Bayi Preterm + Asfiksia + Ikterus+ hipoglikemia allah

download Bayi Preterm + Asfiksia + Ikterus+ hipoglikemia allah

of 23

  • date post

    18-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    28
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Bayi Preterm + Asfiksia + Ikterus+ hipoglikemia allah

PENDAHULUAN

Menurut definisi WHO, bayi prematur adalah bayi lahir hidup sebelum usia kehamilan minggu ke 37 (dihitung dari hari pertama haid terakhir). Bayi prematur ataupun bayi preterm adalah bayi yang berumur kehamilan 37 minggu tanpa memperhatikan berat badan, sebagian besar bayi prematur lahir dengan berat badan kurang 2500 gram. Bayi prematur memiliki berbagai masalah akibat belum berkembangnya organ-organ tubuh, sehingga belum siap untuk berfungsi di luar rahim. Masalah yang sering dijumpai pada bayi kurang bulan dan BBLR adalah : Asfiksia, gangguan nafas, hipoglikemia, hipotermia, maslah pemberian ASI, ikterus, infeksi, masalah perdarahan. Penatalaksanaan didasarkan pada masalah yang muncul yang berkaitan dengan berat badan lahir rendah.(1) (2) (3)Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir.Asfiksia pada BBL merupakan penyebab kematian 19% dari 5 juta kematian BBL setiap tahun.Resusitasi merupakan tindakan utama pada asfiksia.(1)Ikterus neonatorum adalah warna kuning yang terlihat pada kulit atau selaput lendir oleh karena adanya penimbunan bilirubin di jaringan bawah kulit atau selaput lendir sedangkan hiperbilirubinemia adalah ikterus dengan konsentrasi bilirubin yang menjurus ke arah terjadinya kern ikterus atau ensefalopati bilirubin bila tidak terkendali. Bayi dikatakan hiperbilirubinemia bila mengalami peningkatan kadar bilirubin total >13 mg/dL. Penanganan pada bayi dengan ikterus yang fisiologis dapat dilakukan rawat jalan, pemberian ASI/PASI yang lebih ditingkatkan dan pemberian sinar matahari yang cukup pada bayi.Penangan hiperbilirubinemia dapat berupa terapi sinar atau fototerapi untuk mengurangi kadar bilirubin yang ada di dalam sirkulasi. (1,4)Berikut akan dibahas refleksi kasus mengenai Bayi Prematur dengan asfiksia,ikterus neonatorum,dan hipoglikemia di ruangan Perinatal Resiko Tinggi (PERISTI) RSUD Undata Palu.

.

KASUSIDENTITAS Nama : By. DWJenis kelamin :PerempuanTanggal lahir : 12 Februari 2014 (16.13)ANAMNESISI. Keluhan Utama : Bayi lahir tidak langsung menangisII. Riwayat Penyakit Sekarang :Bayi Perempuan DW masuk ruangan pukul 16.13, lahir pada tanggal 12 Februari 2014 di Rumah Sakit Undata Palu, bayi tidak langsung menangis waktu lahir, persalinan secara normal + letak bokong kepala + induksi. Warna air ketuban hijau kental, apgar score 3/5/7. Biru pada bibir tetapi hilang dengan 02, merintih ada didengar tanpa alat bantu dan gerakan yang kurang aktif. Kelainan kongenital tidak ada, kelainan plasenta dan tali pusat tidak ada, trauma lahir tidak ada.

III. Riwayat Maternal :Usia kehamilan 34 minggu. Riwayat kehamilan ibu G1P0A0, ibu berumur 19 tahun sewaktu hamil. ANC rutin ke puskesmas. Ibu menderita preeklampsia saat mengandung. Riwayat menderita flu dan demam saat mengandung disangkal, sakit diabetes mellitus disangkal. Ibu hanya mengkonsumsi susu ibu hamil saat mengandung. Tidak ada riwayat konsumsi minuman beralkohol. Tidak ada yang merokok di lingkungan rumah. Nafsu makan dan gizi ibu selama hamil cukup.

