BAZJATIM.ORG

36

description

bULETIN baz jATIM

Transcript of BAZJATIM.ORG

Page 1: BAZJATIM.ORG
Page 2: BAZJATIM.ORG
Page 3: BAZJATIM.ORG

STOP PRESS !!...Anda tidak puas dengan BAZ Jatim?Sampaikan Pada Komisi Pengawas

SMS ke : 081 857 37 92 Edisi 122 | Mei 2012 | 3

Kembalilahke ‘Jalan’ Kejujuran

salam

DEWAN PERTIMBANGANGubernur Jawa Timur dan Ketua Umum MUI Jawa Timur

KOMISI PENGAWASKetua : Dr. H. Abd. Salam Nawawi, M.Ag (PWNU Jawa Timur). Sekretaris : Drs. H.M. Syakur (Unair Surabaya). Anggota: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan Dr. H. Mahmud Musta’in (ITS Surabaya)

BADAN PELAKSANAKetua : Wakil Gubernur Jawa Timur. Wakil Ketua I : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua II : Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua III : Kepala Biro Adminstrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua IV : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM (Tokoh Masyarakat). Sekretaris : Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Wakil Sekretaris : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag (Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya). Bendahara : Kepala Bagian Pendidikan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Bendahara : Mierza Rahman DR, SE (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur). Bidang Pengumpulan, Kordinator : Kepala Sub Bagian Pembinaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Anggota : KH. Abdurrahman Navis, Lc, M.HI (Pengurus MUI Jawa Timur). Drs. H. Abi Kusno Said, MM (Tokoh Masyarakat). Drs. H. Najib Hamid (Tokoh Masyarakat). Bidang Pengembangan, Kordinator : Kepala Bagian Agama, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Anggota : Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Drs. KH. Sholeh Hayat (Tokoh Masyarakat). Bidang Pendistribusian, Kordinator : Kepala Sub Bagian Kelembagaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Anggota : Drs. H. Syamsul Arifin (RRI Stasiun Surabaya).

SUSUNAN PEGAWAIKepala Sekretariat : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag. Wakil Kepala Sekretariat : H. Sudarto. Kepala Bagian Keuangan : Mierza Rahman Dr, SE. Staf Keuangan : Dwindayatie, SE. Ahmad Rifa’i. Robby Cahyadi. Danang Bagus Triyono. Kepala Divisi Pendistribusian dan Pengembangan: Kholik, A.MD. Staf Pendistribusian : Candra Asmara, SE. Syafrizal Kurniawan. Dedy Eko F. Tatok Gunawan. Staf Program Pemberdayaan Ekonomi : Sukron Dossy, SS. H Mas’udah, S.HI. Staf Pengembangan : Imam Fauzi, S.Th.I. Fajar Cahyono, SE, Ak. Abdul Hamid, ST. Siswi Mei. Kepala Divisi Pengumpulan : Habib Tri W, SE. Staf Pengumpulan : Rismiati, SE. Sugeng. Rahmat Cahyono. Yoyok W. Makhrus Ihsan, S.HI.

REDAKSI BULLETINPenanggung Jawab : H. Thoriq Afandie, SH, MMPemimpin Umum : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.AgPemimpin Redaksi : H. Nur Hidayat, S.Pd, MMSekretaris Redaksi : H. SudartoRedaktur Pelaksana : Anwar DjaelaniReporter : Afif Amrullah. Sirkulasi : Danang

ALAMAT REDAKSIGedung Islamic Centre Lt.3, Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya, Telp. (031) 561 3661, Fax. (031) 5687488

NO. REKENING BAZ JATIMINFAQ• Bank Syariah Mandiri 008-111-6666• Bank Jatim 001-108-8588• BRI 0096-01-000800-300• Bank Mandiri 1410034346767ZAKAT• Bank Syariah Mandiri 008-116-666-1• Bank Muamalat 0107916994• Bank Jatim 001-118-3450• BRI Syariah 707-31-16-00341• Bank Bukopin Syariah 880-0249-032• BTN Syariah 703-1000-284• BNI Syariah 0707070770• Bank Jatim Syariah 6101000108

SUSUNAN PENGURUS BAZ JATIMKeputusan Gubernur Jawa Timur

No. 188/51/KPTS/013/2012

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah! Mari terus bersyukur atas ni’mat Allah yang tak bertepi. Lalu, kepada Uswatun Hasanah, mari bershalawat, Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad.

Dalam keseharian, sering terjadi kita menuntut kejujuran dari pihak lain. Kita tak suka –dan bahkan marah- jika relasi kita tak jujur. Tetapi, kerapkali kita tak adil sebab hal yang sama tak kita lakukan jika berhadapan dengan pihak lain. Kita –misalnya- dengan alasan yang bisa dicari-cari masih suka berperilaku tak jujur.

Untuk menghasilkan manusia jujur, sekolah adalah salah satu lembaga yang didesain untuk keperluan itu. Bahkan, sebagian memercayai bahwa sekolah adalah salah satu tempat yang terbaik dalam mendidikkan kejujuran kepada semua warga yang ada di dalamnya, terutama kepada murid.

Sayang, terutama dalam beberapa tahun terakhir ini, kita menyaksikan sejumlah ‘drama’ tak elok berupa terungkapnya praktik tak jujur saat pelaksanaan unas (ujian nasional) di sejumlah tempat dan dengan berbagai modus.

Kita tentu sangat prihatin, bahwa dengan terungkapnya berbagai praktik ketidakjujuran saat unas itu menunjukkan bahwa tujuan pendidikan yaitu menghasilkan manusia yang beradab terasa tak tercapai. Mengapa?

Sebab- kata Prof Al-Attas- tujuan tertinggi dari pendidikan adalah menghasilkan manusia beradab. Sementara, ciri utama dan pertama dari manusia beradab adalah beriman kepada Allah. Lalu, beradabkah jika manusia tak jujur saat unas?

Mari, kembali kepada jalan yang benar! Ayo, kembali ke jalan

kejujuran, jalan kaum beriman. []

Page 4: BAZJATIM.ORG

telaah utama

4 | Warta BAZ

Mencemaskan! Ketidakjujuran telah berlangsung di berbagai aspek kehidupan: sosial, politik, dan

–astaghfirullah- juga di dunia pendidikan. Lihatlah kasus contek massal di salah sebuah SD di Surabaya pada unas 2011 dan cermatilah kecurangan di berbagai tempat pada unas tahun 2012.

Jika memerhatikan itu semua, ada benarnya saat beberapa waktu yang lalu Opick merekam keadaan di sekeliling kita lewat lagu berjudul ‘Astaghfirullah’, yang di antara syairnya berbunyi: Kubuka jendela pagi di udara yang letih/ Deru geram nyanyian jaman/ Bersama berjuta wajah kuarungi mimpi hari/ Halalkan segala cara untuk hidup ini.

Taqwa, Bertaqwalah!Kapanpun, kita diminta selalu

bertaqwa. “Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa“ (QS Al-Baqarah [2] : 194). Taqwa adalah sikap untuk selalu berhati-hati, yaitu dengan cara selalu mematuhi semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Jujur adalah satu di antara sifat utama orang bertaqwa. Sayang, kini kejujuran tampak dicampakkan oleh banyak kalangan. Kini beredar ungkapan-ungkapan sesat dan menyesatkan. Misal, “Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal”, ”Si jujur akan terbujur”, ”Jika ‘lurus’ akan kurus”, atau “Siapa ikhlas akan tergilas”.

Mari junjung kejujuran, sebab itu bagian dari taqwa. Allah suka yang jujur

Lawan Virus Ketidakjujuran!dan menjanjikan balasan berlimpah. Kejujuran mendatangkan ketenangan. Sebaliknya, kecurangan mendatangkan kegelisahan.

Kejujuran, ciri paling menonjol dari kemuliaan akhlak seseorang. “Hendaklah kamu selalu benar (jujur). Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar (jujur) dan selalu memilih kebenaran (kejujuran) dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta / pembohong (HR Bukhari).

Tanda Sempurna Jujur tanda kesempurnaan

iman. Mari pelihara dengan sebaik-baiknya sifat jujur itu, agar selamat dunia dan akhirat. Lawan virus ketidakjujuran! []

Page 5: BAZJATIM.ORG

telaah utama

4 | Warta BAZ

Mencemaskan! Ketidakjujuran telah berlangsung di berbagai aspek kehidupan: sosial, politik, dan

–astaghfirullah- juga di dunia pendidikan. Lihatlah kasus contek massal di salah sebuah SD di Surabaya pada unas 2011 dan cermatilah kecurangan di berbagai tempat pada unas tahun 2012.

Jika memerhatikan itu semua, ada benarnya saat beberapa waktu yang lalu Opick merekam keadaan di sekeliling kita lewat lagu berjudul ‘Astaghfirullah’, yang di antara syairnya berbunyi: Kubuka jendela pagi di udara yang letih/ Deru geram nyanyian jaman/ Bersama berjuta wajah kuarungi mimpi hari/ Halalkan segala cara untuk hidup ini.

Taqwa, Bertaqwalah!Kapanpun, kita diminta selalu

bertaqwa. “Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa“ (QS Al-Baqarah [2] : 194). Taqwa adalah sikap untuk selalu berhati-hati, yaitu dengan cara selalu mematuhi semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Jujur adalah satu di antara sifat utama orang bertaqwa. Sayang, kini kejujuran tampak dicampakkan oleh banyak kalangan. Kini beredar ungkapan-ungkapan sesat dan menyesatkan. Misal, “Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal”, ”Si jujur akan terbujur”, ”Jika ‘lurus’ akan kurus”, atau “Siapa ikhlas akan tergilas”.

Mari junjung kejujuran, sebab itu bagian dari taqwa. Allah suka yang jujur

Lawan Virus Ketidakjujuran!dan menjanjikan balasan berlimpah. Kejujuran mendatangkan ketenangan. Sebaliknya, kecurangan mendatangkan kegelisahan.

Kejujuran, ciri paling menonjol dari kemuliaan akhlak seseorang. “Hendaklah kamu selalu benar (jujur). Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar (jujur) dan selalu memilih kebenaran (kejujuran) dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta / pembohong (HR Bukhari).

Tanda Sempurna Jujur tanda kesempurnaan

iman. Mari pelihara dengan sebaik-baiknya sifat jujur itu, agar selamat dunia dan akhirat. Lawan virus ketidakjujuran! []

Edisi 122 | Mei 2012 | 5

Virus ketidakjujuran memang benar-benar telah mengepung kita. Bacalah berita utama Jawa Pos 17/4/2012 ini: “Bocoran Kunci Unas Bersliweran”. Di hari yang sama, Republika menurunkan headline “Isu Kecurangan Marak” dan dengan sub-judul “Pengamanan UN dinilai berlebihan, seperti mau perang”.

kunci jawaban yang beredar dari ponsel ke ponsel lewat SMS atau pesan pendek. Di Kediri, beredar kunci jawaban lewat SMS. Di kota ini, murid bisa membawa ponsel ke ruang unas, meletakkan di atas mejanya dan –astaghfirullah- bebas membuka-buka kunci jawaban yang ada di dalamnya. Di Jombang SMS berisi kunci jawaban juga beredar dan diyakini 66 persen benar. Di kota ini pun terjadi jual-beli soal dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Di Kota Mataram beberapa murid menyalin kunci jawaban yang mereka peroleh lewat SMS ke kertas kecil. Siapa pengirim SMS? Di Sidoarjo, pengirim SMS yang berisi jawaban itu adalah seorang guru (Jawa Pos 17/4/2012).

Rasanya, keprihatinan kita sudah di puncak yang tertinggi. Lihatlah proses sebelum hari pelaksanaan unas yang tampak sudah diusahakan sangat ketat! “Mantapkan Hati, Jangan Percaya

Unas Curangdan Balada Ikan Busuk

Sungguh Mengerikan Unas dan UN pada paragraf pertama di

atas adalah kependekan dari Ujian Nasional. Ujian itu berupa ujian akhir yang harus dilalui setiap murid dengan sebaik-baiknya agar dapat dinyatakan lulus dari sebuah jenjang pendidikan, baik dasar maupun menengah.

Sayang, nyaris setiap tahun berita tentang pelaksanaan unas yang dipenuhi berbagai aksi kecurangan selalu terulang. Di tahun 2011, misalnya, negeri ini dihebohkan oleh apa yang disebut sebagai “contek massal”. Saat itu, di salah sebuah SD di Surabaya, atas ‘skenario’ yang dirancang gurunya sendiri, seorang murid yang dikenal pandai di sekolah itu diminta membocorkan kunci jawaban ke teman-teman sekelasnya.

Di unas tahun 2012 berbagai kasus kecurangan kembali terungkap. Modus yang paling banyak ditemukan adalah

Page 6: BAZJATIM.ORG

6 | Warta BAZ

telaah utama

Bocoran”. Itu judul berita utama Jawa Pos 16/4/2012 dan disertai foto besar yang menggambarkan seorang polisi mengawasi seorang pekerja yang sedang memeriksa kardus-kardus berisi soal-soal unas bertuliskan “Dokumen Negara” untuk didistribusikan.

Di edisi yang sama tapi di halaman berbeda, koran tersebut juga menurunkan feature berupa “Cerita dari Para Pencetak Soal Unas yang Enam Minggu Dikarantina” di salah sebuah percetakan di Surabaya. Sebelum bekerja mereka disumpah agar tak membocorkan soal-soal yang dicetaknya.

Bagi sebagian orang, kisah mereka yang dikarantina untuk waktu yang sangat lama itu cukup ‘heroik’. Hal itu -antara lain- karena pekerjaan tersebut mengharuskan mereka berpisah dengan keluarganya selama 40 hari. Dan, selama itu pula, mereka tak boleh berkomunikasi sama sekali dengan dunia luar.

Dua paragraf terakhir di atas menunjukkan bahwa sejak awal proses pembuatan soal unas sudah dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian untuk menjaga kemungkinan bocor.

Unas yang dulunya cukup diurusi oleh guru dan petugas kependidikan lainnya, sekarang -kecuali memerlukan kehadiran polisi- ternyata di sejumlah sekolah juga menyediakan kamera pengintai untuk memastikan ada atau tiadanya kecurangan. Tentang ini, Republika 17/4/2012 menulis berita/ilustrasi seperti di bawah ini:

Terkait unas, ada polisi yang menjaga gudang berisi soal-soal. Ada polisi yang mengantar soal ke tujuan. Ada polisi yang menyamar di lingkungan sekolah. Di samping itu, ada sekolah yang sampai menggunakan kamera pengintai untuk berperan ‘mengawasi’ peserta unas. Misal, di SMAN I Cimahi ada 16 kamera pengintai. Sementara, di SMAN I Bogor, ada 40 kamera pengintai.

Membaca itu semua, kita tertunduk dan dengan lirih berkesaksian: mengerikan! Betapa besarnya ‘kekuatan’ yang harus dikerahkan untuk menegakkan kejujuran. Tetapi, hasilnya? Bocoran kunci jawaban mudah ditemukan. Murid saling contek banyak diberitakan. Guru tak maksimal dalam mengawasi telah menjadi rahasia umum. Mengecewakan!

Membaca semua praktik ketidakjujuran di sekitar unas itu, tampak bahwa sebagian dari kita terjebak ke dalam sikap “menghalalkan segala cara”. Agar lulus, murid berbuat curang. Supaya mendapat penilaian baik (yaitu siswanya lulus semua), guru membiarkan muridnya mencontek. Bacalah Metropolis-Jawa Pos 18/4/2012 dengan berita utama: “SMS Jawaban Unas Meluas”. Sub-judul dari berita itu: “Pengawasan Longgar, Siswa Leluasa Menyontek”.

