Belajar Membuat Proposal Bisnis

download

of 123

  • date post

    12-Aug-2015
  • Category

    Documents
  • view

    472
  • download

    7

Embed Size (px)

description

Belajar membuat proposal bisnis kumpulan artikel

transcript

<p>BELAJAR MEMBUAT PROPOSAL BISNIS Wirausaha.com Punya ide bisnis bagus untuk dikembangkan, namun tidak memiliki cukup modal untuk memulainya? Salah satu jalan keluarnya adalah mencari pemodal atau investor yang bisa mendanai bisnis. Namun tentu saja membuat orang lain percaya dan tertarik untuk bekerjasama bukanlah hal yang mudah. Calon pebisnis perlu meyakinkan untuk tujuan tersebut. Proposal bisnis bisa digunakan sebagai salah satu jalan untuk menarik investor. Pada intinya proposal bisnis merupakan penuangan segala pikiran pelaku bisnis tentang rencana bisnisnya ke depan. Lewat proposal bisnis juga calon pebisnis menyatakan tujuan, visi dan misi dari bisnis yang akan dijalankan. Harapannya tidak lain adalah, pemodal atau investor sepaham dengan tujuan, visi dan misi bisnis yang akan dijalankan, sehingga tergerak untuk mendanai bisnis. Tapi tentu saja, membuat proposal bisnis yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. Mau tidak mau calon pebisnis harus mempelajari terlebih dahulu teknik penulisan proposal yang baik dan benar serta menarik. Berguru pada yang pebisnis lain yang telah sukses, atau rajin membaca literatur tentang menyusun proposal bisnis bisa dijalankan. Banyak buku bacaan saat ini membahas topik tersebut. Menyusun proposal yang baik, semestinya calon pebisnis menyesuaikan isinya dengan pembaca yang dituju (dalam hal ini investor). Dengan kata lain, calon pebisnis menguasai dengan baik kemudian memaparkan di dalam proposal tersebut tujuan penulisan. Untuk mencapai keinginan, mengetahui karakteristik calon investor yang dituju akan sangat membantu tercapainya tujuan pembuatan proposal. Isi proposal bisnis disesuaikan dengan tujuan pembuatannya. Namun setidaknya ada beberapa hal yang tidak boleh terlupakan dalam membuat proposal. Diantaranya judul proposal, ringkasan proposal usaha, analisis pasar, aspek produksi, rencana pemasaran, dan rencana keuangan. Selain itu pada bagian khusus, bisa dijadikan bab lampiran, dimuat juga struktur organisasi atau manajemen, surat ijin usaha jika ada, dan gambar-gambar foto pendukung. Semakin baik dan benar serta menarik susunan proposal, akan semakin besar kesempatan calon pebisnis bisa menggaet investor. Dan jika telah mahir membuat proposal bisnis, jalan untuk merentas kerjasama bisnis dengan berbagai pihak pun akan semakin terbuka. Karena menjaring investor hanyalah satu dari beberapa tujuan dibuatnya proposal bisnis. Selain untuk kepentingan menarik investor, proposal juga bisa digunakan untuk menarik pihak lain bekerjasama untuk kepentingan bisnis.</p> <p>MEMULAI USAHA SENDIRI</p> <p>DAFTAR ISIBAB 1. PENGETAHUAN DASAR 1. Membangun Bisnis itu Perlu Konsep... 2. Apa Saja yang Diperhatikan di Masa Awal Bisnis Ritel ?................................................ 3. Kesalahankesalahan yang Menggagalkan Pendirian Usaha Baru 4. Ramburambu Memulai Bisnis.. 5. Sikap Mental Positif. 6. Modalnya Bukan hanya Duit...... 7. Penguasaan Pasar dan Kemampuan Bisnis.. 8. Dahului Bisnis dengan Studi Kelayakan.. 9. Kualitas Dulu, Baru Untung 10. Sepuluh Tips Memulai Bisnis yang Sukses. 11. Belajar Membuat Proposal Bisnis..... 12. Berbagai Pilihan Jenis Perusahaan.. 13. Prosedur Pendaftaran Merek. 14. Memilih Bisnis Terbaik (188 Bisnis Pilihan) . BAB 2. KEBUTUHAN PERMODALAN 1. Modal dari Partner Bisnis, Apa Saja yang Dipersiapkan ? . 2. Memisahkan Uang Usaha dan Uang Rumah Tangga 3. Uang Pesangon untuk Modal Usaha . 4. Pilihan Mencadangkan Dana Usaha . 5. Lembaga Internasional Pendamping UKM ... 6. Lembaga Nasional Pendamping UKM (KKMB) ... 7. Bermacam Lembaga Keuangan Mikro .. 