164 53.880 246.582 7.731 92.796.546

UraianPestisida lainnya Pestisida lainnya untuk pertanian Pestisida lainnya untuk rumah tangga/kantor Pestisida lainnya untuk rumah tangga/kantor Pestisida lainnya Sabun rumah tangga Sabun rumah tangga Sabun cuci padat Sabun cuci padat Sabun cuci padat Sabun cuci padat Sabun cuci cair Sabun cuci cair Sabun rumah tangga lainnya Sabun keras dalam bentuk batangan atau tablet Sabun keras dalam bentuk batangan atau tablet Deterjen bubuk untuk keperluan rumah tangga Deterjen krim untuk keperluan rumah tangga Deterjen cair untuk keperluan rumah tangga Deterjen lainnya Deterjen lainnya Bahan pembersih Bahan pembersih lantai cair Bahan pembersih lantai cair Bahan pembersih lantai cair Bahan pembersih lantai lainnya Bahan pembersih perselin/kloset cair Bahan pembersih perselin/kloset cair Bahan pembersih kaca lainnya Bahan pembersih mebel cair Bahan pembersih mebel cair Bahan pembersih lainnya Bahan pembersih lainnya Sabun mandi padat Sabun mandi padat Sabun mandi padat Sabun mandi padat Sabun mandi cair Sabun mandi cair Sabun mandi antiseptik Sabun mandi antiseptik

Satuanliter kg ton liter kg buah kg batang buah kg lusin buah kg kg buah kg ton ton ton ton lusin lusin liter kg lusin ton liter kg lusin galon lusin kg buah batang buah ton lusin ton buah kg lusin

Jumlah1.175.302 3.228.953 2.560 1.425.196 6.439.225 5.599.959 1.531.467 2.210.573 1.653.853 108.794.946 5.335 673.636 15.436.106 482.944 257.576 957 222.667 206.944 21.877 37.779 305.833 605.101 5.287.775 1.163.561 150.277 14.000 1.137.155 2.856 204.717 23.941 103.130 324.072 14.306 2.301.915 12.374.430 87.501 99.200 10.136 90.219.354 288.668 22.799

Sumber: Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2003, BPS, 2004

Status Lingkungan Hidup Indonesia 2004 Status Lingkungan Hidup Indonesia 2004

193

Tabel 8.2 Banyaknya Pestisida yang Digunakan di Kolam dan Tambak Menurut Provinsi Tahun 2001-2002 Kolam Provinsi Tahun 2001 (kg) 15 246 167 20 73 240 63.701 5.299 2 50 126 391 10 70.340 Tahun 2002 (kg) 26 70.810 972 43.820 30 207 6 5.220 1.281.918 144 35 139 18.120 1.421.447 Tambak Tahun 2001 (kg) 2.415 113 63 930 39.512 14.335 18.465 125 1.755 532.990 29.087 639.790 Tahun 2003 (kg) 3.284 68.590 29.981 97.500 4.217 36 4.677 41.618 29.484.056 255 85 235 17.611 787.428 1.765 1.600 30.542.938

NAD Sumatra Utara Sumatra Barat Riau Jambi Sumatra Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Timur Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Utara Jumlah

Sumber: Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2003, BPS, 2004

Penggunaan pestisida untuk kolam pada tahun 2002 mengalami peningkatan sebesar 1.920,82 persen jika dibandingkan tahun 2001 dengan peningkatan produksi hanya sebesar 14,29 persen. Provinsi dengan peningkatan pemakaian pestisida terbesar adalah Sumatra Utara (28.684,55 persen) dengan peningkatan produksi sebesar 24,55 persen. Peningkatan pemakaian terjadi di NAD (73,33 persen) dengan hasil produksi meningkat 142,67 persen, sedangkan di NTT pemakaian berkurang 30 persen walaupun produksi meningkat 3,88 persen (BPS, 20043). c. POPs (Persistent Organic Pollutants) Bahan kimia yang digolongkan sebagai POPs adalah bahan yang mempunyai sifat racun, tahan terhadap perubahan, bioakumulasi, dan dapat berpindah melalui udara, air, dan spesies yang berada jauh dari sumbernya sehingga