Memang mencemaskan! Ketidakjujuran berlangsung di berbagai aspek kehidupan kita: sosial, politik, dan –astaghfirullah- juga di pendidikan. Khusus di dunia pendidikan, sesungguhnya praktik ketidakjujuran murid bukan hal yang baru. Pada paruh terakhir 2008, banyak sekolah yang mendirikan Kantin Kejujuran (KK). Sebagaimana kantin pada umumnya, KK adalah sebuah tempat di sekolah yang menjual makanan dan minuman. Tapi, hal pokok yang membedakan KK dengan kantin biasa adalah tiadanya penjaga kantin atau kasir sehingga si pembeli bisa mengambil sendiri makanan dan minuman

Page 7: BAZJATIM.ORG

6 | Warta BAZ

telaah utama

Bocoran”. Itu judul berita utama Jawa Pos 16/4/2012 dan disertai foto besar yang menggambarkan seorang polisi mengawasi seorang pekerja yang sedang memeriksa kardus-kardus berisi soal-soal unas bertuliskan “Dokumen Negara” untuk didistribusikan.

Di edisi yang sama tapi di halaman berbeda, koran tersebut juga menurunkan feature berupa “Cerita dari Para Pencetak Soal Unas yang Enam Minggu Dikarantina” di salah sebuah percetakan di Surabaya. Sebelum bekerja mereka disumpah agar tak membocorkan soal-soal yang dicetaknya.

Bagi sebagian orang, kisah mereka yang dikarantina untuk waktu yang sangat lama itu cukup ‘heroik’. Hal itu -antara lain- karena pekerjaan tersebut mengharuskan mereka berpisah dengan keluarganya selama 40 hari. Dan, selama itu pula, mereka tak boleh berkomunikasi sama sekali dengan dunia luar.

Dua paragraf terakhir di atas menunjukkan bahwa sejak awal proses pembuatan soal unas sudah dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian untuk menjaga kemungkinan bocor.

Unas yang dulunya cukup diurusi oleh guru dan petugas kependidikan lainnya, sekarang -kecuali memerlukan kehadiran polisi- ternyata di sejumlah sekolah juga menyediakan kamera pengintai untuk memastikan ada atau tiadanya kecurangan. Tentang ini, Republika 17/4/2012 menulis berita/ilustrasi seperti di bawah ini:

Terkait unas, ada polisi yang menjaga gudang berisi soal-soal. Ada polisi yang mengantar soal ke tujuan. Ada polisi yang menyamar di lingkungan sekolah. Di samping itu, ada sekolah yang sampai menggunakan kamera pengintai untuk berperan ‘mengawasi’ peserta unas. Misal, di SMAN I Cimahi ada 16 kamera pengintai. Sementara, di SMAN I Bogor, ada 40 kamera pengintai.

Membaca itu semua, kita tertunduk dan dengan lirih berkesaksian: mengerikan! Betapa besarnya ‘kekuatan’ yang harus dikerahkan untuk menegakkan kejujuran. Tetapi, hasilnya? Bocoran kunci jawaban mudah ditemukan. Murid saling contek banyak diberitakan. Guru tak maksimal dalam mengawasi telah menjadi rahasia umum. Mengecewakan!

Membaca semua praktik ketidakjujuran di sekitar unas itu, tampak bahwa sebagian dari kita terjebak ke dalam sikap “menghalalkan segala cara”. Agar lulus, murid berbuat curang. Supaya mendapat penilaian baik (yaitu siswanya lulus semua), guru membiarkan muridnya mencontek. Bacalah Metropolis-Jawa Pos 18/4/2012 dengan berita utama: “SMS Jawaban Unas Meluas”. Sub-judul dari berita itu: “Pengawasan Longgar, Siswa Leluasa Menyontek”.

Memang mencemaskan! Ketidakjujuran berlangsung di berbagai aspek kehidupan kita: sosial, politik, dan –astaghfirullah- juga di pendidikan. Khusus di dunia pendidikan, sesungguhnya praktik ketidakjujuran murid bukan hal yang baru. Pada paruh terakhir 2008, banyak sekolah yang mendirikan Kantin Kejujuran (KK). Sebagaimana kantin pada umumnya, KK adalah sebuah tempat di sekolah yang menjual makanan dan minuman. Tapi, hal pokok yang membedakan KK dengan kantin biasa adalah tiadanya penjaga kantin atau kasir sehingga si pembeli bisa mengambil sendiri makanan dan minuman

Edisi 122 | Mei 2012 | 7

yang diinginkannya, lalu menyelesaikan sendiri pula pembayarannya. Si pembeli meletakkan uang tepat sejumlah rupiah yang harus dibayarkannya di kotak uang. Jika uangnya lebih besar daripada harga yang harus dia bayar, uang kembali dia ambil sendiri dari kotak uang itu.

Pendek kata, KK diniatkan sebagai ajang pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya kejujuran terhadap diri sendiri. Diharapkan, kegiatan itu pada akhirnya akan bermuara kepada lahirnya generasi yang menghormati kejujuran sekaligus memunculkan generasi antikorupsi.

Di saat-saat awal pendiriannya, disadari bahwa KK akan merefleksikan tabiat para murid yang ada di sekolah itu. Jika KK tak bertahan lama karena bangkrut, bisa dipastikan murid di sekolah itu tak berlaku jujur. Sebaliknya, KK akan semakin maju saat semua murid memegang tinggi asas kejujuran dalam kesehariannya. Lalu, bagaimana faktanya di kemudian hari?

Sekitar setahun setelah pencanangan KK, www.aksindo.org 5/9/2009 menulis bahwa “80% Kantin Kejujuran Bangkrut”. Disebutkan bahwa dari 617 KK di Kota Bekasi yang diresmikan Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin pada Oktober 2008, tinggal 20 persen yang tetap eksis. Sebanyak 80 persen tutup akibat bangkrut karena

ketidakjujuran pembeli. Lalu, situs www.neraca.co.id 17/7/2011 menurunkan

judul “Kantin Kejujuran Banyak yang Bangkrut”. Dikabarkan bahwa banyak Kantin Kejujuran yang tersebar di Jawa Barat yang bangkrut.

Di Jogjakarta juga mirip. Di kota ini beberapa kantin kejujuran juga perlahan mati karena kondisinya terus merugi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Suasana menyatakan bahwa matinya beberapa Kantin Kejujuran di Kota Jogja terjadi karena perilaku jujur

yang diharapkan dimiliki oleh para siswa belum sepenuhnya ada. “Kantin Kejujuran di Sekolah Mati karena Perilaku Tidak Jujur,” tulis www.solopos.com 19/12/2011.

Jangan Harap!Kondisi di atas, sangat mungkin

terjadi karena ulah (para) pemimpin. Kita tahu, bahwa perilaku sebuah masyarakat sangat diwarnai oleh perilaku (para) pemimpinnya.

Jika di negeri ini ucapan para pemimpin tak sama dengan perbuatannya, maka masyarakat akan kehilangan teladan. Misal, betapapun masyarakat diminta hidup jujur, tapi jika (para) pemimpinnya tak kunjung memberikan contoh yang tepat, maka hasilnya akan nol besar. Lihatlah! Banyak pemimpin berpidato “Berantas korupsi!” Tapi, korupsi justru terjadi di lingkaran yang dekat dengan dirinya dan itupun dibiarkan tanpa tindakan hukum yang tegas.

Alhasil, kita semua merasakan bahwa unas kerap dipenuhi cerita tentang praktik murid yang tak jujur dan KK banyak yang bangkrut karena murid tak jujur dalam bertransaksi. Jika kondisi generasi muda tampak mencemaskan seperti tergambar pada pelaksanaan unas dan KK itu, maka jangan terlalu salahkan murid. Sebab, sesungguhnya mereka hanya meniru apa yang ada di sekitarnya terutama mencontoh apa yang dilakukan (para) pemimpinnya.

Jangan sekali-kali berharap hadirnya sebuah Indonesia yang jaya, kecuali (para) pemimpin mau berubah. Berubah dari tak jujur (baca: korup) menjadi jujur. Berubahlah, agar kebusukan itu tak menjalar ke bawah. Bukankah, ikan itu busuk dimulai dari kepalanya? []

Page 8: BAZJATIM.ORG

8 | Warta BAZ

mustahik

Umumnya, orang selalu berusaha menjauhi sampah. Orang pasti resah ketika berada di dekat tumpukan barang buangan

itu. Selain karena baunya yang menyengat dan mengganggu pemandangan, tumpukan sampah adalah sarang penyakit dan hewan-hewan yang menjijikkan.

Namun Mbah Sulastri justru bersahabat dengan sampah. Ia tinggal dalam sepetak gerobak yang terletak di dekat depo sampah di Jalan Simpang Dukuh, Surabaya. Di tempat kotak seluas 1 x 2 meter dan terbuat dari kayu itulah wanita 70 tahun ini mengisi hari-harinya di usia senja.

Petak kayu setinggi kurang dari satu setengah meter itu sudah menemaninya sejak puluhan tahun lalu. Dulu ia memanfaatkannya sebagai gerobak untuk berjualan makanan sekaligus tempat tinggalnya bersama suaminya yang mencari nafkah dengan mengayuh becak. Hanya saja tempatnya berpindah-pindah karena digusur oleh petugas.

Sudah sepuluh tahun ini ia hidup sebatang kara karena suaminya meninggal dan tidak

Lansia Tak BerdayaDapat Santunan

memiliki anak. Di masa-masa awal sepeninggal sumai, Mbah Sulastri menggantungkan penghasilannya dari jualan makanan. Namun karena sering digusur dan berpindah-pindah,

hasil jualannya habis dan tidak dapat digunakan

untuk membeli bahan-bahannya.

Selain itu, kondisi kesehatan Mbah Sulastri sering

mengalami gangguan. Sehingga ia lebih banyak terkulai lemas di dalam petak kayu itu sepanjang hari. Rasa pengap, panas dan aroma sampah sudah menjadi sahabatnya sehari-hari. “Sekarang saya sudah tidak kuat lagi berjualan. Kalau untuk makan, ya nunggu ada yang kasih. Kalau tidak ada, ya tidak makan,” kata Mbah Sulastri saat ditemui BAZ Jatim dalam keadaan sakit.

Meski dalam keadaan fisik yang lemah Mbah Sulastri masih tetap menyempatkan diri mengikuti pengajian sebulan sekali di yayasan sosial di Peneleh, Surabaya. Dengan mengikuti pengajian itu, ia bisa membawa pulang satu paket sembako yang diberikan oleh yayasan itu.

Dari yayasan itulah informasi keberadaan Mbah Sulastri sampai kepada BAZ Jatim. Dan melihat kondisi Mbah Sulastri yang sudah tak berdaya itu, BAZ Jatim mengkategorikannya sebagai salah satu mustahik yang berhak menerima santunan tunai untuk fakir senilai Rp. 200 ribu tiap bulan. (fif )

Page 9: BAZJATIM.ORG

Kiprah Donatur

Edisi 122 | Mei 2012 | 9

Tak dapat dipungkiri, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing SKPD memiliki peran yang sangat strategis dalam

kesuksesan menggalang dana zakat. Sebab tujuan utama dibentuknya UPZ adalah untuk memaksimalkan akselerasi pemanfaatan dana zakat sekaligus memberi kemudahan kepada masyarakat yang ingin menyalurkan zakatnya.

Kesuksesan memaksimalkan potensi zakat itu salah satunya telah dilakukan oleh UPZ di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Dari total pegawai muslimnya yang berjumlah 112 orang, sudah 30% di antara mereka menyetorkan zakatnya kepada UPZ Dinas ESDM. Setiap bulan, mereka memberi hak kepada bendahara gaji untuk memotong 2,5% dari total penghasilannya.

“Di satu sisi, kesadaran membayar zakat memang terus meningkat. Di sisi lain, UPZ juga terus melakukan upaya agar kepercayaan terhadap UPZ dan BAZ Jatim sehingga kami bisa semaksimal mungkin menggalang potensi dana zakat di Dinas ESDM,” kata Pak Mustari, bendahara gaji di Dinas ESDM Jatim yang juga pengurus UPZ.

Keberhasilan itu, menurut Pak Mustari, memang tidak lepas dari peran para pengurus UPZ di Dinas ESDM Jatim. Ia begitu rajin melakukan pendekatan personal kepada semua pegawai yang dianggapnya sudah layak untuk membayar zakat. Prinsipnya, menggalang dana zakat adalah bagian dari dakwah pada kebaikan dan kemuliaan.

“Dalam berbagai kesempatan saya ajak mereka berbicara dari ke hati. Dari situlah ada sentuhan yang menggerakkan kesediaan mereka

menyisihkan penghasilannya untuk zakat kepada BAZ Jatim melalui UPZ,” tambah ayah empat anak ini.

UPZ Dinas ESDM dipimpin oleh Ir. H. Supoyo, MT (ketua), Suparyono, SE (wakil ketua), Mustari, S.Sos (sekretaris), Sri Wulandari, S.Sos (bendahara), Tjahjo Basoeki, S.Sos, Reny Suharto, ST, Rita Anggraeni, SH, Agus Rachmad, SH, dan Djainudin Wijaya, SH (anggota).

Selain itu, UPZ Dinas ESDM juga aktif berperan mendistribusikan dana zakat melalui program beasiswa. Mereka kerap memberikan masukan kepada BAZ Jatim beberapa data mustahik yang layak untuk menerima bantuan. Pak Mustari, misalnya, selalu membantu BAZ Jatim untuk menyalurkan dana beasiswa kepada sejumlah siswa SMA dari keluarga dhuafa yang tinggal di Kabupaten Nganjuk.

“Kebetulan setiap Minggu saya pulang ke Nganjuk. Di sana saya sering blusuk’an ke desa-desa melakukan pendataan mustahik. Datanya saya serahkan kepada BAZ Jatim kemudian bantuannya saya salurkan kembali kepada para mustahik. Saya merasa bahagia bisa membantu mereka sekaligus memastikan bahwa program BAZ Jatim memang tepat sasaran,” tutur Pak Mustari.

Sikap proaktif yang dilakukan UPZ Dinas ESDM Jatim yang demikian itu telah terbukti membawa keberhasilan yang patut dicontoh. UPZ Dinas ESDM Jatim sukses menjadi UPZ yang sesungguhnya, yakni mampu memaksimalkan penggalangan dana zakat sebagai sumber primer dan dana shadaqah sebagai sumber skunder. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada mustahik melalui BAZ Jatim dengan berbagai program pemberdayaan. (fif )

Proaktif, Kunci UtamaMenjadi UPZ Sukses

Page 10: BAZJATIM.ORG

Ketika Abu Dahdah

10 | Warta BAZ

konsultasi

KH. Abdurrahman Nafis, Lc. M.HI

Pertanyaan:Assalamualaikum. Ustadz yang terhormat, saya ingin bertanya soal aqiqah.

InsyaAllah anak saya akan lahir bulan depan dan saya ingin melakukan aqiqah untuknya di hari ke-7. Tapi andaikan laki-laki, saya hanya mampu melakukannya dengan 1 kambing, padahal kewajibannya adalah 2 kambing. Apakah boleh saya cicil dulu aqiqah 1 kambing kemudian suatu saat nanti jika ada rejeki lagi saya lakukan aqiqah yang ke-2? Atas jawabannya kami sampaikan Jazakumullah, wassalam.

Maulana Anwar, Menur, Surabaya

Bolehkah Aqiqah Dicicil?