8. Dana P3UKM lewat Lembaga Keuangan Mikro .. 9. Mengapa dan Bagaimana Mendapatkan Kredit Usaha dari Bank ? . 10. Bermacam Alasan Ditolaknya Kredit . 11. Cerdas Mengelola Kredit Usaha . 12. Pasar Modal sebagai Alternatif Pendanaan UKM ... BAB 3. STRATEGI BISNIS 1. Berpikir Strategis dalam Meramalkan Pertumbuhan Bisnis ... 2. Sepuluh Formulasi Strategis untuk Mempertinggi Kesempatan Sukses .</p> <p>3. Mengelola Resiko Bisnis .. 4. Saatnya Memulai Pencatatan . 5. Seberapa Pentingkah Knowledge Management bagi UKM ? 6. Kelola Usaha Anda secara Utuh dan Prima ! ..</p> <p>www.wongkediri.info 2</p> <p>MEMULAI USAHA SENDIRI</p> <p>BAB 4. PROMOSI DAN PEMASARAN 1. Strategi Sukses Beriklan bagi Pebisnis Pemula .. 2. Mengenali Pelanggan dan Keinginannya . 3. Konsep Pemasaran 4P dalam Memulai Bisnis 4. Sepuluh Kesalahan Pemasaran yang Harus Dihindari .. 5. Lima Tips Meraih Keuntungan dari Daftar Pelanggan 6. Sepuluh Tips Pengemasan Produk 56 57 BAB 5. KISAH SUKSES WIRAUSAHA 1. KH. Abdullah Gymnastyar (MQ Production) . 2. Puspo Wardoyo (Ayam Bakar Wong Solo) .. 3. Purdi E. Chandra (LBB Primagama) . 4. A. Khoerussalim Ikhs. (Country Donuts) ... 5. Nurhayati Subakat (Kosmetika Wardah dan Zahra) BAB 6. PROMOSI USAHA 1. Ramuan Tradisional Madura Rasa Kopi ... 2. Java Computer System 3. Susu Kedelai Madu Ginseng .. 4. Pendaftaran Nama Domain dan Jasa Hosting . BAB 7. KUMPULAN ARTIKEL MOTIVASI .. 79 BAB 8. MENJUAL DAN MENDAPATKAN UANG DARI INTERNET .. 109 Daftar Bacaan Rujukan dan Anjuran .. 120</p> <p>www.wongkediri.info 3MEMULAI USAHA SENDIRI</p> <p>BAB 1 PENGETAHUAN DASAR</p> <p>Secara umum wirausaha sering dimaknai sebagai pembentukan perusahaan milik sendiri, besar maupun kecil. Peluang yang ada di depan kita, seperti kebutuhan ekonomi, kebutuhan barang primer / sekunder, kemajuan teknologi, era informasi yang semakin maju, pertumbuhan penduduk dan peluang lainnya, cukup banyak membuka kesempatan usaha. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha memberikan tanggapan atas peluang tersebut dengan memanfaatkan kemampuan individunya maupun lingkungan sosialnya untuk membentuk lembaga usaha. Mereka mendirikan, mengelola, mengembangkan dan sekaligus melembagakan aset dan potensi mereka menjadi sebuah badan usaha apapun bentuknya. Bisa usaha perorangan maupun usaha bersama (Sukses Tanpa Majikan, LPFEUI, 2007) Bagi Anda yang memiliki keterbatasan anggaran untuk mencari beragam informasi memulai usaha sendiri, ada baiknya mempelajari informasi yang penyusun rangkum dari situs www.wirausaha.com. Selamat membaca. 1.1. Membangun Bisnis Itu Perlu Konsep Anda ingin berbisnis? Jangan tunda keinginan, mulailah sekarang juga! Ajakan tersebut sering kita baca dan dengar untuk memotivasi seseorang agar bersemangat dan berkeinginan untuk memulai bisnis yang sesungguhnya. Ada benarnya, karena jika ditunda bisabisa keinginan tersebut kandas karena terlalu banyak pertimbangan. Hanya saja ajakan tersebut bukan berarti bahwa memulai sebuah bisnis tidak membutuhkan persiapan. Memulai bisnis yang baik membutuhkan sebuah konsep. Jika perlu konsep yang dibuat berbeda dalam artian lebih baik dibandingkan bisnis sejenis yang telah ada. Pertanyaan yang dapat membantu calon pebisnis membuat konsep adalah, seperti apa bisnis akan dijalankan? Misalnya saja, calon pebisnis ingin mencoba bisnis berdagang kecilkecilan produk tas. Untuk ini konsep berdagang yang akan dijalankan terlebih dahulu disusun dengan baik. Bagaimana penjualan dilakukan sehingga menarik pasar? Kemudian, siapa target pasarnya? Membuat konsep bisnis seperti ini memerlukan kejelian calon pebisnis dalam melihat persaingan di pasar. Tak perlu ideide yang rumit, tapi buatlah konsep dengan pendekatanpendekatan yang</p> <p>www.wongkediri.info 4</p> <p>MEMULAI USAHA SENDIRI</p> <p>sederhana, namun langsung menuju pada pemecahan masalah, sehingga produk atau jasa