PEMERIKSAAN FISIKTanda-tanda vitalDenyut jantung : 164x/menitSuhu : 37,30CRespirasi : 62 x/menitCRT: < 2 detikBerat Badan : 1.500 gram

Sistem neurologi :Aktivitas : kurang aktifKesadaran : compos mentisFontanela : datar Sutura : memisah Ubun-ubun: tidak membonjolRefleks cahaya: adaKejang : adaTonus otot: normal Sistem pernapasan Sianosis : tidak ada sianosis Merintih: tidak adaApnea : tidak adaRetraksi dinding dada : tidak ada Pergerakan dinding dada : simetrisCuping hidung : tidak ada Bunyi pernapasan : bronchovesicularBunyi tambahan : wheezing -/-, rhonchi -/-.Skor DownFrekuensi Napas : 0Merintih : 0Sianosis : 0Retraksi : 0Udara Masuk: 0Total skor : 0 (tidak ada gawat napas)WHO: tidak ada gangguan napas Sistem hematologi :Pucat : tidak adaIkterus : (+) Kramer IV Sistem kardiovaskulerBunyi Jantung: SI dan SII murni regulerMurmur : tidak ada Sistem GastrointestinalKelainan dinding abdomen: tidak adaMuntah : tidak adaDiare: tidak adaResidu lambung: tidak adaOrganomegali: tidak adaPeristaltik : positif, kesan normalUmbilikus Pus : tidak adaKemerahan: tidak adaEdema : tidak ada Sistem Genitalia.Hipospadia: tidak adaHidrokel: tidak adaHernia: tidak adaTestis: belum turunAnus imperforata : tidak ada Pemeriksaan lainEkstremitas: Akral hangatTurgor : kembali cepatKelainan kongenital: tidak adaTrauma lahir: tidak ada Skor BallardMaturitas fisik maturitas neuromuskulerSikap tubuh : 2kulit : 2Persegi jendela: 3lanugo : 2Recoil lengan : 2payudara : 2Sudut poplitea : 2Mata/telinga : 2Tanda selempang : 2genital : 2Tumit ke kuping : 2permukaan plantar : 2Skor: 25 Minggu : 34 MingguInterpertasi : Bayi preterm

Menurut kurva diatas, didapatkan bahwa bayi tergolong kecil masa kehamilan (KMK)Kategori Sepsis NeonatorumKategori A: -Kategori B: Gangguan minum, kurang aktif