Jawaban:Pak Maulana, ketentuan aqiqah itu untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing,

sementara untuk anak perempuan adalah satu ekor kambing. Pelaksanaannya, untuk anak laki-laki boleh sekaligus dua ekor disembelih, boleh juga dicicil. Oleh sebab itu, jika pada umur tujuh hari sudah disembelih satu ekor kambing, maka sekarang cukup ditambah 1 ekor lagi. Jadi, tak perlu diulang harus menyembelih 2 ekor lagi.

Pertanyaan:Assalamualaikum. Ustadz, mencium

tangan seseorang yang kita anggap

alim (kiai/guru/ulama) sudah

menjadi kebiasaan di masyarakat kita. Lantas apakah Islam memang

menganjurkannya atau itu hanya soal

adat saja? Atas jawabannya kami

sampaikan banyak terima kasih.

M Widjayanto, Waru Sidoarjo

Jawaban:Bapak Widjayanto yang

kami hormati, mencium tangan para ulama merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan agama. Karena perbuatan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada mereka. Dalam sebuah hadits dijelaskan: “Dari Zari ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW” (HR Abu Dawud).

Atas dasar hadits ini, para ulama mensunnahkan

Mencium Tangan Ulama, Adat atau Anjuran?

mencium tangan guru, ulama, orang shalih serta orang-orang yang kita hormati. Imam Nawawi dalam salah satu kitab karangannya menjelaskan bahwa mencium tangan orang shalih dan ulama yang utama itu disunnahkan. Sedangkan mencium tangan selain orang-orang itu hukumnya makruh. (Fatawi al-Imam an-Nawawi, Hal 79).

Dr. Ahmad as-Syarbashi dalam kitab Yas’alunakan fid Din wal Hayah memberikan kesimpulan akhir, bahwa apabila mengecup tangan itu dimaksudkan dengan tujuan yang baik, maka (perbuatan itu) menjadi baik.

Inilah hukum asal dalam masalah ini. Namun jika perbuatan itu digunakan untuk kepentingan dan tujuan yang jelek, maka termasuk perbuatan yang terhina. Sebagimana perbuatan baik yang diselewengkan untuk kepentingan yang tidak dibenarkan. (Yas’alunakan fid Din wal Hayah, juz II, hal 642). []

Page 11: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 11

Memberi Pinjaman kepada Allah

Abdullah bin Mas’ud menceritakan bahwa tatkala turun ayat di atas, Abu Dahdah al-Anshori datang kepada

Rasulullah SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah, apakah Allah menginginkan pinjaman dari kami?” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Betul, wahai Abu Dahdah”.

Kemudian Abu Dahdaha-pun berkata: “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah tanganmu!”

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam-pun menyodorkan tangannya dan Abu Dahdah mengatakan: “Aku telah memberi pinjaman pada Rabbku kebunku. Kebun tersebut memiliki 600 pohon kurma.”

Lalu Abu Dahdah menuju kebun kurmanya. Sesampai di depan pintu kebunnya, ia melihat istri dan anak-anaknya sedang berada di dalamnya. Dari pintu kebun kurma, Abu Dahdah berseru, “Wahai istriku, keluarlah engkau, karena kebun ini sudah aku pinjamkan kepada Allah SWT”

Istrinya menjawab, “Baik, wahai suamiku. Sungguh, ini bisnis yang menguntungkan”.

inspirasi

Maka, keluarlah istri Abu Dahdah dan anak-anaknya dari kebun kurma itu. Rasulullah SAW pun kagum dengan Abu Dahdah. Beliau mengatakan: “Begitu banyak tandan anggur dan harum-haruman untuk Abu Dahdah di surga”. Dalam lafazh yang lain dikatakan: “Begitu banyak pohon kurma untuk Abu Dahdah di surga. Akar dari tanaman tersebut adalah mutiara dan yaqut (sejenis batu mulia)”.

Pada suatu saat ketika sahabat Abu Dahdah meninggal, Rasulullah SAW bersabda: “Berapa banyak pelepah kurma yang tergantung di Surga, khusus disediakan untuk Abu Dahdah?” (HR. Muslim, dari jalan Jabir bin Samrah).

Lihatlah betapa banyak harta yang dikeluarkan oleh Abu Dahdah. Abu Dahdah melakukannya karena benar-benar yakin bahwa harta yang ia keluarkan tidak akan sia-sia. Karena barangsiapa yang memberi pinjaman pada Allah (artinya bersedekah di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan balasan dan ia akan memperoleh pahala yang banyak. []

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik

(menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran

kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan

(rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (QS. Al-Baqarah: 245).

Ketika Abu Dahdah

Page 12: BAZJATIM.ORG

12 | Warta BAZ

lipsus

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) baru saja merilis data penghimpunan zakat tahun 2011. Data itu menunjukkan bahwa

zakat yang terhimpun secara nasional dari tahun ke tahun meningkat. Sebelumnya, pada 2010, total zakat yang terhimpun mencapai Rp 1,5 triliun. Sedangkan pada tahun 2011, total dana yang terhimpun sebesar Rp. 1,8 Triliun dan diperkirakan tahun 2012 mencapai Rp2 triliun. Kecenderungan masyarakat untuk berzakat pun meningkat tiga persen.

Jumah tersebut dihimpun dari data perolehan zakat melalui Badan dan Lembaga Amil Zakat (BAZ dan LAZ) secara nasional. Dana terhimpun tersebut kemudian digunakan untuk pengentasan kemiskinan di berbagai pelosok negeri ini.

Dari hasil penelitian dan pendataan Baznas, jumlah fakir miskin yang terlayani zakat pada tahun tersebut mencapai 2,8 juta jiwa. Adapun bentuk pelayanannya, di antaranya pemberdayaan ekonomi, pendidikan melalui pemberian beasiswa, program kesehatan dan lain sebagainya. “Sasaran zakat ini sangat jelas, yakni fakir miskin. Kemiskinan itu bisa dientaskan atau dikurangi lewat pendekatan zakat. Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) pun bisa menjadi leading sector dalam pengentasan kemiskinan,” kata Ketua Umum Baznas Prof Dr Didin Hafiduddin di sela-sela Musyawarah Nasional (Munas) Forum Zakat (FOZ) di Semarang, Rabu (18/04/12) sebagaiman dilaporkan republika.co.id.

Namun, tambah Prof Didin, hingga saat ini masih terjadi kesenjangan yang tajam antara potensi dan realisasi perolehan zakat. “Potensi zakat bisa lebih Rp200 triliun, tetapi realisasi perolehan zakat secara nasional tahun 2011 hanya Rp1,8 triliun,” katanya.

Permasalahan tersebut, lanjutnya, salah satunya dikarenakan masyarakat Indonesia lebih senang memberikan zakatnya secara langsung dibanding melalui organisasi pengelola zakat. “Pada saat Lebaran, banyak

yang justru membagikan langsung zakatnya kepada masyarakat miskin di depan rumah. Hal semacam ini harus diakhiri. Langkah baik harus dengan cara baik. Jangan justru mengakibatkan korban jiwa meninggal dunia,” katanya.

Prof Didin menambahkan sejumlah upaya terus dilakukan untuk meningkatkan perolehan zakat di antaranya memaksimalkan peran organisasi pengelola zakat, sosialisasi, edukasi, penguatan rasa percaya dari masyarakat terhadap lembaga amil zakat.Agenda Munas FOZ

Sebanyak 230 peserta dari sekitar 80 BAZ dan LAZ melakukan pertemuan di Semarang pada 17-19 April 2012. Mereka adalah para pegiat lembaga zakat yang tergabung dalam asosiasi organisasi pengelola zakat bernama Forum Zakat (FOZ).

Forum tersebut memiliki agenda untuk memilih pemimpin baru FOZ dan diawali dengan seminar “Peran UU Zakat dalam Menata Masa Depan Zakat Indonesia” yang menghadirkan Prof Didin Hafidhuddin dan Direktur Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra.

Agenda Munas ke-6 ini menjadi penting mengingat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) bersama Pemerintah mengesahkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat akhir tahun lalu. Melalui Munas ini akan ditentukan arah kelembagaan FOZ ke depan setelah diundangkannya UU No.23 ini.

DalamMunas tersebut akhirnya disepakati bahwa FOZ akan berkontribusi terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang hingga saat ini masih disiapkan oleh Kementerian Agama RI. PP itu diharapkan menjadi petunjuk teknis berupa uraian dan perincian terhadap beberapa materi yang belum terjawab dalam UU Zakat. FOZ atas nama lembaga juga tidak akan mengajukan judicial review terhadap UU pengelolaan zakat yang baru disahkan. Namun tak melarang anggota untuk mengajukannya. (fif )

Perolehan Zakat Terus Meningkat, tapi…

Page 13: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 13

Lahirnya UU Nomor 23 tahun 2011 membawa perubahan atas kedudukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)

dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Dua lembaga ini yang sebelumnya berdiri sejajar, kini berubah. LAZ sekarang menjadi pendukung BAZNAS yang berperan sebagai koordinator.

Dalam UU nomor 23 tahun 2011 pasal 6 dan 7 ayat 1 dijelaskan, peran Baznas menjadi lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. Fungsi Baznas disebutkan sebagai perencanaan, pelaksana, pengendalian baik dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat. Selain itu, pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan zakat juga menjadi tugas Baznas.

Hingga saat ini masih ada sejumlah pihak yang meragukan efektifitas UU Zakat tersebut. Bahkan, UU Zakat disinyalir akan melemahkan LAZ dalam memaksimalkan potensi zakat di negeri ini. Beberapa pasal yang dipersoalkan antara lain: Persyaratan mendapat izin sebagai LAZ, apabila memenuhi persyaratan terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang mengelola bidang pendidikan, dakwah, dan sosial (Pasal 18); Larangan dan sanksi bagi amil zakat yang tidak mendapat izin dari pejabat berwenang (Pasal 40); dan Baznas dibiayai dengan APBN, sedangkan LAZ tidak (Pasal 30).

Karena itu, Ketua Umum BAZNAS, Prof Dr Didin Hafidhuddin menegaskan kembali bahwa penilaian tersebut tidak banar. Menurutnya, dalam UU Zakat sama sekali tidak memarjinalkan LAZ, tetapi lebih ingin mengatur. Apalagi sebenarnya

peran Baznas, LAZ, dan BAZ juga sudah diatur dengan jelas. Kekhawatiran yang muncul, menurutnya, disebabkan belum dibacanya UU tersebut secara seksama. “Kekhawatiran itu sebenarnya tidak perlu. Karena belum dibaca dengan seksama UU itu. Sehingga seolah-olah menafikan LAZ dan mengangkat peran Baznas kemudian memarginalkan lembaga. Padahal itu tidak ada,” ujarnya seperti ditulis republika.co.id.

Prof Didin juga mengatakan, tugas Baznas hanya dua, yakni sebagai operator terbatas dan koordinator. Sedangkan yang lain diberikan pada LAZ. Dengan pengaturan BAZ dan LAZ melalui UU Zakat itu, Prof Didin berharap dapat mendongkrak potensi zakat karena saat ini antara potensi dan realisasi perolehan zakat sangat jauh. Saat ini, LAZ yang resmi berjumlah 19 dan terdapat ribuan lembaga-lembaga kecil yang mengelola zakat tanpa predikat resmi.

Lembaga-lembaga kecil, baik di masjid, majelis taklim, dan sebagainya, dihimbau tak perlu membuat LAZ, namun cukup sebagai Unit Pengelola Zakat (UPZ). “Jadi UPZ, bagian dari BAZ daerah atau jadi bagian LAZ yang resmi. Jika setiap masjid membentuk LAZ, ada 880 ribu masjid di Indonesia,” tutur Prof Didin. (fif )

Penguatan BAZBukan untuk Pengerdilan LAZ

Page 14: BAZJATIM.ORG

14 | Warta BAZ

ilmu pengetahuan

5 Makanan Pemutih Gigi

Semua pasti ingin memiliki gigi putih cemerlang, namun tak semua punya uang untuk memutihkan gigi di

dokter atau dengan cairan pemutih gigi yang mengandung efek samping. Padahal gigi putih bersinar juga bisa didapatkan dengan mengonsumi lima makanan berikut ini sebagaimana dilansir detikhealth.com.

1. StroberiBuah cantik ini memproduksi enzim

malic acid yang membantu memutihkan gigi. Selain dengan langsung memakannya, stroberi bisa dimanfaatkan untuk memutihkan gigi dengan cara dihaluskan, digosokkan ke gigi, diamkan selama lima menit lalu bilas dan gosok gigi seperti biasa.

2. Buah-buahan dan Sayuran yang Renyah

Contoh terbaik adalah apel, seledri, dan wortel. Menggigit dan mengunyah buah dan sayuran seperti ini akan membantu membersihkan plak, “menggosok” gigi agar lebih putih bersinar, dan meningkatkan produksi air liur yang baik bagi kesehatan mulut.

3. KejuKeju dan bahan olahan susu lainnya

seperti yoghurt mengandung lactic acid yang berfungsi melindungi gigi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi yoghurt empat kali seminggu lebih terlindung dari

pembusukan gigi dibanding anak-anak yang tak minum yoghurt. Sedangkan untuk memutihkan gigi, keju adalah pilihan yang baik karena selain melindungi gigi dari kebusukan, keju juga mengandung kalsium dan fosfor yang berguna dalam pembentukan enamel gigi.

4. Jeruk dan NanasSaat mengonsumsi jeruk, nanas,

dan buah-buahan asam lainnya, mulut memproduksi air liur lebih banyak, yang membantu membersihkan gigi secara alami.

5. Baking Soda dan Permen XylitolSebuah penelitian tahun 2008

menemukan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda berfungsi lebih baik dalam membersihkan plak. Anda bisa saja menggunakan baking soda langsung untuk membersihkan gigi, namun para dokter menyarankan agar hal ini tak dilakukan terlalu sering karena bisa mengikis enamel gigi. Pilihan paling aman adalah menggunakan pasta gigi yang mengandung baking soda.