mudah diterima oleh pasar. Kembali pada contoh di atas. Namanya bisnis kecilkecilan, ada kalanya calon pebisnis belum bisa atau belum berkeinginan menyewa/membeli kios atau toko sebagai etalase produk. Sementara</p> <p>menjual secara langsung kepada pelanggan, tentunya ada kelebihan yang harus ditawarkan. Jika tidak ada, bisa jadi pelanggan tidak berminat karena merasa lebih bebas memilih di toko dan harga mungkin tidak jauh berbeda. Nah untuk ini, konsep apa yang bisa digunakan? Misalnya calon pebisnis menawarkan pembayaran cicilan 2 kali untuk setiap produk yang akan dijual. Meski produk sejenis berharga sama dengan di toko, metode bayar dua kali ini bisa jadi salah satu penarik. Daftar pertanyaan untuk bisnis terkait selanjutnya, darimana produk bisa didapatkan calon pebisnis sehingga memberikan hasil optimal? Untuk ini calon pebisnis tentu perlu mencari informasi tentang supplier produk yang cocok untuk konsep bisnis. Dari penyusunan konsep sebuah bisnis, calon pebisnis selanjutnya bisa memperkirakan besaran marjin yang akan didapat. Selanjutnya kelihaian mengutak atik konsep sehingga memperoleh marjin dan pencapaian optimal yang diperkirakan akan memuaskan calon pebisnis. Jika telah yakin ingin menjalankan sebuah bisnis, susun segera konsep sebagai panduan bisnis yang akan dijalankan. Yakinlah, dengan membuat konsep sebuah bisnis yang baik sebelum memulainya, Anda akan lebih yakin dan optimis dalam menjalankan mimpi Anda. 1.2. Apa Saja yang Diperhatikan di Masa Awal Bisnis Ritel? Bisnis tidak selalu berjalan indah seperti yang dibayangkan. Terutama jika pebisnis baru saja memulai usaha. Dalam hitungan bulan, mungkin pebisnis pemula akan terheranheran dan tidak bisa menerima dengan lapang dada kenyataan, jika tidak mengetahui karakteristik bisnis yang dijalankan. Ambil saja salah satu contoh bisnis yang paling sering/umum dipilih oleh para pemula, yaitu bisnis ritel atau perdagangan eceran. Kedengarannya simpel. Untuk berjualan, seseorang hanya perlu mempersiapkan tempat jualan dan produk, kemudian pembeli datang, usaha pun berjalan. Namun prosesnya tidaklah segampang itu. Banyak tantangan yang akan ditemui pebisnis pada awal usaha. Setidaknya beberapa hal penting diperhatikan pebisnis ritel pemula di awalawal usahanya. Seperti diuraikan pebisnis dan motivator bisnis Masbukhin Pradhana, setidaknya ada empat hal harus diperhatikan untuk tahaptahap awal dimulainya bisnis ritel.</p> <p>www.wongkediri.info 5</p> <p>MEMULAI USAHA SENDIRI 1. Pemilihan lokasi. Pria yang dijuluki Raja Voucer ini berujar, jika setelah dibukatoko laris, berarti lokasi yang dipilih pebisnis sudah benar, dalam artian sudah strategis. Strategis karena di tempat</p> <p>tersebut ada orang yang mencari produk yang dijual, strategis karena dilalui banyak orang. Selain itu strategis karena lokasi mudah dilihat, disamping juga misalnya tempat parkiran yang memadai. Sebaliknya jika sepi pembeli, faktorfaktor tadi bisa kembali dievaluasi. 2. Modal ekstra di awal usaha. Pasalnya, masa Break Event Point (BEP) bisnisbisnis ritel bisa saja baru tercapai pada waktu 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau bahkan lebih. Sementara dalam masamasa tersebut operasional terus berjalan dan membutuhkan biaya. Sebut saja biaya sewa tempat, dekorasi, biaya pengadaan produk, dan gaji penjaga toko. 3. Produk yang dijual. Apakah produk yang dijual memang banyak dicari orang atau oleh kalangan tertentu saja? Produk yang dijual di tempat yang sesuai dengan target pasar tentunya akan lebih menguntungkan. 4. Mengkomunikasikan produk secara ekstra juga sangat disyaratkan bagi bisnis apa pun yang baru dimulai. Diantara media komunikasi efektif adalah papan nama, spanduk yang bertuliskan katakata agar membuat orang ingat dan ingin membeli, atau brosur yang gampang disebar di tempattempat strategis. 