RESUME : Bayi baru masuk jam 20.30 melalui UGD diantar oleh keluarga dengan keluhan masuk kuning pada tangan dan kaki tidak sampai pada telapak yang muncul sejak usia 2 hari, kejang, dan malas minum sejak 1 hari sebelum masuk RS.BAB tidak berwarna dempul, BAK 6 kali per hariO:- Tanda Tanda Vital:Denyut Jantung : 140x/menit Suhu : 36,6CPernapasan : 44x/menit CRT : < 2 detikBerat badan: 1.550 grPenurunan berat badan: 6%Keadaan Umum: Sedang Sistem Pernapasan : Sianosis (-), merintih (-), apnea (-), retraksi dinding dada (-), pergerakan dinding dada simetris (+), Skor DOWN : 0 (tidak ada gawat nafas) . WHO: tidak ada gangguan napas Sistem Kardiovaskuler : Bunyi jantung murni, reguler (+), murmur (-). Sitem Hematologi : Pucat (-), ikterus (+) Kramer IV Sistem Gastrointestinal : Kelainan dinding abdomen (-), organomegali (-). Sistem Saraf : aktifitas aktif, tingkat kesadaran compos mentis, fontanela datar, kejang (-), ubun-ubun membonjol (-) A: Bayi preterm (KMK) + Asfiksia + Ikterus neonatorumP: IVFD Dextrosa 5% 8 tetes/menitInjeksi Cefotaxime 50 mg / 8 jam / ivASI / PASI 12 x 10 ccDijemur pada matahari pagi sekitar 5-15 menitMemantau ikterus setiap 8-12 jam24/02/2014(10 hari)S:Kuning sampai pada perut (+), panas (-), malas minum (-), BAK > 6 kali per hariO:- Tanda Tanda Vital:Denyut Jantung : 132x/menit Suhu : 36,7 CPernapasan : 52x/menit CRT : < 2 detikBerat badan: 1.600 grPenurunan berat badan: 3%Keadaan Umum: Sedang Sistem Pernapasan : Sianosis (-), merintih (-), apnea (-), retraksi dinding dada (-), pergerakan dinding dada simetris (+), Skor DOWN : 0 (tidak ada gawat nafas) . WHO: tidak ada gangguan napas Sistem Kardiovaskuler : Bunyi jantung murni, reguler (+), murmur (-). Sitem Hematologi : Pucat (-), ikterus (+) Kramer II Sistem Gastrointestinal : Kelainan dinding abdomen (-), organomegali (-). Sistem Saraf : aktifitas aktif, tingkat kesadaran compos mentis, fontanela datar, kejang (-), ubun-ubun membonjol (-) A: Bayi preterm (KMK)+ Asfiksia + Ikterus neonatorumP: IVFD Dextrosa 5% 8 tetes/menitInjeksi Cefotaxime 50 mg / 8 jam / ivASI / PASI 12 x 10 ccDijemur pada matahari pagi sekitar 5-15 menitMemantau ikterus setiap 8-12 jam25/02/2014(11 hari)S:Kuning (-), panas (-), malas minum (-), BAK >6 kaliO:- Tanda Tanda Vital:Denyut Jantung : 128x/menit Suhu : 36,9 CPernapasan : 44x/menit CRT : < 2 detikBerat badan: 1.600 grPenurunan berat badan: 3%Keadaan Umum: Sedang Sistem Pernapasan : Sianosis (-), merintih (-), apnea (-), retraksi dinding dada (-), pergerakan dinding dada simetris (+), Skor DOWN : 0 (tidak ada gawat nafas) . WHO: tidak ada gangguan napas Sistem Kardiovaskuler : Bunyi jantung murni, reguler (+), murmur (-). Sitem Hematologi : Pucat (-), ikterus (-) Sistem Gastrointestinal : Kelainan dinding abdomen (-), organomegali (-). Sistem Saraf : aktifitas aktif, tingkat kesadaran compos mentis, fontanela datar, kejang (-), ubun-ubun membonjol (-) A: Bayi preterm (+) Asfiksia + Post Ikterus neonatorumP: PMKPasien pulang dan menjalani rawat jalan

DISKUSI

Diagnosis pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien masuk dengan keluhan kuning pada tangan dan kaki tidak sampai pada telapak yang muncul sejak usia 2 hari, dan malas minum sejak 1 hari sebelum masuk RS. Dari anamnesis ini didapatkan bahwa pasien mengalami ikterus neonatorum yang bersifat fisiologis berdasarkan waktu munculnya. Selama perawatan, ikterus mulai hilang perlahan-lahan dan hilang sepenuhnya pada usia 14 hari.Dari anamnesis juga didapatkan bayi riwayat lahir dengan spontan LBK, skor apgar 3-5-7, ketuban kuning kehijauan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami asfiksia.Usia kehamilan adalah 35 minggu. Berat badan lahir 1.650 gram.Riwayat maternal primigravida.Dari sini dapat disimpulkan bahwa pasien tergolong bayi preterm.Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 37,30C, respirasi 49 x/menit, berat badan 1.500 gram, skor down 0 (tidak ada gawat napas), ikterus Kramer IV. Dari pemeriksaan fisik ini didapatkan bahwa bayi mengalami ikterus neonatorum.Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada bayi ini adalah gula darah sewaktu dengan hasil pemeriksaan 42 gr/dL.Pada pemeriksaan bilirubin total didapatkan kadarnya adalah 10,6 mg/dL Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami hipoglikemia, dan tidak mengalami hiperbilirubinemia.Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang didapatkan bahwa diagnosis pasien pada kasus ini adalah bayi preterm dengan asfiksia, ikterus neonatorum dan hipoglikemia.Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum 37 minggu usia kehamilan sedangkan bayi berat lahir rendah adalah bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram.(1) Faktor risiko terjadinya bayi prematur antara lain(6):a. Janin: Gawat janin, kehamilan kembar, eritroblastosis, hydrop non imunb. Plasenta: Plasenta previa, abruptio plasentac. Uterus: Uterus bik