Permen yang mengandung xylitol juga bermanfaat untuk memutihkan gigi. Xylitol adalah pemanis alami yang dapat mencegah plak. Xylitol juga menetralkan tingkat keasaman di dalam mulut dan meningkatkan produksi air liur untuk membersihkan gigi. []

Page 15: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 15

daftardonatur

No. Nama Instansi Personal Jumlah

1 Karyawan-karyawati Ruko Grand Flower Regency (Kedung Doro) 1 250,000 2 Karyawan-karyawati Apotik Manukan Krajan 1 50,000 3 Karyawan-karyawati ARMINA Surabaya 1 10,000 4 Karyawan-karyawati PT. Astra Isuzu 10 185,000 5 Karyawan-karyawati AUTO 2000 Part Center 6 115,000 6 Pegawai Badan Diklat Prov. Jatim 24 1,315,000 7 Pegawai Badan Kepagawaian Negara 1 25,000 8 Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim 10 970,000 9 Pegawai Badan Kesatuan Bangsa & Politik Prov. Jatim 23 665,000 10 Pegawai Badan Ketahanan Pangan 18 465,000 11 Pegawai Badan Lingkungan Hidup 19 390,000 12 Pegawai Badan Penanaman Modal 2 75,000 13 Pegawai Badan Perpustakaan & Kearsipan 1 25,000 14 Pegawai Balai Kesehatan Mata Masyarakat Prov. Jatim 2 60,000 15 Pegawai Balai Lingkungan Hidup Prov. Jatim 3 75,000 16 Karyawan-karyawati Bank Jatim Capem UWK 2 100,000 17 Pegawai BAPEMAS Prov. Jatim 16 1,002,500 18 Pegawai Bappeprov Jatim 16 445,000 19 Pegawai Biro Adm. Pemerintahan Umum Setda Prov. Jatim 24 1,305,000 20 Pegawai Biro Administrasi Kemasyarakatan 28 1,388,500 21 Pegawai Biro Administrasi Kerjasama Setda Prov Jatim 6 235,000 22 Pegawai Biro Administrasi Pembangunan 12 725,000 23 Pegawai Biro Hukum 12 375,000 24 Pegawai Biro Kerjasama 1 100,000 25 Pegawai Biro Kesra 2 120,000 26 Pegawai Biro Organisasi 8 250,000 27 Pegawai Biro Sumber Daya Alam 1 20,000 28 Pegawai Biro Umum 3 50,000 29 Pegawai BKKBN Prov. Jatim 1 50,000 30 Karyawan-karyawati BNI’46 Graha Pangeran 5 95,000 31 Pegawai BPBD Prov. Jatim 5 285,000 32 Pegawai BPKAD 7 310,000 33 Pegawai BPSBTPH 7 570,000 34 Karyawan-karyawati Bumi Jaya 1 20,000 35 Karyawan-karyawati Cisadane Multimedia 1 50,000 36 Karyawan-karyawati CV. Sonara Indah 1 50,000 37 Pegawai DHD 45 1 50,000 38 Pegawai Diklat PU Wil IV 2 40,000 39 Pegawai Dinas Kehutanan 4 125,000 40 Pegawai Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Prov. Jatim 16 250,000 41 Pegawai Dinas Kominfo Prov. Jatim 20 420,000 42 Pegawai Dinas Koperasi & PKM 4 235,000 43 Pegawai Dinas Pariwisata 1 50,000 44 Pegawai Dinas Perhubungan & LLAJ Prov. Jatim 24 1,200,000 45 Pegawai Dinas Perikanan & Kelautan Prop. Jatim 6 135,000 46 Pegawai Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Jatim 11 410,000 47 Pegawai Dinas Perkebunan 4 120,000 48 Pegawai Dinas Pertanian Prov. Jatim 15 1,025,000 49 Pegawai Dinas Peternakan Prov. Jatim 5 345,000 50 Pegawai Dinas PU Bina Marga Prov. Jatim 19 1,125,000 51 Pegawai Dinas PU Pengairan Prov. Jatim 4 190,000 52 Pegawai Dinas Sosial Prov. Jatim 16 195,000 53 Pegawai Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim 10 292,000 54 Pegawai DPRD Prop Jatim 3 250,000 55 Karyawan-karyawati Era Bimasakti 3 75,000 56 Karyawan-karyawati Galaxi Mall 2 40,000 57 Karyawan-karyawati High-Desert 1 150,000 58 Karyawan-karyawati Hotel Majapahit 1 100,000 59 Karyawan-karyawati IAIN Sunan Ampel Sby 1 50,000

Daftar Donatur Personal Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Maret 2012

No. Nama Instansi Personal Jumlah

60 Pegawai Inspektorat Prov. Jatim 13 620,000 61 Karyawan-karyawati Institut Pembangunan (IP) 3 65,000 62 Karyawan-karyawati Jamaah Pengajian Al Fajar 17 471,650 63 Karyawan-karyawati K-24 Boulevard 4 45,000 64 Pegawai Kanwil Kementrian Agama 4 250,000 65 Pegawai Kanwil Kementrian Agama Surabaya 1 100,000 66 Pegawai KDAP Jawa Timur 1 50,000 67 Karyawan-karyawati Klinik Al-Ikhlas 2 80,000 68 Karyawan-karyawati Klinik BDS 6 100,000 69 Karyawan-karyawati KPP Pratama Surabaya Gubeng 1 50,000 70 Karyawan-karyawati KPP Pratama Surabaya Rungkut 52 682,500 71 Karyawan-karyawati KPP Pratama Surabaya Wonocolo 46 660,000 72 Karyawan-karyawati KPP Simokerto Surabaya 8 235,000 73 Karyawan-karyawati KPP Surabaya Kerembangan 61 750,000 74 Karyawan-karyawati Lab. Kedungdoro 1 50,000 75 Karyawan-karyawati Lab. Prospek 2 30,000 76 Pegawai Litbang Prov. Jatim 1 100,000 77 Pegawai Makodam Brawijaya 3 50,000 78 Karyawan-karyawati MT. Annisa 10 225,000 79 Karyawan-karyawati P3B FIS UNESA 16 195,000 80 Karyawan-karyawati Palem Inn 2 20,000 81 Pegawai Pengadilan Negeri Surabaya 3 65,000 82 Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Surabaya 10 265,000 83 Pegawai Peradilan Militer Surabaya 19 360,000 84 Karyawan-karyawati PERBANAS 1 100,000 85 Karyawan-karyawati Pramita Lab 7 290,000 86 Karyawan-karyawati PT OCHI 1 60,000 87 Karyawan-karyawati PT. Anugerah Sentosa Jaya Abadi 3 60,000 88 Karyawan-karyawati PT. ANZ Panin Bank 11 220,000 89 Karyawan-karyawati PT. Asuransi Jiwasraya 11 350,000 90 Karyawan-karyawati PT. Baja Menara Inti 12 335,000 91 Karyawan-karyawati PT. Baja Tehnik Rekatama 6 150,000 92 Karyawan-karyawati PT. Citra Gading Asri Tama 2 225,000 93 Karyawan-karyawati PT. Dok dan Perkapalan Surabaya 3 180,000 94 Karyawan-karyawati PT. Gaharu Sejahtera 5 60,000 95 Karyawan-karyawati PT. Jatim Petroleum Transport 2 100,000 96 Karyawan-karyawati PT. LKML 2 60,000 97 Karyawan-karyawati PT. MPM Honda 3 320,000 98 Karyawan-karyawati PT. Olympindo Multi F. 1 20,000 99 Karyawan-karyawati PT. PG Rajawali I 4 200,000 100 Karyawan-karyawati PT. Roda Mas 10 205,000 101 Karyawan-karyawati PT. Sumber Sehat 1 15,000 102 Karyawan-karyawati PT. Taspen 1 50,000 103 Karyawan-karyawati PT. Varia Usaha Beton 1 350,000 104 Pegawai PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim 56 1,185,000 105 Pegawai PUSKUD Mina 7 185,000 106 Karyawan-karyawati Rabbani Dharma Wangsa 1 100,000 107 Karyawan-karyawati RLQ 4 40,000 108 Karyawan-karyawati RRI 1 20,000 109 Karyawan-karyawati RS. Husada Utama 2 30,000 110 Karyawan-karyawati RSI Jemursari 6 80,000 111 Pegawai RSJ Menur 9 450,000 112 Karyawan-karyawati RSU USADA 1 200,000 113 Pegawai RSUD DR Soetomo 530 8,020,000 114 Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja 2 75,000 115 Karyawan-karyawati Shangri-La Hotel Surabaya 21 1,350,000 116 Karyawan-karyawati SMK Farmasi 1 20,000 117 Karyawan-karyawati SMA Mahardhika 5 50,000 118 Karyawan-karyawati SMK Mahardhika 10 150,000 119 Karyawan-karyawati SMP Jalan Jawa 11 160,000 120 Pegawai Staf Ahli Gubernur Jatim 1 50,000 121 Karyawan-karyawati STIESIA Surabaya 49 430,000 122 Karyawan-karyawati Sukolilo Dian Regency 12 370,000 123 Karyawan-karyawati Surabaya In Group 1 250,000 124 Karyawan-karyawati UFO Manukan 19 325,000 125 Pegawai UPT P3E 2 50,000 126 Pegawai UPT PSBTPH 1 50,000 127 Pegawai UPT Surabaya Bina Marga Prop. Jatim 3 120,000 128 Karyawan-karyawati Yayasan Pendidikan Mahardhika 7 100,000 129 Hamba Alloh Umum 351 6,473,000

daftardonatur

Page 16: BAZJATIM.ORG

daftardonatur

16 | Warta BAZ

Daftar Penerimaan ZISUnit Pengumpul Zakat (UPZ) Baz Provinsi Jawa Timur

Bulan Maret 2012NO. UNIT KERJA SEJUMLAH NO. UNIT KERJA SEJUMLAH

1 PMI 120,000

2 DHD’45 Prov. Jatim 279,000

3 Badan Kesatuan Bangsa & Politik 289,125

4 KPP Genteng Kali 300,000

5 Kanwil Ditjen. Anggaran 307,500

6 Diklat PU Wil. IV Prov. Jatim 311,250

7 KPID Prov. Jatim 229,000

8 RRI 350,000

9 BPBD 363,750

10 PTPN X 383,000

11 PUSKUD Jatim 401,250

12 Akademi Gizi 453,000

13 Balai Kesehatan Mata Masyarakat 457,500

14 PT. Jamsostek 470,000

15 BPKP Prov. Jatim 500,000

16 Dinas Kesehatan Prov. Jatim 500,000

17 Kanwil Ditjen Pajak 570,000

18 Badan Metrologi & Geofisika Prov. Jatim 574,000

19 Biro Adm. Pemerintahan Umum

Setda Prov. Jatim 604,000

20 Kanwil Kementrian Agama 645,000

21 BKKBN Prov. Jatim 674,000

22 Biro Humas & Protokol 686,500

23 KPP Sby Gubeng 700,000

24 PT. Perkebunan Nusantara XII 703,800

25 UPT Bina Marga Surabaya 787,250

26 Badan Penanaman Modal 800,000

27 Kanwil Bea & Cukai 800,000

28 PT. Dok & Perkapalan 800,000

29 Biro Administrasi Kemasyarakatan 1,000,000

30 Bapedal Prov. Jatim 1,031,250

31 BAPEMAS Prov. Jatim 1,080,000

32 PT. ASDP 1,147,500

33 Bea & Cukai 1,207,500

34 Kantor POL PP Prov. Jatim Prov. Jatim 1,242,000

35 Badan Ketahanan Pangan Prov. Jatim 1,280,000

36 Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim 1,290,000

37 Inspektorat Prov. Jatim 1,297,500

38 Balai Diklat Keagamaan 1,400,000

39 Dinas Perkebunan Prov. Jatim 1,451,000

40 Perum Perhutani II 1,491,375

41 PUSVETMA 1,500,000

42 Dinas Koperasi & PKM Prov. Jatim 1,515,000

43 KPP Sby Pabean Cantikan 1,720,000

44 Dinas Kepemudaan & Keolahragaan 1,815,000

45 PT. Perkebunan Nusantara XII 1,816,875

46 Dinas Kebudayaan & Pariwisata Prov. Jatim 2,000,000

47 Dinas Sosial Prov. Jatim 2,167,000

48 Dinas Kehutanan Prov. Jatim 2,337,000

49 Badan Diklat 2,437,500

50 PT Adhi Karya (Persero) 2,451,850

51 Badan Perpustakaan & Kearsipan Prov. Jatim 2,633,000

52 Dinas Peternakan Prov. Jatim 2,655,000

53 PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim 2,827,500

54 Universitas Airlangga 3,000,000

55 RSJ Menur Prov. Jatim 3,041,250

56 Disperindag Prov. Jatim 3,067,500

57 Dinas PU Bina Marga Prov. Jatim 4,038,750

58 Dinas Pertanian Prov. Jatim 4,195,875

59 Dinas Perikanan & Kelautan Prov. Jatim 5,235,000

60 Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi &

Kependudukan Prov. Jatim 6,500,000

61 RSU Haji 6,951,750

62 Dinas PU Pengairan 7,384,000

63 Dinas Pendapatan Prov. Jatim 9,315,000

64 Dinas Perhubungan & LLAJ 11,643,000

65 RSUD Dr. Soetomo 26,620,000

66 Ambulance 1,005,000.00

67 Bakorwil 150,000.00

68 Balitbang 978,750.00

69 Bank Jatim 2,232,725.00

70 Bapelkes 405,000.00

71 Bappeda 2,238,750.00

72 Biro Hukum 1,830,000.00

73 Biro Kesra 2,635,000.00

74 Biro Organisasi 551,000.00

75 Biro Umum 1,968,750.00

76 BPJ 215,625.00

77 BPJ 253,125.00

78 BPJ Banyuwangi 199,000.00

79 BPJ Jombang 180,000.00

80 BPJ Kediri 798,800.00

81 BPJ Pacitan 121,875.00

82 BPJ Pamekasan 2,673,750.00

83 BPKAD 1,192,500.00

84 BPKAD 1,192,000.00

85 Bulog Jatim 250,000.00

86 Dinas Energi dan SDM 803,000.00

87 Dinas Energi dan SDM 2,659,600.00

88 Kopertis 3,826,875.00

89 Masjid Sabillinnajah 350,000.00

90 Matahari TP 75,000.00

91 Pengadilan Tinggi Agama 264,500.00

92 Polres Pelabuhan Tanjung Perak 2,110,000.00

93 PSAA 88,875.00

94 PSAA Situbondo 73,250.00

95 PSLU Blitar 98,250.00

96 PSLU Pasuruan 255,000.00

97 PSPA Bima Sakti 352,500.00

98 RSCG Tuban 64,750.00

99 RSGP Madiun 91,500.00

100 RSGP Pasuruan 66,000.00

101 RSTS 62,625.00

102 RSUD Dr. Soedono 6,858,000.00

103 RSUD Dr. Soetomo 26,620,500.00

104 Taspen 100,000.00

105 TVRI Surabaya 2,658,750.00

106 UPT Bina Marga 1,331,250.00

107 UPT Materia Medica Batu 47,500.00

108 UPT PK Ponorogo 393,000.00

109 UPT PSRT Jombang 215,625.00

110 UPT Resos ANKN 136,875.00

111 UPT RSCN Malang 140,000.00

112 Tanpa Keterangan 25,879,400.00

Page 17: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 17

1. Laporan 2. UPZ yang menyetorkan dana ZIS melalui bank, mohon konfirmasi dengan mengirimkan bukti transfer melalui Fax

Baz Propinsi Jawa TimurDaftar Penyaluran Dana Konsolidasi

Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2012

1 DANA ZAKAT Ibnu Sabil Rp 1,045,000.00 Biaya Hidup Fakir Rp 53,967,000.00 Jumlah Rp 55,012,000.00 2 DANA INFAQ/SHADAQAH Bantuan Ekonomi Rp 77,549,000.00 Fasilitator Ekononomi Rp 1,425,000.00 Bantuan Sarana Pendidikan Rp 2,955,000.00 Bantuan Bimbingan Belajar Dhuafa Rp 150,000.00 Bansos Keagamaan Rp 9,625,000.00 Bantuan Rumah Dhuafa Rp 39,000,000.00 Jaminan Kesehatan BAZ (JAMKESBAZ) Rp 30,000,000.00 Bantuan Kesehatan (Pengobatan) Dhuafa Rp 250,000.00 Layanan Kesehatan Ambulance Rp 2,255,505.00 Pengobatan Gratis Rp 2,728,400.00 Fasilitator Div. Pendistribusian Rp 2,350,000.00 Fasilitator Div. Pengumpulan Rp 4,250,000.00 Fasilitator Div. Umum Rp 5,050,000.00 Fasilitator Div. Pengembangan Rp 3,650,000.00 Perawatan Peralatan Rp 1,390,080.00 Media Dakwah Bil Qalam Rp 13,406,000.00 Layanan Penerangan Zakat Rp 425,000.00 Sosialisasi Zakat Rp 3,534,500.00 Layanan Klinik Dhuafa (Al Ikhlas & Al Haromain) Rp 26,465,342.00 Jumlah Rp 226,458,827.00 3 DANA JASA BANK Administrasi & Pajak Februari 2012 Rp 1,104,952.02 Sekretariat Rp 4,903,873.00 Jumlah Rp 6,008,825.02 Total Penyaluran Rp 287,479,652.02