1.3. Kesalahankesalahan yang Menggagalkan Pendirian Usaha Baru Oleh: Sri Haryanti Pertama kali membangun bisnis tak jarang pebisnis dipenuhi oleh perasaan tidak yakin dengan jalan yang akan dijalani. Ketidakyakinan bahkan seringkali menyebabkan pasang surut keinginan dan upaya untuk mendirikan bisnis secara nyata. Agar pebisnis tidak gagal dalam mendirikan usaha, berbagai hal perlu diperhatikan. Diantaranya adalah mempelajari kesalahankesalahan yang sebaiknya dihindari untuk mencapai pendirian usaha. Beberapa kesalahan yang bisa dengan pasti menggagalkan pendirian usaha baru, dipaparkan dalam sebuah konsultasi yang dipandu oleh Konsultan Bisnis Mario Teguh pada blognya. 1. Memilih ide bisnis yang salah. Mario mengakui tidak ada ide bisnis yang salah. Namun yang kemudian menjadi sebuah kesalahan adalah ide bisnis tidak sesuai dengan pasar dan atau pribadi yang akan menjalankannya. 2. Tidak cukup pengetahuan mengenai bisnis yang akan dimulai. Menurutnya sekitar 90% dari</p> <p>www.wongkediri.info 6</p> <p>MEMULAI USAHA SENDIRIkegagalan bisnis kewirausahaan disebabkan oleh kelemahan kepemimpinan dan pengelolaan usaha, yang bermuara pada tidak cukupnya pengetahuan. Hal itu yang kelihatannya menjebak banyak wirausahawan yang berbakat dan cerdas, karena mereka merasa sudah cukup tahu, dan mengabaikan perlunya menambah pengetahuan. 3. Tidak mempunyai rasa keberhasilan yang objektif. Dikatakan, orang yang jatuh cinta terlalu dalam dengan idenya sendiri, cenderung untuk menjadikan anggapan dan harapan sebagai realitas. Dan itu yang menjadikannya luput menaksir ukuran pasar yang akan dimasukinya, salah memperkirakan tingkat permintaan, dan mengaburkan definisi dari publik yang akan membeli darinya. 4. Tidak cukup menjual. Dengan adanya kesibukan membangun keberadaan dan bentuk usahanya, seorang wirausahawan bisa terlupakan keharusan untuk menjual. Seperti seekor burung onta yang membenamkan kepalanya ke tanah, saat ketakutan; tidak sedikit wirausahawan menggantikan kewajiban untuk menjual dengan kesibukankesibukan yang sebetulnya bisa dilakukan oleh orang lain. 5. Materi. Dua hal termasuk didalamnya adalah tidak cukup modal kerja dan tidak cukup uang untuk bernafas usaha. 1.4. Ramburambu Memulai Bisnis Banyak hal harus diketahui dan dipersiapkan pebisnis sebelum melangkah memulai bisnis. Tujuannya tidak lain adalah untuk meminimalisir risiko kerugian pada usaha yang akan dijalankan. The My Own Business, Inc, sebuah organisasi non profit di bidang pendidikan kewirausahaan, pada websitenya memberikan 10 hal yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh seorang calon pebisnis dalam memulai bisnis. Berikut uraiannya. 10 Hal Terpenting yang Harus dilakukan ketika memulai sebuah bisnis: 1. Hidup sederhana dan simpan sebagian uang untuk usaha 2. Pelajari bisnis yang diinginkan dengan cara bekerja untuk orang lain dalam bisnis sejenis. 3. Pertimbangkan keuntungan dari memulai bisnis sambilan. 4. Pertimbangkan keuntungankeuntungan mengoperasikan bisnis keluarga. 5. Mengukur secara objektif keahlian calon pebisnis dan latihan persaingan lawan potensial. 6. Memikirkan kontak tambahan untuk membuat biaya supplier yang rendah jika bisnis yang akan</p> <p>www.wongkediri.info 7</p> <p>MEMULAI USAHA SENDIRIdijalankan adalah memproduksi sebuah produk. 7. Adakan tes pasar terhadap produk atau jasa sebelum dimulai atau diperluas. 8. Membuat daftar "for" dan "against" yang menjelaskan secara spesifik bisnis yang dipertimbangkan. 9. Bertemu dengan banyak orang dalam bisnis yang dikehendaki untuk mendapatkan masukan/nasehat 10. Membuat analisis komparatif dari semua peluang yang dipertimbangkan 10 Hal Terpenting yang Dilarang dilakukan ketika memulai bisnis : 1. Berpikir meninggalkan pekerjaan sebelum menyelesaikan memulai rencanarencana bisnis. 2. Berpikir memulai sebuah bisnis dalam lingkungan yang tidak...</p>