BAZ Propinsi Jawa TimurDaftar Penerimaan Dana Konsolidasi

Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2012

1 DANA ZAKAT Rp 61,426,450.00

2 DANA INFAQ/SHADAQAH Rp 194,069,225.00

3 DANA JASA BANK Rp 4,266,930.10

JUMLAH Rp 259,762,605.10

daftardonatur

16 | Warta BAZ

Daftar Penerimaan ZISUnit Pengumpul Zakat (UPZ) Baz Provinsi Jawa Timur

Bulan Maret 2012NO. UNIT KERJA SEJUMLAH NO. UNIT KERJA SEJUMLAH

1 PMI 120,000

2 DHD’45 Prov. Jatim 279,000

3 Badan Kesatuan Bangsa & Politik 289,125

4 KPP Genteng Kali 300,000

5 Kanwil Ditjen. Anggaran 307,500

6 Diklat PU Wil. IV Prov. Jatim 311,250

7 KPID Prov. Jatim 229,000

8 RRI 350,000

9 BPBD 363,750

10 PTPN X 383,000

11 PUSKUD Jatim 401,250

12 Akademi Gizi 453,000

13 Balai Kesehatan Mata Masyarakat 457,500

14 PT. Jamsostek 470,000

15 BPKP Prov. Jatim 500,000

16 Dinas Kesehatan Prov. Jatim 500,000

17 Kanwil Ditjen Pajak 570,000

18 Badan Metrologi & Geofisika Prov. Jatim 574,000

19 Biro Adm. Pemerintahan Umum

Setda Prov. Jatim 604,000

20 Kanwil Kementrian Agama 645,000

21 BKKBN Prov. Jatim 674,000

22 Biro Humas & Protokol 686,500

23 KPP Sby Gubeng 700,000

24 PT. Perkebunan Nusantara XII 703,800

25 UPT Bina Marga Surabaya 787,250

26 Badan Penanaman Modal 800,000

27 Kanwil Bea & Cukai 800,000

28 PT. Dok & Perkapalan 800,000

29 Biro Administrasi Kemasyarakatan 1,000,000

30 Bapedal Prov. Jatim 1,031,250

31 BAPEMAS Prov. Jatim 1,080,000

32 PT. ASDP 1,147,500

33 Bea & Cukai 1,207,500

34 Kantor POL PP Prov. Jatim Prov. Jatim 1,242,000

35 Badan Ketahanan Pangan Prov. Jatim 1,280,000

36 Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim 1,290,000

37 Inspektorat Prov. Jatim 1,297,500

38 Balai Diklat Keagamaan 1,400,000

39 Dinas Perkebunan Prov. Jatim 1,451,000

40 Perum Perhutani II 1,491,375

41 PUSVETMA 1,500,000

42 Dinas Koperasi & PKM Prov. Jatim 1,515,000

43 KPP Sby Pabean Cantikan 1,720,000

44 Dinas Kepemudaan & Keolahragaan 1,815,000

45 PT. Perkebunan Nusantara XII 1,816,875

46 Dinas Kebudayaan & Pariwisata Prov. Jatim 2,000,000

47 Dinas Sosial Prov. Jatim 2,167,000

48 Dinas Kehutanan Prov. Jatim 2,337,000

49 Badan Diklat 2,437,500

50 PT Adhi Karya (Persero) 2,451,850

51 Badan Perpustakaan & Kearsipan Prov. Jatim 2,633,000

52 Dinas Peternakan Prov. Jatim 2,655,000

53 PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim 2,827,500

54 Universitas Airlangga 3,000,000

55 RSJ Menur Prov. Jatim 3,041,250

56 Disperindag Prov. Jatim 3,067,500

57 Dinas PU Bina Marga Prov. Jatim 4,038,750

58 Dinas Pertanian Prov. Jatim 4,195,875

59 Dinas Perikanan & Kelautan Prov. Jatim 5,235,000

60 Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi &

Kependudukan Prov. Jatim 6,500,000

61 RSU Haji 6,951,750

62 Dinas PU Pengairan 7,384,000

63 Dinas Pendapatan Prov. Jatim 9,315,000

64 Dinas Perhubungan & LLAJ 11,643,000

65 RSUD Dr. Soetomo 26,620,000

66 Ambulance 1,005,000.00

67 Bakorwil 150,000.00

68 Balitbang 978,750.00

69 Bank Jatim 2,232,725.00

70 Bapelkes 405,000.00

71 Bappeda 2,238,750.00

72 Biro Hukum 1,830,000.00

73 Biro Kesra 2,635,000.00

74 Biro Organisasi 551,000.00

75 Biro Umum 1,968,750.00

76 BPJ 215,625.00

77 BPJ 253,125.00

78 BPJ Banyuwangi 199,000.00

79 BPJ Jombang 180,000.00

80 BPJ Kediri 798,800.00

81 BPJ Pacitan 121,875.00

82 BPJ Pamekasan 2,673,750.00

83 BPKAD 1,192,500.00

84 BPKAD 1,192,000.00

85 Bulog Jatim 250,000.00

86 Dinas Energi dan SDM 803,000.00

87 Dinas Energi dan SDM 2,659,600.00

88 Kopertis 3,826,875.00

89 Masjid Sabillinnajah 350,000.00

90 Matahari TP 75,000.00

91 Pengadilan Tinggi Agama 264,500.00

92 Polres Pelabuhan Tanjung Perak 2,110,000.00

93 PSAA 88,875.00

94 PSAA Situbondo 73,250.00

95 PSLU Blitar 98,250.00

96 PSLU Pasuruan 255,000.00

97 PSPA Bima Sakti 352,500.00

98 RSCG Tuban 64,750.00

99 RSGP Madiun 91,500.00

100 RSGP Pasuruan 66,000.00

101 RSTS 62,625.00

102 RSUD Dr. Soedono 6,858,000.00

103 RSUD Dr. Soetomo 26,620,500.00

104 Taspen 100,000.00

105 TVRI Surabaya 2,658,750.00

106 UPT Bina Marga 1,331,250.00

107 UPT Materia Medica Batu 47,500.00

108 UPT PK Ponorogo 393,000.00

109 UPT PSRT Jombang 215,625.00

110 UPT Resos ANKN 136,875.00

111 UPT RSCN Malang 140,000.00

112 Tanpa Keterangan 25,879,400.00

Page 18: BAZJATIM.ORG

18 | Warta BAZ

sekitar kita

Ada sebuah buku menarik yang patut dibaca kaum cendekia Islam dalam menghadapi berbagai tantangan di

era global ini. Buku berjudul Misykat, Refleksi tentang Islam, Westernisasi dan Liberalisasi, ini berisi kritik pedas terhadap Barat dan pengingatan kembali pada keunggulan Islam. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, penulisnya, banyak menjawab persoalan westernisasi dan liberalisasi yang melanda Timur dan Islam; serta Islamophobia yang melanda Barat. Tak kalah pentingnya, Zarkasyi mengkritik kaum cendekia Islam di Indonesia sendiri, khususnya mereka yang kebarat-baratan dan agresif mengusung paham liberal dan sekular.

Dia mengajak umat Islam untuk memperkuat basis (ilmu) keagamaannya. Lemahnya basis ilmu keagamaan umat Islam, khususnya di kalangan cendekiawan muslim, disinyalir menjadikan kaum Muslim sebagai sekadar imitator atau epigon Barat. Namun dalam pandangan saya, sesungguhnya dalam kenyataannya, sebaliknyalah yang terjadi. Kita melihat, tak sedikit orang yang kuat basis ilmu agamanya, yang lahir dari pesantren, malah menjadi corong propaganda Barat. Selain banyak mengkritik ayat-ayat Quran dan hadits Nabi, para cendekiawan agama ini juga ikut-ikutan Barat, menjelek-jelekkan agama Islam dan budaya bangsa Indonesia.

Tak sedikit nama besar tokoh liberalis Indonesia adalah lulusan pesantren. Jadi, pertanyaan sesungguhnya adalah: apakah ini persoalan basis keilmuan

Menghadang Barat,Memperkokoh Keislaman

agama? Artinya yang basis agamanya kurang akan mudah menjadi liberal dan sekuler; yang basis agamanya kuat akan membela Islam? Jangan-jangan bukan. Boleh jadi, persoalannya adalah uang. Barat menggelontorkan begitu banyak dana untuk membaratkan, meliberalkan, dan mensekularkan negara-negara Islam. Bisa jadi, persoalan para cendekiawan muda Indonesia yang kemudian menjadi corong Barat itu adalah sekadar ketergodaan mereka atas gelontoran dana?

Saya sendiri dilahirkan di tengah keluarga abangan, di pusat kota Surabaya. Di tahun 60an itu, setiap rumah di Jalan Melati Surabaya (tepat di belakang Grand City) dihuni oleh etnis atau bangsa yang berbeda: Jawa, Batak, Ambon, Manado, Madura, China, Belanda. Tetangga kami yang orang Batak biasa menyembelih dan memasak babi, tetangga yang lain suka berpesta dansa. Masjid jauh dari rumah kami, sehingga kehidupan beragama-pun (Islam) tidak berjalan lancar. Toh, bagi saya, kesadaran bahwa kita adalah bangsa yang plural dan oleh sebab itu mesti toleran, sudah mendarah daging. Setelah bersekolah, kami juga tahu bahwa unity in diversity (of multiethnicities) itu sudah menjadi falsafah bangsa Bhineka Tunggal Ika.

Jadi, justru orang-orang seperti kami (yang basis ilmu agamanya mungkin kurang dibanding para tokoh liberal Indonesia sekarang) sudah tidak mempan dicekoki paham pluralisme

Page 19: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 19

atau sekularisme yang baru didengung-dengungkan di era Reformasi ini. Sepanjang pengalaman saya 51 tahun hidup sebagai warga Indonesia, pluralitas/multietnisitas sudah inherent (tertanam) dalam kehidupan berbangsa dan tidak pernah menjadi masalah. Ini bukan barang baru. Persoalan Indonesia –yang sudah plural dari sononya- adalah bagaimana bersikap toleran dan menjaga harmoni. Falsafah ini dirusak oleh slogan freedom of speech alias kita boleh ngomong apa saja (termasuk yang menyakiti perasaan orang lain, sejauh itu bukan kekerasan fisik). Prinsip inilah yang justru membuat kerukunan bangsa menjadi kacau balau.

Padahal, persoalan Barat, khususnya Amerika, adalah bagaimana menerima pluralitas dan multietnisitas –mengingat sejarah kelahiran Amerika yang amat primordial dan chauvinistic. Mereka bersusah payah belajar/beradaptasi hidup dalam kultur multietnis. Bayangkan, berangkat dari berbagai bangsa yang sudah ‘jadi’ –Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, dan lain-lain- kemudian mereka harus mulai dari nol secara bersama-sama untuk membangun negara/bangsa baru. Itu bukan hal yang mudah. Dalam perjalanan membangun bangsa bernama Amerika itu mereka bahkan membantai suku asli (Indian) dan memperbudak suku-suku Afrika. Sampai sekarangpun, proses adaptasi mereka menjadi bhineka tunggal ika atau unity in diversity belum berhasil (bahkan ketika pemerintahnya memberlakukan affirmative action, yang member privilege bagi kaum minoritas).

Lalu, mengapa persoalan orang Amerika ini –untuk menerima kondisi pluralistis- dibawa-bawa menjadi persoalan kita? Sejarah bangsa kita berbeda, filosofi hidupnyapun berbeda pula. Sekali lagi,

dalam pandangan saya, persoalan bangsa Indonesia bukan penerimaan kondisi multietnisitas, melainkan bagaimana menjaga harmoni dan toleransi. Kita sering dibentur-benturkan dengan berbagai paham Barat. Bagaimana aturan agama bisa bertentangan dengan HAM, misalnya, atau bagaimana Islam bisa liberal, mengapa keserasian hubungan dan peran lelaki-perempuan diubah menjadi kesamaan di segala sektor kehidupan?

Sayang sekali, buku Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi masih terpateri pada pengunggulan Islam dan kritik terhadap Barat, sehingga lupa bahwa tak sedikit perilaku umat Islam yang belum baik, sebagaimana tak sedikit pula hal-hal yang diterapkan di Barat itu sudah ‘islami’. Misalnya, pedagang yang tidak menipu, kepatuhan pada janji (tidak terlambat), hormat dan kesopanan. Selama saya hidup di negara Barat (di AS dan Inggris), nilai-nilai Islami itu saya temukan. Sebaliknya, selama hidup di tengah masyarakat Islam Indonesia, saya sering ditipu pedagang, melihat keterlambatan di berbagai acara, dan kurangnya rasa hormat antarsesama warga Negara.

Saya kira, justru kelemahan inilah yang menjadi tantangan utama kita. Sebelum “berperang” melawan paham-paham yang diimpor dari Barat, kita mesti menegakkan lebih dulu segala keunggulan Islam dalam kehidupan nyata sehari-hari. []

Oleh Sirikit Syah, MA Pengamat media, pengajar di FIB Unair

dan Stikosa-AWS, pendiri dan Direktur Lembaga Konsumen Media-Media Watch

tinggal di www.sirikitsyah.wordpress.com

Page 20: BAZJATIM.ORG

Iman Supriyono, Strategic Finance Specialist pada SNF Consulting,

www.snfconsulting.com

20 | Warta BAZ

uang dan saya

harus berhenti. Maju sedikit...berhenti lagi. Maju lagi...dan berhenti lagi. Sekitar setengah jam waktu dihabiskan untuk kondisi seperti ini. Sayapun risau, harapan untuk tiba di Surabaya sesuai jadual makin sulit dicapai. Hatipun bertanya. Ada apa gerangan. Mengapa pesawat tidak segera masuk landas pacu dan menggeber mesinnya untuk lepas landas.

Jawaban baru saya peroleh saat pesawat berbelok sebelum berbalik arah memasuki landas pacu. Saat itulah saya melihat ternyata ada 4 pesawat di belakang pesawat yang saya naiki sedang antri. Antri menunggu giliran untuk bisa memacu kecepatan di landas pacu dan lepas landas.

Begitu pesawat yang saya naiki menggeber mesinnya berlari di runway....pesawat yang berada persis di belakang saya giliran masuk runway. Itupun tidak selalu bisa langsung karena juga harus bergiliran dengan pesawat yang sedang mendarat.

Apa artinya? Kapasitas bandara sudah overload. Mestinya segera ada runway baru supaya dua runway yang sudah ada di Bandara Soekarno-Hatta selama ini tidak terlalu overload. Yaa...overload. Mirip overload jalanan Jakarta yang kemacetannya sangat mengganggu aktivitas masayarakat. Dan yang pasti: pemborosan bahan bakar yang luar biasa.

Bila tidak tertunda, mestinya pukul 18.15 saya sudah harus berada di kabin Lion Air yang akan saya

tumpangi menuju Surabaya. Saya harus segera tiba di Surabaya malam ini untuk sebuah keperluan. Tetapi nampaknya terjadi keterlambatan. Sebagai penumpang saya tidak bisa berbuat apapun kecuali berharap dan berdoa.

Jam 7 malam penumpang sudah dipanggil untuk boarding. Masih ada harapan. Hitungan normal mestinya jam setengah sembilan saya sudah berada di Juanda. Masih belum terlalu malam untuk menyelesaikan urusan di Surabaya. Di kabin pesawat hati saya senang. Biarpun terlambat tetapi terlambatnya tidak sampai mengganggu keperluan yang saya jadualkan di kota tempat tinggal.

Begitu seluruh penumpang memasuki pesawat, pilotpun memberi aba-aba agar pintu ditutup. Beberapa saat kemudian terasa badan pesawat sudah didorong mundur dengan airport ground support . Seperti biasa kemudian pesawat berhenti sejenak untuk dilepas dari tangkai pendorongnya untuk kemudian melaju maju dangan tenaga dari mesin pesawat. Alhamdulilah segera terbang.

Benarkah segera terbang? Ternyata tidak. Begitu tiba persis di jalur beraspal di samping landas pacu, ternyata pesawat

Landas Pacu

Page 21: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 21

Di jalan raya macet...di runway pun macet. Nasib...nasib.

♦♦♦Untuk pekerjaan melayani klien di luar

kota, sering kali saya harus berangkat dari Surabaya dengan pesawat terpagi. Pada kondisi seperti ini biasanya saya harus sudah berada di bandara sekitar waktu subuh. Menanti adzan subuh sudah di majid bandara. Atau paling tidak sholat subuh sudah dalam perjalanan menuju bandara.

Saat seperti inilah saya selalu ingat suasana terminal bus Bungurasih seputar hari lebaran. Terminal penuh sesak. Di mana-mana orang berdesakan untuk berebut kesempatan naik bus atau memanfaatkan fasilitas apapun di terminal.

Suasana Juanda atau Cengkareng tiap pagi ternyata persis seperti terminal bus terbesar di Jawa Timur itu. Antrian chek in panjang. Antrian boarding panjang. Seluruh check in hall penuh manusia. Di teras bandara pun penuh manusia. Ketika seperti ini saya merasa bahwa ternyata terminal Bungurasih lebih baik daripada bandara. Kenapa? Kepadatan Bungurasih hanya terjadi pada saat hari raya, sementara kepadatan Juanda atau Cengkareng terjadi

setiap hari. Masak bandara kalah baik dengan terminal?

Apa masalahnya? Tentu karena kecepatan pembangunan vasilitas publik kalah jauh dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah siapa? Karena tax ratio kita sudah kurang-lebih sama dengan negara negara lain, keterlambatan ini bisa dibaca sebagai tidak sampainya dana pajak untuk vasilitas publik. Masalahnya kembali ke moral. Maka, kalau kita ingin negeri ini maju tidak kalah dengan negeri-negeri tetangga yang dulu sempat belajar ke Indonesia, kuncinya adalah perbaikan moral. Perbaikan mental para penyelenggara negara agar seluruh uang pajak dan sumber pendapatan negara lainnya bener-benar termanfaatkan untuk fasilitas publik yang mendahului pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bukan seperti saat ini dimana fasilitas publik selalu kalah cepat. Baru ada penambahan fasilitas publik setelah didesak oleh aneka kemacetan dan kesemrawutan di mana-mana. Agar tidak ada lagi kemacetan di jalan raya. Agar tidak ada lagi kemacetan di sekitar runway bandara. Semoga! []

Page 22: BAZJATIM.ORG

22 | Warta BAZ

Cermin

berusia 16 tahun tersebut, ribuan remaja bahkan sudah mulai mengantre tiket sejak dini hari. Padahal loket masih akan dibuka beberapa jam lagi, yaitu di pagi hari saat jam kerja.

Lihatlah petikan dari www.jpnn.com 23/1/2011 berikut ini: Penyanyi belia Justin Bieber benar-benar menjadi idola dan punya magnet luar biasa di tanah air. Meski konser pelantun Baby itu di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, baru akan berlangsung pada 23/4/2011, ribuan orang rela antre untuk mendapatkan tiketnya pada 22/1/2011.

Situs itu melukiskan, bahwa ribuan orang yang didominasi para ABG antri dan berdesak-desakan. Antrean tiket yang mengular sejak pukul 5 pagi mencapai 1 kilometer, padahal loket penjualan tiket baru dibuka pukul 9 pagi. Sempat terjadi kericuhan akibat aksi saling dorong antarpengantre. Beberapa remaja putri yang mendominasi antrean tersebut terlihat menangis karena kesakitan terhimpit. Bahkan, tidak sedikit yang jatuh pingsan.

Lalu, bagaimana suasana di hari pertunjukannya? Di www.kompas.com 23/4/2011, bisa kita baca: Antusiasme para anak baru gede (ABG), terutama perempuan, untuk menyaksikan konser World Tour 2011 Justin Bieber sungguh luar biasa. Meski konser baru akan dimulai pukul 19.30, sejak sebelum pukul 12.00 mereka sudah mulai berdatangan. Lalu, bagaimana dengan mereka yang belum memegang tiket? Tiket ada, tapi harganya melangit, yakni antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta.

Sekitar 10 ribu penonton hadir. Para penggemar Justien Biber yang kebanyakan masih remaja ini datang menggunakan berbagai asesori yang bisa diasosiasikan sebagai fans

dan ‘Kegilaan’ Remaja

‘Kegilaan’ Itu “Antre Tiket Suju, 12 Remaja Pingsan”

(www.jpnn.com 8/4/2012). Dikabarkan, bahwa demi untuk melihat pertunjukan Super Junior (Suju), remaja rela merogoh kocek ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Bahkan, mereka rela antre sejak sehari sebelum loket tiket dibuka pukul 08.00 pada 7/4/2012. Karena kelelahan, 12 remaja pingsan saat mengantre. Kacaunya antrean dan fisik yang lemah adalah penyebabnya. Mereka antre mulai dini hari dan belum makan.

Bagi sebagian orang, tingginya antusiasme remaja saat berburu tiket itu cukup mencengangkan. Lihatlah! Seluruh tiket yang disediakan panitia habis. Berapa harganya? Mulai kelas junior sky Rp 500 ribu, super sky Rp 1 juta, junior VIP Rp 1,4 juta, super box Rp 1,7 juta, hingga termahal super VIP Rp 2 juta.

Pemandangan serupa itu juga terjadi sekitar setahun sebelumnya. Saat itu, Justin Bieber akan manggung di Jakarta pada 23/4/2011. Banyak remaja yang mengalami histeria dan tampak melakukan hal-hal yang tak perlu. Misal, sekalipun tiket berharga mahal yaitu Rp 1.000.000, Rp 750.000, dan Rp 500.000 tapi beliebers (penggemar Justin Bieber) rela antre untuk waktu yang lama agar mendapatkannya. Untuk bisa menonton konser dari remaja Kanada yang –ketika itu-

Sihir Super Junior –boyband asal Korea Selatan- sangat kuat. Sekalipun mahal, tiket konser mereka

di Jakarta diburu para remaja. Hal yang mirip terjadi pula pada saat Justin Bieber –penyanyi

belia asal Kanada- manggung di Jakarta setahun sebelumnya, pada 2011.

Suju , Justin ,

Edisi 122 | Mei 2012 | 23

berat sang idola. Misal, mereka memakai baju berwarna ungu, sebab sang idola suka sekali dengan warna ungu. Mereka juga membawa berbagai atribut yang bertuliskan Justin Bieber I Love You. Singkat kata, Justin Bieber sukses membuat para penggemarnya turut menyanyikan lagu-lagunya dengan fasih dan bahkan berteriak-teriak histeris di sepanjang konser. Sejumlah Pertanyaan

Remaja memiliki idola itu sesungguhnya biasa-biasa saja. Yang perlu kita cermati adalah jika secara tak sengaja idola itu bergeser menjadi uswah, yaitu seseorang yang kita teladani karena perilakunya sangat baik.

Berpindahnya idola menjadi uswah cukup mudah terjadi, yaitu begitu seseorang mengidolakan seseorang dan lalu meniru semua perilakunya, maka pada saat itu sesungguhnya idola telah menjelma menjadi uswah.

Berhati-hatilah! Jika kita salah mengambil idola dan apalagi uswah, maka di samping Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagi kita, juga Rasulullah SAW telah memberi peringatan: “Barang siapa meniru-niru suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan mereka.”

Mari kembali ke ’kasus’ Suju dan Justin Bieber. Pertama, saat para remaja antusias mengantre tiket mulai dinihari. Pertanyaannya,

seperti itukah performa mereka dalam menegakkan shalat tahajjud di sepertiga malam yang terakhir?

Kedua, ketika para remaja tampak tak ragu-ragu mengeluarkan uang Rp. 500 ribu bahkan berlipat-lipat dari itu untuk mendapatkan tiket. Pertanyaannya, semudah itukah mereka saat menyumbang untuk pembangunan sebuah masjid? Segampang itukah uang keluar saat mereka akan membeli buku-buku agama?

Ketiga, pertunjukan baru akan dimulai sekitar pukul 19.30. Tetapi, mereka telah tampak siap menunggu di lokasi pertunjukan sejak pukul 12.00-an. Pertanyaannya, seperti itukah performa mereka jika menunggu datangnya waktu shalat yaitu telah bersiap-siap jauh sebelumnya.

Keempat, di hampir semua lagu yang dinyanyikan sang artis, para remaja itu tampak bersemangat ikut menyanyikannya. Mereka rata-rata hafal dengan banyak lagu-lagu sang idola. Pertanyaannya, bagaimana dengan hafalan Al-Qur’an mereka, terutama yang dibaca saat shalat? Berapa surat yang dihafal?

Kelima, di saat menonton pertunjukkan, banyak remaja yang warna busananya disesuaikan dengan warna kesukaan sang idola. Untuk Justin Bieber yang suka ungu –misalnya- maka para remaja itu banyak yang mengenakan busana berwarna ungu. Pertanyaannya, khusus untuk remaja laki-laki, seperti itukah performa mereka saat hari Jum’at yaitu berbusana warna putih sebagaimana sunnah Nabi Muhammad SAW? Uswah Kita

Jangan salah mengambil uswah (teladan)! Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab [33]: 21). []

M. Anwar Djaelani

Page 23: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 23

berat sang idola. Misal, mereka memakai baju berwarna ungu, sebab sang idola suka sekali dengan warna ungu. Mereka juga membawa berbagai atribut yang bertuliskan Justin Bieber I Love You. Singkat kata, Justin Bieber sukses membuat para penggemarnya turut menyanyikan lagu-lagunya dengan fasih dan bahkan berteriak-teriak histeris di sepanjang konser. Sejumlah Pertanyaan

Remaja memiliki idola itu sesungguhnya biasa-biasa saja. Yang perlu kita cermati adalah jika secara tak sengaja idola itu bergeser menjadi uswah, yaitu seseorang yang kita teladani karena perilakunya sangat baik.

Berpindahnya idola menjadi uswah cukup mudah terjadi, yaitu begitu seseorang mengidolakan seseorang dan lalu meniru semua perilakunya, maka pada saat itu sesungguhnya idola telah menjelma menjadi uswah.

Berhati-hatilah! Jika kita salah mengambil idola dan apalagi uswah, maka di samping Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagi kita, juga Rasulullah SAW telah memberi peringatan: “Barang siapa meniru-niru suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan mereka.”

Mari kembali ke ’kasus’ Suju dan Justin Bieber. Pertama, saat para remaja antusias mengantre tiket mulai dinihari. Pertanyaannya,

seperti itukah performa mereka dalam menegakkan shalat tahajjud di sepertiga malam yang terakhir?

Kedua, ketika para remaja tampak tak ragu-ragu mengeluarkan uang Rp. 500 ribu bahkan berlipat-lipat dari itu untuk mendapatkan tiket. Pertanyaannya, semudah itukah mereka saat menyumbang untuk pembangunan sebuah masjid? Segampang itukah uang keluar saat mereka akan membeli buku-buku agama?

Ketiga, pertunjukan baru akan dimulai sekitar pukul 19.30. Tetapi, mereka telah tampak siap menunggu di lokasi pertunjukan sejak pukul 12.00-an. Pertanyaannya, seperti itukah performa mereka jika menunggu datangnya waktu shalat yaitu telah bersiap-siap jauh sebelumnya.

Keempat, di hampir semua lagu yang dinyanyikan sang artis, para remaja itu tampak bersemangat ikut menyanyikannya. Mereka rata-rata hafal dengan banyak lagu-lagu sang idola. Pertanyaannya, bagaimana dengan hafalan Al-Qur’an mereka, terutama yang dibaca saat shalat? Berapa surat yang dihafal?

Kelima, di saat menonton pertunjukkan, banyak remaja yang warna busananya disesuaikan dengan warna kesukaan sang idola. Untuk Justin Bieber yang suka ungu –misalnya- maka para remaja itu banyak yang mengenakan busana berwarna ungu. Pertanyaannya, khusus untuk remaja laki-laki, seperti itukah performa mereka saat hari Jum’at yaitu berbusana warna putih sebagaimana sunnah Nabi Muhammad SAW? Uswah Kita

Jangan salah mengambil uswah (teladan)! Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab [33]: 21). []

M. Anwar Djaelani

Page 24: BAZJATIM.ORG

24 | Warta BAZ

tips sehat

Di Indonesia, penderita penyakit tipes cukup banyak, terjadi pada semua umur dan ditemukan di

hampir sepanjang tahun. Paling sering pada anak umur 5 sampai 9 tahun.

Penyakit tipes atau thypus (dalam dunia kedokteran disebut thypus abdominalis atau typhoid fever ) adalah penyakit infeksi bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C pada usus halus dan kemudian masuk ke aliran darah. Bakteri yang bersarang di usus halus dapat menggerogoti dinding usus hingga menjadi tukak tipes.

Penyakit tipes menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B atau C.

Pasien tipes yang akut dan pembawa kuman dapat mencemari air di sekitarnya melalui tinja yang mengandung bakteri. Telur ayam yang dimasak setengah matang yang kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Salmonella merupakan salah satu sumber penularan penyakit tipes.Gejala Penyakt Tipes:• Badan lemas, pusing, sakit perut, mual

sampai muntah, anoreksia (kehilangan nafsu makan), infeksi tenggorokan, nyeri otot, lidah kotor dengan bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah, diare tetapi pada beberapa kasus terjadi konstipasi (sulit buang air besar).

• Demam tinggi dari 39° sampai 40°C (103° sampai 104°F) yang meningkat secara perlahan terutama pada sore dan malam hari. Demam terjadi selama 7-10

hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan kontinyu. Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi mulai menurun dan demam tinggi.

• Pada keadaan yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun.

Diagnosa Penyakit TipesDiagnosa berdasarkan gambaran klinik

dan laboratorium (sel darah putih/lekosit menurun hingga < 3.000/mm3, anemia, titer widal meningkat dan ditemukannya bakteri salmonella typhosa pada kotoran, darah atau urine). Widal positif jika titer O 1/200 atau lebih dan atau menunjukkan kenaikan progresif.

Untuk memastikan apakah penyakit yang diderita pasien adalah penyakit lain maka perlu diagnosa banding. Bila terdapat demam lebih dari lima hari, dokter akan memikirkan kemungkinan selain penyakit tipes yaitu penyakit infeksi lain seperti paratifoid A, B dan C, demam berdarah (dengue fever), influenza, malaria, TBC (tuberculosis), dan infeksi paru (pneumonia).Pencegahan Penyakit Tipes

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terhindar dari penyakit tipes:• Vaksinasi tipes dengan vaksin chotipa

(cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid) yang dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun.

• Meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara: makanan yang bergizi, tidur cukup dan teratur serta olah raga secara teratur 3-4 kali seminggu.

• Hindarilah makanan yang tidak bersih dan belilah makanan yang masih panas.

Pencegahan,Perawatan dan Pengobatan

Penyakit Tipes (Thypus)

Page 25: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 25

• Jangan banyak jajan makanan/minuman di luar rumah.

• Cucilah tangan sebelum makan.• Masaklah telur ayam hingga matang

karena ada beberapa telur yang kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Salmonella.

• Bagi orang yang pernah mengalami penyakit tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang melelahkan karena penyakitnya dapat kambuh kembali.

• Penderita carrier (dalam tubuhnya ada bakteri tetapi tidak menimbulkan gejala) sebaiknya tetap mengkonsumsi obat.

• Sanitasi lingkungan serta penyuluhan kesehatan.

Perawatan dan PengobatanBila tidak dilakukan pengobatan dan

perawatan yang baik, penyakit tipes dapat berakibat fatal, yaitu dapat berlangsung selama tiga minggu sampai sebulan bahkan dapat menyebabkan kematian. Kematian terjadi antara 10% dan 30% dari kasus yang tidak terawat.

Tujuan perawatan dan pengobatan penyakit tipes adalah mempercepat penyembuhan (menghambat invasi kuman dan mempercepat pembasmian kuman) dan mencegah terjadinya komplikasi.

Makin cepat penyakt tipes dapat didiagnosis, makin baik sehingga dapat dilakukan pengobatan yang tepat dalam taraf dini yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

Obat-obatan untuk penderita tipes berupa antibiotika golongan Chloramphenikol yang diberikan selama 7 – 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika harus sesuai dengan resep dokter. Antibiotika harus diminum sampai habis (7 – 10 hari). Beberapa dokter memilih obat antibiotika lain seperti thiamphenikol, ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, kotrimoksazol, sefalosporin, dan ciprofloxacin sesuai kondisi pasien. Paracetamol untuk mengurangi gejala demam dan rasa pusing. Demam yang berlebihan menyebabkan penderita harus dirawat dan diberikan cairan infus.Perawatan Penderita Penyakit Tipes.• Penderita harus istirahat total agar panas

badan segera turun. Banyak bergerak menyebabkan suhu badan naik dan kuman akan terus berkembang biak kemudian masuk ke dalam aliran darah.

• Penderita diberi makanan lunak, mudah dicerna (rendah serat), mengandung cukup cairan , kalori, tinggi protein dan vitamin serta tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas.

• Mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan.

Yang Perlu Diperhatikan Pascaterkena Tipes Adalah:• Pola makan yang benar, misalnya

makanan harus lunak. Hindari makanan berminyak, asam dan pedas. Secara bertahap makanan lunak diganti seperti semula.

• Kurangi kegiatan yang menguras tenaga.• Untuk menjaga stamina bisa diberikan

Kapsul Tapak Liman 3 x 2 Kaps/hari, Kaps Daun sendok 3 x 2 Kaps/hari, dan Patikan Kebo 3 x 1 Kaps/hari (untuk membantu mempercepat penyembuhan luka di usus akibat tipes). []

Yuli Achtien

Page 26: BAZJATIM.ORG

26 | Warta BAZ

psikologikeluarga

Banyak orang tua yang tidak menyadari datangnya masa akil baligh pada anaknya. Tiba-tiba para orang tua

sudah mendapati putranya berubah suaranya, berubah penampilannya ataupun mendapati putrinya tengah kebingungan ketika mendapatkan haid pertamanya. Bahkan karena ketakutannya, beberapa anak putri menanyakan kejadian haid yang dialaminya kepada temannya. Akibatnya, sebagian mereka mengalami shock, tidak siap dan mengeluh setiap kali mereka mendapati siklus bulanannya datang.

Bagi orang tua, untuk mengetahui apakah anak sudah mengalami baligh, jauh lebih mudah pada anak putri daripada putra. Jarang anak putra yang mau menceritakan apa yang telah dialaminya pada orang tua, padahal sama halnya dengan anak putri, anak putra juga mengalami kebingungan. Anak merasa malu untuk berterus terang kepada orang tuanya, sementara orang tua juga kurang sensitif. Pada akhirnya, banyak orang tua tidak tahu kapan tepatnya anak putranya mengalami akil baligh, tanpa keterbukaan semuanya berjalan alami mengikuti waktu.

DATANG LEBIH AWALBerbeda dengan 30 tahun yang silam,

usia aqil baligh anak-anak pada masa sekarang datang lebih awal dari yang pada umumnya terjadi pada masa yang lalu.

Menyiapkan AnakMemasuki Akil Baligh

Sebagian anak putri pada usia 9 tahun sudah mengalami menstruasi, demikian pula halnya anak putra, terjadi percepatan yaitu usia 12 tahun.

Realitas yang memang sulit dihindari di jaman informasi ini dimana segala macam informasi dapat diakses dengan mudah. Dengan berbagai gadget yang mudah diperoleh, bahkan tidak jarang orang tua yang justru memfasilitasinya, anak-anak sering terpapar hal-hal (pornografi/pornoaksi) yang tidak layak mereka konsumsi. Lebih buruk lagi apabila terdapat pengaruh dari teman bermain yang juga sering terpapar oleh hal serupa.

Satu kali anak mendapati pornografi, rasa penasaran semakin meningkat dan dapat berkembang menjadi sebuah kebiasaan. Memang keingintahuan anak terhadap masalah seks sangat besar. Tanpa ada informasi yang benar dan pendampingan orang tua, akan menimbulkan penyimpangan perilaku.

Situasi-situasi seperti inilah yang mempercepat kematangan seksual seorang anak, sehingga anak harus “diamankan” pola pikir dan mentalnya agar tidak terjebak pada perilaku yang salah dan buruk.

PR ORANG TUAPermasalahan akil baligh adalah merupakan

hal yang urgen dan vital bagi seorang anak muslim karena mencakup pelajaran mengenai banyak hal, yaitu urusan dunia dan akhirat. Akil baligh yang dalam bahasa Arabnya berarti

Anandyah Retno Cahyaningrum, S.Psi.alumnus Psikologi Unair – peminat masalah sosial kemasyarakatan www.anandyah.com

Kesiapan seorang anak menghadapi masa akil baligh sangat tergantung pada persiapan yang dilakukan oleh orang tua dalam masa-masa mumayyiz (kanak-kanak).

Page 27: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 27

akalnya telah sampai, memiliki makna bahwa anak yang sudah mengalami menstruasi/mimpi basah berarti ia sudah mencapai tahap taklif (tanggung jawab). Dengan demikian maka ia sudah bertanggung jawab untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Pada momen inilah anak harus mengetahui dan memahami bahwa semua yang dikerjakannya akan diperhitungkan sebagai amal baik atau amal buruk di yaumil hisab. Anak juga harus memahami bahwa ia tidak hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri namun juga memiliki kewajiban terhadap keluarga, tetangga, masyarakatnya dan dunia.

Oleh sebab besarnya perubahan yang akan dialami oleh anak akil baligh, maka orang tua harus mempersiapkan jauh sebelum anak memasuki usia tersebut. Dengan harapan anak memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menunaikan kewajiban-kewajibannya. Semua persiapan sangat efektif apabila dilaksanakan sejak usia dini, tentunya dengan porsi sesuai dengan kadar usianya.

Misalnya dalam hal ibadah, apabila anak memiliki kebiasaan shalat wajib sejak TK maka anak tidak kesulitan untuk sholat pada saat akil baligh. Tidak hanya sekedar hafal bacaan dan gerakannya, anak akil baligh kelak akan lebih berhati-hati untuk menjaga kualitas sholatnya. Contoh lain, dalam hal fiqh kebersihan, anak yang dibiasakan mandi sendiri, membersihkan najis sendiri, membersihkan badan, rambut dan gigi akan dengan mudah untuk melakukan mandi janabah pada saat baligh. Termasuk juga anak akan senantiasa terjaga aurotnya apabila sejak kecil terbiasa untuk tidak membuka aurotnya di sembarang tempat.

Dengan demikian persiapan akil baligh merupakan hal yang mutlak dilakukan orang tua, agar anak segera dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang dialaminya. Adapun persiapan tersebut meliputi :

1. Penanaman Iman.Iman merupakan pendidikan awal yang

harus diberikan orang tua. Karena iman merupakan modal dan benteng bagi anak dalam menghadapi ujian hidup. Termasuk di dalamnya budaya-budaya tidak Islami akan disaring oleh iman. Dengan iman, anak akan selektif dan memiliki pengendalian terhadap berbagai perilaku buruk. Ia menyadari bahwa perilaku buruknya akan merugikan dirinya sendiri dan diperhitungkan di yaumil akhir. Dengan nilai-nilai iman, anak memiliki sensor untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk.Ia akan secara sadar merasakan adanya pengawasan Allah. Di sinilah kemudian muncul tanggung jawabnya sebagai seorang individu yang matang.2. Penanaman Akhlaq.

Orang tua harus mengajarkan anak adab-adab sejak dini karena mengajarkan adab pada saat anak sudah baligh jauh lebih sulit karena pada tabiat anak pada masa ini sulit diatur. Dengan pengajaran adab, anak akan berperilaku yang seharusnya sesuai dengan yang diajarkan oleh agama. Bagaimana seharusnya perempuan berperilaku, berbicara, bagaimana pula seorang laki-laki mengendalikan nafsunya, menjaga mulut dan kelaminnya, bagaimana adab pergaulan laki-laki dan perempuan, anak sudah terlatih menjaga hubungannya dengan lawan jenis.3. Persiapan Aqliyah

Dalam masa akil baligh, pertumbuhan fisik anak berkembang jauh lebih pesat ketimbang akal dan mentalnya. Sekalipun fisiknya sudah menyerupai orang dewasa, namun akal dan mentalnya masih seperti anak-anak. Maka akal dan mentalnya harus senantiasa diisi dan diasah agar anak terbiasa berpikir, memecahkan persoalan-persoalannya, mengambil keputusan terhadap urusannya, menentukan pilihan hidupnya sesuai dengan ajaran agama. Anak memiliki kepercayaan diri yang kuat dan tidak tergantung kepada orang tua ataupun orang lain. Dengan kemandiriannya anak akan memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri. []

Page 28: BAZJATIM.ORG

28 | Warta BAZ

renungan

Mengatasi Syariat? Pertarungan antara yang haq dengan

yang bathil akan berlangsung abadi. Maka, kita harus aktif melibatkan diri dalam pertarungan itu dengan memilih untuk selalu berada di barisan kaum beriman yang aktif bernahi-munkar dan beramar-ma’ruf. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar serta beriman kepada Allah” (QS Ali-‘Imraan [3]: 110).

Pada 2/1/1970 Nurcholish Madjid menggagas sekularisasi lewat sebuah makalah berjudul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. Sejak itu, benih-benih liberalisasi pemikiran Islam tumbuh. Fenomena itu terasa makin berkibar mulai 2001, yang ditandai dengan

besarnya dukungan dari sejumlah pihak (termasuk dari sejumlah media massa). Kalangan liberal –sebut saja begitu- aktif ‘menjual’ sekularisme, pluralisme, liberalisme, HAM (Hak Asasi Manusia), demokrasi, kesetaraan gender, dan lain-lain.

Terkait kesetaraan gender, misalnya, mereka nyatakan bahwa “Korban pertama jika syariat Islam ditegakkan adalah wanita”. Lalu, mereka kampanyekan “Pembangunan berwawasan gender”, “Politik berwawasan gender”, “Pendidikan berwawasan gender”, “Fiqih berwawasan gender”, “Tafsir berperspektif gender”, dan sebagainya. Intinya, mereka menolak hegemoni laki-laki.

Kini, seperti telah disebut di muka, telah hadir RUU KKG. RUU ini sudah mulai dibahas secara terbuka di DPR. Komisi VIII DPR yang membidangi masalah agama, sosial dan pemberdayaan perempuan mulai menjaring aspirasi publik.

Atas isi RUU tersebut, mulai terjadi aksi penolakan. Pada Ahad 8/4/2012, di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, diselenggarakan Tabligh Akbar “Menolak RUU Gender Liberal”. Kala itu, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) -Bachtiar Nasir- mengajak umat Islam bersatu melawan faham liberalisme. “Kita sedang menabuh genderang perang melawan liberalisme dan isme-isme destruktif lainnya. Di antara faham-faham liberalisme itu, ada RUU gender yang hendak dipaksakan menjadi sebuah sistem di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam,” gugat Bachtiar (www.hidayatullah.com 9/4/2012).

Di kesempatan yang sama, Dr. Ahmad Zain Annajah, lulusan Dirasat Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo, juga mengajak umat Islam bersatu melawan faham liberalisme. Ahmad Zain menggugat kelancangan aktivis gender liberal ekstrim

Tantangan Baru: RUU KKG

Belakangan ini, hadir Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG). Jika melihat materinya, maka

patut kita menolaknya karena sangat beraroma sekular.

Page 29: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 29

yang berani melawan peraturan Tuhan. Dia bilang, “Yang berhak membuat peraturan, mestinya yang menciptakan. Karena yang menciptakan manusia adalah Allah, maka Allah-lah yang berhak membuat aturan. Bukan manusia. Sejak kapan DPR menciptakan manusia?”

Turut berorasi pada Tabligh Akbar itu Dr. Adian Husaini (dosen Program Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor), Henri Salahuddin, MA (pakar gender INSISTS), Jeje Zainuddin (Pakar Hukum Islam PERSIS), dan Muhammad Zaitun, MA (Ketua Umum Wahdah Islamiyah). Tampak hadir di acara itu antara lain Dr Marwah Daud Ibrahim (aktivis dan politisi) serta Asri Ivo (dulu artis, kini pegiat dakwah).

Sementara, di situs pribadinya -www.adianhusaini.com- Dr Adian Husaini menulis “RUU KKG dalam Perspektif Islam”. Dia katakan bahwa menyimak draf RUU KKG/Timja/24/agustus/2011, maka sepatutnya umat Islam MENOLAK RUU ini. Sebab, secara mendasar, berbagai konsep dalam RUU tersebut bertentangan dengan konsep-konsep dasar ajaran Islam.

Kata Adian, kesalahan mendasar berawal dari definisi gender itu sendiri. RUU ini mendefinisikan gender sebagai berikut: “Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari, serta dapat dipertukarkan menurut waktu, tempat, dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya.”

Definisi gender seperti itu -simpul Adian- keliru, tidak sesuai dengan pandangan Islam. Sebab, menurut konsep Islam, tugas, peran, dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki baik dalam keluarga (ruang domestik) maupun di masyarakat (ruang publik) didasarkan pada wahyu Allah, dan tidak semuanya merupakan produk budaya. Ada peran yang berubah dan ada yang tidak berubah.

Yang menentukan peran bukanlah budaya tetapi wahyu Allah, yang telah dicontohkan pelaksanaannya oleh Nabi Muhammad SAW. Ini karena memang Islam adalah agama wahyu, yang ajaran-ajarannya ditentukan berdasarkan wahyu Allah, bukan berdasarkan konsensus sosial atau budaya masyarakat tertentu.

Konsep Islam tentang pembagian peran laki-laki dan perempuan bersifat abadi, lintas zaman dan lintas budaya. Karena itu, dalam tataran keimanan, merombak konsep baku yang berasal dari Allah sungguh beresiko, karena terkategori sebagai membangkang Allah.

Dalam konsep Islam, ada pembagian peran antara laki-laki dan wanita terkait tugas, peran, dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai contoh, di sebuah keluarga, suami (laki-laki) adalah pemimpin dan kepala keluarga. Dia berkewajiban mencari nafkah keluarga. Sementara, istri (wanita) adalah pemimpin di rumah saat suami berada di luar dan menjadi pendidik utama bagi anak-anaknya. Dalam hal ini, sekalipun perannya berbeda, tetapi di depan Allah keduanya sama.

Sungguh, menyelisihi secara sadar ketentuan Allah adalah sebentuk keangkuhan, karena merasa diri berhak menyaingi Tuhan dalam pembuatan hukum.

Jangan Tergoda! Kita jangan terpesona dengan ‘jualan’

kaum liberal. Sebab, mereka tidak memandang bahwa ketaatan seorang istri terhadap suaminya adalah sebentuk ibadah kepada Allah.

Aktivitas perempuan sebagai istri pendamping suami dan pendidik anak-anaknya di rumah, oleh kaum liberal tidak dinilai sebagai sebentuk partisipasi dalam pembangunan. Tidak ada gambaran di kalangan kaum liberal, bahwa betapa bahagianya seorang Muslimah yang dengan niat menaati Allah dan Rasul-Nya menaati pula suaminya.

Jadi, sungguh, jangan tergoda dengan isu kesetaraan gender! Tolak RUU KKG! []

Page 30: BAZJATIM.ORG

buku

30 | Warta BAZ

Aktivitas membaca dan menulis -bagi seorang Muslim- harus dilakukan secara lengkap. Sebab, membaca

dan menulis ibarat dua sisi dari sebuah mata-uang. Satu dan yang lainnya saling melengkapi, tak boleh tiada salah satunya dan apalagi dua-duanya.

Dulu -di tujuh abad pertama sejarah Islam- peradaban Islam tegak dan cemerlang. Hal itu lantaran umat Islam benar-benar pengamal hebat ajaran Islam, termasuk dalam beraktivitas membaca dan menulis.

Buku berisi enam bab ini diniati sang penulis sebagai bagian dari usaha mengembalikan tradisi baca-tulis umat. Bab I berjudul ‘Membaca dan Menulis, Tradisi Umat Terbaik’. Bahwa, pertama, berdasar landasan teologis, kondisi umat Islam sebagai umat terbaik hanya akan bisa diraih jika kita beriman kepada Allah, bernahi munkar, dan beramar ma’ruf.

Saat beramar ma’ruf nahi munkar, maka menulis (baik artikel ataupun buku) termasuk sebuah pilihan strategis karena nilai dakwahnya berjangka lama. Tulisan-tulisan itu sangat berpotensi mewarnai dunia, dalam pengertian bisa memengaruhi pola pikir dan sikap para pembacanya. Sungguh, tulisan yang baik bisa menggerakkan pembacanya. Menggerakkan dari keadaan negatif ke suasana yang positif. Menggerakkan dari alam ‘gelap’ ke alam ‘terang’. Menggerakkan dari alam jahiliyah ke ridha Allah.

Tulisan yang baik hanya akan lahir dari pembaca yang tekun. Maka, di bab II yang berjudul “Membaca, Menjelajahi Alam”, dikupaslah hal-hal yang bertalian dengan

betapa berharganya menyusuri dunia dan seisinya lewat membaca (buku).

Melalui bab II, penulis menitipkan pesan untuk menjadikan buku sebagai kekasih dan menjadikan perpustakaan sebagai ‘surga’ yang kita betah berlama-lama di dalamnya. Terkait itu, tinggalkanlah ‘budaya nonton dan dengar’. Intinya, janganlah sekali-kali melewati hari tanpa buku bersama kita.

Bab III berjudul “Menulis, Mewarnai Dunia”. Bahwa, ketrampilan menulis bisa dipelajari dan diasah lewat latihan-latihan yang tak kenal lelah. Artinya, harus tekun. Ketrampilan menulis bisa dimiliki siapapun. Maka, terutama mahasiswa, guru, dosen, pemimpin –atau kalangan manapun yang bisa dikategorikan sebagai intelektual- jangan sampai tak bisa menulis.

Bisakah kita hidup dari menulis? Jika ditekuni, tak ada yang dapat membantah bahwa profesi penulis dapat dijadikan ‘gantungan hidup’ seperti terungkap dalam bahasan “Habiburrahman dan Fenomena Penulis Kaya”. Sementara, -bagi kaum perempuan- aktivitas menulis sangatlah dianjurkan, baik sebagai sarana aktualisasi diri atau juga sebagai profesi seperti dikupas dalam “Kartini Modern, Membaca dan Menulislah!” di buku ini.

Di bab IV, ada judul “Tokoh yang ‘Kekal’ karena Mewariskan Buku”. Bahwa kita di dunia ini hanya hidup sementara saja, semua orang tahu. Tapi, ternyata, ada yang bisa membuat kita ‘kekal’, yaitu tulisan atau buku kita! Jika tulisan kita baik (misalnya, memuat pendapat yang benar, orisinil, dan mencerahkan), maka –insyaAllah- tulisan itu akan lama diperbincangkan bahkan dikutip oleh publik di berbagai kesempatan. Lebih dari itu, tulisan kita akan diarsip oleh banyak orang. Kita menjadi ‘kekal’ karena sesekali atau bahkan seringkali nama kita disebut-sebut orang.

Panduan Bagusdalam ‘Mewarnai’ Dunia

Page 31: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 31

Di dalamnya ditampilkan sebelas tokoh Islam yang nama-nama mereka (berkecenderungan) abadi lantaran mereka mewariskan buku-buku yang –insyaAllah- akan terus dibaca umat. Lihat, misalnya, Imam Al-Ghazali dengan Ihya’ Ulumuddin-nya. Atau, HAMKA dengan Tafsir Al-Azhar-nya.

Bab V berjudul “Menulis Itu –insyaAllah- Mudah”. Sebagai sebuah ketrampilan yang bisa dilatih, menulis itu memang hanya punya teori “Tiga M”, yaitu mulai, mulai, dan mulailah! Artinya, bersegeralah berlatih dan tidak menunda-nundanya.

Hal terpenting yang harus dimiliki (calon) penulis adalah keuletan atau ketekunan. Resep itu tak mengada-ada, sebab -mengutip sebuah pendapat- dalam menulis bakat hanya menyumbang 5%. Lalu, faktor keberuntungan 5%. Sisanya -yang 90%- adalah keuletan atau ketekunan.

Di bab ini, si penulis memberikan ilmu dan pengalamannya terkait cara menulis artikel dan resensi serta kiat menembuskannya ke media, terutama ke media cetak. Selanjutnya, diberikan juga cara menulis buku. Memang, akan lebih sempurna jika kita juga bisa

Judul : Warnai Dunia dengan MenulisPenulis : M. Anwar DjaelaniPenerbit : InPAS Publishing SurabayaCetakan : Februari 2012Tebal : 222 halaman

menulis buku. Sebab, buku berpeluang lebih besar dalam mewarnai dunia. Lagi pula, buku dapat kita wariskan kepada peradaban dunia. Oleh karena itu, diberikan pula kiat menulis buku.

Ada tiga bahasan menarik di bab ini, yaitu: 1). Menulis Artikel semudah Berbicara. 2). Menulis Resensi segampang Berkomentar. 3). Menulis Buku, Jihad yang Menyenangkan. Tampak, ketiga judul bahasan tadi sangat menggoda dan ‘provokatif’.

Bab V ini menjadi sangat menarik karena dilengkapi contoh-contoh konkrit artikel dan resensi si penulis yang pernah dimuat sejumlah media cetak, terutama Jawa Pos. Dan, jika melihat judul buku dan keseluruhan isi buku ini, maka bisa dipastikan bahwa bab V inilah yang menjadi ‘jualan’ pokok buku ini.

Bab VI adalah epilog. Penulis kembali memberi penegasan bahwa hanya ada satu tekad: “Bismillah, saya mulai!” Dengan pena atau laptop, berkaryalah! Akan sangat bermanfaat jika ilmu dan wawasan yang kita punya dibagi (baca: disedekahkan) kepada khalayak ramai lewat tulisan kita.

Penulis mengakui bahwa karyanya itu lahir karena terinspirasi oleh ajaran ini: Pertama, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (QS Al-‘Alaq [96]: 1). Kedua, “Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis” (QS Al-Qalam [68]: 1). Bagi dia, spirit untuk tekun membaca dan serius menulis dalam bingkai semata-mata untuk mengharap ridha Allah, penting dan perlu untuk terus di-‘teriak’-kan. InsyaAllah, kedua aktivitas itu jika kita amalkan secara istiqomah akan bisa melahirkan sebuah peradaban yang mulia, peradaban yang di dalamnya berisi manusia-manusia berkategori si “Pecinta Ilmu”. []

Page 32: BAZJATIM.ORG

32 | Warta BAZ

info BAZ

BAKTI SOSIALdi Gresik dan Sidoarjo

terdekat. Sehingga kegiatan itu dibanjiri warga yang ingin berobat. “Puskesmasnya jauh Mas, harus naik ojek dulu. Jadi waktu ada kabar pengobatan

gratis saya sempatkan ke sini, “ ujar Painem, salah seorang nenek

yang mengaku badannya linu-linu.Kegiatan ini terselenggara

berkat kerjasama BAZ Jatim dengan BAZ Kabupaten Gresik. Selain

layanan pengobatan gratis, BAZ Gresik juga mendistribusikan bantuan

paket sembako dan dana beasiswa untuk keluarga miskin yang ada di desa tersebut.

Selain di Gresik, BAZ Jatim juga mengadakan kegiatan yang sama di Masjid Sabilinnajah Sawotratap, Sidoarjo pada Ahad (19/04/12) pagi. Sekitar 200 orang mendapatkan manfaat program ini. Dalam kesempatan itu, BAZ Jatim juga menyalurkan bantuan lain berupa paket sembako dan beasiswa untuk para dhuafa di sekitar masjid.

Kerjasama BAZ Jatim dengan Masjid Sabiliinnajah sudah terjalin beberapa tahun terakhir. Masjid ini memberikan sejumlah dana infaq kepada BAZ Jatim. Dana tersebut kemudian dikembalikan untuk warga sekitar masjid dalam bentuk layanan program pengobatan gratis, beasiswa dan lain sebagainya. (fif )

Ratusan warga Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, mendapatkan layanan pengobatan gratis dari BAZ Jatim yang dikemas

dalam kegiatan bakti sosial. Dalam kegiatan yang diadakan pada Sabtu (21/04/12) ini, kebanyakan yang datang berobat adalah orang-orang yang sudah usia lanjut dengan keluhan pegal linu dan batuk.

“Saya ingin disuntik, batuk saya ini sudah lama tidak kunjung sembuh,” keluh Munawaroh (65) kepada dokter yang dihadirkan oleh BAZ Jatim dalam kegiatan ini. Meskipun banyak yang minta diinjeksi, tetapi tidak semua dipenuhi, karena memang tidak diperlukan. Cukup diberikan obat saja.

Bakti sosial tersebut menjadi perhatian warga setempat, mengingat desa ini terletak 50 kilometer dari pusat kabupaten dan jauh dari puskesmas

Page 33: BAZJATIM.ORG

Edisi 122 | Mei 2012 | 33

Peringati Hardiknas,BAZ Alokasikan 750 Beasiswa

Tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Seluruh instansi di bawah Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan RI di seluruh Indonesia hampir pasti mengadakan upacara di hari tersebut.

Pada momentum 2 Mei ini, entah sudah berapa kali kita memperingatinya. Namun, bangsa kita masih saja jauh dari dari salah satu cita-cita bangsa yang tercantum dalam pembukaan konstitusi negara kita, “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Salah satu faktornya adalah mahalnya biaya untuk menerima fasilitas pendidikan yang berkualitas. Ketika pemerintah sudah mendistribusikan bantuan operasional sekolah (BOS) secara besar-besaran, faktor biaya tersebut juga masih menjadi kendala. Masih saja ada biaya-biaya lain yang sebagian terindikasi sebagai pungutan liar dan tentu saja memberatkan masyarakat.

Karena itulah BAZ Jatim membuktikan komitmennya untuk berperan mencerdaskan generasi bangsa melalui fasilitas

program pendidikan. BAZ Jatim terus memberikan beasiswa kepada para siswa yang berasal dari keluarga miskin. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi pelajar sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Ini karena, kalangan pelajar sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan sekolah dasar (SD) sudah mendapat bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah sebagai aplikasi program wajib belajar sembilan tahun.

Bertepatan dengan Hardiknas tahun 2012 ini, BAZ Jatim mengalokasikan / mendistribusikan beasiswa untuk 404 siswa/siswi di beberapa daerah di Jawa Timur. Masing-masing dari mereka menerima dana bantuan sebesar Rp. 800.000.

“Tahun 2012 ini target pendistribusian beasiswa BAZ Jatim meningkat menjadi 750 siswa. Periode pertama didistribusikan bertepatan dengan Hardiknas untuk 404 siswa. Sisanya akan didistribusikan pada periode kedua sekitar bulan September-Oktober nanti,” kata Kepala Divisi Pendistribusian BAZ Jatim, Kholik, AMD.

Dalam merealisasikan program ini, BAZ Jatim bekerjasama dengan beberapa sekolah/madrasah yang siswanya telah

ditetapkan sebagai penerima beasiswa. Selain itu, BAZ Jatim juga bekerjasama dengan sekolah-sekolah tersebut

untuk melakukan pembinaan secara berkala. Ada kalanya

pembinaan dilakukan di sekolah masing-masing dan ada pula agenda mengumpulkan

mereka dalam satu kegiatan pembinaan oleh BAZ Jatim. (fif )

Page 34: BAZJATIM.ORG

Sudahkah AndaMenghitung Zakatdengan Benar

Nama : ..................................................................................................................

Tempat, Tanggal Lahir : ..................................................................................................................

Alamat Rumah, telp : ..................................................................................................................

Alamat Kantor, telp : ..................................................................................................................

No. HP : ..................................................................................................................

Jumlah donasi per bulan : ..................................................................................................................

Mulai bulan : ..................................................................................................................Jenis donasi : zakat infaq akad khusus .............................Cara pembayaran : Diambil di kantor Diambil di rumah Transfer bank

“Bismillahirrahmanirahim. Yaa Allah, jadikanlah ini simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan ini pemberian yang merugikan”

Formulir Pendaftaran Donatur BAZ Jatim

Rekening Infaq

Bank Syariah Mandiri 008 – 111 – 6666 Bank Jatim 001 – 108 – 8588

Rekening Zakat

Bank Syariah Mandiri 008 – 116 – 6661 Bank Muamalat 701 – 099 – 6222 BNI Syariah 0707 – 0707-70

Informasi: BAZ Jatim 031-5613661

Rabu (11/04/12) pagi itu, Kantor BAZ Jatim terasa riuh ramai. Sekitar 85 orang berkumpul di ruang

pertemuan yang terletak di lantai 2 Gedung Islamic Center Surabaya itu.

Mereka adalah para penerima bantuan modal bergulir dari BAZ Jatim. Setelah menerima bantuan, mereka diwajibkan mengkuti pembinaan kewirausahaan sebulan sekali. Ini adalah bagian dari upaya BAZ Jatim untuk membangun kemandirian UKM dari mustahik menjadi muzakki.

Dalam kesempatan itu, para pelaku UKM itu mendapat pencerahan tentang citra diri pengusaha muslim dari H Nur Hidayat, S.Pd, MM. Selain aktif sebagai

Melecut MotivasiKemandirian UKM

34 | Warta BAZ

Wakil Ketua IV BAZ Jatim dan pengelola lembaga pendidikan, Pak Nur juga memiliki pengalaman mengembangkan bisnis katering melalui Rahmah Catering di Sidoarjo.

“Dalam bisnis, yang paling utama adalah pelayanan kepada pelanggan. Dalam penelitian terbukti bahwa faktor utama atau sekitar 68% kenapa orang tidak puas adalah karena layanan yang buruk dan 14% adalah karena produknya yang jelek,” terang Pak Nur.

Selain itu, Pak Nur juga memberikan tiga kunci sukesnya dalam menjalankan bisnis. Yaitu jadikan pembeli sebagai raja, jauhi iri dalam mencari rizki, dan yakinkan bahwa kita layak diberi rizki oleh Allah dengan kerja keras, doa dan akhlaqul karimah. []

info BAZ

Page 35: BAZJATIM.ORG

Info Lebih LengkapHub Kantor BAZ Jatim 031-5613661

Sudahkah AndaMenghitung Zakatdengan Benar

Page 36: BAZJATIM.ORG